coping stres

Top PDF coping stres:

PSYCHOLOGICAL WELL BEING DITINJAU DARI TIPE COPING STRES PADA SISWA PROGRAM AKSELERASI SMA NEGERI 3 SURAKARTA

PSYCHOLOGICAL WELL BEING DITINJAU DARI TIPE COPING STRES PADA SISWA PROGRAM AKSELERASI SMA NEGERI 3 SURAKARTA

Berbagai hal diatas berpotensi menimbulkan stres pada siswa program akselerasi. Stres adalah keadaan dimana tuntutan melampaui kemampuan dan sumberdaya individu untuk mengatur tuntutan tersebut (Strens, 2007). Sebagai manusia, saat remaja mengalami situasi dan kondisi yang menimbulkan stres, secara alamiah mereka akan berusaha mengatasi stres tersebut dengan menggunakan sejumlah perilaku. Usaha untuk mengatasi stres tersebut disebut coping stres. Menurut Lazarus (dalam Compas dkk, 2001) coping adalah respon penuh arti yang ditujukan langsung untuk memecahkan hubungan penuh stres antara diri dengan lingkungan atau diri dengan emosi negatif yang muncul akibat stres itu sendiri. Coping mempunyai dua tipe, yaitu problem focused coping dan emotion focused coping. Menurut Lazarus dan Folkman ( dalam Andrews, Ainley, Frydenberg, 2004) problem focused coping termasuk usaha untuk mengendalikan atau mengubah sumber stres, sedangkan emotion focused coping adalah usaha untuk mengelola respon emosional terhadap stres.Penelitian Oleh Compas dkk (Dalam Kephart, 2001) menemukan bahwa problem focused coping berhubungan negatif dengan masalah emosi dan perilaku, sedangkan emotion focused coping berhubungan positif dengan masalah tersebut.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

Gambaran coping stres pada lansia penderita kelumpuhan pascastroke

Gambaran coping stres pada lansia penderita kelumpuhan pascastroke

Partisipan II telah mengalami kelumpuhan selama 1 tahun dan partisipan I telah mengalami kelumpuhan selama 3 tahun. Kondisi partisipan II saat ini menunjukkan telah banyak perubahan yang lebih baik dalam hal kondisi fisik dan psikologis yang dirasakan partisipan II, bahkan sekarang partisipan II telah bisa berjalan lagi. Hal ini dikarenakan coping yang digunakan pada partisipan II efektif sehingga membantu penyembuhan kelumpuhannya. Hal ini dapat dijelaskan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Astrom (1993), disebutkan bahwa mayoritas pasien stroke mengalami depresi ataupun beban psikologis itu sekitar tahun pertama terserang stroke, namun tekanan psikologis yang berat seperti depresi akan menurun setelah ± 12 bulan terserang stroke. Robinson et al (dalam Astrom, 1993) juga menyatakan bahwa depresi maupun kondisi psikologis yang buruk pada penderita stroke, umumnya terjadi pada 2 tahun setelah pertama kali terserang stroke. Namun hasil penelitian ini tidak sesuai dengan partisipan I , karena walaupun partisipan I telah mengalami kelumpuhan selama 3 tahun namun tidak membuat depresi yang dialami oleh partisipan akibat kelumpuhan pascastroke menurun bahkan kondisi fisik dan psikologis partisipan I semakin memburuk. Hal ini dikarenakan coping stres pada partisipan I hanya efektif untuk sementara waktu sehingga memperburuk kondisi kesehatannya
Baca lebih lanjut

161 Baca lebih lajut

COPING STRES PADA ANAK JALANAN

COPING STRES PADA ANAK JALANAN

Alhamdulillah, puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas ridha-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Coping Stres pada Anak Jalanan”, sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang.

9 Baca lebih lajut

Studi Mengenai Stres dan Coping Stres pada Ibu Rumah Tangga yang Tidak Bekerja.

Studi Mengenai Stres dan Coping Stres pada Ibu Rumah Tangga yang Tidak Bekerja.

฀bstrak. Dalam menjalankan tugas sebagai ibu rumah tangga, ibu rumah tangga seringkali menghadapi tuntutan-tuntutan yang dirasakan tidak seimbang dengan kemampuan yang dimilikinya yang menyebabkan stres dapat muncul. ฀tres merupakan suatu hubungan antara manusia dengan lingkungan yang dinilai manusia sebagai suatu hal yang menguras atau melebihi sumber daya yang dimilikinya atau membahayakan kesejahteraannya (Lazarus & Folkman, 1984). Ibu rumah tangga melakukan coping stres untuk mempertahankan keseimbangan dalam diri sehingga dapat mempertahankan well-being-nya. ฀oping stres merupakan upaya perubahan kognitif dan tingkah laku yang secara terus menerus untuk mengatasi tuntutan eksternal dan/atau internal tertentu dinilai membebani atau melebihi sumber daya individu (Lazarus & Folkman, 1984). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penelitian ini melibatkan 60 ibu rumah tangga yang tidak bekerja. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner stres yang dimodifikasi peneliti dari alat ukur derajat stres Linda Daniel (2009) yang berdasarkan teori stres Lazarus dan Folkman (1984) serta kuesioner coping stres yang dimodifikasi peneliti dari The Revised Ways of ฀oping (Folkman & Lazarus, 1985). Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar ibu rumah tangga dengan derajat stres rendah tidak memiliki kecenderungan yang spesifik untuk menggunakan salah satu bentuk coping stres, baik problem-focused coping maupun emotion-focused coping, untuk mengatasi stres yang dirasakannya (25%).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

GAMBARAN STRES DAN COPING STRES PADA CALON LEGISLATIF YANG KALAH DALAM PEMILU 2009

GAMBARAN STRES DAN COPING STRES PADA CALON LEGISLATIF YANG KALAH DALAM PEMILU 2009

Caleg adalah calon legislatif, tujuan sebenarnya menjadi caleg adalah mewakili aspirasi rakyat, dengan menjadi wakil rakyat di parlemen. Saat ini begitu mudah bagi siapapun untuk menjadi caleg, sistem rekrutmen caleg oleh partai sama saja seperti mencari tenaga kerja dengan memasang pengumuman, dan kemudian banyak orang mengantri untuk mendaftar. Pemilihan umum yang telah diselenggarakan pada 9 April 2009 telah memunculkan berbagai permasalahan, khusunya bagi para calon legislatif yang mengalami tekanan yang disebabkan kekalahannya. Beberapa minggu setelah penghitungan suara dilaksanakan muncul fenomena menarik yang patut kita prihatinkan, yaitu banyak caleg yang stres dikarenakan telah menghabiskan dana yang besar tetapi tidak terpilih, oleh karena itulah peneliti mengambil judul “Gambaran Stres dan Coping Stres pada Calon Legislatif yang Kalah dalam Pemilu 2009. Adapun tujuan dari
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

COPING STRES PADA PENGUNGSI (Studi Pada Para Pengungsi Korban Banjir Lumpur PT Lapindo Brantas Inc.)

COPING STRES PADA PENGUNGSI (Studi Pada Para Pengungsi Korban Banjir Lumpur PT Lapindo Brantas Inc.)

menurunnya selera makan, jam tidur berkurang, dan kurang pulas saat tidur, b) reaksi kognitif: bingung, gelisah, sering melamun, kehilangan konsentrasi, mimpi buruk saat tidur, c) reaksi emosional: berusaha menyangkal dengan berharap semua kejadian ini hanyalah mimpi, marah, emosi meledak-ledak dan kurang terkontrol, benci dan marah kepada pihak PT Lapindo Brantas, serta d) reaksi interpersonal: konflik dengan pihak PT Lapindo Brantas. Adapun perilaku coping stres para pengungsi ditempuh dalam dua cara, yakni coping yang berfokus pada emosi

2 Baca lebih lajut

ST Strategi Coping Stres Pada Penderita Lupus.

ST Strategi Coping Stres Pada Penderita Lupus.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan pemahaman mengenai strategi coping stres pada penderita lupus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan yang berjumlah 6 informan terdiri dari 3 informan utama dan 3 informan pendukung. Informan utama merupakan penderita lupus yang berusia remaja, dewasa awal dan dewasa madya. Kemudian informan pendukung merupakan orang terdekat informan utama yang mendampingi selama informan utama menderita lupus. Data diperoleh dengan metode wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunujukkan bahwa semua informan mengalami kondisi stres, seperti sulit berkonsentrasi, malas melakukan aktifitas, putus asa, cemas, marah, bungkam, tertutup, tidak percaya diri, daya ingat menurun, penolakan, takut, badan lemas dan sakit kepala. Coping yang dilakukan informan remaja dan dewasa menunjukkan perbedaan, informan remaja cenderung menggunakan emotional focused coping sedangkan informan dewasa melakukan ke dua coping yaitu problem focused coping dan emotional focused coping. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi informan melakukan coping yaitu faktor pendidikan dan faktor dukungan sosial yang berfokus pada emosional.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Coping Stres Pada Caregiver Pasien Stroke.

PENDAHULUAN Coping Stres Pada Caregiver Pasien Stroke.

Berdasarkan uraian fenomena diatas diatas, terlihat bahwa pasien stroke tidak dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri oleh karena itu mereka membutuhkan bantuan dari seorang caregiver untuk membantu menjalankan kehidupan sehari-hari. Beratnya tugas yang harus dilakukan caregiver dalam merawat pasien stroke pada akhirnya membuat mereka merasa stres. Hal tersebut membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna mengetahui bagaimana Coping stres pada caregiver pasien stroke?

9 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING STRES PADA PENDERITA LUPUS  Strategi Coping Stres Pada Penderita Lupus.

STRATEGI COPING STRES PADA PENDERITA LUPUS Strategi Coping Stres Pada Penderita Lupus.

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan pemahaman mengenai strategi coping stres pada penderita lupus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan informan yang berjumlah 6 informan terdiri dari 3 informan utama dan 3 informan pendukung. Informan utama merupakan penderita lupus yang berusia remaja, dewasa awal dan dewasa madya. Kemudian informan pendukung merupakan orang terdekat informan utama yang mendampingi selama informan utama menderita lupus. Data diperoleh dengan metode wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian menunujukkan bahwa semua informan mengalami kondisi stres, seperti kecewa, marah, menangis, sulit berkonsentrasi, malas melakukan aktivitas, putuas asa, cemas, marah, bungkam, tertutup, tidak percaya diri, daya ingat menurun, penolakan, takut, badan lemas, dan sakit kepala. Coping yang dilakukan informan remaja dan dewasa menunjukkan perbedaan, informan remaja cenderung menggunakan emotional focused coping sedangkan informan dewasa melakukan ke dua coping yaitu problem focused coping dan emotional focused coping. Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi informan melakukan coping yaitu faktor pendidikan dan faktor dukungan sosial yang berfokus pada emosional.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Coping Stres Pada Caregiver Pasien Stroke.

DAFTAR PUSTAKA Coping Stres Pada Caregiver Pasien Stroke.

Purnama, Tata Septayuda. 2011. Hubungan Aspek Religiusitas dan Aspek Dukungan Sosial terhadap Konsep Diri Selebriti di Kelompok Pengajian Orbit Jakarta. Tesis (Tidak diterbitkan). Jakarta. Universitas Indonesia. Putri, Yuli Novita Sari. 2010. Coping Stres Suami yang Memiliki Istri Skizofrenia.

6 Baca lebih lajut

Hubungan dukungan sosial dengan Coping stres homoseksual di Jakarta

Hubungan dukungan sosial dengan Coping stres homoseksual di Jakarta

Adapun skala tentang coping stres yang dikhususkan kepada skala positif coping diklasifikasikan sebagai berikut: Menceritakan dan menuliskan masalah mencakup berbicara dengan orang lain secara lisan atau tulisan tentang pengalaman traumatis. Menemukan hikmah dari masalah mencakup perubahan atau pertumbuhan dari jalan kehidupan yang baik, pengalaman yang datang dan pergi menjadikan manusia lebih baik dari hari ke hari, memiliki suatu keyakinan yang baru, dan pengetahuan adalah sesuatu yang penting dalam hidup. Mengambil respon yang positif ketika kehilangan mencakup penemuan makna dalam setiap masalah dan kembali bangkit diatas pengalaman yang pahit. Yang juga berarti merasionalkan segala bentuk kehilangan dan mencari manfaat sebagai pengalaman dari sebuah peristiwa kehilangan serta mendorong dan memudahkan terjadinya proses atau pertumbuhan atau perubahan kearah yang positif. Mencari kebermaknaan dalam hidup mencakup kebutuhan untuk mencapai suatu tujuan kebutuhan bernilai, kebutuhan untuk dipercaya, kebutuhan akan harga diri. Humor mencakup ungkapan emosi melalui tertawa. Melakukan meditasi mencakup religious dan filosofis dari spiritualitas ketimuran. Mendekatkan diri kepada Tuhan (Kerohanian) mencakup Kemampuan untuk membayangkan, mencari, berhubungan dan berpegangan, serta berdoa.
Baca lebih lanjut

244 Baca lebih lajut

BAB 1  Strategi Coping Stres Pada Penderita Lupus.

BAB 1 Strategi Coping Stres Pada Penderita Lupus.

Berdasarkan penanganan lupus di Indonesia Yayasan Syamsi Dhuha menuliskan bahwa penderita lupus di Indonesia pada saat ini sekitar 300.000 orang dan tren-nya terus meningkat. Sosialisasi yang dilakukan pemerintah masih cukup minim, penanganannya pun demikian. Saat ini perangkat kesehatan yang menangani dan mengerti tentang penyakit ini masih cukup langka (Sanusi, 2013). Kurangnya pelayanan kesehatan khususnya pada penyakit lupus, hal ini memaksa penderita untuk mampu melakukan penanggulangan secara mandiri yang bertujuan untuk mengurangi atau mengontrol beban psikologis yang dialaminya. Coping adalah upaya untuk mencegah, menghilangkan, atau mengurangi stres, atau mentolerir efek stres dengan bahaya minimum (Rice, 1999). Coping mengacu pada cara seseorang mengatasi atau menghadapi ancaman-ancaman dan konsekuensi emosional dari ancaman-ancaman tersebut (Taylor, dkk., dalam Baron dan Byrne, 2005).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

COPING STRES PADA SOPIR ANGKUTAN KOTA

COPING STRES PADA SOPIR ANGKUTAN KOTA

penumpang angkot. Belum lagi ditambah jalanan macet, kerusakan dan gangguan mobil menambah stres sopir. Manajemen stres pada sopir angkot dari hasil penelitian pada 8 responden menunjukkan bahwa 4 responden (50%) melakukan penyelesaian positif, 4 responden (50%) melakukan penyelesaian secara negatif. Penyelesaian positif adalah perwujudan manajemen stres dengan usaha subjek terus mencari penumpang dengan cara berhenti di perempatan / pasar, mencari penumpang dengan jalan pelan-pelan menjaga jarak antara angkutan depan dan angkutan belakang (mencari slah), berusaha mencari penumpang di daerah yang ramai seperti, pasar, sekolah dan perempatan, memanajemen stresnya dengan penyelesaian yang positif melalui rasa syukur dengan keadaan yang ada dan bekerja dengan keras bahkan malam, karena responden memiliki dasar agama yang kuat. Sedangkan 4 responden memanajemen stres secara negatif adalah dengan mabuk-mabukan. Subyek tidak memiliki kemampuan untuk merubah sikap dan perbuatannya. Tindakan yang kurang bertanggungjawab karena hanya menghilangkan stres lalu muncul kembali. Dalam penyelesaiannya subyek mencoba menggunakan alkohol untuk membantu melewati situasi-situasi
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

GAMBARAN COPING STRES PADA WILAYATUL HIS

GAMBARAN COPING STRES PADA WILAYATUL HIS

Dalam melaksanakan tugasnya, responden mengalami ketakutan ketika responden menindak pelaku pelanggar syariat Islam yang berasal dari tentara atau polisi. Responden menilai bahwa tentara dan polisi bisa saja balas dendam dan melakukan tindakan berbahaya terhadap responden yang bisa mengamcam keselamatan jiwa responden. Responden merasa siap untuk melaksanakan tugasnya namun belum siap mati. Rasa ketakutan juga dialami responden ketika responden menindak pelaku khamar, dimana responden merasa bahwa pelaku khamar adalah orang-orang yang arogan yang bisa saja melakukan tindakan kekerasa terhadap responden sebagai bentuk balas dendam atas penangkapan yang responden lakukan. Dan kondisi ini menimbulkan stres bagi responden. Hal ini sesuai dengan pernyataan Lazarus dan Folkman (1984) bahwa sesuatu dinilai sebagai sumber stres jika dianggap mengancam atau berbahaya bagi individu. Greenberg (2006) juga meletakkan physical danger sebagai salah satu sumber stres dalam pekerjaan.
Baca lebih lanjut

245 Baca lebih lajut

Coping stres pada mahasiswa yang menikah pasca seks pranikah

Coping stres pada mahasiswa yang menikah pasca seks pranikah

Iya Mungkin sekarang setelah menikah itu sa lebih kayak dilepas jadi mereka melatih sa gimana sa dilepas dan hidup sendiri, jadi kayak misalkan soal uang, biasanya sa masih dikasih uan[r]

359 Baca lebih lajut

Coping stres pada mahasiswa yang menikah pasca seks pranikah.

Coping stres pada mahasiswa yang menikah pasca seks pranikah.

Iya Mungkin sekarang setelah menikah itu sa lebih kayak dilepas jadi mereka melatih sa gimana sa dilepas dan hidup sendiri, jadi kayak misalkan soal uang, biasanya sa masih dikasih uan[r]

361 Baca lebih lajut

Coping Stres Suami Yang Memiliki Istri Skizofrenia

Coping Stres Suami Yang Memiliki Istri Skizofrenia

“Kadang abang berpikir, ditinggalkan nanti apa ada perubahan, gini- gini aja kayakmana sampe tua, anakku mau juga stres nanti yang tiga itu. Ha..liat situasi mamaknya. Orang kakak itu ngajari anaknya pun...pokoknya kelakuan dia tu dinampakkan sama anaknya, gak pande ngasi contoh yang baek sama anaknya, kayakmana dia...apa terang- terang aja sama anaknya. Gak dia eceknya ngomong yang jelek pun gak ada ditutupi, pokoknya gak ada apala sikitya, jangan terlalu apala ngomongnya sama anaknya. Contohnya laya, kalo kita sama anak- anakkan jangan terlalu apa, buang angin gitukan, sebagai orangtua keluar dulu, nanti dicontohnya pula. Kayak istilah itu guru kencing berdiri murid kencing berlari. Takutnya gitu nanti. Pokoknya kakak itu gak pande kasi contoh yang baik.”
Baca lebih lanjut

178 Baca lebih lajut

Gambaran Coping Stres Pada Wilayatul Hisbah Yang Ditempatkan Di Desa

Gambaran Coping Stres Pada Wilayatul Hisbah Yang Ditempatkan Di Desa

Untuk permasalahan mengenai kurangnya dukungan masyarakat terhadap WH, dihadapi responden dengan self-control yaitu usaha untuk mengatur perasaan ketika menghadapi situasi yang menekan dengan bersabar dan mengikhlaskannya, selain itu responden juga menggunakan seeking social support, yaitu usaha untuk mendapatkan kenyamanan emosional dengan mencari dukungan emosional dari rekan-rekannya. Namun responden juga menggunakan problem focus coping berupa planful problem solving yaitu usaha untuk mengubah keadaan yang dianggap menekan dengan cara yang hati-hati, bertahap, dan analitis, dengan berusaha untuk menegur masyarakat dengan lembut, melakukan razia secara fardiyah saja untuk menghindari respon negatif yang diberikan masyarakat. Responden juga pernah langsung menunjukkan ayat Al-Quran mengenai wajibnya menutup aurat agar masyarakat tidak lagi memberikan protes terhadap responden.
Baca lebih lanjut

245 Baca lebih lajut

COPING STRES PADA CAREGIVER PASIEN STROKE 1.  HALAMAN DEPAN  Coping Stres Pada Caregiver Pasien Stroke.

COPING STRES PADA CAREGIVER PASIEN STROKE 1. HALAMAN DEPAN Coping Stres Pada Caregiver Pasien Stroke.

berasal dari situasi yang bersumber pada sistem biologis, psikologis dan sosial dari seseorang (Sarafino, 1994). Selanjutnya Sarafino (1994) menjelaskan tiga sumber stres yaitu sumber stres yang berasal dari dalam diri individu, sumber stres yang berasal dari keluarga dan sumber stres yang bersumber dari komunitas dan masyarakat. Penelitian dari Daulay, Setiawan & Febriany (2014) menjelaskan bahwa stres yang dialami oleh caregiver disebabkan oleh beratnya tugas yang harus dilakukan dalam merawat pasien stroke. Hal itu sesuai dengan hasil wawancara peneliti yang menunjukkan bahwa caregiver mengalami masalah pada berbagai aspek antara lain aspek fisik, emosi, finansial dan juga sosial.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Strategi Pengelolahan Stres Coping Stres

Strategi Pengelolahan Stres Coping Stres

Problem solving effort is an attempt to do something constructive to overcome a situation that makes social stress, including an adverse event, dangerous as well as challenges faced by the individual, while emotion focused coping is an attempt to regulate the emotions felt by the individual when confronted by an event that makes social stress (Folkman and Lazarus, 1980, in Rustini, 2017). From the research that has been done by researchers, there are three strategies of coping stresss largest by the three patients. Namely in the problem solving effort, namely planful problem solving and social support seeking. Then in the emotion focused coping section in the positive appraisal section. Which means that the three sufferers focus on how they plan to solve the problem, how they can focus on the steps they need to take to overcome the wounds caused by diabetes so that he does not become stressed. Then the three sufferers submit entirely to God. All three agreed to surrender themselves and look for the positive meaning behind the current situation. The three sufferers are aware of what is their most important priority right now. And do not focus on how sadness he felt let alone his luck. The third strategy of coping stress will not work without support from people around the patient, this support that makes the patient become strong and eager to live the day, with the support they are motivated to keep trying to be healthy and healed. This support comes from family, neighbors, friends and people closest to the patient, including medical personnel.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Show all 5092 documents...