candida albicans

Top PDF candida albicans:

PENGARUH DEKOK KUNYIT (Curcuma longa Linn.) TERHADAP ZONA HAMBAT Candida albicans SECARA IN VITRO

PENGARUH DEKOK KUNYIT (Curcuma longa Linn.) TERHADAP ZONA HAMBAT Candida albicans SECARA IN VITRO

bermanfaat sebagai obat untuk keputihan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh berbagai konsentrasi dekok kunyit (Curcuma longa Linn.) terhadap zona hambat Candida albicans secara in vitro dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa dekok kunyit ( Curcuma longa Linn ) mempunyai zona hambat terbesar pada jamur Candida albicans secara in vitro.

1 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemakaian Bahan Pembersih Enzim Dan Energi Microwave Terhadap Jumlah Candida Albicans Pada Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Pengaruh Pemakaian Bahan Pembersih Enzim Dan Energi Microwave Terhadap Jumlah Candida Albicans Pada Basis Gigitiruan Resin Akrilik Polimerisasi Panas

Sifat-sifat bahan resin akrilik terbagi atas sifat fisis, sifat kemis dan biologis, serta sifat mekanis. 5-7 Pada sifat kemis dan biologis, resin akrilik yang berhubungan dengan interaksi suatu bahan terhadap mikroorganisme pada rongga mulut memperlihatkan bahwa pemakaian gigitiruan secara terus menerus yang tidak pernah dibuka dan tidak pernah dibersihkan dapat mengakibatkan penumpukan plak yang disebabkan oleh kemampuan mikroorganisme seperti Candida albicans berkembang pada permukaan basis gigitiruan resin akrilik. 6,7 Gigitiruan dapat terkontaminasi oleh mikroorganisme selama pembuatan atau manipulasi sehingga infeksi yang disebabkan Candida albicans dapat terjadi pada gigitiruan dan infeksi ini merupakan faktor yang berkontribusi dalam menyebabkan denture stomatitis. 7-9 Candida albicans merupakan jamur yang paling lazim berada dalam rongga mulut dan telah diketahui sebagai penyebab utama terjadinya denture stomatitis. 9,10 Pemeliharaan yang adekuat pada gigitiruan sangat diperlukan agar gigitiruan tetap estetis, tidak bau, dan memperoleh oral higiene yang baik. Permasalahan yang terjadi pada rongga mulut berhubungan dengan rendahnya kebersihan gigitiruan, oleh karena itu metode pembersihan gigitiruan harus efektif, ekonomis, mudah didapatkan, dan mudah dalam penggunaannya. 11
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Aktivitas Anti-Candida Yoghurt Kedelai Terhadap Candida albicans in vitro.

Aktivitas Anti-Candida Yoghurt Kedelai Terhadap Candida albicans in vitro.

Hasil Jumlah koloni Candida albicans pada susu kedelai, yoghurt kedelai 5%, 10%, dan 15% adalah sebesar >10 5 CFU/ml. Akan tetapi pada yoghurt kedelai 5%, 10%,dan 15% didapatkan tingkat kerapatan yang lebih renggang jika dibandingkan dengan kerapatan pada susu kedelai. Sedangkan ukuran koloni pada tabung berisi yoghurt kedelai lebih kecil dibandingkan ukuran koloni pada tabung berisi susu kedelai.

20 Baca lebih lajut

Aktivitas Antifungi Air Perasan Lobak (Raphanus sativus L.) terhadap Candida albicans Secara in Vitro.

Aktivitas Antifungi Air Perasan Lobak (Raphanus sativus L.) terhadap Candida albicans Secara in Vitro.

Candida albicans merupakan salah satu spesies Candida yang dapat digolongkan menjadi patogen jamur yang paling sering ditemukan, sehingga pada keadaan individu yang immunocompromised, jamur ini mampu menyebabkan infeksi yang dinamakan kandidiasis juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan (Tyasrini E., Winata T., & Susantina, 2006). Secara umum, pengobatan kandidiasis dengan menggunakan obat antifungi seperti nistatin, memiliki mekanisme yaitu dengan mengikat ergosterol pada dinding sel jamur yang akan mengakibatkan membran sel jamur bocor dan lisis (Gubbins and Anaissie, 2007).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH CEREMAI (Phyllanthus acidus (L.) Skeels TERHADAP Candida albicans dan Trichophyton rubrum.

PENDAHULUAN UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK ETIL ASETAT BUAH CEREMAI (Phyllanthus acidus (L.) Skeels TERHADAP Candida albicans dan Trichophyton rubrum.

Penyakit yang disebabkan oleh Candida dikenal dengan kandidiasis. Kandidiasis adalah suatu penyakit jamur yang bersifat akut dan sub akut yang disebabkan oleh spesies Candida, biasanya oleh Candida albicans dan dapat mengenai kulit mulut, vagina, kuku, kulit, bronki, atau paru–paru. Penyakit ini ditemukan diseluruh dunia dan dapat menyerang semua umur baik laki–laki maupun perempuan (Kuswadji, 1987).

Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Jintan hitam mempunyai efek fungistatis dan fungisidal. Hal ini disebabkan adanya senyawa berupa timokuinon, timol, dan karvakrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dari ekstrak jintan hitam terhadap Candida albicans denture stomatitis dan Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ), serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efek ekstrak jintan hitam terhadap kedua jenis fungi tersebut. Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test control group design . Sampel yang digunakan biakan Candida albicans yang diisolasi dari denture stomatitis dan Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ), jumlah sampel masing-masing satu biakan fungi. Pengujian efek ekstrak jintan hitam terhadap Candida albicans dilakukan dengan metode dilusi untuk mendapatkan berbagai konsentrasi ekstrak, kemudian ditambahkan suspensi fungi setiap konsentrasi, dan dilakukan pengamatan dan pengulangan tiga kali. Hasil penelitian rata-rata nilai KHM dan KBM ekstrak jintan hitam terhadap Candida albicans denture stomatitis masing-masing 50,00 ± 0,00 %, sedangkan KHM dan KBM terhadap Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ) masing-masing 4,17 ± 1,80 % dan 9,38 ± 5,41 %. Hasil uji T tidak berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara nilai KHM dan KBM dari ekstrak jintan hitam terhadap kedua jenis fungi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan ekstrak jintan hitam lebih efektif terhadap Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ) bila dibandingkan dengan Candida albicans denture stomatitis .
Baca lebih lanjut

86 Baca lebih lajut

PENGARUH PERENDAMAN PLAT RESIN AKRILIK DALAM LARUTAN EKSTRAK DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb.)   Pengaruh Perendaman Plat Resin Akrilik Dalam Larutan Ekstrak Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans

PENGARUH PERENDAMAN PLAT RESIN AKRILIK DALAM LARUTAN EKSTRAK DAUN PANDAN (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Pengaruh Perendaman Plat Resin Akrilik Dalam Larutan Ekstrak Daun Pandan (Pandanus Amaryllifolius Roxb.) Terhadap Pertumbuhan Jamur Candida Albicans

Sampel penelitian adalah plat resin akrilik berukuran 10x10x1mm sebanyak 24 buah yang dibagi dalam 6 kelompok perlakuan dengan klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif, akuades sebagai kontrol negatif, larutan ekstrak daun pandan konsentrasi 10%, 20%, 40% dan 80%. Sampel direndam dalam suspensi Candida albicans selama 24 jam kemudian direndam dalam kelompok perlakuan selama 8 jam. Sampel diletakkan pada vortex mixer selama 1 menit kemudian dilakukan pengenceran 10 -3 . Pembenihan dilakukan pada petri berisi Sabouraud agar dan diinkubasi 48 jam pada suhu 37 0 C, kemudian dilakukan perhitungan angka jamur.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

16 Ekstrak jintan hitam .............................................................................. 33 17 Metode pengujian ekstrak jintan hitam terhadap Candida albicans ..... 34 18 Deretan tabung reaksi setelah diinkubasi selama 24 jam ...................... 35 19 Hasil inkubasi tabung reaksi selama 24 jam (A) tidak terbentuk

Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL DAUN KARUK (Piper sarmentosum Roxb.) TERHADAP Streptococcus mutans DAN Candida albicans

UJI AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK ETANOL DAUN KARUK (Piper sarmentosum Roxb.) TERHADAP Streptococcus mutans DAN Candida albicans

Penentuan Nilai KHM dengan Metode Mikrodilusi. Metode yang digunakan untuk menilai KHM ekstrak uji adalah mikrodilusi. Konsentrasi terkecil yang tidak memperlihatkan adanya pertumbuhan mikroba, ditetapkan sebagai konsentrasi hambat minimum (KHM). Keuntungan metode mikrodilusi adalah mudah dilakukan, serta memberikan efektivitas dalam segi bahan dan tempat (Jorgensen dkk., 2009). Hasil pengujian aktivitas antimikroba metode mikrodilusi terhadap Streptococcus mutans dan Candida albicans ditunjukkan pada Tabel 6 dan 7 serta Gambar 8 dan 9.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Tahap pertama dalam proses infeksi Candida albicans ke tubuh hewan atau manusia adalah tahap adhesi atau perlekatan. 28,33 Kemampuan Candida albicans melekat pada sel pejamu merupakan tahap penting dalam pembentukan koloni dan penyerangan atau invasi ke sel pejamu. Dinding sel merupakan bagian sel dari Candida albicans yang pertama berinteraksi dengan sel pejamu. 33 Interaksi antara mikroorganisme dan sel pejamu diperantarai oleh komponen spesifik dari dinding sel mikroorganisme, adhesin dan reseptor. Manan dan manoprotein merupakan molekul- molekul Candida albicans yang mempunyai aktifitas adhesif. Kitin, komponen kecil yang terdapat dalam dinding sel juga berperan dalam aktifitas adhesif. 28
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Hubungan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus yang Mengalami Kandidiasis dengan Perubahan Jumlah Koloni Candida albicans Rongga Mulut

Hubungan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus yang Mengalami Kandidiasis dengan Perubahan Jumlah Koloni Candida albicans Rongga Mulut

23. Leepel LA, Hidayat R, Puspitawati R, Bachtiar BM. Efek Penambahan Glukosa pada Saburoud Dextrose Broth Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans (Uji IN VITRO). Indonesian Journal of Dentistry 2009;16(1): 58-63. 24. Hamrun N, Mahardhika A. Jumlah koloni Candida albicans pada pemakai

4 Baca lebih lajut

DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans DAN DAYA BUNUH Candida albicans EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum l.) GROWTH INHIBITION OF Candida albicans AND POWER KILL Candida albicans EXTRACT BASIL LEAVE Antonius Komang De Ornay, Herlambang Prehananto, Am

DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN Candida albicans DAN DAYA BUNUH Candida albicans EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum l.) GROWTH INHIBITION OF Candida albicans AND POWER KILL Candida albicans EXTRACT BASIL LEAVE Antonius Komang De Ornay, Herlambang Prehananto, Am

Latar Belakang: Candida albicans merupakan mikroorganisme dalam rongga mulut yang akan bersifat patogen ketika jumlahnya berlebih di dalam tubuh. Salah satu tanaman tradisional yang bersifat antifungi yaitu daun kemangi (Ocimum sanctum L.). Daun kemangi memiliki kandungan yaitu flavonoid (0,08%), minyak atsiri (1,76%), alkaloid (4,05%), tanin (2,17%) dan eugenol (0,31%) yang mampu menghambat pertumbuhan serta membunuh Candida albicans. Tujuan: Mengetahui efektivitas ekstrak daun kemangi ( Ocimum sanctum L.) dalam menghambat pertumbuhan dan membunuh Candida albicans. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian post only grup design dengan 5 perlakuan ekstrak 1 kontrol negatif dan 1 kontrol positif. Daun kemangi dimaserasi dengan etanol 96% kemudian dibuat 5 konsentrasi yaitu 100%; 50%; 25%; 12,5%; dan 6,25%. Suspensi Candida albicans yang telah diinkubasi dengan campuran ekstrak selama 18-24 jam kemudian ditanam pada media SDA. Jumlah koloni yang tumbuh dihitung dengan colony counter. Data dianalisis dengan One Way Anova dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil: Ekstrak daun kemangi dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans pada konsentrasi 12,5% dan dapat membunuh Candida albicans pada konsentrasi 25%. Simpulan dan saran: Ekstrak daun kemangi (Ocimum sanctum L.) dapat menghambat pertumbuhan dan dapat membunuh Candida albicans . Penelitian lebih lanjut sebaiknya dilakukan untuk mengetahui uji toksisitas ekstrak daun kemangi. Sejarah Artikel :
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Anti Candida albicans activity and brine

Anti Candida albicans activity and brine

The time-killing profile of Candida albicans with 0.5 MIC, MIC and 2 MIC concentrations over time was plotted to assess the fungicidal ef- fect. The latex B-serum was added to an aliquot of 25 ml of potato dextrose broth (PDB; Difco, Detroit, MI, USA) at 37ºC in an amount which would achieve the concentration of 0 mg/ml (control) and the above mentioned MIC concen- trations after the addition of the inoculums. Lat- er, a solution of 1 ml inoculums was added to all MIC concentrations. Immediately after the addi- tion of the inoculums, 100 µl of culture from each was inoculated onto a potato dextrose agar
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Nama saya Steffi Carey, saat ini saya sedang menjalani pendidikan dokter gigi di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara. Saya akan mengadakan penelitian dengan judul “Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)” .

17 Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Dari penelitian terdahulu, dapat diketahui bahwa jintan hitam mempunyai efek terhadap Candida albicans . Namun, belum terdapat penelitian yang menggunakan Candida albicans yang diisolasi dari pasien denture stomatitis dan Candida albicans yang dihasilkan oleh American Type Culture Collection , yaitu Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ). Selain itu, belum terdapat penelitian yang membandingkan tentang strain fungi yang diisolasi dari denture stomatitis dan biakan murni. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk meneliti tentang “Perbedaan efek ekstrak jintan hitam terhadap Candida albicans denture stomatitis dan Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ )”.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Perbedaan Efek Ekstrak Jintan Hitam terhadap Candida albicans Denture Stomatitis dan Candida albicans (ATCC® 10231™)

Jintan hitam mempunyai efek fungistatis dan fungisidal. Hal ini disebabkan adanya senyawa berupa timokuinon, timol, dan karvakrol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa konsentrasi Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM) dari ekstrak jintan hitam terhadap Candida albicans denture stomatitis dan Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ), serta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan efek ekstrak jintan hitam terhadap kedua jenis fungi tersebut. Jenis penelitian eksperimental laboratoris dengan rancangan post-test control group design . Sampel yang digunakan biakan Candida albicans yang diisolasi dari denture stomatitis dan Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ), jumlah sampel masing-masing satu biakan fungi. Pengujian efek ekstrak jintan hitam terhadap Candida albicans dilakukan dengan metode dilusi untuk mendapatkan berbagai konsentrasi ekstrak, kemudian ditambahkan suspensi fungi setiap konsentrasi, dan dilakukan pengamatan dan pengulangan tiga kali. Hasil penelitian rata-rata nilai KHM dan KBM ekstrak jintan hitam terhadap Candida albicans denture stomatitis masing-masing 50,00 ± 0,00 %, sedangkan KHM dan KBM terhadap Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ) masing-masing 4,17 ± 1,80 % dan 9,38 ± 5,41 %. Hasil uji T tidak berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara nilai KHM dan KBM dari ekstrak jintan hitam terhadap kedua jenis fungi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan ekstrak jintan hitam lebih efektif terhadap Candida albicans (ATCC ® 10231 ™ ) bila dibandingkan dengan Candida albicans denture stomatitis .
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

EKSTRAK BIJI KAKAO SEBAGAI PEMBERSIH GIGI TIRUAN AKRILIK TERHADAP JUMLAH KOLONI CANDIDA ALBICANS

EKSTRAK BIJI KAKAO SEBAGAI PEMBERSIH GIGI TIRUAN AKRILIK TERHADAP JUMLAH KOLONI CANDIDA ALBICANS

Para peneliti menemukan bahwa koloni Candida albicans dijumpai pada penderita pemakai gigi tiruan lepasan dan koloni tersebut akan meningkat pada penderita dengan denture stomatitis oleh karena gigi tiruan (Nevzatoglu 2007, p 236). Keadaan tersebut juga dijumpai pada penderita yang tidak melepas gigi tiruannya pada malam hari. Pemakaian gigi tiruan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan meningkatnya Candida albicans dalam mulut. Penutupan mukosa oleh basis gigi tiruan dapat mengurangi efek pembersihan sisa makanan oleh saliva. Akibatnya sisa makanan makin menumpuk dan mikroorganisme termasuk prevalensi Candida albicans dapat meningkat. Pada keadaan normal, bakteri baik dalam usus akan berkompetisi dengan candida dan menjaganya agar tetap terkendali tanpa menyebabkan masalah kesehatan apapun. Namun ketika keseimbangan antara bakteri baik dan Candida albicans terganggu, maka infeksi atau candidiasis tidak dapat dihindari lagi (Cenci et al 2008, p 87).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbedaan Zona Hambat Ekstrak Kayu Siwak (Salvadora persica) dan Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap pertumbuhan Candida albicans

Perbedaan Zona Hambat Ekstrak Kayu Siwak (Salvadora persica) dan Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap pertumbuhan Candida albicans

Tahap setelah perlekatan adalah invasi. Penelitian tentang invasi Candida albicans dilakukan pada kultur jaringan epitel mulut manusia ( reconstuted human oral epithelium ; rhoe) untuk mengetahui penampilan ultrastruktur oral candidiasis. Tempat aktivitas Candida albicans selama invasi diperiksa dengan menggunakan metode sitokimia. Hasil menunjukkan bahwa selama 48 jam Candida albicans menginvasi rhoe dan pemeriksaan histopatologi menunjukkan adanya ciri patologis akibat invasi. Hifa Candida albicans melakukan penerobosan ke dalam permukaan epithelium terutama pada cell junction. 39
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Isolasi Candida albicans dari Swab Mukosa Mulut Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Isolation of Candida albicans from Swab Mucosa Mouth Patient Diabetes Mellitus Type 2

Isolasi Candida albicans dari Swab Mukosa Mulut Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Isolation of Candida albicans from Swab Mucosa Mouth Patient Diabetes Mellitus Type 2

Candida albicans menjadi patogen saat kekebalan tubuh menurun dan fungsi fisiologis terganggu, seperti pada penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi Candida albicans yang dikumpulkan dari rongga mulut penderita diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan mengamati keberadaan Candida albicans pada 30 sampel pasien diabetes melitus tipe 2 yang tumbuh pada Agar Dextrose Kentang. Pengamatan secara mikroskopis dengan pewarnaan LPCB ragi, blastospora, pseudohifa, klamidiospora dan tabung kuman dalam suspensi serum manusia yang diinkubasi pada suhu 37ºC selama 2-3 jam. Berdasarkan hasil penelitian, dari 30 pasien diabetes melitus tipe 2 yang diteliti didapatkan hasil positif Candida albicans sebanyak 14 orang (46,7%).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Candida Albicans

Candida Albicans

Tes aglutinasi dengan serum yang terabsorpsi menunjukkan bahwa semua strain Candida albicans termasuk dalam dua kelompok besar serologic A dan B. Kelompok A mencakup C tropicalis. Ekstrak Candida untuk tes serologik dan kulit tampaknya terdiri atas campuran antigen. Antibodi ini dapat diketahui melalui presipitasi, imunodifusi, imunoelektroforesis balik, aglutinasi lateks, dan tes-tes lainnya, tetapi pengenalan antibodi sirkulasi ini tidak terlalu membantu dalam mendiagnosis penyakit akibat candida. Pada candidiasis yang tersebar sering terdapat antigen mannan dari Candida yang beredar, dan kadang-kadang dapat ditemukan antibodi presipitasi terhadap antigen nonmannan. Sebenarnya semua serum manusia normal akan mengandung antibodi IgG terhadap Candida mannan. 5
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 736 documents...