cacing Tubifex sp dan

Top PDF cacing Tubifex sp dan:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PAKAN ALAMI ANTARA CACING Tubifex sp. DAN Artemia sp. TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) - repository perpustakaan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PAKAN ALAMI ANTARA CACING Tubifex sp. DAN Artemia sp. TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) - repository perpustakaan

Salah satu kendala dari pembenihan ikan koi adalah ketersediaan pakan. Semakin berkembangnya usaha pembenihan, maka jumlah pakan yang dibutuhkan akan semakin banyak. Biaya pakan adalah biaya terbesar yang dikeluarkan dari total biaya produksi suatu usaha pembenihan ikan koi. Salah satu bentuk pakan yang diberikan adalah pakan alami. Salah satu pakan alami yang disukai ikan terutama ikan hias adalah cacing Tubifex sp, karena pakan alami mempunyai bau yang khas, warna yang menarik, dan merupakan pakan hidup yang bergerak didalam air, sehingga menarik perhatian ikan untuk memakannya. Cacing ini sering disebut sebagai cacing rambut karena bentuk dan ukurannya seperti rambut dengan warna tubuh kemerah-merahan (Khairuman & Amri, 2008)
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PAKAN ALAMI ANTARA CACING Tubifex sp. DAN Artemia sp. TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) - repository perpustakaan

PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI PAKAN ALAMI ANTARA CACING Tubifex sp. DAN Artemia sp. TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN KOI (Cyprinus carpio L.) - repository perpustakaan

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Pengaruh Pemberian Kombinasi Pakan Alami A ntara Cacing Tubifex sp. dan Artemia sp. Terhadap Pertumbuhan Ikan Koi (Cyprinus carpio L. )” .

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA ANTARA CACING Tubifex sp., JENTIK NYAMUK, DAN KUTU AIR (Daphnia sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Ctenops vittatus C.V.)

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA ANTARA CACING Tubifex sp., JENTIK NYAMUK, DAN KUTU AIR (Daphnia sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN CUPANG (Ctenops vittatus C.V.)

4 kali. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium UMP selama 50 hari pada bulan April – Mei 2013. Ikan uji yang digunakan adalah ikan cupang (Ctenops vittatus C.V.) umur 2 bulan. Jumlah pakan yang diberikan 5% dari berat biomassa ikan uji, dan pemberian pakan ikan 2 kali sehari. Parameter yang diamati meliputi parameter utama antara lain pertambahan berat dan panjang ikan, konversi pakan, efisiensi pakan, laju pertumbuhan spesifik (Spesific Growth Rate / SGR), dan sintasan, sedangkan parameter pendukung berupa kualitas air, meliputi suhu, pH, dan oksigen terlarut. Analisis terhadap data pertumbuhan ikan cupang menggunakan uji Analysis of variance (ANOVA), jika hasilnya berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf uji 5% (Steel & Torrie, 1993), sedangkan data kualitas air dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis varian menunjukkan bahwa pakan yang diberikan berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap pertambahan berat dan panjang ikan, konversi pakan, efisiensi pakan, dan laju pertumbuhan spesifik (Spesific Growth Rate / SGR) pada ikan cupang, sedangkan pemberian pakan yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap sintasan ikan cupang. Perlakuan yang memberikan pertumbuhan paling optimal adalah perlakuan P1 (pemberian cacing Tubifex sp.). Kata kunci: pertumbuhan, ikan cupang, pakan alami, cacing Tubifex sp.,
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

16051 ID pengaruh pemberian pakan alami dan pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan betutu

16051 ID pengaruh pemberian pakan alami dan pakan buatan terhadap pertumbuhan ikan betutu

Cacing sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang paling disukai oleh ikan air tawar. Cacing (Tubifex sp.) sangat baik bagi pertumbuhan ikan air tawar karena kandungan proteinnya tinggi [6]. Kandungan gizi cacing Tubifex sp. yaitu 57% protein, 13,30% lemak, 2,04% karbohidrat [7]. Cacing darah (larva Chironomus sp.) merupakan larva serangga (midges) Chironomus sp. atau agas-agas yang sebagian hidupnya berada di perairan. Warna merah disebabkan oleh adanya erythrocruorin (hemoglobin) yang larut dalam darah, sehingga larva tersebut dinamakan blood worm atau cacing darah. Cacing darah mengandung 56,60% protein, 2,80% lemak dan 15,4% karohidrat [8]. Ikan mas (Cyprinus carpio) merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan. Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan. Kandungan gizi untuk ikan mas yaitu 16% protein, 2% lemak, 1% karbohidrat [9].
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN CAMPURAN LIMBAH PADAT SLUDGE

PEMANFAATAN CAMPURAN LIMBAH PADAT SLUDGE

Abstrak. Telah dilakukan penelitian tentang pemanfaatan campuran limbah padat (sludge) pabrik kertas dan kompos sebagai media budidaya cacing sutra (Tubifex. Sp) . Latar belakang penelitian ini karena kebutuhan cacing sutra yang terus meningkat dan belum dimanfaatkannya limbah padat (sludge) pabrik kertas secara maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbandingan massa limbah padat (Sludge) pabrik kertas dan kompos sebagai media budidaya cacing sutra (Tubifex sp) yang dapat memberikan hasil maksimal. Penelitian ini terbagi menjadi 2 tahap yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian utama. Penelitian pendahuluan meliputi analisis karbon, nitrogen, abu pada bahan kompos dan limbah padat (sludge) pabrik kertas yang digunakan sebagai media budidaya cacing sutra (Tubifex .sp) sebelum fermentasi. Penelitian utama meliputi analisis karbon, nitrogen, abu pada media yang berasal dari kompos dan limbah padat (sludge) pabrik kertas sesudah fermentasi dan menghitung volume cacing (tubifex .sp) yang diperoleh dalam budidaya. Budidaya cacing sutra (Tubifek. Sp) dilakukan dalam 15 hari. Hasil penelitian ini menunjukan media yang menghasilkan cacing sutra terbanyak terdapat pada media dengan campuran limbah padat (sludge) pabrik kertas sebanyak 700 gram dan kompos sebanyak 500 gram dengan hasil 109,667 ml dari 100 ml pada rasio C/N 13,923 dan kadar abu sebesar 67,095 %.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

II. TINJAUAN PUSTAKA  POTENSI TEPUNG CACING SUTERA (Tubifex sp.) DAN TEPUNG TAPIOKA UNTUK SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus).

II. TINJAUAN PUSTAKA POTENSI TEPUNG CACING SUTERA (Tubifex sp.) DAN TEPUNG TAPIOKA UNTUK SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus).

Habitat dan penyebaran cacing sutra umumnya berada di daerah tropis. Umumnya berada di saluran air atau kubangan dangkal berlumpur yang airnya mengalir perlahan, misalnya selokan tempat mengalirnya limbah dari pemukiman penduduk atau saluran pembuangan limbah peternakan. Dasar perairan yang banyak mengandung bahan–bahan organik terlarut merupakan habitat kesukaannya. Membenamkan kepala merupakan kebiasaan cacing ini untuk mencari makanan dan ekornya yang mengarah ke permukaan air berfungsi untuk bernafas (Khairuman dkk, 2008).

13 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH BUDIDAYA IKAN UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIOMASSA CACING SUTRA (Tubifex sp.) FISH FARMING WASTE UTILIZATON FOR INCREASING SLUDGE WORM (Tubifex sp.) BIOMASS GROWTH

PEMANFAATAN LIMBAH BUDIDAYA IKAN UNTUK PENINGKATAN PERTUMBUHAN BIOMASSA CACING SUTRA (Tubifex sp.) FISH FARMING WASTE UTILIZATON FOR INCREASING SLUDGE WORM (Tubifex sp.) BIOMASS GROWTH

The aims of the research were to evaluate the biomass growth of sludge worms (Tubifex sp.) which were cultivated by using waste from fish rearing and to calculate the ability of sludge worm to reduce total organic matter (TOM). The worms were cultivated in private fish rearing facility in Sokong, District of Tanjung, North Lombok, West Nusa Tenggara. The experiment was conducted by using Completely Randomized Design. The wastes, which were tested, were feces of catfish, carp, and tilapia with three replications. The result showed that biomass of sludge worms cultivating in catfish waste media reached the peak on the 45th day, while in carp and tilapia waste media, the biomass peaks were resulted on the 60th day. The highest biomass of sludge worms was obtained from cultivation in catfish waste media by 712,7 g/m 2 . In addtion, the sludge worms had ability to reduce TOM and NH 3 in water. It
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMBINASI PAKAN BUATAN DENGAN PAKAN ALAMI CACING SUTERA (Tubifex sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN PATIN

PENGARUH KOMBINASI PAKAN BUATAN DENGAN PAKAN ALAMI CACING SUTERA (Tubifex sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN PATIN

Alkhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ PENGARUH KOMBINASI PAKAN BUATAN DENGAN PAKAN ALAMI CACING SUTERA (Tubifex sp.) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN BENIH IKAN PATIN (Pangasius hypopthalmus) ”.

14 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA (Daphnia sp., cacing Tubifex, dan Artemia salina) TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAWAL

PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA (Daphnia sp., cacing Tubifex, dan Artemia salina) TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAWAL

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI YANG BERBEDA (Daphnia sp., cacing Tubifex, dan Artemia salina) TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN BAWAL (Colossoma macropomum) ”

15 Baca lebih lajut

MANAJEMEN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN CACING SUTERA (Tubifex tubifex) PADA FASE PENDEDERAN IKAN SIDAT (Anguilla sp.) DI BALAI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KELAUTAN DAN PERIKANAN, SLEMAN, DI. YOGYAKARTA Repository - UNAIR REPOSITORY

MANAJEMEN PAKAN DENGAN PENAMBAHAN CACING SUTERA (Tubifex tubifex) PADA FASE PENDEDERAN IKAN SIDAT (Anguilla sp.) DI BALAI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI KELAUTAN DAN PERIKANAN, SLEMAN, DI. YOGYAKARTA Repository - UNAIR REPOSITORY

Ikan sidat ( Anguilla sp.) merupakan ikan konsumsi yang memiliki nilai ekonomis penting baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri. Pengembangan budidaya laut yang optimal untuk meningkatkan hasil perikanan budidaya terutama ikan sidat ( Anguilla sp.) sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam kegiatan budidaya yaitu breeding (pembenihan), feeding (pakan) dan management (tata kelola).

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Hipotesis: Ho : tidak ada perbedaan antara perlakuan pemberian cacing sutera dengan pelet dan keong sawah dengan pelet Ha : terdapat perbedaan antara perlakuan pemberian cacing suter[r]

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Hamdhani, 2013. Studi Percobaan Pembiakan Zooplankton Jenis Cladocera (Macrothrix sp.) Secara Eksitu. Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis.18 (2)

3 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Ikan patin (Pangasius sp.) cukup banyak terdapat di perairan umum Indonesia. Ikan patin merupakan ikan air tawar berukuran besar dan mempunyai nilai ekonomis yang cukup tinggi sebagai ikan konsumsi. Ikan ini cukup popular dan banyak diminati oleh konsumen terutama dari daerah Sumatera dan Kalimantan. Ikan patin mempunyai bentuk tubuh memanjang, agak pipih, tidak bersisik, dan panjang tubuhnya dapat mencapai 120 cm. Pada sa at ukuran masih kedl (5-12cm) ikan patin dapat dipajang di akuarium sebagai ikan hias. Ikan patin tergolong ikan yang cukup jinak dan .mudah pemeliharaannya. Ikan patin sudah dapat dikonsumsi setelah mencapai ukuran tubuh 300-1000 gram
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Pembudidayaan intensif dilakukan dengan pemberian pakan yang berprotein tinggi dan berasal dari protein hewani. Cacing sutera dan keong sawah merupakan sumber pakan alami yang berprotein hewani, diharapkan pemberian pakan tersebut dapat meningkatkan laju pertumbuhan ikan patin (Pangasius sp.). Kerangka pemikiran penelitian yang akan dilakukan, dapat dilihat pada

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

Pengaruh Pemberian Cacing Sutera (Tubifex sp.) dan Keong Sawah (Pila ampullacea) Terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius sp.)

The catfish is the original fish on the waters of Indonesia that have be domesticated as superior and economic fish with a good perspective. This research was conducted to study the influence of the application of silkworm (Tubifex sp.) and Snails (Pila ampulaceae) to the growth of catfish. The growth media of catfish (Pangasius sp.) is aquarium in the size of 60 x 30 x 30 cm 2 and volume 40 liter. This research applies the completed random sampling with 2 treatment and 3 repetition. This research was conducted on November – January of 2015 in Binjai. Based on analysis it indicates that there is different of fish feed significantly (p<0.01).
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Appendix Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dengan Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dikultur dengan Beberapa Jenis Pupuk Kandang

Appendix Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dengan Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dikultur dengan Beberapa Jenis Pupuk Kandang

Wadah Pemeliharaan Ikan Botia Chromobotia macracanthus Bak Aklimatisasi Sebelum Penebaran Benih Ikan Botia Chromobotia macracanthus ke Akuarium Proses Peneraban Benih Ikan Botia Ch[r]

9 Baca lebih lajut

Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dengan Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dikultur dengan Beberapa Jenis Pupuk Kandang

Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dengan Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dikultur dengan Beberapa Jenis Pupuk Kandang

Umumnya jenis oligochaeta yaitu cacing tanah dan tubifex, mendapatkan makanan dengan cara menelan substrat, dimana bahan organik yang melalui saluran pencernaan akan dicerna, kemudian tanh beserta sisa pencernaan dibuang melalui anus. Adakalanya makanan itu terdiri atas ganggang filamen, diatom dan detritus. Oligochaeta banyak tinggal pada lubang-lubang tanah atau didasar lumpur dan sampah tanaman pada aliran air tawar, empang dan danau. Kebanyakan oligochaeta ditemukan pada bahan-bahan organik dan perairan dengan polusi tinggi. Karena pada umumnya oligochaeta dapat beradaptasi dengan baik pada kondisi oksigen rendah (Wilmoth, 1967).
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Reference Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dengan Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dikultur dengan Beberapa Jenis Pupuk Kandang

Reference Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dengan Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dikultur dengan Beberapa Jenis Pupuk Kandang

Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia Botia macracanthus Bleeker yang Dipelihara Dalam Sistem Resirkulasi Dengan Frekuensi Pemberian Pakan yang Berbeda.. Program Studi Teknologi dan Manaj[r]

5 Baca lebih lajut

Cover Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dengan Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dikultur dengan Beberapa Jenis Pupuk Kandang

Cover Laju Pertumbuhan Benih Ikan Botia (Chromobotia macracanthus) dengan Pemberian Pakan Cacing Sutera (Tubifex sp.) yang Dikultur dengan Beberapa Jenis Pupuk Kandang

Experimental design using a completely randomized design with 5 treatments with 3 replications, as follows; 1) The Tubifex worms culture given chicken manure fermentation, 2) The Tubifex worms culture given cow manure fermentation, 3) The Tubifex worms culture given sheep dung fermentation, 4) Tubifex without treatment, 5) Pellet ornamental fish. The survival rate was 100 % in each treatments. Feeding the Tubifex worms are cultured with sheep dung fermentation gives the best results on the survival rate (SR), the absolute length (L), absolute weight (W), and daily growth rate (GR), respectively 1.02 cm, 0.91 g, and 2.57% for 30 days of maintenance.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

I. PENDAHULUAN  POTENSI TEPUNG CACING SUTERA (Tubifex sp.) DAN TEPUNG TAPIOKA UNTUK SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus).

I. PENDAHULUAN POTENSI TEPUNG CACING SUTERA (Tubifex sp.) DAN TEPUNG TAPIOKA UNTUK SUBSTITUSI PAKAN KOMERSIAL IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus).

Cacing sutera digunakan pada penelitian ini karena kandungan nutrisi cacing sutra (Tubifex sp.) yang kaya akan protein, karena kebutuhan ikan akan protein sangat diperlukan dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan ikan. Kandungan protein cacing sutra (Tubifex sp.) yaitu 57%, karbohidrat 2,04%, lemak 13,30%, air 87,19% dan kadar abu 3,60%. Cacing sutera mudah didapat dengan harga yang murah (Kordi, 2005).

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects