cekaman garam

Top PDF cekaman garam:

Cover Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang  pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Cover Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang pada Mangrove Sonneratia alba Smith

panjang polyisoprenoid. Penelitian ini menggunakan semai S. alba dengan 5 perlakuan cekaman garam, yaitu 0%, 0,5%, 1,5%, 2% dan 3% yang ditumbuhkan selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan optimum untuk semai S. alba bedasarkan kriteria tinggi, diameter dan berat kering akar semai S. alba terdapat pada konsentrasi cekaman garam 1,5%, jumlah daun terbaik terdapat pada konsentrasi cekaman garam 0,5%. Sedangkan berat kering tajuk dan rasio tajuk dan akar terbaik, masing-masing terdapat pada konsentrasi cekaman garam 3 %. Analisis polyisoprenoid semai S. alba lebih tinggi pada cekaman garam 3% dibandingkan dengan perlakuan 0%.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

EFEK MUTASI GEN DENGAN SODIUM AZIDA (NaN 3 ) TERHADAP KETAHANAN CEKAMAN GARAM PADA TANAMAN PADI (Oriza sativa, L.)

EFEK MUTASI GEN DENGAN SODIUM AZIDA (NaN 3 ) TERHADAP KETAHANAN CEKAMAN GARAM PADA TANAMAN PADI (Oriza sativa, L.)

Terhadap Ketahanan Cekaman Garam Pada Tanaman Padi (Oriza sativa, L.) ” Karya tulis ilmiah ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) pada Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Jember.

16 Baca lebih lajut

Respon   Pertumbuhan  dan  Konsentrasi  Rantai  Panjang 	Polyisoprenoid terhadap Cekaman Garam pada Mangrove 	Sonneratia alba Smith

Respon Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang Polyisoprenoid terhadap Cekaman Garam pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Berat kering tajuk semai S. alba yang tumbuh pada salinitas 3% dengan rata-rata berat kering tajuk 0,028 g memiliki berat kering tajuk tertinggi dan terendah terdapat pada salinitas 0% dengan rata-rata berat kering tajuk 0,014 g. Uji Dunnet P < 0,05 menunjukkan bahwa tingkat cekaman garam tidak berbeda nyata pengaruhnya terhadap berat kering tajuk semai S. alba. Syah (2011) melaporkan bahwa pertumbuhan tinggi tanaman dapat didefinisikan sebagai bertambah besarnya tanaman yang diikuti oleh peningkatan bobot kering. Ahli tanah umumnya mendefinisikan pertumbuhan sebagai peningkatan bahan kering. Perkembangan dan morfogenesis tanaman disebabkan oleh 3 hal, yaitu pertumbuhan karena pembelahan, pembesaran dan deferensiasi sel. Pertumbuhan suatu tanaman adalah pertambahan tumbuh dalam besar serta pembentukan jaringan baru. Pertumbuhan dapat juga diukur dari berat seluruh tanaman (biomassa).
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang Polyisoprenoid pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang Polyisoprenoid pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Gambar 9C menunjukkan nilai y = 431,280 x + 50,037. Jika nilai x berubah sebesar satu satuan, maka nilai y akan naik sebesar 431,28 satuan menjadi 481,317. Semakin besar perubahan yang terjadi pada variabel cekaman garam, maka akan semakin tinggi pula kenaikan yang terjadi pada variabel kadar air tajuk. Lakitan (2008) menyatakan bahwa tumbuhan banyak mengandung air di dalam sel-selnya. Hal ini yang menyebabkan suhu dan pertumbuhan tanaman relatif stabil. Dahuri (2003) juga menyatakan bahwa mangrove memiliki banyak jaringan internal penyimpanan air dan konsentrasi garam yang tinggi. Beberapa tumbuhan mangrove seperti Avicennia dan Sonneratia mempunyai kelenjar yang dapat mengeluarkan garam melalui daunnya sehingga dapat menjaga keseimbangan osmotik.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang Polyisoprenoid pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang Polyisoprenoid pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Gambar 9C menunjukkan nilai y = 431,280 x + 50,037. Jika nilai x berubah sebesar satu satuan, maka nilai y akan naik sebesar 431,28 satuan menjadi 481,317. Semakin besar perubahan yang terjadi pada variabel cekaman garam, maka akan semakin tinggi pula kenaikan yang terjadi pada variabel kadar air tajuk. Lakitan (2008) menyatakan bahwa tumbuhan banyak mengandung air di dalam sel-selnya. Hal ini yang menyebabkan suhu dan pertumbuhan tanaman relatif stabil. Dahuri (2003) juga menyatakan bahwa mangrove memiliki banyak jaringan internal penyimpanan air dan konsentrasi garam yang tinggi. Beberapa tumbuhan mangrove seperti Avicennia dan Sonneratia mempunyai kelenjar yang dapat mengeluarkan garam melalui daunnya sehingga dapat menjaga keseimbangan osmotik.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Polyisoprenoid Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Polyisoprenoid Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

3. Regresi Linear antara Variasi Salinitas terhadap Parameter Berat Basah Akar, Berat Kering Akar, dan Kadar Air Akar A. marina Berdasarkan Gambar 8, diketahui bahwa variasi salinitas mempengaruhi posistif terhadap variabel berat basah akar dan berat kering akar. Hal ini disebabkan karena koefisien determinasi dari variabel berat basah akar dan berat kering akar bernilai positif lemah yaitu 0,035 dan 0,015 dan menunjukkan kekuatan determinasi cukup lemah karena nilai koefisien korelasi 0-0,5. Hal ini dikarenakan pada akar A. marina toleran terhadap salinitas dan dapat mengakumulasi garam. Sehingga apabila dibandingkan dengan kontrol berat basah dan kering akar lebih tinggi pada salinitas 2%, namun menurun untuk salinitas 3%. Hasil analisis regresi variasi salinitas terhadap berat basah akar dan berat kering akar semai A. marina disajikan dalam Gambar 8.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Chapter II Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang  pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Chapter II Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Menurut Tomlinson (1986) vegetasi mangrove tersusun atas tiga komponen, yaitu mayor, minor, dan asosiasi. Komponen mayor merupakan vegetasi yang memiliki peran yang besar dalam menyusun struktur mangrove dan mampu membentuk tegakan murni, mempunyai karakteristik adaptasi morfologi/anatomi seperti sistem perakaran udara (aerial root) dan memiliki mekanisme fisiologis khusus untuk mengeluarkan garam. Komponen mayor terdiri dari lima famili dengan sembilan genus, yaitu: Avicennia, Bruguiera, Ceriops, Kandelia, Laguncularia, Lumnitzera, Nypa, Rhizophora dan Sonneratia.

8 Baca lebih lajut

Appendix Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang  pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Appendix Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Hasil Anova dan uji Dunnet pada parameter rasio tajuk dan Jumlah data yang digunakan : 33 10... alba pada umur 3 bulan dengan berbagai perlakuan Gambar 1.[r]

11 Baca lebih lajut

Chapter I Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang  pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Chapter I Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Kandungan garam pada media tumbuh yang berlebihan dapat menyebabkan tanaman menjadi stres atau tercekam. Stres garam merupakan salah satu stres abiotik yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Salah satu aktivitas adaptasi mangrove agar tetap dapat tumbuh baik pada daerah yang dipengaruhi pasang surut air laut adalah dengan cara mensekresi metabolit sekunder secara berlebih. Oleh karena itu, mangrove merupakan salah satu

3 Baca lebih lajut

Chapter II Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang  Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Chapter II Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Tomlinson (1986) membagi flora mangrove menjadi tiga kelompok, yakni : (1) Flora mangrove mayor (flora mangrove sejati), yakni flora yang menunjukkan kesetiaan terhadap habitat mangrove, berkemampuan membentuk tegakan murni dan secara dominan mencirikan struktur komunitas, secara morfologi mempunyai bentuk-bentuk adaptif khusus (bentuk akar dan viviparitas) terhadap lingkungan mangrove, dan mempunyai mekanisme fisiologis dalam mengontrol garam. Contohnya adalah Avicennia, Rhizophora, Bruguiera, Ceriops, Kandelia, Sonneratia, Lumnitzera, Laguncularia dan Nypa. (2) Flora mangrove

4 Baca lebih lajut

Chapter I Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang  Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Chapter I Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi garam terhadap perubahan komposisi dan konten rantai panjang polyisoprenoid pada jenis mangrove A. marina (Forsk). Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk menduga salinitas yang baik untuk pertumbuhan anakan A. marina (Forsk).

3 Baca lebih lajut

Reference Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang  pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Reference Respons Cekaman Garam terhadap Pertumbuhan dan Konsentrasi Rantai Panjang pada Mangrove Sonneratia alba Smith

Non-saponifiable lipid composition of four salt-secretor and non-secretor mangrove species from North Sumatera, Indonesia.. Phytomedical investigation from six mangrove species, North Su[r]

4 Baca lebih lajut

Appendix Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang  Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Appendix Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Dunnett's t Tests NOTE: This test controls the Type I experimentwise error for comparisons of all treatments against a control... Dunnett's t Tests This test controls the Type I ex[r]

11 Baca lebih lajut

Reference Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang  Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Reference Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Pengaruh Ekosistem Hutan Mangrove Terhadap Produksi Perikanan Tangkap Studi Kasus Di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.. Halidah dan Kama.[r]

3 Baca lebih lajut

Abstract Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang  Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Abstract Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Mangrove merupakan tanaman yang mampu mensekresi garam dan memiliki metabolit sekunder dalam melakukan adaptasi lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat salinitas terbaik pada pertumbuhan semai A. marina dan mengetahui pengaruh variasi salinitas pada rantai panjang polyisoprenoid. Penelitian ini menggunakan semai A. marina dengan 5 perlakuan variasi salinitas, yaitu 0%, 0,5%, 1,5%, 2% dan 3% (8-14 ulangan) selama 3 bulan. Hasil penelitian menunjukkan respon pertumbuhan tinggi, jumlah daun, berat basah akar, berat kering akar, berat basah tajuk, berat kering tajuk, dan rasio tajuk dan akar semai A. marina terbaik terdapat pada tingkat salinitas 2%. Sedangkan diameter terbaik terdapat pada tingkat salinitas 0%. Analisis polyisoprenoid menunjukkan bahwa kandungan NSL semai A. marina lebih tinggi pada tingkat salinitas 3% (terbanyak pada akar 1,52 ml/mg) dibandingkan dengan perlakuan 0%.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Cover Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang  Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Cover Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di Bawah Cekaman Garam

Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Dalam skripsi ini, penulis akan meneliti mengenai “Pertumbuhan Dan Komposisi Rantai Panjang Polyisoprenoid Pada Mangrove Avicennia marina (Forsk). Di bawah Cekaman Salinitas”.

10 Baca lebih lajut

FORDA - Jurnal

FORDA - Jurnal

Sejalan semakin meningkatnya pembangunan hutan tanaman untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku industri, pemanfaatan lahan marginal dengan salinitas yang tinggi berpeluang menjadi lahan alternatif dalam pengembangan Acacia mangium. Dalam upaya meningkatkan pengembangan A.mangium menjadi tanaman yang ditanam secara luas di berbagai lahan alternatif, dilakukan program pemuliaan untuk mendapatkan tanaman unggul A. mangium yang tahan terhadap cekaman lingkungan, seperti cekaman garam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tanggapan anatomis tanaman A. mangium dari beberapa sumber benih terhadap cekaman garam sebagai dasar dalam penentuan program pemuliaan terhadap toleransi garam. Penelitian ini terdiri dari 4 sumber benih yang dirancang dalam rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan dan 4 taraf cekaman garam (0;22;26 dan 30 g/l). Empat sumber benih yang diuji adalah kebun benih semai (KBS) generasi pertama yang berasal dari provenan Papua New Guinea (grup A dan B), satu KBS berasal dari Queensland Utara (grup C) dan satu KBS yang berasal dari kombinasi diantara kedua provenan (grup E). Perlakuan diberikan dengan penyiraman semai dari masing-masing provenan dengan larutan garam sesuai dengan konsentrasi yang telah ditentukan sebanyak 200 ml setiap harinya selama 4 bulan. Parameter yang diamati meliputi indeks stomata, panjang dan lebar stomata, jumlah dan diameter trakeid serta kadar kloroil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi garam memberikan pengaruh yang nyata terhadap tanggapan anatomis A. mangium. Kecuali pada panjang stomata, perbedaan sumber benih memberikan pengaruh yang nyata terhadap semua sifat. Sementara itu, sumber benih x kadar garam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap panjang dan lebar stomata. Semakin tinggi konsentrasi kadar garam, semakin rendah nilai indek stomata dan kadar kloroil. Sebaliknya semakin tinggi konsentrasi kadar garam, semakin tinggi jumlah trakeid. Namun demikian, perbedaan konsentrasi garam tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap diameter trakeid. Secara keseluruhan, dari keempat sumber benih yang digunakan, KBS grup B -yang berasal dari provenan Papua New Guinea- menunjukkan toleransi yang paling baik.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

RESPON BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN PANGAN TERHADAP SALINITAS

RESPON BEBERAPA KULTIVAR TANAMAN PANGAN TERHADAP SALINITAS

Pada kondisi cekaman garam maka tanaman akan mengalami toksisitas garam akibat konsentrasi ion yang tinggi dan kekurangan air akibat tanah yang lebih hipertonis, sehingga tanaman akan mengalami cekaman kekeringan. Untuk tetap mempertahankan hidupnya tanaman akan melakukan adaptasi morfologi untuk mengurangi keluarnya air secara berlebihan. Menurut Devlin (1983), keluarnya air dari tumbuhan sebagian besar dilakukan melalui transpirasi, dimana transpirasi itu sendiri dapat terjadi melalui stomata, kutikula dan lentisel. Lebih lanjut menurut Harjadi dan Yahya (1988), cekaman garam selain merubah aktivitas metabolisme juga dapat menyebabkan perubahan anatomi tumbuhan diantaranya, ukuran daun lebih kecil, stomata lebih kecil per satuan luas daun, peningkatan sukulensi, penebalan kutikula dan lapisan lilin pada permukaan daun, serta lignifikansi akar yang lebih awal.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Karakter Morfofisiologi dan Agronomi Kedelai Toleran Salinitas

Karakter Morfofisiologi dan Agronomi Kedelai Toleran Salinitas

atau nonhalofita, yaitu tumbuhan yang mulai terganggu pertumbuhannya pada kadar garam lebih dari 0,01% (setara 0,15 dS/m) (Dajic 2006). Jumlah halofita hanya 2% dari spesies tumbuhan darat. Pada kelompok tumbuhan nonhalofita atau glikofita, pembagian berdasarkan tanggap tanaman terhadap cekaman salinitas adalah peka, agak toleran, dan sangat toleran. Pengelompokan jenis tanaman mungkin berbeda di antara peneliti karena perbedaan kriteria klasifikasi terhadap cekaman salinitas yang digunakan. Kedelai termasuk kelompok tanaman moderat peka (berdasarkan perbedaan evaporasi selama periode pertumbuhan), sedangkan tanaman yang sangat peka salinitas adalah chickpea (kacang arab) dan lentil. Kelompok tanaman toleran salinitas adalah gandum dan bit gula, kelompok agak peka (moderat) adalah jagung, bunga matahari, dan kentang (Katerji et al. 2003, Taiz and Zeiger 2002). Hal ini relatif berbeda dengan pengelompokan menurut Levitt (1980), tanaman kacang-kacangan (pea, bean) termasuk toleran cekaman garam rendah, serealia (rye, oats, gandum, barley) toleran cekaman medium, dan rumput sudan (sudan grass) alfafa, bunga matahari, dan bit gula termasuk kelompok toleran salinitas tinggi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Penapisan Varietas Padi Toleran Salinitas pada Lahan Rawa di Kabupaten Pesisir Selatan The Screening of Salt-Tolerant Rice Variety in Swamp Areas of Pesisir Selatan District

Penapisan Varietas Padi Toleran Salinitas pada Lahan Rawa di Kabupaten Pesisir Selatan The Screening of Salt-Tolerant Rice Variety in Swamp Areas of Pesisir Selatan District

Percobaan penyaringan sederhana ini adalah per- cobaan faktorial dengan varietas dan kondisi cekaman garam sebagai faktornya, dilakukan dengan rancangan acak lengkap. Faktor pertama adalah 18 varietas padi, sedangkan faktor ke dua adalah kondisi cekaman garam yaitu kondisi lingkungan alami (in situ = kontrol) dan kondisi cekaman larutan garam 4000 ppm (perlakuan). Percobaan dilakukan dengan cara menaburkan benih 18 varietas padi, pada media tanah rawa yang mengan- dung garam dan ditumbuhkan selama 6 MST, kemudian diamati penampilan pertumbuhan vegetatifnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 2649 documents...

Related subjects