Dakwah dan tarekat

Top PDF Dakwah dan tarekat:

Dakwah dan tarekat : analisis Majlis Taklim Al-Idrisiyyah melalui tarekat di Batu Tulis Gambir Jakarta Pusat

Dakwah dan tarekat : analisis Majlis Taklim Al-Idrisiyyah melalui tarekat di Batu Tulis Gambir Jakarta Pusat

malam Jum’at dan hari Minggu. Mengistikomahkan berdzikir berjamaah di Masjid Al-Fattah setelah melakukan sholat wajib setiap ba’da Magrib sampai Isya, dan Ba’da Subuh sampai Sholat sunnah Isyrok. Mengadakan acara Tabligh dan Dzikir Akbar setiap peringatan Hari-hari besar Islam, seperti peringatan Muharram, Isra Mi’raj, dan Maulid Nabi. Mengadakan Tadabbur alam (Safari Dakwah) ke tempat-tempat Rekreasi atau alam bebas seperti pantai Pangandaran, pantai Carita Sukabumi, dan pantai Pulau seribu Jakarta, dengan mengadakan kegiatan Tabligh dan Dzikir Akbar yang di ikuti oleh para jamaah tarekat Idrisiyah dari berbagai Zawiyah. Dan memberikan konsultasi agama dengan melayani masyarakat atau jemaah tarekat itu sendiri yang ingin mengkonsultasikan masalahnya terutama hal-hal yang bersifat spiritual. Dakwah melalui Aktivitas dan Ajaran-ajaran dalam tarekat ini merupakan langkah dalam dakwah Islam untuk membina menuntun dan membimbing seluruh jemaah dan pengikutnya kepada jalan yang lurus. Sesuai dengan Motto Tarekat Idrisiyah itu sendiri yaitu “Membimbing ke jalan yang lurus”
Baca lebih lanjut

111 Baca lebih lajut

PERAN TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYYAH SYEKH ABDUL WAHAB ROKAN (Dalam Dakwah dan Pendidikan Islam di Riau dan Sumut)

PERAN TAREKAT NAQSYABANDIYAH KHALIDIYYAH SYEKH ABDUL WAHAB ROKAN (Dalam Dakwah dan Pendidikan Islam di Riau dan Sumut)

Eksistensi tarekat Naqsyabandiyah yang dengan konsisten melaksanakan pengembangan ajaran terutama melalui rumah (madrasah) suluk (nosa) telah menjadi kekuatan tersendiri pula dalam mempertahankan keyakinan beragama dan nilai-nilai Islam dari propaganda agama lainnya. Aktivitas penganut agama selain Islam di Riau yang terlihat subur karena faktor geografis, seperti posisi daerah ini yang bertetangga dengan daerah lain (Sumatera Utara dan Kecamatan Duri) dimana masyarakatnya sebagian beragama selain Islam. Faktor lainnya seperti keadaan alam yang banyak memberi peluang bagi terjadinya imigran. Dari kelompok imigran ini diperkirakan baik langsung atau tidak langsung terjadi suatu proses atau usaha sistematis untuk mendakwahkan agama mereka. Kegiatan dakwah dari luar Islam pada saat sekarang telah berhasil masuk ke dalam wilayah-wilayah yang sebenarnya telah menjadi basis pengembangan tarekat Naqsyabandiyah terutama seperti pemukiman Sakai Tengganau, Kandis dan Belutu dan terutama di Rokan Hulu, sehingga beberapa orang warga masyarakat telah menjadi pemeluk agama lain (Kristen), karena diimingi pekerjaan, penghasilan dan diberi lahan kebun kelapa sawit. 58 Walaun jumlah rumah ibadah di kabupaten Rokan Hulu ;
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

METODE DAKWAH JAMAAH TAREKAT QODIRIYAH AL ANFASIYAH DESA KEPUNTEN KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO.

METODE DAKWAH JAMAAH TAREKAT QODIRIYAH AL ANFASIYAH DESA KEPUNTEN KECAMATAN TULANGAN KABUPATEN SIDOARJO.

Dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Jamaah Tarekat Qodiriyah Al Anfasiyah ketika berdakwah menggunakan metode dakwah bil Hikmah melalui zikir dan doa yang di wujudkan melalui pembacaan manakib, sholawat, istigasah, tahlil, dan kegiatan lainnya yang menjadi rutinitas kegiatan dakwah Jamaah Tarekat Qodiriyah Al Anfasiyah. Sedangkan faktor yang melatar belakangi penggunaan metode tersebut adalah Zikir merupakan salah satu cara atau metode untuk mengajak para Jamaah kembali kepada Allah, karena dengan zikir manusia bisa mengingat Allah, menyebut asma Allah, dapat menumbuhkan rasa malu dan takut ketika akan melakukan kemaksiatan. Dengan menegakkan amar ma’ruf nahi mungkar pada zaman sekarang, zaman yang banyak permusuhan, kemaksiatan, hati yang memanas, sehingga hati manusia saat ini membutuhkan sesuatu yang bisa meredamkan hati, menyejukkan hati, yaitu dengan berzikir.
Baca lebih lanjut

127 Baca lebih lajut

View of Eksistensi dan Gerakan Dakwah Tarekat Ṣiddîqîyah di Tengah Masyarakat Urban Surabaya

View of Eksistensi dan Gerakan Dakwah Tarekat Ṣiddîqîyah di Tengah Masyarakat Urban Surabaya

Terkait dengan Kautsaran dan zikir-zikir S}iddîqîyah yang disusunkan mursyid, khalifah Banaji menjelaskan dalam acara rutin Kautsaran di rumahnya, bahwa S}iddîqîyah juga merupakan lembaga pendidikan yang menuntun batin para murid agar dapat mencapai ketenangan dan dekat kepada Allah. Oleh sebab itu, zikir-zikir yang diijazahkan mursyid adalah memiliki kekuatan tersendiri, walaupun terkadang sama dengan zikir pada umumnya, misalnya, mengucapkan kalimat Lâ Ilâh illâ Allâh tiga kali yang dibaca dengan teknik tertentu, membacakan surah al-Fâtih}ah dan lain-lain. Bacaan-bacaan tersebut sudah dirancang sedemikian rupa sehingga memiliki kekuatan spiritual tersendiri. Jadi, zikir-zikir S}iddîqîyah berbeda dengan zikir-zikir yang dibaca umumnya masyarakat karena yang dibaca masyarakat belum ditemukan titik-titik spiritual. Oleh karena itu, dalam S}iddîqîyah, surah al-Fâtih}ah itu nanti akan diijazahkan pada murid dengan melalui pembaiatan fâtih}ah sehingga sang murid sudah dapat menemukan titik rohani al-Fâtih}ah. Dalam tarekat ini, surah al-Fâtih}ah tidak hanya sekadar bacaan yang dapat dihadiahkan sebagaimana dalam umumnya masyarakat NU mengirimkan bacaan al-Fâtih}ah pada keluarganya yang sudah meninggal. Dalam S}iddîqîyah, surah al-Fâtih}ah adalah bacaan tawassul yang menghubungkan ruhani murid kepada guru- mursyid dan para wali sampai kepada Nabi Muhammad. 50
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

Gerakan Dakwah Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Grobogan

Gerakan Dakwah Tarekat Qodiriyah wa Naqsyabandiyah di Grobogan

Mewujudkan serangkaian cita-cita di atas, bukanlah hal yang ber- lebihan. Apalagi dewasa ini tampak perkembangan yang menyeluruh dalam ilmu tasawuf dalam hubungan inter-disipliner. Beberapa contoh bisa disebut di sini; seperti pertemuan tasawuf dengan fisika dan sains modern yang holistik, yang membawa kepada kesadaran arti kehadiran manusia dan tugas-tugas utamanya di muka bumi; pertemuan tasawuf dengan ekologi yang menyadarkan mengenai pentingnya kesinambu- ngan alam ini dengan keanekaragaman hayatinya didasarkan pada paham kesucian alam; pertemuan tasawuf dengan penyembuhan alter- natif yang memberikan kesadaran bahwa masalah kesehatan bukan ha- nya bersifat fisikal tetapi lebih-lebih ruhani, disini tasawuf memberikan visi keruhanian untuk kedokteran; pertemuan tasawuf dengan psiko- logi baru yang menekankan segi transpersonal; dan lain-lain pertemuan interdisipliner yang intinya sama. Semua menyumbang kesadaran bahwa arti tasawuf dewasa ini bukan hanya pada kesalehan formal yang individualistis, tetapi juga merambah dalam ranah etika global. Untuk itu maka tasawuf perlu diwujudkan dalam cara hidup. Cara hidup tarekatf bukan terutama benar dari formalnya, tetapi bagaimana nilai- nilai tarekat itu dapat menjadi way of life.
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

PERKEMBANGAN TAREKAT DI MANDAILING NATAL

PERKEMBANGAN TAREKAT DI MANDAILING NATAL

Perkembangan tarekat di Mandailing Natal tidak terlepas dari perkembangan dan penyebaran Islam di Mandailing Natal. Mandailing Natal dijuluki sebagai “serambi Mekkah” didasarkan banyaknya ulama besar di Mandailing Natal yang telah melakukan dakwah agama Islam. Banyak ulama-ulama di Mandailing Natal yang memiliki prestasi luar biasa dalam bidang pengembangan dan pengamalan ajaran islam. Beberapa di antara ulama Mandailing ada yang berkiprah di Semenanjung Malasyia dan tanah suci Mekah al Mukarromah. Dalam makalah ini penulis akan menguraikan tentang sejarah Mandailing Natal, latar belakang dan sejarah masuknya islam di Mandailing Natal, proses penyebaran islam, bukti-bukti peninggalan agama Islam serta para ulama- ulama yang berperan dalam penyebaran agama islam di Mandailing Natal. Jika kita menoleh ke masa lalu Madina, ada baiknya kita mulai dari tahun 1365, karena pada tahun itu Mpu Prapanca, sejarawan Majapahit, selesai menulis satu karya sejarah yang secara gambling menyebutkan keberadaan Mandailing sebagai bagian yang penting di Nusantara. Karya sejarah itu adalah Negarakertagama. Hal ini menunjukkan bahwa Mandailing telah lama dikenal oleh dunia luar. Prof.Muhammad Yamin, S.H. didalam bukunya Naskah Persiapan Undang-Undang Dasar 1945, menyebutkan bahwa seluruh wilayah yang disebutkan oleh Mpu Prapanca di dalam Negarakertagama adalah wilayah Tumpah Darah Nusantara/Indonesia.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

SAYYID IBRAHIM BAABUD DAN PERJUANGANNYA DI WONOSOBO 1864-1943 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Humaniora

SAYYID IBRAHIM BAABUD DAN PERJUANGANNYA DI WONOSOBO 1864-1943 SKRIPSI Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Humaniora

Wonosobo pada akhir abad ke 19 merupakan wilayah yang dihuni oleh masyarakat yang masih menganut tradisi lokal. Hal ini mengindikasikan eksistensi para tokoh-tokoh (ulama) dalam menyebarkan Islam di Wonosobo dengan menggunakan pendekatan tasawuf (tarekat). Hal ini sesuai dengan kesamaan nilai- nilai yang ada di dalam tarekat dengan tradisi lokal yang di anut oleh masyarakat. Sayyid Hasyim Baabud merupakan tokoh yang meyebarkan Islam di Wonosobo menggunakan pendekatan tarekat Alawiyah dan Shatoriyah. Sayyid Hasyim Baabud mengajarkan amalan-amalan tarekat seperti dzikir dan wirid yang kemudian dierima dan diamalkan oleh masyarakat Wonosobo. Setelah Sayyid Hasyim Baabud wafat kemudian pengembangan Islam melalui tarekat dilanjutkan oleh cucunya yaitu Sayyid Ibrahim Baabud. Sayyid Ibrahim Baabud melakukan perluasan dakwah hingga ke daerah pedalaman Wonosobo dan berhasil membawa pengaruh besar di dalam masyarakat. Hingga awal abad ke 20 Wonosobo merupakan daerah dengan basis tarekatnya yang kuat dimana sebelumnya masyarakat masih menganut tradisi lokal (kejawen). Kemudian Sayyid ibrahim Baabud kembali hadir sebagai pembeda pada tahun 1920-an. Ini ditandai dengan masuknya pengaruh modernisme dari bangsa kolonial dimana sayyid Ibrahim baabud memperbaharui model dakwahnya dengan mengkolaborasikan tarekat dengan organisasi Nahdlatul Ulama yang lebih toleran.
Baca lebih lanjut

95 Baca lebih lajut

Key Words: Tarekat Akmaliyah as-Sholihiyah, sanad, dan

Key Words: Tarekat Akmaliyah as-Sholihiyah, sanad, dan

Dukungan Kyai Abdul Astar untuk kelancaran dakwah Kyai Sholeh tidak berhenti sampai disitu, beliau mewakafkan tanah seluas 30 m² kepada Kyai Sholeh agar dibangun musholla, pondok, dan madrasah. Dalam pembangunannya, beliau membuat batu bata sendiri dengan dibantu oleh 7 orang. Karena modal yang serba terbatas, beliau meminta sumbangan dari warga Jatirejo dan tak lama kemudian bangunan Pondok berhasil berdiri. Saat itu yang mondok mencapai 40 orang santri dan membuat penduduk kaget dengan ‘gerombolan santri’ secara tiba-tiba tersebut. Oleh dasar itu, beliau dicurigai sebagi kepala komando Jihad, namun setelah diperiksa tuduhan tersebut tidak terbukti. Beliau juga meminjam rumah penduduk untuk me-ngaji 40 santrinya.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Jannah, Luthfi Nurul. 2014. Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung . Skripsi, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Jurusan Tasawuf Psikoterapi, IAIN Tulungagung.Pembimbing Uswah Wardiana, M. Si. Kata Kunci : Motivasi, Tarekat Syadziliyah, Remaja

16 Baca lebih lajut

Sejarah Tarekat dan Tasawuf PERAN TAREKA (1)

Sejarah Tarekat dan Tasawuf PERAN TAREKA (1)

11 Jawahir al- Ma’ani adalah kitab induk dalam Tarekat Tijaniyah yang memuat fatwa -fatwa dan ajaran-ajaran Syekh Ahmad at-Tijani dalam masalah tasawwuf dan berbagai masalah agama. Secara keseluruhan, Jawahir al-Ma‟ani terdiri dari dua Juz , yang memuat 554 halaman, terdiri dari enam Bab , 16 pasal. Juz Pertama memuat 264 halaman, lima Bab, dan 12 pasal, dan Juz kedua memuat 288 halaman, terdiri dari satu bab, empat pasal. Bab pertama menjelaskan riwayat hidup Syekh Ahmad al-Tijani. Bab kedua menjelaskan akhlak Syekh Ahmad at-Tijani disertai keterikatannya terhadap sunnah Rasulullah saw., baik dalam segi ibadah maupun mua‟amalah. Bab ketiga menjelaskan karamah Syekh Ahmad al-Tijani. Bab keempat menjelaskan tata tertib wirid thariqat tijaniyah, baik yang berkaitan dengan bentuk-bentuk amalan wirid, maupun yang berkaitan dengan ketentuan-ketentuan murid dan syekh. Bab kelima mengungkapkan fatwa-fatwa Syekh Ahmad al- Tijani, bentuk-bentuk Shalawat kepada Nabi Muhammad yang dianjurkan kepada setiap pengikut thariqat tijaniyah, ajaran-ajaran tasawwufnya, dan surat-surat dakwah Syekh Ahmad at-Tijani yang ditujukan untuk petani, pedagang, orang-orang kaya dan orang-orang miskin yang ada disekitar Maroko. Bab terakhir mengungkapkan penjelasan (syarh)wirid yang terdapat dalam amalan thariqat tijaniyah, baik wirid yang bersifat lazim maupun wirid yang bersifat ikhtiyari, disertai penjelasan rinci mengenai keharusan mengikuti sunnah Nabi Muhammad saw., bagi setiap murid thariqat tijaniyah.
Baca lebih lanjut

21 Baca lebih lajut

Tarekat yang berkembang di Indonesia Naq

Tarekat yang berkembang di Indonesia Naq

perdagangan dan kegiatan dakwah. Meskipun begitu, kegiatan dakwah sudah ada dan bangkit sejak awal abad 8 H/14 M dan terus berkembang di pelopori oleh kaum sufi. Tarekat yang berkembang di Indonesia cukup banyak diantaranya adalah sebagai berikut. Pertama, tarekat Qadiriyah didirikan oleh Syekh Abdul Qadir Al- jailani (470 - 561H/ 1077 – 1166) yang berasal dari daerah Jilandi Persi dan hidup di Baghdad. Kedua, tarekat Khalwatiyah dinisbatkan dengan nama pendirinya oleh Syekh Yusuf Al-Khalwati yang dibawakan dan disebarkan pada tahun 1670. Terakhir, Tarekat Naqsyabandiyyah mula-mula muncul di Indonesia dalam paruh kedua abad ketujuh belas dan orang pertama yang diketahui mengamalkan tarekat ini ialah Syekh Yusuf Makassar.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH (Studi Kasus di Pondok PETA Tulungagung) - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

i STRATEGI COPING MURID TAREKAT SYADZILIYAH STUDI KASUS DI PONDOK PETA TULUNGAGUNG SKRIPSI Diajukan Kepada Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah In[r]

1 Baca lebih lajut

Teori dakwah ilmu dakwah dan ruang lingk

Teori dakwah ilmu dakwah dan ruang lingk

Tahap tanzhim merupakan hasil internalisasi dan eksternalisasi Islam dalam bentuk institusionalisasi Islam secara komprehensip dalam realitas sosial. Tahap ini diawali dengan hijrah Nabi Saw ke Madinah (sebelumnya Yastrib). Hijrah dilaksanakan setelah Nabi memahami karakteristik sosial Madinah baik melalui informasi yang diterima dari Mua’ab Ibn Umair maupun interaksi Nabi dengan jama’ah haji peserta Bai’atul Aqabah. Dari strategi dakwah, hijrah dilakukan ketika tekanan kultural, struktural, dan militer sudah sedemikian mencekam, sehingga jika tidak dilaksanakan hijrah, dakwah dapat mengalami involusi kelembagaan dan menjadi lumpuh.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Dakwah Kolaboratif: Model Alternatif Komunikasi Islam Kontemporer

Dakwah Kolaboratif: Model Alternatif Komunikasi Islam Kontemporer

Dakwah merupakan aktualisasi atau realisasi salah satu fungsi kodrati seorang muslim, yaitu fungsi kerisalahan berupa proses pengkondisian agar seseorang atau masyarakat mengetahui, mema– hami, mengimani dan mengamalkan Islam sebagai ajaran dan pandangan hidup (way of life) (Mulkhan 1996: 205). Dus, hakikat dakwah adalah suatu upaya untuk merubah suatu keadaan menjadi keadaan lain yang lebih baik menurut tolok ukur ajaran Islam sehingga seseorang atau masyarakat mengamalkan Islam sebagai ajaran dan pandangan hidup. Dengan kata lain tujuan dakwah, setidaknya bisa dikatakan, untuk mempertemukan kembali fitrah manusia dengan agama atau menyadarkan manusia supaya mengakui kebenaran Islam dan mengamalkan ajaran Islam sehingga benar-benar terwujud kesalehan hidup (Sukriyanto 2002 : 8).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Prinsip prinsip Dasar Tarekat Muktabarah

Prinsip prinsip Dasar Tarekat Muktabarah

Sanad tarekat berisi rangkaian nama-nama guru yang sangat panjang, yang satu bertali dengan yang lain. Biasanya tertulis rapi dalam bahasa Arab, diatas sepotong kertas yang diserahkan kepada murid tarekat sesudah ia melakukan latihan dan amalan-amalan dan sesudah menerima petunjuk (irsyad) dan peringatan (talqin) serta sesudah membuat janji (baiat) untuk tidak melakukan maksiyat sekaligus menerima ijazah sebagai tanda meneruskan pelajaran tarekat kepada orang lain. 25

14 Baca lebih lajut

Tarekat Syâdziliyah Dan Hizbnya

Tarekat Syâdziliyah Dan Hizbnya

Tarekat Syâdziliyah memulai keberadaannya di bawah salah satu dinasti al-Muwahhidûn, yakni Hafsiyyah di Tunisia. Tarekat ini kemudian berkembang di Mesir dan Timur Dekat di bawah kekuasaan dinasti Mamluk. Dalam hal ini yang menarik, sebagaimana dicatat Victor Danner, peneliti Tarekat Syâdziliyah, meskipun terekat ini berkembang pesat di daerah Timur (Mesir), namun awal perkembangannya adalah dari Barat (Tunisia). Dengan demikian, peran daerah Maghribi dalam kehidupan spiritual tidak sedikit. Menurut Danner, perannya sejak abad ke-7H/13M sangatlah jelas. Banyak tokoh sufi yang sezaman dengan al-Syâdzilî menetap di Barat, misalnya Abû Madyan Syu‟aib al-Maghribi (w. 594 H/1197M), Ibn al- Άrabi (w. 638H/1240M), Άbd. Al -Salâm ibn Masyîsy (w. 625H/1228M), Ibn Sab‟in (w. 669H/1271M) dan al -Syusyturî (w. 688H/1270M). Walaupun dasar-dasar tasawuf Maghribi itu berasal dari Timur sebagai asal muasal Islam itu sendiri, namun kecerdasan Muslim daerah Barat, gaya hidupnya, seni kaligrafinya, arsitektur masjidnya, juga mazhab Malikinya, telah ada sejak generasi Islam awal. Ciri umum ini mendapat penguatan bersamaan dengan berdirinya dinasti Abbasiyah pada abad ke-2H/8M dan mulai mengembangkan
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Motivasi Menjalani Ajaran Tarekat Syadziliyah Pada Remaja Di Pondok Pesulukan Tarekat Agung (PETA) Tulungagung - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

M., “Ajaran dan Dampak Spiritualitas Tarekat Shādhiliyah bagi Para Pengikut Tarekat di Pondok PETA Kauman Tulungagung” dalam http://lib.uin-malang.ac.id/?mod=th_detail&id=09750021 diak[r]

4 Baca lebih lajut

Tarekat syadziliyah dalam pemberdayaan pendidikan dan ekonomi: studi kasus tarekat syadziliyah di Kabupaten Blitar.

Tarekat syadziliyah dalam pemberdayaan pendidikan dan ekonomi: studi kasus tarekat syadziliyah di Kabupaten Blitar.

Tarekat juga merupakan salah satu metode pengembangan ajaran tasawuf, yaitu dengan melaksanakan beberapa amalan tarekat serta berusaha melepaskan diri agar melampaui batas-batas sifat-sifat tertetu sebagai manusia biasa agar dapat mendekatkan diri kepada Allah. 5 Dalam suatu ajaran tarekat seorang murid atau orang yang bertarekat diwajibkan untuk mengamalkan suatu amalan yang telah diberikan oleh sang guru (mursyid). Latihan-latihan tentang ilmu ketasawufan ini harus dikerjakan seorang murid untuk mencapai suatu ketenangan jiwa dan membuka jalan untuk mencapai jalan Tuhan.Ilmu mengenai sabar, tawakal, ikhlas, ridha dan qanaah merupakan hal yang mendasar dalam tarekat.Sehingga murid dituntut untuk senantiasa mampu menyelesaikan berbagai masalahnya dengan kondisi psikologis yang positif dengan menyandarkan segala sesuatunya kepada Allah SWT.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

Sejarah dan perkembangan tarekat. docx

Sejarah dan perkembangan tarekat. docx

5. Tarikat Khalwatiyah dinisbatkan dengan nama pendirinya oleh Syekh Yusuf Al-Khalwati. Nama khalwatiyah diambil dari nama seorang sufi ulama dan pejuang makassar abad ke-17, syaikh yusuf al-makasari al-khalwati (tabarruk) terhadap Muhamad (Nur) al-khalwati al-khawa rizmi (w.751-1350). Sekarang terdapat dua cabang terpisah dari tarekat ini yang hadir bersama. Keduanya dikenal dengan nama tarekat khalwatiyah yusuf dan khalwatiyah samman. Tarekat khalwatiyah yusuf disandarkan kepada nama syaikh yusuf al-makasari dan tarekat khalwatiyah samman diambil dari nama seorang sufi madinah abad ke-18 Muhamad al-samman. Tarekat khalwatiyah yusuf dalam berdzikir mewiridkan nama-nama tuhan dan kalimat-kalimat singkat lainnya secara sirr dalam hati, sedangkan tarekat khalwatiyah samman melakukan zikir dan wiridnya dengan suara keras dan ekstatik. Tarekat khalwatiyah samman sangat terpusat, semua gurunya tunduk kepada pimpinan pusat di maros, sedangkan tarekat khalwatiayh yusuf tidak mempunyai pimpinan pusat. Cabang-cabang lokal tarekat khalwatiyah samman sering kali memiliki tempat ibadah sendiri (mushalla, langgar) dan cenderung mengisolasi diri dari pengikut tarekat lain, sementara pengikut khalwatiyah yusuf tidak mempuyai tempat ibadah khusus dan bebas bercampur dengan masyarakat yang tidak menjadi anggota tarekat, anggota tarekat khalwatiyah yusuf banyak berasal dari kalangan bangsawan makassar termasuk penguasa kerajaan gowa terakhir andi ijo sultan Muhamad abdul kadir aidid (berkuasa 1940-1960). Tarekat khalwatiyah samman lebih merakyat baik dalam hal gaya maupun komposisi sosial, sebagian besar pengikutnya orang desa.
Baca lebih lanjut

42 Baca lebih lajut

MEKANISME PERTAHANAN DIRI KAUM TAREKAT

MEKANISME PERTAHANAN DIRI KAUM TAREKAT

(sulu> k ) jalan spiritual yang sekali tempo naik-terjal (sulu> k al murtafa‘a> t), dan pada tempo lain menurun (sulu> k al munh} adara> t) adalah sungguh sangat sukar, sehingga kehadiran seorang guiden yang akan membimbingnya ketika mendapatkan cobaan dan gangguan-gangguan di tengah jalan adalah mutlak, tidak boleh tidak. Oleh sebab ini, ‘Abd al-Wahha> b al- Saha‘ra> ni> , sosok elit sufi berpengalaman, sampai menegaskan bahwa, siapa yang menempuh perjalanan spiritual/tarekat tanpa adanya seorang guru (Shaykh), maka gurunya adalah Syetan. Artinya, dia akan bingung dan sesat dalam perjalanannya. Periksa, ‘Abd al-Wahha> b al-Sha’ra> ni> , al-A nwa> r al-Qudsi> yah fi> Ma‘rifat Qawa> ’’id al-S} u> fi> yah,, Juz’ 1 - 2 (Beirut: al- Maktabah al-‘Ilmiyyah, tt.), 35, 10; D} iya> ’ al-Di> n Ah} mad Mus} t} afa> al-Kimashkhana> wi> al-Naqshabandi> al- Mujaddadi> al-Kha> lidi> , Ja> mi‘ al-Us} u> l fi> al-A wliya> ’ (Surabaya: al Haramayn, 2001), 31.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...