Create and Share (SSCS)

Top PDF Create and Share (SSCS):

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA.

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN GENERIK SAINS DAN PROFIL KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA.

1. Penggunaan model pembelajaran SSCS dalam pembelajaran dapat memfasilitasi terjadinya proses latihan keterampilan generik sains siswa. Dalam tahap solve terdapat kegiatan membimbing siswa membuat prediksi sementara terhadap jawaban dari pertanyaan, menuntun siswa untuk membuktikan jawaban dari pertanyaan dengan melakukan penyelidikan- penyelidikan, pengukuran, analisis data dan menarik kesimpulan. Kegiatan ini akan efektif untuk mengembangkan beberapa keterampilan generik sains diantaranya: pengamatan langsung dan pengamatan tak langsung, melakukan inferensi logika secara berarti, memahami hukum sebab akibat, dan berpikir dalam kerangka logika taat asas.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) BERBANTU MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA.

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE (SSCS) BERBANTU MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA.

Model Search, Solve, Create and Share merupakan salah satu model berbasis problem solving yang dikembangkan oleh Pizzini, Shepardson, dan Abel (dalam Chin, 1997) yang khususnya diperuntukkan bagi pembelajaran sains. Model SSCS terdiri dari empat fase, yakni fase menyelidiki masalah (search), fase merencanakan pemecahan masalah (Solve), fase mengkonstruksikan pemecahan masalah (create) dan yang terakhir adalah fase mengkomunikasikan (Share) penyelesaian yang diperolehnya (Chin, 1997). Adapun multimedia digunakan sebagai alat bantu penerapan model pembelajaran SSCS, dimana tiga dari empat fase model SSCS dituangkan dalam multimedia pembelajaran yakni fase Search, Solve, dan Create. Fase terakhir yakni fase Share, dipimpin langsung oleh Guru atau peneliti.
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

T MTK 1303183 Abstract

T MTK 1303183 Abstract

The research was based on concerning with the development of mathematical critical thinking and mathematical communication ability. The purpose of the study was to 1) review and compare the differences of enhancing mathematical critical thinking ability between junior high school students who acquire Model of Search, Solve and Share (SSCS) through hypnoteaching method and those who acquire the conventional learning, 2) review and compare the differences of enhancing mathematical communication ability between junior high school students who acquire Model of Search, Solve and Share (SSCS) through hypnoteaching method and those who acquire the conventional learning, and 3) examine and describe the relationship between the mathematical critical thinking ability and mathematical communication ability of junior high school students. This study was a quasi-experimental research with non-equivalent control group design consists of classroom experiments which obtain Model of Search, Solve and Share (SSCS) through hypnoteaching method and control class which obtain conventional learning. The population of this study is junior high school students in Tangerang, where the samples are the grade 8 th students in one of the state junior high school in Tangerang for the 2014/2015 academic year. Instruments used to collect data in this research consists of test instruments, student’s attitude scale, and observation sheets. The data obtained is analyzed using the mean difference test, which are the t-test, Mann-Whitney, and Rank-Spearman test. The results showed that: 1) the enhancement student’s mathematical critical thinking ability who gotten model of Search, Solve, Create, and Share (SSCS) through hypnoteaching method is better than who gotten conventional learning. 2) the enhancement student’s mathematical communication ability who gotten Model of Search, Solve, Create and Share (SSCS) through Hypnoteaching method is better than who gotten conventional learning 3) There is no significant relation between increasing mathematical critical thinking ability and mathematical communication of junior high school students, and 4) almost the students showed positive attitude to subjects of mathematics, model os Search, Solve, Create, and Share (SSCS) through hypnoteaching method, and mathematical critical thinking and mathematical communication ability.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREAT, DAN SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DAN KOMUNIKASI MATEMATIKA BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIKA PADA SISWA SMP - repo unpas

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREAT, DAN SHARE (SSCS) UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KREATIF DAN KOMUNIKASI MATEMATIKA BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIKA PADA SISWA SMP - repo unpas

Dalam proses pembelajaran kemampuan berpikir kreatif, komunikasi serta disposisi matematik siswa masih rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan penelitian menggunakan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS). Tujuan penelitian ini untuk melakukan studi yang berfokus pada penggunaan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) yang diduga dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif dan komunikasi berdasarkan disposisi matematik (tinggi dan rendah). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Mixed Method (Metode Campuran) tipe The Embedded Design dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMPN 24 Bandung. Diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang menggunakan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional ditinjau dari keseluruhan dan berdasarkan disposisi matematik (tinggi dan rendah).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP Pada Topik Cahaya.

Model Pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SMP Pada Topik Cahaya.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji coba penerapan model pembelajaran search, solve, create and share (SSCS) untuk melihat pengaruhnya terhadap peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis siswa SMP. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen semu, dengan menggunakan dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran search, solve, create and share (SSCS) dan kelompok kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Data penelitian ini berupa data kuantitatif, yaitu skor pre-test dan post-test pemahaman konsep sebelum dan setelah pembelajaran, data kualitatif berupa tanggapan siswa dan guru yang diperoleh melalui angket. Desain eksperimen yang digunakan adalah randomized control group pre-test-post-test design (Arikunto, 2001). Bagan rancangannya adalah sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

41 Baca lebih lajut

Pengaruh model pmbelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa

Pengaruh model pmbelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa

Selanjutnya tahap yang ketiga yaitu create (menciptakan) siswa melaksanakan penyelesaian masalah. Pada tahapan ini siswa membangun pengetahuannya sendiri dari hasil mengidentifikasi dan menganalisa tahapan sebelumnya yang terkait dengan materi pelajaran yang sedang dipelajari. Tahap create ini mengembangkan kemampuan siswa untuk menyatakan tentang hasil yang berkaitan dengan masalah yang diberikan berdasarkan solusi dari tahapan sebelumnya. Sehingga indikator kemampuan berpikir kreatif yang sesuai dan dapat dikembangkan dari tahapan ini yaitu kemampuan berpikir kreatif siswa secara orisinal. Tahap yang keempat yaitu mengkomunikasikan hasil penyelesaian (share). Dalam tahapan ini siswa menjelaskan hasil penyelesaian permasalahan yang diberikan dengan mempresentasikan hasil temuan mereka di depan guru dan siswa lain. Tahap share ini mengembangkan kemampuan siswa untuk mampu menjelaskan hasil pekerjaan yang telah mereka selesaikan. Sehingga indikator kemampuan berpikir kreatif yang sesuai dan dapat dikembangkan dari tahapan ini yaitu kemampuan berpikir kreatif siswa secara terperinci.
Baca lebih lanjut

162 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN ADVERSITY QUOTIENT SISWA SMA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DAN ADVERSITY QUOTIENT SISWA SMA.

The mathemaics problem solving is one ability a student should get as written in KTSP 2006 curriculum. However, there can be found so many weak mathematics problem solving ability. Less positive response always occurs when students are given non routine mathemaatics problem. This show us that the aability of adversity quotient should be improved. The objectives of this study are; 1.) to know whether the improvement of students mathematics problem solving ability having SSCS (Search, Solve, Create and Share) learning model are better than those having conventional learning model; 2.) to know whether there are interaction between learnimg model (SSCS and conventional) and initial mathematical knoledge of students i.e. low, medium and high with the improvement of student’s mathematics probl em solving ability; 3.)to know whether the adversity quotient of students havingSSCS leaarning model are better than those having conventional learning model; 4.) to know whether or not there is any correlation between the ability to solve problem with stu dent’s adversity quotient after having SSCS learning model. The method used in this research is quasi-experiment. The conclusion of this research are 1.) the improvement of students mathematics problem solving ability having SSCS (Search, Solve, Create and Share) learning model are better than those having conventional learning model; 2.) there is no interaction between learnimg model (SSCS and conventional) and initial mathematical knoledge of students i.e. low, medium and high with the improvement of st udent’s mathematics problem solving ability; 3.) the adversity quotient of students havingSSCS leaarning model are better than those having conventional learning model; 4.) there are a significant correlation and positive relation between the ability to so lve problem with student’s adversity quotient after having SSCS learning model.
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Penerapan Model Pembelajaran Sscs (Search, Solve, Create And Share) Untuk Meningkatkan Disposisi Matematik Siswa

Penerapan Model Pembelajaran Sscs (Search, Solve, Create And Share) Untuk Meningkatkan Disposisi Matematik Siswa

1. Pembelajaran SSCS (Solve, Search, Create and Share) dengan LKS yang diberikan kepada kelas VII H SMPN I Jatisaridengan langkah-langkah search, solve, create dan share membuat disposisi matematik siswa meningkat pada setiap aspeknya dari siklus I ke siklus II.situasi yang diberikan secara konsisten pada tahap search meningkatkan rasa ketertarikan siswa akan matematika dan kegigihan siswa saat mencari informasi yang dibutuhkan. Tahap solve sangat mempengaruhi kegigihan kegigihan dan fleksibelitas siswa karena sisa terlatih dengan pengerjaan soal pemecahan masalah. Saat membuat sauatu yang berkaitan dengan masalah yang diberikan serta membuat laporan penyelesaian pada tahap create siswa terlatih untuk berfikir luwes dan tahu apa yang telah mereka pelajari sehingga dengan tahap ini aspek fleksibelitas dan metakognisi siswa meningkat. Selanjutnya pada tahap share terlihat dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa di mana mereka mulai berani mengajukan pendapat. Selain itu, tahap ini juga memmbiasakan siswa untuk memeriksa kembali hasil kerja sebelum dan setelah presentasi sehingga meningkatkan aspek metakognisi mereka. 2. Disposisi matematik siswa kelas mengalami peningkatan setelah mengikuti
Baca lebih lanjut

156 Baca lebih lajut

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE) MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA MATERI HUKUM NEWTON DAN PENERAPANNYA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SSCS (SEARCH, SOLVE, CREATE AND SHARE) MELALUI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI PADA MATERI HUKUM NEWTON DAN PENERAPANNYA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 5 SURAKARTA

Critical thinking skills should be part of student’s learning and schools should play a role to develop critical thinking skills through teaching and learning process. The purposes of this research are : (1) find out whether or not there is a different influence of the implementation of SSCS (Search Solve Create and Share) learning model using experiment and demonstration methods toward the students’ cognitive ability , (2) find out whether or not there is a different influence of the students’ critical thinking in high and low category towards students’ cognitive ability, (3) find out whether or not there is an interaction between SSCS (Search Solve Create and Share) learning model through experiment and demonstration with the students’ critical thinking towards students’ cognitive ability. This research used an experimental method with 2x2 factorial design. The population was students of class X MIA SMA Negeri 5 Surakarta academic year 2017/2018. The sample was chosen from cluster random sampling technique. There were two classes of the sample in this research. Those were X MIA 5 that consist of 30 students as experiment class and X MIA 4 that consist of 30 students as demonstration class. The data were collected through document analysis and test. Those were analyzed with two-way ANAVA with different cell content. The conclusion of this experiment research were: (1) there was n’ t a different influence of the implementation of SSCS (Search Solve Create and Share) learning model using experiment and demonstration methods toward the students’ cognitive ability, (2) there was a different influence of the students’ critical thinking in high and low category towards students’ cognitive ability, (3) there was no interaction between the implementation of SSCS (Search Solve Create and Share) learning model through experiment and demonstration with the students’ critical thinking towards students’ cognitive ability .
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

T MTK 1204867 Chapter5

T MTK 1204867 Chapter5

2. PAM siswa yang terdiri dari siswa yang berkemampuan (tinggi, sedang, dan rendah) memiliki hubungan dengan peningkatan kemampuan pemecahan masalah, hal yang sama juga terdapat pada pembelajaran model SSCS memiliki pengaruh yang positif pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah. Pada penelitian ini hasilnya adalah tidak terdapat interaksi antara pembelajaran (SSCS dan konvensional) dengan PAM (tinggi, sedang, dan rendah). Disarankan agar PAM memiliki interaksi yang kuat dengan pembelajaran dalam kelas, yaitu dengan melatih siswa lebih sering lagi dengan masalah yang diberikan dalam kelompok belajarnya. Sehingga siswa akan terbiasa dan terlatih untuk menjadi pemecah masalah yang baik akibat dari interaksi yang terjadi selama pembelajaran kepada siswa-siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Kemudian melakukan pengontrolan yang ketat pada kelompok-kelompok belajar, agar siswa selalu berada pada kelompoknya dan selalu mengikuti pembelajaran di kelas.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

S PIPS 1201867 Bibliography

S PIPS 1201867 Bibliography

Ali Mohammad Siahi Atabaki1, Narges Keshtiaray1 & Mohammad H. Yarmohammadian1, (2015). Scrutiny of Critical Thinking Concept. International Education Studies; Vol. 8, No. 3; 2015. ISSN 1913-9020 E-ISSN 1913-9039 Published by Canadian Center of Science and Education 93.

Baca lebih lajut

PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA

PENGARUH KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA

Berdasarkan pendapat Pizzini maka pembelajaran search, solve, create and share dapat membantu siswa menemukan jawaban sendiri dari suatu permasalahan yang dipecahkan. Bahan pelajaran pun bukan berbentuk fakta atau konsep yang sudah jadi, melainkan sebuah kesimpulan yang memerlukan pembuktian. Proses pembelajaran bermula dari rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu dan peserta didik memiliki kemauan dan kemampuan untuk berfikir. Jumlah siswa pun harus ideal dengan kapasitas guru agar alokasi waktu mencukupi untuk menggunakan pendekatan yang berpusat pada siswa.

106 Baca lebih lajut

T MTK 1204867 Abstract

T MTK 1204867 Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa hal ini tercantum dalam kurikulum KTSP 2006. Namun masih banyak didapati kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih rendah dengan respon yang kurang positif masih selalu muncul bila siswa diberi masalah yang non rutin. Tujuan penelitian adalah 1) mengetahui apakah peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang memperoleh pembelajaran SSCS (Search, Solve, Create, and Share) lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional; 2) mengetahui apa terdapat interaksi antara pembelajaran (SSCS dan konvensional) dan pengetahuan awal matematis siswa (rendah, sedang, tinggi) terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa; 3) mengetahui apakah adversity quotient siswa yang mengikuti pembelajaran model SSCS (Search, Solve, Create, and Share) lebih baik daripada yang mendapatkan pembelajaran konvensional; 4) mengetahui terdapat korelasi atau tidak antara kemampuan pemecahan masalah dengan adversity quotient siswa setelah mendapatkan pembelajaran SSCS (Search, Solve, Create, and Share). Metode penelitian dalam penelitaian ini adalah kuasi eksperimen. Kesimpulan penelitian adalah 1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMA yang memperoleh model pembelajaran SSCS (search, solve, create and share) lebih baik daripada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional; 2) tidak terdapat interaksi antara pembelajaran (SSCS dan konvensional) dengan PAM (tinggi, sedang, rendah) terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah; 3) adversity quotient siswa yang mengikuti model pembelajaran SSCS (search, solve, create and share) lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional; 4) terdapat korelasi yang signifikan serta hubungan yang positif antara kemampuan pemecahan masalah dan adversity quotient siswa setelah mendapatkan pembelajaran SSCS (search, solve, create and share).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

T MTK 1204867 Bibliography

T MTK 1204867 Bibliography

and Share (SSCS) dalam upaya meningkatkan kemampuan penalaran matematis mahasiswa matematika. Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1 ISSN 1412-565X, April 2011. Terdapat: jurnal.upi.edu/file/irwan.pdf Khaerunnisa, E. (2013). Peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis

Baca lebih lajut

S PIPS 1201867 Chapter 5

S PIPS 1201867 Chapter 5

dalam penerapan teknik pembelajaran SSCS relatif lama, guru belum terbiasa menerapkan teknik pembelajaran SSCS, dan siswa mengalami kesulitan dalam membuat pertanyaan-pertanyaan pada fase search yang disebabkan karena kurang terbiasanya siswa dalam mengungkapkan masalah dalam bentuk pertanyaan secara tertulis dengan bahasa sendiri. Serta, dapat di asumsikan pula bahwa secara keseluruhan, pembelajaran IPS dengan menerapkan teknik pembelajaran SSCS (Search, Solve, Create, and Share) untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah yang telah dilaksanakan oleh guru sudah sangat baik karena sudah dijalankan sesuai dengan RPP yang telah disusun sebelumnya. B. Rekomendasi
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

t ipa 0809576 chapter5

t ipa 0809576 chapter5

SSCS juga dapat melatih menggunakan prosedur, membuat hipotesis, menerapkan prinsip dan membuat kesimpulan. Model pembelajaran ini juga melatih siswa dalam interaksi dengan sesama siswa dan melatih berkomunikasi dengan baik.

Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) BERBANTUAN PhET UNTUK MENINGKATKAN STRATEGI METAKOGNITIF DAN PEMAHAMAN KONSEP

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) BERBANTUAN PhET UNTUK MENINGKATKAN STRATEGI METAKOGNITIF DAN PEMAHAMAN KONSEP

menerapkan model pembelajaran Search, Solve, Create and Share (SSCS) berbantuan PhET. Menurut Pazzini sebagaimana dikutip oleh Syaputra (2014) menyatakan bahwa model pembelajaran SSCS menggunakan pendekatan problem solving yang didesain untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan pemahaman terhadap konsep ilmu. Salah satu media pembelajaran yang menarik untuk dikolaborasikan dengan pembelajaran problem solving adalah media simulasi PhET (Physics Education Technology). Menurut Taufiq sebagaimana dikutip Prihatiningtyas, simulasi PhET memberikan kesan yang positif, menarik, dan menghibur serta membantu penjelasan secara mendalam tentang suatu fenomena alam. Oleh karena itu, siswa yang berlatih simulasi PhET merasa senang dan mudah untuk mempelajarinya.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP KEMAMPUAN CREATIVE PROBLEM SOLVING PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA - Raden Intan Repository

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP KEMAMPUAN CREATIVE PROBLEM SOLVING PESERTA DIDIK PADA PEMBELAJARAN FISIKA - Raden Intan Repository

Desain penelitian kuasi eksperimen (quasy experimental research) yang digunakan dalam penelitian ini adalah noneequivalent control group design. Pada desain ini kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak dipilih secara random. 90 Sebelum diberi perlakuan (treatment) kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan pretest untuk mengetahui tingkat kemampuan awal keduanya. Setelah dilakukan pretest selanjutnya kelas eksperimen diberikan perlakuan (treatment) yaitu pembelajaran dengan menggunakan model Search, Solve, Create, and Share (SSCS), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung yang biasa dilakukan pendidik. Setelah masing-masing kelompok diberikan perlakuan, selanjutnya kelas eksperimen dan kelas kontrol diberi posttest untuk membandingkan hasil perlakuan (treatment) yang diberikan. Adapun desain penelitian control group design seperti pada Gambar 3.1.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbandingan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Problem Solving Kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2014 / 2015.

PENDAHULUAN Perbandingan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dan Problem Solving Kelas VII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2014 / 2015.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Widana (2013) menyatakan bahwa penerapan problem solving melalui model pembelajaran search, solve, create and share (SSCS) dapat meningkatkan keterampilan berfikir kreatif siswa dalam mendiskripsikan proses belajar mengajar. Sementara itu menurut hasil penelitian penerapan problem solving oleh Adinugraha (2011) menunjukan bahwa 93,55% hasil belajar siswa mengalami peningkatan. Siswa semakin aktif dan konsentrasi dalam pembelajaran yaitu memperhatikan guru saat menjelaskan dan melakukan diskusi dengan baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) BERBANTUAN KARTU MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA KELAS VIII

KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) BERBANTUAN KARTU MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK SISWA KELAS VIII

Pada bab ini akan dipaparkan hasil penelitian di SMP Negeri 2 Wiradesa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) berbantuan kartu masalah terhadap kemampuan pemecahan masalah matematik siswa Kelas VIII. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas VIII B sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII A sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran model SSCS berbantuan kartu masalah dan kelas kontrol mendapatkan pembelajaran yang biasa diterapkan di SMP Negeri 2 Wiradesa dan tidak diterapkan pembelajaran model SSCS berbantuan kartu masalah. Hasil penelitian yang diperoleh berupa hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematik siswa setelah perlakuan selesai diberikan. Hasil penelitian yang akan dipaparkan adalah analisis data tahap awal, analisi data tahap akhir, dan pelaksanaan pembelajaran.
Baca lebih lanjut

387 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...