BUS TRANS JOGJA

Top PDF BUS TRANS JOGJA:

EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA  EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA.

EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA.

Masyarakat Yogyakarta sangat tergantung pada angkutan umum karena sebagian orang tidak memiliki kendaraan pribadi. Dampak dari semua itu adalah kebutuhan angkutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Suatu hal yang sangat di harapkan orang – orang pada masa sekarang adalah cepat, murah, aman serta nyaman bagi penumpang. Terdapat berbagai macam jenis pelayanan transportasi di Yogyakarta, salah satunya adalah angkutan umum khususnya Trans Jogja. Maka dengan adanya Trans jogja di harapkan mampu menjadi solusi transportasi perkotaan yang jauh lebih baik dari angkutan perkotaan yang ada pada saat ini. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja bus Trans Jogja.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP JALUR LAMBAT DI RINGROAD  EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP JALUR LAMBAT DI RINGROAD YOGYAKARTA.

EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP JALUR LAMBAT DI RINGROAD EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP JALUR LAMBAT DI RINGROAD YOGYAKARTA.

Bus Trans Jogja dan sarana pendukungnya yaitu Halte bus Trans Jogja sangat mendukung aktivitas perjalanan penduduk kota Yogyakarta dan mengendalikan pertumbuhan jumlah kendaraan yang semakin meningkat tiap tahunnya. Dengan adanya bus Trans Jogja, diharapkan agar supaya penduduk kota Yogyakarta beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal. Adanya halte bus Trans Jogja di jalur lambat Ringroad Yogyakarta mempersempit ruas jalan dan adanya perlambatan kendaraan akibat aktivitas bus Trans Jogja.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA  TERHADAP KENDARAAN LAIN   EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP KENDARAAN LAIN (Studi Kasus : Halte Bus Trans Jogja Jl. Mangkubumi (Tugu), Jl. Malioboro (Kepatihan), dan Jl. KHA. Da

EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP KENDARAAN LAIN EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP KENDARAAN LAIN (Studi Kasus : Halte Bus Trans Jogja Jl. Mangkubumi (Tugu), Jl. Malioboro (Kepatihan), dan Jl. KHA. Da

Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan PT Jogja Trans Tugu (JTT) memberikan solusi untuk perkembangan pengguna kendaraan pribadi yang semakin meningkat. Angkutan publik yang ada di kota Yogyakarta yang sudah terlalu jenuh, disisi lain kondisi fisik kendaraan yang tidak lagi memadai serta faktor keamanan yang kurang terjaga sehingga membuat masyarakat menjadi enggan menggunakan fasilitas publik ini, dengan mengoperasikan sistem transportasi massal yaitu dengan mulai dioperasikannya bus Trans Jogja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengevaluasi penempatan halte bus Trans Jogja. Mengetahui pengaruh dari penempatan halte bus Trans Jogja terhadap kendaraan lain yang melintas di depan halte dilihat dari antrian kendaraan, kecepatan tempuh kendaraan, headway dan frekuensi bus Trans Jogja.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EVALUASI WAKTU TEMPUH LAYANAN BUS TRANS JOGJA TERHADAP PERGURUAN TINGGI DI YOGYAKARTA   Evaluasi Waktu Tempuh Layanan Bus Trans Jogja Terhadap Perguruan Tinggi Di Yogyakarta.

EVALUASI WAKTU TEMPUH LAYANAN BUS TRANS JOGJA TERHADAP PERGURUAN TINGGI DI YOGYAKARTA Evaluasi Waktu Tempuh Layanan Bus Trans Jogja Terhadap Perguruan Tinggi Di Yogyakarta.

Evaluasi waktu tempuh layanan bus trans jogja terhadap perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta pada penelitian ini, menggunakan teori supply and demand untuk meneliti apakah layanan bus trans jogja telah memadai waktu tempuhnya untuk memenuhi waktu tempuh yang diinginkan mahasiswa menuju kampus. Penelitian ini dilakukan pada daerah yang padat permukiman mahasiswa dan perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa yang tinggi.

12 Baca lebih lajut

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG BUS TRANS JOGJA JALUR 4A DAN 4B  ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG BUS TRANS JOGJA JALUR 4A DAN 4B.

ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG BUS TRANS JOGJA JALUR 4A DAN 4B ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PENUMPANG BUS TRANS JOGJA JALUR 4A DAN 4B.

Trans Jogja adalah sebuah sistem transportasi bus cepat, murah dan ber- AC di seputar kota Yogyakarta, Indonesia. Trans Jogja merupakan salah satu bagian dari program penerapan ( Bus Rapid Transit ) yang dicanangkan Departemen Perhubungan. Trans Jogja menerapkan sistem tertutup dan menggunakan bus berukuran sedang. Adanya bus Trans Jogja merupakan sesuatu yang diharapkan mampu menjawab akan kebutuhan transportasi umum masyarakat Yogyakarta yang aman dan nyaman. Penulis melakukan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kepuasan penumpang terhadap bus Trans Jogja Jalur 4A dan 4B. Penulis melakukan penelitian terhadap enam aspek yang dianggap penting bagi konsumen atau penumpang yaitu meliputi rute perjalanan, kecepatan perjalanan, jumlah penumpang, load factor, headway dan frekuensi, serta jumlah armada
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP KENDARAAN LAIN  EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP KENDARAAN LAIN (Studi kasus: Halte Bus Trans Jogja Jl. Ahmad Yani (Benteng Vredenburg), Jl. Solo (Maguwo), dan Jl. Solo

EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP KENDARAAN LAIN EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP KENDARAAN LAIN (Studi kasus: Halte Bus Trans Jogja Jl. Ahmad Yani (Benteng Vredenburg), Jl. Solo (Maguwo), dan Jl. Solo

Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan PT Jogja Trans Tugu (JTT) memberikan solusi untuk perkembangan pengguna kendaraan pribadi yang semakin meningkat. Angkutan publik yang ada di kota Yogyakarta yang sudah terlalu jenuh, disisi lain kondisi fisik kendaraan yang tidak lagi memadai serta faktor keamanan yang kurang terjaga sehingga membuat masyarakat menjadi enggan menggunakan fasilitas publik ini, dengan mengoperasikan sistem transportasi massal yaitu dengan mulai dioperasikannya bus Trans Jogja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penempatan halte bus Trans Jogja. Mengetahui pengaruh dari penempatan halte dilihat dari kecepatan tempuh kendaraan.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA.

KESIMPULAN DAN SARAN EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA.

2. Hasil dari diagram kartesius bahwa pada saat ini, dari 10 pertanyaan yang tidak memenuhi kategori yang diajukan ada 5 meliputi: kecepatan keberangkatan angkutan, waktu tunggu sampai dapat angkutan, waktu tempuh perjalanan, kapasitas mendapat tempat duduk dan jumlah armada, serta pengguna bus Trans Jogja merasa puas dengan kinerja pada saat ini, meliputi: keamanan dan kenyamanan, kecakapan pengemudi dalam menjalankan kendaraannya, kebersihan dan kerapihan dalam kendaraan, tarif angkutan, fasilitas pendukung, misal halte.

Baca lebih lajut

Analisis penentuan tarif bus Trans Jogja dengan menggunakan metode Cost Plus Pricing Pendekatan Full Costing : studi kasus pada bus Trans Jogja - USD Repository

Analisis penentuan tarif bus Trans Jogja dengan menggunakan metode Cost Plus Pricing Pendekatan Full Costing : studi kasus pada bus Trans Jogja - USD Repository

Tarif Sewa bus yang berlaku pada Trans Jogja dibuat oleh Gubernur Yogyakarta dan dibahas kembali bersama anggota DPRD, dan ditentukan besarnya tarif per km adalah sebesar Rp.5189 dengan perhitungan tariff berdasarkan biaya pokok. Sedangkan besarnya tarif yang dihitung dengan Cost Plus Pricing Pendekatan Full Costing adalah sebesar Rp.5593. Dengan demikian terjadi perbedaan selisih perhitungan, dimana tarif Bus Trans Jogja 7,22% lebih tinggi dibandingkan dengan tarif Bus Trans Jogja. Hal ini disebabkan karena dalam penentuan tarif Bus Trans Jogja tidak didasarkan pada perhitungan mark up laba, sementara dalam metode cost plus pricing pendekatan full costing, semua komponen biaya dimasukkan ditambah mark up laba, sehingga dapat menutup biaya penuh sertan menghasilkan laba yang diharapkan, namun kedepannya pemerintah berencana untuk mengelola Bus Trans Jogja melalui BUMD yang dalam manajemennya dapat memasukkan unsure laba dalam menentukan tarif.
Baca lebih lanjut

0 Baca lebih lajut

AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI HALTE DAN BUS TRANS JOGJA DI KOTA YOGYAKARTA.

AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI HALTE DAN BUS TRANS JOGJA DI KOTA YOGYAKARTA.

nelitian ini, penulis mengambil kesim- pulan bahwa aksesibilitas bagi Penyan- dang Disabilitas di halte dan bus Trans Jogja di Kota Yogyakarta belum ter- laksana dengan baik dan optimal, di karenakan Penggunaan aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas belum sesuai. Dari pihak Pemerintah belum dapat menyediakan aksesibilitas secara maksimal, dikarenakan ada hambatan dalam hal kurangnya lahan untuk memperluas halte. Jarak bibir peron (halte) dan pintu bus Trans Jogja yang cukup jauh menyebabkan Penyandang Disabilitas memerlukan bantuan petugas Bus Trans Jogja untuk naik ke dalam bus. Untuk mendapatkan lahan pihak Pemerintah harus melakukan Pengadaan Tanah untuk pembangunan halte. Pengadaan Tanah merupakan pemberian ganti kerugian tanah yang akan diambil oleh Pemerintah dan Pemerintah akan memberikan ganti kerugian sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. Sebagian halte dan bus Trans Jogja sudah ada yang menyediakan aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas, tetapi belum dapat digunakan secara maksimal. Belum terpenuhinya standar pembangunan halte yang baik dan layak bagi Penyandang Disabilitas.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  STUDI KOMPARASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BUS TRANS JOGJA.

PENDAHULUAN STUDI KOMPARASI STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) BUS TRANS JOGJA.

Penerbitan standar pelayanan minimal (SPM) Trans Jogja yaitu pada tahun 2008 sejalan dengan pengadaan bus Trans Jogja, sengkan Peraturan Menteri (PM) terbit tahun 2012, maka yang menjadi permasalahannya adalah bahwa dimana fungsi atau peruntukan peraturan menteri (PM) sebagai dasar atau acuan dalam penyusunan standar pelayanan minimal terbit setelah adanya standar pelayanan minimal (SPM) Trans Jogja. Dengan demikian apakah standar pelayanan minimal (SPM) Trans Jogja ini sudah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) dalam peraturan menteri (PM) yang merupakan acuan dasar dalam penyusunan standar pelayanan minimal tersebut.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ALASAN KONSUMEN MEMILIH BUS TRANS JOGJA SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI KOTA YOGYAKARTA

ALASAN KONSUMEN MEMILIH BUS TRANS JOGJA SEBAGAI SARANA TRANSPORTASI KOTA YOGYAKARTA

ditanggung lebih rendah dari pada bus sejenis yang pernah mereka gunakan sampai saat ini. Alasan sistem pembayaran terpilih karena yang mendasari operasional perusahaan pertama kali adalah menggunakan sistem pembayaran yang beda dengan yang lainnya. Sebagian besar karena itu juga dibuktikan dalam hasil kuesioner pendahuluan mengenai deskripsi responden ada juga yang memilih enaknya dalam sistem pembayaran. Hal tersebut juga dipengaruhi dalam terpilihnya alasan selanjutnya yaitu fisik bus. Fisik bus Trans Jogja yang baru sangat disukai konsumen hal itu terlihat dari kuesioner pendahuluan yang menyatakan bahwa mereka senang dengan fisik bus yang benar-benar masih baru. Kemudian alasan terpilih keempat adalah keamanan yang diberikan oleh perusahaan kepada konsumen. Selanjutnya alasan yang dipilih kelima adalah fasilitas. Hal ini dibuktikan dengan konsumen yang memberikan jawaban karena fasilitas ac,pengharum dalam bus sebagai alasan mereka memilih Trans Jogja. Bus Trans Jogja dengan kelima alasan yang menimbulkan loyalitas pelanggan ini menjadi pilihan bagi semua kalangan. Dengan demikian bagi para konsumen bus Trans Jogja, alasan-alasan yang lain, selain kelima alasan yang menimbulkan permintaan bagi konsumen bus Trans Jogja, menjadi alasan pelengkap yang dimiliki oleh perusahaan, sehingga tidak terlalu berpengaruh lagi terhadap permintaan konsumen memilih bus Trans Jogja.
Baca lebih lanjut

108 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Evaluasi Waktu Tempuh Layanan Bus Trans Jogja Terhadap Perguruan Tinggi Di Yogyakarta.

PENDAHULUAN Evaluasi Waktu Tempuh Layanan Bus Trans Jogja Terhadap Perguruan Tinggi Di Yogyakarta.

pengamanan berupa emergency exit dan alat pemecah kaca yang dapat digunakan dalam keadaan darurat seperti kebakaran dan apabila terjadi kejahatan di dalam bus. Saat ini bus trans jogja memiliki delapan trayek atau rute perjalanan. Rincian tarif per-orangnya yang terjangkau yaitu Rp. 3000,00 dengan dua sistem tiket sekali jalan dan berlangganan. Bagi tiket berlangganan, dikenakan potongan sebesar 10% untuk umum dan 30% bagi pelajar. Trans Jogja terdiri dari 8 rute jalur perjalanan Trans Jogja yaitu (1A,1B,2A,2B,3A,3B,4A, dan 4B) . Keberadaan Trans Jogja diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kota yogyakarta terutama mahasiswa dalam melakukan aktivitas sehari-hari menuju kampus tercinta dengan nyaman.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP JALUR LAMBAT DI RINGROAD YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN EVALUASI PENGARUH PENEMPATAN HALTE BUS TRANS JOGJA TERHADAP JALUR LAMBAT DI RINGROAD YOGYAKARTA.

Aktifitas bus Trans Jogja saat menurunkan dan menaikkan penumpang di halte bus Trans Jogja terutama pada jalur lambat/jalur sepeda motor cukup berpengaruh pada perilaku pengguna sepeda motor. Aktifitas bus Trans Jogja pada jalur pesepeda motor seringkali menghambat kelancaran arus lalu lintas sepeda motor yang akhirnya mengakibatkan tundaan/antrian.

Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS TRANS JOGJA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD).

TINJAUAN PUSTAKA EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS TRANS JOGJA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD).

Trans Jogja pada awalnya dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Dinas Perhubungan No. 551/802 Tertanggal 14 Mei 2007 yang menyatakan untuk membuat suatu konsorsium dari gabungan ASPADA, KOPATA, PEMUDA, PUSKOPKAR dan DAMRI yang bernama PT Jogja Tugu Trans (JTT) yang untuk seterusnya bertindak selaku perusahaan yang mengelola layanan Bus Trans Jogja dengan akta pendirian No. 12 tanggal 22 Juni 2007.

20 Baca lebih lajut

Persepsi konsumen mengenai atribut jasa transportasi ditinjau dari jenis kelamin, tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan : studi kasus penumpang Bus Trans Jogja, Yogyakarta.

Persepsi konsumen mengenai atribut jasa transportasi ditinjau dari jenis kelamin, tingkat pendapatan dan tingkat pendidikan : studi kasus penumpang Bus Trans Jogja, Yogyakarta.

Penelitian ini menggunakan 100 orang responden sebagai sampel yang dipilih dengan menggunakan Accidental method yaitu metode pengambilan sampel dengan cara memilih responden yang ditemui saat penyebaran kuesioner, teknik ini digunakan karena jumlah populasi tidak terbatas, mengingat para penumpang Bus Trans Jogja tidak bisa diketahui jumlahnya secara tepat. Purposive sampling yaitu pemilihan sekelompok subjek didasarkan atas ciri-ciri dan sifat tertentu yang dipandang mempunyai hubungan erat dengan penelitian ini. Dengan kata lain, penelitian sampel ini dilakukan secara subjektif mengambil sampel dengan anggapan bahwa sampel yang diambil representative bagi penelitiannya (Suharsimi Arikunto, 1987: 107).
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS TRANS JOGJA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION  EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS TRANS JOGJA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD).

EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS TRANS JOGJA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION EVALUASI KINERJA OPERASIONAL DAN PELAYANAN BUS TRANS JOGJA DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD).

Sisi kinerja operasional Bus Trans Jogja yang diteliti adalah kecepatan rata-rata, load factor, headway dan waktu tunggu pada trayek 1A dan 3A dimana pengambilan data dilakukan dengan cara survei langsung di dalam bus dan diluar bus. Data selanjutnya dianalisis dan dibandingkan dengan indikator dan tolak ukur dari aspek pelayanan yang telah ada, sedangkan sisi pelayanan dinilai dengan metode quality function deployment (QFD) menggunakan teknik kuesioner dan wawancara dimana berdasarkan respon dari 120 orang yang menjadi responden yang menilai poin-poin persyaratan pelanggan dan hasil wawancara dengan pihak Trans Jogja yang menilai poin persyaratan teknik untuk selanjutnya dibuat matriks house of quality (HOQ) yang menjadi dasar dari metode QFD ini.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

SKRIPSI  AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI HALTE DAN BUS TRANS JOGJA DI KOTA YOGYAKARTA.

SKRIPSI AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI HALTE DAN BUS TRANS JOGJA DI KOTA YOGYAKARTA.

Puji Syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa , karena atas penyertaannya , anugerah dan kasih karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan baik . Skripsi yang berjudul “ Aksesibilitas Bagi Penyandang Disabilitas di Halte dan Bus Transjogja ” ini penulis susun untuk memenuhi persyaratan kurikulum Sarjana strata-1 (S-1) pada Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Atmajaya Yogyakarta.

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA.

PENDAHULUAN EVALUASI KINERJA BUS TRANS JOGJA.

Trans Jogja memiliki 54 bus, dimana 48 bus untuk operasional dan 6 buah bus lagi sebagai cadangan. Didalam 1 bus terdapat 22 tempat duduk, dan 19 tempat berdiri, Trans Jogja mulai beroperasi pada pukul 05.30 – 22.00 WIB pada jalur 1A, 1B, 2A, 2B, 3A, dan 3B dan masing – masing jalur memiliki 8 armada.

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI HALTE DAN BUS TRANS JOGJA DI KOTA YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI HALTE DAN BUS TRANS JOGJA DI KOTA YOGYAKARTA.

Bus Trans Jogja merupakan transportasi umum yang menyediakan aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas. Seperti misalnya landasan ( ramp ) pada halte bagi Penyandang Disabilitas yang menggunakan kursi roda. Namun, Bus Trans Jogja ternyata tidak dapat dengan mudah diakses oleh Penyandang Disabilitas dikarenakan bus tersebut menggunakan high floor (pintu yang tinggi) dan ketika ada penumpang berkursi roda ingin naik harus dibantu untuk diangkat masuk ke dalam bus karena ada jarak antara pintu bus dengan bibir peron/halte. Ini dikarenakan bus tidak bisa berbatasan dengan halte. 2 Serta landasan (ramp) pada halte yang memiliki ketinggian yang terlalu curam mengakibatkan Penyandang Disabilitas yang menggunakan kursi roda susah untuk naik ke halte.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENUTUP  AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI HALTE DAN BUS TRANS JOGJA DI KOTA YOGYAKARTA.

PENUTUP AKSESIBILITAS BAGI PENYANDANG DISABILITAS DI HALTE DAN BUS TRANS JOGJA DI KOTA YOGYAKARTA.

Pemerintah diharapkan dapat menyediakan atau mendukung adanya aksesibilitas publik bagi semua kalangan masyarakat tidak terkecuali masyarakat yang mempunyai kebutuhan khusus seperti Penyandang Disabilitas dengan infratruktur fasilitas yang lebih baik lagi. Aksesibilitas publik khususnya pada halte dan bus yang belum menyediakan fasilitas bagi Penyandang Disabilitas diharapkan dapat menyediakannya sesuai dengan standar kelayakan pembangunan halte dan bus, agar semua masyarakat dapat menggunakan aksesibilitas publik tersebut. Terutama Penyandang Disabilitas yang memerlukan aksesibilitas khusus dalam aktivitasnya sehari-hari dapat menggunakan aksesibilitas halte dan bus dengan mudah dan nyaman tanpa adanya hambatan. Lebih baik lagi Pemerintah dapat menyediakan aksesibilitas publik yang khusus untuk Penyandang Disabilitas yang dilengkapi dengan aksesibilitas yang memudahkan Penyandang Disabilitas untuk naik ke dalam bus.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 6937 documents...