dan kinerja sekolah

Top PDF dan kinerja sekolah:

KINERJA SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI SAMPANGAN NO.26   Kinerja Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SD Negeri Sampangan No.26 Tahun 2016.

KINERJA SEKOLAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI SD NEGERI SAMPANGAN NO.26 Kinerja Sekolah Dalam Upaya Meningkatkan Mutu Pendidikan Di SD Negeri Sampangan No.26 Tahun 2016.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) penyusunan rencana kinerja sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah; (2) pelaksanaan kinerja sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan; (3) hambatan dalam pelaksanaan kinerja dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain penelitian etnografi. Penelitian ini memperoleh data dari nara sumber data yaitu kepala sekolah dan guru. Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode, serta menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: (1) dalam penyusunan kinerja sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan harus mempersiapkan: (a) masukan ( input ); (b) keluaran ( output ); (c) hasil ( outcomes ); (d) manfaat ( benefit ); (e) dampak ( impact ); (2) dalam pelaksanaan kinerja sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan harus melakukan (a) akuntabilitas kinerja; (b) evaluasi kinerja; (c) akuntabilitas keuangan; (3) Hambatan dalam pelaksanaan kinerja sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan yaitu bagi guru senior belum semuanya menguasai IT, serta partisipasi orang tua dari peserta didik masih kurang, , karena pada saat pihak sekolah mengundang orang tua peserta didik untuk pengadaan komunikasi mengenai pendidikan, orang tua peserta didik tidak sepenuhnya datang (10-20% tidak hadir).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Indikator Kinerja Sekolah

Indikator Kinerja Sekolah

wawasan, dan tugas pokok serta peranan peserta didik di sekolah. Dalam hal ini, informasi yang diungkap dari peserta didik adalah hal-hal yang dialami dan dirasakan secara langsung oleh peserta didik dalam keseharian sekolah, yang dalam hal ini meliputi: (1) praktik kepemimpinan sekolah; (2) praktik pembelajaran; (3) lingkungan dan iklim akademik di sekolah; dan (4) peran serta orangtua peserta didik dalam penyelenggaraan pendidikan. Keempat dimensi tersebut merupakan hal-hal yang dialami dan dirasakan secara langsung oleh peserta didik dalam keseharian gerak kehidupan sekolah, sedangkan yang berkaitan dengan pengembangan staf dan program sekolah berada di luar pengetahuan peserta didik. Visualisasi mengenai konstruk kinerja sekolah yang dikembangkan berdasarkan penilaian peserta didik tersebut dapat dilihat pada Gambar 1.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Kontribusi Kepemimpinan, Motivasi, Kompetensi, Dan Pendidikan Terhadap Kinerja Sekolah (Studi Kasus SMP Se Kab. Sragen).

PENDAHULUAN Kontribusi Kepemimpinan, Motivasi, Kompetensi, Dan Pendidikan Terhadap Kinerja Sekolah (Studi Kasus SMP Se Kab. Sragen).

Dikemukakan oleh Sergiovanni dan Starrat (Sagala, 2009:178 – 179) bahwa tujuan persekolahan adalah menjamin Kompetensi Minimal dalam ketrampilan dan pemahaman yang telah ditentukan bagi semua anak. Untuk mencapai tujuan tersebut ada sejumlah faktor yang menjadi penentu kinerja sekolah, seperti kepemipinan kepala sekolah yang kuat, professional guru, dukungan tim ahli manajemen sekolah, ketersediaan sumber belajar, penggunaan secara optimal fasilitas pembelajaran di kelas, laboratorium dan tempat belajar lainnya, serta ketersediaan anggaran yang mendukung penyelenggaraan program. Jadi semua itu untuk mengetahui kinerja sekolah.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302460 Chapter 3

D ADPEND 1302460 Chapter 3

Instrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data penelitian didasarkan pada variabel yang diteliti yang mencakup : perilaku kepemimpinan kepala sekolah, komunikasi sekolah , budaya sekolah , kinerja guru dan kinerja sekolah, berdasarkan permasalahan yang diteliti serta tujuan dari penelitian, maka ditetapkan alat pengumpul data yang relevan dengan batasan permasalahan, Alat pengumpul data dikembangkan dengan kuesioner yang berbentuk skala Likert, dimana pernyataan-pernyataan merupakan indikator- indikator sebagai pengembangan setiap dimensi dari variabel penelitian. Angket disebar kepada seluruh responden kemudian dimintakan tanggapan mereka sesuai dengan kondisi yang dirasakan sehar-hari. Setelah data terkumpul kemudian ditabulasi sesuai item soal dan skor jawaban yang telah ditentukan sebelumnya.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

KONTRIBUSI KINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA KOMITE SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG.

KONTRIBUSI KINERJA MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA KOMITE SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DASAR NEGERI DI KECAMATAN COBLONG KOTA BANDUNG.

Kinerja sekolah ditentukan oleh kinerja semua elemen sekolah. Keberhasilan sekolah tidak ditentukan oleh kinerja kepala sekolah saja, juga bukan oleh kinerja pendidiknya saja, atau juga bukan karena gedungnya yang megah, juga bukan karena fasilitasnya yang lengkap, melainkan oleh sinergi yang dibangun dari semua elemen sekolah. Kinerja berhubungan erat dengan pemenuhan sasaran individu dan akan memberikan sumbangan kepada sasaran organisasi, karena itu menjadi tugas penting bagi pihak manajemen untuk merumuskan kinerja. Untuk menilai keberhasilan kinerja sekolah diperlukan prosedur dan mekanisme yang sistematik dan dapat dijadikan dasar untuk mengungkap seberapa besar hasilnya untuk mencapai mutu sekolah. Adapun komponen yang mempengaruhi kinerja sekolah adalah kualitas input, kualitas proses dan kualitas output. Karena itu kinerja sekolah merupakan hasil kerja seluruh personal sekolah yang dilakukan secara menyeluruh.
Baca lebih lanjut

51 Baca lebih lajut

T ADP 0907819 Chapter1

T ADP 0907819 Chapter1

Adapun peran kepala sekolah dalam peningkatan kinerja sekolah pada umumnya, dan hasil belajar siswa pada khususnya, jika elemen-elemen yang disebutkan sebagai elemen yang berpengaruh pada hasil belajar siswa, maka ada masukan lingkungan yang juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap peningkatan mutu pendidikan pada umumnya dan peningkatan hasil belajar siswa pada khususnya. Selain masukan instrumental (instrumental input), dalam sistem tersebut juga terdapat masukan yang tidak kalah pentingnya, yakni masukan lingkungan (environmental input) yang antara lain adalah kondisi sosial-ekonomi- budaya, dan bahkan termasuk keamanan lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, faktor manajemen juga memegang peranan yang amat penting dalam peningkatan mutu pendidikan. Kepala Sekolah serta elemen pemangku kepentingan (stakeholder) merupakan masukan lingkungan yang ikut berpengaruh terhadap kinerja sekolah sebagai suatu sistem (Suparlan, 2005: 61).
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

laporan kajian evaluasi dampak 1

laporan kajian evaluasi dampak 1

Berdasarkan table 4.15 terlihat rerata nilai kinerja sekolah sebelum ada Komite Sekolah adalah 2.86 (skor tertinggi 4) atau mendapat nilai 71.5 (skor 100). Secara kualitatif, nilai tersebut termasuk dalam kategori baik untuk kinerja sekolah. Semua aspek kinerja yang dinilai masuk dalam kategori baik. Aspek kinerja yang menunjukkan kategori paling baik adalah kualitas kurikulum dengan nilai 3.0, kinerja kepala sekolah dengan nilai 3.0, manajemen sekolah dengan nilai 30, dan sistem penilaian dengan nilai 3.0. Hal ini menunjukkan bahwa sebelum ada Komite Sekolah, kinerja sekolah sudah baik. Tentu harapannya adalah bahwa dengan hadirnya Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 044/U/2002 tentang Dewan Pendidikan Nasional dan Komite Sekolah, maka dapat mendorong kinerja sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional secara lebih baik.
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Pengaruh Kinerja Kepala Sekolah Terhadap

Pengaruh Kinerja Kepala Sekolah Terhadap

(1) Penyusunan program sekolah, (2) monitoring dan evaluasi, (3) manajemen kelembagaan, (4) kompetensi manajerial, (5) manajemen sarana dan prasarana, (6) pengembangan diri, (7) manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat, (8) wawasan pendidikan, (9) memahami sekolah sebagai sistem, (10) manajemen tenaga kependidikan, (11) supervisi pendidikan, (12) manajemen kesiswaan, (13) memberdayakan kepemimpinan, (14) manajemen waktu, (15) manajemen bimbingan dan konseling, (16) Laporan Akuntabilitas Kinerja Sekolah (LAKIS), (17) jiwa kepemimpinan, (18) koordinasi, (19) memahami budaya sekolah, (20) menyusun dan melaksanakan regulasi sekolah, (21) sistem informasi manajemen, (22) proses pengambilan keputusan, (23) akreditasi sekolah, (24) manajemen keuangan, (25) memiliki dan melaksanakan inovasi dan jiwa kewirausahaan, merupakan 25 kompetensi kepala sekolah (Depdiknas, 2002).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Hubungan Penilaian Competency Level Index (CLI) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Perkebunan Nusantara III

Hubungan Penilaian Competency Level Index (CLI) Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Perkebunan Nusantara III

Suhardiman, Budi., 2011. Studi Kinerja Kepala Sekolah, Analisis Pengaruh Faktor Rekrutmen, Kompetensi, dan Sistem Kompensasi terhadap Kinerja Kepala SMP dan Dampaknya terhadap Kinerja Sekolah di Kabupaten Garut , Jurnal Edisi Khusus No. 2. ISSN 1412-565X.

2 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302460 Title

D ADPEND 1302460 Title

PENGARUH PERILAKU KEPEMIMPINAN, KOMUNIKASI SEKOLAH, BUDAYA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP KINERJA SEKOLAH PADA SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KABUPATEN BANDUNG DISERTASI Diajukan Unt[r]

3 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302460 Table of Content

D ADPEND 1302460 Table of Content

Sumarna Jaeludin, 2016 Pengaruh Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah, Komunikasi Sekolah, Budaya Sekolah dan Kinerja Guru Terhadap Kinerja Sekolah Universitas Pendidikan Indonesia |[r]

3 Baca lebih lajut

D ADPEND 1302460 Chapter 1

D ADPEND 1302460 Chapter 1

Hasil Penelitian Pusat Informatika Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, menunjukkan bahwa Guru yang berkualitas mempunyai hubungan dengan kualitas pendidikan (Depdikbud,1994: 64). Oleh karena itu betapa pentingnya pembinaan profesional Guru secara terarah dan terprogram untuk meningkatkan kemampuan dan gairah mengajarnya, sehingga penampilan mengajarnya dapat lebih efektif dan efisien. Pada umumnya secara kualitas bahwa kinerja sekolah dasar negeri berada pada kategori di bawah standar, baik dilihat dari hasil belajar anak, kinerja guru, dan performa kelembagaan kualitasnya berada di bawah sekolah dasar swasta. Dalam konteks peningkatan kualitas pelayanan dibutuhkan efektifitas administrasi /manajemen sekolah yang dilakukan oleh seorang kepala sekolah. Di mana kepala sekolah berperan sebagai pemegang kunci kesuksesan sekolah sesuai dengan tugas dan kewenangannya (Ametembun,2005). Perilaku pemimpin telah diidentifikasi sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi produktivitas bawahan dalam organisasi di mana sistem sekolah tidak terkecuali (Babayemi, 2006 dalam SA Oyegoke ,2012). Salah satu aspek penting dalam menjalankan kepemimpinan adalah menerapkan gaya dan strategi kepemimpinan, mengembangkan komunikasi sekolah dan mengembangkan nilai budaya dalam kepemimpinannya, yang berpengaruh terhadap kinerja guru yang berimplikasi terhadap kinerja sekolah yang dipimpinnya.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Manajemen Kinerja dan Sekolah yang Sukse

Manajemen Kinerja dan Sekolah yang Sukse

terbaik mereka untuk berdiskusi tentang apa yang mereka lakukan dan keprofesionalan apa yang mereka butuhkan. Ini didesain untuk mencari di masa lalu semua keberhasilan yang perlu dibangun serta melihat ke depan untuk menuju pada target baru dan kebutuhan yang baru. Untuk melakukan hal ini penting bagi mereka untuk tidak benar-benar terjebak dalam kelas mereka atau sekolahnya. Penting juga untuk diinformasikan bagi setiap orang, untuk membaca bahan mata pelajaran di jurnal pendidikan dan surat kabar dan menghadiri pertemuan di sekolah. Kegiatan ini akan membantu setiap orang untuk memenuhi targetnya, mengatur tujuan mereka sendiri dengan jelas dan realistic dan mengolah sendiri profil profesionalnya.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

PEMBINAAN KINERJA GURU OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT

PEMBINAAN KINERJA GURU OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMK ISLAMIYAH CIPUTAT

Tadi dari hasil dari asensi yang dikumpulkan dari siswa dan guru piket dari situ kita evaluasi, kita lihat kinerja mereka yah ditambah lagi dari masukan dengan bertanya langsung kepada siswa kira-kira guru yang bersangkutan itu seperti apa, ari data yang kita dapatkan bisanya ada panggilan, kita ajak ngobrol untuk guru-guru yang bersangkutan kemudian kita sampaikanlah harapan kita sebagai pimpinan di sekolah pengennya kita itu seperti apa itu untuk tahap-tahap awal, kemudain ketika tidak ada perkembangan biasnya kita akan panggil lagi dan disitu biasanya sudah ada surat peringatan SP masih ma uterus atau tidak, terakhir apa bila dirasa sudah tidak bisa lagi dibina, maka kita kemabalikan keyayasan seterusnya oleh yayasan di non aktifkan
Baca lebih lanjut

122 Baca lebih lajut

Pengawasan Akademik dan manajerial

Pengawasan Akademik dan manajerial

Perhitungan Nilai angka kredit Melaksanakan Evaluasi setiap laporan adalah Jumlah guru atau kepala sekolah yang di evaluasi dibagi dengan jumlah minimal guru atau kepala sekolah yang dievaluasi dikalikan dengan angka kredit masing- masing laporan evaluasi disesuaikan dengan jenjang jabatan fungsional

54 Baca lebih lajut

Gambar 1 Hasil Lintasan dalam Analisis Jalur

Gambar 1 Hasil Lintasan dalam Analisis Jalur

Hubungan antara kultur sekolah ter- hadap kinerja guru secara langsung. Kultur sekolah dengan kinerja guru terdapat hubu- ngan yang cukup berarti pada taraf signifi- kansi 0,05. Dikatakan berarti karena dari ha- sil perhitungan tersebut didapat t hitung lebih besar dari t tabel berarti kultur sekolah mem- berikan kontribusi yang nyata terhadap kiner- ja guru. Berdasarkan keadaan tersebut antara kultur sekolah dengan kinerja guru terdapat hubungan yang positif dan signifikan. Kultur sekolah merupakan salah satu variabel pen- ting yang perlu mendapatkan perhatian untuk meningkatkan kinerja guru yang nantinya mengarah pada motivasi belajar siswa se- perti yang diungkapkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Jumadi (2003: 26) bahwa dari hasil analisis diperoleh koefesien kore- lasi positif yang signifikan antara kultur aka- demik disekolah dengan kinerja guru. Kultur sekolah yang direalisasikan dengan baik akan menimbulkan loyalitas pada masyarakat se- kolah salah satunya guru, dimana mereka tidak akan merasa disuruh atau diperintah melakukan perubahan dan perbaikan-perba- ikan namun berdasarkan kesadaran. Adanya kultur sekolah diharapkan mampu mening- katkan kinerja guru yang mana nantinya juga berimbasa pada motivasi belajar siswa.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Kajian Kinerja Kepala Sekolah

Kajian Kinerja Kepala Sekolah

Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai inovator, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan, mencari gagasan baru, mengintegrasikan setiap kegiatan memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah, dan mengembangkan model-model pembelajaran yang kreatif dan inovatif dalam rangka memajukan sekolahnya. Kepala sekolah yang kreatif dan inovatif (Mulyasa; 2004) akan tercermin dari cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif, kretaif, integratif, rasional dan obyektif, pragmatis, keteladanan, disiplin serta adaptabel dan fleksibel. Maka terkait dengan hal tersebut kepala sekolah harus mampu mencari, menemukan dan melaksanakan berbagai pembaharuan di sekolah. Misalnya moving class yakni mengubah strategi pembelajaran dari pola guru kelas di SD menjadi guru mata pelajaran, sehingga setiap kelas memiliki guru mata pelajaran masing-masing. Selain itu kepala sekolah yang kreatif dalam memajukan sekolahnya maka akan nampak dalam upaya-upaya peningkatan profesionalisme tenaga kependidikan di sekolah, upaya-upaya kreatif dalam mencari gagasan dan cara-cara baru dalam melaksanakan tugasnya.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Profesi kepribadian guru Penyegaran. pptx

Profesi kepribadian guru Penyegaran. pptx

PENGAWAS SEKOLAH YANG PROFESIONAL Kinerja guru Dalam Pembelajaran Kinerja guru Dalam Kinerja Kep.Sek Dalam Mengelola Pendidikan Kinerja Kep.Sek Dalam Mengelola Pendidikan Mitra G[r]

30 Baca lebih lajut

Microsoft Word   PIDATO PENGUKUHAN GURU BESAR TRISNO MARTONO

Microsoft Word PIDATO PENGUKUHAN GURU BESAR TRISNO MARTONO

Budaya organisasi merupakan norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Budaya selalu menga- lami perubahan, hal ini sesuai dengan peranan sekolah sebagai agen perubahan yang selalu siap untuk mengikuti perubahan yang terjadi. Maka budaya organisasi sekolah diharapkan juga mampu mengikuti, menyeleksi, dan berinovasi terhadap perubahan yang terjadi. Tilaar, 2004: 41 mengemukakan bahwa kebudayaan dan pendidikan merupakan dua unsur yang tidak dapat dipisahkan karena saling mengikat. Budaya itu hidup dan berkembang karena proses pendidikan, dan pendidikan itu hanya ada dalam suatu konteks kebudayaan. Yang ada dalam arti kurikulum adalah sebagai rekayasa dari pembudayaan suatu masyarakat, sedangkan proses pendidikan itu pada hakekatnya merupakan suatu proses pembudayaan yang dinamik.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

PENGARUH KINERJA PENGAWAS SEKOLAH, KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA PROFESIONAL GURU, DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KATEGORI SD RSBI, SSN DAN SPM DI DKI JAKARTA.

PENGARUH KINERJA PENGAWAS SEKOLAH, KINERJA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, KINERJA PROFESIONAL GURU, DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH DASAR BERDASARKAN KATEGORI SD RSBI, SSN DAN SPM DI DKI JAKARTA.

Berdasarkan kondisi yang digambarkan di atas, tentu saja perlu dilakukan upaya yang dapat memperbaiki kondisi tersebut. Diperlukan strategi tertentu yang efektif dan efisien untuk mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh dunia pendidikan Indonesia. Strategi yang menempatkan sekolah sebagai sebuah organisasi yang mampu menjamin setiap orang memperoleh manfaat dari organisasi tersebut. Meskipun demikian, agar penerapan strategi peningkatan mutu terhadap sekolah dapat berjalan secara efektif, pemegang kebijakan dan para stake holeder sekolah harus mampu menjawab pertanyaan apakah yang perlu diperbaiki adalah seluruh faktor atau tertentu saja menjadi factor utama penyebab mutu. Sebagaimana dikemukakan Davis dan Newstrom (1985: 152), terdapat empat faktor yang harus diperhatikan untuk memperbaiki mutu pendidikan, yaitu SDM (People), Sistem Organisasi (Structure), Sarana dan Prasarana (Technology), dan lingkungan tempat pendidikan itu diselenggarakan (environment). Untuk menjawab pertanyaan tersebut perlu dilakukan penelitian dengan cermat dan akurat sehingga dapat ditemukan penyebab rendahnya mutu pendidikan yang diselenggarakan selama ini.
Baca lebih lanjut

79 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...