COBIT 4

Top PDF COBIT 4:

AUDIT SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA BERDASARKAN STANDAR CONTROL OBJECTIVES FOR INFORMATION AND RELATED TECHNOLOGY (COBIT 4.0) | Rosalika | Jurnal Infra 842 1494 1 SM

AUDIT SISTEM INFORMASI PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS KRISTEN PETRA BERDASARKAN STANDAR CONTROL OBJECTIVES FOR INFORMATION AND RELATED TECHNOLOGY (COBIT 4.0) | Rosalika | Jurnal Infra 842 1494 1 SM

Pada penelitian ini, teknik perhitungan nilai audit menggunakan model evaluasi kematangan COBIT yang berdasarkan poin – poin sesuai pencapaian dan kelengkapan proses yang dimiliki perpustakaan. Menurut Pederiva, ada dua hal penting yang perlu dilakukan dalam tahap awal evaluasi yaitu kriteria untuk memilih proses – proses yang dievaluasi dan metode untuk mengukur tingkat kedewasaan organisasi berdasarkan pedoman Model Kedewasaan COBIT. [4]. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi ini berbentuk kuesioner yang berasal dari Model Kedewasaan COBIT serta bergantung pada konsep skenario, di mana setiap tingkat kedewasaan dianggap sebagai skenario.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Analisis Tingkat Kematangan Proses Digitalisasi Koleksi Buku Langka Perpustakaan Nasional RI Menggunakan COBIT 4.1

Analisis Tingkat Kematangan Proses Digitalisasi Koleksi Buku Langka Perpustakaan Nasional RI Menggunakan COBIT 4.1

Penelitian yang menggunakan COBIT 4.1. sebagai standard penilaian ini telah memperlihatkan nilai tingkat kematangan proses digitalisasi di Perpusnas RI adalah berada pada level defined dengan nilai 2.89. Pada level ini proses digitalisasi sudah dilakukan dengan cukup baik dan prosesnya sudah baku. Kontrol telah dilakukan dan telah didokumentasikan. Manajemen mampu menangani masalah kontrol yang sering muncul, meskipun beberapa kelemahan kontrol masih tetap muncul. Masing-masing karyawan yang terlibat secara langsung dengan proses digitalisasi menyadari tanggung jawab masing-masing. Kinerja proses digitalisasi sudah cukup baik karena dapat memenuhi tujuan dan sasaran Perpusnas RI sesuai dengan tugas dan fungsi Bidang Transformasi Digital Perpusnas RI. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai rekomendasi untuk membenahi bagian-bagian yang masih kurang nilai tingkat kematangannya dan meningkatkan bagian-bagian yang sudah bernilai baik sehingga pencapaian tujuan Perpusnas RI terkait proses digitalisasi dapat dilakukan dengan lebih maksimal.
Baca lebih lanjut

98 Baca lebih lajut

KESIMPULAN DAN SARAN  Analisis Tata Kelola TI Dengan Menggunakan Metode Cobit 4.1 (Studi Kasus : BPR Danagung Bakti Yogyakarta).

KESIMPULAN DAN SARAN Analisis Tata Kelola TI Dengan Menggunakan Metode Cobit 4.1 (Studi Kasus : BPR Danagung Bakti Yogyakarta).

Purwanto . Y.. & Shaufiah . (2010. November 13). Audit Teknologi Informasi Dengan Cobit 4.1 Dan Is Risk Assessment (Studi Kasus Bagian Pusat Pengolahan Data PTS XYZ). Konferensi Nasional Sistem dan Informatika. Rhamadhanty. D. (2010. Juni). Penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi Dengan

7 Baca lebih lajut

Audit Manajemen Kontrol dengan Studi Kasus Rumah Sakit Santo Yusuf dengan Menggunakan Cobit 4.1 Framework.

Audit Manajemen Kontrol dengan Studi Kasus Rumah Sakit Santo Yusuf dengan Menggunakan Cobit 4.1 Framework.

Kinerja perusahaan manggambarkan bagaimana perusahaan tersebut berjalan. Untuk itu perusahaan membutuhkan suatu rencana kerja yang dapat menjadi pedoman bagi perusahaan menjalankan perusahaan mereka. Dalam proses pemenuhan perencanaan ini dibutuhkan audit manajemen kontrol. Manajemen kontrol adalah hal yang penting untuk dilakukan oleh sebuah perusahaan. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya sistematis untuk membandingkan kinerja antara standar yang telah ditentukan, rencana dan tujuan. Manajemen kontrol dimaksudkan untuk menentukan apakah kjnerja sesuai dengan standar- standar tersebut dan sampai mana tingkat pemenuhan atau pencapaiannya (Strategic IT Plan) untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan. Audit manajemen kontrol ini menggunakan framework COBIT 4.1.COBIT 4.1 menyediakan praktek atau penggunaan yang baik dalam menguraikan bidang dan proses framework dan aktivitas waktu kini dalam struktur yang logis dan dapat dikendalikan. Penggunaan yang baik dari COBIT menggambarkan konsensus atau mufakat dari experts. Praktek atau penggunaan ini akan membantu dalam mengoptimalkan IT memungkinkan para investment, memastikan service delivery dan menyediakan ukuran yang mana untuk menilai atau mempertimbangkan saat berbagai hal dilakukan dengan tidak benar. Dengan demikian diharapkan semua rencana kerja yang dibuat dapat berjalan dengan baik serta pelayanan RS. Santo Yusup dapat menjadi lebih baik lagi.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENILAIAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN MODEL COBIT 4.1

PENILAIAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK MENGGUNAKAN MODEL COBIT 4.1

Copyright © 2017 – ILKOM Jurnal Ilmiah -- All rights reserved | 358 Gambar 2 menunjukkan beberapa tahapan penelitian yang dilakukan. Pada tahapan 1 studi pustaka didalamnya ada studi penelitian yang terdahulu kemudian mempelajari model cobit 4.1 khususnya pada domain DS1, kemudian memahami objek penelitian. hasil tahap ini diperoleh ilmu dasar dalam meneliti. Pada tahap 2 dilakukan pengumpulan data dimana dalam pengumpulan data ini beberapa hal yang dilakukan diantaranya: pembuatan kuesioner, menentukan dan mengambil data kuesioner. Setelah data dikumpulkan selanjutnya dilakukan tahapan 3 analisis data. Pada tahapan ini beberapa hal yang dilakukan diantaranya pengumpulan data, perhitungan data. Hasil perhitungan merupakan dasar menuju tahap 4 Usulan perbaikan pengelolaan IT. Adapun cara menilai menggunakan model Cobit dapat di ilustrasikan pada Gambar 4 berikut:
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

 ITS Master 18843 Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Pengelolaan Service Desk Dan Insiden Menggunakan Cobit 4

ITS Master 18843 Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Pengelolaan Service Desk Dan Insiden Menggunakan Cobit 4

Setelah mendapatkan tujuan IT yang difokuskan pada COBIT Balance Scorecard tersebut, maka tujuan IT tersebut dipetakan pada proses IT. Sesuai dengan standar COBIT mengenai pemetaan tujuan IT ke proses IT, maka proses IT yang berkaitan dengan IT Goals no.3 dan IT Goals no.23 meliputi antara lain PO8 Manage Quality , AI4 Enable Operation and Use , DS1 Define and Manage Service Levels , DS2 Manage Third-Party Services , DS3 Manage Performance and Capacity , DS4 Ensure Continous Service , DS7 Educate and Train Users , DS8 Manage Service Desk and Incidents , DS10 Manage Problems dan DS 13 Manage Operations . Penelitian ini difokuskan pada proses IT: DS8 Manage Service Desk and Incidents . Alasan pemilihan proses IT ini disebabkan tiga hal, yaitu:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

1 1 Teknik Informatika FTIK UNIKOM

1 1 Teknik Informatika FTIK UNIKOM

Perhitungan tingkat kematangan proses-proses TI terpilih dilakukan secara bertahap untuk setiap proses TI. Perhitungan tersebut dilakukan dengan menggunakan COBIT 4.1-Maturity Assessment Tools dimana untuk setiap proses TI terpilih yang akan dihitung tingkat kematangannya telah disediakan daftar pernyataan atau pertanyaannya berupa worksheet yang berisi langkah / tahap detail dari proses TI terpilih. Auditi atau responden langsung memberikan score penilaian dan persetujuan sesuai dengan score dan skala yang ada untuk setiap pernyataan yang disediakan sesuai dengan kondisi existing tata kelola TI UNIVERSITAS PQR. Setiap pernyataan atau pertanyaan
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB VIII Control Objective for Information and related Technology (COBIT) - Bab 8   COBIT

BAB VIII Control Objective for Information and related Technology (COBIT) - Bab 8 COBIT

Dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA (Information Systems Audit and Control Association) pada tahun 1996. hingga saat artikel ini dimuat setidaknya sudah ada 5 versi COBIT yang sudah diterbitkan, versi pertama diterbitkan pada tahun 1996, versi kedua tahun 1998, versi 3.0 di tahun 2000, Cobit 4.0 pada tahun 2005, CObit 4.1 tahun 2007 dan yang terakhir ini adalah Cobit versi 5 yang di rilis baru-baru saja.

10 Baca lebih lajut

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan (55)

Seminar Nasional Teknologi Informasi dan (55)

Model referensi proses COBIT 5 adalah penerus dari model proses COBIT 4.1, dengan Risk IT dan Val IT model proses yang terintegrasi juga. Gambar 2.5. menunjukkan set lengkap dari tiga puluh tujuh (37) tata kelola dan manajemen proses dalam COBIT 5 [15]. Proses Tata Kelola diwakili oleh domain Evalua te, Direct and Monitor (EDM) atau Mengevaluasi, Mengarahkan dan Memantau. Sedangkan proses Manajemen diterjemahkan dalam domain Plan, Build, Run and Monitor (PBRM) yang terdiri dari domain Align, P lan and Organise (APO), Build, Acquire and Implement (BAI), Deliver, Service and Support (DSS) dan yang terakhir adalah Monitor, Evaluate and Assess (MEA).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

 M01620

M01620

Framework COBIT 4.1 digunakan dalam melakukan audit pada Sistem Informasi Produksi UD. Wreksa Rahayu. Proses input data produksi berfungsi untuk memasukkan data-data bahan baku kayu sesuai dengan jenisnya sehingga dapat dilihat jenis kayu hasil produksi dan jumlah kayu yang siap untuk dijual, sehingga memberikan informasi secara cepat tepat dan akurat bagi Bagian Gudang, Bagian Penjualan, dan Pemilik Perusahaan UD. Wreksa Rahayu. Audit sistem informasi menggunakan framework COBIT 4.1 pada Sistem Informasi Produksi UD. Wreksa Rahayu bertujuan untuk mengukur kinerja SI.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Audit TeNOSS Menggunakan COBIT 5 pada Domain Deliver, Service and Support (DSS) TeNOSS Audit Using COBIT 5 on Deliver, Service and Support (DSS) Domain

Audit TeNOSS Menggunakan COBIT 5 pada Domain Deliver, Service and Support (DSS) TeNOSS Audit Using COBIT 5 on Deliver, Service and Support (DSS) Domain

Model penilaian pada COBIT 5 berbeda dengan penilaian pada COBIT 4.1. Produk dari COBIT 5 termasuk dalam process capability model yang proses penilaiannya menggunakan ISO/IEC 15504 [10]. Process Capability Model merupakan pedoman untuk mengukur peformansi dari setiap proses dan peningkatan pada area yang telah diinginkan dengan memberikan skor pada masing- masing proses. Pada process capability levels ada enam tingkatan kapabilitas yang dapat dicapai oleh proses tatakelola yaitu level 0 sampai 5 ( performed process, managed process, established process, predictable process, optimizing process) yang ditunjukkan seperti gambar 2.4 dan process attribute yang terdiri dari 9 atribut seperti gambar 2.5.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

AUDIT SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN STAND

AUDIT SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN STAND

dan kedetailan proses – prosesnya. Standar COBIT 4.1 merupakan Standar untuk mengaudit penggunaan sebuah TI dan digunakan sebagai acuan untuk menghasilkan dokumen ( temuan dan rekomendasi ) yang merupakan hasil audit sistem informasi pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur. Hasil dari penelitian ini dapat diharapkan dapat membantu manajemen dalam pengambilan keputusan demi perbaikan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Telematika yang ada sehingga dapat bermanfaat guna kemajuan organisasi.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

ANALISIS KEMATANGAN TATA KELOLA INFORMASI SERVICE DESK DAN INSIDEN DI YAYASAN PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

ANALISIS KEMATANGAN TATA KELOLA INFORMASI SERVICE DESK DAN INSIDEN DI YAYASAN PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

Improvement of service to the community demands performance, akuntanbilitas and transparency is a need for an institution, not only through the results of a product or service itself, but today are also included related service management processes. The research was conducted at the maturity analysis of the condition of the information technology governance service desk and incident. Process maturity measurement performed on the service desk and service management of the incident using COBIT 4.1 framework. Assessment is done by considering the maturity level of maturity COBIT attribute values which include: Awareness and Communication, Policies Standards and Procedures, Tools and Automation, Skill and Expertise, Responsibilities and Accountabilities, Goal setting and Measurement.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

TESIS EVALUASI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN MODEL COBIT FRAMEWORK 4.1 (STUDI KASUS: PT.PRUDENTIAL INDONESIA)

TESIS EVALUASI PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN MODEL COBIT FRAMEWORK 4.1 (STUDI KASUS: PT.PRUDENTIAL INDONESIA)

Analisis dilakukan dengan meninjau dari hasil pemodelan COBIT 4.1 yang telah dilakukan sehingga dapat ditarik kesimpulan. Sebagai salah satu tujuan dalam tulisan ini adalah untuk menemukan bagian mana saja proses yang masih dibawah level 3 dan sudah mencapai level 3 sehingga dapat dilakukan perbaikan dan saran-saran sebagai bahan pertimbangan dengan mengacu pada hasil pemodelan. Bagian domain yang masih kurang dan belum matang akan diteliti lebih rinci. Dari penelitian yang telah dilakukan oleh penulis dimana penulis telah berusaha untuk mencari tahu bagian-bagian yang memiliki kesenjangan tertentu antara keempat domain yang berlaku. Sehingga penulis menetapkan hanya meneliti pada pada dua domain PO dan ME. hasil prapenelitian juga menunjukan bahwa AI dan DS telah mencapai level 3 (Defined Process) sedangkan hasil pada PO dan ME masih pada level 2.56. Tujuan yang diharapkan pada tingkat kematangan pada kantor keagenan Prufutureteam untuk periode tahun 2013 sampai tahun 2016 adalah pada level 3 sehingga penelitian ini akan mengutamakan pemembahas pada topik “are we doing the right things?” dan “Are we getting the benefits?” yang berhubungan dengan PO dan ME.
Baca lebih lanjut

173 Baca lebih lajut

COBIT 41 - UDiNus Repository

COBIT 41 - UDiNus Repository

COBIT 4.1 Who A governance and control framework needs to serve a variety of internal and external stakeholders, each of whom has specific needs: • Stakeholders within the enterprise [r]

213 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  AUDIT TINGKAT KEMATANGAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI PALEMBANG MENGGUNAKAN COBIT QUICKSTART.

TINJAUAN PUSTAKA AUDIT TINGKAT KEMATANGAN PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI DI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI MUSI PALEMBANG MENGGUNAKAN COBIT QUICKSTART.

Penelitian tentang penggunaan framework COBIT sebagai petunjuk penerapan teknologi enterprise 2.0. Hasil penggunaan framework COBIT 4.1 secara sukses mengimpementasikan enterprise 2.0 tersebut dengan menyediakan tata kelola untuk memastikan bahwa resiko yang akan terjadi dapat teridentifikasi,

4 Baca lebih lajut

Assessment tingkat kapabilitas sumber daya layanan akademik menggunakna kerangka kerja (framework) Cobit 5 Process assessment Model (PAM) : (studi kasus : STIKOM Poltek Cirebon)

Assessment tingkat kapabilitas sumber daya layanan akademik menggunakna kerangka kerja (framework) Cobit 5 Process assessment Model (PAM) : (studi kasus : STIKOM Poltek Cirebon)

Menurut ISO/IEC 15504-4, assessment process adalah aktifitas yang dilakukan sebagai bagian dari inisiatif perbaikan proses ataupun bagian dari pendekatan determinasi kapabilitas proses. Perbaikan proses mempunyai tujuan secara kontinyu meningkatkan efektifitas dan efisiensi perusahaan. Sedangkan determinasi kapabilitas proses mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan dan risiko dari proses tertentu dengan mengambil referensi kepada requirement proses tersebut dan penyelerasannya terhadap kebutuhan bisnis, sehingga metodologi ini mudah dipahami, logis, repeatable, reliable, dan robust untuk menilai kapabilitas proses-proses TI.
Baca lebih lanjut

110 Baca lebih lajut

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN FRAMEWORK COBIT 5 DOMAIN EDM01 PADA POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL.

ANALISIS TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI DENGAN FRAMEWORK COBIT 5 DOMAIN EDM01 PADA POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA TEGAL.

The application of utilization in information technology as a supporter the achievement of a goal and targets of organization or agencies should be accompanied by the efficiency funds .Therefore , IT governance shall be done to improve effectiveness of the use of information technology and to support efficiency in organization .This research attempts to know the level capabilities ( capability level ) and hope the management about regulating and maintenance of the framework of governance information technology in polytechnic Harapan Bersama tegal .Framework used as a reference is cobit 5 in domain evaluate , direct , and monitors ( EDM01 ) . With conducting observations , interviews and the spread of the questionnaire obtained outcomes PA1.1 is 45,61 % and the level capabilities reached is the level of 0 ( incomplete process ) .With a capabilities to be achieved is the level of 2. obtained gap capabilities level of 2. This measure hopefully can help the regulations and maintenance governance information technology and support the performance the application of information technology in polytechnic in order to help decision-making in developing information technology to suit the needs of business and expectations of society.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...