dan Disposisi Matematis

Top PDF dan Disposisi Matematis:

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING.

Selain itu, melalui proses bermetafora juga diberi kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuan mereka, dan juga melihat hubungan antara pengetahuan yang mereka peroleh dengan kehidupan sehari-hari. Proses mengeksplorasi kemampuan ini akan menimbulkan rasa ingin tahu, merefleksikan terhadap pengetahuan yang telah dibangun, fleksibel terhadap gagasan matematik yang terbentuk, dan juga akan berakibat timbulnya kepercayaan diri dalam diri siswa. Proses dalam melihat hubungan dengan kehidupan sehari-hari akan berakibat siswa dapat menilai bagaimana aplikasi matematika ke situasi lain dalam pengalaman sehari-hari, dan memahami peran matematika dalam kehidupan sehari-hari. Proses-proses tersebut merupakan bagian dari disposisi matematis, sehingga melalui proses bermetafor diharapkan dapat meningkatkan kemampuan disposisi matematis siswa.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK Asep Suryana NPM. 158060047 UNPAS (email: asurazwer@gmail.com) H. Bana. G. Kartasasmita, P

PENERAPAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK Asep Suryana NPM. 158060047 UNPAS (email: asurazwer@gmail.com) H. Bana. G. Kartasasmita, P

Mahmudi, A. (2010).. Tinjauan Asosiasi antara Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis dan Disposisi Matematis. Makalah Disajikan Pada Seminar Nasional Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta: Yogyakarta, 17 April 2010. [Online]. Tersedia: http:// staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Ali%20Mahmudi,%20S.Pd, %20M.Pd,%20Dr./Makalah%2012%20LSM%20April

5 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI DIMENSI CONNECTEDNESS DARI PRODUCTIVE PEDAGOGIES FRAMEWORK DALAM MODEL BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP ( Implementation of Connectedness dimention of Productive Pedagogies Framew

IMPLEMENTASI DIMENSI CONNECTEDNESS DARI PRODUCTIVE PEDAGOGIES FRAMEWORK DALAM MODEL BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP ( Implementation of Connectedness dimention of Productive Pedagogies Framew

Kemampuan koneksi dan disposisi matematis siswa saat ini belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koneksi dan disposisi matematis siswa melalui implementasi connectedness dari Productive Pedagogies Framework dalam model Based Learning.. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung dengan jumlah sampel 63 orang siswa yang terbagi ke dalam kelas VIII – 1 dan kelas VIII-3. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan koneksi matematis, angket disposisi matematis siswa, lembar observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji Statistik.Mann Whitney, Rank Spearman. Uji Independent Sample T – Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Implementasi connectedness pada PBL dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis, (2) ) Implementasi connectedness pada PBL dapat meningkatkan disposisi matematis, (3)Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran PBL-Connectedness dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, (4) Tidak terdapat hubungan antara kemampuan koneksi matematis dengan disposisi matematis siswa yang mendapat pembelajaran PBL-Connectedness.(5) Terdapat hubungan antara kemampuan koneksi dengan disposisi matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, (6) Tidak terdapat perbedaan disposisi matematis
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa melalui Pendekatan Kontekstual.

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa melalui Pendekatan Kontekstual.

Salah satu upaya dalam mengembangkan kemampuan pemahaman, komunikasi, dan disposisi matematis siswa adalah dengan mencari faktor-faktor yang diduga dapat memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan pemahaman, komunikasi, dan disposisi. Faktor-faktor yang dimaksud antara lain adalah faktor pendekatan pembelajaran yang diterapkan guru dan faktor KAM (atas, tengah, bawah). Hal ini bertujuan untuk melihat apakah penerapan pendekatan kontekstual merata pada setiap kategori KAM atau hanya pada kategori KAM tertentu saja. Apabila merata pada setiap kategori KAM maka dapat dikatakan bahwa penerapan pendekatan kontekstual cocok diterapkan pada semua kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS, BERPIKIR ALJABAR, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS, BERPIKIR ALJABAR, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada atau tidak ada peningkatan kemampuan komunikasi matematis, berpikir aljabar, dan disposisi matematis siswa sekolah menengah pertama sebagai dampak dari pembelajaran dengan pendekatan pendidikan matematika realistik dan pembelajaran secara konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen, yang mengikutsertakan 134 siswa kelas 8 SMP di Kota Bandung yang mewakili sekolah level sedang dan rendah. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes pengetahuan awal matematika, tes kemampuan komunikasi matematis dan berpikir aljabar, dan skala disposisi matematis. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial dengan menggunakan uji-t dan ANAVA dua jalur dilanjutkan dengan uji beda Games-Howell. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa: (a) Peningkatan kemampuan komunikasi matematis, berpikir aljabar, dan disposisi matematis siswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan pendidikan matematika realistik lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional, baik ditinjau secara keseluruhan siswa, ditinjau dari level sekolah, maupun ditinjau dari pengetahuan awal matematika siswa. Tetapi, pada sekolah level sedang dan pengetahuan awal matematika dengan katagori atas dan tengah, peningkatan disposisi matematis tidak berbeda secara signifikan antara siswa yang mendapat pembelajaran dengan pendekatan pendidikan matematika realistik dan siswa yang mendapat pembelajaran secara konvensional; (b) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran (pendidikan matematika realistik, konvensional) dan level sekolah (sedang, rendah) terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis, berpikir aljabar, dan disposisi matematis siswa; (c) Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran (pendidikan matematika realistik, konvensional) dan pengetahuan awal matematika siswa (tinggi, sedang, rendah) terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis, berpikir aljabar, dan disposisi matematis siswa.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN IMPROVE.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN IMPROVE.

mengenalkansiswapadakonsepyang baru,memberikanpertanyaanmetakognitif dalam aktivitas belajar siswa, memberikankesempatankepadasiswauntuk berlatih memecahkan suatu masalah,siswa diberi kesempatan untuk memverifikasitentangkebenaranpemahamanmerekaserta mampu melakukan evaluasi terhadap materi apa yang telahmerekapelajarisehinggadapatmenambah atau memperkayapengetahuanmereka. Pembelajaran dengan karakteristik tersebut sangat mendukung disposisi matematis siswa. Pertanyaan metakognitif kepada siswa memberikan kesempatan pada siswa untuk menyadari apa yang terjadi pada kognitifnya. Kesadaran ini membawa dampak pada rasa percaya diri, perasaan minat pada matematika dan berpikir terbuka untuk mengeksplorasi berbagai alternatif strategi penyelesaian masalah. Berawal dari kesadaran terhadap kognitifnya siswa mampu menumbukan disposisi matematis dalam dirinya. Disposisi juga berkaitan dengan kecenderungan siswa untuk merefleksi pemikiran mereka sendiri. Hal ini tentu sangat sejalan dengan prinsip metode pembelajaran IMPROVE dan disposisi matematis itu sendiri.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VII PADA MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER MATERI SEGIEMPAT

KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VII PADA MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER MATERI SEGIEMPAT

Kesulitan siswa dalam mengkomunikasikan solusi permasalahan matematika dan minat dalam mempelajari matematika menjadi permasalahan di SMP Negeri 4 Ungaran, dari hasil wawancara dengan guru matematika, diperoleh keterangan bahwa pada dasarnya sebagian besar siswa tidak memahami konsep serta kemampuan siswa akan komunikasi matematika masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari (1) siswa ketika diberikan kesempatan bertanya siswa tidak bertanya, namun ketika diberikan soal latihan siswa kebingungan dalam menentukan solusi; (2) Siswa belum bisa mengkomunikasikan solusi permasalahan matematika secara tertulis dengan benar; (3) siswa tidak mampu melakukan komunikasi antar siswa saat mengerjakan tugas kelompok, siswa cenderung mengerjakan sendiri kemudian teman yang lain mengikuti saja. Dari beberapa fakta tersebut terlihat bawa kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa dalam pembelajaran matematika masih tergolong kurang.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA NEGERI 1 BUNTU PANE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II.

PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA NEGERI 1 BUNTU PANE MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW II.

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan oleh peneliti dengan guru bidang studi di SMA Negeri 1 Buntu Pane dan kajian teori serta hasil penelitian yang memfokuskan pada penggunaan model pembelajaran berpusat pada siswa, mendorong peneliti untuk menggali secara komprehensif model pembelajaran tersebut dimana pembelajaran diharapkan untuk melatih kemampuan berpikir kritis matematis dan disposisi matematis siswa dengan memberikan beberapa pengalaman belajar. Pengalaman belajar yang memfokuskan pada bagaimana siswa dapat meningkatkan berpikir kritis matematis dalam mengerjakan persoalan matematika dan mengapresiasikan dirinya kepada pelajaran matematika, sehingga siswa memberi kesan yang positif apabila didekati dengan suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa. Menurut penulis, salah satu model pembelajaran yang relevan dengan kondisi di atas adalah menerapkan suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw II.
Baca lebih lanjut

40 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DISCOVERY.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DISCOVERY.

Dari permasalahan di atas, penulis tertarik untuk meneliti tentang penerapan pembelajaran dengan pendekatan discovery yang diperkirakan dapat meningkatkan kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa . Kelompok atau level sekolah berdasarkan jenjang akreditasi sekolah amat baik, baik dan cukup diduga berpengaruh dalam upaya pengungkapan perbedaan kontribusi discovery terhadap peningkatan penalaran dan disposisi matematis siswa bila dibandingkan dengan pembelajaran matematika biasa. Sebagai pembanding akan dilihat juga peningkatan kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa yang diajar dengan pembelajaran matematika biasa (yang sering diterapkan guru di kelas). Untuk itu dipandang perlu melakukan penelitian ; Apakah pendekatan discovery dapat meningkatkan kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa yang pada akhirnya akan meningkatkan hasil belajar.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016)

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016)

Dari pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa PBL dapat diartikan sebagai suatu model pembelajaran dimana peserta didik dihadapkan pada masalah-masalah praktis, sebagai pijakan dalam belajar. Masalah yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis masalah diantaranya: masalah nyata, bermakna, menarik, terbuka, terstruktur, dapat menuntun siswa dalam penyelidikan dan inkuiri, serta dapat merangsang minat siswa untuk menyelesaikannya. Pemberian masalah bertujuan untuk membangun motivasi siswa dalam membangun pemahaman dan pengetahuan. Pelaksanaan pembelajaran berbasis masalah meliputi lima langkah, yaitu: orientasi siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, mengembangkan dan menyajikan hasil karya, serta menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Kemudian selain berperan dalam meningkatkan kemampuan berpikir siswa, PBL juga dapat meningkatkan disposisi matematis, hal ini dapat tercermin dari aktivitas yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger

Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Disposisi Matematis Menggunakan Model Pembelajaran Treffinger

Pelaksanaan siklus II juga terdiri dari dua pertemuan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siswa yang dapat mengaplikasikan konsep atau algoritma dalam pemecahan masalah sebanyak 17 siswa (73,91%), siswa yang memberi tanggapan tentang jawaban siswa lain sebanyak 12 siswa (52,17%), siswa yang dapat membuat kesimpulan sebanyak 10 siswa (43,48%), siswa yang percaya diri terhadap kemampuan atau keyakinan sebanyak 15 siswa (65,22%), siswa yang mengajukan pertanyaan sebanyak 13 siswa (56,52%), dan siswa yang bekerjasama atau berbagi pengetahuan sebanyak 18 siswa (78,26%). Indikator- indikator pemahaman konsep dan disposisi matematis siswa telah mencapai indikator pencapaian, maka penelitian dikatakan berhasil dan tidak perlu dilakukan siklus selanjutnya.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS

PERANAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS

Berdasarkan karakteristiknya, mate- matika merupakan keteraturan tentang struktur yang terorganisasikan, konsep- konsep matematika tersusun secara hirarkis dan sistematik, mulai dari konsep yang sederhana sampai pada konsep paling kompleks (Hasratuddin, 2015). Pema- haman matematis merupakan satu kompetensi dasar dalam belajar matematika yang meliputi: kemampuan menyerap materi, mengingat rumus dan konsep matematika serta menerapkannya dalam kasus serupa, memperkirakan kebenaran suatu pernyataan, dan menerapkan rumus dan teorema dalam penyelesaian masalah. Selain pemahaman matematis, afektif peserta didik juga perlu diperhatikan. Menurut Popham (dalam Sukanti, 2011) bahwa ranah afektif menentukan keberhasilan belajar seseorang. Salah satu afektif peserta didik dalam pembelajaran matematika saat ini dikenal dengan istilah disposisi matematis. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pemahaman matematis dan disposisi matematis memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran matematika.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA - repository UPI T MTK 1201459 Title

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA - repository UPI T MTK 1201459 Title

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Studi Quasi Experiment pada Sisw[r]

3 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA.

indikatornya: (1) percaya diri dalam menyelesaikan masalah matematis; (2) berpikir fleksibel dalam mengeksplorasi ide-ide matematis dan mencoba metode alternatif dalam menyelesaikan masalah; (3) gigih dalam mengerjakan tugas matematika; (4) berminat, memiliki keingintahuan, dan memiliki daya cipta dalam aktivitas bermatematis; (5) mengapresiasikan peran matematis sebagai alat dan bahasa; (6) berbagi pendapat dengan orang lain. Skala disposisi matematis ini dibuat dengan berpedoman pada bentuk skala Likert, yang terdiri atas 4 kategori respon, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS) dengan tidak ada pilihan netral. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari sikap ragu – ragu siswa untuk tidak memihak pada pernyataan yang diajukan.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP | Karya Tulis Ilmiah

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP | Karya Tulis Ilmiah

Kemampuan komunikasi matematis siswa SMP secara umum masih tergolong rendah. Masalah ini disebabkan kurangnya pembelajaran yang mengaitkan materi matematika di sekolah dengan masalah kontekstual khususnya konteks pesisir. Untuk itu, perlu adanya pembelajaran yang dapat menyadarkan siswa dalam mengkomunikasikan masalah-masalah pesisir di lingkungannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab yang disebabkan pengetahuan yang terbatas dalam mengembangkan sumber daya pesisir yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis (KKM) dan disposisi matematis (DM) siswa melalui penerapan pembelajaran kontekstual pesisir (PKP). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan KKM dan DM siswa yang mendapat PKP memperoleh peningkatan yang secara signifkan lebih tinggi daripada siswa yang mendapat PKV. Peningkatan KKM siswa yang mendapat PKP berada kategori sedang, akan tetapi, DM siswa berada kategori rendah. Berdasarkan analisis terhadap data observasi dan wawancara menunjukkan bahwa PKP dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan antara kemampuan penalaran matematis dan disposisi matematis terhadap prestasi belajar matematika siswa materi kubus dan balok di kelas VIII G SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.

Hubungan antara kemampuan penalaran matematis dan disposisi matematis terhadap prestasi belajar matematika siswa materi kubus dan balok di kelas VIII G SMP Pangudi Luhur 1 Yogyakarta tahun ajaran 2015/2016.

2. Hubungan antara Disposisi Matematis dan Prestasi Belajar Menurut Kilpatrick, Swafford, dan Findel (2001:131), disposisi matematis adalah kecenderungan memandang matematika sebagai sesuatu yang berguna dan berharga, percaya bahwa dengan usaha yang tekun dan ulet dalam mempelajari matematika akan membuahkan hasil dan melakukan perbuatan sebagai pembelajar yang efektif. Disposisi siswa terhadap matematika adalah salah satu faktor dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara disposisi matematis dan prestasi belajar. Hal ini berarti apabila siswa mempunyai disposisi matematis yang baik belum tentu prestasi belajar yang dicapai oleh siswa tersebut juga akan baik, begitu sebaliknya.
Baca lebih lanjut

313 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP

Pembelajaran Kontekstual Pesisir akan memberikan makna bahwa, pentingnya belajar matematika sebagai bekal dalam kehidupan, yang melahirkan semangat serta motivasi. Selain itu mereka akan memiliki rasa keingintahuan, kepercayaan diri, sikap menghargai matematika, gigih, serta tekun dalam belajar matematika. Hal semacam ini sering disebut dengan disposisi matematis (DM). Menurut Kilpatrick dkk, (2001: 131) DM adalah kecenderungan memandang matematika sebagai sesuatu yang dapat dipahami, merasakan matematika sebagai sesuatu yang berguna, meyakini usaha yang tekun dan ulet dalam mempelajari matematika akan membuahkan hasil, dan melakukan perbuatan sebagai pelajar yang efektif. Dengan demikian, siswa akan terbiasa dalam membaca keadaan yang terjadi di sekitarnya dan mengkomunikasikan masalah-masalah tersebut dengan tujuan untuk memberikan solusi yang tepat dalam mengatasinya. Pendekatan kontekstual yang dipilih didasarkan atas dasar kondisi yang ada di sekitar siswa, untuk mengatasi berbagai masalah matematika. masalah dalam penelitian ini adalah: ?Apakah pembelajaran dengan pendekatan kontekstual pesisir berpengaruh terhadap KKM dan DM pada siswa SMP Negeri 1 Tanggetada??
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG BELAJAR MELALUISTRATEGI THINK-TALK-WRITEDENGAN SISWA YANG BELAJAR MELALUI EKSPOSITORI : Studi Komparatif pada Salah Satu SMA di Bandung.

KEMAMPUAN PEMBUKTIAN MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS ANTARA SISWA YANG BELAJAR MELALUISTRATEGI THINK-TALK-WRITEDENGAN SISWA YANG BELAJAR MELALUI EKSPOSITORI : Studi Komparatif pada Salah Satu SMA di Bandung.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemberian alasan pada bukti, kemampuan mengonstruksi bukti matematis dan disposisi matematis antara siswa yang belajar melalui strategi think-talk-write dan siswa yang belajar melalui ekspositori, serta untuk mengetahui ada atau tidaknya asosiasi antara: a) kemampuan pemberian alasan pada bukti matematis dan kemampuan mengonstruksi bukti matematis; b) kemampuan pemberian alasan pada bukti matematis dengan disposisi matematis; c) kemampuan mengonstruksi bukti matematis dengan disposisi matematis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi-Eksperimen, dengan sampel penelitian adalah 2 kelas siswa kelas X yang diambil dari populasi siswa SMA kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemberian alasan pada bukti matematis dan mengonstruksi bukti matematis antara siswa yang belajar melalui strategi pembelajaran think-talk-write dengan siswa yang belajar melalui ekspositori; disposisi matematis siswa yang belajar melalui strategi pembelajaran think-talk-write tidak lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar melalui ekspositori; tidak terdapat asosiasi antara kemampuan mengonstruksi bukti matematis dengan kemampuan pemberian alasan pada bukti matematis; tidak terdapat asosiasi antara kemampuan pemberian alasan dalam pembuktian matematis dengan disposisi matematis; dan terdapat asosiasi negatif antara kemampuan mengonstruksi bukti dengan disposisi matematis.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Makalah 12 LSM April 2010  Asosiasi KPMM dan Disposisi Matematis

Makalah 12 LSM April 2010 Asosiasi KPMM dan Disposisi Matematis

Artikel ini mengkaji asosiasi atau hubungan antara kemampuan pemecahan masalah matematis dan disposisi matematis. Dalam hal ini, kemampuan pemecahan masalah matematis meliputi aspek pemahaman, penggunaan strategi dan prosedur, dan komunikasi. Sedang disposisi matematis adalah dorongan, kesadaran, atau kecenderungan yang kuat untuk belajar matematika serta berperilaku positif dalam menghadapi masalah matematis. Disposisi matematis meliputi aspek-aspek kepercayaan diri, kegigihan atau ketekunan, fleksibilitas dan keterbukaan berpikir, minat dan keingintahuan, dan kecenderungan untuk memonitor proses berpikir dan kinerja sendiri. Artikel ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan terhadap 63 siswa dari dua kategori SMP, yaitu kategori atas dan kategori sedang, di Kota Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masing-masing kategori sekolah maupun secara gabungan dua kategori sekolah, tidak terdapat asosiasi antara kemampuan pemecahan masalah matematis dan disposisi matematis. Namun, dengan membandingkan rata-rata kemampuan masalah matematis dan disposisi matematis siswa antarkategori sekolah dapat diketahui bahwa siswa yang mempunyai disposisi matematis lebih tinggi cenderung mempunyai kemampuan masalah matematis lebih tinggi daripada siswa dengan disposisi matematis lebih rendah.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

View of ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI ALJABAR SMP BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS

View of ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS PADA MATERI ALJABAR SMP BERDASARKAN DISPOSISI MATEMATIS

Disposisi matematis merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan belajar siswa. Siswa memerlukan disposisi yang akan menjadikan mereka gigih menghadapi masalah yang lebih menantang dan mengembangkan kebiasaan baik pada pembelajaran matematika. Menurut Widjajanti (2011: 3) berpendapat bahwa seorang peserta didik yang mempunyai disposisi produktif yang tinggi cenderung akan mampu mengembangkan kecakapan matematis mereka dalam hal pemahaman konseptual, kelancaran prosedural, kompetensi strategis, dan penalaran adaptif. Kemudian Wardani (2009: 15) mendefinisikan disposisi matematis adalah ketertarikan dan apresiasi terhadap matematika yaitu kecenderungan untuk berpikir dan bertindak dengan positif, termasuk kepercayaan diri, keingitahuan, ketekunan, antusias dalam belajar, gigih menghadapi permasalahan, fleksibel bersedia berbagi dengan orang lain, reflektif dalam kegiatan matematis.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...