cangkang kelapa sawit

Top PDF cangkang kelapa sawit:

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Briket merupakan salah satu jenis bahan bakar alternatif yang terbuat dari aneka macam hayati atau biomasa, Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biobriket arang dari biomassa cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif dan untuk menguji mutu biobriket arang, antara lain kualitas nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan prameter nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan biobriket arang memberikan pengaruh sangat nyata terrhadap nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Rata – rata nilai kalor yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 3714,16 kal /gr, tidak memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, jepang, Amerika Serikat dan Indonesia, rata – rata kadar air yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 7,95 %, tidak memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, Jepang, Amerika tetapi memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia, rata - rata densitas yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 0,79 ( gr/ cm 3 ), memenuhi standar mutu briket buatan Jepang, Amerika tetapi tidak memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia, rata - rata kadar abu yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 19,84 ( % ), tidak memenuhi standar mutu briket Kata kunci : Briket, cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI ARANG AKTIF.

PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI ARANG AKTIF.

cenderung meningkat sesuai dengan peningkatan konsentrasi larutan kimia aktifasi, hal ini dikarenakan bahwa semakin tinggi konsentrasi larutan kimia aktifasi maka semakin kuat pengaruhnya larutan kimia tersebut mengikat senyawa-senyawa tar sisa karbonisasi untuk keluar melewati mikro pori-pori dari cangkang kelapa sawit. Syarat mutu karbon aktif untuk daya serap terhadap Iodine (I 2 ) adalah maksimal 20%

8 Baca lebih lajut

TAP.COM -   PEMANFAATAN ASAP CAIR DARI PIROLISIS CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI ... 10733 26864 1 PB

TAP.COM - PEMANFAATAN ASAP CAIR DARI PIROLISIS CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI ... 10733 26864 1 PB

Bahan baku (cangkang kelapa sawit) dimasukkan sebanyak 5 kg dalam reaktor pirolisis, kemudian sampel dipirolisis pada Temperatur 300 o C, 340 o C, 380 o C untuk menghasilkan asap yang selanjutnya dikondensasikan dengan menggunakan kondensor sehingga menghasilkan asap cair Grade 3, tar, dan arang. Selanjutnya asap cair yang dihasilkan dimurnikan secara distilasi pada temperatur 180 o C – 200 o C untuk memisahkan asap cair dengan tar sehingga menghasilkan asap cair Grade 1. Skema peralatan asap cair dapat ditabulasikan pada gambar 1.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Optimasi Diameter Tungku Berbahan Sekam Padi dan Cangkang Kelapa Sawit serta Analisis Efisiensi dan Sebaran Kalornya

Optimasi Diameter Tungku Berbahan Sekam Padi dan Cangkang Kelapa Sawit serta Analisis Efisiensi dan Sebaran Kalornya

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi berjudul Optimasi Diameter Tungku Berbahan Sekam Padi dan Cangkang Kelapa Sawit serta Analisis Efisiensi dan Sebaran Kalornya adalah benar karya saya dengan arahan dari komisi pembimbing dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Sumber informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka di bagian akhir skripsi ini.

48 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Briket merupakan salah satu jenis bahan bakar alternatif yang terbuat dari aneka macam hayati atau biomasa, Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biobriket arang dari biomassa cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif dan untuk menguji mutu biobriket arang, antara lain kualitas nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan prameter nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan biobriket arang memberikan pengaruh sangat nyata terrhadap nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Rata – rata nilai kalor yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 3714,16 kal /gr, tidak memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, jepang, Amerika Serikat dan Indonesia, rata – rata kadar air yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 7,95 %, tidak memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, Jepang, Amerika tetapi memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia, rata - rata densitas yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 0,79 ( gr/ cm 3 ), memenuhi standar mutu briket buatan Jepang, Amerika tetapi tidak memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia, rata - rata kadar abu yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 19,84 ( % ), tidak memenuhi standar mutu briket Kata kunci : Briket, cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Tandan Kosong Dan Cangkang Kelapa Sawit Sebagai         Briket Arang

Pemanfaatan Tandan Kosong Dan Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Briket Arang

Adapun tahap penyiapan bahan baku dilakukan dengan mongering anginkan tandan kosong kelapa sawit terlebih dahulu sebelum digunakan. Untuk mempermudah pengeringan tandan kosong kelapa sawit dibelah menjadi 4 (empat) bagian. Begitu juga dengan cangkang kelapa sawit di bersihkan dari kotoran hal ini bertujuan agar proses pengarangan dapat berlangsung sempurna dan tidak terganggu dengan kotoran yang ada. Kemudian tandan kosong dipotong kecil-kecil untuk mempermudah dan mempercepat proses pengarangan.

56 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Briket merupakan salah satu jenis bahan bakar alternatif yang terbuat dari aneka macam hayati atau biomasa, Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biobriket arang dari biomassa cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif dan untuk menguji mutu biobriket arang, antara lain kualitas nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan prameter nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan biobriket arang memberikan pengaruh sangat nyata terrhadap nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Rata – rata nilai kalor yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 3714,16 kal /gr, tidak memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, jepang, Amerika Serikat dan Indonesia, rata – rata kadar air yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 7,95 %, tidak memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, Jepang, Amerika tetapi memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia, rata - rata densitas yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 0,79 ( gr/ cm 3 ), memenuhi standar mutu briket buatan Jepang, Amerika tetapi tidak memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia, rata - rata kadar abu yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 19,84 ( % ), tidak memenuhi standar mutu briket Kata kunci : Briket, cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit
Baca lebih lanjut

64 Baca lebih lajut

Pengaruh Perendaman Daging Sapi Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa dan dari Cangkang Kelapa Sawit dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap pH, Daya Awet, Total Bakteri dan Akseptabilitas.

Pengaruh Perendaman Daging Sapi Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa dan dari Cangkang Kelapa Sawit dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap pH, Daya Awet, Total Bakteri dan Akseptabilitas.

Penelitian mengenai “ Pengaruh Perendaman Daging Sapi Menggunakan Asap Cair dari Tempurung Kelapa dan dari Cangkang Kelapa Sawit dengan Konsentrasi Berbeda Terhadap pH, Daya Awet, Total Bakteri dan Akseptabilitas” telah dilakukan di Laboratorium Teknologi Pengolahan Produk Peternakan Universitas Padjadjaran pada tanggal 02 April 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman daging sapi dalam asap cair dari cangkang kelapa sawit dan dari tempurung kelapa terhadap nilai pH, daya awet, total bakteri dan akseptabilitas dan menentukan jenis bahan baku dan konsentrasi asap cair yang terbaik dalam menurunkan pH dan total bakteri, serta meningkatkan daya awet dan akseptabilitas daging sapi. Penelitian ini dilakukan secara eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan enam perlakuan yaitu daging sapi yang direndam dengan asap cair cangkang kelapa sawit 5% (P1), 7,5% (P2), 10% (P3) dan daging sapi yang direndam dengan asap cair tempurung kelapa 5% (P4), 7,5% (P5), 10% (P6). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dilakukan sidik ragam dan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan dilakukan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa perendaman daging sapi dengan asap cair cangkang kelapa sawit dengan konsentrasi 10% (P3) menghasilkan total bakteri sebesar 51,05x10 6 CFU/g, pH 4,90 dengan daya awet selama 1560 menit dan akseptabilitas (warna, rasa, bau dan total penerimaan) yang paling disukai dengan skala hedonik antara suka sampai sangat amat suka.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Pemanfaatan Arang Aktif Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Adsorben pada Limbah Cair Kayu Lapis.. Laporan Penelitian Tahunan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.[r]

3 Baca lebih lajut

KAJIAN STABILITAS DINAMIS DAN DEFORMASI PADA ASPAL PORUS DENGAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI AGGREGAT KASAR.

KAJIAN STABILITAS DINAMIS DAN DEFORMASI PADA ASPAL PORUS DENGAN CANGKANG KELAPA SAWIT SEBAGAI AGGREGAT KASAR.

Aspal porus adalah jenis perkerasan untuk lapis permukaan yang diletakkan di atas lapisan pondasi permukaan yang kedap air dan didominasi oleh agregat kasar (85%) sehingga gradasinya adalah gradasi terbuka (open graded) yang berfungsi sebagai drainase permukaan jalan. Pada umumnya batu split (batu pecah) dipakai sebagai bahan pengisi agregat kasar karena berlimpahnya limbah maka, bahan limbah kelapa sawit berupa cangkang kelapa sawit digunakan bahan pengganti dari batu pecah yang diharapkan dapat digunakan sebagai bahan alternatif aggregat kasar pada perkerasan aspal porus. Pengujian kelayakan campuran diuji menggunakan Marshall dan Wheel Tracking Machine. Hasil dari 30% penggunaan cangkang kelapa sawit sebagai bahan substitusi aggregat kasar pada aspal porus mempunyai nilai stabilitas marshall yang rendah yaitu 723,73 kg, kelelehan, 3,95 mm, MQ, 184,02 kg/mm, dan VIM, 11,22%. Dan pada pengujian wheel tracking didapatkan nilai stabilitas dinamis yang rendah yaitu 475,030 lintasan/mm dari nilai stabilitas dinamis campuran pembanding sebesar 1630,932 lintasan/mm dan mengalami deformasi yang lebih besar dari campuran pembanding dengan selisih 1 mm. Sedangkan campuran 50% cangkang kelapa sawit sebagai pengganti agregat kasar mengalami penurunan nilai stabilitas dinamis 1589,957 lintasan/mm dari campuran pembanding tetapi mempunyai nilai deformasi paling besar dari campuran pembanding dan 30% cangkang kelapa sawit pengganti agregat kasar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Cangkang Kelapa Sawit dan Fiber Kelapa Sawit 2.1.1 Kelapa sawit

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. 1 Cangkang Kelapa Sawit dan Fiber Kelapa Sawit 2.1.1 Kelapa sawit

PT. Sriwijaya Palm Oil Indonesia merupakan pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi minyak mentah atau yang biasa dikenal dengan istilah crude palm oil (CPO). Bahan baku yang digunakan pada pabrik kelapa sawit PT. Sriwijaya Palm Oil Indonesia adalah buah kelapa sawit utuh yang menghasilkan minyak mentah atau crude paml oil (CPO), inti sawit (kernel) dan cangkang. Kelapa sawit merupakan salah satu dari beberapa tanaman golongan palm dan berkeping satu yang termasuk dalam family palmae. Nama genus Elaesis berasal dari bahasa Yunani Elatlori atau minyak, sedangkan nama spesies Guineensis berasal dari kata Guinea , yaiitu tempat dimana seorang ahli bernama Jacquin menemukan tanaman kelapa sawit pertama kali di Guinea, Afrika Barat.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Tempurung (cangkang ) biji kelapa sawit, selain digunakan sebagai bahan bakar atau arang juga digunakan sebagai pengeras jalan. Cangkang kelapa sawit termasuk bahan berlignoselulosa yang berkadar karbon tinggi dan mempunyai berat jenis yang lebih tinggi dari pada kayu yang mencapai 1,4 g/ml, sehingga karakteristik ini memungkinkan bahan tersebut baik untuk dijadikan arang. Nilai energi panas cangkang juga tinggi sebesar 20.093 kJ/kg( Anonim, 2005).

20 Baca lebih lajut

Efek Asap Cair Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Jamur Ganoderma Sp. Pada Kayu Kelapa Sawit

Efek Asap Cair Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Jamur Ganoderma Sp. Pada Kayu Kelapa Sawit

Telah dilakukan penelitian tentang efek asap cair cangkang kelapa sawit (ACCKS) terhadap jamur Ganoderma sp. pada kayu kelapa sawit. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Polimer dan Mikrobiologi FMIPA USU Medan. ACCKS merupakan salah satu alternatif bahan pengawet yang dapat digunakan untuk pengawetan kayu karena mengandung fenol dan asam-asam organik. Efek ACCKS terhadap pertumbuhan jamur dilakukan secara invitro yaitu dilakukan pada media agar, dan secara in vivo yaitu dilakukan pada media kayu kelapa sawit secara langsung. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa ACCKS mampu menghambat pertumbuhan jamur. Suhu optimum ACCKS yang paling baik menghambat perkembangan jamur Ganoderma sp. adalah suhu 400°C.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BETON NON-PASIR DENGAN AGREGAT CANGKANG KELAPA SAWIT

BETON NON-PASIR DENGAN AGREGAT CANGKANG KELAPA SAWIT

Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan cangkang kelapa sawit sebagai alternatif agregat kasar pada beton non-pasir. Cangkang kelapa sawit mempunyai bobot yang ringan dan kulit yang keras sehingga berpotensi sebagai agregat beton ringan. Beton non-pasir adalah beton ringan yang didapat dengan menghilangkan agregat halus campuran beton normal. Cangkang kelapa sawit yang digunakan berasal dari pabrik kelapa sawit Lhoksukon, Aceh Utara. Cangkang kelapa sawit diayak menggunakan saringan 19 – 9,5 mm. Benda uji dipersiapkan sebanyak 30 buah berbentuk silender (15 x 30) cm. Faktor air semen yang digunakan adalah 0,45 dengan perbandingan volume untuk 5 variasi benda uji masing-masing 1 : 3; 1 : 6; 1 : 8; 1 : 10 dan 1t: 12. Dari hasil pengujian pada umur 28 hari untuk beton non- pasir dengan perbandingan volume semen dan kerikil 1 : 3 didapat kuat tekan sebesar 8,71 MPa, sedangkan untuk beton non-pasir dengan perbandingan volume semen dan cangkang sawit masing-masing 1 : 3; 1 : 6; dan 1 : 8 didapat kuat tekan 4,64 MPa, 3,62 MPa, dan 3,06 MPa. Selanjutnya, untuk perbandingan volume semen dan cangkang sawit masing-masing 1 : 10 dan 1 : 12 didapat kuat tekan di bawah 3 MPa. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa beton non-pasir dengan agregat cangkang sawit pada perbandingan 1 : 3, 1 : 6; dan 1 : 8; memenuhi kriteria kuat tekan beton non-pasir yaitu antara 2,8 MPa sampai 10 MPa. Dengan demikian, beton non-pasir dari agregat cangkang kelapa sawit dapat diaplikasikan sebagai beton ringan non struktural yang ramah lingkungan karena sifatnya yang tembus air
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Briket merupakan salah satu jenis bahan bakar alternatif yang terbuat dari aneka macam hayati atau biomasa, Biomassa yang digunakan dalam penelitian ini adalah cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk membuat biobriket arang dari biomassa cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif dan untuk menguji mutu biobriket arang, antara lain kualitas nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Pengujian yang dilakukan adalah dengan rancangan acak lengkap non faktorial dengan prameter nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan biobriket arang memberikan pengaruh sangat nyata terrhadap nilai kalor, kadar air, densitas dan kadar abu. Rata – rata nilai kalor yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 3714,16 kal /gr, tidak memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, jepang, Amerika Serikat dan Indonesia, rata – rata kadar air yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 7,95 %, tidak memenuhi standar mutu briket buatan Inggris, Jepang, Amerika tetapi memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia, rata - rata densitas yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 0,79 ( gr/ cm 3 ), memenuhi standar mutu briket buatan Jepang, Amerika tetapi tidak memenuhi standar mutu briket buatan Indonesia, rata - rata kadar abu yang diperoleh pada penelitian ini yaitu 19,84 ( % ), tidak memenuhi standar mutu briket Kata kunci : Briket, cangkang kelapa sawit dan sludge limbah kelapa sawit
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Arang Aktif Dengan Menggunakan Aktivator H3PO4 Pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit Sebagai Arang Aktif Dengan Menggunakan Aktivator H3PO4 Pada Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan

dan 20%. Karbonasi dilakukan pada temperatur 200 dan 400 0 C selama 20; 40 dan 60 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik cangkang kelapa sawit sebagai karbon aktif melalui uji proksimat berupa kadar air, kadar abu dan daya serap karbon aktif terhadap bilangan iodin.

2 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

Pemanfaatan Cangkang Kelapa Sawit dan Limbah Kelapa Sawit Sludge Sebagai Bahan Baku Pembuatan Biobriket Arang

flowchart penelitian Mulai Cangkang kelapa sawit Sludge limbah kelapa sawit Pengeringan Pengeringan Pengarangan Penggilingan Penggilingan Pengayakan 20 mesh Sludge limbah kelapa[r]

6 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH KELAPA SAWIT (SLUDGE) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOBRIKET ARANG SKRIPSI

PEMANFAATAN CANGKANG KELAPA SAWIT DAN LIMBAH KELAPA SAWIT (SLUDGE) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN BIOBRIKET ARANG SKRIPSI

5. ........................................................................................................... Gam bar cangkang kelapa sawit .......................................................................... 14 6. ........................................................................................................... Gam bar limbah kelapa sawit ............................................................................... 16 7. ........................................................................................................... Gam bar biobriket arang ...................................................................................... 23
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

OPTIMALISASI PROSEDUR SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT X DARI LIMBAH ABU CANGKANG KELAPA SAWIT.

OPTIMALISASI PROSEDUR SINTESIS DAN KARAKTERISASI ZEOLIT X DARI LIMBAH ABU CANGKANG KELAPA SAWIT.

dikristalisasi dengan cara merefluks gel pada suhu 120 o C selama 6 jam dan menghasilkan zeolit berwarna hitam keabu-abuan. Kemudian dikarakterisasi menggunakan spektroskopi inframerah dan XRD. Hasil karakterisasi dibandingkan dengan karakteristik zeolit pembanding. Diketahui bahwa pemisahan magnetik menghasilkan zeolit yang lebih baik, kemudian abu non magnetik dipisahkan secara fraksinasi yang menghasilkan fraksi ringan, sedang dan berat. Masing-masing fraksi digunakan sebagai bahan baku sintesis dengan prosedur yang sama untuk mengetahui fraksi yang menghasilkan zeolit yang terbaik. Dari hasil penelitian yang dilakukan, fraksi abu cangkang kelapa sawit yang paling optimum adalah fraksi berat. Kemudian dilakukan prosedur yang sama dengan variasi kecepatan pengadukan 500, 600 700 rpm dan didapat kecepatan yang paling optimum adalah kecepatan pengadukan 600 rpm. Selanjutnya variasi suhu pembentukan gel 60, 70, 80 o C dan diketahui yang paling
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...