CBT berbasis karakter

Top PDF CBT berbasis karakter:

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN COMPETENCE BASED TRANING (CBT) BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN COMPETENCE BASED TRANING (CBT) BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjabarkan prosedur pelaksanaan diseminasi, dalam rangka proses sosialisasi model pembelajaran CBT berbasis karakter yang telah dihasilkan dalam penelitian tahun sebelumnya; (2) mensosialisasikan model pembelajaran CBT berbasis karakter untuk pembelajaran praktik, yang terbukti secara empiris agar dapat diterapkan dalam lingkup yang lebih luas, sekaligus mengetahui tanggapan dari peserta diseminasi.

1 Baca lebih lajut

36 model pembelajaran cbt berbasis karakter pada pembelajaran praktik sebagai upaya peningkatan mutu

36 model pembelajaran cbt berbasis karakter pada pembelajaran praktik sebagai upaya peningkatan mutu

implementasi, terlihat bahwa tahapan pembelajaran model pembelajaran competence based training (CBT) berbasis karakter yang efektif dalam menggali kesadaran peserta didik adalah tahapan eksplorasi aspek sikap kerja. Dalam tahapan ini peserta didik dituntut untuk menyampaikan pendapatnya terkait dengan aspek sikap kerja yang mestinya dimiliki oleh seseorang khususnya dalam melaksanakan proses pembelajaran praktik. Maksud dari pelaksanaan tahapan ini adalah apabila seseorang telah memiliki kesadaran secara teoritis terkait dengan aspek karakter (yang dilihat dari proses diskusi penyampaian pendapat oleh peserta didik terkait dengan aspek karakter), maka secara logis seseorang tersebut tentunya akan melaksanakan aspek karakter tersebut khususnya dalam proses pembelajaran praktik.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

17 pengembangan model pembelajaran cbt berbasis karakter untuk pembelajaran praktik

17 pengembangan model pembelajaran cbt berbasis karakter untuk pembelajaran praktik

perangkat pembelajaran, antara lain: RPP, Silabus, materi pembelajaran atau bahan ajar, lembar kegiatan belajar (handout/jobsheet), strategi pembelajaran, dan model evaluasi pembelajaran praktik, yang mengimplementasikan nilai karakter; (2) memberikan arah yang jelas bagi pengajar dalam strategi implementasi nilai karakter dalam pembelajaran praktik; dan (3) memperluas wawasan dalam kaidah-kaidah pembelajaran. Disamping hal tersebut, pelaksanaan pembelajaran CBT berbasis karakter memiliki keutamaan lain diantaranya: (1) membiasakan peserta didik untuk mengamalkan nilai-nilai karakter dalam segala lini kehidupan; (2) kompetensi yang diharapkan dalam proses pembelajaran dapat dikuasai oleh peserta didik secara maksimal; (3) penyampaian kompetensi dalam proses pembelajaran dapat dilakukan dengan efektif dan efisien dalam rangka menciptakan lulusan yang siap pakai dan berkarakter; (4) membentuk budaya akademik di Perguruan Tinggi; (5) meningkatkan prestasi belajar peserta didik.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN COMPETENCE BASED TRANING (CBT) BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN COMPETENCE BASED TRANING (CBT) BERBASIS KARAKTER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS LULUSAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: (1) Perbedaan aktivitas belajar siswa antara kelas yang menerapkan model pembelajaran CBT berbasis karakter dengan kelas yang tidak menerapkan; (2) Perbedaan prestasi belajar siswa antara kelas yang menerapkan model pembelajaran CBT berbasis karakter dengan kelas yang tidak menerapkan; (3) Efektivitas model pembelajaran Competence Based Training (CBT) berbasis karakter untuk pembelajaran praktik kerja mesin di SMK, dalam meningkatkan kualitas lulusan (kompeten dan berkarakter). Metode implementasi dilaksanakan dengan menggunakan metode kuasi eksperimen. Lokasi implementasi di 4 SMK bidang teknologi dan rekayasa yang berada di wilayah kota Yogyakarta, yaitu SMK N 2, SMK N 3, SMK N Piri 1, dan SMK Muh. 3 Yogyakarta. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan angket. Sedangkan teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil akhir yang didapatkan adalah: (1) Terdapat perbedaan aktivitas belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana aktivitas belajar pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol; (2) Terdapat perbedaan prestasi belajar siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, dimana prestasi belajar pada kelas eksperimen lebih baik dari kelas kontrol; (3) Penerapan model pembelajaran CBT berbasis karakter, efektif dalam meningkatkan kualitas lulusan SMK, yaitu dalam rangka membekali siswa dengan kompetensi akademik dan karakter diri yang unggul.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

27 model pembelajaran cbt berbasis karakter pada pembelajaran praktik sebagai upaya peningkatan mutu

27 model pembelajaran cbt berbasis karakter pada pembelajaran praktik sebagai upaya peningkatan mutu

Secara global penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan Research and Development. Untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Competence Based training(CBT) berbasis karakter pada mata kuliah praktik pemesinan terhadap sikap atau tingkah laku dan prestasi hasil belajar mahasiswa, digunakan metode quasi-eksperimen. Lokasi kegiatan penelitian ini adalah industri manufaktur di bidang pemesinan dan Jurusan Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, dokumentasi, evaluasi hasil belajar dan wawancara. Pada penelitian ini data dianalisis dengan cara kualitatif dan kuantitatif, kemudian dipaparkan secara deskriptif. Untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan model pembelajaran Competence Based Training(CBT) berbasis karakter pada mata kuliah praktik pemesinan digunakan teknik uji-t.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

abstrak pengembangan model pembelajaran competence based trainingcbt

abstrak pengembangan model pembelajaran competence based trainingcbt

Hasil penelitian yang telah dilaksanakan adalah: (1) ada perbedaan antara sikap dan tingkah laku mahasiswa dengan menerapkan model pembelajaran CBT berbasis karakter, dibandingkan dengan kelas yang tidak menerapkan model pembelajaran CBT berbasis karakter; (2) sikap dan tingkah laku mahasiswa setelah menerapkan model pembelajaran CBT berbasis Karakter mengalami peningkatan sebesar 50%; (3) ada perbedaan antara prestasi belajar mahasiswa dengan menerapkan model pembelajaran CBT berbasis karakter, dibandingkan dengan kelas yang tidak menerapkan model pembelajaran CBT berbasis karakter.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

RESENSI BUKU PENDIDIKAN KARAKTER

RESENSI BUKU PENDIDIKAN KARAKTER

yang terjadi. Taufik Ismail memaparkan ‘TRAGEDI NOL BUKU’ bahwa siswa- siswi di Indonesia berhasil menyelesaikan ‘NOL’ karya sastra sampai mereka menginjak SMA. Hal ini begitu memilukan jika dibandingkan dengan budaya literasi yang berkembang di negara-negara maju, bahkan di Malasya sekalipun. Dari sinilah muncul kesadaran bahwa pendidikan karakter (pendidikan yang berorientasi pada jiwa, pada penanaman kebenaran universal sebagai pemenuhan fitrah manusia) yang berbasis sastra menjadi sebuah keniscayaan.

6 Baca lebih lajut

ADOPSI CLOUD COMPUTING UNTUK APLIKASI CBT PENERIMAAN SISWA BARU SMA/SEDERAJAT

ADOPSI CLOUD COMPUTING UNTUK APLIKASI CBT PENERIMAAN SISWA BARU SMA/SEDERAJAT

Untuk membangun sistem aplikasi berbasis cloud ini menggunakan metode pengembangan sistem model Systems Development Life Cycle (SDLC) model klasik yang biasa disebut metode waterfall. Menurut Ladjamudin (2005) Metode atau tahap-tahap dalam pengembangan system meliputi 1) Tahapan analisis. Kegiatan yang dilakukan tahap analisis meliputi deteksi masalah, Penelitian/investivigasi awal, Analisa Kebutuhan system, Mensortir Kebutuhan system, Memilih sistem yang baik. 2) Tahapan perancangan (design). Kegiatan yang dilakukan meliputi perancangan keluaran, perancangan masukan dan perancangan file. 3) tahapan implementasi. Kegiatan yang dilakukan meliputi programming & testing, trainning dan System changeover.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Keefektifan Psikoedukasi untuk Meningkatkan Kesadaran Bahaya Rokok pada Peserta Didik SMP | Nugraha | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11051 23200 1 SM

Keefektifan Psikoedukasi untuk Meningkatkan Kesadaran Bahaya Rokok pada Peserta Didik SMP | Nugraha | Consilium: Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling 11051 23200 1 SM

Abstract: This research was aimed to discover the effectiveness of psychoeducation model by using cognitive behaviour therapy (CBT) to improve the awareness about the dangers of smoking of junior high school students. This research was an experimental research using randomized matching two-groups design. Design of the research contained pretest, treatment, and posttest. The subjects of this research were 28 students. Technique of collecting data used questionnaire with awareness scale about the danger of smoking. The result of Mann-Whitney was shown that P-value= 0,0485 (0,0485< 0.05), so it can be concluded that there was a difference of the awareness about the dangers of smoking between experimental group and controlled group. The conclusion of this research was that psychoeducation model by using sognitive behaviour therapy (CBT) was effective to improve the awareness about the dangers of smoking of the students
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE COMPUTER BASED TEST (CBT) DENGAN METODE KONVENSIONAL DALAM PROSES EVALUASI MATA PELAJARAN TIK DI SMP NEGERI 7 YOGYAKARTA - STIE Widya Wiwaha Repository

PERBANDINGAN PENGGUNAAN METODE COMPUTER BASED TEST (CBT) DENGAN METODE KONVENSIONAL DALAM PROSES EVALUASI MATA PELAJARAN TIK DI SMP NEGERI 7 YOGYAKARTA - STIE Widya Wiwaha Repository

Laporan kemajuan belajar peserta didik merupakan sarana komunikasi antara sekolah, peserta didik dan orang tua dalam upaya mengembangkan dan menjaga hubungan kerja sama yang harmonis. Adapun proses evaluasi mata pelajaran TIK di SM P Negeri 7 Yogyakarta ini dengan metode Computer Bases Test (CBT) hampir sama dengan metode konvensional, hanya terletak perbedaan pada pelaksanaan dan pengolahan data evaluasi. Di mana pada Computer Bases Test (CBT), pelaksanaan dan pengolahan data evaluasi dilaksanana atau dilakukan dengan menggunakan Computer Bases Test (CBT).

78 Baca lebih lajut

KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS POTENSI DIRI  DALAM FILM THE MIRACLE WORKER  Konsep Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri Dalam Film The Miracle Worker.

KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS POTENSI DIRI DALAM FILM THE MIRACLE WORKER Konsep Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri Dalam Film The Miracle Worker.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter berbasis potensi diri yang terdapat dalam film The Miracle Worker mencakup (1) pendidikan karakter berbasis potensi diri dalam film The Miracle Worker adalah usaha secara sadar yang dilakukan Annie Sullivan untuk mendidik Helen Keller; (2) tujuan pendidikan karakter, yaitu kepribadian yang baik dan selaras pemahaman atas tindakan yang diperbuat; (3) nilai-nilai pendidikan karakter yang meliputi nilai kesopanan, tanggung jawab, kedisiplinan, kasih sayang, persahabatan, kemandirian, kerja keras, dan kerja sama; (4) metode pendidikan karakter meliputi metode hadiah dan hukuman, nasehat, pembiasaan, dan mengajak; (5) faktor penghambat pendidikan karakter berbasis potensi diri dalam film The Miracle Worker meliputi keadaan fisik dan pola asuh yang kurang tepat, sedangkan faktor pendukung adalah kecerdasan emosional dan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

di sini

di sini

Roadmap penelitian Pengembangan Teknologi dan Produk Ramah Lingkungan Berbasis Lokal dan Berdaya Guna Tinggi terdiri dari tujuh tema payung unggulan meliputi: Pengelolaan dan pengembangan sumber daya hayati Indonesia dalam bidang kesehatan dan ketahanan pangan; Energi baru dan terbarukan; Pengembangan MIPA, teknologi dasar, dan teknologi masa depan; Material maju dan fungsional; Perubahan iklim, pelestarian dan pengendalian kualitas lingkungan; Teknologi dan manajemen transportasi; dan Teknologi informasi dan komunikasi. Secara skematis, roadmap tersebut dapat diilustrasikan pada Gambar 12.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

COMMUNITY BASED TOURISM (CBT)

COMMUNITY BASED TOURISM (CBT)

The results of this study indicate that: (i) Application of the concept of community-based tourism (CBT) which is applied at the Garongan Tourism Village in general provide economic benefits. (ii) The funds are distributed to the community or society Garongan Tourism Village for 94.56% of the total expenditure incurred, or about Rp 22,048,500.00 with the largest share of accommodations exist in the package of Rp 18,773,500.00, or approximately 80.52 % of total expenditures. Leakage distribution of funds to the outside community is Rp 1,266,410.00, or approximately 5.44% of total expenditures. Leakage occurs in the form of miscellaneous expenditures. (iii) Total expenditures in use was Rp 23,314,910.00 or 88.17% of the total income of Rp 26,444,500.00. (iv) On the whole, amounting to 66.67% of the total items of transactions can create value added, or a total of 19 post items of the 30 post items that are able to create added value. (v) The funds flow into the community development from the tourism activities in the Garongan Tourism Village. (vi) There is a difference in people's income before and after the born of Garongan Tourism Village. (vii) The limited application of the concept of CBT in Garongan Tourism Village, among others, the weakness of rural tourism management, the board's performance less than the maximum, less experience, less compact, is still a gap to blend between the age old / young and educational background, marketing problems and development of the object, weak bargaining power, and economic leakage.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

35 penerapan model pembelajaran project work berbasis karakter sebagai upaya peningkatan mutu pendid

35 penerapan model pembelajaran project work berbasis karakter sebagai upaya peningkatan mutu pendid

Pada dasarnya setiap produk barang yang dihasilkan oleh suatu industri manufaktur khususnya di bidang pemesinan tersusun dari beberapa bagian atau komponen-komponen yang dirangkai / dipadukan menjadi suatu unit atau produk tertentu. Untuk menghasilkan atau produk yang berkualitas tinggi sudah barang tentu diperlukan berbagai kompetensi baik yang terkait dengan kompetensi akademik (hard skill), maupun kompetensi yang terkait dengan nilai karakter (soft-skill), yang antara lain memiliki sikap teliti, telaten, disiplin, peduli, mandiri, percaya diri, kemampuan kerjasama dan jujur. Dalam proses pembuatan suatu produk yang berkualitas yang tersusun dari banyak komponen tentu diperlukan suatu proses kerja yang baik dan sistematis. Salah satu sistem kerja yang biasa digunakan sering disebut dengan istilah project-work.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJEC-WORK BERBASIS KARAKTER PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI VOKASI.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJEC-WORK BERBASIS KARAKTER PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN TINGGI VOKASI.

Proses revisi dilakukan berdasarkan hasil kegiatan FGD. Berdasarkan masukan dan saran yang telah didapatkan, maka untuk proses Penjelasan Aspek Karakter direvisi menjadi kegiatan Eksplorasi Aspek Karakter. Kegiatan eksplorasi ini dimaksudkan untuk menggali pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terhadap aspek karakter yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran praktik pemesinan (manufaktur), sehingga diharapkan apabila mahasiswa mengetahui dan memahaminya dengan baik, akan membudayakan aspek karakter dalam kegiatan pembelajaran praktik. Revisi seanjutnya pada proses Assessment, selain dilaksanakan oleh dosen juga dilaksanakan secara self assessment, sehingga akan membudayakan mahasiswa untuk berlaku jujur serta memperdalam kemampuan mahasiswa dalam mengguakan alat ukur. Model konseptual yang telah direvisi dapat dilihat pada gambar 2. Tahapan model yang telah direvisi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS POTENSI DIRI  DI SMP IT NUR HIDAYAH SURAKARTA   Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri Di SMP IT Nur Hidayah Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014.

PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS POTENSI DIRI DI SMP IT NUR HIDAYAH SURAKARTA Pendidikan Karakter Berbasis Potensi Diri Di SMP IT Nur Hidayah Surakarta Tahun Pelajaran 2013/2014.

Pendidikan karakter sekaligus pengarahan potensi peserta didik melalui sekolah merupakan pilihan yang tepat dan strategis untuk memperbaiki degradasi moral serta krisis multidimensi di Indonesia. SMP IT Nur Hidayah merupakan salah satu sekolah di Surakarta yang melaksanakan pendidikan karakter berbasis potensi diri dengan melibatkan seluruh elemen yakni keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sekolah ini mempunyai visi misi menghasilkan alumni yang intelek, berkarakter dan religius. Melalui field research (penelitian lapangan) dengan pendekatan deskriptif kualitatif ditemukan pendidikan karakter berbasis potensi diri di SMP IT Nur Hidayah diawali dengan proses input siswa untuk mengidentifikasi kemampuan dan latar belakang keluarga siswa sebagai dasar pengembangan strategi internalisasi nilai- nilai yang dikembangkan keseluruh program kegiatan sekolah. Strategi dilaksanakan dengan internalisasi 10 muwassofat pribadi muslim keseluruh mata pelajaran serta penambahan materi Islamisasi, pengelolaan manajemen sekolah serta pembinaan siswa. Selain itu evaluasi dilaksanakan secara bertahap ke seluruh elemen sekolah baik guru, karyawan, maupun siswa berupa tes dan non tes. Tes di laksanakan untuk mengevaluasi kompetensi siswa dan guru, sedangkan non tes untuk mengevaluasi kepribadian guru dan siswa.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penelitian Pengembangan Pariwisata Berbasis Kerakyatan (CBT) Bali Utara Dalam Rangka Pemerataan Pendapatan.

Penelitian Pengembangan Pariwisata Berbasis Kerakyatan (CBT) Bali Utara Dalam Rangka Pemerataan Pendapatan.

Model CBT yang dibangun dan tersajikan pada Ganbar 3.2 mencakup basis modal social yang diharapkan dapat diwujudkan melalui dua sumber utama, yaitu partisipasi masyarakat yang bermukim disekitar destinasi wisata, dan kompoen pengusaha lokal yang dipersiapkan senagai enterprenenurs dalam membangun sarana destinasi termasuk penginapan, restaurant, ketersediaan pramuwisata, pengadaan atraksi budaya, kesenian dan atraksi seni lainnya. Partisipasi masyarakat secara garis besar dinyatakan sebagai infrastruktur pariwisata (INFRAS). Dukungan komponen partisipasi dalam rangka mewujudkan ekonomi kerakyatan pada industry pariwisata juga akan ditentukan oleh tokoh masyarakat dalam lingkungan detinasi wisata yang dikonstruksi sebagai commitment (COMTT), yaitu persepsi yang diharapkan dapat memberikan ruang yang konsisten dalam mengawal dan mendorong terwujudnya masyarakat industry wisatya berbasis kepemilikan masyaraat lokal.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Cbt for childhood obesity

Cbt for childhood obesity

Orang tua dapat membantu anak-anak mereka menurunkan berat badan dengan mendukung perilaku makan yang sehat misalnya, menyajikan makanan sehat dan membatasi akses anak ke restoran cepat [r]

25 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...