Buruh Petik

Top PDF Buruh Petik:

PENGARUH UPAH POKOK, UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KEHADIRAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA LANGSUNG BURUH PETIK KOPI (Studi Kasus Pada Perkebunan Sengon di Kab.Blitar)

PENGARUH UPAH POKOK, UPAH LEMBUR DAN TUNJANGAN KEHADIRAN TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA LANGSUNG BURUH PETIK KOPI (Studi Kasus Pada Perkebunan Sengon di Kab.Blitar)

yang jauh lebih besar daripada 0.05. Maka model regresi secara simultan dapat digunakan untuk memprediksi pengaruh upah pokok, upah lembur, tunjangan kehadiran terhadap produktivitas kerja buruh petik kopi di perkebunan sengon Wlingi Blitar. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Hi diterima berarti secara simultan variabel upah pokok (X1), upah lembur (X2), tunjangan kehadiran (X3), berpengaruh nyata terhadap variabel produktivitas (Y).

2 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN PERKEBUNAN TEH CIBUNI KABUPATEN BANDUNG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN BURUH PETIK TAHUN 2001-2015 - repository UPI S SEJ 1106305 Title

PERKEMBANGAN PERKEBUNAN TEH CIBUNI KABUPATEN BANDUNG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN BURUH PETIK TAHUN 2001-2015 - repository UPI S SEJ 1106305 Title

PERKEMBANGAN PERKEBUNAN TEH CIBUNI KABUPATEN BANDUNG DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEHIDUPAN BURUH PETIK TAHUN 2001-2015 Oleh Hadi Oktama Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi sal[r]

3 Baca lebih lajut

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Profil Buruh Perempuan Petik Teh Perkebunan Sirah Kencong Daerah Wlingi – Blitar Tahun 2000 T1  BAB I

T1__BAB I Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Profil Buruh Perempuan Petik Teh Perkebunan Sirah Kencong Daerah Wlingi – Blitar Tahun 2000 T1 BAB I

Pada tahun 1830 mulai berlaku peraturan tanam paksa (Cultuur Stelsel). Peraturan ini menyebabkan rakyat Indonesia harus menyerahkan seperlima bagian tanahnya untuk ditanami jenis tanaman yang berlaku di pasaran Eropa sehingga masyarakat wajib memberikan tanahnya untuk dijadikan sebagai perkebunan dan pabrik teh, kakao, kina, kopi dan karet. Tidak hanya memberikan seperlima dari tanahnya para penduduk setempat juga bekerja kepada pemerintah Belanda yang menguasai perkebunan teh di Sirah Kencong sebagai buruh pabrik. Pada saat berdirinya pabrik tersebut masyarakat dipaksa untuk bekerja sebagai buruh petik teh. Mereka tidak bisa dapat bekerja lebih dari buruh petik dikarenakan (SDM) Sumber Daya Manusia mereka belum mampu menguasai peralatan yang ada pada proses pengolahan.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

S SEJ 1106305 Chapter 1

S SEJ 1106305 Chapter 1

kesejahteraan bagi para buruh. Akan tetapi, fasilitas-fasilitas yang diberikan kepada buruh petik, terutama khususnya fasilitas dalam bidang pendidikan tetap tidak merubah pola pikir para buruh petik menjadi lebih maju untuk mencari peluang kerja yang lebih baik selain menjadi buruh petik di perkebunan. Keluarga buruh petik tetap saja menggantungkan kehidupan mereka di perkebunan. Sebagian besar anak-anak mereka bekerja sebagai buruh petik di kemudian hari menggantikan posisi orang tuanya yang sudah pensiun. Hal tersebut yang menjadi ketertarikan penulis untuk membahas lebih lanjut mengenai kehidupan buruh petik di perkebunan teh Cibuni, serta peranan perkebunan tersebut dalam memberikan kesejahteraan bagi pekerja buruh petiknya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

S SEJ 1106305 Chapter 5

S SEJ 1106305 Chapter 5

Penelitian Skripsi yang berjudul “ Perkembangan Perkebunan Cibuni Kabupaten Bandung dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Buruh Petik Tahun 2001-2015 ” diharapkan dapat memberikan implikasi dalam bidang kajian perkebunan, terutama sebagai acuan bagi para akademisi yang ingin melakukan penelitian-penelitian berikutnya dengan tema yang sama. Selain itu, dengan adanya penelitian ini diharapkan mampu memberikan perubahan serta kemajuan bagi perkebunan baik secara manajerial, pengolahan, terutama mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan buruh yang ada dalam struktur tenaga kerja Perkebunan Cibuni. Lebih jauhnya, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya penulisan dan pemahaman sejarah lokal yang berkaitan dengan tema perkebunan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

S SEJ 1106305 Chapter 3

S SEJ 1106305 Chapter 3

Adapun teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi litelatur dan teknik wawancara. Teknik studi litelatur dilakukan dengan cara membaca dan mangkaji dari berbagai buku yang dapat membantu penulis dalam mengkaji permasalahan yang sedang diteliti. Untuk teknik wawancara yang dilakukan yaitu wawancara formal dan informal yang diawali dengan membuat daftar pertanyaan yang harus dijawab oleh narasumber /responden. Dalam hal ini penulis melakukan wawancara langsung dan pertanyaan yang diajukan lebih dikhususkan mengenai kontribusi dari perkebunan tehadap buruh petik dan mengenai kesejahteraan dari tenaga kerja itu sendiri. Berdasarkan penjelasan di atas, penulis mencoba memaparkan berbagai langkah yang digunakan dalam melakukan penelitian sehingga dapat menjadi karya ilmiah yang sesuai dengan ketentuan keilmuan. Langkah-langkah yang dilakukan terdiri dari :
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

T1__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Profil Buruh Perempuan Petik Teh Perkebunan Sirah Kencong Daerah Wlingi – Blitar Tahun 2000 T1  BAB IV

T1__BAB IV Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Profil Buruh Perempuan Petik Teh Perkebunan Sirah Kencong Daerah Wlingi – Blitar Tahun 2000 T1 BAB IV

Faktor penyebab mereka memilih bekerja menjadi buruh petik teh adalah untuk membantu kondisi ekonomi keluarga (rumah tangga) hal ini dikaitkan dengan gaji yang diperoleh suami ketika bekerja belum bisa untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Rendahnya tingkat kesejahteraan keluarga untuk memenuhi kebutuhan dalam pendudukdisekitar perkebunan juga menjadi alasan kaum perempuan memilih menjadi buruh petik teh. Sebagian buruh petik teh memilih pekerjaan menjadi buruh dikarenakan dorongan dari orangtua dimana orangtua dulu bekerja di perkebunan sehingga meminta anaknya juga bekerja di perkebunan.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

S SEJ 1106305 Abstract

S SEJ 1106305 Abstract

Skripsi ini berjudul “Perkembangan Perkebunan Teh Cibuni Kabupaten Bandung dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Buruh Petik Tahun 2001- 2015”. Masalah utama dalam skripsi ini adalah bagaimana perkembangan Perkebunan Cibuni dan pengaruhnya terhadap kesejahteraan buruh petik. Metode yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah metode historis atau metode sejarah dengan tahapan-tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah studi kepustakaan, wawancara dan studi dokumentasi. Adapun pendekatan yang digunakan penulis untuk mengkaji permasalahan dalam skripsi ini adalah pendekatan interdisipliner dengan menggunakan konsep-konsep dari ilmu Sosiologi dan Ekonomi. Dalam perkembangannya Perkebunan Cibuni beberapa kali mengalami perpindahan kepemilikan. Perkebunan ini merupakan milik pengusaha swasta asing asal Belgia yang menyewa sejumlah luas tanah milik Pemerintah Indonesia. Proses produksi teh di Perkebunan Cibuni sampai saat ini masih menggunakan cara konvensional yaitu dengan menggunakan tenaga (manusia) buruh petik. Buruh petik yang bekerja di Perkebunan Cibuni merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar perkebunan. perkebunan dari sejak pendiriannya sampai saat ini masih menjadi tumpuan hidup bagi masyarakat sekitar khususnya buruh petik. Dengan bekerja di perkebunan, maka keluarga buruh petik dapat bertahan hidup dengan penghasilan yang mereka dapat. Perusahaan Perkebunan Cibuni memberikan berbagai fasilitas untuk buruh petik. Fasilitas-fasilitas tersebut diantaranya fasilitas perumahan, pendidikan, kesehatan dan rekreasi. Tujuan dari pemberian fasilitas untuk buruh petik ini adalah agar buruh petik bisa nyaman bekerja di perkebunan sehingga produktifitas kerja buruh petik pun meningkat. Dengan bekerja di Perkebunan Cibuni, kondisi kehidupan buruh petik bisa dikatakan cukup sejahtera.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

T1__BAB III Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Profil Buruh Perempuan Petik Teh Perkebunan Sirah Kencong Daerah Wlingi – Blitar Tahun 2000 T1  BAB III

T1__BAB III Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Profil Buruh Perempuan Petik Teh Perkebunan Sirah Kencong Daerah Wlingi – Blitar Tahun 2000 T1 BAB III

Heuristik adalah proses melacak dan mengumpulkan sumber.Dalam penelitian ini ada data yang dapat dimanfaatkan yaitu sumber lisan dan sumber pustaka. Pengertian sumber lisan adalah sumber yang didapatkan dari hasil wawancara terhadap informan (Pranoto, 2010: 29-32). Dalam hal ini informan yang dimaksud adalah masyarakat Ngadirenggo sekitar pabrik, buruh petik perkebunan, staff dan pegawai pabrik, serta pemilik pabrik.

3 Baca lebih lajut

S SEJ 1101052 Bibliography

S SEJ 1101052 Bibliography

PERKEBUNAN TEH TATAR ANYAR INDONESIA CUKUL ESTATE DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN BURUH PETIK TAHUN 1972-2007 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.up[r]

3 Baca lebih lajut

S SEJ 1101052 Table of content

S SEJ 1101052 Table of content

1972-2007................................................................................................. 4.2.1.1 Luas Areal Perkebunan.......................................................................... 4.2.1.2 Produksi Perkebunan PT. Tatar Anyar Indonesia.................................. 4.2.1.3 Pemasaran Hasil Produksi Perkebunan PT. Tatar Anyar Indonesi........ 4.2.2 Pengelola Perkebunan Teh PT. Tatar Anyar Indonesia............................ 4.2.2.1 Manajemen Perkebunan......................................................................... 4.2.2.2 Tenaga Kerja Perkebunan...................................................................... 4.3 Kehidupan Buruh Petik Teh di Perkebunan PT. Tatar Anyar Indonesia
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

S SEJ 1101052 Abstract

S SEJ 1101052 Abstract

Skripsi ini berjudul “Perkembangan PT. Perkebunan Teh Tatar Anyar Indonesia (Cukul estate) dan dampaknya terhadap kehidupan buruh petik tahun 1972-2007”. Masalah utama dalam skripsi ini adalah bagaimana perkembangan perkebunan Cukul dan dampaknya terhadap kehidupan buruh petik tahun 1972-2007. Untuk mengkaji perkembangan perkebunan ini, peneliti menggunakan metode historis yang mencakup enam langkah: memilih satu topik yang sesuai, mengusut semua evidensi (bukti) yang relevan dengan topik, membuat catatan yang dianggap penting, mengevaluasi secara kritis semua evidensi (kritik sumber), menyusun hasil penelitian kedalam suatu pola yang benar sesuai sistematika dan menyajikannya secara menarik (historiografi). Hasil penelitian yang diperoleh yaitu perkembangannya perkebunan teh Cukul mengalami beberapa kali perpindahan kepemilikan salah satunya dikelola oleh PT. Tatar Anyar Indonesia sejak 1972-2007, kerjasama (join venture) antara swasta nasional dan asing yaitu dengan perusahaan Inggris. Proses produksinya masih menggunakan tenaga konvensional (manusia) dengan jumlah buruh petiknya dari tahun ke tahun lebih banyak buruh harian lepas/musiman dibandingkan dengan buruh tetap (SKU). Kebijakan perkebunan memberikan keuntungan bagi kehidupan buruh petik dimana banyaknya fasilitas-fasilitas yang diberikan. Berbeda dengan pengelola sebelumnya atau pengelola setelah tahun 2007 dimana kehidupan buruh petik yang terpuruk. Namun beberapa keuntungan tersebut belum mampu membuat buruh petik sejahtera, tetapi setidaknya sudah ada usaha yang dilakukan. Sebagai rekomendasi, pembahasan mengenai perkebunan teh di suatu lokasi tertentu masih jarang dan sedikit yang mengetahuinya sehingga dapat dijadikan sebagai penelitian berikutnya.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

S SEJ 1106305 Table of Content

S SEJ 1106305 Table of Content

Hadi Oktama, 2016 Perkembangan Perkebunan Teh Cibuni Kabupaten Bandung dan Pengaruhnya Terhadap Kehidupan Buruh Petik Tahun 2001-2015 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.up[r]

3 Baca lebih lajut

Daftar Uji Petik Penelitian Wilayah Surabaya

Daftar Uji Petik Penelitian Wilayah Surabaya

MOSES LAKSONO SINGGIH M.Sc Ph.D 0017085916 Pengembangan Model Performansi Maintenance Peralatan Medis Rumah Sakit Hikom 2016 HAMZAH FANSURI S.Si,M.Si.,Ph.D 0017106903 Pemanfaatan LSCF[r]

15 Baca lebih lajut

Perancangan Promosi Wisata Petik Madu di Kota Lawang, Jawa Timur | Laksono | Jurnal DKV Adiwarna 3386 6368 1 SM

Perancangan Promosi Wisata Petik Madu di Kota Lawang, Jawa Timur | Laksono | Jurnal DKV Adiwarna 3386 6368 1 SM

Wisata Petik Madu merupakan sebuah destinasi wisata menarik yang berada di Kota Lawang. Selain bertamasya, pengunjung dapat belajar tentang lebah yang merupakan keunikan dari tempat ini. Fasilitas yang ditawarkan cukup beragam dan tidak dipungut biaya tiket masuk. Tapi, ilmu dan pengalaman yang didapat sangat berguna bagi anak-anak hingga orang dewasa. Namun, promosi yang dilakukan dirasa masih kurang. Media yang telah dibuat kurang memberikan informasi jelas tentang tempat wisata dan untuk mencari informasi melalui internet hanya melalui ulasan yang ditulis orang. Oleh karena itu, dirancanglah media promosi yang dapat mengenalkan dan memberikan informasi yang jelas sehingga dapat menarik minat masyarakat luas untuk berkunjung dan meningkatkan jumlah wisatawan yang datang.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENGARUH INTIFADA TERHADAP BENTUK RELASI KEKUASAAN PALESTINA-ISRAEL.

PENGARUH INTIFADA TERHADAP BENTUK RELASI KEKUASAAN PALESTINA-ISRAEL.

Negara Israel menggunakan kekuasaannya untuk menekan Bangsa Palestina dalam 4 bentuk yaitu, ekonomi, sosial, ideologi, dan politik. Dalam ekonomi Bangsa Palestina yang bekerja pada pemerintah Israel berjumlah 250.000 orang dan bekerja sebagai buruh. Perlakuan mereka sangat berbeda dengan rekan sekerja mereka yang warga asli Israel. Mereka mendapatkan upah 50 sampai 70 persen lebih rendah untuk pekerjaan yang sama 3 . Pemerintah Israel melarang buruh-buruh yang berasal dari Palestina untuk dapat keluar secara bebas pada malam hari, kegiatan mereka diatur, pelanggarnya akan dipenjarakan, buruh-buruh tersebut tidak dapat melakukan apa-apa karena tekanan dari pemerintah Israel. 4 Secara sosial Bangsa Palestina diperlakukan sebagai orang
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Pengukuran Getaran, Kebisingan, dan Beban Kerja pada Penggunaan Mesin Petik Teh Kawasaki Tipe NV-60 di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Jawa Barat

Pengukuran Getaran, Kebisingan, dan Beban Kerja pada Penggunaan Mesin Petik Teh Kawasaki Tipe NV-60 di Pusat Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Jawa Barat

Intensitas bising yang terjadi pada mesin petik teh tipe NV-60 adalah 110_64 dB sedangkan intensitas kebisingan yang didengar oleh operator pertama dan kedua adalah 93.49 dB dan 91 8 dB Dengan memakai rumus dari Occupational Safety and Health Administration maka lama mendengar yang diijinkan untuk operator pertama adalah 4,93 jamlhari sedangkan untuk operator kedua adalah 6,21 jamjamlhari.

72 Baca lebih lajut

Daftar Perguruan Tinggi dan Kopertis yang diuji petik

Daftar Perguruan Tinggi dan Kopertis yang diuji petik

Lampiran 2 No Nama Universitas Status Lokasi Tanggal Jakarta 1 Kopertis 3 Jakarta 2 Universitas Trisakti PTS Jakarta 1-4 Nov 2016 3 Universitas Gunadarma PTS Jakarta 1-4 Nov 2016 4[r]

1 Baca lebih lajut

Permintaan data dan penyampaian uji petik pemeriksaan

Permintaan data dan penyampaian uji petik pemeriksaan

Seluruh data dan dokumen agar dapat disampaikan kepada Tim Pemeriksa BPK pada saat uji petik dilaksanakan di masing-masing PTN, PTS, dan Kopertis yang diuji petik. Data dan dokumen yang belum tercantum dalam lampiran akan kami mintakan pada saat pelaksanaan pemeriksaan di lokasi uji petik. Terkait dengan hal itu, kami meminta bantuan Irjen Kemenristekdikti untuk dapat memfasilitasinya.

1 Baca lebih lajut

TKB4352   MODUL 7 string

TKB4352 MODUL 7 string

Selain menggunakan tanda petik (tunggal maupun ganda), PHP juga mendukung pembuatan string menggunakan format here document. Dengan cara ini memungkinkan kita untuk membuat string yang berjumlah lebih dari 1 baris. Berikut ini adalah struktur penulisan string menggunakan format here document.

8 Baca lebih lajut

Show all 1947 documents...

Related subjects