dan Analisis Jalur (Path Analysis)

Top PDF dan Analisis Jalur (Path Analysis):

Analisis Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler dan Interaksi Sosial Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 2 IPA SMA Dharma Pancasila Medan dengan Metode Analisis Jalur Tahun 2013

Analisis Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler dan Interaksi Sosial Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 2 IPA SMA Dharma Pancasila Medan dengan Metode Analisis Jalur Tahun 2013

Jadi, pada awalnya analisis jalur (path analysis) dikembangkan oleh Sewal Wright (1934). Namun, analisis jalur tersebut baru dikenal luas setelah Otis D. Duncan, seorang ahli sosiologi yang menulis literatur sosiologinya pada American Journal of Sociology. Analisis jalur (path analysis) sendiri bertujuan untuk menjelaskan pengaruh-pengaruh yang ada pada seperangkat variabel eksogen terhadap variabel endogen.

32 Baca lebih lajut

Materi Analisis Jalur dengan LISREL, 2013.

Materi Analisis Jalur dengan LISREL, 2013.

Buat model diagram  Klik menuFile  Cari dan pilihlah klik Open Lingkungan keluarga X1 Teman Sebaya X2 ANALISIS JALUR DENGAN LISREL Oleh: Ali Muhson analisis hubungan sebab akiba[r]

7 Baca lebih lajut

 this  file 1476 6010 1 PB

this file 1476 6010 1 PB

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian ekplanatori ( explanatory research ) dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Variabel yang diteliti adalah variabel atribut produk, variabel preferensi konsumen dan variabel keputusan pembelian. Populasi pada penelitian ini adalah penduduk Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri yang membli kartu seluler SimPATI. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang responden, dengan menggunakan purposive sampling . Data yang diperoleh di analisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur ( path analysis).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PEMAHAMAN DASAR TEKNIK ANALISIS JALUR PA

PEMAHAMAN DASAR TEKNIK ANALISIS JALUR PA

Path analysis telah menjadi model analisis para ilmuwan sosial. Bahkan pada tahun 1970-an Karl G. Joreskog dan Dag Sorbom dari Departemen Statistika Universitas Uppsala Swedia, telah mengembangkan model path analysis menjadi model yang sekarang dikenal sebagai LISREL (LI-near S-tructural Rel- ationship) atau sering disebut SEM (Structural Equation Modeling).

35 Baca lebih lajut

Zahrina Razanah Srikandi Kumadji Andriani Kusumawati Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang Abstrak - PENERAPAN EXPERIENTIAL MARKETING STRATEGY DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS Studi pada Pelanggan Bakso Cak Kar Singosari -

Zahrina Razanah Srikandi Kumadji Andriani Kusumawati Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang Abstrak - PENERAPAN EXPERIENTIAL MARKETING STRATEGY DAN PENGARUHNYA TERHADAP KEPUASAN DAN LOYALITAS Studi pada Pelanggan Bakso Cak Kar Singosari -

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh Experiential Marketing terhadap Kepuasan Pelanggan; (2) pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan; dan (3) pengaruh Experiential Marketing terhadap Loyalitas Pelanggan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penjelasan (explanatory research) dengan pendekatan kuantitatif.Sampel sebanyak 116 orang responden yang merupakan pelanggan Bakso Cak Kar yang telah membeli minimal dua kali.Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Probalility Sampling dengan Simple Random Sampling.Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menyebarkan kuesioner. Analisis data yang digunakan analisis deskriptif dan analisis jalur (path analysis).Hasil analisis jalur (path analysis) dapat diketahui bahwa: (1) variabel Experiential Marketing memiliki pengaruh langsung signifikan terhadap variabel kepuasan pelanggan;(2) variabel kepuasan pelanggan memiliki pengaruh langsung signifikan terhadap variabel loyalitas pelanggan; dan (3) variabel Experiential Marketing berpengaruh langsung signifikan terhadap variabel loyalitas.Penelitian ini menyarankan, untuk meningkatkan pembelian ulang, Bakso Cak Kar harus melakukan inovasi terhadap produk mereka dengan harga yang terjangkau.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

 this  file 271 1216 1 PB

this file 271 1216 1 PB

Berdasarkan analisis statistik inferensial dengan menggunakan analisis jalur (path analysis), menyatakan bahwa terdapat pengaruh antara Kepuasan Kerja (Y1) terhadap Prestasi Kerja Karyawan (Y2) hipotesis tersebut terbukti dan dapat diterima. Pengaruh tersebut signifikan, sehingga semakin merasa puas karyawan dengan pekerjaannya, akan dapat menumbuhkan prestasi kerja karyawan. Kesimpulan yang diperoleh adalah bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja karyawan. Pengaruh variabel kepuasan kerja(Y1) secara parsial, adalah sebagai berikut variabel kepuasan kerja (Y1) merupakan variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi kerja karyawan (Y2), hal ini ditunjukkan dengan sig.t sebesar 0,037 dengan alpha 0,05 (0,037<0,05) berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dari hasil kuesioner diperoleh rata-rata mean sebesar 4,53 di mana menunjukkan bahwa kepuasan kerja yang ada di PT.ASKES (Persero) Cab.Boyolali sangat baik. Sedangkan dari hasil kuesioner berdasarkan prestasi kerja karyawan diperoleh rata-rata mean sebesar 4,28 di mana menunjukkan bahwa prestasi yang ada pada PTASKES (Persero) Cab.Boyolali sudah cukup baik. Kepuasan kerja sangat diperlukan agar dapat meningkatkan prestasi kerja karyawan.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

STUDI KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN BERDAMPAK PADA KINERJA KARYAWAN

STUDI KOMPENSASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP LOYALITAS KARYAWAN BERDAMPAK PADA KINERJA KARYAWAN

Kualitas dan kuantitas kinerja dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh beberapa hal seperti kompensasi yang diterima oleh karyawan, lingkungan kerja dan kesetiaan karyawan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompensasi, lingkungan kerja dan loyalitas terhadap kinerja karyawan pada PT. LEC, Yogyakarta. Penelitian ini bersifat deskriptif. Data penelitian adalah data primer, data dikumpulkan menggunakan teknik kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan probabilitas. Sumber data dikumpulkan dari karyawan PT. LEC. Skala yang digunakan skala ordinal. Teknik scaling yang digunakan Skala Likert. Tes instrumen dilakukan oleh perangkat lunak SPSS. Analisis ini menggunakan analisis deskriptif, analisis inferensial dan analisis jalur. Analisis ini menggunakan perangkat lunak SPSS dan SPLS. Hasil penelitian bahwa kompensasi, lingkungan kerja dan loyalitas secara simultan dan signifikan mempengaruhi kinerja, tetapi tidak memiliki efek parsial yang signifikan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Path Analysis Application for Beef Cattle Development Based on Potency of Farmland in Blora Regency, Central Java - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Path Analysis Application for Beef Cattle Development Based on Potency of Farmland in Blora Regency, Central Java - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penelitian ini bertujuan mengetahui besarnya pengaruh langsung dan tak langsung faktor potensi lahan usahatani terhadap pengembangan sapi potong di Kabupaten Blora dengan analisis jalur. Data potensi lahan usahatani, pakan di dalam dan di luar sistim pertanian, sumberdaya manusia petani, pola pakan, dan pengembangan sapi potong diambil dengan metode survai selama bulan Maret-Juni 2007. Sebanyak 90 responden petani-ternak diambil dengan teknik sampel gugus bertahap. Data dianalisis dengan metode dekomposisi korelasi dan persamaan normal baku untuk mendapatkan koefisien jalur.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Materi Analisis Jalur dengan AMOS

Materi Analisis Jalur dengan AMOS

analisis hubungan sebab akibat yang terjad variabel bebasnya mempengaruhi variabel t langsung tetapi juga secara tidak langsung dalam menganalisis ata yang akan dianalisis dalam format[r]

3 Baca lebih lajut

Aplikasi Analisis Jalur Path Analisis de

Aplikasi Analisis Jalur Path Analisis de

Analisis: Proposisi hipotetik yang diajukan oleh peneliti bisa diterjemahkan ke dalam sebuah diagram alur seperti di bawah ini: Gambar 1 X1 X2 rX1X3 rX2X3 rX1X2 ρX4X3 ρX4X1 ρ[r]

19 Baca lebih lajut

CONTOH DISERTASI ANALISIS JALUR LISREL

CONTOH DISERTASI ANALISIS JALUR LISREL

Siapkan Menu PRELIS Data 1.1 Input data Untuk menguji contoh hipotesis penelitian di atas, buka menu PRELIS Data pada editor LISREL kemudian ikuti langkah sebagai berikut: Klik F[r]

20 Baca lebih lajut

A. DEFINISI ANALISIS JALUR - ANALISIS JALUR

A. DEFINISI ANALISIS JALUR - ANALISIS JALUR

Goodness of fit analisis regresi ialah menerangkan sebanyak mungkin variasi variabel terikat dengan menggunakan variabel bebas dalam model. Oleh karena itu, suatu model dikatakan baik jika indikator pengukur kebaikan model, yaitu adjusted R square bernilai tinggi. Dari hasil diatas R square sebesar 0,251 artinya variabel bebas dapat menjelaskan variabel terikat sebesar 25,1 persen, sisanya (100% - 25,1%) 74,9 % dipengaruhi oleh variabel diluar model.

29 Baca lebih lajut

 this  file 1222 4869 1 PB

this file 1222 4869 1 PB

Penelitian ini menguji pengaruh kompetensi komunikasi terhadap direct selling serta dampaknya pada volume penjualan, survei pada seller Tupperware PT. Vinivici Prima Lestari di Surabaya. Variabel eksogen penelitian ini yaitu kompetensi komunikasi. Variabel endogen penelitian ini yaitu direct selling dan volume penjualan. Jenis penelitian tergolong penelitian eksplanatori. Sampel penelitian 110 orang responden.Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan kriteria, seller aktif minimal 1 tahun dan berdomisili di Surabaya. Teknik analisis data dengan analisis deskriptif dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan jika kompetensi komunikasi berpengaruh signifikan terhadap direct selling. Kompetensi komunikasi berpengaruh tidak signifikan terhadap volume penjualan dengan signifikansi 5%. Direct selling berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Store Atmosphere Dan Persepsi Mutu Terhadap Pembelian Ulang Di D’jamilah Café Dengan Kepuasan Sebagai Intervening

Pengaruh Store Atmosphere Dan Persepsi Mutu Terhadap Pembelian Ulang Di D’jamilah Café Dengan Kepuasan Sebagai Intervening

7 berperan sebagai peubah eksogen dan kepuasan dan pembelian ulang merupakan peubah endogen dengan kepuasan berperan sebagai peubah intervening. Peubah store atmosphere mengacu pada teori Berman dan Evans (2001) untuk menentukan indikatornya berdasarkan unsur-unsur store atmosphere dari teori tersebut, yaitu eksterior, interior umum, tata letak dan interior display. Peubah persepsi mutu menggunakan teori Durianto et al. (2001) sebagai acuan dengan mengambil dimensi mutu jasa teori tersebut sebagai indikator, yaitu bukti fisik, kompetensi, keandalan, tanggung jawab dan empati. Peubah kepuasan mengadaptasi konsep Kotler dan Armstrong (2008) dan peubah pembelian ulang mengacu pada teori Schiffman dan Kanuk (2004). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan diolah dengan software Microsoft Excell dan Statistical Package for Social Science (SPSS) untuk uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif dan analisis jalur. Hasil penelitian dapat dijadikan informasi perusahaan untuk mengetahui bagaimana dua peubah bebas tersebut berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap minat beli ulang dan bahan evaluasi atas strategi pemasaran yang telah disusun. Kerangka pemikiran penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

43 Baca lebih lajut

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KAR (3)

PENGARUH KOMPENSASI TERHADAP KINERJA KAR (3)

Uji pengaruh mediasi di dalam penelitian ini, dilakukan untuk menguji apakah variabel motivasi mampu menjadi variabel intervening terkait dengan pengaruh antara kompensasi terhadap kinerja karyawan. Uji pengaruh mediasi dilakukan dengan menggunakan metode analisis jalur ( path analysis). Agar dapat membuktikan hal tersebut, maka dilakukan perhitungan pengaruh langsung dan tidak langung antara kompensasi terhadap kinerja. Perhitungan secara langsung dan tidak langsung dilakukan dari perhitungan nilai unstandardized coefficients regresi masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut ini adalah hasil perhitungan nilai unstandardized coefficients :
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Laporan Penelitian Analisis Jalur Melek ICT

Laporan Penelitian Analisis Jalur Melek ICT

mengutip pernyataan Computers Science and Telecommunications Board (CSTB) mengatakan bahwa melek komputer (computer literate) dipandang tidak cukup karena berkonotasi ketrampilan (dalam kasus Mata Pelajaran TIK diidentikkan dengan program vokasi). Implikasinya adalah kompetensi atas beberapa aplikasi komputer yang ada saat ini seiring perubahan dan perkembangan teknologi ketrampilan yang ada bisa saja tertinggal tanpa ada jalur untuk bermigrasi kepada ketrampilan baru. Konsekwensinya orang harus memperoleh ketrampilan dasar sehingga mampu mengembangkan dan memperoleh ketrampilan baru setelah menyelesaikan pendidikan formalnya. Hal ini sangat dimungkinkan apabila ketrampilan dasar yang diajarkan tidak secara spesifik sebagai program vokasi, namun mengembangkan ICT literacy. Nampak nilai strategis ICT literacy dalam memperkuat life long education bagi peningkatan kemampua dan ketrampilan belajar sepanjang hayat.
Baca lebih lanjut

37 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH CAR, NPF, DAN FDR TERHADAP PEMBIAYAAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PROFITABILITAS PADA KSPPS YA UMMI MAZIYAH ASSA'ADAH TAHUN 2010-2016 - STAIN Kudus Repository

ANALISIS PENGARUH CAR, NPF, DAN FDR TERHADAP PEMBIAYAAN SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PROFITABILITAS PADA KSPPS YA UMMI MAZIYAH ASSA'ADAH TAHUN 2010-2016 - STAIN Kudus Repository

Untuk menguji pengaruh variabel intervening digunakan metode analisis jalur (path analysis). Analisis jalur merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda, atau analisis jalur digunakan untuk menganalisis pola hubungan antar variabel dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh langsung maupun tidak langsung seperangkat variabel bebas (eksogen) terhadap variabel terikat (endogen). Pada dasarnya koefisien jalur adalah koefisien regresi yang distandarkan (standardized coefficient regression). Adapun persamaan regresi dapat dirumuskan sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Structural Equation Modeling AMOS 18.00

Structural Equation Modeling AMOS 18.00

Buku metode p enelitian ilmiah yang berjudul ‘ Structural Equation Modeling: Untuk Penelitian Manajemen Menggunakan Amos ’ dan ditulis oleh Prof. Dr. H. Siswoyo Haryono, MM, M.Pd. dan Parwoto Wardoyo, ST, MM adalah upaya pembelajaran bagi para ilmuwan, peneliti, dan semua pembaca untuk memahami salah satu konsep metodologi dan melatih keterampilan teknis dalam penelitian manajemen. Structural Equation Modeling (SEM) adalah salah satu bentuk motodologi statistik yang menggunakan pendekatan konfirmatori (pengujian hipotesis) untuk menganalisis fenomena yang secara teoretis berstruktur (Barbara M. Byrne, 2010). Model dasarnya bersumber dari model analisis jalur yang digagas oleh Sewall Wrights (1921) dan dikembangkan oleh Karl Joreskog (1966) dengan analisis faktor yang terkenal dengan istilah Confirmatory Factor Analysis atau disingkat CFA (Gregory N. Hancock dan Ralph O. Mueller, 2006). Dibandingkan dengan pendekatan statistik lainnya, SEM bisa digolongkan sebagai metodologi baru. Banyak para peneliti khususnya dalam bidang ilmu sosial menggunakan metodologi SEM ini untuk melakukan pengujian model khususnya pada sejumlah variabel yang mempunyai keterhubungan sebab akibat atau kausal. Secara statistik perhitungan model SEM sangat rumit; namun, kemajuan teknologi informasi benar-benar menjadikan SEM lebih mudah dilakukan. Telah tersedia sejumlah perangkat lunak yang dibuat untuk pengolahan data menggunakan metode SEM yang di antaranya adalah Analysis of Moment Structures (AMOS).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

10 Silabus SEM PEP S3

10 Silabus SEM PEP S3

Mahasiswa mampu mengembangkan model teori dan atau paradigma hubungan antar variabel, serta mampu melakukan uji hipotesis hubungan antar variabel. Juga diharapkan agar mahasiswa mampu mengestimasi validitas dan reliabilitas suatu instrumen menggunakan program LISEREL. Oleh karena itu, mahasiswa perlu didorong dan dibantu untuk: (1) menguasai perbedaan antara Analisis Jalur, Analisis Faktor, dan Structural Equation Modeling (SEM), (2) menguasai prinsip-prinsip utama Analisis Jalur, Analisis Faktor, dan Structural Equation Modeling (SEM), (3) menguasai cara-cara mengestimasi validitas dan reliabilitas instrumen, dan (4) terampil menganalisis data dengan teknik Analisis Jalur, Analisis Faktor, dan SEM, menggunakan program Linier Structural Relation (LISREL) dan atau AMOS.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

this PDF file PENGARUH CITRA MEREK DESTINASI TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG DAN KEPUASAN PENGUNJUNG SERTA DAMPAKNYA PADA MINAT KUNJUNG ULANG (Survei pada Pengunjung Taman Rekreasi Selecta Kota Batu yang termasuk dalam Kategori Generasi Millennial) | Isnain

this PDF file PENGARUH CITRA MEREK DESTINASI TERHADAP KEPUTUSAN BERKUNJUNG DAN KEPUASAN PENGUNJUNG SERTA DAMPAKNYA PADA MINAT KUNJUNG ULANG (Survei pada Pengunjung Taman Rekreasi Selecta Kota Batu yang termasuk dalam Kategori Generasi Millennial) | Isnain

Variabel citra merek destinasi pada hasil uji analisis jalur, secara langsung berpengaruh signifikan terhadap variabel minat kunjung ulang generasi millennial dengan kontribusi sebesar 0,197 atau dalam persentase sebesar 19,7%. Hasil menunjukkan bahwa pengunjung generasi millennial yang memiliki penilaian positif mengenai Taman Rekreasi Selecta sebagai destinasi pariwisata dapat menumbuhkan minat mereka untuk melakukan kunjungan ulang pada waktu mendatang. Adanya pengaruh citra merek destinasi terhadap minat kunjung ulang generasi millennial tersebut menunjukkan bahwa citra merek destinasi mampu melawan fenomena yang banyak terjadi saat ini dimana generasi millennial merasa cukup melakukan kunjungan pada suatu destinasi jika foto atau video mereka ketika berada di destinasi tersebut telah terpasang di media sosial mereka masing-masing.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...