Consumer Behavior & Marketing Strategy Perilaku Konsumen & Strategi Pemasaran

Top PDF Consumer Behavior & Marketing Strategy Perilaku Konsumen & Strategi Pemasaran:

PERILAKU KONSUMEN CONSUMER BEHAVIOR INDONESIA

PERILAKU KONSUMEN CONSUMER BEHAVIOR INDONESIA

Secara sederhana konsep pemasaran (marketing concept) menyatakan bahwa suatu organisasi harus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen agar dapat menguntungkan. Untuk menerapkan konsep pemasaran, organisasi harus memahami konsumen mereka dan tetap dekat dengan mereka untuk menyajikan produk serta layanan yang akan digunakan dengan baik oleh konsumen. Saat ini, sebagian dari perusahaan yang sangat sukses di dunia dapat meraih keberhasilan tersebut dengan cara mendesain keseluruhan organisasinya untuk melayani konsumen dan tetap dekat dengan mereka. Perusahaan tersebut berkomitmen untuk mengembangkan produk dan layanan berkualitas serta menjualnya pada tingkat harga yang memberikan nilai tertinggi bagi konsumen (Peter dan Olson, 1999:6).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Perilaku Konsumen   Consumer Behaviour

Perilaku Konsumen Consumer Behaviour

Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Kedua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

STUDI KOMPARASI BISNIS DALAM TINJAUAN BAURAN PEMASARAN(STUDI PADA USAHA BISNIS FOTOCOPY DI LINGKUNGAN KAMPUS STAIN KUDUS DENGAN DI LINGKUNGAN KAMPUS UMK - STAIN Kudus Repository

STUDI KOMPARASI BISNIS DALAM TINJAUAN BAURAN PEMASARAN(STUDI PADA USAHA BISNIS FOTOCOPY DI LINGKUNGAN KAMPUS STAIN KUDUS DENGAN DI LINGKUNGAN KAMPUS UMK - STAIN Kudus Repository

Semakin maraknya usaha bisnis UMKM di kalangan masyarakat, salah satu yang berkembang pesat adalah usaha bisnis bidang jasa yaitu fotocopy. Meninggi dan meningkatnya jumlah bisnis bidang jasa fotocopy akan meningkatkan persaingan. Untuk menghadapi persaingan yang semakin meningkat tersebut, bisnis bidang jasa fotocopy perlu membuat, menyusun, dan menetapkan strategi-strategi yang tepat dengan tujuan untuk memenangkan persaingan, meraih laba, dan melanjutkan kegiatan usaha atau bisnis tersebut. Salah satu strategi memenangkan persaingan adalah dengan menyediakan dan menetapkan produk dan harga yang dapat memuaskan kebutuhan dan keinginan segmen pasar dan terget pasar yang dituju. Pemahaman terhadap bauran pemasaran (Marketing Mix), perilaku konsumen (Costumer behavior), serta keputusan pembelian konsumen harus dimiliki oleh pengusaha bidang jasa fotocopy untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan segmen pasar dan target pasar yang dituju, sehingga pengusaha fotocopy dapat menarik banyak konsumen potensial dan bahkan dapat meningkatkan jumlah pelanggan. 11
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Green marketing dan Green Consumer Behavior di Indonesia jurnal

Green marketing dan Green Consumer Behavior di Indonesia jurnal

terus meningkat. Tetapi, meningkatnya permintaan produk tersebut tidak sejalan dengan ketersediaan bahan baku, seperti ketersediaan minyak bumi untuk bahan bakar atau ketersediaan hutan untuk memenuhi kebutuhan kayu. Masalah lain pun timbul seperti masalah kerusakan lingkungan dikarenakan limbah industri, limbah konsumsi, kebakaran hutan, dan masalah lingkungan lainnya. Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran dalam benak konsumen dan menyebabkan pola konsumsi yang cenderung berubah. Mayoritas konsumen telah menyadari bahwasanya pola konsumsi mereka dapat menimbulkan dampak langsung terhadap banyak sekali masalah lingkungan. Sehingga mereka menerapkan kesadaran tersebut pada pola konsumsi mereka dengan mempertimbangkan isu lingkungan dalam berbelanja, seperti memperhatikan apakah kemasan suatu produk dapat didaur ulang atau tidak (M. Laroche et al., 2001). Situasi tersebut merupakan tantangan bagi pemasar untuk dapat memenuhi permintaan yang terus meningkat dengan tetap bertanggung jawab secara sosial dan bertanggung jawab secara lingkungan, yakni tetap menjaga keberlangsungan atau kelestarian lingkungan (environmental sustainability) (Istantia, Kumadi, & Hidayat, 2016; Nair & Maram, 2015). Beberapa produsen pun mengganti strategi produksi dengan menggunakan bahan baku produksi yang aman bagi lingkungan dan menimbulkan fenomena baru dalam dunia pemasaran yang disebut green marketing atau pemasaran yang ramah lingkungan (Agustin, Kumadji, & Yulianto, 2015). Green marketing mengacu kepada pemasaran holistik dimana aktivitas pemasaran memanfaatkan sumber daya yang terbatas (Anika, 2014), diterapkan perusahaan dan akan memberikan dorongan kepada konsumen yang selektif dalam pembelian produk sehingga produk yang dihasilkan perusahaan yang menerapkan konsep tersebut akan lebih banyak dicari dan disukai oleh konsumen (Agustin et al., 2015). Di Indonesia, kesadaran terhadap lingkungan semakin meningkat, dapat dilihat dari tumbuhnya gerakan seperti hari bumi (earth day), pergi bekerja menggunakan sepeda (bike to work), hari bebas kendaraan (car free day) dan beberapa gerakan yang mendukung kegiatan pelestarian lingkungan maupun gerakan gaya hidup lebih sehat. Dengan didukung oleh pendidikan terhadap lingkungan yang semakin membaik, serta meningkatnya daya beli, Indonesia dapat menjadi pasar potensial bagi pemasar yang ingin menerapkan konsep green marketing. Tetapi, walaupun Indonesia seperti juga beberapa negara Asia lainnya memiliki potensi, informasi mengenai perilaku konsumen hijau (green consumer behavior) masih relatif sedikit dibandingkan dengan di negara-negara maju yang sudah lebih dulu memulai gerakan peduli lingkungan (Lee, 2014).
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERILAKU KONSUMEN CONSUMER BEHAVIOR (1)

PERILAKU KONSUMEN CONSUMER BEHAVIOR (1)

Secara sederhana konsep pemasaran (marketing concept) menyatakan bahwa suatu organisasi harus memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen agar dapat menguntungkan. Untuk menerapkan konsep pemasaran, organisasi harus memahami konsumen mereka dan tetap dekat dengan mereka untuk menyajikan produk serta layanan yang akan digunakan dengan baik oleh konsumen. Saat ini, sebagian dari perusahaan yang sangat sukses di dunia dapat meraih keberhasilan tersebut dengan cara mendesain keseluruhan organisasinya untuk melayani konsumen dan tetap dekat dengan mereka. Perusahaan tersebut berkomitmen untuk mengembangkan produk dan layanan berkualitas serta menjualnya pada tingkat harga yang memberikan nilai tertinggi bagi konsumen (Peter dan Olson, 1999:6).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Perilaku Konsumen Pendahuluan   terhadap consumer

Perilaku Konsumen Pendahuluan terhadap consumer

Cont oh lain dari perilaku konsum en juga t erm asuk keput usan unt uk pem anfaat an w akt u, m isalnya keput usan unt uk m enont oh suat u acara TV ( unt uk berapa lam a), dan keput usan penggunaan w akt u yang berbeda dari orang lain. M isalnya, banyak konsum en m emilih m enont on siaran langsung pert andingan olah raga dari pada siaran t unda.

6 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Mengkonsumsi Daging Ayam Kampung Di Kota Medan

Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Mengkonsumsi Daging Ayam Kampung Di Kota Medan

Perilaku Konsumen dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran.. Jakarta: Kencana Prenanda Media.[r]

3 Baca lebih lajut

Twitter

Twitter

Salah satu upaya Bakrieland dalam mengembangkan kompetensi karyawan khususnya di industri properti adalah dengan membangun The Jungle Property Institute (TJPI) pada bulan Juni 2012 sebagai wadahnya. Pada TJPI telah disusun program-program pengembangan pengetahuan, kemampuan, serta kepemimpinan karyawan yang meliputi: project management, business development, legal, risk management, sales & marketing, human capital, serta public relations dan corporate social responsibility, yang harus dijalankan oleh peserta selama 18 (delapan belas) bulan. Peserta TJPI adalah karyawan internal yang disaring melalui proses rekrutmen khusus, demikian juga dengan mentor/fasilitator TJPI adalah pimpinan/industry expert di Bakrieland. Melalui proses seleksi pendidikan yang ketat, 16 (enam belas ) dari 25 (dua puluh lima) peserta TJPI Batch I saat ini telah ditempatkan sebagai pimpinan madya di berbagai pembangunan proyek baik yang sedang berjalan maupun pembangunan proyek baru.
Baca lebih lanjut

492 Baca lebih lajut

Gambaran Perilaku Membeli Produk Pakaian Online di Kalangan Remaja

Gambaran Perilaku Membeli Produk Pakaian Online di Kalangan Remaja

Beaudoin, P., Lachance M.J. (2006). Determinants of Adolescents’ Brand Sensitivity to Clothing. Family and Consumer Sciences Research Journal. Bennet, P.D. (1988). Marketing. New York: Mc Graw Hill Book Company. Chaplin, J.P. (1999). Kamus Psikologi. Alih Bahasa: DR. Kartini Kartono.

2 Baca lebih lajut

Directory UMM :Slide_Kuliah:PPT:MP_Kotler_10:

Directory UMM :Slide_Kuliah:PPT:MP_Kotler_10:

Consumer Marketing Channels Consumer Marketing Channels Wholesaler Wholesaler JobberJobber RetailerRetailer ConsumerConsumer     Consumer Consumer Retailer Retailer  Consumer[r]

15 Baca lebih lajut

Kajian Perilaku Konsumen terhadap Strategi Pemasaran Teh Herbal di Kota Bogor

Kajian Perilaku Konsumen terhadap Strategi Pemasaran Teh Herbal di Kota Bogor

Selain faktor di atas, perlu dikembangkan keunggulan kompetitif produk teh dengan diversifikasi produk seperti teh hijau dengan kombinasi dari berbagai tanaman herbal misalnya pegagan, salam, ceremai, mahkota dewa, jahe, kayumanis dan lainnya. Herbal tea atau teh herbal merupakan salah satu produk minuman campuran teh dan tanaman herbal yang memiliki khasiat dalam membantu pengobatan suatu penyakit atau sebagai minuman penyegar tubuh (Hambali dkk, 2005). Dengan adanya teh herbal, masyarakat dapat mengonsumsi minuman sehat tanpa mengganggu rutinitas sehari-hari, sehingga kesehatan tubuh tetap terjaga. Kontribusi yang cukup besar dalam mempengaruhi konsumen untuk melakukan pembelian komoditas teh herbal, tidak terlepas dari faktor produsen teh, terutama teh herbal produksi PT Liza Herbal Internasional yang berdomisili di Kota Bogor, yang begitu gencar melakukan strategi bauran pemasaran dengan tujuan mempengaruhi konsumen.
Baca lebih lanjut

200 Baca lebih lajut

CONSUMER BEHAVIOR MARKETING STRATEGY

CONSUMER BEHAVIOR MARKETING STRATEGY

55 percent to 45 percent). But this research didn’t measure every- thing. “All the time and money and skill poured into consumer research on the new Coca-Cola could not measure or reveal the deep and abiding emotional attachment to original Coca-Cola,” Donald Keough, president of Coca-Cola, said later. A company spokesper- son put it this way: “We had taken away more than the product Coca- Cola. We had taken away a little part of them and their past. They said, ‘You have no right to do that. Bring it back.’” So Coca-Cola did. In 1994, Coke Classic was the leading brand in the United States with 20.4 percent market share (by volume); Pepsi had 17.8 percent; and New Coke, now called Coke II, had a tiny 0.1 percent. But Coca- Cola learned several valuable lessons from the New Coke fiasco, including the amount of equity associated with the Coke name. The highly positive meanings and feelings many consumers have for Coca-Cola constitute its “brand equity.” Brand equity concerns the meanings that attract consumers to the brand and underlie posi- tive attitudes toward it. The 1985 fiasco with New Coke clearly showed that Coca-Cola has a powerful brand equity with its customers. Man- agers at Coca-Cola have used this equity to develop new brands, most of which have been successful. Most of these new brands are “line extensions,” minor variations of the original brand. For instance, the Coca-Cola section of a supermarket shelf might include Coca- Cola Classic, Caffeine-Free Coca-Cola Classic, Diet Coke, Caffeine- Free Diet Coke, Cherry, Lemon, and Vanilla Coke, and others. In the 1990s, Coca-Cola managed brand equity and consumer attitudes with a variety of strategies. In 1995 it acquired brand equity by purchasing the Barq brand of root beer. Coca-Cola attempted to create brand equity through new-product development by launching a flotilla of new flavors for its Fruitopia and Nestea brands. It tried to enhance brand equity for Sprite by using more dynamic graphics on the package. Coca- Cola attempted to borrow brand equity through its sponsorship of the 1996 Summer Olympics, held in Atlanta (location of world headquarters). Finally, and most significantly, Coca-Cola attempted to reactivate brand equity by introducing new packages for Coke Classic that revived the vintage contour bottle. According to Goizueta, introducing the contour bottle throughout the world was the single most effective differentiation effort in the soft-drink industry for years.
Baca lebih lanjut

578 Baca lebih lajut

Kajian Perilaku Konsumen terhadap Strategi Pemasaran Teh Herbal di Kota Bogor

Kajian Perilaku Konsumen terhadap Strategi Pemasaran Teh Herbal di Kota Bogor

Selain itu, legalitas produk dari kesehatan menjadi penting bagi konsumen. Produk teh herbal dari Liza Herbal telah mendapat sertifikat dan uji laboratorium dari berbagai pihak seperti Badan Pengawas Obat- obatan dan Minuman (POM TR), Dinas Kesehatan (DINKES P-IRT), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Laboratorium IPB untuk uji bahan baku. Tradisi minum teh herbal bagi konsumen untuk menjaga kesehatan dan stamina tubuh merupakan kebiasaan yang dilakukan tiap hari, sehingga peubah tradisi minum menentukan proses keputusan pembelian produk teh herbal. Jadi hal ini menunjukkan bahwa ada konsumen yang proses pengambilan keputusan pembelian teh herbal karena harga minuman teh herbal yang relatif terjangkau, kemasan yang menarik, kejelasan ijin Depkes dan tradisi konsumen dalam mengonsumsi.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Jurnal Manajemen dan Bisnis

Jurnal Manajemen dan Bisnis

Prisgunanto, I. (2012). Pengaruh Tingkat Kepercayaan Berkomunikasi di Jejaring Sosial Internet (Social Media) Terhadap Perilaku Beli Mahasiswa (Survei Asosiatif Netter Kaskus Mahasiwa Jurusan Teknologi Informasi di beberapa Kampus di Jakarta, Universitas Multimedia Nusantara, Jurnal – Juni 2012, IV (1).

5 Baca lebih lajut

FAN NENY CICIK RAHAYU SETIAGUS

FAN NENY CICIK RAHAYU SETIAGUS

Disini Hotel Lor In Business Resort & Spa memilih people strategy yaitu Concentrated Marketing yang artinya adalah kegiatan pemasaran dilakukan hanya difokuskan atau dipusatkan kepada pasar tertentu saja sebagai pilihan yang diharapkan akan membeli produk dan jasa yang ditawarkan. Segmen pasar tersebut adalah kalangan menengah keatas. Maka Hotel Lor In Business Resort & Spa memfokuskan sebagai hotel MICE ( Meeting , Incentive , Conference , Exhibition ), atau hotel bisnis dan hiburan karena menawarkan penggunaan fasilitas untuk keperluan MICE, yaitu ruangan, banquet, service, dan juga kamar.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

THEORITICAL REVIEW: TEORI PEMASARAN HIJAU Oleh: Rina Sari Qurniawati Dosen Tetap STIE AMA Salatiga Abstrak - THEORITICAL REVIEW: TEORI PEMASARAN HIJAU

THEORITICAL REVIEW: TEORI PEMASARAN HIJAU Oleh: Rina Sari Qurniawati Dosen Tetap STIE AMA Salatiga Abstrak - THEORITICAL REVIEW: TEORI PEMASARAN HIJAU

Dengan demikian, memahami karakteristik utama produk hijau, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi harga dan kesediaan konsumen untuk membayar lebih banyak untuk mereka, saluran penjualan dan alat promosi (4Ps pemasaran hijau) akan sangat berguna bagi perusahaan yang bertujuan merancang, mengembangkan dan memasarkan. produk hijau Untuk alasan ini, sangat memahami Green Marketing akan mendorong, di satu sisi, menghasilkan lebih banyak produksi melalui pengembangan produk hijau dan, di sisi lain, konsumsi berkelanjutan melalui pemasaran yang sukses di dalamnya. Pekerjaan saat ini mencoba menyoroti pentingnya adanya komitmen perusahaan yang benar untuk melindungi lingkungan di balik komunikasi hijau yaitu, kesadaran ekologis harus menjadi salah satu nilai yang menentukan budaya organisasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

NASKAH PUBLIKASI  STRATEGI PEMASARAN KERAJINAN BLANGKON (Studi Kasus: Kecamatan Serengan, Kota Surakarta).

NASKAH PUBLIKASI STRATEGI PEMASARAN KERAJINAN BLANGKON (Studi Kasus: Kecamatan Serengan, Kota Surakarta).

Untuk mendapatkan persepsi responden mengenai strategi pemasaran. Komparasi berpasangan dalam AHP respondennya bisa seorang ahli atau tidak, tapi terlibat dan mengenal permasalahan tersebut, jika dari kelompok maka semua anggota diharapakan untuk memberikan pendapat (Saaty, 1993). Sehingga responden diambil dari seluruh pemilik usaha yang berjumlah 32 responden, namun yang bersedia mengisi kuesioner hanya 27 responden, jadi pengolahan data menggunakan hasil dari 27 responden. Penilaian dilakukan dengan memberikan bobot numerik untuk membandingkan antar elemen. Skala perbandingan yang digunakan adalah 1 - 9.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERILAKU KONSUMEN   CONSUMER DECISION MA

PERILAKU KONSUMEN CONSUMER DECISION MA

Ketika konsumen tidak termotivasi untuk mencari informasi baru, keputusan mereka berdasarkan rencana keputusan yang telah dipelajari dan disimpan dalam ingatan, sehingga strategi pemasaran yang tepat adalah berdasarkan kekuatan dari positioning merek dalam pasar. Merek dengan marketshare yang tinggi harus menjaga mereknya agar tetap kuat. Sedangkan merek baru dengan marketshare rendah harus menerapkan strategi yang dapat menarik perhatian konsumen, misalnya dengan display toko yang unik, desain packaging yang berbeda, memberikan sampel gratis. Untuk pemimpin merek, penting menghindari gangguan environtmental seperti kehabisan stok.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Bisnis Samsung Memenangkan Persaingan Bisnis Global Smartphone

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Strategi Bisnis Samsung Memenangkan Persaingan Bisnis Global Smartphone

Strategi bisnis merupakan serangkaian proses yang dilakukan sebuah perusahaan dengan memanfaatkan seluruh sumberdaya yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan. Serangkaian process ini meliputi strategi produk, strategi pemasaran, dan strategi kelembagaan sebuah perusahaan. Dalam penelitian ini, perusahaan yang digunakan sebagai bahan kajian adalah Samsung. Samsung merupakan perusahaan yang berhasil melakukan lompatan besar dalam bisnisnya. Samsung melakukan strategi bisnis yang luar biasa untuk membuat lompatan besar tersebut. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang didapatkan dari media masa online sejak tahun 2011 sampai tahun 2014. Dari data yang didapatkan, dilakukan rekonstruksi dan analisis isi untuk mengetahui strategi bisnis yang dilakukan Samsung untuk menguasai pasar global.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Lampiran Undangan Peserta Seminar Usulan Penelitian Kompetitif Nasional Makassar 2015

Lampiran Undangan Peserta Seminar Usulan Penelitian Kompetitif Nasional Makassar 2015

63 001012 Universitas Sam Ratulangi Penelitian Fundamental STANSS LEVYNA H V JOYCE LAPIAN Analisis Strategi Green Marketing dan Green Consumer Behavior pada Industri Perhotelan 64 00[r]

10 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects