cadangan besi

Top PDF cadangan besi:

HUBUNGAN ANTARA STATUS TEMBAGA DAN STATUS CADANGAN BESI PADA IBU HAMIL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) KTI Arinal artikel

HUBUNGAN ANTARA STATUS TEMBAGA DAN STATUS CADANGAN BESI PADA IBU HAMIL - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) KTI Arinal artikel

Hasil penelitian yang tidak sesuai dengan hipotesa awal dapat terjadi karena keterbatasan dalam rancangan penelitian dan adanya bias. Kelemahan dari rancangan belah lintang adalah sulit menentukan sebab dan akibat (temporal relationship tidak jelas), tidak valid untuk meramalkan kecenderungan, kurang kuat untuk menyimpulkan adanya hubungan antar variabel. Adapun bias yang mungkin timbul adalah beberapa hal yang dapat mempengaruhi seperti status cadangan besi yang memang baik, absorbsi besi meningkat, penyakit infeksi, penyakit hati, atau keganasan. 13 Beberapa indikator tambahan seperti kadar SGOT, SGPT, CRP untuk menyingkirkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya bias tidak dilakukan karena keterbatasan biaya.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI KALIUM FEROSIANIDA TERHADAP PEWARNAAN Fe PADA SUMSUM TULANG

PENGARUH KONSENTRASI KALIUM FEROSIANIDA TERHADAP PEWARNAAN Fe PADA SUMSUM TULANG

Pemeriksaan sumsum tulang merupakan uji diagnostik standar emas untuk penilaian cadangan zat besi di dalam tubuh, sehingga pemeriksaan ini dianggap pentingPemeriksaan cadangan besi sumsum tulang dalam prakteknya, ada beberapa variasi konsentrasi larutan kalium ferosianida (K 4 Fe(CN) 6 ·3H 2 O) yang digunakan. Faktanya, kalium ferosianida merupakan zat beracun yang berdampak buruk pada kesehatan jika terpapar pada konsentrasi tinggi. Di sisi lain, pengaruh konsentrasi kalium ferosianida terhadap kualitas hasil pewarnaan Fe belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi kalium ferosianida terhadap kualitas hasil pewarnaan Fe berdasarkan interpretasi visual sebagai bagian dari pemeriksaan sumsum tulang. Secara lebih khusus, penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi kalium ferosianida terendah dengan hasil kualitas pewarnaan Fe dengan interpretasi baik. Objek penelitian ini adalah sampel sumsum tulang pasien terdiagnosis anemia. Kemudian sampel diperiksa dengan pewarnaan Fe berbagai variasi konsentrasi kalium ferosianida, yaitu: 1 %, 2 %, 3 %, 4 %, dan 5% b/v (artinya b/v apa? Jangan menyingkat sebelum diberikan kepanjangannya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil interpretasi tingkat cadangan besi akibat kualitas hasil pewarnaan yang berbeda akibat pengaruh variasi konsentrasi ferosianida dengan nilai uji signifikansi 0,00 (p< 0,05) berdasarkan uji statistik Fisher. Dari hasil penelitian ini, konsentrasi kalium ferosianida yang paling direkomendasikan untuk pemeriksaan cadangan besi dalam sumsum tulang adalah 2% b/v, karena konsentrasi kalium ferosianidanya tidak terlalu tinggi namun menghasilkan kualitas penafsiran terbaik .
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Perbedaan Kadar Serum Transferrin Reseptor (Stfr) Pada Diabetes Mellitus Tipe 2 Yang Terkontrol Dan Tidak Terkontrol

Perbedaan Kadar Serum Transferrin Reseptor (Stfr) Pada Diabetes Mellitus Tipe 2 Yang Terkontrol Dan Tidak Terkontrol

Pada penelitian lain yang dilakukan oleh Mantonen J dkk (2012) menemukan bahwa tidak ada hubungan antara kadar serum transferin reseptor dengan diabetes melitus tipe 2. Tetapi kadar feritin sangat berhubungan secara signifikan dengan ferritin sebagai cadangan besi dalam tubuh. 17

6 Baca lebih lajut

EFFICACY OF IRON-MULTIVITAMIN SUPPLEMENT FOR IMPROVING THE IRON STATUS OF ADOLESCENT FEMALES

EFFICACY OF IRON-MULTIVITAMIN SUPPLEMENT FOR IMPROVING THE IRON STATUS OF ADOLESCENT FEMALES

Serum feritin merupakan indikator yang sensitif untuk mengukur cadangan besi tubuh (iron store). Konsentrasi SF relatif sama sebelum suplementasi, namun sesudah suplementasi kapsul B-MV berhasil meningkatkan SF lebih tinggi dibandingkan B-F (Tabel 6). Penambahan vitamin A, C, dan B12 membantu proses absorpsi besi dan sintesa feritin didalam hati dan darah (meningkatkan iron storage). Suplemen B-F berhasil meningkatkan SF 4,2 ug/l, sedangkan B-MV meningkatkan SF jauh lebih tinggi (11,0 ug/l). Meskipun dengan uji Anova antara kelompok B-F dan B-MV kenaikan SF tidak berbeda nyata (p>0,05), tetapi perbedaan kontrol dengan B-MV sangat nyata (p<0,05). Hasil analisis setelah dijustifikasi peubah kovariat, peningkatan SF pada kelompok B-MV juga lebih tinggi dibandingkan kedua kelompok lainnya 13,3 ug/l. Peningkatan feritin antara 7,6-23,3 ug/l juga ditemukan pada studi lain seperti Angeles-Agdepa et al. (1997), Tee et al. (1999), Zhu dan Haas (1998), Ahmed et al. (2005), dan Dillon (2005). Peningkatan SF ini secara signifikan juga ditentukan oleh kondisi SF awal (p<0,05) dan Hb awal (p<0,01). Dengan suplementasi, peningkatan besi cadangan akan lebih tinggi jika kadar SF awal lebih rendah dan kadar Hb awal lebih tinggi. Studi Tee et al. (1999) menunjukkan kenaikan serum feritin sangat dipengaruhi oleh SF awal.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMA Muhammadiyah Gubug Kabupaten Grobogan - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA - Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri di SMA Muhammadiyah Gubug Kabupaten Grobogan - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Jika terdapat sedikit besi dalam tubuh, akan terjadi pembatasan sintesis komponen yang mengandung besi aktif sehingga mempengaruhi proses fungsional jaringan tubuh lainnya. Besi dalam tubuh manusia di bagi menjadi menjadi tiga bagian yaitu senyawa besi fungsional, besi transportasi, dan besi cadangan. Besi fungsional yaitu besi yang membentuk senyawa yang berfungsi dalam tubuh terdiri dari hemoglobin, mioglobin, dan berbagai jenis enzim. Besi transportasi adalah besi transferin, yaitu besi yang berikatan dengan protein tertentu untuk mengangkut besi dari satu bagian ke bagian lainnya. Sedangkan besi cadangan merupakan senyawa besi yang dipersiapkan bila masukan besi berkurang. (Luh Seri Ani, 2013)
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

Makalah Hb -  Makalah

Makalah Hb - Makalah

Menurut Wirakusumah, anemia adalah suatu keadaan adanya penurunan kadar hemoglobin, hematokrit dan jumlah eritrosit dibawah normal. Pada pendertita anemia lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah atau hemoglobin dibawah normal. Penyebabnya bisa karena kekurangan zat besi, asam folat dan vitamin B12. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Anemia defisiensi besi adalah anemia yang disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh, sehingga kebutuhan zat besi untuk eritropoesis tidak cukup, yang ditandai dengan gambaran sel darah merah hipokrom-mikrositer, kadar besi serum dan jenuh transferin menurun, kapasitas ikat besi total meninggi dan cadangan besi dalam sumsum tulang serta ditempat yang lain sangat kurang atau tidak ada sama sekali (Oppusungu, 2009).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

LP kehamilan dengan anemia PKM harapan r

LP kehamilan dengan anemia PKM harapan r

5. Secara umum dengan kehilangan zat besi hal ini akan menyebabkan cadangan besi menurun. Apabila cadangan kosong, maka keadaan ini disebut iron depleted state. Apabila kekurangan besi berlanjut terus, maka penyediaan besi untuk eritropoesis berkurang, sehingga menimbulkan gangguan pada bentuk eritrosit, tetapi anemia secara klinik belum terjadi, keadaan ini disebut iron deficient erythropoesis. Selanjutnya timbul anemia hipokromik mikrositer, sehingga disebut sebagai iron deficiency anemia. Pada saat ini juga terjadi kekurangan besi pada epiter serta beberapa enzim yang dapat menimbulkan manifestasi anemia.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan Berat Bayi Lahir dengan Ibu Hamil yang Menderita Anemia di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2015

Hubungan Berat Bayi Lahir dengan Ibu Hamil yang Menderita Anemia di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2015

d) Pemberian zat besi oral Preparat zat besi oral yang biasa diberikan pada ibu hamil adalah fero sulfat, glukonat dan fumarat. Prinsip pemberian terapi zat besi oral ini tidak hanya untuk mencapai nilai hemoglobin yang normal tetapi juga memperbaiki cadangan besi didalam tubuh. Sebelum dilakukan pengobatan harus dilakukan pengiraan terlebih dahulu jumlah zat besi yang dibutuhkan. Pemberian zat besi oral ini juga memberikan efek samping berupa konstipasi, berak hitam, mual dan muntah. 20

16 Baca lebih lajut

Perilaku  Anak  Sekolah  Dasar Yang  Menderita Anemia Defisiensi  Besi Setelah Pemberian Terapi Besi

Perilaku Anak Sekolah Dasar Yang Menderita Anemia Defisiensi Besi Setelah Pemberian Terapi Besi

orangtua. ADB ditegakkan bila dijumpai kadar Hb < 12 g/dl, MCHC < 31%, Indeks RDW > 220 dan Indeks Mentzer (RBC/MCV) >13. Kriteria eksklusi adalah menderita penyakit darah yang lain, gizi buruk, penyakit ginjal dan penyakit infeksi kronis lain, dijumpai gangguan neurologis yang nyata dan anemia berat. Dilakukan randomisasi pemberian obat Fe dan plasebo dengan randomisasi sederhana cabut nomor. Preparat besi (Sulfas Ferosus) 4-6 mg elemental Fe/KgBB/hari diberikan untuk kelompok yang mendapatkan Fe. Perilaku anak dinilai dengan CBCL yang diisi oleh orangtua sebelum intervensi dan 6 bulan setelah intervensi.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

UJI KOMPETENSI tengah semester genap 2014 2015 kelas 7

UJI KOMPETENSI tengah semester genap 2014 2015 kelas 7

Disebut juga sebagai baterai cadangan, fungsi utamanya menyimpan dan menyediakan cadangan listrik yang akan digunakan ketika sumber listrik utama padam.. Selain sebagai cadangan listrik,[r]

2 Baca lebih lajut

HUBUNGAN POLA MAKAN TERHADAP KADAR HB PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMPN 2 NEGARA KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2015 Joce Desak Made Sriwitati, SST.,M.Kes Shaza Savitri Email : desakyocegmail.com Abstract: Relation of appetite to hb level on the girls teenag

HUBUNGAN POLA MAKAN TERHADAP KADAR HB PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII DI SMPN 2 NEGARA KABUPATEN JEMBRANA TAHUN 2015 Joce Desak Made Sriwitati, SST.,M.Kes Shaza Savitri Email : desakyocegmail.com Abstract: Relation of appetite to hb level on the girls teenag

yang mengatakan bahwa faktor yang mempengaruhi kadar haemoglobin (Hb) seperti kecukupan zat gizi di dalam tubuh. Kecukupan zat besi yang di rekomendasikan adalah jumlah minimum besi yang berasal dari makanan dengan cukup zat besi untuk setip individu yang sehat, sehingga dapat terhindar dari kemungkinan anemia kekurangan zat besi

6 Baca lebih lajut

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Korosi

5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Korosi

Fenol yang ada pada tanin, dapat berguna sebagai khelat logam. Mekanisme atau proses pengkhelatan akan terjadi sesuai dengan pola subtitusi dan pH senyawa fenol itu sendiri. Hal ini biasanya terjadi pada tanin terhidrolisis, sehingga memiliki kemampuan untuk menjadi pengkhelat logam. Khelat yang dihasilkan dari tanin ini dapat memiliki daya khelat yang kuat dan dapat membuat khlelat logam menjadi lebih stabil dan aman di dalam tubuh. Namun, dalam mengkonsumsi tanin harus sesuai dengan kadarnya, karena apabila terlalu sedikit (kadarnya rendah) tidak akan memberikan efek, namun apabila mengkonsumsi terlalu banyak (kadar tinggi) dapat mengakibatkan anemia karena zat besi yang ada dalam darah akan dikhelat oleh senyawa tanin tersebut.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Distributor dan Supplier Hollow pdf

Distributor dan Supplier Hollow pdf

Kelebihan dari besi hollow tersendiri yaitu lebih cepat pemasanganya karena berat dari besi ini lebih ringan, lebih kuat karena terbuat dari besi baja, lebih murah, anti karat karena salah satu bahan material dari bessi hollow adalah stainless dan bebas perawatan.

9 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SISWI SMA PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN KLATEN ( Studi Kasus di SMAN 3 Klaten dan SMAN 1 Bayat).

PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN SISWI SMA PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI KABUPATEN KLATEN ( Studi Kasus di SMAN 3 Klaten dan SMAN 1 Bayat).

Masalah gizi pada hakikatnya adalah masalah kesehatan masyarakat, namun penanggulangannya tidak dapat dilakukan dengan pendekatan medis dan pelayanan kesehatan saja. Penyebab timbulnya masalah gizi adalah multifaktor, pendekatan penanggulangannya harus melibatkan berbagai sektor terkait. Masalah gizi di Indonesia dan di negara berkembang pada umumnya masih didominasi oleh empat masalah yaitu masalah Kurang Energi Protein (KEP), anemia besi, masalah Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), masalah Kurang Vitamin A (KVA) (Supariasa, dkk., 2002).

5 Baca lebih lajut

Jasa Cat Rumah TERMURAH Dan Berkualitas

Jasa Cat Rumah TERMURAH Dan Berkualitas

Harga Borongan Cat Pagar Besi Berkualitas Tinggi TERMURAH,WA +62813-2000-8163, Cat Pagar Besi Anti Karat, Cat Pagar Besi Rumah, Cat Pagar Besi Terbaik, Cat Pagar Besi Yg Bagus, Cat Dasa[r]

11 Baca lebih lajut

Perbandingan Kadar Serum Feritin Pada Pendonor Reguler Dengan Bukan Pendonor

Perbandingan Kadar Serum Feritin Pada Pendonor Reguler Dengan Bukan Pendonor

Kadar CRP kan meningkat cepat pada infeksi disebut respon fase akut. Peningkatan CRP berhubungan dengan peningkatan konsentrasi interleukin-6 (IL-6) didalam pasma yang sebagian besar diproduksi oleh makrofag. Makrofag merupakan sel imun yang berperan langsung dengan kadar zat besi dalam tubuh manusia. Makrofag membutuhkan zat besi untuk memproduksi highly toxic hydroxyl radical , juga merupakan tempat penyimpanan besi yang utama pada saat terjadi proses inflamasi. Sitokin, radikal bebas, serta protein fase akut yang dihasilkan oleh hati akan mempengaruhi homeostasis besi oleh makrofag dengan cara mengatur ambilan dan keluaran besi sehingga akan memicu peningkatan retensi besi dalam makrofag pada saat terjadi inflamasi. Besi juga mengatur aktivitas sitokin, proliferasi, dan aktivitas limfosit sehingga diferensiasi dan aktivasi makrofag akan terpengaruh. 44
Baca lebih lanjut

132 Baca lebih lajut

PASIR BESI MANGGARAI

PASIR BESI MANGGARAI

Pengukuran Dan Perhitungan Berat Jenis Pasir Besi : Analisis dilakukan dengan cara conto asli ( crude sand ) seberat 100 gram dimasukkan ke dalam air yang diketahui volumenya di dalam gelas ukur. Untuk memudahkan perhitungan ditetapkan volume 200 cc, apabila kenaikan air menjadi A cc, maka volume pasir yang dimasukkan = A – 200 cc. Jadi Berat jenis = 100/(A – 200) gram/cc. Hasil perhitungan menunjukkan Berat Jenis rata-rata adalah = 3,11 ton/m 3 .

4 Baca lebih lajut

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL PATOLOGI (1)

ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL PATOLOGI (1)

Menurut Varney (2007), terdapat sejumlah faktor yang menjadi penyebab anemia seperti status ekonomi mempunyai efek, status ekonomi yang lebih rendah menimbulkan angka nutrisi buruk yang lebih tinggi dan sehingga mengakibatkan angka anemia defisiensi zat besi lebih tinggi. Ras juga memainkan peranan sebagai contoh rata-rata orang kulit hitam kadar hemoglobinnya lebih rendah daripada orang kulit putih tanpa

34 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan 1. Pengertian - Beti Rahayu Utami BAB II

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengetahuan 1. Pengertian - Beti Rahayu Utami BAB II

dalam sayuran menghambat penyerapan besi. Faktor-faktor ini mengikat besi, sehingga mempersulit penyerapannya. Protein kedelai menurunkan absorpsi besi yang mungkin disebabkan oleh nilai fitatnya yang tinggi. Karena kedelai dan hasil olahannya mempunyai kandungan besi yang tinggi, pengaruh akhir terhadap absorpsi besi biasanya positif. Vitamin C dalam jumlah cukup dapat melawan sebagai pengaruh faktor-faktor yang menghambat penyerapan besi ini.

21 Baca lebih lajut

Show all 5557 documents...