daerah endemis

Top PDF daerah endemis:

KAJIAN PEMERIKSAAN JENTIK BERKALA (PJB) OLEH KADER KESEHATAN PADA DAERAH ENDEMIS DAN NONENDEMIS  Kajian Pemeriksaan Jentik Berkala (Pjb) Oleh Kader Kesehatan Pada Daerah Endemis Dan Nonendemis Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kabupaten Sukoharjo.

KAJIAN PEMERIKSAAN JENTIK BERKALA (PJB) OLEH KADER KESEHATAN PADA DAERAH ENDEMIS DAN NONENDEMIS Kajian Pemeriksaan Jentik Berkala (Pjb) Oleh Kader Kesehatan Pada Daerah Endemis Dan Nonendemis Demam Berdarah Dengue (DBD) Di Kabupaten Sukoharjo.

Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahn dan petunjuk sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Kajian Pemeriksaan Jentik Berkala (PJB) oleh Kader Kesehatan pada Daerah Endemis dan Nonendemis Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sukoharjo”. Skripsi ini disusun guna memenuhi persyaratan dalam menempuh derajat S-1 Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

Modifikasi Lingkungan Untuk Pengendalian Schistosomiasis di Daerah Endemis Sulawesi Tengah

Modifikasi Lingkungan Untuk Pengendalian Schistosomiasis di Daerah Endemis Sulawesi Tengah

maksimal. Sektor kesehatan saat ini masih berperan sebagai leading sector dalam pengendalian schistosomiasis. Penelitian untuk pengendalian keong dengan moluskisida berbahan tanaman juga telah dilakukan, yaitu dengan ekstrak biji beberapa tanaman jarak (Euphorbiaceae) oleh Anis dkk di daerah endemis Napu. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa ekstrak biji jarak merah paling efektif dalam membunuh keong O.h.lindoensis di laboratorium dibandingkan dengan ekstrak biji jarak pagar dan ekstrak biji jarak kastor. Akan tetapi hasilnya masih kurang efektif untuk diproduksi secara massal. 7
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hubungan antara Usia Menarche dengan Tinggi Badan di Daerah Endemis Gondok.

Hubungan antara Usia Menarche dengan Tinggi Badan di Daerah Endemis Gondok.

Latar Belakang: Tinggi badan seseorang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Pada wanita, salah satu hal yang memengaruhi tinggi badan akhir adalah usia mendapatkan menarche. Pada saat menarche terjadi, maka hormon seksual pada tubuh wanita akan mulai aktif dan akan merangsang penutupan lempeng epifisis sehingga mengakibatkan tinggi badan akhir pada wanita yang mengalami usia menarche lebih terlambat akan lebih tinggi dibandingkan dengan yang mengalami usia menarche lebih dini. Sedangkan pada daerah endemis gondok terutama pada pegunungan yang sering terjadi GAKI, maka memiliki karakteristik gangguan terhadap usia menarche yang dialami pada setiap wanita dimana biasanya usia menarche lebih dahulu dibandingkan dengan daerah yang tidak endemis gondok.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia menarche dan tinggi badan pada daerah endemis gondok.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

TA : Prototipe Sistem Pelaporan Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Kota Surabaya.

TA : Prototipe Sistem Pelaporan Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Kota Surabaya.

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, khususnya daerah endemis seperti kota Surabaya, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya temuan kasus penderita selama 3 tahun berturut – turut. Berdasarkan laporan yang masuk dari rumah sakit dan puskesmas ke dinas kesehatan tingkat penderita demam berdarah tiap desa/kelurahan (incidence rate/IR) selalu ada pasien demam berdarah setiap harinya. (Dinas Kesehatan Surabaya).

78 Baca lebih lajut

Profil esterase non spesifik nyamuk Aedes aegypti dari daerah endemis dan non endemis DBD Kota Jambi dengan metode elektroforesis.

Profil esterase non spesifik nyamuk Aedes aegypti dari daerah endemis dan non endemis DBD Kota Jambi dengan metode elektroforesis.

dengan menggunakan Cynoff. Data dari Dinas Kesehatan menyebutkan, untuk Kecamatan Kotabaru pada tahun 2005 dan tahun 2006 dilakukan fogging 15 kali dan 13 kali, sedangkan untuk Kecamatan Jambi Timur dilakukan fogging 11 kali dan 2 kali. Cynoff mengandung bahan aktif Cypermethrin, merupakan insektisida golongan piretroid sintetik yang mempunyai gugus utama ester. Sasaran target untuk DDT dan piretroid pada saluran membran saraf dan resistensi spesies tergantung pada perubahan ikatan insektisida terhadap saluran natrium pada membran (Mourya, et.al, 1993). Menurut Mardihusodo (1996), esterase non- spesifik telah lama dikenali sebagai enzim yang penting dalam pendetoksifikasian kimia insektisida yang berhubungan dan salah satu mekanisme resistensi insektisida yang diketahui tejadi pada nyamuk. Oleh sebab itu, resistensi yang didapat dari kelompok nyamuk yang berasal dari daerah endemis DBD di Kota Jambi, kemungkinan disebabkan pendetoksifikasian berlebih dari kimia insektisida yang dipaparkan secara berlebih juga.
Baca lebih lanjut

81 Baca lebih lajut

PROFIL ESTERASE NON SPESIFIK NYAMUK Aedes aegypti DARI DAERAH ENDEMIS DAN NON ENDEMIS DBD KOTA JAMBI DENGAN METODE ELEKTROFORESIS

PROFIL ESTERASE NON SPESIFIK NYAMUK Aedes aegypti DARI DAERAH ENDEMIS DAN NON ENDEMIS DBD KOTA JAMBI DENGAN METODE ELEKTROFORESIS

dengan menggunakan Cynoff. Data dari Dinas Kesehatan menyebutkan, untuk Kecamatan Kotabaru pada tahun 2005 dan tahun 2006 dilakukan fogging 15 kali dan 13 kali, sedangkan untuk Kecamatan Jambi Timur dilakukan fogging 11 kali dan 2 kali. Cynoff mengandung bahan aktif Cypermethrin, merupakan insektisida golongan piretroid sintetik yang mempunyai gugus utama ester. Sasaran target untuk DDT dan piretroid pada saluran membran saraf dan resistensi spesies tergantung pada perubahan ikatan insektisida terhadap saluran natrium pada membran (Mourya, et.al, 1993). Menurut Mardihusodo (1996), esterase non- spesifik telah lama dikenali sebagai enzim yang penting dalam pendetoksifikasian kimia insektisida yang berhubungan dan salah satu mekanisme resistensi insektisida yang diketahui tejadi pada nyamuk. Oleh sebab itu, resistensi yang didapat dari kelompok nyamuk yang berasal dari daerah endemis DBD di Kota Jambi, kemungkinan disebabkan pendetoksifikasian berlebih dari kimia insektisida yang dipaparkan secara berlebih juga.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Kadar Yodium Air, Ekskresi Yodium Urin dan Goiter di Daerah Endemis Defisiensi Yodium

Kadar Yodium Air, Ekskresi Yodium Urin dan Goiter di Daerah Endemis Defisiensi Yodium

Faktor lingkungan fisik seperti udara, tanah dan air berhubungan erat dengan kondisi kesehatan manusia, karena beberapa substansi yang terkandung pada lingkungan fisik tersebut sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Asumsi mengenai hubungan kadar yodium air dengan EYU didasari oleh mekanisme bahwa daerah endemis defisiensi yodium, secara ekologis akan mempunyai karakteristik tanah dan air yang rendah kandungan yodiumnya (Johnson et al ., 2003; Lu et al., 2005). Faktor lingkungan dengan kondisi yodium yang rendah berimplikasi pada rendahnya asupan yodium, baik yang berasal dari makanan (karena tanaman dan hewan juga kekurangan yodium) maupun yang berasal dari sumber air minum. Berdasarkan analisis korelasi Pearson, penelitian ini menemukan adanya hubungan signifikan antara kadar yodium air dan kadar ekskresi yodium urin pada subjek dengan nilai p sebesar 0,014.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KALIMANTAN SELATAN

PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG MALARIA DI DAERAH ENDEMIS KALIMANTAN SELATAN

Responden yang tinggal di daerah endemis malaria tanpa melihat latar belakang pendidikan lebih banyak tahu kejadian malaria, pengetahuan mereka justru lebih baik dibandingkan masyarakat yang berada di luar daerah malaria. Hal ini dapat dimengerti karena mereka itu banyak pengalaman dari anggota keluarga yang pernah sakit malaria, mendengar dan berdiskusi malaria dengan tetangga, terlibat kegiatan malaria seperti penyuluhan, pemeriksaan darah, penyemprotan yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Pada penelitian ini juga memberikan informasi yang menunjukkan sebagian besar (98,0%, Tabel 3) responden sudah mengetahui dan punya pengalaman sakit malaria. Hasil penelitian ini tidak jauh berbeda dengan penelitian eko- epidemiologi yang pernah dilakukan di daerah endemis malaria kota Batam tahun 2008 yang menyebutkan sebanyak (91,9%) responden pernah tahu/mendengar dan menyebutkan malaria dapat menular. 19 Namun masih ada sebagian masyarakat
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

MAYA InDekS DAn kepADATAn LARVA Aedes aegypti DI DAeRAH enDeMIS DBD jAkARTA TIMuR

MAYA InDekS DAn kepADATAn LARVA Aedes aegypti DI DAeRAH enDeMIS DBD jAkARTA TIMuR

Jakarta Timur menyumbang kasus terbesar dibanding kotamadya yang lain pada kasus infeksi virus dengue yang terjadi di DKI Jakarta tahun 2014. Banyak faktor yang mendukung tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta Timur salah satunya adalah faktor entomologi. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah mengetahui kepadatan jentik dan maya indeks beberapa daerah endemis di Jakarta Timur sehingga dapat mengetahui potensi risiko penularan DBD di wilayah tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain crossectional. Lokasi penelitian di RW endemis tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Matraman, Jatinegara dan Duren Sawit. Populasi penelitian adalah semua rumah yang berada di RW endemis tertinggi di ketiga wilayah Puskesmas. Sampel survei berupa 100 rumah warga di masing masing RW. Dari hasil survei jentik tersebut selanjutnya dihitung indeks entomologinya meliputi CI, BI, HI, ABJ dan Maya Indeks. Berdasarkan hasil survey terlihat bahwa indikator entomologi wilayah Jakarta Timur adalah CI 14,61%; HI 31%; BI 39,33%. Analisa maya indeks menunjukkan 70,23 % masyarakat Jakarta Timur berada pada risiko penularan sedang. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa masyarakat di wilayah Jakarta Timur berada dalam risiko penularan DBD dengan tingkat risiko sedang.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Perbedaan Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk Pada Daerah Endemis Dan Non Endemis DBD Di Kecamatan Karanganyar.

PENDAHULUAN Perbedaan Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk Pada Daerah Endemis Dan Non Endemis DBD Di Kecamatan Karanganyar.

Jumlah penderita DBD di Jawa Tengah selama periode Januari – November 2013 mencapai 16.401 orang. Dari jumlah tersebut 279 orang diantaranya meninggal dunia dan angka kesakitan sebesar 4,95 per 10.000 penduduk, lebih tinggi dibandingkan tahun 2006 yang hanya sebesar 3,37 per 10.000 penduduk (Huda, 2013). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kecamatan Karanganyar, angka kejadian kasus DBD Kecamatan Karanganyar sebanyak 461 kasus Tahun 2012, dan meningkat menjadi 485 kasus pada tahun 2013 dengan 1 kejadian pasien DBD meninggal. Kecamatan Karanganyar mempunyai 12 kelurahan, yang 4 kelurahan dinyatakan sebagai daerah endemis penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), 4 kelurahan dari 12 kelurahan yang endemis DBD yaitu kelurahan Gedong, kelurahan Lalung, kelurahan Karanganyar dan kelurahan Jantiharjo. Sedangkan 8 kelurahan dari daerah non endemis DBD yaitu kelurahan Bejen, kelurahan Bolong, kelurahan Popongan, kelurahan Tegalgede, kelurahan Cangakan, kelurahan Delingan, kelurahan Gayamdompo dan kelurahan Jungke.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Situasi Terkini Daerah Fokus Keong Hospes Perantara di Daerah Endemis Schistosomiasis di Sulawesi Tengah

Situasi Terkini Daerah Fokus Keong Hospes Perantara di Daerah Endemis Schistosomiasis di Sulawesi Tengah

Keong O. h lindoensis ditemukan di seluruh dataran tinggi daerah endemis dalam kantong-kantong yang disebut fokus (focus). Luas fokus bervariasi antara beberapa meter persegi hingga ribuan meter persegi. Ada dua jenis tipe fokus yaitu fokus alamiah atau natural habitat dan fokus yang sudah dijamah manusia atau disturbed habitat. Fokus alamiah terdapat di daerah-daerah pinggiran hutan, dalam hutan atau di tepi danau. Habitat keong tersebut hampir selalu terlindung dari sinar matahari langsung karena adanya pohon-pohon besar, semak-semak, dan selalu basah karena adanya air yang keluar secara terus menerus dari lereng di atasnya. Fokus yang sudah dijamah manusia terdapat di bekas sawah yang sudah lama ditinggalkan dan tidak dikerjakan lagi
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DAN PERILAKU PSN-DBD MASYARAKAT DI DAERAH ENDEMIS DAN NON ENDEMIS KECAMATAN NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO Repository - UNAIR REPOSITORY

HUBUNGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DAN PERILAKU PSN-DBD MASYARAKAT DI DAERAH ENDEMIS DAN NON ENDEMIS KECAMATAN NANGGULAN KABUPATEN KULON PROGO Repository - UNAIR REPOSITORY

Dalam skripsi ini dijabarkan tentang hubungan keberadaan jentik nyamuk dan perilaku psn-dbd di daerah endemis dan non endemis tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan wawasan kepada pembaca. Kesimpulan dalam skripsi ini adalah tindakan tidak menguras bak mandi dalam waktu lebih dari seminggu, ember bekas, kolam, kaleng bekas, ban bekas, tidak menutup bak iar, memiliki kolam ikan kosong namun di genangi air untuk berkembang biak nyamuk.

15 Baca lebih lajut

Deteksi Keragaman Virus Tungro dari Beberapa Daerah Endemis di Indonesia dengan Teknik PCR-RFLP | Praptana | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 11763 22833 2 PB

Deteksi Keragaman Virus Tungro dari Beberapa Daerah Endemis di Indonesia dengan Teknik PCR-RFLP | Praptana | Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia 11763 22833 2 PB

Tungro merupakan salah satu penyakit padi yang disebabkan oleh dua virus (rice tungro virus = RTV) yang berbeda yaitu Rice tungro bacilliform virus (RTBV) dan Rice tungro spherical virus (RTSV) yang keduanya hanya dapat ditularkan oleh wereng hijau. Tungro menjadi masalah serius di beberapa sentra produksi padi di Indonesia. Berbagai usaha pengendalian telah dilakukan tetapi belum dapat mencegah dan mengatasi perkembangan penyakit tungro secara efisien. Varietas tahan merupakan komponen pengendalian tungro yang paling efektif. Kompleksitas interaksi penyebab penyakit tungro merupakan kendala utama dalam usaha pengendalian penyakit tungro. Melalui pendekatan molekuler telah dilakukan deteksi dan analisis keragaman virus tungro dari beberapa daerah endemis di Indonesia. Berdasarkan analisis PCR dengan spesifik primer telah berhasil dideteksi keberadaan RTBV dan RTSV dari tanaman terinfeksi yang dikoleksi dari beberapa daerah endemis. Hasil analisis RFLP dengan enzim restriksi BstYI dan HindIII menunjukkan adanya keragaman genetik antara RTSV yang berasal dari Jawa, Bali dan Sulawesi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Uji Resistensi Malathion dan Sipermethrin Terhadap Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Kota Medan Tahun 2016

Uji Resistensi Malathion dan Sipermethrin Terhadap Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Kota Medan Tahun 2016

Yudhastuti, Ririh dan Anny Vidiyani, 2005. Hubungan Kondisi Lingkungan, Kontainer, dan Perilaku Masyarakat dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue Surabaya . Jurnal Kesehatan Lingkungan, Vol.1, No.2, Januari 2005. Surabaya

4 Baca lebih lajut

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK PADA   Perbedaan Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk Pada Daerah Endemis Dan Non Endemis DBD Di Kecamatan Karanganyar.

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU RUMAH TANGGA TENTANG PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK PADA Perbedaan Tingkat Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk Pada Daerah Endemis Dan Non Endemis DBD Di Kecamatan Karanganyar.

Hasil Penelitian: Hasil distribusi data menunjukkan terdapat 26% tingkat pengetahuan IRT tentang pemberantasan sarang nyamuk di daerah non endemis termasuk kategori tinggi, sedangkan tingkat pengetahuan IRT tentang pemberantasan sarang nyamuk di daerah endemis juga diperoleh kategori tinggi yaitu sebesar 40%. Berdasarkan hasil uji T ini menunjukkan p value sebesar 0,03 yang berarti terdapat tingkat pengetahuan IRT tentang pemberantasan sarang nyamuk lebih baik di daerah endemis.

12 Baca lebih lajut

Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Petugas Malaria Puskesmas Di Daerah Endemis Dan Non Endemis Malaria Kabupaten Mandailing Natal   Tahun 2008

Hubungan Motivasi Kerja Dengan Kinerja Petugas Malaria Puskesmas Di Daerah Endemis Dan Non Endemis Malaria Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2008

Berbagai program telah dilakukan Dinkes Kabupaten Mandailing Natal sebagai upaya penurunan kejadian malaria. Prosedur pelaksanaanya dimulai dengan pelacakan kasus, penyelidikan epidemiologi, penanganan kasus/penderita (diobati/dirujuk), melakukan penyemprotan rumah penduduk di daerah endemis (larvaciding), kelambunisasi yang sudah dicelup dengan zat insecticide, kontrol larva (jentik) biological control dengan menaburkan benih ikan sebagai predator ke dalam tambak/kolam dan pengobatan penderita di klinik khusus malaria. Meskipun program penanggulangan telah berlangsung selama lima tahun terakhir tetapi kasus malaria masih merupakan masalah kesehatan.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

HASIL Spesies Nyamuk di Daerah Endemis Filariasis

HASIL Spesies Nyamuk di Daerah Endemis Filariasis

Penyakit menular khususnya penyakit tular nyamuk (mosquito-borne disease) di Indonesia masih menjadi beban kesehatan masyarakat seperti malaria dan filariasis. Propinsi Sumatera Selatan memiliki daerah endemis penyakit tular vektor seperti Kabupaten Banyuasin (endemis filariasis) dan Kabupaten OKU Selatan (endemis malaria). Penelitian ini bertujuan mengetahui keanekaragaman nyamuk di daerah endemis filariasis dan malaria. Sampel nyamuk menggunakan metode umpan orang dan menggunakan perangkap lampu (light trap) selama 12 jam penangkapan (18.00 – 06.00 WIB). Lokasi penangkapan nyamuk dilakukan di tiga rumah penduduk yang masing-masing dilakukan oleh 2 orang penangkap. Hasil penangkapan nyamuk dengan metode umpan orang di Desa Karang Anyar (endemis filariasis) diperoleh tiga genus yaitu Mansonia (empat spesies), Culex (delapan spesies) dan Aedes (dua spesies) sedangkan genus yang tertangkap dengan perangkap lampu terdiri dari genus Mansonia (dua spesies) dan Culex (satu spesies). Di wilayah ini spesies yang dominan tertangkap adalah Mansonia dives/bonneae (37,4%). Hasil penangkapan nyamuk metode umpan orang di Desa Kota Padang (endemis malaria) diperoleh empat genus yaitu Anopheles (dua spesies), Armigeres (satu spesies), Aedes (satu spesies) dan Culex. Hasil penangkapan dengan perangkap lampu diperoleh genus Anopheles dan Culex.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

DETEKSI RESISTENSI NYAMUK Aedes aegypti YANG BERASAL DARI DAERAH ENDEMIS DAN NON ENDEMIS DENGUE DI KOTA JAMBI BERDASARKAN AKTIVITAS ENZIM ESTERASE NON SPESIFIK TERHADAP INSEKTISIDA GOLONGAN PIRETROID

DETEKSI RESISTENSI NYAMUK Aedes aegypti YANG BERASAL DARI DAERAH ENDEMIS DAN NON ENDEMIS DENGUE DI KOTA JAMBI BERDASARKAN AKTIVITAS ENZIM ESTERASE NON SPESIFIK TERHADAP INSEKTISIDA GOLONGAN PIRETROID

Data tersebut menunjukkan bahwa tingginya frekuensi penyemprotan insektisida golongan piretroid yang digunakan tidak menyebabkan terjadinya resistensi pada nyamuk Ae. aegypti pada daerah endemis DBD yaitu Kelurahan Simpang III Sipin dan daerah non endemis DBD yaitu Kelurahan Sijenjang di Kota Jambi. Hal ini kemungkinan disebabkan karena penyemprotan (fogging) dengan insektisida piretroid baru dilaksanakan selama 2 tahun, yaitu pada tahun 2005 dan 2006. Data pemberantasan DBD dari Dinas Kesehatan Kota Jambi tidak mencantumkan insektisida yang digunakan pada tahun-tahun sebelumnya, sehingga dimungkinkan adanya resistensi silang antara insektisida yang digunakan sebelum tahun 2005 dengan insektisida golongan piretroid yang digunakan pada tahun 2005 dan 2006.
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

PERBEDAAN RERATA KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI DAERAH ENDEMIS DAN NON-ENDEMIS MALARIA PERIODE SEPTEMBER-NOVEMBER 2016

PERBEDAAN RERATA KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI DAERAH ENDEMIS DAN NON-ENDEMIS MALARIA PERIODE SEPTEMBER-NOVEMBER 2016

ABSTRAK PERBEDAAN RERATA KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL DI DAERAH ENDEMIS DAN NON-ENDEMIS MALARIA PERIODE SEPTEMBER-NOVEMBER 2016 Oleh ULIMA MAZAYA GHAISANI Latar Belakang: Nilai [r]

75 Baca lebih lajut

Deteksi resistensi nyamuk aedes aegypti yang berasal dari daerah endemis dan non endemis dengue di Kota Jambi berdasarkan aktivitas enzim esterase non spesifik terhadap insektisida golongan piretroid.

Deteksi resistensi nyamuk aedes aegypti yang berasal dari daerah endemis dan non endemis dengue di Kota Jambi berdasarkan aktivitas enzim esterase non spesifik terhadap insektisida golongan piretroid.

Berdasarkan data mengenai pemberantasan penyakit DBD dari Dinas Kesehatan Kota Jambi (2006), menunjukkan pengendalian vektor DBD di Kota Jambi telah dilaksanakan dengan upaya fogging (penyemprotan) dengan insektisida piretroid selama tahun 2005 dan 2006. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Ae. aegypti sebagai vektor DBD. Data situasi DBD dari Dinas Kesehatan Kota Jambi (2006) melaporkan bahwa terdapat 1 daerah endemis DBD yaitu Kelurahan Simpang III Sipin karena telah terjadi 37 kasus DBD selama 3 tahun berturut-turut dan 7 Kelurahan sebagai daerah non endemis DBD, yaitu Kelurahan Teluk Kenali, Sijenjang, Tanjung Raden, Pasir Panjang, Jelmu, dan Kampung Tengah. Kelurahan Sijenjang diambil secara acak sebagai sampel daerah non endemis DBD karena selama 3 tahun berturut-turut tidak terdapat kasus DBD.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects