CAMPURAN PREMIUM-ETHANOL

Top PDF CAMPURAN PREMIUM-ETHANOL:

KAJIAN EKSPERIMENTAL TENTANG PENGARUH KOMPONEN DAN SETTING PENGAPIAN TERHADAP KINERJA MOTOR 4 LANGKAH 113 CC BERBAHAN BAKAR CAMPURAN PREMIUM – ETHANOL DENGAN KANDUNGAN ETHANOL 30%

KAJIAN EKSPERIMENTAL TENTANG PENGARUH KOMPONEN DAN SETTING PENGAPIAN TERHADAP KINERJA MOTOR 4 LANGKAH 113 CC BERBAHAN BAKAR CAMPURAN PREMIUM – ETHANOL DENGAN KANDUNGAN ETHANOL 30%

Dari gambar grafik 4.1 terlihat bahwa semua kurva menunjukkan kecenderungan yang sama, tidak terlihat jarak yang jauh antara kedua kurva. Dimana torsi mengalami penurunan hingga kecepatan putaran mesin tertentu. pada kurva CDI standar berbahan bakar campuran premium etanol 30% torsi tertinggi diperoleh pada putaran mesin 3860 RPM yaitu sebesar 11.60 N.m sedangkan pada CDI standar premium torsi tertinggi diperoleh pada putaran 3937 RPM yaitu sebesar 11.22 N.m. Hal ini dikarenakan kenaikan torsi yang dipengaruhi oleh angka oktan bahan bakar campuran premium ethanol sebesar 95 sedangkan premium sebesar 88. Kenaikan angka oktan ini menyebabkan bahan bakar mampu menerima tekanan dan temperatur pembakaran yang lebih tinggi sehingga torsi yang di hasilkan akan mengalami kenaikan.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI MAINJET DAN CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM-ETHANOL TERHADAP UNJUK KERJA MESIN BENSIN 4 LANGKAH 4 SILINDER.

PENGARUH VARIASI MAINJET DAN CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM-ETHANOL TERHADAP UNJUK KERJA MESIN BENSIN 4 LANGKAH 4 SILINDER.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggantian mainjet pada karburator dan penambahan ethanol terhadap unjuk kerja mesin. Seksi uji penelitian menggunakan mesin Toyota Corolla KE20 F 1166 cc tahun 1971 dengan sistem pengisian bahan bakar karburator. Bahan penelitian yang digunakan adalah premium dan campuran premium-ethanol. Penelitian dilakukan dengan cara mengkopel poros mesin uji dengan poros Engine Test Bed untuk memperoleh torsi keluaran. Penggantian mainjet divariasikan dengan mengganti mainjet primer dan sekunder pada karburator. Penelitian dilakukan secara berurutan dengan bahan bakar premium kemudian campuran premium-ethanol dari putaran 1500 rpm sampai putaran 3000 rpm pada bukaan throttle 50%.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STUDY PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN ETHANOL TERHADAP UNJUK KERJA  Study Pengaruh Campuran Bahan Bakar Premium Dan Ethanol Terhadap Unjuk Kerja Mesin Motor Bensin Empat Langkah.

STUDY PENGARUH CAMPURAN BAHAN BAKAR PREMIUM DAN ETHANOL TERHADAP UNJUK KERJA Study Pengaruh Campuran Bahan Bakar Premium Dan Ethanol Terhadap Unjuk Kerja Mesin Motor Bensin Empat Langkah.

Gambar 5. menunjukkan data daya dari pengujian motor untuk berbagai campuran bahan bakar bensin, campuran premium-ethanol dengan variasi ( 5%, 10%,15%, 20 %). Dari Gambar 5. terlihat bahwa pada variasi campuran bahan bakar premium- ethanol, terjadi peningkatan daya sampai dengan putaran 7000 rpm. Setelah rpm 7000 mengalami penurunan. Dengan meningkatkan putaran mesin dapat diperoleh peningkatan efisiensi volumetris karena putaran tinggi dapat memberikan peningkatan tekanan vakum pada saluran masuk dan konsekuensinya terjadi peningkatan laju aliran udara ke dalam silinder. Secara umum terlihat dari gambar 5. bahwa pada putaran mesin yang lebih tinggi dari 7000 rpm terjadi penurunan daya. Pada putaran yang semakin tinggi menyebabkan efisiensi volumetris menuju kearah maksimum dan kemudian menurun. Kondisi ini diakibatkan karena fenomena choked flow (aliran cekik). Aliran tercekik adalah kondisi batas yang terjadi bila laju aliran tidak akan meningkat dengan penurunan tekanan lebih lanjut pada saluran masuk. Akibatnya sekali fenomena aliran tercekik ini terjadi, maka terjadi penurunan efisiensi volumetris secara signifikan dan akibatnya daya akan menurun (Willard W. Pulkrabek, 2004). Dari gambar 5. nilai daya maksimal terdapat pada putaran mesin antara 7000 hingga 8000 rpm. Rumus persamaan dari daya merupakan fungsi dari putaran mesin, itulah sebabnya mengapa ketika pada putaran 7000-an diperoleh daya
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

sebesar 37,87%, dan 15% (E15) sebesar 39,06%,b.(AFR) rasio udara bahan bakar rata-rata pada setiap putaran yang di peroleh dari hasil pengujian dengan menggunakan bahan bakar pertamax adalah sebesar 16,59; bahan bakar campuran pertamax-etanol 5% (E5) sebesar 17,28; 10% (E10) sebesar 17,38; dan 15% (E15) sebesar 17,56,c. Efisiensi volumetris rata-rata pada setiap putaran yang diperoleh dari hasil pengujian dengan menggunakan bahan bakar pertamax adalah sebesar 83,03%; bahan bakar campuran pertamax-etanol 5% (E5) sebesar 85,13%; 10% (E10) sebesar 84,54%; 15% (E15) sebesar 83,30%.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Premium-Bioetanol (Gasohol Be-15 Dan Be-20)

Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Premium-Bioetanol (Gasohol Be-15 Dan Be-20)

adalah salah satu turunan dari senyawa hidroksil atau gugus OH. Wujud dari etanol berupa cairan yang tidak berwarna, mudah menguap dan mempunyai bau yang khas, mudah larut dalam air, berat molekul 46,1, membeku pada suhu –117,3 °C, kerapatannya 0,789 pada suhu 20 °C, nilai kalor 7077 kal/gram, panas latent penguapan 204 kal/gram dan mempunyai angka oktan 91–117, berat jenisnya adalah sebesar 0,7939 g/mL, dan titik didihnya 78,320 o C pada tekanan 766 mmHg. Etanol digunakan dalam beragam industri seperti sebagai bahan baku industri turunan alkohol, campuran untuk minuman keras seperti sake atau gin, bahan baku farmasi dan kosmetik, dan campuran bahan bakar kendaraan, peningkat oktan, dan bensin alkohol (gasohol) [34].
Baca lebih lanjut

99 Baca lebih lajut

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

Kesimpulan:1.Secara umum, nilai kalor bahan bakar (LHV), torsi, daya, dan konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) pada setiap pariasi bahan bakar pertamax campuran pertamax-etanol 5% (E5), 10% (E10) dan 15% (E15) Secara rinci di jelaskan sebagai berikut :a.Nilai kalor bahan bakar (LHV) yang di peroleh dari hasil pengujian bom kalori meter yaitu bahan bakar pertamax sebesar 59060,16 kJ/kg, campuran pertamax-etanol 5% (E5) sebesar 56165,976 kJ/kg, 10% (E10) sebesar 55775,384 kJ/kg, dan 15% (E15) sebesar 55096,792 kJ/kg. Pembakaran pertamax lebih baik karena nilai kalornya lebih tinggi dari pada bahan bakar campuran pertamax-etanol 5% (E5), 10% (E10) dan 15% (E15). Sehingga nilai torsi dan daya juga lebih besar. Akan tetapi, dalam hal konsumsi bahan bakar(SFC), pertamax lebih boros,b.Torsi rata-rata pada setiap putaran yang di peroleh dari hasil pengujian dengan menggunakan bahan bakar pertamax sebesar 11,08 Nm, campuran pertamax-etanol 5% (E5) sebesar 11,02 Nm, 10% (E10) sebesar 11,03 Nm, dan 15% (E15) sebesar 10,97 Nm,c.Daya rata-rata pada setiap putaran yang diperoleh dari hasil pengujian dengan menggunakan bahan bakar pertamax sebesar 4709,53 W, campuran pertamax-etanol 5% (E5) sebesar 4677,56 W, 10% (E10) sebesar 4683,48 W, dan 15% (E15) sebesar 4656,52 W,d.Konsumsi bahan bakar spesifik (SFC) rata-rata pada setiap putaran yang di peroleh dari hasil pengujian dengan menggunakan bahan bakar pertamax sebesar 258,86 gr/kWh, campuran pertamax-etanol 5% (E5) sebesar 251,49 gr/kWh, 10% (E10) sebesar 250,65 gr/kWh, dan 15% (E15) sebesar 244,40 gr/kWh.2.Secara umum, efisiensi thermal, (AFR)perbandingan rasio udara bahan bakar, dan efisiensi volumetris pada setiap pariasi bahan bakar pertamax campuran pertamax- etanol 5% (E5), 10% (E10) dan 15% (E15) Secara rinci di jelaskan sebagai berikut :a. Efisiensi thermal rata-rata pada setiap putaran yang di peroleh dari hasil pengujian dengan menggunakan bahan bakar pertamax adalah sebesar 34,27%,
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Premium-Bioetanol (Gasohol Be-35 Dan Be-40)

Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Premium-Bioetanol (Gasohol Be-35 Dan Be-40)

Proses destilasi dapat menghasilkan etanol dengan kadar 95%, untuk digunakan sebagai bahan bakar perlu lebih dimurnikan lagi hingga mencapai 99,5% yang sering disebut Fuel Grade Ethanol (FGE). Mengingat pemanfaatan etanol yang beraneka ragam, maka kadar etanol yang dimanfaatkan harus berbeda sesuai dengan penggunaannya. Etanol yang mempunyai kadar 90-96,5% dapat digunakan pada industri, sedangkan etanol yang mempunyai kadar 96-99,5% dapat digunakan sebagai campuran untuk miras dan bahan dasar industri farmasi. Etanol yang dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar untuk kendaraan yang harus betul-betul kering dan anhydrous supaya tidak korosif, sehingga etanol harus mempunyai kadar sebesar 99,5-100%. Perbedaan besarnya kadar akan berpengaruh terhadap proses pengolahan karbohidrat menjadi glukosa larut air [4].
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

BAHAN BAKAR NABATI SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK MENDUKUNG PENGGUNAAN BAHAN BAKAR ”RAMAH LINGKUNGAN”

BAHAN BAKAR NABATI SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF UNTUK MENDUKUNG PENGGUNAAN BAHAN BAKAR ”RAMAH LINGKUNGAN”

Bahan baku unggulan untuk bio-etanol adalah jagung, karena bio etanol yang dihasilkannya besar, yaitu 1 ton jagung bisa menghasilkan 400 liter bio-etanol, dan mampu menghasilkan etanol 99.5 % ( full grade ethanol ) yang bisa digunakan untuk campuran bensin ( gasoline ) dan kemudian disebut gasohol BE-10. Artinya setiap satuan volume bahan bakar yang digunakan, kandungan premiumnya 90% dan bio-ethanol 10 % .

10 Baca lebih lajut

Performance Test of Gasoline Engine (On Chassis) by Use Mixed Premium and Ethanol

Performance Test of Gasoline Engine (On Chassis) by Use Mixed Premium and Ethanol

There are opinions from people who claim that only by using premium fuel existing vehicles that they have been able to walk. However, in this study the author would like to invite the public to better understand the situation that occurs in one or two generations ahead. The purpose of this study was to determine the effect of a mixture of gasoline and ethanol to gasoline combustion engine performance based on fuel heating value. The testing procedure is divided into three stages, namely: Testing calorific value of the fuel; testing gasoline motors; Testing of exhaust emissions. The tests would using the material mixing gasoline and ethanol (0%, 5%, 15%, 25% ethanol). The test results obtained calorific value fuel heating value premium 11414.453 cal / gram; 5% ethanol blend = 8905.921 cal / gram; mixture of 15% ethanol = 8717.552 cal / gram; mixture of 25% ethanol cal = 8358.941 / gram. Performance testing results obtained supreme power is in a mixture of 15% ie 9.02 kW and able to spend 10 ml of fuel in 35.87 seconds. Exhaust emissions test results obtained by the value of the lowest CO exist in a mixture of 25% ethanol is 0.85% by volume of air; highest CO 2 value is in a mixture of 25% ethanol is 10.6%
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMBUATAN CMC DENGAN MEDIA REAKSI CAMPURAN LARUTAN PROPANOL – ETHANOL DARI ENCENG GONDOK

PEMBUATAN CMC DENGAN MEDIA REAKSI CAMPURAN LARUTAN PROPANOL – ETHANOL DARI ENCENG GONDOK

Pembuatan CMC dengan media reaksi campuran larutan propanol – ethanol dari enceng gondok bertujuan untuk mengetahui proses pengolahan enceng gondok menjadi CMC, pengaruh reagent berupa natrium kloroasetat dalam proses pembuatan CMC, dan kondisi optimum berupa derajat substitusi (DS), kemurnian, viskositas, pH, dan kadar NaCl sehingga menghasilkan CMC dengan kualitas yang tinggi.Proses pembuatan CMC ini diawali dengan proses pretreatment/isolasi selulosa enceng gondok. Selulosa yang dihasilkan kemudian dialkalisasi dengan menggunakan larutan NaOH 30 % (v/v). Proses alkalisasi ini menggunakan campuran larutan propanol dan ethanol sebagai media reaksi. Tahap berikutnya adalah proses karboksimetilasi, dimana terjadi reaksi antara selulosa alkali dan natrium kloroasetat dengan variasi massa 16 gr, 17 gr, 18 gr, 19 gr, 20 gr, 21 gr, dan 22 gr. Dari hasil penelitian, diperoleh pengaruh reagent berupa natrium kloroasetat yang cukup besar dalam proses pembuatan CMC. Semakin banyak natrium kloroasetat yang digunakan menyebabkan parameter hasil analisa CMC meningkat, diantaranya nilai derajat substitusi (DS) meningkat dari 0,69 menjadi 0,88, kemurnian meningkat dari 66,50 % menjadi 86,17 %, viskositas meningkat dari 4,20 cP menjadi 10,20 cP, kecuali pH CMC yang menunjukkan kecenderungan naik dan turun dimana pH mulanya 7,00 meningkat sampai pH 10,00 dan kemudian pH menurun menjadi 7,00, sedangkan kadar NaCl yang diperoleh menurun dari 33,50 % menjadi 13,83 %.Kondisi optimum CMC diperoleh pada saat penambahan massa natrium kloroasetat sebanyak 22 gram. Nilai derajat substitusi (DS) yang diperoleh sebesar 0,88, kemurnian sebesar 86,17 %, viskositas sebesar 10,20 cP, pH 7,00, dan kadar NaCl sebesar 13,83 %.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN - Kajian Studi Pengaruh Penggunaan Blower Elektrik Terhadap Performansi Mesin Otto Efi Kapasitas 125 Cc Dengan Bakar Campuran Premium Dan Etanol

BAB I PENDAHULUAN - Kajian Studi Pengaruh Penggunaan Blower Elektrik Terhadap Performansi Mesin Otto Efi Kapasitas 125 Cc Dengan Bakar Campuran Premium Dan Etanol

Oleh karena itu dalam pengujian ini, digunakan mesin otto EFI dengan bahan bakar campuran etanol sebanyak 10% dan premium sebanyak 90% sesuai dengan data yang didapat dari negara yang [r]

6 Baca lebih lajut

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

Angka Oktan Riset/Research Octane Number (RON) Ini adalah cara yang paling umum digunakan di seluruh dunia. RON ditentukan dengan uji coba menggunakan test engine dengan variasi compression ratio. Hasilnya akan dibandingkan untuk mendapatkan campuran yang tepat untuk iso-oktana dan n- heptana. karakteristik bahan bakar yang menggambarkan kemampuan bahan bakar akan atau tidak menyala sendiri. Peringkat oktan didasarkan pada ukuran kemampuan bahan bakar menahan detonasi. Semakin tinggi peringkat oktan, semakin kecil kemungkinan untuk menghasilkan ledakan dini (pre-ignition). Kecenderungan penyalaan dini menimbulkan gejala ketukan (knocking). Motor dengan rasio kompresi rendah dapat menggunakan bahan bakar dengan angka oktan lebih rendah, tetapi motor kompresi tinggi harus menggunakan bahan bakar oktan tinggi untuk menghindari pengapian sendiri dan ketukan (lit 14 hal 55).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Premium-Bioetanol (Gasohol Be-25 Dan Be-30)

Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Premium-Bioetanol (Gasohol Be-25 Dan Be-30)

menguap [29]. Destilasi fraksinasi merupakan pemisahan atau pengambilan uap dari setiap tingkat yang berbeda dalam kolom destilasi. Produk yang lebih berat diperoleh di bagian bawah, sedangkan yang lebih ringan akan keluar dari bagian atas kolom. Dari hasil destilasi ini, kadar bioetanolnya berkisar antara 95-96%. Namun, pada kondisi tersebut campuran membentuk azeotrope, yang artinya campuran alkohol dan air sukar untuk dipisahkan. Untuk memperoleh bioetanol dengan kemurnian lebih tinggi dari 99,5% atau yang umum disebut Fuel Grade Ethanol, masalah yang timbul adalah sulitnya memisahkan hidrogen yang terikat dalam struktur kimia alkohol dengan cara destilasi biasa, oleh karena itu untuk mendapatkan Fuel Grade Etanol dilaksanakan pemurnian lebih lanjut dengan cara azeotropic destilasi.
Baca lebih lanjut

103 Baca lebih lajut

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

Disekitar kita banyak sekali bahan yang memiliki potensi untuk dijadikan etanol sebagai energi alternatif terutama untuk kebutuhan bahan bakar alat transportasi.. Banyak hasil pertanian [r]

4 Baca lebih lajut

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

Pengaruh Bahan Bakar Campuran Ethanol dengan Pertamax Terhadap Prestasi Honda Verza 150 CC

72 17. Purbowo, Kunto dan Sudirman. 2015. Kajian Eksperimental variasi campuran zat aditif naftalene pada premium terhadap emisi gas buang dan kinerja motor bensin empat langkah empat silinder. http://www.polines.ac.id. Diakses 20 April 2015.

2 Baca lebih lajut

Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Zat Aditif-Premium (C1:80, C3:80, C5:80).

Uji Eksperimental Perbandingan Unjuk Kerja Motor Bakar Berbahan Bakar Premium Dengan Campuran Zat Aditif-Premium (C1:80, C3:80, C5:80).

Premium (gasoline) merupakan jenis bahan bakar cair yang digunakan dalam proses pembakaran pada motor bakar. Premium yang dijual di pasaran merupakan campuran sejumlah produk yang dihasilkan dari berbagai proses. Melalui proses pencampuran (blending) tersebut maka sifat dari bahan bakar dapat diatur untuk memberikan karakteristik operasi seperti yang diinginkan. Salah satu sifat yang harus dipunyai dari premium adalah Angka Oktan (Octane Number) dari bahan bakar tersebut. Angka Oktan adalah angka yang menunjukkan berapa besar tekanan maksimum yang bisa diberikan di dalam mesin sebelum bensin terbakar secara spontan. Di dalam mesin, campuran bensin dan udara (berbentuk gas) bisa terbakar sendiri secara spontan sebelum terkena percikan api dari busi. Jadi, semakin tinggi angka oktannya, semakin lama bensin itu terbakar spontan.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

ANALISIS CAMPURAN PERTAMAX PLUS 95 DALAM PREMIUM 88 TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MOTOR HONDA

ANALISIS CAMPURAN PERTAMAX PLUS 95 DALAM PREMIUM 88 TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN EMISI GAS BUANG PADA MOTOR HONDA

Saya menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa skripsi saya yang berjudul “ Analisis Campuran Pertamax Plus 95 Dalam Premium 88 terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang Pada Motor Honda ” disusun berdasarkan hasil penelitian saya dengan arahan dosen pembimbing. Sumber informasi atau kutipan yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka di bagian akhir skripsi ini. Skripsi ini belum pernah diajukan untuk memperoleh gelar dalam program sejenis di perguruan tinggi manapun.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Show all 7283 documents...