Circulating Fluidized Bed (CFB) boiler

Top PDF Circulating Fluidized Bed (CFB) boiler:

STUDI NUMERIK PENGARUH PERUBAHAN MASS FLOW DARI SECONDARY AIR TERHADAP KARAKTERISTIK CIRCULATING FLUIDIZED BED BOILER

STUDI NUMERIK PENGARUH PERUBAHAN MASS FLOW DARI SECONDARY AIR TERHADAP KARAKTERISTIK CIRCULATING FLUIDIZED BED BOILER

Electricity consumption in Indonesia continues to increase along with the increasement of national economy. With this increaseament, it is also necessary to improve the efficiency and reliability of power plant, so the operation of power plant can fulfil energy necessary. One important component affecting the performance of a plant is the boiler. At Bangka Steam Power Plant (PLTU Bangka), the type of boiler that operate is Circulating Fluidized Bed Boiler (CFBB). With the floating characteristics of CFB boilers, this type of boiler makes it possible to carry out combustion processes with low rank coal. In addition, with the presence of hot particles that continue to circulate, making the process of heat transfer in the boiler will be more efficient. In CFB boilers, the amount of secondary water entering the boiler affects the characteristics of the flow inside the boiler. Changes in the amount of secondary water can affect the fluid flow characteristics in the boiler and the combustion process. These characteristics can be analyzed with the distribution of temperature, pressure, and velocity profile in the boiler.
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

STUDI NUMERIK PENGARUH RASIO UDARA DAN BAHAN BAKAR TERHADAP KARAKTERISTIK CIRCULATING FLUIDIZED BED BOILER PADA BEBAN TINGGI

STUDI NUMERIK PENGARUH RASIO UDARA DAN BAHAN BAKAR TERHADAP KARAKTERISTIK CIRCULATING FLUIDIZED BED BOILER PADA BEBAN TINGGI

media pemanas didalam CFB boiler. Semua data yang disebutkan tadi memiliki boundary conditions sebagai mass-flow inlet. Berdasarkan literatur yang ada rasio udara dan bahan bakar akan dilakukan dengan 4 variasi, yaitu AFR 3.12, AFR 4.72, AFR 6 dan AFR 9. Pembuatan geometri, meshing, dan penentuan domain pemodelan dilakukan dengan perangkat lunak GAMBIT 2.4.6. Sedangkan simulasi numerik dilakukan dengan perangkat lunak ANSYS FLUENT 16.2, pemodelan yang digunakan adalah multiphase direction, model turbulensi k-ε standar, model pembakaran species transport, dan Discrete Phase Model (DPM). Hasil dari simulasi menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai Air-fuel ratio maka hasil dari fluidisasi akan meningkat, pasir yang pada awalnya terletak dibawah furnace akan terangkat ke bagian atas furnace jika AFR meningkat. Peningkatan AFR juga berpengaruh pada banyaknya pasir yang bisa masuk kedalam cyclone, hal ini bisa menyebabkan cyclone mengalami erosi dan bisa mengurangi performa dari cyclone itu sendiri. Hal yang sama juga berlaku pada kontur dan vektor kecepatan udara, semakin tinggi nilai AFR maka kecepatan udara yang ada di furnace dan cyclone akan semakin meningkat. Untuk hasil dari temperatur pembakaran nilai temperatur juga akan meningkat sesuai dengan peningkatan AFR, maka dari itu bisa disimpulkan bahwa dengan meningkatkan AFR maka hasil dari kecepatan, temperatur dan volume fraksi pasir akan ikut meningkat meskipun tidak secara signifikan.
Baca lebih lanjut

104 Baca lebih lajut

this PDF file Study on Reactivity of Circulating Fluidized Bed Combustion Fly Ashes in the Presence of Water | I.M.A.K. | Civil Engineering Dimension 1 PB

this PDF file Study on Reactivity of Circulating Fluidized Bed Combustion Fly Ashes in the Presence of Water | I.M.A.K. | Civil Engineering Dimension 1 PB

The properties of CFBC ashes vary according to the nature and the quality of the coal burnt in the power plant [3-7]. Generally, their specific gravity and specific surface are higher than fly ashes produced from pulverized coal power plants that are usually used in the field of civil engineering. Due to desulphurising process in the power plant boiler, CFBC ashes contain more free CaO and SO 3 so that

7 Baca lebih lajut

TUGAS AKHIR  Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Unjuk Kerja Fluidized Bed Gasifier Dengan Distributor Udara Jenis Plat.

TUGAS AKHIR Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Unjuk Kerja Fluidized Bed Gasifier Dengan Distributor Udara Jenis Plat.

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Skripsi dengan judul : “ PENGARUH VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP UNJUK KERJA FLUIDIZED BED GASIFIER DENGAN DISTRIBUTOR UDARA JENIS PLAT ” yang dibuat untuk memenuhi sebagai syarat memperoleh derajat sarjana S1 pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta, sejauh yang saya ketahui bukan merupakan tiruan atau duplikasi dari skripsi yang sudah dipublikasikan dan atau pernah dipakai untuk mendapatkan gelar kesarjanaan dilingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta atau instansi manapun, kecuali bagian yang sumber informasinya saya cantumkan sebagaimana mestinya.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP UNJUK KERJA FLUIDIZED BED GASIFIER DENGAN  Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Unjuk Kerja Fluidized Bed Gasifier Dengan Distributor Udara Jenis Plat.

PENGARUH VARIASI KECEPATAN UDARA TERHADAP UNJUK KERJA FLUIDIZED BED GASIFIER DENGAN Pengaruh Variasi Kecepatan Udara Terhadap Unjuk Kerja Fluidized Bed Gasifier Dengan Distributor Udara Jenis Plat.

proses reaksi kimia berlangsung di reaktor fluidisasi. Reaksi heterogen antara gas dan padatan dalam reaktor gasifikasi disebut fluidisasi. Teknologi fluidisasi banyak diaplikasikan di teknologi reaktor gasifikasi,. Fluidisasi adalah proses dimana benda padat halus (partikel) diubah menjadi fase yang berkelakuan seperti fluida cair (Kunii dan Levenspiel 1969). Metode gasifikasi menggunakan fluidized bed dinilai lebih menguntungkan serta gas hasil pembakaran lebih bersih dibandingkan dengan pembakaran secara langsung. Menurut Zenz dan Othmer (1960) secara prinsip ada 4 aspek keunggulan yang dimiliki oleh fluidized bed jika dibanding dengan teknologi kontak yang lainnya yaitu: (1) aspek kemampuan mengontrol temperatur, (2) kemampuan beroperasi secara kontinu, (3) keunggulan dalam persoalan perpindahan kalor dan (4) keunggulan dalam proses katalisasi. (Aklis,2013).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

PEMBUATAN FLUIDIZED BED DRYER UNTUK PENGERINGAN BENIH PERTANIAN SECARA SEMI BATCH

PEMBUATAN FLUIDIZED BED DRYER UNTUK PENGERINGAN BENIH PERTANIAN SECARA SEMI BATCH

Melon seed is one of agriculture seed product, it is have the high economic cost. Now, the phenomenon in the villager community is they was drainage the agriculture seed by sunrise energy by spread it in yard or in the rack for drying. This method have any weakness, beside depend for the weather it can made the seed be easy to contaminated, have a difficult control, need a large place and this method also need along time to do. Drainage is the method to out or disappear a part of water from the materials with dryer media, till the Equilibrium Moisture Content (EMC) with normal atmosphere condition or the equilibrium moisture which equal with water activity can be safe from the microbiology, enzyme, and chemical damage. The purpose of Fluidized Bed Dryer (FBD) drainage is for dry the agriculture seed to get the equal equilibrium moisture with a short time drainage process.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP LAJU PENGERINGAN JAGUNG PADA PENGERING KONVENSIONAL DAN FLUIDIZED BED

PENGARUH TEMPERATUR TERHADAP LAJU PENGERINGAN JAGUNG PADA PENGERING KONVENSIONAL DAN FLUIDIZED BED

Dari Gambar 4.26, Gambar 4.27 dan Gambar 4.28 dapat dilihat bahwa laju pengeringan pada periode laju pengeringan menurun kedua untuk pengering fluidized bed lebih besar kemudian pada suatu titik/ waktu tertentu laju pengeringannya lebih kecil jika dibandingkan dengan laju pengeringan pada pengering konvensional rak bawah. Namun untuk Gambar 4.29 (suhu pengeringan 70 o C) terlihat bahwa laju pengeringan untuk pengering fluidized bed lebih lambat jika dibandingkan dengan laju pengeringan pada pengering konvensional rak bawah.. Dari grafik pengaruh temperatur pengeringan pada masing-masing rak konvensional dan pengering fluidized bed kemudian ditrendline menggunakan fasilitas di excel dihasilkan persamaan eksponensial dan dari hasil persamaan tersebut dapat dicari waktu pengeringannya dari kadar air awal sampai kadar air 12%. Dan hasil tersebut dapat ditabelkan seperti terlihat pada tabel 4.5 dibawah ini.
Baca lebih lanjut

90 Baca lebih lajut

DESIGN OF THE FLUIDIZED BED DRYER FOR CHILI SEED.

DESIGN OF THE FLUIDIZED BED DRYER FOR CHILI SEED.

Drying chamber volume was 3,456.62 cm 3 with its diameter and height are 12 cm and 31 cm respectively. Dryer was operated at drying air velocity of 79.99 m 3 /hr and needed 421 watts of energy. Drying air temperature of 40 o C is obtained 5 minutes atfer dryer was turned-on. The result showed that designed fluidized-bed-dryer’s drying performance was good in drying for chili seed.

31 Baca lebih lajut

CFD Simulation of Heat Transfer in Fluidized Bed Reactor.

CFD Simulation of Heat Transfer in Fluidized Bed Reactor.

Discrete particles model with Syamlal_O’Brien drag coefficient was used to predict heat transfer from a heated bed in a 2-D bubbling fluidized bed. The two fluid simulation using energy balance and momentum shows a good value to visualize the phenomenom into the bed. The heat transfer coefficient is closely linked to the solids volume fraction in which the dominance of the particles cause the high heat transfer coefficient. It seems that the mechanistic of Gunn model can be well recommended to use in CFD simulation.

10 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR UDARA DAN MASSA JAGUNG PADA ALAT FLUIDIZED BED DENGAN PIPA PENUKAR KALOR TERHADAP WAKTU PENGERINGAN JAGUNG

PENGARUH VARIASI TEMPERATUR UDARA DAN MASSA JAGUNG PADA ALAT FLUIDIZED BED DENGAN PIPA PENUKAR KALOR TERHADAP WAKTU PENGERINGAN JAGUNG

Pada penelitian ini akan dilakukan penelitian menggunakan alat pengering fluidized bed dengan pipa penukar kalor. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pengeringan, yaitu temperatur udara dan massa jagung yang akan digunakan sebagai parameter yang divariasikan. Untuk itu perlu diketahui pengaruh temperatur udara dan massa jagung terhadap waktu pengeringannya pada alat tersebut. sehingga akan diketahui waktu dan variasi terbaik dalam pengeringan jagung. Sejalan dengan uraian di atas maka perlu untuk menganalisa sebuah peralatan pengeringan buatan atau mekanis dengan prinsip fluidisasi yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana unjuk kerja dan efektifitas dari alat tersebut.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK PENGERINGAN PISANG KLUTUK (Musa balbisiana) MENGGUNAKAN UNIT FLUIDIZED BED

KARAKTERISTIK PENGERINGAN PISANG KLUTUK (Musa balbisiana) MENGGUNAKAN UNIT FLUIDIZED BED

Menurut Mujumdar (2006:174), Fluidized Bed Dryer yang terlihat pada Gambar 2.2 merupakan mesin pengering yang memiliki dua komponen utama yaitu ruang pengering dan blower. Mesin pengering dapat mengatur suhu udara, interval pengeringan, dan kecepatan aliran udara panas. Pengeringan ini banyak digunakan untuk pengeringan bahan berbentuk partikel atau butiran, baik untuk industri kimia, pangan, keramik, farmasi, pertanian, polimer dan limbah. Metode pengeringan fluidisasi digunakan untuk mempercepat proses pengeringan dan mempertahankan mutu bahan kering. Proses pengeringan dipercepat dengan cara meningkatkan kecepatan aliran udara panas sampai bahan terfluidisasi (Indriani et al., 2009:4)
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Rancang Bangun Reaktor Gasifikasi Tipe Fluidized Bed untuk Umpan Arang Sekam

Rancang Bangun Reaktor Gasifikasi Tipe Fluidized Bed untuk Umpan Arang Sekam

Reaktor gasifikasi fluidized bed ini memiliki beberapa kelebihan, antara lain: kemampuan memproses bahan bakar yang memiliki kandungan abu tinggi (bahan kualitas rendah), khususnya abu dengan titik lebur tinggi, kontak antara padatan dan gas sangat baik (efisien), luas permukaan lebih besar sehingga reaksi berlangsung lebih cepat, temperatur dapat dikontrol dengan perbandingan antara udara dan bahan bakar sehingga kondisi operasi mudah diubah-ubah. Sedangkan kekurangan yang dimiliki reaktor gasifikasi fluidized bed antara lain: gas yang dihasilkan kandungan tarnya tinggi (> 5 mg m -3 ) dan tidak cocok untuk umpan yang memiliki kadar air yang tinggi. Berikut ini gambaran fluidized bed gasifier dapat dilihat pada Gambar 6.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

Design of Fluidized Bed Co-Gasifier of Coal and Wastes Fuels.

Design of Fluidized Bed Co-Gasifier of Coal and Wastes Fuels.

Sampling. The experimental works were carried out under standard operating procedures for gasification. Fuel was inserted through the screw feeder with a capacity rate of 25 kg/hr. The fluidization velocity was set up at 0.253 m/s using adjustable valve. The sampling point is located just after the gas passing the heat exchanger unit. Gas samples collected and analyzed for major gas components by gas chromatography test. Parameters of a fluidized bed gasifier reactor design and composition of producer gas can be seen in Table 3. The increase in the bed temperature the amount of CO and H 2 concentrations was obtained to increase slightly.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Design of Fluidized Bed Co-Gasifier of Coal and Wastes Fuels.

Design of Fluidized Bed Co-Gasifier of Coal and Wastes Fuels.

Recent Decisions in Technologies for Sustainable Development Selected, peer reviewed papers from the 3rd International Conference on Sustainable Technology Development ICSTD 201[r]

14 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Studi Eksperimen Gasifikasi Pada Reaktor Fluidized Bed Dengan Bahan Bakar Ampas Tebu.

PENDAHULUAN Studi Eksperimen Gasifikasi Pada Reaktor Fluidized Bed Dengan Bahan Bakar Ampas Tebu.

Reaktor gasifikasi yang berpotensi untuk dikembangkan saat ini salah satunya adalah reaktor jenis fluidized bed. Reaktor fluidized bed adalah sebuah tungku pembakaran yang menggunakan material bed yang bertujuan agar terjadi percampuran yang homogen antara zat yang terlibat dalam reaktor. Secara prinsip ada 4 aspek keunggulan yang dimiliki oleh fluidized bed antara lain yaitu:

6 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Cleanup Gasifier Terhadap Produk Gas Hasil Gasifikasi Menggunakan Media Geram Besi, Zeolit dan Serbuk Gergaji.

PENDAHULUAN Pengaruh Cleanup Gasifier Terhadap Produk Gas Hasil Gasifikasi Menggunakan Media Geram Besi, Zeolit dan Serbuk Gergaji.

Setelah melakukan pengamatan mengenai proses gasifikasi dan proses cleanup gasifier, maka peneliti mencoba untuk melakukan penelitian menggunakan jenis reaktor fluidized bed dengan var[r]

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Kecepatan Udara Terhadap Kerja Reaktor Bubble Fluidized Bed Gasifire.

PENDAHULUAN Pengaruh Kecepatan Udara Terhadap Kerja Reaktor Bubble Fluidized Bed Gasifire.

Fluidized bed gasifier membuat bahan bakar padatan tertiup ke atas karena tiupan udara dari blower yang ada di bawahnya. Teknologi ini dapat menjadi salah satu teknologi pembakaran limbah partikel atau padatan dalam jumlah relatif besar dan cepat. Teknologi fluidized bed gasifier ini juga lebih baik dibandingkan dengan teknologi pembakaran biomasa konvensional, karena laju pembakaran cukup tinggi dan juga dapat membakar limbah biomasa yang berkadar air tinggi.(dalam Irvandi 2010)

5 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pengaruh Jumlah Lubang Distributor Terhadap Unjuk Kerja Fluidized Bed Gasifier.

PENDAHULUAN Pengaruh Jumlah Lubang Distributor Terhadap Unjuk Kerja Fluidized Bed Gasifier.

Bab ini berisi tentang data dan pembahasan kecepatan minimum fluidisasi, temperatur reaktor, nilai kalor yang dihasilkan dan laju konveksi energi fluidized bed gasifier dengan 3 tipe distributor udara dengan masing-masing jumlah lubang 19,28,dan 37.

7 Baca lebih lajut

Show all 1216 documents...