Concentric Tube

Top PDF Concentric Tube:

Studi Variasi Beban Pendinginan Di Evaporator Low Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube Dengan Fluida Kerja Refrigeran Musicool-22 Di High Stage Dan R-404a Di Low Stage

Studi Variasi Beban Pendinginan Di Evaporator Low Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube Dengan Fluida Kerja Refrigeran Musicool-22 Di High Stage Dan R-404a Di Low Stage

Abstrak — Salah satu aplikasi dalam refrigerasi makanan adalah pembekuan daging dalam cold storage. Dimana temperaturnya dijaga konstan dalam standar tertentu untuk mempertahankan kesegaran, memperpanjang masa simpan dan memberikan tekstur daging yang lebih baik. Penggunaan refrigeran Musicool-22 dan R-404A dengan compact heat exchanger pada sistem refrigerasi cascade masih kurang bagus. Sebagai solusi maka akan digunakan sistem refrigerasi cascade dengan refrigeran yang sama dan menggunakan concentric tube sebagai heat exchanger. Penelitian dilakukan dengan merancang alat sistem refrigerasi cascade dengan refrigeran Musicool-22 di High Stage dan R-404A di Low Stage. Kemudian dilakukan eksperimen pada sistem tersebut dengan variasi beban pendinginan di evaporator Low Stage menggunakan electric heater. Variasi mulai dari 0 (tanpa beban), 11, 35, 70, 95, 140, 210, dan 300 Watt. Hasil dari studi eksperimen ini menunjukkan nilai-nilai optimum untuk proses pembekuan daging yaitu pada pembebanan 35 Watt dengan Q evap = 0,327 kW, COP cas = 0,935 dan temperatur di dalam
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN MODEL KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT GANDA DENGAN PENAMBAHAN SIRIP.

RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN MODEL KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT GANDA DENGAN PENAMBAHAN SIRIP.

Dalam penelitian ini digunakan model kondensor tipe concentric tube counter current ganda yang dililiti spiral pada pipa annulusnya. Untuk bahan shell digunakan baja karbon dengan diameter dalam 49,7 mm, diameter luar 50,6 mm, dan panjang 3.000 mm. Untuk bahan tube dipakai tembaga dengan diameter dalam 23,6 mm, diameter luar 25,7 mm, dan panjang 3.200 mm. Sedangkan untuk sirip dipakai kawat dari besi cor yang berdiameter 5 mm dengan jarak antar lilitan (pitch) sebesar 60 mm. Pemasangannya secara horisontal, dimana fluida panas mengalir didalam tube dan fluida dingin mengalir di luar tube dengan arah aliran berlawanan. Eksperimen dilakukan dengan 5 variasi bilangan Reynolds yaitu 2.760, 4.755, 6.833, 9.018, dan 11.051. Pengambilan data dilakukan secara serentak dengan interval waktu 5 menit dalam satu kali pengambilan data selama 30 menit. Data-data yang diambil adalah temperatur fluida kerja, hasil kapasitas kondensat, perbedaan tekanan masuk dan keluar fluida dingin , serta tegangan dan arus listrik yang masuk ke pompa.
Baca lebih lanjut

109 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN MODEL KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT TUNGGAL DIPASANG SECARA VERTIKAL.

RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN MODEL KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT TUNGGAL DIPASANG SECARA VERTIKAL.

Sehingga sangat menarik sekali untuk membuat model kondensor dengan kontruksi shell and tube condenser selain karena banyak digunakan dalam industri farmasi dan obat-obatan, kontruksinya juga sederhana karena hanya terdiri dari silinder (shell) yang terbuat dari besi dan dimana didalam shell tersebut di letakkan rangkaian-rangkaian pipa-pipa lurus sehingga gas

7 Baca lebih lajut

Studi Variasi Laju Pengeluaran Kalor Kondensor High Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Refrigeran MC22 dan R404A dengan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube

Studi Variasi Laju Pengeluaran Kalor Kondensor High Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Refrigeran MC22 dan R404A dengan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube

Pada studi eksperimen ini menggunakan heat exchanger tipe concentric.Tipe ini biasanya digunakan untuk eksperimen di laboratorium. Heat exchanger tipe concentric biasanya hanya terdiri dari satu tube saja. Perpindahan panas terjadi akibat perbedaan temperatur antara pipa dalam dan pipa luar. Alat penukar panas ini digunakan sebagai evaporator pada high stage (pipa luar) dan sebagai kondensor pada low stage (pipa dalam). Karena pada eksperimen ini dianggap tidak ada losses (diisolasi) pada alat penukar kalor concentric. Maka dapat digunakan kesetimbangan energi di bawah ini.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN MODEL KONDENSOR UNTUK INDUSTRI MINYAK CENGKEH TYPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT GANDA DIPASANG SECARA SERI.

RANCANG BANGUN DAN PENGUJIAN MODEL KONDENSOR UNTUK INDUSTRI MINYAK CENGKEH TYPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT GANDA DIPASANG SECARA SERI.

Pembatasan Masalah Dalam penelitian ini, masalah yang diteliti adalah pengaruh penambahan blower dan variasi susunan persegi, zig-zag dan melingkar pada lubang primary air flow dengan [r]

7 Baca lebih lajut

RANCANG BANGUN MODEL KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT TUNGGAL DIPASANG SECARA HORISONTAL.

RANCANG BANGUN MODEL KONDENSOR TIPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT TUNGGAL DIPASANG SECARA HORISONTAL.

1.2 Perumusan Masalah Sesuatu yang menjadi permasalahan dalam perancangan dan pembuatan alat ini adalah bagaimanakah desain kondensor yang kompak dan sederhana untuk industri kecil peny[r]

7 Baca lebih lajut

PENGARUH BILANGAN REYNOLDS TERHADAP KARAKTERISTIK KONDENSOR VERTIKAL TUNGGAL TIPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT DENGAN PENAMBAHAN LILITAN KAWAT SPIRAL.

PENGARUH BILANGAN REYNOLDS TERHADAP KARAKTERISTIK KONDENSOR VERTIKAL TUNGGAL TIPE CONCENTRIC TUBE COUNTER CURRENT DENGAN PENAMBAHAN LILITAN KAWAT SPIRAL.

Disini penulis lebih tertarik pada tipe Shell and Tube Condenser. Selain karena banyak digunakan dalam industri farmasi dan obat-obatan, konstruksinya juga sederhana karena hanya terdiri dari silinder (shell) yang terbuat dari besi dan dimana didalam shell tersebut diletakkan rangkaian pipa-pipa lurus sehingga gas refrigeran yang berada didalam shell akan dapat memindahkan panas (kalor) ke air pendingin melalui permukaan pipa- pipa air tersebut.

7 Baca lebih lajut

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus  Repositori Universitas Muria Kudus

Welcome to Repositori Universitas Muria Kudus Repositori Universitas Muria Kudus

Faberto Subrida. 2013. Studi Variasi Laju Pengeluaran Kalor Kondensor High Stage Sistem Refrigerasi Cascade Menggunakan Refrigeran MC22 dan R404A Dengan Heat Exchanger Tipe Concentric Tube. Surabaya: FT Institut Teknologi Sepuluh November.

2 Baca lebih lajut

Analisa Perfomansi Alat Penukar Kalor Tiga Saluran Satu Laluan Dengan Aliran yang Terbagi Dalam Konfigurasi Aliran Berlawanan Arah dan Searah

Analisa Perfomansi Alat Penukar Kalor Tiga Saluran Satu Laluan Dengan Aliran yang Terbagi Dalam Konfigurasi Aliran Berlawanan Arah dan Searah

Theoretical analysis of triple concentric-tube heat exchanger Part-2 case studies, Journal International Communication Heat Mass Transfer, Vol... Effectiveness-NTU relation for triple[r]

3 Baca lebih lajut

Studi Numerik Karakteristik Aliran Dan Perpindahan Panas Pada Tube Platen Superheater Pltu Pacitan - ITS Repository

Studi Numerik Karakteristik Aliran Dan Perpindahan Panas Pada Tube Platen Superheater Pltu Pacitan - ITS Repository

Gambar 4.17 menunjukkan trend distribusi Nu lokal tube PSH 12C dan 13C sisi inlet. Trend distribusi Nu lokal pada tube PSH 12C sisi inlet sama dengan distribusi Nu lokal lokal tube PSH 2C sisi inlet. Kedua tube PSH tersebut memiliki longitudinal pitch ratio yang sama terhadap tube di depan dan belakang. Gambar 4.18, 4.19, dan 4.20 menunjukkan pola aliran flue gas pada tube PSH 12C sisi inlet sama dengan pola aliran yang terjadi pada tube PSH 7C sisi inlet. Nilai Nu lokal maksimal tube PSH 12C dan 13C sisi inlet terjadi pada sudut 57,6°. Hal ini sebagai efek dari attack aliran flue gas setelah melalui tube PSH di depannya. Distribusi Nu lokal tube PSH 12C sisi inlet setelah sudut 151° terjadi penurunan. Hal ini yang disebabkan longitudinal pitch ratio yang rendah dengan tube PSH 13C sisi inlet.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

S BIO 1100759 chapter3

S BIO 1100759 chapter3

Ekstraksi DNA yang dilakukan menggunakan GeneJET TM Plant Genomic Purification Mini Kit dari Thermo Scientific dengan beberapa modifikasi. Komponen-komponen yang digunakan pada kit yaitu 0,7 ml RNase A, 25 ml Lysis Buffer A, 3 ml Lysis Buffer B, 8 ml Precipitation Solution, 24 ml Plant gDNA Binding Solution, 10 ml Wash Buffer I, 10 ml Wash Buffer II, 30 ml Elution Buffer (10 mM Tris-HCl, pH 9.0, 0.5 mM EDTA), GeneJET Genomic DNA Purification Column pre- assembled with Collection Tubes, dan Collection Tube (2 ml). Sebelum digunakan, Wash Buffer I dan Wash Buffer II ditambahkan Ethanol 96% hingga volumenya 40 ml.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Laporan Kerja Praktek 004

Laporan Kerja Praktek 004

Kecepatan conveyor tersebut akan mengatur komposisi limestone dan silica yang diperlukan pada proses. Komposisi diatur berdasarkan jenis produksi semen yang akan dilakukan, karena berbeda jenis semennya, maka berbeda pula komposisi bahan bakunya. Limestone dan silica yang jatuh akibat gerakan conveyor feeder akan masuk ke belt conveyor dan bercampur dengan iron sand dan clay, selanjutnya masuk ke Tube Mill dan Vertical Mill. Pada Vertical Mill, material akan jatuh dari atas kemudian menyentuh bagian alas yang berputar dan di keempat sisi dinding Vertical Mill terdapat crusher (penumbuk) yang bergerak naik turun.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Prinsip dan Teori Dasar Perpindahan Panas - Analisis Alat Penukar Kalor Shell And Tube Sebagai Pemanas Marine Fuel Oil (Mfo) Untuk Bahan Bakar Boiler Pltu Unit 4

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Prinsip dan Teori Dasar Perpindahan Panas - Analisis Alat Penukar Kalor Shell And Tube Sebagai Pemanas Marine Fuel Oil (Mfo) Untuk Bahan Bakar Boiler Pltu Unit 4

Dalam penguraian – penguraian komponen – komponen alat penukar kalor jenis shell and tube akan dibahas beberapa komponen yang sangat berpengaruh pada konstruksi alat penukar kalor. Untuk lebih jelasnya disini akan dibahas beberapa komponen dari alat penukar kalor jenis shell and tube.

24 Baca lebih lajut

Root Cause Failure Investigation Of Boiler Super-Heater Tube In Coal Power Plant At Kapar, Klang.

Root Cause Failure Investigation Of Boiler Super-Heater Tube In Coal Power Plant At Kapar, Klang.

Defective boiler tube can affect the operation process at this plant because boiler tubes are very important component in boiler system. Boiler tube is energy conversion component where heat energy from combustion of fuel are absorbed by the tubes and transferred to the water to produce steam. Heat energy is obtained from combustion gas. The combustion gas will evaporate the water into steam in the water wall tubes and there after passes over to the super-heater tube to produce super- heated steam. The boiler tubes were designed for a specific period of time of operation in a complex situation involving high temperature, pressure and corrosive environment.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Design An Innovative Test Tube Washer For Science Laboratory.

Design An Innovative Test Tube Washer For Science Laboratory.

Chapter III covers the methodology of this project. This chapter discuss the method used throughout the design development of test tube washer machine which consist sections that identify the customer needs through survey. Concept selection method and software use to produce design which is also described in this chapter.

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Diversifikasi Produk terhadap Keputusan Pembelian Sari Roti pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

Pengaruh Diversifikasi Produk terhadap Keputusan Pembelian Sari Roti pada Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk merupakan perusahaan yang senantiasa melakukan diversifikasi produknya. Saat ini telah ada 39 jenis produk yang diproduksi oleh Indosari dengan 3 lini produk utama yaitu: Lini roti tawar, Lini roti manis, dan Lini kue (cake). Strategi diversifikasi dalam penelitian ini merupakan jenis diversifikasi Konsentris (Concentric diversification strategy) dimana perusahaan mencari/menciptakan produk baru yang memiliki sinergi teknologi dan atau pemasaran yang masih berhubungan atau sama dengan lini produk yang ada.

26 Baca lebih lajut

ANALISIS PENURUNAN HEAD LOSSES PADA BELOKAN PIPA 180 DENGAN VARIASI NON TUBE BUNDLE, TUBE BUNDLE 0,25 INCHI, DAN TUBE BUNDLE 0,5 INCHI

ANALISIS PENURUNAN HEAD LOSSES PADA BELOKAN PIPA 180 DENGAN VARIASI NON TUBE BUNDLE, TUBE BUNDLE 0,25 INCHI, DAN TUBE BUNDLE 0,5 INCHI

sehingga dapat mengurangi turbulensi aliran. Alat ini mempunyai kemampuan untuk mengisolasi gangguan-gangguan aliran yang disebabkan oleh belokan, katup, perubahan luas penampang, dan orifice dengan cara menghilangkan vortex. Menurut (Marine, 2012) vortex adalah suatu aliran dimana fluida tersebut partikelnya berotasi pada aliran rotasinya terhadap titik pusat. Vortex dapat menimbulkan terjadinya separasi yang kemudian mengakibatkan penurunan tekanan yang besar. Pada kerugian ini dapat bepeluang terjadinya kerusakan instalasi perpipaan terutama di sekitar variasi perpipaan. Kerugian yang paling vital akibat terjadi head losses ini adalah rusaknya pompa dikarenakan energi yang dibutuhkan untuk mengalirkan fluida sangat besar. Sehingga pada permasalahan ini perlu adanya alat yang dapat mengurangi terjadinya penurunan tekanan (preassure drop) akibat adanya vortex yang terjadi di belokan 180 o . Alat yang akan dipasang untuk mengatasinya adalah dengan menggunakan tube bundle.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Gibson et,al, kemampuan seseorang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan, sedangkan pengetahuan dapat diperoleh melalui latihan, pengalaman kerja maupun pendidikan, dan keterampilan dapat dipengaruhi oleh berba

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Menurut Gibson et,al, kemampuan seseorang dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan, sedangkan pengetahuan dapat diperoleh melalui latihan, pengalaman kerja maupun pendidikan, dan keterampilan dapat dipengaruhi oleh berba

Selain itu, sistem kerja dari pesawat panoramik menurut Olaf E Langland (1982), prinsipnya adalah sama dengan tomogram, yang dimana tube dan film selama pemaparan berputar mengelilingi pasien, dengan tiga pusat sumbu rotasi, satu sumbu rotasi konsentris untuk regio anterior rahang dan dua sumbu eksentris untuk bagian samping rahang (tepatnya dibelakang molar tiga). Untuk menghasilkan gambaran yang baik sewaktu film dan tube berputar, posisi kepala harus dalam keadaan fiksasi, waktu berputar tube dan film biasanya diatur oleh pabrik dan operator/radiografer hanya menekan tombol timer yang ada, sehingga perputaran film dan tube selama pemaparan dapat menggambarkan keseluruhan gigi geligi dari gigi molar paling kiri (molar tiga kiri) sampai gigi molar paling kanan (molar tiga kanan). 11
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

TEKNIK PENGUKURAN DAN BESARAN PROSES 1

TEKNIK PENGUKURAN DAN BESARAN PROSES 1

Teknik Pengukuran Besaran Proses clxix pipa boiler adalah pipa yang memiliki ulir dalam ribbbed tube, dengan tujuan agar aliran air di dalam wall tube berpusar turbulen, sehingga pe[r]

210 Baca lebih lajut

Analisa Kegagalan Tube Superheater Package Boiler Akibat Overheating

Analisa Kegagalan Tube Superheater Package Boiler Akibat Overheating

Tube superheater package boiler mengalami kegagalan akibat terjadi pemanasan berlebih dalam jangka waktu yang lama. Posisi tube superheater yang pecah berada pada baris 1 nomor 8 dengan ketinggian 2300 mm dari lantai ruang bakar. Tujuan penelitian dilakukan untuk menentukan akar penyebab utama kegagalan. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan pengujian tidak merusak, termasuk pemeriksaan secara visual, analisa tegangan, pengujian kekerasan, pengujian komposisi kimia dan mikrostruktur dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy ( SEM). Pemeriksan secara visual pada lokasi gagal memperlihatkan bahwa diaphragm yang menghalangi aliran uap. Penghalangan aliran uap menyebabkan overheating pada dinding tube. Tube yang pecah mempunyai panjang 45 mm ke arah sumbu pipa, ditandai dengan mengembung dan efek mulut ikan. Lebar dan diameter rata-rata dari mulut ikan adalah 10,025 mm dan 46,75 mm. Hasil analisa tegangan menunjukkan kegagalan tube terjadi sebesar 178,15 Mpa; nilai ini lebih besar dari tegangan maksimum yang diizinkan dari material tube sebesar 155 MPa. Hal ini juga menunjukkan kekerasan permukaan material meningkat pada daerah overheating; sementara, kekuatan material tube di daerah yang panas menurun sangat signifikan. Komposisi kimia material masih berada dalam standar SA 213 T11, yang merupakan baja karbon rendah. Hasil pengujian mikrostruktur pada permukaan dinding tube menunjukkan morpologi pecah adalah perpatahan getas, pergeseran dan dislokasi pada batas butir terjadi secara intragranular.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 639 documents...

Related subjects