Citra Quickbird

Top PDF Citra Quickbird:

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN KOTAGEDE KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD.

ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN KOTAGEDE KOTA YOGYAKARTA MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan gabungan antara teknik interpretasi citra Quickbird dan teknik kerja lapangan. Teknik intepretasi digunakan untuk menyadap informasi variabel kualitas lingkungan permukiman, yaitu terdiri dari kepadatan bangunan, tata letak bangunan, lebar jalan, pohon pelindung, kondisi permukaan jalan, kualitas atap bangunan dan lokasi permukiman. Masing-masing variabel diberi harkat dan bobot penimbang berkisar antara 1 dan 3 sesuai dengan besarnya pengaruh suatu variabel terhadap kualitas lingkungan permukiman. Kerja lapangan diperlukan untuk mencocokkan hasil interpretasi dengan keadaan sebenarnya di lapangan. Teknik sampling penelitian secara purposif ( purposive sampling ) berdasarkan jumlah blok permukiman . Penelitian ini menggunakan sistem informasi geografi (SIG) sebagai alat untuk melakukan intepretasi citra Quickbird dan pengharkatan atau skoring dari parameter kepadatan bangunan, tata letak bangunan, lebar jalan, pohon pelindung, kondisi permukaan jalan, kualitas atap bangunan dan lokasi permukiman. Analisis data dalam penelitian ini berupa gabungan antara analisis kualitatif dan analisis data kuantitatif. Analisis kualitatif berdasarkan interpretasi citra Quickbird dan analisis kuantitatif berdasarkan pengharkatan atau skoring dari parameter yang digunakan.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

APLIKASI CITRA QUICKBIRD UNTUK PEMETAAN BATIMETRI GOBAH Quickbird Image Application for Lagoon Bathymetric Mapping - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

APLIKASI CITRA QUICKBIRD UNTUK PEMETAAN BATIMETRI GOBAH Quickbird Image Application for Lagoon Bathymetric Mapping - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pencitraan satelit pada daerah pesisir dan pulau-pulau kecil, seringkali menyajikan gambaran variasi kondisi dasar perairan. Tulisan ini bertujuan mengaplikasikan citra quickbird untuk pemetaan batimetri perairan gobah Pulau Panggang, di Kepulauan Seribu, Jakarta. Citra yang digunakan adalah citra Quickbird akuisisi september 2008. Pemeruman di lokasi dilakukan pada oktober 2009 dengan alat perum gema gpsmapsounder. Hasil evaluasi pengukuran kedalaman pada Gobah di Pulau Panggang memperlihatkan bahwa band 2 citra Quickbird hanya dapat penetrasi hingga kedalaman sekitar 9 hingga 10 meter. Penetrasi yang lebih dangkal ditemukan pada band 3 yaitu berkisar 2 hingga 3 meter. Implementasi algoritma Jupp pada citra Quickbird untuk pemetaan batimetri gobah ini, memberikan nilai koefisien determinasi yang rendah.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN KECELAKAAN Daerah Kajian: Kota Semarang, Jawa Tengah Lina Adi Wijayanti lina.adiwijayantigmail.com Zuharnen h_harnen21yahoo.co.id ABSTRACT - PEMANFAATAN CITRA QUICK

PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN KECELAKAAN Daerah Kajian: Kota Semarang, Jawa Tengah Lina Adi Wijayanti lina.adiwijayantigmail.com Zuharnen h_harnen21yahoo.co.id ABSTRACT - PEMANFAATAN CITRA QUICK

Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Mengetahui kemampuan citra Quickbird untuk mengidentifikasi faktor penyebab kecelakaan lalu lintas (2) Menghasilkan model spasial tingkat kerawanan kecelakaan lalu lintas (3) Mengetahui tingkat akurasi model spasial daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Tingkat kerawanan kecelakaan pada penilitian ini diperoleh melalui metode pengharkatan berjenjang tertimbang dengan melakukan ovelay dari beberapa peta parameter penyebab kecelakaan lalu lintas. Hasil uji akurasi interpretasi untuk masing- masing parameter penyebab kecelakaan lalu lintas berkisar antara 73,33% hingga 100%. Berdasarkan dari hasil pengolahan, model daerah rawan kecelakaan hanya mencakup dua kelas yaitu rawan dan tidak rawan serta tidak ada ruas jalan yang termasuk dalam kelas sangat rawan. Tingkat Akurasi model adalah sebesar 44%
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

ANALISIS KERENTANAN KEBAKARAN PERMUKIMAN  DENGAN APLIKASI CITRA QUICKBIRD DAN   Analisis Kerentanan Kebakaran Permukiman Dengan Aplikasi Citra Quickbird Dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus di Kecamatan Gondokusuman, Mergangsan, dan Umbulharjo, Kot

ANALISIS KERENTANAN KEBAKARAN PERMUKIMAN DENGAN APLIKASI CITRA QUICKBIRD DAN Analisis Kerentanan Kebakaran Permukiman Dengan Aplikasi Citra Quickbird Dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus di Kecamatan Gondokusuman, Mergangsan, dan Umbulharjo, Kot

Penelitian yang berjudul “Analisis Kerentanan Kebakaran Permukiman dengan Aplikasi Citra Quickbird dan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus di Kecamatan Gondokusuman, Mergangsan, dan Umbulharjo, Kota Yogyakarta)” ini disusun untuk memenuhi syarat dalam memperoleh gelar Sarjana pada Program Studi Geografi, Fakultas Geografi, Universitas Muhammadiyah Surakarta. Tulisan ini berisi tentang besarnya tingkat ketelitian interpretasi Citra Quickbird dalam menyadap variabel penentu kelas kerentanan kebakaran permukiman, gambaran pewilayahan kelas kerentanan kebakaran permukiman, serta faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanan kebakaran permukiman.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM I

PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM I

Kualitas permukiman merupakan parameter penting dalam suatu perkotaan. Penginderaan jauh adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengkaji permukiman pada wilayah yang luas. Citra penginderaan jauh yang dapat digunakan untuk kajian wilayah perkotaan adalah citra Quickbird dengan resolusi spasial yang tinggi yaitu berkisar 2,6 m setiap bandnya. Desa Maguwoharjo merupakan salah satu desa yang memiliki pertumbuhan penduduk yang semakin padat, hal ini dicirikan dengan semakin padatnya rumah penduduk. Kepadatan permukiman ini akan banyak menimbulkan permasalahan kota. Kualitas permukiman ditentukan berdasarkan beberapa parameter yaitu kepadatan rumah, tata letak, lebar jalan, kondisi jalan, kondisi halaman, pohon pelindung, lokasi permukiman, kerawanan bencana, air bersih dan sanitasi. Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah salah satu alat untuk melakukan analisis spasial berbasis pemodelan. SIG membantu dalam pemodelan penilaian kualitas permukiman dengan metode kuantitatif berjenjang tertimbang. Penilaian dan pemetaan kualitas permukiman ini diharapkan mampu untuk menunjukkan persebaran kualitas permukiman di Desa Maguwoharjo DIY.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Menggunakan Citra Quickbird di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta

Analisis Kualitas Lingkungan Permukiman Menggunakan Citra Quickbird di Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta

Lebar jalan masuk permukiman diartikan sebagai jalan yang menghubungkan jalan lingkungan perumahan dengan jalan utamanya. Penilaian parameter ini dimaksudkan untuk mengetahui mudah tidaknya transportasi dari dan ke blok permukiman yang bersangkutan. Dengan resolusi spasial yang dimliki Citra Quickbird, perbedaan jalan antara ruas satu dengan yang lain dapat dengan mudah dibedakan. Untuk memperoleh peta jarak jalan terhadap jalan utamanya, ketentuan klasifikasi pada Tabel 4.

5 Baca lebih lajut

Analisa Ketelitian Planimetris Citra Quickbird Guna Menunjang Kegiatan Administrasi Pertanahan (Studi Kasus: Kabupaten Gresik, 7 Desa Prona)

Analisa Ketelitian Planimetris Citra Quickbird Guna Menunjang Kegiatan Administrasi Pertanahan (Studi Kasus: Kabupaten Gresik, 7 Desa Prona)

menentuan besar akurasi horizontal penggunaan data citra sebagai peta dasar menggunakan 13 titik uji (ICP) yang tersebar merata didapat nilai akaurasi horizontal sebesar 0.711 meter. Nilai tersebut menurut peraturan Perka BIG Nomor 15 Tahun 2014 tentang pedoman teknis ketelitian peta dasar masuk memenuhi standart ketelitian peta dasar dengan skala 1 : 2500 dan skala 1 : 10000. Namun tidak memenuhi skala 1 : 1000. Kemudian dalam menunjang kegiatan admnistrasi pertanahan menurut hasil dari penilitian ini hanya mampu memenuhi untuk proses penggunaan standart ketelitian 1:2500 atau lebih besar untuk daerah pertanian dan 1:10000 atau lebih besar untuk daerah perkebunan besar.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS KONDISI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD  Analisis kondisi kualitas lingkungan permukiman menggunakan citra quickbird di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman.

ANALISIS KONDISI KUALITAS LINGKUNGAN PERMUKIMAN MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD Analisis kondisi kualitas lingkungan permukiman menggunakan citra quickbird di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman.

Puji syukur atas limpahan rahmat dan kekuatan batin yang di anugerahkan Allah SWT sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “ Analisis kondisi kualitas lingkungan permukiman menggunakan citra quickbird di Kecamatan Depok Kabupaten Sleman ”. Skripsi ini di ajukan guna untuk melengkapi syarat dalam menempuh ujian sarjana S1 pada Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM ANALISIS KESEHATAN LINGKUNGAN

PEMANFAATAN CITRA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DALAM ANALISIS KESEHATAN LINGKUNGAN

Citra penginderaan jauh dapat digunakan dalam pengindentifikasian, pemantauan dan pengendalian karakteristik fisik pada lingkungan secara mutakhir atau up to date. Penginderaan jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh informasi tentang suatu obyek, daerah, atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dengan suatu alat tanpa kotak langsung dengan obyek, daerah, atau fenomena yang dikaji (Lillesand dan Kiefer, 1979:1). Data yang diperoleh melalui penginderaan jauh, yang salah satunya merupakan citra digital, memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu yang menentukan hasil kenampakan dalam citra, hal ini biasa disebut dengan resolusi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PEMETAAN GREENWAYS MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DI KOTA SURAKARTA

PEMETAAN GREENWAYS MENGGUNAKAN CITRA QUICKBIRD DI KOTA SURAKARTA

Pemahaman tentang greenways akan lebih efektif jika dilakukan secara spasial, dalam hal ini misalnya menggunakan data penginderaan jauh. Salah satu media yang dapat digunakan adalah citra Quickbird, serta dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG), maka dapat diperoleh informasi parameter-parameter greenways, dan klasifikasi greenways di Kota Surakarta.

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Tahun 2006 Dan 2014 Berdasarkan Citra Quickbird.

PENDAHULUAN Analisis Perubahan Penggunaan Lahan Kecamatan Sewon Kabupaten Bantul Tahun 2006 Dan 2014 Berdasarkan Citra Quickbird.

Informasi tentang permukaan bumi yang semakin berkembang menyebabkan kegiatan pemetaan di Indonesia semakin meningkat. Kegiatan pemetaan dapat dilakukan dengan dua macam teknologi yaitu Penginderaan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografi (SIG). Penginderaan jauh merupakan aktifitas penyadapan informasi tentang obyek atau gejala di permukaan bumi tanpa melalui kontak langsung. Data dari hasil penginderaan jauh dapat berupa citra dan foto udara. Citra fotografik adalah foto udara yang diperoleh dari pemotretan udara dengan menggunakan pesawat terbang atau wahana terbang lainnya. Citra pada penelitian ini berguna sebagai data dasar untuk mendapatkan data penggunaan lahan, dan data penggunaan lahan tersebut digunakan untuk membuat peta perubahan penggunaan lahan.
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

Studi Komparasi Pemetaan Penggunaan/Penutupan Lahan Melalui Citra Landsat dan Citra Quickbird. Studi kasus: Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Hulu, Bogor.

Studi Komparasi Pemetaan Penggunaan/Penutupan Lahan Melalui Citra Landsat dan Citra Quickbird. Studi kasus: Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Hulu, Bogor.

Fusi citra adalah proses dimana dua atau lebih gambar digabungkan menjadi satu gambar dengan mempertahankan fitur penting dari masing-masing gambar asli (Hill et al, 2002). Sedangkan menurut Liu dan Mason (2009), fusi citra adalah perpaduan citra komposit warna yang memiliki resolusi spasial lebih rendah dengan citra pankromatik yang memiliki resolusi lebih tinggi sehingga menghasilkan citra komposit warna beresolusi tinggi. Tujuan utama untuk fusi citra adalah untuk mengingkatkan kualitas informasi yang terkandung pada gambar output dalam proses yang dikenal sebagai sinergi. Sebuah studi dilakukan oleh Michell (2010) tentang teknik fusi citra dan aplikasi yang ada menunjukkan bahwa fusi citra dapat memberikan kita dengan gambar output dengan peningkatan kualitas. Dalam hal ini, manfaat dari fusi citra meliputi:
Baca lebih lanjut

133 Baca lebih lajut

s geo 0705517 chapter v

s geo 0705517 chapter v

Citra Quickbird digunakan dalam penelitian ini karena resolusi spasial 0,6 meter, citra quickbird dapat menunjang dalam mengekstrak data kepadatan bangunan industri, selain mengekstrak data kepadatan bangunan, citra Quickbird juga dapat digunakan dalam mengevaluasi kesesuaian lokasi industri di Wilayah Tegallega dengan Rencana Tata Ruang Kota Bandung. Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik beberapa kesimpulan berdasarkan rumusan masalah yang diambil sebagai berikut :

Baca lebih lajut

aplikasi citra resolusi tinggi untuk penilaian kondisi mangrove di beberapa negara

aplikasi citra resolusi tinggi untuk penilaian kondisi mangrove di beberapa negara

Studi terhadap struktur hutan untuk tujuan silvikultur dengan menggunakan parameter biofisik (kerapatan batang, area basal, biomassa) yang tergambar pada citra Quickbird dilakukan oleh Satyanarayana (2011) di Delta Kelantan, Malaysia. Hasil klasifikasi terselia terhadap citra Quickbird berupa peta penggunaan/tutupan lahan. Spesies mangrove yang paling banyak dan benar berdasarkan cek lapangan adalah adalah A.alba, N dan S. Caseolaris fruticans. Berdasarkan perhitungan, hutan mangrove yang lebat hanya menempati areal seluas 339,6 hektar walaupun terdapat pada daerah delta yang luasnya 1200 hektar. Pada peta penutup lahan, sebagian besar ditunjukkan oleh warna hijau gelap, menegkpresikan nilai NDVI yang tinggi (0,5-0,8), hijau cerah menunjukkan NDVI moderat (0,2-0,5) dan rendah NDVI hijau muda (0,1-0,2). Rata-rata nilai NDVI di tujuh lokasi adalah 0,38-0,68. Hasil analisis regresi terhadap nilai NDVI, kerapatan, area basal menunjukkan hubungan yang lemah, tetapi cukup signifikan antara NDVI dengan densitas. Berdasarkan analisis NDVI juga dapat diketahui bahwa pohon-pohon dewasa tidak selalu menunjukkan biomassa yang lebih besar, kecuali jika mereka tumbuh di tempat yang cocok (huidrologi, antropogenik, dan iklim).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMODELAN PREDIKSI KERAWANAN PENYAKIT MALARIA MENGGUNAKAN METODE ORDINARY LEAST SQUARE (OLS) DI SEBAGIAN KABUPATEN KULON PROGO Oleh Dini Rachmadhani dinirachmadhanigmail.com Prima Widayani primawidayaniugm.ac.id ABSTRAK - PEMODELAN PREDIKSI KERAWANAN PENY

PEMODELAN PREDIKSI KERAWANAN PENYAKIT MALARIA MENGGUNAKAN METODE ORDINARY LEAST SQUARE (OLS) DI SEBAGIAN KABUPATEN KULON PROGO Oleh Dini Rachmadhani dinirachmadhanigmail.com Prima Widayani primawidayaniugm.ac.id ABSTRAK - PEMODELAN PREDIKSI KERAWANAN PENY

. Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu wilayah endemis malaria tidak hanya di Daerah Istimewa Yogyakarta namun juga di wilayah Pulau Jawa. Kecamatan yang termasuk daerah endemik penyakit malaria di Kabupaten Kulonprogo yaitu Kecamatan Girimulyo dan Kokap. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kemampuan citra Quickbird dalam identifikasi parameter, identifikasi tingkat kerawanan malaria, dan melakukan pemodelan prediksi kerawanan malaria. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian yaitu metode kuantitatif. Analisis yang digunakan dalam melakukan tujuan pertama yaitu menggunakan matriks uji ketelitian, untuk tujuan kedua menggunakan teknik overlay dan dilakukan klasifikasi, sedangkan untuk tujuan ketiga menggunakan metode OLS. Hasil yang diperoleh untuk interpretasi penggunaan lahan memiliki nilai ketelitian sebesar 93.63% dan 95% untuk kerapatan vegetasi. Tingkat kerawanan malaria paling tinggi berada di sebagian Kecamatan Kokap dan Kecamatan Pengasih, sedangkan berdasarkan hasil prediksi Kelurahan Purwosari, kelurahan Jatimulyo, dan Kelurahan Hargotirto memiliki prediksi tingkat kerawanan yang tinggi.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk Pemodelan Spasial Potensi Karbon Monoksida (CO) Ambien (Studi Kasus: Kecamatan Ngampilan dan Gondomanan) Santi Apriyani santiapriani15gmail.com R. Suharyadi suharyadirugm.ac.id Abstract - P

Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi untuk Pemodelan Spasial Potensi Karbon Monoksida (CO) Ambien (Studi Kasus: Kecamatan Ngampilan dan Gondomanan) Santi Apriyani santiapriani15gmail.com R. Suharyadi suharyadirugm.ac.id Abstract - P

klasifikasi lebar jalan di Kecamatan Ngampilan dan Kecamatan Gondomanan, sebagian besar jalan yang berada di kedua kecamatan tersebut memiliki lebar 4 – 6 meter dan >6 meter. Hanya sebagian kecil wilayah saja yang memiliki lebar jalan <4 meter. Ruas jalan yang memiliki lebar jalan <4 meter adalah ruas jalan di daerah permukiman tidak teratur, salah satunya adalah Jalan Lobaningrum. Jalan Lobaningrum memiliki lebar di Citra Quickbird kurang lebih 3 meter (5 piksel), sedangkan lebar jalan di lapangan sebesar 2,8 meter. Hal yang serupa juga terjadi pada ruas jalan lain yang dijadikan sampel. Hasil yang diperoleh tidak terlalu jauh.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS KESELARASAN LETAK BANGUNAN DAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP PERATURAN SEMPADAN  Analisis Keselarasan Letak Bangunan Dan Pemanfaatan Lahan Terhadap Peraturan Sempadan Sungai Menggunakan Citra Satelit Quickbird (Kasus Sepanjang Sungai Code, Kota Yogy

ANALISIS KESELARASAN LETAK BANGUNAN DAN PEMANFAATAN LAHAN TERHADAP PERATURAN SEMPADAN Analisis Keselarasan Letak Bangunan Dan Pemanfaatan Lahan Terhadap Peraturan Sempadan Sungai Menggunakan Citra Satelit Quickbird (Kasus Sepanjang Sungai Code, Kota Yogy

Data yang dikumpulkan terdiri atas dari data fisik bangunan di sekitar wilayah sempadan Sungai Code, data fisik penggunaan lahan, data Satelit Citra Quickbird sebagian wilayah Kota Yogyakarta, data batas administrasi, batas penentuan sempadan Sungai Kali Code wilayah Kota Yogyakarta, dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 63 Tahun 1993. Penelitian dilakukan dengan mengkaji keselarasan letak bangunan dan pemanfaatan lahan dengan aturan sempadan sungai yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum/Per.Men.PU No. 63/PRT/1993. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah interpretasi penggunaan lahan melalui citra penginderaan jauh dan plotting sampel
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Sebaran Ground Control Point terhadap Ketelitian Objek pada Peta Citra Hasil Ortorektifikasi

Analisis Pengaruh Sebaran Ground Control Point terhadap Ketelitian Objek pada Peta Citra Hasil Ortorektifikasi

Seperti yang ditunjukkan pada Tabel 5, pada peta citra Ikonos, hasil perhitungan rata-rata dari selisih jarak di monitor terhadap jarak di lapangan adalah sebesar 0,86 meter. Bila selisih ukuran jarak rata- rata hasil pengukuran di layar monitor terhadap hasil ukuran lapangan sebesar ∆d, maka tingkat keragu-raguan (σ) hasil pengukuran jarak dapat diestimasi sebesar 0,5 x ∆d, yaitu sebesar 0,43 meter. Dengan mengambil tingkat keyakinan 3 σ (99,73%), maka tingkat keragu-raguan ukuran menjadi atau σ = 3 x 0,5 x ∆d, yaitu sebesar 1,29 meter. Harga σ diasumsikan harus lebih kecil dari 0,5 mm x bilangan skala (bs) peta. Dengan mengambil peluang kepercayaan 90%, maka bilangan skala dapat dihitung menggunakan rumus (bs) = [(1,645 x σ) / 0,5 mm] = (1,645 x 1,29 meter)/(0,0005 meter) = 4255,46 ≈ 4300. Hal tersebut menunjukkan bahwa ketelitian objek yang terdapat pada peta citra Ikonos dengan RS 1,0 meter masih memenuhi untuk skala 1 : 4.300 atau dibulatkan menjadi 1 : 4.500. Dengan cara yang sama berlaku untuk peta citra Quickbird dengan RS 0,68 meter, maka ketelitian masih memenuhi untuk skala 1 : 1.569 atau dibulatkan menjadi 1 : 2.000.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENENTUAN LOKASI WISATA BAHARI MENYELAM DAN SNORKELING BERDASARKAN ANALISIS DATA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI SEBAGIAN PERAIRAN PULAU KEMUJAN, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH Sammy Arkoun Serageldin Sammy.arkoun.smail.ugm.ac.id Projo Danoedoro

PENENTUAN LOKASI WISATA BAHARI MENYELAM DAN SNORKELING BERDASARKAN ANALISIS DATA QUICKBIRD DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DI SEBAGIAN PERAIRAN PULAU KEMUJAN, KABUPATEN JEPARA, JAWA TENGAH Sammy Arkoun Serageldin Sammy.arkoun.smail.ugm.ac.id Projo Danoedoro

Dari citra Quickbird yang telah dilakukan beberapa koreksi dan trasnformasi, ada 2 parameter penting yang bisa diturunkan dari citra tersebut, yaitu sebaran terumbu karang dan kejernihan perairan. Sebaran terumbu karang diperoleh melalui proses klasifikasi multi spektral terselia dengan memilih sampel sendiri. Hasil klasifikasinya yaitu kelas terumbu karang dan kelas bukan terumbu karang. Sedangkan parameter kejernihan perairan diperoleh dengan interpretasi secara visual, yaitu dengan asumsi perairan akan jernih ketika berdekatan dengan kelompok terumbu karang.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Klasifikasi habitat perairan dangkal dari citra satelit quickbird menggunakan metode kecerdasan buatan

Klasifikasi habitat perairan dangkal dari citra satelit quickbird menggunakan metode kecerdasan buatan

This research was conducted in Seribu Islands of DKI Jakarta province, from March to June 2009. The research objectives were to develop methods of ANN classification algorithm to map shallow water habitats, and to test the classification accuracy rate from image Quickbird satellite data with the standard method of ANN BP and AdaBoost algorithms. Primary data collected through remote sensing data and field surveys, while secondary data were collected from relevant research. Classification of digital image analysis using unsupervised classification ANN-SOM algorithm and supervised classification of BP and AdaBoost algorithm. The results showed that ANN-SOM algorithm to cluster shallow water habitats by Quickbird satellite show a pattern and a good performance after the input data is corrected using the method of invariant Deep Index (Lyzenga algorithm); ANN-BP and ANN-AdaBoost algorithm can mapp shallow water habitats classess; live coral, dead coral, sand, seagrass, sand mixed seagrass, sand mix coral; ANN-BP algorithm requires a number of iterations of 5.600 to recognize objects with cross entropy 0.20, while the AdaBoost algorithm requires the number of iterations 280, relatively little with quadratic error 0:24 until iteration stopping; level of classification accuracy thematic shallow water habitats training ANN-BP algorithm is obtained overall accuracy of 82.79% and 83.61% ANN-AdaBoost. Correction position shows the value of Delta E ranges between 0.4 - 6.7 meters, which explains that the positioning accuracy is better, although not optimal as using Differential GPS. Keywords: Shallow Water Classification, Quickbird, Algorithm, ANN-SOM,
Baca lebih lanjut

180 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects