Carbon Fiber Wrap

Top PDF Carbon Fiber Wrap:

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Efek pemberian fiber sebagai kekangan dalam jangka waktu yang lama harus diperhatikan juga karena pada penggunannya kolom harus dapat berdiri sendiri setelah masa layannya berakhir. Yagi,dkk. (1997) mengadakan percobaan untuk mengetahui resistensi material fiber terhadap cuaca yaitu dengan diperiksa dengan memeriksa kuat tarik lembaran fiber setelah tiga tahun dalam keadaan natural exposure dan setelah accelerated exposure. Proses perkuatan menggunakan fiber berarti menambahkan material baru pada kolom beton oleh karena itu material fiber ini juga akan memikul tegangan dan menjadi sangat penting untuk menjamin penyaluran tegangan pada bidang batas antar beton dengan fiber terpelihara dengan baik selama masa layan dari suatu struktur.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Swammy dkk, 1979 (dalam Sudarmoko, 1990) menyimpulkan bahwa kehadiran serat (fiber) pada beton akan menaikkan kekakuan dan mengurangi lendutan (defleksi) yang terjadi. Hal tersebut juga dipertegas oleh penelitian yang menyatakan bahwa penambahan FRP akan lebih menambah daya tahan tahan perkuatan beton bertulang (Omar Chaallal dan Mohsen Shahawy, 2000).

11 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Strength of Rectangular Concrete Columns Reinforced with Fiber-Reinforced Polymer Bars.ACI Structural Journal/May-June 2006.. Stress-Strain Model for Fiber-Reinforced Polymer Jacketed C[r]

1 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Perkuatan kolom dengan menggunakan metode FRP memberikan kemudahan dari banyak aspek serta dapat menggantikan metoda perkuatan yang telah ada. Perkuatan kolom dengan metoda ini akan meningkatkan kekuatan geser dan kuat tekan sebagai akibat dari kekangan dari material fiber. Metoda perkuatan ini sering diaplikasikan dalam hal perkuatan seismik pada jembatan dan juga dalam renovasi bangunan.

37 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kolom berpenampang bulat dan kolom berpenampang persegi akibat pengaruh Carbon Fiber terhadap kapasitas aksial ultimate kolom dan kekangan yang diberikan oleh tulangan transversal dan CFRP.

1 Baca lebih lajut

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Analisis Perbandingan Kolom Beton Bertulang Berbentuk Bulat Dan Persegi Menggunakan Carbon Fiber Wrap Terhadap Variasi Pembebanan Aksial (Eksperimen)

Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kolom berpenampang bulat dan kolom berpenampang persegi akibat pengaruh Carbon Fiber terhadap kapasitas aksial ultimate kolom dan kekangan yang diberikan oleh tulangan transversal dan CFRP.

19 Baca lebih lajut

CHASSIS DAN BODY KENDARAAN YANG TERBUAT DARI MATERIAL ALUMINIUM DAN CARBON FIBER TERHADAP BEBAN VERTIKAL DAN TORSIONAL

CHASSIS DAN BODY KENDARAAN YANG TERBUAT DARI MATERIAL ALUMINIUM DAN CARBON FIBER TERHADAP BEBAN VERTIKAL DAN TORSIONAL

Berdasarkan hasil simualasi bahwa desain body aluminium EN AW-6060-T4 dengan ketebalan 0,93 sudah mampu menahan beban vertikal dan lateral yang diakibatkan beban kaca dan beban aksesoris body (peredam) dengan nilai tegangan maksimum 34,13 Mpa akibat beban lateral dan deformasi total maksimum 8,7911 mm untuk beban vertikal serta berat yang dihasilkan 45,46 kg, sedangkan pada desain body komposit carbon fiber 2 layer dengan tebal 2 mm lebih aman karena tegangan maksimumnya lebih kecil yaitu 25,613 Mpa untuk beban vertikal dan deformasi total maksimum 7,0728 mm serta berat yang dihasilkan lebih ringan yaitu 39,38 kg. Desain chassis aluminium EN AW-6082-T6 dengan ketebalan 2 mm sudah mampu menahan beban vertikal dan lateral yang dikarenakan beban body, motor, baterai, drivetrain, pengemudi, penumpang dan juga akibat gaya gravitasi sebesar 9,81 m/s 2 dengan tegangan maksimum 109,87 Mpa akibat beban lateral dan deformasi total maksimal 2,6836 mm akibat beban vertikal serta berat yang dihasilkan 38,194 kg dengan nilai torsional stiffnessnya 23717,89 Nm/deg. Sedangkan pada desain chassis komposit carbon fiber sandwich 5 layer dengan tebal 14 mm lebih aman dalam menerima beban vertikal tetapi lebih lemah dalam menerima beban lateral dengan nilai tegangan maksimum 93,858 Mpa untuk beban lateral dan deformasi maksimum 6,2078 mm serta berat yang dihasilkan 35,117 kg, nilai kekakuannya lebih baik dari pada chassis aluminium dengan nilai torsioanal stiffnessnya 50877,61 Nm/deg.
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

PHYTOCHEMICAL COMPOUNDS FROM PALM PRESSED FIBER USING SUPERCRITICAL CARBON DIOXIDE (CO2)

PHYTOCHEMICAL COMPOUNDS FROM PALM PRESSED FIBER USING SUPERCRITICAL CARBON DIOXIDE (CO2)

III-1 BAB III METODE PENELITIAN Proses ekstraksi digunakan untuk mengambil kandungan senyawa fitokimia β-karoten dan α-tokoferol dalam ampas kelapa sawit dengan menggunakan fluida su[r]

73 Baca lebih lajut

Mode I Fracture Toughness of Interply Hybrid Epoxy Composite Reinforced with Carbon-Basalt Fibers.

Mode I Fracture Toughness of Interply Hybrid Epoxy Composite Reinforced with Carbon-Basalt Fibers.

basalt fiber reinforced plastic (BFRP) (Fig. 2b). At point "B" (inset of Fig. 2b), only quasi-elastic deformation occurred ahead of the notch as marked by a bright color in the figure. At this point, the crack started, but pop-in behavior did not occur. This result indicates that CFRP has semi-stable crack growth failure compared with BFRP composite.

6 Baca lebih lajut

The Effect of Fiber Orientation on the Dynamic Characteristic of the Carbon – Glass Fiber Hybrid Composite

The Effect of Fiber Orientation on the Dynamic Characteristic of the Carbon – Glass Fiber Hybrid Composite

Abstract — This resarch is to study the effect of the fiber orientation on the dynamic characteristic of the carbon-glass fiber hybrid composite. The dynamic charactristics studied was damping ratio and natural frequency. The hybrid composite was made by hand lay up medtod using volume fraction of 0.4 and dimension of 250 x 40 x 3 mm. Fiber orientations used in this experiment were 0 o /90 o , 30 o /60 o , and 45 o /45 o . The vibration experiment was done by giving excitation to the composite specimen using impact hammer and the vibration response was obtained from the accelerometer attached on the specimens. Three type of the supported beam configurations used in this experiment, i.e: cantilever beam, simple supported beam, and fixed supported beam. The experiment results showed that the fiber orientation affects to the dynamic characteristics of the carbon-glass fiber hybrid composite. This is due to the flexular rigidity of the composites. Fiber orientation of 0 o /90 o have the highest flexular rigidity, so it have high natural frequencies at all beam configuration in compare to the other fiber orientation. Its natural frequencies at at the configuration cantilever beam, simple supported beam, and fixed beam are 39 Hz, 105 Hz, and 261 Hz respectively. Damping ratio behave in opposite way to the natural frequency, carbon-glass fiber hybrid composite which low rigidity i.e. fiber orientation of 45/45 gives high damping ratio in all beam configuration, and the highest is 0.0038 found in cantilever beam configuration.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Tensile Behavior of Hybrid epoxy composite laminate containing carbon and Basalt Fibers.

Tensile Behavior of Hybrid epoxy composite laminate containing carbon and Basalt Fibers.

The panels of laminates were manufactured by a vacuum- assisted resin transfer molding (VARTM) process. VARTM is an adaptation of the resin transfer molding (RTM) process that exploits vacuum pressure of < 101.32500 kPa to draw off resin to the impregnate preforms. VARTM presents many benefits in composite fabrication such as low cost, low void contents, and stable product thickness [22, 26, 27]. The schematic of the present VARTM process is shown in Figure 1. In this work, a bronze plate with dimensions of 300 mm × 300 mm was prepared and oiled with a liquid wax (for safe release) on the top of plate. Sealant tape was then placed around the plate. The carbon and basalt fibers were both cut with a dimension of 250 mm × 250 mm and arranged on the mold according to the laminate design. Next, epoxy resin with a hardener mixture ratio of 5:1 after degassing in vacuum desiccators (at -70 cmHg for 40 min), was directly
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Tinjauan Kontribusi Lembaran Carbon Fiber Strip Di Pasang Vertikal Terhadap Lentur Dan Geser Pada Balok Langsing

Tinjauan Kontribusi Lembaran Carbon Fiber Strip Di Pasang Vertikal Terhadap Lentur Dan Geser Pada Balok Langsing

In the structural design of reinforced concrete, the assurance about the safety of the structure against collapse is need, because it may occur during the age of the building. One of the potential fatal collapses in the construction of reinforced concrete beams is shear failure caused by a combination of bending loads, axial loads, and shear loads. Shear loads that exceed the capacity of reinforced concrete crossbeams will cause diagonal cracks along the concrete beams. If the beam does not have numbers of transverse and longitudinal steel reinforcement and correct details, cracks can occur earlier and will eventually result in a sudden collapse on the beam. So one way that must be considered really in planning and analyzing a reinforced concrete structure is shear failure in structural units, because collapse of the brittle shear failure is fatal. The use of wofen carbon fiber is one of alternative ways to increase the strenght of the load carrying capacity in shear structure, composing of carbon fibers and fiber that can increase the capicity of the concrete beam.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Wear Behavior of Carbon Nanotube (CNT)Short Natural Fiber Reinforced Epoxy Composite.

Wear Behavior of Carbon Nanotube (CNT)Short Natural Fiber Reinforced Epoxy Composite.

3 Recently it was found that the contact surface was reduced with the presence of nanoparticles, in such a way that stress concentration on the individual fiber was minimized with dispersed nano-filler in contact region which consequently protected the polymer matrix in the interfacial region from the thermal mechanical failure (Stachowiak, 2006).

24 Baca lebih lajut

Kajian Experimental Dan Numerik Perkuatan Geser Balok Konsol Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer

Kajian Experimental Dan Numerik Perkuatan Geser Balok Konsol Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer

FRP dapat digunakan untuk memperkuat balok, kolom dan lantai pada bangunan dan jembatan. FRP dapat meningkatkan kekuatan bagian struktur pada pembebanan besar. Kerusakan beton yang akan diperbaiki harus dibersihkan dari kotoran dan diisi dengan mortar atau epoxy resin. FRP untuk memperkuat struktur terhadap lentur dengan melekatkan pada daerah yang mengalami tarik, sedangkan untuk perkuatan terhadap geser, FRP dilekatkan pada badan struktur. Perkuatan pada lantai dengan melekatkan FRP di bagian bawah atau pada bagian lantai yang tertarik. Khusus untuk perkuatan kolom jenis FRP wrap yang digunakan sebagai bahan perkuatan. Prinsip dari FRP wrap ini serupa dengan penulangan spiral pada kolom.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kajian Experimental Dan Numerik Perkuatan Geser Balok Konsol Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer

Kajian Experimental Dan Numerik Perkuatan Geser Balok Konsol Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer

Bangunan-bangunan struktur beton bertulang yang berubah fungsi menjadi bangunan yang membutuhkan kekuatan/kapasitas yang lebih besar dari fungsi bangunan itu sebelumnya, atau bangunan-bangunan tersebut sudah mengalami penurunan kapasitas tetapi bangunan tersebut masih digunakan untuk mendukung kapasitas semula, seharusnya bangunan diperkuat. Solusi yang dilakukan untuk modifikasi terhadap pengembalian/peningkatan kembali kekuatan struktur yang direncanakan yaitu membangun kembali atau memberi perkuatan struktur tersebut. Pilihan untuk membangun kembali memberikan banyak kerugian terutama biaya, waktu dan lingkungan, yang pasti pilihan untuk memperkuat struktur adalah pilihan yang bijaksana. Jenis kegagalan yang sering terjadi pada struktur beton bertulang akibat dari perubahan fungsi bangunan pada struktur atau akibat terjadinya penurunan kapasitas bangunan adalah kegagalan pada tegangan tarik. Tegangan tarik yang terjadi pada struktur dipikul oleh baja tulangan, tetapi karena untuk menambahkan jumlah luasan tulangan ke dalam struktur untuk meningkatkan kemampuan struktur untuk menahan tegangan tarik adalah hal yang sulit, maka dilakukanlah metode dengan menambah tulangan pada bagian luar dari struktur. Metode perkuatan tersebut menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymers atau yang lebih sering disebut dengan CFRP. Penggunaan CFRP ini adalah jenis perkuatan dengan merekatkan elemen CFRP ke bagian struktur yang akan diperkuat memakai jenis perekat tertentu.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Kajian Experimental Dan Numerik Perkuatan Geser Balok Konsol Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer

Kajian Experimental Dan Numerik Perkuatan Geser Balok Konsol Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer

Problem that shown in this Theses is retrofitting cracked beam with Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP), which consists of minimum shear bar at the beam to make model of strong column and weak beam. Preliminary experiment were done by giving Force or Load until 80% of estimate ultimate load reached. And then note all things happens at the deflection, strain or crack pattern. After that, the beam retrofitted with CFRP and again tested until the beam rupture. The load value at the stage of beam rupture is the final result and then analyze all the comparison of the beam before and after retrofitted.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kajian Experimental Dan Numerik Perkuatan Geser Balok Konsol Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer

Kajian Experimental Dan Numerik Perkuatan Geser Balok Konsol Menggunakan Carbon Fiber Reinforced Polymer

Problem that shown in this Theses is retrofitting cracked beam with Carbon Fiber Reinforced Polymer (CFRP), which consists of minimum shear bar at the beam to make model of strong column and weak beam. Preliminary experiment were done by giving Force or Load until 80% of estimate ultimate load reached. And then note all things happens at the deflection, strain or crack pattern. After that, the beam retrofitted with CFRP and again tested until the beam rupture. The load value at the stage of beam rupture is the final result and then analyze all the comparison of the beam before and after retrofitted.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Utilization of Activated Carbon Based Coconut Fiber and Bamboo as Supercapacitor Electrode

Utilization of Activated Carbon Based Coconut Fiber and Bamboo as Supercapacitor Electrode

Supercapacitors also known as ultracapacitors or electrochemical capacitors are electrical energy storage devices which has a greater energy density than conventional capacitors and has a higher power density than batteries and has a long life cycle. In this study, the developed supercapacitor is an electrochemical double layer capacitor types namely supercapacitors with the capacitances that arise from the interface between the electrode and the electrolyte. The activated carbon is one of the material types that has been widely used as an electrode material for supercapacitors because it has a high specific surface area, chemical resistance, good electrical conductivity and reasonable price (Babel 2004; Fellman 2010; Aripin 2010). Coconut fiber and bamboo are used as a raw material in the manufacture of activated carbon because of its abundance availability in Indonesia, as well as the contain of lignin and cellulose with mostly composed of carbon that makes this both material suitable as an alternative material in the manufacture of activated carbon as a supercapacitor electrode.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Show all 2711 documents...