Burung Serak Jawa

Top PDF Burung Serak Jawa:

Morfologi Esofagus dan Lambung Burung Serak Jawa (Tyto alba)

Morfologi Esofagus dan Lambung Burung Serak Jawa (Tyto alba)

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari morfologi esofagus dan lambung burung serak jawa (Tyto alba) secara makroskopis dan mikroskopis. Dua ekor burung serak jawa (T. alba) digunakan dalam penelitian ini. Pengamatan makroskopis dilakukan dengan mengamati situs viscerum, bentuk dan ukuran esofagus dan lambung. Pengamatan mikroskopis dilakukan dengan metode histologi menggunakan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa esofagus terdiri atas pars cervicalis dan pars thoracalis, berukuran panjang total 9.8 cm, serta tidak terdapat tembolok. Mukosa esofagus pars cervicalis dilapisi oleh sel-sel epitel pipih banyak lapis yang tidak berkeratin, sedangkan pars thoracalis dilapisi oleh sel-sel epitel silindris sebaris. Kelenjar esofagus bertipe mukus, ditemukan dalam jumlah banyak berdistribusi di sepanjang mukosa esofagus. Lapis muskularis eksterna terdiri atas dua lapisan, yaitu otot longitudinal di bagian profundal dan otot sirkuler di bagian superfisial. Lambung dibedakan menjadi proventrikulus dan ventrikulus (gizzard). Proventrikulus berbentuk kerucut dan gizzard berbentuk menyerupai kubus. Kurvatura mayor gizzard memiliki panjang 6.5 cm dengan lebar diameter 1.88 cm. Mukosa proventrikulus dilapisi oleh sel-sel epitel silindris sebaris. Kelenjar proventrikulus terdiri atas kelenjar superfisial yang berbentuk tubular dan menghasilkan mukus, serta kelenjar profundus yang berbentuk tubular sederhana dan menghasilkan pepsinogen dan asam hidroklorat (HCl). Lapisan muskularis eksterna terdiri atas tiga lapis otot, dua lapis otot longitudinal pada lapisan superfisial dan profundal, serta otot sirkuler di bagian medial di antara dua lapisan otot longitudinal. Mukosa gizzard dilapisi oleh sel-sel epitel silindris sebaris dengan kutikula tipis. Kelenjar gizzard berbentuk tubular sederhana dan berfungsi menghasilkan mukus. Lapisan muskularis eksterna memiliki dua lapisan otot sangat tebal yang disusun oleh otot longitudinal di bagian profundal dan otot sirkuler di bagian superfisial. Morfologi esofagus dan lambung burung serak jawa (T. alba) mendukung perilaku alaminya sebagai burung raptor, yang langsung menelan makanannya secara utuh.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

II.   TINJAUAN PUSTAKA  KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

II. TINJAUAN PUSTAKA KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

kad dal l, bu b rung dan serangga. Burung Serak Jawa berbiak secara cepat se eba baga gai i re res spon te erh rhad adap l led edak akan an pop p opul ulas asi i ti tik kus s (G (Gol olaw awsk ski, i, 2 200 003) 3). Sa Satu tu eko e kor r bu buru rung S Ser erak ak Jaw dewasa sa d dap ap at mem t man angsa 2 sampai ai 5 ekor ti tikus setiap h har arin inya y ( (H Heru u d dk kk., 2000) Burung Serak Jawa jantan melaku ukan aktivit itas menghantar makanan untuk burung betina pada saat bertelur serta seba agai cadan ngan makanan ketika kondisi lingkungan tidak mendukung untuk berburu (Tay ylo l r, 19 994).
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

I. PENDAHULUAN KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Beberapa penelitian menunjukkan adanya aktivitas dari Serak Jawa yang sudah beradaptasi dengan lingkungan perkotaan yang ada di daerah tiga Kabupaten yaitu Sleman, Kota Yogyakarta, dan Kulon Progo. Pada penilitian Abdullah (2011), beberapa sarang aktif pada perkotaan kota Yogyakarta yaitu SMP 16 Yogyakarta, Jogja Nasional Museum, Universitas Pembangunan Babarsari, dan Gedung Laboratorium Kimia FMIPA UNY. Pada penelitian Hadi (2008), sarang burung Serak Jawa yang berada di gedung Kampus Psikologi Universitas Dipanegara Temabalang Semarang digunakan oleh satu pasang burung Serak Jawa. Menurut Raptor Club Indonesia (2011) ada 11 titik lokasi bersarang burung Serak Jawa di Daerah Yogyakarta sebagai berikut RS. Grhasia Kaliurang, Universitas Islam Indonesia, Gedung Universitas Mercubuana Wates, Gedung Eks Akindo, Gedung STIE Widya Wiwaha, Gedung Arkeologi Yogyakarta, Puro Pakualaman, SMP 16 Yogyakarta, Gedung Jogja Nasional Museum, Universitas Pembangunan Nasional Babarsari, SMKN 7 Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Serak jawa juga tidak umum ditemukan di Kalimantan dan di dataran rendah Sumatera, tetapi tersebar di Sumatera Tengah dan Sumatera Selatan (akibat penebangan hutan), dan ada kemungkinan masuk ke Kalimantan Selatan (MacKinnon dkk. 2000). Menurut Raptor Club Indonesia (2011) ada 11 titik lokasi bersarang burung Serak Jawa di Daerah Yogyakarta sebagai berikut RS. Grhasia Kaliurang, Universitas Islam Indonesia, Gedung Universitas Mercubuana Wates, Gedung Eks Akindo, Gedung STIE Widya Wiwaha, Gedung Arkeologi Yogyakarta, Puro Pakualaman, SMP 16 Yogyakarta, Gedung Jogja Nasional Museum, Universitas Pembangunan Nasional Babarsari, SMKN 7 Yogyakarta.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

SKRIPSI  KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

SKRIPSI KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

mengge ese ser r sa sar rang g b burung Serak Jawa untuk beradap apta t si d den enga gan n lingku kungan perkot otaa aan n de d ng gan an memanfaatkan lubang pada bangunan ber rti tingka k t t ya yang ng mem mil i iki keti ing nggi g an leb ebih dari 6 meter dengan rata-rata ketinggian sara ang n 7 7,8 ,8 m meter d da ari pe erm rmukaan n tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jum j u la ah h po popu pulasi i, di

14 Baca lebih lajut

V.   SIMPULAN DAN SARAN  KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

V. SIMPULAN DAN SARAN KEMELIMPAHAN, DISTRIBUSI, DAN KARAKTERISTIK SARANG BURUNG SERAK JAWA (Tyto alba javanica) DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

3. Karakteristik sarang Burung Serak Jawa meliputi semua sarang menunjukkan bahwa Serak Jawa memilih lokasi bersarang pada ketinggian dari tanah lebih dari 6 meter dengan rata-rata ketinggian 7,8 meter, bahan konstruksi bangunan berupa genting, kayu, dan ternit, mempunyai 1 lubang masuk, materi dalam sarang berupa bulu dan pellet.

4 Baca lebih lajut

Burung Cendet atau Burung Pentet

Burung Cendet atau Burung Pentet

Burung Cendet atau Burung Pentet/Bentet - Burung cendet atau burung pentet/bentet adalah salah satu jenis burung pemangsa/predator yang memiliki variasi suara/kicauan yang cukup unik. Burung ini termasuk dalam keluarga turdidae. Banyak dari pecinta burung yang beranggapan bahwa untuk merawat burung cendet ini susah, namun sebenarnya cukup mudah karena untuk perawatannya hampir sama dengan jenis burung kicau lainnya.

2 Baca lebih lajut

V. KESIMPULAN DAN SARAN  PENGGUNAAN SERAK JAWA (Tyto alba ) SEBAGAI PENGENDALI HAMA TIKUS PADA PERSAWAHAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

V. KESIMPULAN DAN SARAN PENGGUNAAN SERAK JAWA (Tyto alba ) SEBAGAI PENGENDALI HAMA TIKUS PADA PERSAWAHAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Prawiradilaga, D. M. Murate, T. Muzakir, A. Inoue, T. Kuswandono, Supriatna, A. A. Ekawati, D. Afianto, M. Y. Hapsoro. Ozawa, T. dan Sakaguchi, N. 2003. Panduan Survei Lapangan dan Pemantauan Burung Pemangsa ( A Guide to Raptor Field Survey and Monitoring ). LIPI, Bogor.

4 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA  PENGGUNAAN SERAK JAWA (Tyto alba ) SEBAGAI PENGENDALI HAMA TIKUS PADA PERSAWAHAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

II. TINJAUAN PUSTAKA PENGGUNAAN SERAK JAWA (Tyto alba ) SEBAGAI PENGENDALI HAMA TIKUS PADA PERSAWAHAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA.

Burung Tyto alba atau Serak Jawa dalam nama lokal Indonesia atau Barn Owl dalam bahasa asing, pertama kali dideskripsikan oleh Giovanni Scopoli tahun 1769. Nama alba berkaitan dengan warnanya yang putih. Selain Barn Owl, burung ini memiliki banyak sebutan, antara lain: Monkey-faced Owl, Ghost Owl, Church Owl, Death Owl, Hissing Owl, Hobgoblin atau Hobby Owl, Golden Owl, Silver Owl, White Owl, Night Owl, Rat Owl, Scritch Owl, Screech Owl, Straw, Barnyard Owl, Owl dan Delicate Owl.

11 Baca lebih lajut

STRUKTUR KOMUNITAS BURUNG LIAR PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MATARAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

STRUKTUR KOMUNITAS BURUNG LIAR PADA RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MATARAM SEBAGAI SUMBER BELAJAR BIOLOGI

Dari semua spesies burung yang ditemukan di RTH III, didapatkan beberapa spesies burung mempunyai kelimpahan relatif berbeda jauh dengan spesies burung lainnya. Namun per- bedaan kelimpahan relatif tersebut hanya ditemukan pada beberapa spesies saja, perbedaan kelimpahan relatif tersebut dapat mempengaruhi indeks kemerataan spesies burung. Beberapa spesies burung yang mempunyai ke- limpahan relatif jauh berbeda diantara- nya yaitu spesies burung Cekakak sungai, Cekakak suci dan Burung madu sriganti dengan kelimpahan relatif rendah, sedangkan spesies burung Bondol kepala pucat mempunyai kelimpahan relatif tinggi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Hadinoto dkk (2012:10) yang mengatakan bahwa rendahnya indeks kemerataan jenis burung di suatu tempat menunjukkan bahwa pada tempat tersebut terdapat dominasi satu atau beberapa spesies, artinya satu atau beberapa spesies memiliki jumlah individu yang lebih banyak dibandingkan dengan spesies yang lain.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Skripsi KONSUMSI BURUNG BONDOL JAWA   KONSUMSI BURUNG BONDOL JAWA (Lonchura leucogastroides Horsefield dan Moore) DI PERSAWAHAN KELURAHAN SUMNYANG, KLATEN.

Skripsi KONSUMSI BURUNG BONDOL JAWA KONSUMSI BURUNG BONDOL JAWA (Lonchura leucogastroides Horsefield dan Moore) DI PERSAWAHAN KELURAHAN SUMNYANG, KLATEN.

Puji dan Syukur kepada Allah Bapa di Surga yang telah memberikan berkat dan kekuatan serta ketabahan bagi penulis sehingga mampu menyelesaikan penulisan naskah Skripsi yang berjudul ”Konsumsi Burung Bondol Jawa (Lonchura leucogastroides Horsefield dan Moore 1856) di Persawahan Kelurahan Sumnyang, Klaten”. Naskah Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian persyaratan mencapai gelar Sarjana Strata-1 di Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Diharapkan penelitian ini dapat bermanfaat terutama bagi pihak yang berkepentingan.

12 Baca lebih lajut

S BIO 1106338 Bibliography

S BIO 1106338 Bibliography

Sujatnika, Jepson, P., Soehartono, T. R., Crosby, M., & Mediastuti, A. (1996). Melestarikan Keanekaragaman Hayati Indonesia: P endekatan Daerah Burung Endemik. Departemen Kehutanan: Birdlife International Indonesia Programme.

5 Baca lebih lajut

BAB 4 PELESTARIAN MAKHLUK HIDUP KELAS 6 SEMESTER 1

BAB 4 PELESTARIAN MAKHLUK HIDUP KELAS 6 SEMESTER 1

Cagar Alam adalah daerah yang kelestarian tumbuhan dan hewan yang terdapat di dalamnyadilindungi Undang-Undang dari bahaya kepunahan. Cagar alam yang terkenal di Indonesia antara lain sebagai berikut : Cagar Alam Pulau Dua di Jawa Barat, untuk melindungi berbagai jenis burung laut ( kerajaan burung ) Cagar Alam Ujung Kulon di Banten, untuk melindungi berbagai jenis hewan, antara lain badak, rusa, buaya, banteng, babi hutan, dan burung merak

2 Baca lebih lajut

Mitos Burung Wiwik Kedasih docx

Mitos Burung Wiwik Kedasih docx

Suara burung Wiwik/Kedasih yang merintih dan mendayu-dayu sering dikaitkan dengan kabar buruk atau kabar maut. Orang Jawa, Sunda dan Betawi bilang akan ada kabar buruk atau akan ada orang meninggal bila mendengar suara burung ini. Ada seorang teman saya pernah mengatakan, kalau kita menangkap burung ini dan menyembelihnya, maka akan terlihat jeroan tubuh burung ini hanya kapas putih saja!

2 Baca lebih lajut

PERISTILAHAN “NYAREK BURONG” DALAM MASYARAKAT MELAYU SAMBAS: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK Riko Saputra, Amriani Amir, Agus Syahrani Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan Email : rikosaputra107yahoo.co.id Abstrak: Penelitian ini memf

PERISTILAHAN “NYAREK BURONG” DALAM MASYARAKAT MELAYU SAMBAS: PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK Riko Saputra, Amriani Amir, Agus Syahrani Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Untan Email : rikosaputra107yahoo.co.id Abstrak: Penelitian ini memf

฀฀฀ (v) bentuk frasa. Secara leksikal adalah perumpamaan yang maksudnya menyambut dan memanggil burung supaya datang. Secara kultural masyarakat setempat percaya bahwa burung adalah makluk penjaga hutan yang tinggal di beberapa pohon. Oleh karena itu maka burung harus diundang dan disambut dengan ramah sehingga burung mau mendekat. Begitu juga dalam kehidupan seseorang harus ramah dan jangan sombong dengan orang lain supaya kalau tidak maka orang lain tidak akan mendekat. Istilah ini terdapat pada mantra kundang yang digunakan saat pertamakali mengundang burung untuk mendekat.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Analisis Kelayakan usaha Burung Lovebird (Agapornis) studi Kasus: Usaha Bapak Tono di Tuban, Jawa Timur

Analisis Kelayakan usaha Burung Lovebird (Agapornis) studi Kasus: Usaha Bapak Tono di Tuban, Jawa Timur

Burung Lovebird (Agapornis) merupakan komoditas yang baru memasuki pasar domestik maupun luar negeri beberapa tahun ini yang memiliki keunggulan kompetitif dalam perekonomian nasional. Salah satu penangkar di Kabupaten Tuban adalah Bapak Tono. Adanya peluang dalam memenuhi permintaan dari pengepul dan penghobi mendorong bisnis ini untuk menjalankan usaha. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan usaha budidaya burung Lovebird dengan studi kasus usaha Bapak Tono ditinjau dari aspek non finansial dan aspek finansial. Pengolahan data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis aspek non finansial usaha Bapak Tono layak untuk dijalankan karena tidak ada kendala dalam aspek pasar, aspek teknis, aspek manajemen, aspek hukum, dan aspek sosial lingkungan. Sedangkan menurut perhitungan kriteria investasi diperoleh bahwa usaha Bapak Tono adalah layak untuk dijalankan dengan nilai NPV sebesar Rp1 717 985 715.50, Net B/C sebesar 3.132, IRR sebesar 53.46 persen, dan payback period usaha ini selama 3 tahun 8 bulan 18 hari.
Baca lebih lanjut

84 Baca lebih lajut

TUMOR LARING | Karya Tulis Ilmiah TUMOR LARING

TUMOR LARING | Karya Tulis Ilmiah TUMOR LARING

Serak adalah gejala utama karsinoma laring, merupakan gejala paling dini tumor pita suara. Hal ini disebabkan karena gangguan fungsi fonasi laring. Kualitas nada sangaat dipengaruhi oleh besar celah glotik, besar pita suara, kecepatan getaran dan ketegangan pita suaara. Pada tumor ganas laring, pita suara gagal befungsi secara baik disebabkan oleh ketidak teraturan pita suara, oklusi atau penyempitan celah glotik, terserangnya otot-otot vokalis, sendi dan ligamen rikoaritenoid, dan kadang-kadang menyerang syaraf. Adanya tumor di pita suara akan mengganggu gerak maupun getaran kedua pita suara tersebut. Serak menyebabkan kualitas suara menjadi kasar, mengganggu, sumbang dan nadanya lebih rendah dari biasa. Kadang-kadang bisa afoni karena nyeri, sumbatan jalan nafas atau paralisis komplit.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

BURUNG MERAK DAN BURUNG PERKUTUT.docx

BURUNG MERAK DAN BURUNG PERKUTUT.docx

BURUNG MERAK DAN BURUNG PERKUTUT Di taman kota tinggal dua burung merak Burung merak berbulu indah Pengunjung senang melihatnya Burung perkutut juga tinggal di taman Burung perkutut b[r]

1 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...