Customer Knowledge Management

Top PDF Customer Knowledge Management:

DEVELOPMENT CUSTOMER KNOWLEDGE MANAGEMENT (CKM) MODELS IN PURBALINGGA HOSPITALITY USING SOFT SYSTEMS METHODOLOGY (SSM) Nur Chasanah1 , Dana Indra Sensuse1 and Jonathan Sofian Lusa 1, 2

DEVELOPMENT CUSTOMER KNOWLEDGE MANAGEMENT (CKM) MODELS IN PURBALINGGA HOSPITALITY USING SOFT SYSTEMS METHODOLOGY (SSM) Nur Chasanah1 , Dana Indra Sensuse1 and Jonathan Sofian Lusa 1, 2

Pembangunan sektor pariwisata merupakan bagian dari upaya pembangunan nasional yang sedang dilaksanakan di Indonesia. Perkembangan sektor pariwisata berkembang sangat pesat, terlihat dari banyaknya wisatawan domestik dan mancanegara yang datang ke Indonesia, seperti ke Purbalingga, Jawa Tengah. Hotel merupakan salah satu sarana akomodasi yang memiliki peranan penting dalam perkembangan industri pariwisata. Seiring dengan pergeseran model pemasaran yang saat ini mengarah pada customer, hotel membutuhkan sebuah model Customer Knowledge Management (CKM) untuk meningkatkan kualitas hotel dan mendukung pariwisata, khususnya di Purbalingga. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, hotel merupakan contoh pasar ideal dimana keuntungan didapatkan dari pengimplementasian Customer Relationship Management (CRM). Agar penerapan CRM dapat dilakukan secara maksimal maka diperlukan adanya Knowledge Management (KM) khususnya mengenai customer knowledge pada perhotelan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan membuat gambaran model Customer Knowledge Management untuk mengatasi permasalahan yang ada pada perhotelan di Purbalingga untuk mendukung pariwisata, sehingga dapat ikut berkontribusi pada perkembangan pariwisata di Indonesia. Penelitian ini merupakan research action dengan metode Soft System Methodology (SSM) untuk menemukan cara terbaik dalam menghadapi situasi yang harus dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menghadapi permasalahan pada perhotelan di Purbalingga. Validasi yang dilakukan untuk penelitian ini antara lain menggunakan pendekatan secara teoritis, expert judgement dan user pada objek penelitian. Dari penelitian yang dilakukan, dihasilkan sebuah model Customer Knowledge Management pada perhotelan di Purbalingga dan rekomendasi yang disesuaikan dengan permasalahan dan kebutuhan pada perhotelan di Purbalingga.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Customer Knowledge Management (CKM) in the e-Business Environment

Customer Knowledge Management (CKM) in the e-Business Environment

According to Bose & Sugumaran (2003), the first step in a knowledge management process is knowledge identification and generation. It includes recognition and creation of new information and knowledge. It focuses on determining the relevant customer, process and domain knowledge needed to successfully carry out CRM activities.(Bose & Sugumaran, 2003) SEB repeatedly refers to the existence of a CRM tool which is actually supported from the customer knowledge generated from the combination of the collected data. As it was previously discussed, the Marketing Department of the organization is responsible to carry out those activities, in order to support the SEB's branches to serve the customers better. As SEB admits procedures are taking place to determine the importance of the customer data acquired. The identification of the customer data relevance and, consequently, knowledge generation depends on the pre-decided goals of the organization. For instance, SEB attempts to satisfy its customers through the understanding of the businesses that they are involved in, and, accordingly, fulfil their needs. This stage of the knowledge management process also involves the acquisition or generation of this knowledge by monitoring the activities of customers and other players in the industry (Bose & Sugumaran, 2003). Thus, the fact that SEB tries to understand its customers’ needs through the observation of their behaviour and activities, is actually part of this knowledge management process. Furthermore, the company is trying to improve that process due to the fact that the bank has access to a huge amount of data which makes it difficult to distinguish the important ones.
Baca lebih lanjut

102 Baca lebih lajut

PAPER TOTOLAN UTS CKM docx

PAPER TOTOLAN UTS CKM docx

The model described above explains that the first layer categorize three types of consumer knowledge, is knowledge to customers, knowledge of the customer and the knowledge of the customer. The next layer of knowledge categories given by the organization to consumers. Then on the last layer is a detailed section of each category are given to consumer knowledge of the organization. Division contained in the above models can help any organization that wants to implement a Customer Knowledge Management. Customer Knowledge Management will provide advantages Customer Success, Innovation, and organization learning. So it can been said that the Customer Knowledge Management not pinpoint what is known by consumers, but may be more learning for the company to distribute the knowledge possessed by consumers and use it to create a greater value in the eyes of consumers.
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

KNOWLEDGE MANAGEMENT DI PERGURUAN TINGGI

KNOWLEDGE MANAGEMENT DI PERGURUAN TINGGI

MAKE Award di Indonesia sudah diadakan beberapa kali sejak tahun 2005, yang dimotori oleh Dunamis Organization Services, sebuah perusahaan jasa professional di Indonesia yang didirikan tahun 1991 dan mendapatkan lisensi penuh untuk wilayah Indonesia dari Teleos dan The Know Network. Para pemenang selain mendapatkan award, juga diberi kesempatan untuk melakukan sharing kepada pelaku bisnis, industri, masyarakat, dan praktisi di bidang Knowledge Management. Khusus untuk 3 pemenang pertama menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi tingkat Asia. Untuk perguruan tinggi, hingga saat ini hanya Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Bina Nusantara (UBinus) yang berhasil masuk dalam nominasi dan mendapat MAKE Award.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Penerapan Knowledge Management pada Orga

Penerapan Knowledge Management pada Orga

Adanya konsep Organizational Knowedge Management Systems (OKMS) yang merupakan penerapan KM dengan memberdayakan ke empat fungsi yaitu : using knowledge, finding knowledge, creating knowledge (diajukan sebagai proposal penelitian tahun 2007) dan packaging knowledge yang sudah diimplementasikan di unit organisasi LIPI, serta membangun budaya knowledge sharing di kalangan karyawan unit kerja tsb diatas diharapkan dapat mendorong untuk berinovasi baik secara kelompok atau individu.

6 Baca lebih lajut

Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)

Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management)

 Menurut www.km-forum.org KM adalah suatu disiplin ilmu yang digunakan untuk meningkatkan performa seseorang atau organisasi, dengan cara mengatur dan menyediakan sumber ilmu [r]

30 Baca lebih lajut

Knowledge Management dan Peran Strategic

Knowledge Management dan Peran Strategic

K nowledge management terbukti menjadi determinan penting dari perencanaan strategik. Dalam melakukan perencanaan strategik, visi dan misi organisasi dirumuskan dengan jelas, analisis peluang dan tantangan eksternal serta identifikasi kekuatan dan kelemahan internal juga dilakukan dengan cermat. Selanjutnya, penetapan tujuan jangka menengah dengan indikator-indikatornya juga jelas dan terukur sehingga sejumlah alternatif strategi dapat ditetapkan dengan cermat, sehingga pemilihan strategi yang paling cocok bagi organisasi juga dilakukan dengan baik. Perencanaan strategik tidak berhenti sampai pada formulasi strategi. Strategi yang telah dirumuskan dapat dijabarkan lebih lanjut dengan jelas dan terukur dalam implementasinya. Imple- mentasi strategi menyangkut penjabaran tujuan jangka menengah ke dalam tujuan tahunan dengan indiaktor-indikatornya yang jelas dan terukur. Tujuan- tujuan tersebut menjadi landasan yang baik dalam penetapan program kerja di masing-masing bidang fungsional, penetapan kebijakan operasional ( standard operating procedure - SOP), penyusunan struktur organisasi dan standar kompetensi jabatan, sistem informasi, dan sistem imbalan atau reward . Semua aktivitas tersebut dapat dilakukan dengan jelas dan terukur. Perencaanan strategik juga dilengkapi dengan mekanisme pengendalian yang jelas, teratur dan tepat waktu.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PUSTAKAWAN MEMANDANG „KNOWLEDGE MANAGEMENT‟

PUSTAKAWAN MEMANDANG „KNOWLEDGE MANAGEMENT‟

dari krisis ekonomi yang melanda tanah air (ingat peristiwa Mei 1998). Tentu juga banyak institusi perpustakaan di Indonesia mengalami keadaan yang tidak menyenangkan ini. Manajemen perpustakaan dengan sendirinya juga dipaksa untuk melihat cara-cara baru dalam mengelola perpustakaannya. Disinilah dapat dilihat cara pandang baru dalam mengelola modal atau aset. Perpustakaan sering kita sebut sebagai gudang pengetahuan. Yang jelas adalah pengetahuan yang terekam (recorded knowledge) dalam bentuk koleksi pustaka. Kalau kita andaikan sebagai perusahaan, koleksi pustaka ini tentunya dikelompokkan sebagai Structural Capital (SC). Bagaimana perpustakaan dapat mengabaikan konsep pengelolaan MI, sedang dalam modal strukturalnya saja terdapat pengetahuan yang menjadi bagian utama dari MI. Mungkin justru dari perpustakaanlah seharusnya muncul konsep-konsep pengelolaan MI ini ... Pertanyaan yang mengganggu adalah mengapa perpustakaan tidak menerapkannya? Padahal perpustakaan dikenal sebagai gudang pengetahuan yang terekam. Adalah tidak jujur apabila perpustakaan tidak pernah menghitung berapa besarnya M.I. yang dimiliki. Tulisan ini lebih dimaksudkan sebagai lontaran agar pustakawan mulai mempelajari dan mencoba menerapkannya dalam pengelolaan perpustakaan [2].
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Knowledge Management sebagai Upaya Penge

Knowledge Management sebagai Upaya Penge

16 LITERASI, Volume VIII, No. 1 2017 melakukan aktivitas pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan, dan pengorganisasian pendidikan adalah sebuah proses pembentukan tempat atau sistem dalam rangka melakukan kegiatan kependidikan untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Budaya organisasi mempunyai beberapa fungsi, diantaranya adalah (1) memberikan identitas organisasi kepada anggotanya (2) memudahkan komitmen kolektif (3) mempromosikan stabilitas sistem sosial, dan (4) membentuk perilaku dengan manajer merasakan keberadaanya. Dari pemaparan ini dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa knowledge management dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja organisasi, dalam hal ini organisasi dalam lingkup lembaga pendidikan Islam.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Knowledge Management Sebagai Keunggulan  (1)

Knowledge Management Sebagai Keunggulan (1)

Priambada et al (2010) menjelaskan bahwa untuk merancang system Knowledge Management yang dapat membantu suatu organisasi meningkatkan kinerjanya diperlukan 4 (empat) factor, yaitu (1) aspek manusia, (2) aspek proses, (3) aspek teknologi dan (4) aspek isi (content) berupa database pengetahuan. Menurut Naland (2008) ada tiga tahap dalam mengimplementasikan Knowledge Management di perusahaan, yakni mencari dan berbagi pengalaman, menempatkan infrastruktur Knowledge Management dan budaya organisasi yang dapat memajukan perusahaan, dan yang terakhir adalah menjaga serta mempertahankan pengetahuan agar tetap diwariskan secara turun-temurun. Sedangkan Bornemann et al (2008) menjelaskan tahapan implementasi Knowledge Management melalui gambar 1.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Knowledge Management System  di Maintenance

Knowledge Management System di Maintenance

Untuk modul material management, perancangan database membuat tabel database sebanyak delapan belas tabel untuk memuat seluruh data yang diperlukan dalam menjalankan proses bisnis aktivitas maintenance di Subbidang Material Planning dan Storage dan empat view untuk membantu melihat data dengan tampilan data yang lebih terpadu. Delapan belas tabel tersebut adalah tabel tabel mm_facility, tabel mm_facility_material, tabel mm_facility_program, tabel mm_material, tabel mm_material_mtp, tabel mm_mmt, tabel mm_mr, tabel mm_mtp, tabel mm_nonmt, tabel mm_pasok, tabel mm_pasok min, tabel mm_program, tabel_requirements_rkm, tabel mm_rkm, tabel mm_rts, tabel mm_spb, tabel mm_uom, dan tabel mm_vendor_list. Empat view tersebut adalah mmv_fama, mmv_material_mtp, mmv_pasok_material, dan mmv _pasokmin_material.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

4Managing corporate knowledge management

4Managing corporate knowledge management

Knowledege dapat didefinisikan sebagai “ pemahaman terhadap sesuatu melalui proses atau pengalaman atau apresiasi pembelajaran ” . Knowledge dapat juga timbul akibat akumulasi sejumlah fakta, aturan prosedural atau heuristik.

42 Baca lebih lajut

INTELLECTUAL CAPITAL (IC) ANALYSIS AND THE EFFECT TO FINANCIAL PERFORMANCE IN PT KALASUBA INDONESIA (KSI)

INTELLECTUAL CAPITAL (IC) ANALYSIS AND THE EFFECT TO FINANCIAL PERFORMANCE IN PT KALASUBA INDONESIA (KSI)

Skill and Capabilities are two things inseparable. Skill refers to person ability to do something well, and capabilities refer to expertise owned by someone. These are very important for human resource. It is a capital that can be developed without increasing material capital. To create a good synergy between the employee to leader and vice versa requires not only managerial knowledge, but also skills and capabilities owned by the leader in managing company and its field, and also the employee skills and capabilities in carrying out the work in the field. Thus, all of human capital components in company need to improved and optimized to obtain a higher profit. As Wexley and Yukl (in Endri, 2010) stated that development focuses more on improving the decision making and human relation skills of middle and upper level management, while training involves lower level employees and the presentation of more factual and narrow subject matter. Therefore, firms with more innovative capabilities will be more successful in responding to environmental changes and improve their competitiveness (Essianda & Hatane, 2016).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

ANALISIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DAN ELECTRONIC CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA USAHA KECIL MENENGAH KOPIAH BMH DI KABUPATEN GRESIK - Perbanas Institutional Repository

ANALISIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DAN ELECTRONIC CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT PADA USAHA KECIL MENENGAH KOPIAH BMH DI KABUPATEN GRESIK - Perbanas Institutional Repository

Management of the relationship between producers and consumers is currently divided into two ways : Customer Relationship Management (CRM) dan Electronic Customer Relationship Management (E-CRM). CRM is a process of marketing a product directly, whereas e – crm is a process of marketing a product by combining human resources and technology to increase turnover. The purpose of this study is to analyze the function and application management system crm and ecrm, in the case expanding sales, turnover increased, and consumers are becoming loyal to BMH. Object of research used in this study are small and medium bussines (SMEs) Kopiah BMH in Gresik district. This research is a descriptive qualitative research in the form of case studies in small and medium bussines (SMEs) Kopiah BMH in Gresik District. CRM and E-CRM not only gauges the performance of the company, but is a form of transformation of a total strategy to all levels within the organization. With a comprehensive performance measurement is not just a measure of financial, such as the level of customer satisfaction, product innovation, corporate development, and employee development. The company ability to meet the level of customer satisfaction, product innovation, and human resources processing will give a strong advantage to the company concerned
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DAN PERFORMANSI PELABUHAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT AND PORT PERFORMANCE

CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DAN PERFORMANSI PELABUHAN CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT AND PORT PERFORMANCE

Selain itu, Spira (dalam Al- Shammari, 2009), CRM memiliki beberapa manfaat, antara lain: a) Memperluas pengetahuan mengenai customer. Dengan CRM dimungkinkan perusahaan untuk mengetahui lebih jauh tentang customer. CRM dapat menalisa transaksi dan interaksi dengan customer. CRM dapat menangkap pengetahuan dari customer yang menjadi nilai tambah dari perusahaan, b) Meningkatkan kepuasan customer. CRM memberikan pelayanan lebih baik kepada customer, seperti menjawab pertanyaan dengan vepat yang membuat customer lebih senang dan meningkatkan kepuasan customer dan c) Memperbaiki waktu respon. CRM dapat mengurangi waktu dalam menjawab pertanyaan yang diberikan customer. Software CRM dapt melakukan pencarian informasi yang dibutuhkan dengan lebih baik dan cepat, d) Mengurangi waktu mencapai pasar. Selalu dekat dengan customer, perusahaan dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk pengembangan dan perkenalan produk baru pada pasar.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PERANCANGAN KINERJA CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT SCORECARD

PERANCANGAN KINERJA CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT DENGAN MENGGUNAKAN METODE CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT SCORECARD

Pada tahap ini dilakukan perancangan pengukuran kinerja Customer Relationship Management (CRM) dengan metode CRM Scorecard berdasarkan Visi, Misi, dan Strategi Bisnis PT Gading Indah Agency. Merumuskan tujuan strategis yang berasal dari visi dan misi perusahaan ke dalam perspektif customer knowledge, customer interaction, customer satisfaction, dan customer value, selanjutnya dibuat Strategy Map yang akan diperoleh gambaran sebab akibat dan hal yang menjadi faktor pendorong kinerja. Menetapkan tolok ukur, target, dan inisiatif strategis dari masing – masing perspektif. Faktor dan pendorong kinerja atau yang dikenal dengan lag dan lead indicator disesuaikan dengan strategi dari perusahaan, selanjutnya akan digambarkan hubungan sebab – akibat untuk mengetahui hubungan keterkaitan masing – masing indikator.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Knowledge Management - Repository UNIKOM

Knowledge Management - Repository UNIKOM

Informasi dapat dipertimbangkan sebagai agregasi (turunan) dari data (data yang diproses) memberikan kemudahan untuk dari data (data yang diproses) memberikan kemudahan untuk pihak pengambil keputusan dalam mengambil keputusannya. Knowledge adalah turunan dari informasi. Knowledge adalah pemahaman manusia terhadap sesuatu yang telah

42 Baca lebih lajut

KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN KULTUR ORGANISASI

KNOWLEDGE MANAGEMENT DAN KULTUR ORGANISASI

Knowledge management adalah suatu disiplin yang memperlakukan modal intelektual sebagai asset sehingga sangat terkait dengan bentuk pengetahuan yang akan dikelola (davenport,2000). Menurut Carl Davidson dan Philip Voss (2003), mengatakan bahwa mengelola knowledge sebenarnya merupakan bagaimana organisasi mengelola staf, sebenarnya menurut mereka bahwa knowledge management adalah bagaimana orang-orang dari berbagai tempat yang berbeda mulai saling bicara, yang sekarang populer dengan label learning organization. 1

9 Baca lebih lajut

KNOWLEDGE MANAGEMENT SEBUAH OVERVIEW PEM

KNOWLEDGE MANAGEMENT SEBUAH OVERVIEW PEM

Knowledge management memang bukan merupakan sebuah konsep yang baru namun penggunaannya pada perusahaan masih tetap memegang peranan yang sangat penting. Penulisan ini bertujuan untuk lebih mengenalkan konsep knowledge management yang dalam penerapannya memiliki banyak manfaat yang dapat diperoleh dan juga hambatan yang dapat mengganggu penerapan knowledge management tersebut beserta hal-hal yang harus diperhatikan agar hasil dari penerapan knowledge management dapat optimal dan efektif. Dari manfaat dan hambatan penerapan knowledge management, dapat dianalisa pula bagaimana masa depan dari penggunaan knowledge management. Metodologi yang digunakan dalam penulisan ini berupa pencarian data dan informasi melalui buku, jurnal, dan artikel yang berkaitan dengan topik. Hasil dari penulisan ini berupa pemahaman akan konsep knowledge management dan juga penerapannya pada perusahaan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects