dan ekosistem

Top PDF dan ekosistem:

Contoh Makalah Ekosistem Pesisir dan Laut

Contoh Makalah Ekosistem Pesisir dan Laut

Sebagai suatu ekosistem yang khas wilayah pesisir, hutan mangrove memiliki fungsi ekologis penting. Pengaruh yang menguntungkan dari hutan mangrove terhadap ekologi laut adalah sebagai dasar dari rantai makanan yang komplek, tempat memijah, tempat asuh bagi larva berbagai biota, menyaring polusi, menjaga kestabilan dari substrat mangrove dan menjaga pantai dari erosi. Selain berfungsi sebagai penyaring bahan nutrien dan penghasil bahan organik, mangrove juga berfungsi sebagai daerah penyangga antara daratan dan lautan dan penstabil bagi habitat satwa liar serta sumber produk perikanan dan sumber fotosintesis yang besar.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MAKALAH KONSEP DASAR IPA 1 EKOSISTEM Dis

MAKALAH KONSEP DASAR IPA 1 EKOSISTEM Dis

Dalam suatu ekosistem, meskipun energi kimia sebagian besar hilang pada setiap tingkat trofik, tetapi materi pada setiap tingkat trofik tidak hilang. Materi berupa unsur-unsur penyusun bahan organik tersebut didaur ulang. Unsur-unsur tersebut masuk ke dalam komponen biotik melalui udara, tanah, atau air. Air sebagai pelarut universal merupakan komponen terbesar penyusun tubuh organisme. Air juga mengalami proses daur ulang di alam. Daur ulang air dan unsur-unsur kimia melibatkan makhluk hidup dan batuan (geofisik) sehingga disebut daur biogeokimia. Berikut akan dijelaskan daur air, karbon, nitrogen, fosfor, dan sulfur.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

A. PENGERTIAN - Ekosistem Pdf

A. PENGERTIAN - Ekosistem Pdf

Terumbu karang merupakan salah satu ekosistem yang sangat rawan dari kerusakan. Hal tersebut bisa dipahami mengingat nilai ekonominya yang sangat besar, baik dari terumbu karangnya, ikan maupun biota lainnya. Ikan hias banyak hidup di terumbu karang, sehingga terjadi penangkapan yang berlebihan (overfishing). Berbagai jenis Gastropoda dan Bivalvia (anggota kelompok moluska) memiliki warna cangkang yang indah-indah, sehingga banyak diminati dan dikoleksi. Terumbu karangnya bsendiri banyak dipakai sebagai bahan bangunan untuk pengganti batu kali. Untuk mendapatkannya, seringkali terumbu karang diledakkan, sehingga ekosistemnya hancur.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Handout Ekosistem SMA Kelas X Semester G

Handout Ekosistem SMA Kelas X Semester G

Istilah ekosistem pertama kali dikenalkan oleh Tansley (1935) yang mengemukakan bahwa hubungan timbal balik Antara mahkluk hidup dengan faktor lingkungan di alam, sebenarnya membentuk suatu sistem yang tidak dapat dipisahkan. Ilmu yang mempelajari mengenai ekosistem adalah ekologi. B. Komponen-komponen Ekosistem

11 Baca lebih lajut

STRUKTUR DAN FUNGSI EKOSISTEM. docx

STRUKTUR DAN FUNGSI EKOSISTEM. docx

Hubungan ekologis antarkomponen ekosistem dalam suatu sistem ekologi pada umumnya diperlihatkan dalam bentuk reaksi sifat-sifat fisiko-kimiawi, lingkungan sebagai hasil interaksi antarkomponen ekosistem. Komponen abiotik suatu ekosistem adalah semua unsur- unsur dasar dari habitat dan lingkungannya, yang mencakup tanah, air, udara, seperti oksigen dan karbondioksida, nitrat dan fosfat, serta senyawa organik dan anorganik. Persenyawaan tersebut terdapat sebagai hasil proses metabolisme atau proses dekomposisi makhluk hidup yang telah mati. Dalam komponen abiotik termasuk pula faktor lingkungan fisik lain, yaitu radiasi sinar matahari atau iklim, seperti suhu udara, curah hujan, kelembaban udara, dan angin. Energi radiasi sinar matahari merupakan energi yang terbanyak yang diterima oleh tumbuhan-tumbuhan untuk proses fotosintesis.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Bab 3 Keseimbangan Ekosistem

Bab 3 Keseimbangan Ekosistem

Ekosistem merupakan kesatuan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Dengan demikian, sebuah ekosistem terdiri atas beberapa bagian, di mana tiap bagian saling berhubungan sehingga membentuk suatu kesatuan. Suatu ekosistem dapat berukuran kecil, misalnya kolam dan berukuran besar, misalnya hutan dan laut. Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibagi menjadi dua, yaitu ekosistem alami (hutan) dan ekosistem buatan (kolam). Berdasarkan tempatnya, ekosistem dibagi menjadi dua yaitu ekosistem darat dan ekosistem air. Di dalam ekosistem, makhluk hidup dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Apabila di dalam ekosistem terjadi perubahan, maka seluruh makhluk hidup yang berada dalam ekosistem itu juga ikut berubah. Dapat dikatakan bahwa keseimbangan ekosistem tersebut telah terganggu.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrovedi Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Strategi Pengelolaan Ekosistem Mangrovedi Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan

Jalur hijau (green belt) mangrove seperti tertera dalam UU No. 26 Tahun 2007 adalah salah satu bentuk zona preservasi. Selanjutnya pemanfaatan hutan mangrove untuk rekreasi merupakan terobosan baru yang sangat rasional diterapkan di kawasan pesisir karena manfaat ekonomis yang dapat diperoleh tanpa mengeksploitasi mangrove tersebut. Selain itu, hutan rekreasi mangrove dapat menyediakan lapangan pekerjaan dan menstimulasi aktivitas ekonomi masyarakat setempat, sehingga diharapkan kesejahteraan hidup mereka akan lebih baik. Dari segi kelestarian sumberdaya, pemanfaatan hutan mangrove untuk tujuan rekreasi akan memberikan efek yang menguntungkan pada upaya konservasi mangrove karena kelestarian kegiatan rekreasi alam di hutan mangrove sangat bergantung pada kualitas dan eksistensi ekosistem mangrove tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EKOSISTEM AIR DANAU | Karya Tulis Ilmiah

EKOSISTEM AIR DANAU | Karya Tulis Ilmiah

Pada dasarnya studi mengenai ekosistem perairan merupakan kajian tentang struktur dan fungsi biota dalam ekosistem perairan bersangkutan. Hal ini berarti keberadaan plankton tidak bisa dipisahkan dengan masalah kualitas perairannya sebagai tempat hidup mereka. Selain kualitas perairan laut, plankton juga dapat dipengaruhi oleh musim dan keadaan oseanografi setempat misalnya dapat dipengaruhi oleh pasang surut, gelombang dan arus (Wibisono, 2005, hlm: 158). Plankton tidak dapat berkembang subur dalam air mengalir (Ewusie, 1990, hlm: 188). Fitoplankton hidup terutama pada lapisan perairan yang mendapat cahaya matahari yang dibutuhkan untuk melakukan proses fotosintesis (Barus, 2004, hlm: 26). Disamping itu jumlah plankton berfluktuasi (naik-turun) dari jam ke jam, hari ke hari dan musim ke musim (Whitten, et al, 1987, hlm: 199). Penelitian kuantitatif yang seksama akhirnya menunjukkan bahwa produksi makanan di kolam dan di perairan lainnya adalah terutama hasil fotosintesis organisme plankton ini (Sastrodinoto, 1980, hlm: 84).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

EKOSISTEM AIR DANAU | Karya Tulis Ilmiah EKOSISTEM AIR DANAU

EKOSISTEM AIR DANAU | Karya Tulis Ilmiah EKOSISTEM AIR DANAU

Pada dasarnya studi mengenai ekosistem perairan merupakan kajian tentang struktur dan fungsi biota dalam ekosistem perairan bersangkutan. Hal ini berarti keberadaan plankton tidak bisa dipisahkan dengan masalah kualitas perairannya sebagai tempat hidup mereka. Selain kualitas perairan laut, plankton juga dapat dipengaruhi oleh musim dan keadaan oseanografi setempat misalnya dapat dipengaruhi oleh pasang surut, gelombang dan arus (Wibisono, 2005, hlm: 158). Plankton tidak dapat berkembang subur dalam air mengalir (Ewusie, 1990, hlm: 188). Fitoplankton hidup terutama pada lapisan perairan yang mendapat cahaya matahari yang dibutuhkan untuk melakukan proses fotosintesis (Barus, 2004, hlm: 26). Disamping itu jumlah plankton berfluktuasi (naik-turun) dari jam ke jam, hari ke hari dan musim ke musim (Whitten, et al, 1987, hlm: 199). Penelitian kuantitatif yang seksama akhirnya menunjukkan bahwa produksi makanan di kolam dan di perairan lainnya adalah terutama hasil fotosintesis organisme plankton ini (Sastrodinoto, 1980, hlm: 84).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGERTIAN EKOSISTEM

PENGERTIAN EKOSISTEM

kenyataannya bahwa setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.Akibat dari semua itu maka di dalam suatu ekosistem, rantai-rantai makanan itu akan saling berhubungan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Itulah sebabnya disebut jaring-jaring makanan.2.Saling Kebergantungan Antara Komponen Biotik dan AbiotikSaling kebergantungan di antara komponen yang ada dalam ekosistem, baik antara komponen biotik dan abiotik contohnya dapat dilihat pada siklus karbon. Siklus karbon tidak akan berjalan dengan baik apabila tidak ada tumbuhan, hewan, pengurai, air dan tanah.D. Pelestarian EkosistemKeanekaragaman makhluk hidup perlu dijaga supaya ekosistem menjadi stabil. Semakin beranekaragam makhluk hidup dalam suatu ekosistem, semakin stabil ekosistem tersebut. Flora dan fauna alami yang terdapat di hutan perlu dilestarikan karena merupakan sumber plasma nutfah (plasma benih). Sumber plasma nutfah dapat dimanfaatkan untuk mencari bibit unggul bagi kepentingan kesejahteraan manusia. Upaya perlindungan keanekaragaman hayati dapat dilakukan dengan mendirikan cagar alam, taman nasional, hutan wisata, taman laut, hutan lindug dan kebun raya. Untuk mencegah kepunahan makhluk hidup, kadang diperlukan pemeliharaan untuk mengembangbiakannya, yang disebut dengan penangkaran. Pemeliharaan dapat dilakukan secara in situ dan ex situ. Pemeliharaan in situ adalah pemeliharaan yang dilakukan di habitat aslinya. Pemeliharaan ex situ adalah pemeliharaan yang dilakukan di luar habitat aslinya, misalnya di kebun binatang.E. Pola-Pola InteraksiSimbiosis adalah bentuk interaksi yang sangat erat dan khusus antara dua makhluk hidup yang berlainan jenis. Makhluk hidup yang melakukan simbiosis disebut simbion.Simbiosis dapat dibedakan menjadi beberapa macam, diantaranya :a) Simbiosis MutualismeYaitu
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

The Direction of Sustainable Management of Natural Resources in Pramuka Island Seribu Archipelago DKI Jakarta

The Direction of Sustainable Management of Natural Resources in Pramuka Island Seribu Archipelago DKI Jakarta

Pulau Pramuka adalah Ibukota Pemerintahan Kepulauan seribu dan salah satu pulau kecil yang terdapat di Kepulauan Seribu, memiliki jumlah penduduk sebanyak 2216 jiwa dan memiliki luas 21 Ha. Pulau Pramuka memiliki daya tarik wisata yang kini menjadi salah satu wisata taman laut di Indonesia. Namun wilayah yang terkenal dengan wisata airnya ini mempunyai beberapa permasalahan terkait sumber daya alam yang ada seperti ekosistem terumbu karang, mangrove, padang lamun, dan juga pertanian serta perikanan. Permasalahan yang ada pada Pulau Pramuka tersebut memerlukan adanya arahan pengelolaan agar kerusakan lingkungan setidaknya dapat diminimalisir dan sumber daya yang ada dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Tema 5

Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Tema 5

Manusia dianugerahi kemampuan berpikir untuk memanfaatkan alam sekitarnya guna memenuhi kebutuhan hidup. Seringkali, kegiatan-kegiatan manusia tersebut mengabaikan kebutuhan komponen ekosistem agar tetap berada dalam keseimbangan. Banyak kegiatan manusia justru mengganggu keseimbangan ekosistem, yang bersifat permanen, sehingga beberapa komponen ekosistem tidak mampu bertahan. Misal saja kegiatan para nelayan menggunakan racun dan bom yang hanya berpikir untuk mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan upaya pelestarian ekosistem bawah laut. Ada beberapa industri seperti industri tekstil yang membuang limbah beracun ke beberapa ekosistem air tawar, seperti danau, sungai, atau kolam- kolam. Belum lagi kebiasaan manusia membuang sampah rumah tangga ke sungai-sungai yang berakibat tercemarnya air, dan berkurangnya sumber air bersih. Jika kegiatan ini dilakukan secara terus-menerus, manusia juga yang akan menuai akibatnya.
Baca lebih lanjut

194 Baca lebih lajut

Buku K13 Kelas 5 Semester 1 Revisi 2017 (Bersih Tanpa Watermark) Kelas V Tema 5 BS

Buku K13 Kelas 5 Semester 1 Revisi 2017 (Bersih Tanpa Watermark) Kelas V Tema 5 BS

Udin bersemangat sekembalinya dari kegiatan olahraga. Ia terlihat bugar dan siap dengan kegiatan berikutnya. Tiba- tiba ia dikejutkan dengan suara kentongan yang cukup keras berasal dari perkampungan di dekat sekolah. Bunyi kentongan bambu itu menunjukkan ada kebakaran di sekitar situ. Ketika ia hendak keluar halaman sekolah, para guru memintanya untuk tetap berada di sekolah karena kebakaran terjadi jauh dari sekolah. Dari kejauhan, Udin dapat melihat asap mengepul dari bukit dekat perkampungan penduduk. Udin ingin tahu mengapa kebakaran itu terjadi. Apakah kebakaran tersebut karena ulah manusia atau kebakaran karena kemarau? Apa pun penyebabnya, ekosistem di bukit itu pasti mengalami perubahan.
Baca lebih lanjut

192 Baca lebih lajut

11e6c5bcffbcb0f0923d313432333132

11e6c5bcffbcb0f0923d313432333132

Sdr. Zulfiandi, S.Pi NIP. 19760606 200604 1 001, pangkat Penata, golongan ruang III/c, jabatan Kepala Subbid Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, akan diangkat dalam jabatan Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir. Sebelum diangkat dalam Jabatan Fungsional Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir, yang bersangkutan harus mengikuti dan lulus uji kompetensi sesuai pangkat dan golongan ruang yang dimiliki sebagai dasar dalam penetapan jenjang jabatan.

49 Baca lebih lajut

Materi IPA SMK kelas XII

Materi IPA SMK kelas XII

Interaksi antara komponen biotik dengan abiotik membentuk ekosistem. Hubunganantara organisme dengan lingkungannya menyebabkan terjadinya aliran energi dalam sistem itu. Selain aliran energi, di dalam ekosistem terdapat juga struktur atau tingkat trofik, keanekaragaman biotik, serta siklus materi. Dengan adanya interaksi-interaksi tersebut, suatu ekosistem dapat mempertahankan keseimbangannya. Pengaturan untuk menjamin terjadinya keseimbangan ini merupakan ciri khas

4 Baca lebih lajut

Ringkasan Disertasi Suryanti

Ringkasan Disertasi Suryanti

Beberapa aktivitas manusia yang tercatat mengakibatkan perubahan terhadap tutupan ekosistem adalah berkembangnya daerah pemukiman. Luas kawasan pemukiman di Pulau Karimunjawa mengindikasikan terjadinya peningkatan dari luas semula 236,94 hektar (1991) menjadi seluas 327,812 hektar (2009). Trend ini diduga merupakan akibat dari pertumbuhan populasi yang cepat, baik pertumbuhan alami maupun akibat migrasi. Hal ini sejalan dengan TCMP (2001) yang menyebutkan bahwa migrasi populasi ke kawasan pantai mengakibatkan terjadinya konversi area hutan mangrove menjadi pemukiman, area pertambakan. FAO berpendapat bahwa populasi dunia akan mengalami peningkatan sebesar 30% hingga tahun 2030 . Penutupan daerah pemukiman dapat diinterpretasikan dalam berbagai jenis tutupan lain, diantaranya berupa sarana prasarana pariwisata, bandara dan pelabuhan pembangunan daerah pemukiman dan resort, serta pembangunan industri (Sannadurgappa, 2010).
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Development model for regional conservation of coastal and small islands case study of Weda Bay

Development model for regional conservation of coastal and small islands case study of Weda Bay

Penelitian Model Pengembangan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau- Pulau Kecil Berbasis Zonasi (Kasus di Teluk Weda) dilaksanakan di Teluk Weda Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara pada periode Juni sampai November 2012, yang bertujuan : 1) menginventarisasi dan mengidentifikasi ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil (pulau-pulau kecil, mangrove, lamun dan terumbu karang); 2) menganalisis kesesuaian kawasan konservasi untuk kegiatan ekominawisata bahari; 3) menganalisis kapasitas asimilasi, daya dukung kawasan dan daya dukung pemanfaatan; dan 4) menganalisis permintaan wisata, pemodelan interpretatif struktural kelembagaan dan status keberlanjutan ekominawisata bahari di pesisir dan pulau-pulau kecil. Analisis yang digunakan adalah : 1) analisis toponim, identifikasi jenis, keragaman jenis dan lifeform; 2) kriteria konservasi, matriks kesesuaian dan analisis spasial; 3) Kapasitas asimilasi, daya dukung kawasan dan daya dukung pemanfaatan; dan 4) Travel Cost Method (TCM), Interpretative Structural Modeling (ISM) dan Rapfish. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini : 1) terdapat 28 (dua puluh delapan) pulau kecil yang tidak berpenduduk. Mangrove yang ditemukan terdiri dari 6 Famili. Jenis lamun yang ditemukan terdiri dari 10 spesies. Bentuk pertumbuhan (life-form) terumbu karang yang ditemukan terdiri dari 14 lifeform dengan tipe hamparan karang dominan berada pada daerah fringing serta barrier dan dasar perairan dengan tipe topografi berbentuk slope dan drop off; 2) Kesesuaian kawasan untuk pengembangan ekominawisata bahari yang lebih luas menampung wisatawan adalah ekowisata mangrove; 3) Kapasitas asimilasi yang diperoleh menunjukkan bahwa kualitas kimia perairan berada di bawah baku mutu budidaya laut, pelabuhan dan wisata bahari. Daya dukung pemanfaatan untuk
Baca lebih lanjut

258 Baca lebih lajut

TEKNIK PRODUKSI HASIL HUTAN

TEKNIK PRODUKSI HASIL HUTAN

makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem dapat didefinisikan sebagai suatu tatanan kesatuan utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup (faktor biotik dan faktor abiotik) yang saling memengaruhi. Penggabungan dari setiap unit biosistem melibatkan interaksi timbal balik antara organisme dan lingkungan fisik sehingga aliran energi menuju kepada suatu struktur biotik tertentu dan terjadi suatu siklus materi antara organisme dan anorganisme. Menurut Hipotesis Gaia, yaitu: "organisme, khususnya mikroorganisme dengan lingkungan fisik dapat menghasilkan suatu sistem kontrol yang menjaga keadaan di bumi sesuai untuk terjadinya kehidupan". Bukti-bukti menunjukkan bahwa kandungan kimia atmosfer dan bumi sangat terkendali dan sangat berbeda dengan planet lain dalam tata surya. Dalam ekosistem, organisme dalam komunitas berkembang bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Organisme akan beradaptasi dengan lingkungan fisik, sebaliknya, bahwa organisme juga memengaruhi lingkungan fisik untuk keperluan hidup. Berdasarkan interaksi tersebut menunjukkan bahwa makhluk hidup dan lingkunganya saling mempenggaruhi.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Jika kamu mengamati bagian ke- cil ekosistem seperti pada kegiatan sebelumnya, atau seluruh ekosistem yang luas seperti lautan, kamu dapat mengetahui hubungan keterkaitan di antara organisme yang terdapat dalam ekosistem tersebut. Setiap organisme tersebut tidak dapat hidup sendiri dan selalu bergantung pada organisme yang lain dan lingkungannya. Saling ketergantungan ini akan membentuk suatu pola interaksi. Terjadi interaksi antara komponen biotik dengan kom- ponen abiotik, dan terjadi interaksi antarsesama komponen biotik.

19 Baca lebih lajut

Bab 2 Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Bab 2 Interaksi Makhluk Hidup dengan Lingkungan

Banyaknya serangga yang mencari makanan pada ekosistem sawah mengun- dang kehadiran katak pemangsa serangga. Akibatnya, para petani juga harus berhadapan dengan katak yang banyak berada di sawah. Hal ini tentu akan mengganggu aktivitas pertanian masyarakat. Oleh karena itu, petani melakukan banyak upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut.

19 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...