dan Plastik

Top PDF dan Plastik:

Kualitas Papan Plastik Komposit Pada Berbagai Tingkat Pendaurulangan Plastik

Kualitas Papan Plastik Komposit Pada Berbagai Tingkat Pendaurulangan Plastik

Pemanfaatan plastik daur ulang dalam bidang komposit kayu di Indonesia masih terbatas pada tahap penelitian. Ada dua strategi dalam pembuatan komposit kayu dengan memanfaatkan plastik, pertama plastik dijadikan sebagai binder sedangkan kayu sebagai komponen utama; kedua kayu dijadikan bahan pengisi / filler dan plastik sebagai matriksnya. Penelitian mengenai pemanfaatan plastik polipropilena daur ulang sebagai substitusi perekat termoset dalam pembuatan papan partikel telah dilakukan oleh Febrianto, et.al. (2001). Produk papan partikel yang dihasilkan memiliki stabilitas dimensi dan kekuatan mekanis yang tinggi dibandingkan dengan papan partikel konvensional. Penelitian plastik daur ulang sebagai matriks komposit kayu plastik dilakukan Setyawati (2003) dan Sulaeman (2003) dengan menggunakan plastik polipropilena daur ulang. Dalam pembuatan komposit kayu plastik daur ulang, beberapa polimer termoplastik dapat digunakan sebagai matriks, tetapi dibatasi oleh rendahnya temperatur permulaan dan pemanasan dekomposisi kayu (± 200° C ).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK dari limbah

PENGOLAHAN LIMBAH PLASTIK dari limbah

tadinya tak berguna disulap menjadi produk baru yang bernilai guna sama maupun produk baru yang punya fungsi berbeda. Dalam pengertian sempit, tak jarang proses atau kegiatan daur ulang dinilai sebagai proses yang (lebih) mahal dibanding membuat produk baru. Namun secara kompleks, tujuan dari kegiatan daur ulang memiliki cakupan yang luas, yaitu mengurangi penggunaan bahan baku yang baru, mengurangi penggunaan energi, mengurangi kerusakan lahan, dan mengurangi polusi dan emisi gas rumah kaca, ketimbang proses pembuatan barang baru. Penghematan energi dan polusi yang cukup besar bisa didapatkan dari daur ulang kertas, logam, kaca, dan plastik. Sehinga, pada akhirnya volume plastik yang beredar di masyarakat akan lebih berkurang dan lebih baiknya lagi, sampah plastik yang sebelumnya dianggap tidak bernilai oleh masyarakat awam menjadi bernilai ekonomis yang cukup menguntungkan bagi pelaku usaha tersebut. 1.2 Rumusan Masalah
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

SOLUSI PERMASALAHAN SAMPAH PLASTIK INSIN (2)

SOLUSI PERMASALAHAN SAMPAH PLASTIK INSIN (2)

Selain itu, untuk mempermudah penanganan sampah perlu suatu UU Pengumpulan Sampah Terpilah dan Daur Ulang Kaleng dan Kemasan. Dalam undang-undang itu diperjelas tanggung jawab pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan produksi, dan para konsumen. Para konsumen bertanggung jawab untuk memilah-milah sampah masing-masing (sampah basah, sampah kering yang dipilah-pilah lagi menjadi botol gelas dan plastik, kaleng aluminium, dan kertas), sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab mengorganisasi pengumpulan sampah itu untuk diserahkan ke pabrik pendaur ulang. Pabrik pendaur ulang ini bertanggung jawab untuk mendaur ulang bahan yang sudah dipilah-pilah dan dikumpulkan itu.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Mesin Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Pelet Plastik.

Mesin Pengolahan Sampah Plastik Menjadi Pelet Plastik.

Sampah plastik merupakan salah satu masalah yang pelik dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dikarenakan sampah plastik tidak bisa diurai oleh bakteri atau termasuk dalam sampah anorganik. Tingginya sampah plastik di Indonesia ini akan menimbulkan masalah jika tidak di tanggapi dengan serius. Dalam hal ini dibutuhkan kesadaraan masyarakat untuk bisa mengolah sampah plastik menjadi hal yang bermanfaat. Tujuan penelitian ini yaitu untuk merancang dan membuat mesin pengolah sampah plastik menjadi pelet plastik. Metode penelitian yang digunakan adalah pembuatan mesin pengolah sampah plastik dan pemasangan komponen- komponen seperti elemen pemanas, stop kontak, wadah tabung.Cara pengamatan yang dilakukan yaitu pengambilan data terkait berapa Kg sampah plastik yang bisa dilelehkan selama perjamnya dan KWH yang dihasilkan saat pengujian.Hasil percobaan sampah plastik seberat 1,25 Kg dibutuhkan waktu tiga jam untuk merubah plastik menjadi pelet dengan beban mesin 400 watt. Perubahan berat plastik yang telah dilelehkan menjadi pelet adalah 0.88 Kg dengankeuntungan konversi yang dicapai berdasarkan penggunaan daya yaitu sebagai berikut : daya 450VA = Rp. 4.750, daya 900 VA=Rp. 3.813, dan daya 1300 VA = Rp. 3.697, dari hasil tersebut bisa diketahui bahwa dengan daya 450 VA maka keuntungan yang akan didapat akan lebih tinggi.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sistem Pakar Penentuan Jenis Plastik Berdasarkan Sifat Plastik Terhadap Makanan yang akan Dikemas Menggunakan Metode Certainty Factor (Studi Kasus : CV. Minapack Pekanbaru)

Sistem Pakar Penentuan Jenis Plastik Berdasarkan Sifat Plastik Terhadap Makanan yang akan Dikemas Menggunakan Metode Certainty Factor (Studi Kasus : CV. Minapack Pekanbaru)

Kemasan pada makanan segar hewani harus memiliki permeabilitas tinggi terhadap uap air agar pada penyimpanan suhu dingin produk tidak terlalu basah/ berair, permeabilitas tinggi terhadap gas untuk pertukaran gas yang baik, dan permeabilitas rendah terhadap air agar air tidak masuk ke dalam kemasan produk. Sedangkan pada makanan segar nabati yakni berupa buah maupun sayuran harus memiliki permeabilitas rendah terhadap air, karena sayur maupun buah akan rusak jika disimpan dalam keadaan berair dalam waktu yang relatif lama, memiliki tinggi terhadap gas untuk pertukaran CO2 yang dapat merusak produk, dan memiliki permeabilitas tinggi terhadap uap air agar produk tidak berair. Basis pengetahuan sifat plastik terhadap makanan segar pada analisa aplikasi sistem pakar ini akan dijelaskan pada tabel berikut ini :
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Penggunaan Limbah Plastik Ldpe Sebagai Agregat Halus Pada Batako BetonRingan

Pengaruh Penggunaan Limbah Plastik Ldpe Sebagai Agregat Halus Pada Batako BetonRingan

Sudah lama bata merah menjadi bahan baku penyusun dinding, semakin berkembangnya zaman dibuatlah bata yang ringan, mudah disusun dan pembuatan yang tidak memakan waktu yang lama yaitu batako. Bahan bangunan penyusun batako adalah semen, pasir dan air. Pada penelitian ini, penggunaan pasir pada batako direduksi dengan biji plastik LDPE. Alasan penggunaan biji plastik LDPE sebagai substitusi material plastik adalah biji plastik LDPE memiliki berat jenis yang lebih kecil dari pasir sehingga diharapkan dengan komposisi yang sama tetapi batako menjadi lebih ringan dan juga dapat mengurangi masalah lingkungan dikarenakan sampah plastik LDPE ini sulit untuk terurai oleh alam tetapi berangsur-angsur diproduksi oleh manusia yang mengakibatkan sampah ini semakin banyak. Biji plastik LDPE yang dipakai adalah plastik LDPE bekas yang didaur ulang menjadi biji plastik. Sampel pada penelitian ini terdiri dari silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebagai sampel uji trial and error, batako dengan ukuran 40 cm x 20 cm x 10 cm, kubus dengan ukuran 5 cm x 5 cm x 5 cm dan briquette. Sampel trial and error akan mengalami perawatan selama 7 hari dan sampel batako, kubus dan briquette akan mengalami perawatan selama 28 hari sebelum dilakukan pengujian. Selanjutnya sampel akan dilakukan pengujian visual, berat isi, absorpsi, kuat tekan dan kuat Tarik. Analisa data menggunakan acuan SNI 03-0349-1989 mengenai Bata Beton untuk Pasangan Dinding. Penelitian ini menggunakan komposisi campuran semen, pasir dan air 1 : 6 : 0,24, komposisi ini didapat dari percobaan terhadap beberapa komposisi yang ditetapkan. Komposisi substitusi biji plastik yang dipakai adalah 20 % terhadap pasir, komposisi substitusi ini didapat dari percobaan terhadap beberapa komposisi yang ditetapkan. Dari penelitian ini didapat bahwa penambahan 20% biji plastik LDPE mampu mengurangi berat dari batako dan mampu mengurangi absorbsi, berarti penambahan biji plastik pada batako dapat mengurangi berat batako tanpa harus membuat batako tersebut berongga.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Kemampuan Bakteri dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam Mendegradasi Plastik (Low Density Polyethylene )

Kemampuan Bakteri dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dalam Mendegradasi Plastik (Low Density Polyethylene )

Proses degradasi sampah plastik yang sangat lambat mengakibatkan penimbunan sampah itu sendiri di lingkungan. Timbunan sampah plastik tersebut menimbulkan pencemaran lingkungan yang serius. Biodegradasi plastik oleh mikroba merupakan proses yang paling aman dalam mengurangi cemaran plastik di lingkungan. Oleh karena itu, perlu dipelajari apakah bakteri yang diisolasi dari TPA dapat mendegradasi LDPE.

3 Baca lebih lajut

PROSES DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK (1)

PROSES DAUR ULANG LIMBAH PLASTIK (1)

Plastik merupakan bahan yang banyak digunakan. Penggunaan bahan plastik semakin lama semakin meluas dan meningkat. Perkembangan produk plastik di Indonesia sangat pesat pada dua dekade terakhir dengan merambah hamper di semua jenis kebutuhan manusia. Produk-produk plastik setelah tidak dipakai lagi akan dibuang oleh konsumen sebagai sampah, hal tersebut menjadikan tumpukan sampah plastik merupakan jumlah yang paling mendominasi disetiap kawasan. Dengan jumlah yang besar tersebut, sampah plastik apabila tidak diolah dengan baik berpotensi memperburuk kualitas ligkungan.
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

BAB 1PENDAHULUAN PENGARUH PENGGUNAAN SERAT PLASTIK TERHADAP NILAI DAYA DUKUNG TANAH.

BAB 1PENDAHULUAN PENGARUH PENGGUNAAN SERAT PLASTIK TERHADAP NILAI DAYA DUKUNG TANAH.

Jumlah yang terlalu banyak mungkin akan mengurangi atau menurunkan daya ikat antara tanah dengan plastik itu sendiri.Untuk itu perlu diketahui apakah sampah plastik memang mampu meningkatkan daya dukung tanah,dan jika terbukti berapa jumlah ideal plastik yang disisipkan dalam timbunan tanah .

5 Baca lebih lajut

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN POT BUNGA DITINJAU DARI ASPEK KEKUATAN BAHAN

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN POT BUNGA DITINJAU DARI ASPEK KEKUATAN BAHAN

Plastik merupakan bahan anorganik buatan yang tersusun dari bahan-bahan kimia yang cukup berbahaya bagi lingkungan. Limbah plastik sangat sulit untuk diurai secara alami. Untuk mengurai sampah plastik, membutuhkan kurang lebih 80 tahun agar dapat terdegradasi secara sempurna. Oleh karena itu penggunaan bahan plastik dapat dikatakan tidak bersahabat ataupun konservatif bagi lingkungan apabila digunakan tanpa menggunakan batasan tertentu. Sedangkan di dalam kehidupan sehari-hari, khususnya kita yang berada di Indonesia, penggunaan bahan plastik bisa kita temukan di hampir seluruh aktivitas hidup kita.
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

Optimasi Perencanaan Produksi Model De Novo Programming dengan Pendekatan Goal Programming di PT. Megah plastik

Optimasi Perencanaan Produksi Model De Novo Programming dengan Pendekatan Goal Programming di PT. Megah plastik

PT. Megah Plastik merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang proses produksi plastik kantongan dari bijih plastik. PT. Megah Plastik didirikan pada tanggal 23 September 1990 di Medan dengan Akte No. 80/HB/1997 tertanggal 17 Januari 1987 dengan nama Perusahaan Dagang dan Perindustrian Megah yang disingkat PT. Megah. Sejak tanggal 10 Oktober 2002 terjadi perubahan pengurusan dari pemegang saham dengan akte No. 25, lalu terjadi lagi perubahan pengurus serta anggaran dasar melalui akte No. 29 dihadapan notaris Hendry Kurniawan, SH, pada tanggal 18 Januari 2003, nama perusahaan menjadi PT. MEGAH PLASTIK dan telah didaftarkan pada departemen kehakiman No. J.A. 3/20/3 tanggal 29 Maret 2003 dan diumumkan dalam lembaran berita Negara Republik Indonesia No. 47 tanggal 7 Agustus 2003.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Pemilihan Peralatan Makan Berbahan Plastik yang Aman Bagi Kesehatan

Pemilihan Peralatan Makan Berbahan Plastik yang Aman Bagi Kesehatan

Dalam kehidupan sehari-hari pangan merupakan salah satu kebutuhan primer. Seiring dengan perkembangan teknologi produk pangan pun mengalami perkembangan antara lain dari segi teknik pengolahan, pengawetan, pengemasan dan distribusinya dari satu tempat ke tempat lain. Untuk Mendukung perkembangan teknologi tersebut maka perkembangan teknologi kemasan dan peralatan makan pun turut meningkat diantaranya perkembangan produk plastik sebagai pengemas dan peralatan makan.

10 Baca lebih lajut

Identifikasi dan Usulan Perbaikan Proses Produksi Goni Plastik dengan Pendekatan Design For Manufacturing di PT. Sri Intan Karplas Industry

Identifikasi dan Usulan Perbaikan Proses Produksi Goni Plastik dengan Pendekatan Design For Manufacturing di PT. Sri Intan Karplas Industry

Tahap awal ini adalah pencampuran bahan baku pembuatan karung plastik. Bahan baku yang digunakan terbagi dua jenis yaitu bahan baku original dan bahan baku daur ulang. Kedua bahan ini dicampur lalu dialirkan pada oven. Kemudian seluruh bahan baku dilelehkan hingga membentuk cairan.

6 Baca lebih lajut

KARAKTERISASI PLASTIK BIODEGRADABEL DARI CAMPURAN KITOSAN DAN POLI VINIL ALKOHOL MENGGUNAKAN METODE TANPA PELARUT

KARAKTERISASI PLASTIK BIODEGRADABEL DARI CAMPURAN KITOSAN DAN POLI VINIL ALKOHOL MENGGUNAKAN METODE TANPA PELARUT

Secara umum, kemasan biodegradable diartikan sebagai film kemasan yang dapat didaur ulang dan dapat dihancurkan secara alami. Bioplastik atau biodegradable plastic merupakan plastik yang mudah terdegradasi atau terurai, terbuat dari bahan terbarukan seperti pati, selulosa, dan ligan atau pada hewan seperti kitosan dan kitin. Penggunaan pati-patian sebagai bahan utama pembuatan plastik memiliki potensi yang besar karena di Indonesia terdapat berbagai tanaman penghasil pati. Bioplastik mempunyai keunggulan karena sifatnya yang dapat terurai secara biologis, sehingga tidak menjadi beban lingkungan (Dewi, 2009).
Baca lebih lanjut

56 Baca lebih lajut

Plastik dan masterbatch plastik docx

Plastik dan masterbatch plastik docx

Kemasan plastik memiliki beberapa keunggulan yaitu sifatnya kuat tapi ringan, inert, tidak karatan dan bersifat termoplastik (heat seal) serta dapat diberi warna. Kelemahan bahan ini adalah adanya zat-zat monomer dan molekul kecil lain yang terkandung dalam plastik yang dapat melakukan migrasi ke dalam bahan makanan yang dikemas (Winarno, 1994).

9 Baca lebih lajut

plastik

plastik

Dr. Edward mengatakan bahwa kombinasi dari lemak, panas yang tinggi, dan plastik akan melepaskan dioksin dari plastik ke dalam makanan dan akhirnya masuk ke dalam sel tubuh kita. Dr. Edward menyarankan penggunaan tempat makanan / minuman dari bahan tempered glass / kaca seperti Pyrex atau keramik untuk memanaskan makanan. Dengan begitu kita tetap dapat mencapai hasil yang sama, tanpa menghasilkan dioksin.

6 Baca lebih lajut

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Polimer

4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Polimer

Penggunaan plastik yang berlebihan dan dengan intensitas yang tinggi berpengaruh terhadap persediaan minyak bumi, diperkirakan minyak bumi akan habis dalam kurun waktu 100 tahun. Selain itu penggunaan plastik yang berasal dari minyak bumi, gas alam dan batu bara akan meningkatkan pencemaran lingkungan seperti pencemaran tanah. Untuk mengatasi masalah lingkungan ini, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu mengembangkan bahan biodegradable. Plastik dibagi menjadi dua klasifikasi utama berdasarkan pertimbangan- pertimbangan ekonomis dan kegunaannya: plastik komoditi dan plastik teknik. Plastik- plastik komoditi dicirikan oleh volumenya yang tinggi dan harga yang murah. Plastik ini bisa diperbandingkan dengan baja dan aluminium dalam industri logam. Plastik tersebut sering dipakai dalam bentuk barang yang bersifat pakai-buang (disposable) seperti lapisan pengemas, namun ditemukan juga pemakaiannya dalam barang-barang yang tahan lama.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

Pembahasan USBN MTK 1

Pembahasan USBN MTK 1

14. Rama akan membagikan 24 pensil, 30 buku, dan 15 penggaris kepada anak yatim piatu. Jika pensil, buku, dan penggaris tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik dengan jumlah sama banyak. Berapakah kantong plastik yang dibutuhkan agar masing-masing plastik berisi pensil, buku, dan penggaris?

11 Baca lebih lajut

0852 1181 7016 Jual Berbagai Macam Biji

0852 1181 7016 Jual Berbagai Macam Biji

mineral dan seluruh botol minuman kemasan lainnya. Untuk biji plastik ini hanya boleh satu kali pakai saja setelah pemakaian, karena jika digunakan secara berulang kali terutama jika menggunakan air panas akan mengakibatkan polimer botol meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik yang berbahaya dan dapat menyebabkan kanker.

4 Baca lebih lajut

Keywords : retail plastics, biodegradable plastic, physical-mechanical properties

Keywords : retail plastics, biodegradable plastic, physical-mechanical properties

Perpanjangan putus menentukan sifat plastis plastik. Semakin tinggi nilai perpanjangan putus (elongasi), maka plastik tersebut semakin plastis sehingga bahan tersebut dapat ditarik lebih mulur (Billmeyer, 1984). Hasil pengujian awal persen elongasi plastik biodegradable adalah 114,21% (MD) dan 656.54% (CD), plastik HDPE 292.46% (MD) dan 445.45% (CD), serta plastik HDPE perforated 421.02% (MD) dan 718.29% (CD). Persen elongasi plastik retail paling tinggi dimiliki oleh HDPE perforated baik pada orientasi MD maupun CD. Plastik HDPE memiliki persen elongasi yang lebih rendah dibandingkan HDPE perforated. Pada plastik biodegradable, persen elongasinya sangat rendah pada MD namun menunjukkan nilai yang sangat baik pada orientasi CD. Adanya pati pada matriks polietilennya menyebabkan plastik menjadi lebih elastis. Selain itu pembentukan ikatan antara molekul pati dengan monomer polietilen dapat dipengaruhi oleh proses pembentukan lembaran plastik saat ekstrusi, blowing, dan winding yang menyebabkan ikatan rantai pada CD lebih rapat sehingga pada saat ditarik, plastik tidak mudah putus.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects