Cooperative Learning Model Team Games Tournament (TGT)

Top PDF Cooperative Learning Model Team Games Tournament (TGT):

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DI KELAS X SMAN 4 KOTA BENGKULU Application of Cooperative Learning Model Team Games Tournament (TGT) Type In Class X SMAN 4 Bengkulu City

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) DI KELAS X SMAN 4 KOTA BENGKULU Application of Cooperative Learning Model Team Games Tournament (TGT) Type In Class X SMAN 4 Bengkulu City

Kota Bengkulu sepakat dengan peneliti untuk melakukan perbaikan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif. Salah satu contoh model pembelajaran kooperatif adalah Team Games Tournament. (TGT). TGT merupakan salah satu jenis model pembelajaran kooperatif dimana setelah penyampaian materi dan pembelajaran kelompok akan diadakan tournament, siswa akan berkompetisi sebagai wakil dari kelompok mereka dengan anggota kelompok lain dengan kemampuan akademik yang sama. Model pembelajaran TGT ini melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan, siswa dapat belajar lebih rileks, menumbuhkan tanggung jawab, kepemimpinan, kejujuran, kerjasama, persaingan sehat, dan keterlibatan belajar (Nur, 2005). Menurut Prasetyaningrum, Martini & Susilowati (2013), metode pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas siswa untuk berpikir, berargumen, berbicara dan mengutarakan gagasannya serta diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

UPAYA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS V POKOK BAHASAN AKHLAK TERPUJI MI NURUL ULUM TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2014 2015 - Institutional

UPAYA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AQIDAH AKHLAK SISWA KELAS V POKOK BAHASAN AKHLAK TERPUJI MI NURUL ULUM TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2014 2015 - Institutional

The problem of this thesis are: 1) How is the ability of student collaboration in the implementation of cooperative learning model Team Games Tournament subjects Aqeedah Morals Morals Praised subject of fifth grade students at MI Nurul Ulum Tunggangri, Kalidawir, Tulungagung 2014/2015 academic year ?, and 2) Does the application of cooperative learning model Team Games Tournament student learning outcomes subject of Morals Praised in class V MI Nurul Ulum Tunggangri, Tulungagung Kalidawir academic year 2014/2015?
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AKUNTANSI 1 SMK NEGERI 1 PENGASIH TAHUN AJARAN 2016/2017.

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM GAME TOURNAMENT (TGT) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN HASIL BELAJAR AKUNTANSI SISWA KELAS XI AKUNTANSI 1 SMK NEGERI 1 PENGASIH TAHUN AJARAN 2016/2017.

Criteria for the success of this research is the increasing of learning motivation both individually and goup after the implementation of Cooperative Learning Model Team Games Tournament. The increasing of student motivation score is calculated based on the percentage of distributed questionnaires to the class based on predetermined indicators. The result score totaled and divided by the total score maximum score is then multiplied 100%. In terms of process, if the whole or at least the majority (75%) that students are actively involved and show high learning enthusiasm, great learning spirit and high confidence (Mulyasa, 2009: 174). This action is declared successful if the acquisition of the percentage score of motivation to learn in the classroom increased from the pre cycle to cycle I and cycle II as well as the achievement of a minimum score of at least 75% in the same class based on the indicators that have been set. Increased motivation also indicated from an increase of learning motivation scores from before and after the action and the action of the first cycle to the second cycle.
Baca lebih lanjut

233 Baca lebih lajut

S PGSD 1008092 Chapter3

S PGSD 1008092 Chapter3

Setelah dilaksanakan perencanaan dan pengamatan maka dapat diketahui hasil pembelajaran tersebut. Apakah terjadi peningkatan atau tidak setelah dilakukan kegiatan setiap siklus. Kemudian setelah itu maka dilakukan refleksi pada setiap siklus untuk mengetahui apakah ada perbaikan peningkatan pembelajaran setelah menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Team Games Tournament (TGT).

11 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS VIII-G SMPN 14 BANDUNG.

MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN IPS DI KELAS VIII-G SMPN 14 BANDUNG.

bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Pada tahap perencanaan ini peneliti memfokuskan tentang meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS di dalam kelas VIII-G SMPN 14 Bandung. Permasalahan yang ditemukan di lapangan bahwa siswa merasa jenuh dan bosan tentang apa yang dipelajari dalam pembelajaran IPS di kelas, sehingga tidak terjadi interaksi yang baik antar guru dengan siswa, maupun siswa dengan siswa dalam pembelajaran IPS di kelas. Berdasarkan hal tersebut peneliti merancang suatu alternatif model pembelajaran yang diharapkan mampu memecahkan masalah tersebut, model yang dipillih oleh peneliti yaitu Model Cooperative Learning Tipe Team Game Tournament (TGT). Model Cooperative Learning tipe TGT yang berunsurkan permainan dan kompetisi diharapkan mampu menciptakan pembelajaran di kelas lebih menarik, sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT DENGAN COOPERATIVE LEARNING TIPE SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.

PERBANDINGAN PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM GAMES TOURNAMENT DENGAN COOPERATIVE LEARNING TIPE SNOWBALL THROWING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI.

Dalam pelaksanaan Model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) ini peserta didik dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang terdiri atas tiga sampai lima orang siswa yang heterogen, baik dalam bidang hal akademik, jenis kelamin, ras maupun etnis. Sedangkan untuk pelaksanaan kuis atau ujiannya digantikan dengan permainan akademik yang dijalankan setiap minggu. Kuis ini dilaksanakan berkelompok, setelah siswa mempelajari bahan ajar secara bersama- sama. Sehingga adanya motivasi masing-masing kelompok untuk mendapatkan menjawab kuis dengan benar agar mendapatkan skor yang lebih tinggi. Strategi ini menggabungkan satu kelompok belajar dan kompetisi tim, dan dapat digunakan untuk mengembangakan pelajaran atas macam-macam fakta, konsep, dan keahlian yang luas.
Baca lebih lanjut

48 Baca lebih lajut

T SEJ 1103438 Bibliography

T SEJ 1103438 Bibliography

Hidayatullah. (2010). Pengembangan Model Cooperative Learning Dengan Teknik Team Games Tournament (Tgt) Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Siswa Pada Mata Peajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Kelas V Sd Negeri Di Kecamatan Cimarga. Tesis. Tidak Diterbitkan.

5 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Pembelajaran Team Games Tournament untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SD Negeri Kebondowo 01 Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semara

BAB II KAJIAN PUSTAKA - Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Penerapan Pembelajaran Team Games Tournament untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas 5 SD Negeri Kebondowo 01 Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semara

Model pembelajaran team games tournament diperkenalkan oleh Slavin dan De Vries tahun 1990 (dalam Miftahul Huda, 2013:197). Dalam pembelajaran team games tournament guru lebih berperan sebagai fasilitator dan ruangan kelas juga perlu ditata sedemikian rupa, sehingga menunjang pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan bentuk pengajaran yang membagi siswa dalam beberapa kelompok dimana siswa bekerja sama antara satu siswa dengan lainnya untuk memecahkan masalah. Suasana belajar cooperative learning menghasilkan prestasi yang lebih tinggi, hubungan yang lebih positif, dan penyesuaian psikologis yang lebih baik daripada suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan memisah-misahkan siswa (Johnson & Johnson, 1989).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Multikultural

Multikultural

Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan tiga siklus tindakan. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection). Tindakan yang dilakukan adalah implementasi strategi cooperative learning yaitu: model jigsaw (siklus I), team games tournament (siklus II) dan team investigation report (siklus III). Teknik pengumpulan data yang dipergunakan antara lain: wawancara, dan observasi. Sedangkan teknik analisis data yang dipergunakan yaitu analisis data interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TEAM GAMES TOURNAMENT DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SUB MATERI POKOK BILANGAN BULAT (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV MI Jampang Cimerak Kabupaten C

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK TEAM GAMES TOURNAMENT DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA SUB MATERI POKOK BILANGAN BULAT (Penelitian Tindakan Kelas Pada Siswa Kelas IV MI Jampang Cimerak Kabupaten C

Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan adalah model pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif (cooperative learning) merupakan salah satu model pembelajaran dimana metode pembelajaran yang dilakukan memungkinkan para siswa untuk bekerja di dalam kelompok kecil dan saling membantu satu sama lain dalam mempelajari materi tertentu. Dalam kegiatan kooperatif ini guru mendorong para siswa untuk melakukan kerja sama dalam kegiatan tertentu, misalnya melakukan diskusi atau tugas bersama, yang lebih dikenal dengan istilah peer teaching (teman sebaya). Proses belajar mengajar tidak lagi didominasi oleh guru tetapi siswalah yang dituntut untuk berbagi informasi dengan siswa lainnya dan saling belajar-mengajar sesamanya.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

artikel pen 2012 yusman

artikel pen 2012 yusman

Dalam pemilihan model pembelajaran perlu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kondisi siswa. Setiap siswa memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Pembelajaran untuk siswa tunanetra tidak dapat disamakan dengan siswa normal. Dalam memberikan pelayanan pendidikan untuk siswa berkebutuhan khusus, indra yang masih baik kondisinya memperoleh perhatian utama. Sehingga dalam memberikan model pembelajaran untuk siswa penyandang tunanetra bisa dikembangkan dengan upaya memanfaatkan indera siswa yang masih berfungsi maupun mengkondisikan lingkungan siswa agar siswa bisa melakukan proses pembelajaran yang efektif.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

S PGSD 1008092 Chapter1

S PGSD 1008092 Chapter1

Model pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran yang dalam pelaksanaannya mengedepankan pemanfaatan kelompok-kelompok siswa. TGT adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswa dalam kelompok – kelompok belajar yang beranggotakan 5 sampai 6 orang siswa yang memiliki kemampuan, jenis kelamin dan suku kata atau ras yang berbeda. Guru menyajikan materi, dan siswa bekerja dalam kelompok mereka masing – masing.

9 Baca lebih lajut

S PGSD 1008092 Bibliography

S PGSD 1008092 Bibliography

88 Dewi Herawati, 2014 Penerapan pembelajaran tematik model cooperative learning tipe teams games tournament untuk meningkatkan hasil belajar siswa tentang peristiwa alam Universit[r]

3 Baca lebih lajut

S PEK 1105930 Bibliography

S PEK 1105930 Bibliography

Iklilul Millah, Parlan, Dedek Sukarianingsih. (2013). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Game Tournament (TGT) Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X SMA Laboratorium UM Pada Materi Hidrokarbon. Malang: Jurnal Pendidikan Kimia. Vol. 3 No. 1 Tahun 2013 Ira Irviana. (2016). Pengaruh Model Pembelajaran Team Game Tournament Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa SD. Makasar: Vol. 2 No. 1 Tahun 2016, ISSN: 2460-1497

7 Baca lebih lajut

S PGSD 1008092 Abstract

S PGSD 1008092 Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan rendahnya hasil ulangan harian siswa pada pembelajaran sains yang pencapaiannya hanya 35% telah tuntas KKM, dengan nilai KKM 75. Selain itu dalam pembelajaran di kelas siswa cenderung pasif. Oleh karena itu dilakukan suatu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan model Cooperative Learning tipe Teams Games Tournament, bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sains yang bertemakan peristiwa alam. Subjek yang dikenai tindakan yaitu siswa kelas II yang berjumlah 20 siswa pada tahun pelajaran 2013/2014 di MIS Ar-Rohmah Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang memadukan empat mata pelajaran yaitu IPA, Bahasa Indonesia, Matematika, dan SBK yang dilakukan sebanyak dua siklus. Adapun instrumen pengumpulan data berupa tes siklus,lembar kegiatan siswa dan lembar observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa hasil belajar siswa setelah dilakukan tindakan pembelajaran mengalami peningkatan. Data menunjukkan bahwa pada tindakan pembelajaran siklus I hasil belajar siswa diperoleh nilai rata-rata 73,95 dengan jumlah siswa yang mencapai KKM sebanyak 10 orang (50%). Sedangkan pada tindakan pembelajaran siklus II terjadi peningkatan yang cukup tinggi dengan perolehan nilai rata-rata 82,75 jumlah siswa yang mencapai KKM 18 orang (90%). Penerapan model Cooperative Learning tipe TGT dalam pembelajaran mencakup empat prinsip yaitu: 1).Penjelasan materi 2).Belajar dalam kelompok 3).penilaian 4).Pengakuan tim. Adapun saran bagi guru yang bertugas sebagai fasilitator dan pemberi inspirasi bagi siswa hendaknya lebih kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran dan memiliki multi metode yang menarik agar pembelajaran lebih bermakna dan dapat membuat siswa aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

T IPS 1200965 Abstract

T IPS 1200965 Abstract

The background to the research is students’ low understanding of (IPS) social studies concepts in grade VIII SMP N 38 Bandung. This low understanding is caused by the misconception prevalent in students’ environment as a result of the wrong mindset and is ameliorated by social studies learning methods that do not engage students in the teaching and learning process. Therefore, the researcher attempts to adopt cooperative learning of CIRC (Cooperative Integrated Reading and Composition), GI (Group Investigation), and TGT (Teams-Games- Tournaments) types to improve students’ understanding of social studies concepts. The method adopted was quasi experiment with nonequivalent-[pre-test and post- test]-control-group design. Meanwhile, data were collected through tests (pre-test and post-test), observation sheets, and guided interview. The data were then analyzed using the right only method, gain analysis of improvement in understanding of social studies concepts, Lilliefors (Kolmogorov-Smirnov and Shapiro-Wilk) normality test, Levene ’s homogeneity test, and hypothesis tests (paired samples t-test, independent sample t-test, and matched subject). The findings indicate that cooperative learning of CIRC, GI, and TGT types were equally effective in improving students’ understanding of social studies concepts, such as evidenced in the increased average scores of the post-test for understanding of social studies concepts compared to the scores before treatment. Hence, it can be concluded that CIRC, GI, and TGT were effective to improve the understanding of social studies concepts of the eight grade students of SMPN 38 Bandung. In addition, comparison of the effectiveness of the three cooperative learning methods shows that GI was better and more effective in improving the understanding of social studies concepts of the eight grade students of SMPN 38 Bandung compared to CIRC and TGT cooperative learning model types.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PERISTIWA ALAM.

PENERAPAN PEMBELAJARAN TEMATIK MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PERISTIWA ALAM.

dalam RPP. RPP disusun sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran tematik model Cooperative Learning Tipe TGT. Yaitu 1. Penjelasan Materi, 2. Belajar dalam kelompok, 3. Penilaian, 4. Pengakuan tim dengan kegiatan pembelajaran yang diawali 1 pendahuluan, pada tahapan ini memotivasi siswa dan memberikan pertanyaan untuk mengetahuai konsep prasyarat yang dikuasai siswa. 2 presentasi materi, pada tahapan ini guru mempersentasikan konsep-konsep yang harus dikuasai siswa. 3 membimbing pelatihan, siswa berdiskusi secara kelompok untuk menyusun laporan kegiatan yang ada di LKS. 4 menela’ah pemahaman dan memberikan umpan balik, pada tahapan ini setiap kelompok mempersentasikan hasil kegiatan sesuai dengan LKS yang telah dikerjakan. 5 mengembangkan dengan memberikan kesempatan untuk pelatihan lanjutan dan penerapan, pada tahapan ini menyimpulkan seluruh materi pelajaran yang baru saja dipelajari. 6 menganalisis dan mengevaluasi, pada tahapan ini siswa mengerjakan soal evaluasi. Adapun langkah-langkah yang disusun sesuai dengan indikator yang ingin dicapai yang termuat dalam kisi-kisi soal.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

koleksi ptk sd smp sma bagian 2   GuruPintar T IPS 1200965 Title

koleksi ptk sd smp sma bagian 2 GuruPintar T IPS 1200965 Title

Saya menyatakan bahwa tesis yang berjudul “ PERBANDINGAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION , GROUP INVESTIGATION , DAN TEAM GAMES TOURNAMENT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPS (Studi Quasi Experiment pada Kelas VIII SMP N 38 Bandung)” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan tersebut, saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya saya ini.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME TERHADAP KUAT TEKAN PERVIOUS CONCRETE.

PENGARUH PENAMBAHAN SILICA FUME TERHADAP KUAT TEKAN PERVIOUS CONCRETE.

1. Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan penerapan pembelajaran tematik model Cooperative Learning Tipe TGT dalam pembelajaran sains tentang materi peristiwa alam, dibuat sebaik mungkin oleh peneliti, yang mengacu pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Tahun 2006. Dalam setiap perencanaan juga dipersiapkan instrumen pembelajaran yang tepat. Perbaikan demi perbaikan selalu dilakukan sesuai dengan hasil observasi pengamat, sehingga perencanaan untuk siklus berikutnya semua kekurangan yang muncul pada siklus sebelumnya sudah diperbaiki. Pada Siklus II perencanaan mengacu pada hasil refleksi bersama dengan pengamat hal ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan- kekurangan yang muncul pada siklus I. Sehingga berdasarkan hasil pengamatan observer, perencanaan pada siklus II terlihat adanya perbaikan dari perencanaan siklus I.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT DAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DISERTAI DENGAN KEY RELATION-CHART DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI POKOK KOLOID KELAS XI IPA SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT DAN TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION DISERTAI DENGAN KEY RELATION-CHART DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA MATERI POKOK KOLOID KELAS XI IPA SMA NEGERI KEBAKKRAMAT TAHUN PELAJARAN

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain faktorial 3x3 . Populasi penelitian adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri Kebakkramat tahun pelajaran 2015/2016. Teknik pengambilan sampel dengan cluster rundom sampling . Sampel pada penelitian adalah siswa kelas XI IPA 1 (penerapan model TGT disertai KR- Chart ), siswa kelas XI IPA 4 (penerapan TAI disertai KR- Chart ), dan siswa kelas XI IPA 3 (penerapan model konvensional). Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan angket. Analisis data menggunakan uji anava dua jalan dan Kruskal-Wallis dengan taraf signifikansi 5% (α=0,05) . Analisis dibantu dengan Statistical Product and Service Solution ( SPSS) 18.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...