dan kondensat

Top PDF dan kondensat:

Pengaruh Tekanan Uap dan Waktu Perebusan Terhadap Kehilangan Minyak dan Kadar NOS ( Non- Oil Solid ) pada Air Kondensat di Stasiun Perebusan  dengan Pola Perebusan Sistem Tiga Puncak ( Tripple Peak ) di PTPN III  PKS Rambutan Tebing Tinggi

Pengaruh Tekanan Uap dan Waktu Perebusan Terhadap Kehilangan Minyak dan Kadar NOS ( Non- Oil Solid ) pada Air Kondensat di Stasiun Perebusan dengan Pola Perebusan Sistem Tiga Puncak ( Tripple Peak ) di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi

a. Manual, yang kesemuanya kejadian pemasukan uap, pengeluaran uap dan kondensat menggunakan tenaga manusia. Seperti diutarakan diatas bahwa pengaturan uap didasarkan pada kondisi sumber uap dan pemakaian uap. Karena pelaksanaannya membutuhkan kekuatan fisik di operator maka diperlukan 2-3 orang tiap sift untuk kapasitas 30 ton TBS/jam. Dalam pelaksanaan pola perebusan tiga puncak maka keadaan pembukaan dan penutupan kran uap sangat sibuk sehingga sering terlupakan kegiatan- kegiatan yang seharusnya dikerjakan pada pola tiga puncak.

61 Baca lebih lajut

KARAKTERISTIK GEOKIMIA MINYAK BUMI DAN KONDENSAT SERTA KORELASI DENGAN BATUAN INDUK DI LAPANGAN PAGARDEWA, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN.

KARAKTERISTIK GEOKIMIA MINYAK BUMI DAN KONDENSAT SERTA KORELASI DENGAN BATUAN INDUK DI LAPANGAN PAGARDEWA, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN.

LEMBAR PENGESAHAN JUDUL : KARAKTERISTIK GEOKIMIA MINYAK BUMI DAN KONDENSAT SERTA KORELASI DENGAN BATUAN INDUK DI LAPANGAN PAGARDEWA, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN PENYUSUN : HAFIZH PA[r]

4 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Kehilangan Minyak ( Losis ) Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat Ptpn Iii Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan Chapter III V

Penentuan Kadar Kehilangan Minyak ( Losis ) Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat Ptpn Iii Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan Chapter III V

Sistem perebusan merupakan salah satu sumber losis, untuk itu norma yang diizinkan dari stasiun rebusan adalah oil losis pada kondensat maksimal 0,7%. Losis pada air kondensat disebabkan oleh beberapa hal berikut : tandan busuk, merebus terlalu lama, lantai bejana rebusan dikotori oleh tandan atau brondolan jatuh. Buah yang menginap akan meningkatkan ALB, hal ini dikarenakan aktivitas enzim pada buah yang sudah memar. Disamping itu jika buah sudah menginap, maka waktu perebusan sebaiknya dipersingkat agar losis minyak pada air kondensat dapat dikurangi.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

STUDI SIMULASI PENGALIRAN GAS KONDENSAT UNTUK PERENCANAAN PIPELINE PADA OFFSHORE PLATFORM LINGKUNGAN NERITIK

STUDI SIMULASI PENGALIRAN GAS KONDENSAT UNTUK PERENCANAAN PIPELINE PADA OFFSHORE PLATFORM LINGKUNGAN NERITIK

Selama dialirkan Gas Kondensat dapat terkondensasi sehingga di dalam pipa akan terbentuk fasa cair yang dapat mengurangi keefisienan penyaluran gas. Untuk meminimalisir hal tersebut maka perlu untuk menganalisa pipeline dan laju alir yang akan digunakan. Analisa dilakukan dengan melihat perubahan tekanan, temperatur, pertambahan fasa cair dan kecepatan superficial gas yang dialirkan. Setelah analisa dilakukan maka akan didapatkan rekomendasi laju alir dan ukuran pipa yang harus digunakan untuk mengalirkan Gas Kondensat sehingga pembentukan fasa cair selama gas dialirkan di dalam pipa menjadi seminimal mungkin.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Penentuan Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Dari Unit Perebusan Yang Terdapat Pada Air Kondensat Dan Air Kolam Fat Fit Dengan Metode Ekstraksi Sokletasi Di Ptpn Iii Pks Rambutan Tebing Tinggi

Penentuan Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Dari Unit Perebusan Yang Terdapat Pada Air Kondensat Dan Air Kolam Fat Fit Dengan Metode Ekstraksi Sokletasi Di Ptpn Iii Pks Rambutan Tebing Tinggi

Kehilangan minyak yang terdapat didalam air kondensat dianalisa secara laboratorium dengan menggunakan metode ekstraksi sokletasi. Hasil yang diperoleh pada pemeriksaan dari tanggal 14 Januari 2008 sampai dengan tanggal 18 Januari 2008 diperoleh data yang berbeda – beda, hal ini kemungkinan disebabkan oleh: Buah lewat masak yaitu buah yang dengan sedikit saja pemanasan sudah mengeluarkan minyak. Buah restan dilapangan yaitu buah yang sedang dipanen tidak langsung dibawa ke PKS sehingga menyebabkan buah memar dan luka.Stagnasi pabrik yaitu buah yang sudah sampai di pabrik tidak langsung diolah, hal ini juga menyebabkan buah memar dan luka. Penanganan di Loding Ram yaitu kemungkinan buah sangkut pada pintu perebusan sehingga buah tertekan dan mengeluarkan minyak.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Perebusan Kelapa Sawit Terhadap Kehilangan Minyak (Losses) Pada Air Kondensat Puncak Ketiga (Holding Time) Di PT. Harkat Sejahtera Simalungun

Pengaruh Waktu Perebusan Kelapa Sawit Terhadap Kehilangan Minyak (Losses) Pada Air Kondensat Puncak Ketiga (Holding Time) Di PT. Harkat Sejahtera Simalungun

Telah dilakukan analisa kadar kehilangan minyak pada air kondensat puncak ketiga dengan metode ekstraksi. Dimana sampel air kondensat diekstraksi selama 4 jam. Hasil analisa yang didapat dari masing-masing ketel rebusan dengan lima kali perulangan diperoleh untuk ketel rebusan I yaitu 0,96%, 1,29%, 1,31%, 1,49%, 1,80% dan untuk ketel rebusan II yaitu 1,18%, 1,19%, 1,28%, 1,53%, 1,65%. Jumlah kadar kehilangan minyak yang terdapat dalam air kondensat tersebut masih dalam batas normal yaitu 1 % terhadap contoh.

2 Baca lebih lajut

PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KEHILANGAN MINYAK (LOSSES) PADA AIR KONDENSAT DI STASIUN STERILIZER DENGAN SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN IV (Persero) PULU RAJA TUGAS AKHIR - Pengaruh Tekanan dan Waktu Perebusan

PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU PEREBUSAN TERHADAP KEHILANGAN MINYAK (LOSSES) PADA AIR KONDENSAT DI STASIUN STERILIZER DENGAN SISTEM TIGA PUNCAK (TRIPLE PEAK) DI PABRIK KELAPA SAWIT PTPN IV (Persero) PULU RAJA TUGAS AKHIR - Pengaruh Tekanan dan Waktu Perebusan

Karya ilmiah ini berjudul “Pengaruh Tekanan dan Waktu Perebusan terhadap Kehilangan Minyak (Losses) pada Air Kondensat di Stasiun Sterilizer dengan Sistem Tiga Puncak (Triple Peak) di Pabrik Kelapa Sawit PTPN IV (Persero) Pulu Raja” adalah merupakan syarat untuk mendapatkan gelar Ahli Madya pada Program Studi D3 Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara.

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu, Temperatur Dan Tekanan Terhadap Kehilangan Minyak Pada Air Kondensat Dengan Perebusan Sistem Tiga Puncak Di Pabrik Kelapa Sawit PTPN III Kebun Rambutan Tebing Tinggi

Pengaruh Waktu, Temperatur Dan Tekanan Terhadap Kehilangan Minyak Pada Air Kondensat Dengan Perebusan Sistem Tiga Puncak Di Pabrik Kelapa Sawit PTPN III Kebun Rambutan Tebing Tinggi

Perebusan atau sterilisasi buah dilakukan dalam sterilizer yang berupa bejana uap bertekanan. Biasanya steriliser dirancang untuk dapat memuat 6 sampai 10 lori dengan tekanan uap 3 kg/cm 2 . Lori adalah tempat buah direbus, yang dapat menampung buah 2,5-3,5 dan 5,0 ton. Lori-lori yang telah berisi TBS dikirim ke stasiun rebusan dengan cara ditarik menggunakan capstand yang digerakkan oleh motor listrik hingga memasuki sterilizer. Lori tempat buah di buat berlubang dengan diameter 0,5 inch, yang berfungsi untuk mempertinggi penetrasi uap pada buah dan penetesan air kondensat yang terdapat diantara buah. Dalam proses perebusan TBS dipanaskan dengan uap pada temperatur sekitar 135 o C selama 80 – 90 menit. Steriliser harus dilengkapi dengan katup pengaman (safety valve) untuk menjaga tekanan di dalam steriliser tidak melebihi tekanan kerja maksimum yang diperkenankan.
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

ANALISIS DAN PENANGGULANGAN KONDENSAT PADA AIR DENGAN ADSORBEN SERBUK KAYU DI WILAYAH OPERASI JOINT OPERATING BODY PERTAMINA TALISMAN JAMBI MERANG - POLSRI REPOSITORY

ANALISIS DAN PENANGGULANGAN KONDENSAT PADA AIR DENGAN ADSORBEN SERBUK KAYU DI WILAYAH OPERASI JOINT OPERATING BODY PERTAMINA TALISMAN JAMBI MERANG - POLSRI REPOSITORY

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Biomassa ................................................................................ 5 2.2. Serbuk Kayu ........................................................................... 2.2.1. Komponen Kimia Kayu ............................................... 2.2.1.1. Selulosa ............................................................................ 2.2.1.2. Hemiselulosa ................................................... 2.2.1.3 Lignin ............................................................... 2.3. Minyak Bumi ......................................................................... 2.3.1. Fraksi Minyak Bumi .................................................... 2.3.2. Gas Alam ...................................................................... 2.3.3. Kondensat ..................................................................... 2.4. Adsorpsi ................................................................................. 2.4.1. Jenis Adsorpsi .............................................................. 2.4.2. Faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi ................ 2.4.3. Penentuan Adsorpsi Isoterm ........................................ 2.4.4. Mekanisme Adsorpsi .................................................... 2.5. Pengayakan ............................................................................ 2.5.1. Standar Ayakan ............................................................ 2.6. Pengeringan ............................................................................ 2.6.1. Mekanisme Pengeringan .............................................. 2.6.1. Metode pengeringan ..................................................... 2.7. JOB Pertamina Talisman Jambi Merang................................ 2.7.1. Produk .......................................................................... 2.7.1.1. Produk Utama ................................................. 2.7.1.2.Produk Samping ............................................... BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Perebusan Kelapa Sawit Terhadap Kehilangan Minyak (Losses) Pada Air Kondensat Puncak Ketiga (Holding Time) Di PT. Harkat Sejahtera Simalungun

Pengaruh Waktu Perebusan Kelapa Sawit Terhadap Kehilangan Minyak (Losses) Pada Air Kondensat Puncak Ketiga (Holding Time) Di PT. Harkat Sejahtera Simalungun

Telah dilakukan analisa kadar kehilangan minyak pada air kondensat puncak ketiga dengan metode ekstraksi. Dimana sampel air kondensat diekstraksi selama 4 jam. Hasil analisa yang didapat dari masing-masing ketel rebusan dengan lima kali perulangan diperoleh untuk ketel rebusan I yaitu 0,96%, 1,29%, 1,31%, 1,49%, 1,80% dan untuk ketel rebusan II yaitu 1,18%, 1,19%, 1,28%, 1,53%, 1,65%. Jumlah kadar kehilangan minyak yang terdapat dalam air kondensat tersebut masih dalam batas normal yaitu 1 % terhadap contoh.

12 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Kehilangan Minyak ( Losis ) Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat Ptpn Iii Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan

Penentuan Kadar Kehilangan Minyak ( Losis ) Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat Ptpn Iii Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan

Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang melimpahkan berkat, rahmat serta karunia-Nya kepada saya, sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir ini pada waktunya. Tugas akhir ini disusun sebagai salah satu persyaratan untuk menyelesaikan pendidikan program studi D-3 Kimia, Departemen Kimia, Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sumatera Utara, dengan judul “ Penentuan Kadar Losis Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat PTPN III AekNabara Selatan ”.

11 Baca lebih lajut

Penentuan Kadar Kehilangan Minyak ( Losis ) Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat Ptpn Iii Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan

Penentuan Kadar Kehilangan Minyak ( Losis ) Dengan Metode Sokletasi Pada Air Kondensat Ptpn Iii Pabrik Kelapa Sawit Aek Nabara Selatan

Percobaan penentuan kadar kehilangan minyak (losis) pada kondensat telah dilakukan di PTPN III PKS Aek Nabara Selatan. Analisa ini dilakukan untuk mengetahui kadar minyak yang terdapat pada kondensat ( Air perebusan TBS di sterilizer ). Minyak yang terdapat pada kondensat akan diolah kembali melalui beberapa tahap untuk mendapatkan minyak produksi kembali, sehingga bisa dipastikan tidak ada minyak yang terbuang. Kadar oil losis ( minyak zat basa ) yang diperoleh dari hasil ekstraksi yaitu hari ke 1 = 2,60 hari ke 2 = 1,13 dan hari ke 3 = 1,04.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Perebusan Kelapa Sawit Terhadap Kehilangan Minyak (Losses) Pada Air Kondensat Puncak Ketiga (Holding Time) Di PT. Harkat Sejahtera Simalungun Chapter III V

Pengaruh Waktu Perebusan Kelapa Sawit Terhadap Kehilangan Minyak (Losses) Pada Air Kondensat Puncak Ketiga (Holding Time) Di PT. Harkat Sejahtera Simalungun Chapter III V

Berdasarkan data hasil analisa diatas dapat kita lihat bahwa kadar kehilangan minyak yang terdapat dalam air kondensat adalah yang paling rendah yaitu 0,96% dan 1,80% angka kehilangan yang paling tinggi. Dimana standar normal kehilangan minyak yang ada pada PT. Harkat Sejahtera adalah 1%. Angka tersebut masih dianggap normal. Nilai tersebut diperoleh dari perbandingan antara berat minyak dengan berat contoh basah.

9 Baca lebih lajut

Dalam Proses Kondensat Amonia PT.PIM Menggunakan Karbon Aktif Pada Fixed Bed Column Dengan Pendekatan Response Surface Methode

Dalam Proses Kondensat Amonia PT.PIM Menggunakan Karbon Aktif Pada Fixed Bed Column Dengan Pendekatan Response Surface Methode

produksi air kebutuhan proses pabrik. Secara ekonomis, pemanfaatan proses kondensat ini sangat menguntungkan karena dapat menghemat konsumsi demin dan filter water sebesar 47,3%. Apabila proses kondensat dapat diumpankan ke demin plant, maka dapat menghemat biaya air sebesar Rp 112.337,5/jam dan akan mencapai BEP dengan harga resin selama 9,3 bulan (asumsi harga resin per vessel Rp 750.000.000) (Laporan Evaluasi Teknis PIM, 2013). Untuk itu, perlu dilakukan penelitian untuk mengurangi jumlah komponen pengotor proses kondensat yang akan dikirim ke demin plant. Salah satu metode yang bisa dilakukan adalah adsorpsi. Pemilihan metode adsorpsi sangat cocok dilakukan mengingat pengotor yang akan diserap berupa CO 2 dan logam Fe.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Analisis Kehilangan Minyak Kelapa   Sawit Pada Air Kondensat Unit Perebusan Di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi

Analisis Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Pada Air Kondensat Unit Perebusan Di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi

Air kondensat adalah air yang terbentuk akibat proses kondensasi uap di dalam bejana sterilizer. Air kondensat yang berada di dasar bejana sterilizer ini harus terus menerus dibuang, karena dapat menghambat proses perebusan. Hal ini disebabkan karena air yang terdapat di dalam rebusan akan mengabsorpsi panas yang diberikan oleh uap dai bagian atas bejana sterilize, sehingga jumlah air buah kelapa sawit akan semakin bertambah. Pertambahan air yang tidak diimbangi dengan pengeluaran air kondensat akan memperlambat usaha pencapaian tekanan puncak.

51 Baca lebih lajut

Pengaruh Waktu Dan Temperatur Terhadap Kehilangan  Minyak Pada Air Kondensat Dengan Perebusan Sistem Tiga Puncak (Triple Peak)

Pengaruh Waktu Dan Temperatur Terhadap Kehilangan Minyak Pada Air Kondensat Dengan Perebusan Sistem Tiga Puncak (Triple Peak)

Kadar NOS pada puncak kedua mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena pada pembuangan puncak pertama sebagian besar kotoran telah terbuang. Pada puncak kedua ini buah mulai mengalami pemasakan. Dengan penambahan tekanan yang semakin tinggi maka sisa-sisa pembuangan pada puncak pertama dan puncak kedua serta kotoran yang masih tertinggal pada buah akan dibuang pada puncak ketiga. Tingginya kadar NOS tidak dipengaruhi oleh lamanya waktu perebusan, akan tetapi dipengaruhi oleh banyaknya kotoran pada buah tersebut. Semakin banyak kotoran pada buah maka kadar NOS pada air kondensat akan semakin tinggi.
Baca lebih lanjut

65 Baca lebih lajut

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Tekanan dan Waktu Perebusan Terhadap Kehilangan Minyak Pada Air Kondensat di Stasiun Perebusan Dengan Menggunakan Sistem Tiga Puncak ( Triple Peak ) di PTPN IV Pabatu-Tebing Tinggi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA - Pengaruh Tekanan dan Waktu Perebusan Terhadap Kehilangan Minyak Pada Air Kondensat di Stasiun Perebusan Dengan Menggunakan Sistem Tiga Puncak ( Triple Peak ) di PTPN IV Pabatu-Tebing Tinggi

Selain tekanan uap, lama perebusan buah sangat tergantung pada faktor kematangan buah dan kondisi buah (segar/restan/buah kecil/buah besar). Waktu rebus yang optimal pada umumnya ditentukan oleh lamanya menahan steam pada puncak – III (holding time). Terhadap buah segar dengan klon dan kriteria kematangan yang berlaku saat pada tekanan uap 2,8 – 3,0 kg/cm 2 , holding time dilakuan selama 45 – 55 menit. Lamanya holding time yang paling tepat disetiap kebun harus disesuaikan dengan indikator kandungan minyak dalam air kondensat ( ≤ 0,50%) terhadap contoh dan kattekopen ( ≤ 0,50%).
Baca lebih lanjut

28 Baca lebih lajut

Penentuan Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Pada Air Kondensat Unit Perebusan Di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi Dengan Metode Ekstraksi Sokletasi

Penentuan Kehilangan Minyak Kelapa Sawit Pada Air Kondensat Unit Perebusan Di PTPN III PKS Rambutan Tebing Tinggi Dengan Metode Ekstraksi Sokletasi

Selama proses pengolahan kelapa sawit menjadi minyak kelapa sawit terjadi losses minyak kelapa sawit pada air kondensat pada saat perebusan. Standar kehilangan minyak kelapa sawit yang ditetapkan oleh pabrik adalah 0,70 %. Adapun catatan pabrik yang perlu diingat yaitu: Air rebusan (air kondensat) dianalisa, tetapi tidak merupakan bagian dari kehilangan karena sudah memenuhi standar. Apabila tidak memenuhi standar harus dihitung sebagai kehilangan. Kehilangan minyak kelapa sawit yang terlalu tinggi pada air kondensat dapat mempengaruhi hasil akhir pengolahan kelapa sawit, sehingga perlu dilakukan analisis kehilangan minyak kelapa sawit pada air kondensat yang secara laboratorium dilakukan dengan menggunakan metode ekstraksi sokletasi.
Baca lebih lanjut

38 Baca lebih lajut

ANALISIS PEMANFAATAN AIR KONDENSAT PADA

ANALISIS PEMANFAATAN AIR KONDENSAT PADA

• Bagaimana menghitung efisiensi biaya bahan bakar untuk membandingkan antara penggunaan air kondensat sebagai air umpan boiler dengan air akuades.. • Apakah penggunaan air kondensat s[r]

9 Baca lebih lajut

NERACA UAP SEBAGAI SALAH SATU PIRANTI UP

NERACA UAP SEBAGAI SALAH SATU PIRANTI UP

Diagram uap memuat informasi laju alir uap dan kondensat, tekanan uap, temperatur uap, entalpi uap, serta produksi kerja turbin dan konsumsi uap untuk pemanas dan proses atau alat-alat [r]

11 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...