dan quantum learning

Top PDF dan quantum learning:

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN QUANTUM LEARNING (QL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM KELAS XI MIA SMA NEGERI 3 SURAKARTA SEMESTER GEN

STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN QUANTUM LEARNING (QL) DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM KELAS XI MIA SMA NEGERI 3 SURAKARTA SEMESTER GEN

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Learning terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok hidrolisis garam; (2) pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok hidrolisis garam; dan (3) interaksi antara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan Quantum Learning dengan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar siswa pada materi pokok hidrolisis garam.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PERBEDAAN  PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PEMBELAJARAN  DENGAN METODE QUANTUM TEACHING DAN   PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PEMBELAJARAN DENGAN METODE QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING PADA SISWA KELAS IV MI DARUSSALAM KEDUNGGALAR NG

PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PEMBELAJARAN DENGAN METODE QUANTUM TEACHING DAN PERBEDAAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA ANTARA PEMBELAJARAN DENGAN METODE QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING PADA SISWA KELAS IV MI DARUSSALAM KEDUNGGALAR NG

Skripsi ini disusun guna memenuhui sebagai persyaratan dalam memperoleh gelar sarjana kependidikan S-I pada Program Studi PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. Adapun judul skripsi ini adalah: Pengaruh Pembelajaran Dengan Metode Quantum Teaching dan Quantum Learning Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas IV Mata Pelajaran Matematika MI Darussalam Kedunggalar Ngawi Tahun Ajaran 2010/2011.

17 Baca lebih lajut

EKSPERIMEN PENDEKATAN QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA ANAK SUBNORMAL.

EKSPERIMEN PENDEKATAN QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PADA ANAK SUBNORMAL.

ada kalanya para pendidik masih menggunakan metode konfensional dalam penyampaian meteri. Hal ini disebabkan karena karakteristik tunagrahita salah satunya adalah lamban dalam mempelajari hal-hal yang baru, mempunyai kesulitan dalam mempelajari pengetahuan penyandang tunagrahita (subnormal) berbeda dengan anak normal pada umumnya yang lebih cepat mempelajari hal-hal baru disekitar mereka. Penyandang tunagrahita membutuhkan latihan yang terus-menerus dan dikaitkan dengan kejadian yang sering mereka temui agar mereka tidak mudah lupa. Oleh karena itu para penyandang tunagrahita membutuhkan suatu metode belajar yang dapat membantu mereka mempelajari pendidikan formal sebagaimana anak normal pada umumnya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH METODE QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA  PENGARUH METODE QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA ( Pada Siswa Kelas III SD Negeri 2

PENGARUH METODE QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PENGARUH METODE QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA ( Pada Siswa Kelas III SD Negeri 2

Dengan ini, saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memenuhi gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali yang secara tertulis diacu naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka.

24 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN PENGARUH METODE QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA ( Pada Siswa Kelas III SD Negeri 20 Kota Madya Banda Aceh ).

PENDAHULUAN PENGARUH METODE QUANTUM TEACHING DAN QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI AKTIVITAS BELAJAR SISWA ( Pada Siswa Kelas III SD Negeri 20 Kota Madya Banda Aceh ).

Proses pengajaran yang baik adalah yang dapat menciptakan proses belajar mengajar yang aktif dengan adanya komunikasi dua arah antara guru dan siswa. Belajar mengajar adalah suatu proses yang harus dialami oleh peserta didik yang tidak hanya menekankan pada apa yang dipelajari, tetapi menekankan bagaimana ia harus belajar.

8 Baca lebih lajut

METODE QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATK

METODE QUANTUM LEARNING UNTUK MENINGKATK

kompetensi dasar mengenal jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia. S ebelum guru memberikan tujuan pembelajaran pada siswa terlebih dahulu guru memberikan dorongan dan motivasi agar siswa bersemangat dalam pembelajaran, memiliki motivasi yang tinggi untuk sukses dalam menyelesaikan pendidikan. S elanjutnya guru membagi 21 siswa ke dalam 5 kelompok untuk membahas isu dari jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi di Indonesia menggunakan beberapa metode sekaligus yakni metode diskusi kelompok, metode tanya jawab dan demonstrasi. Guru memberikan lembar kerja siswa dan guru meminta siswa untuk berdiskusi kelompok tentang isu kegiatan ekonomi. S etiap kelompok memiliki isu yang berbeda, jadi pada saat siswa mengkomunikasikan hasil diskusi kelompoknya siswa memiliki banyak isu yang bisa dipelajari. S iswa diminta juga untuk memberi tanggapan terhadap apa yang telah dikerjakan temannya dengan cara bertanya, terjadilah metode tanya jawab. S etiap siswa harus mencatat apa yang telah di kerjakan dan apa yang ditanyakan kepada siswa pemateri. S iswa yang menjadi pemateri menjawab pertanyaan siswa yang lain dengan mendemonstasikan apa yang telah dikerjakan di depan kelas. S iswa yang menjawab dengan demonstasi yang lengkap dan bagus akan mendapatkan tepuk tangan dan bintang dari guru. K egiatan ini terus dilakukan sampai semua kelompok mendapatkan giliran untuk mempresentasikan hasil kerjanya. S iklus I dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan. S etelah itu, guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari bersama-sama dan memberikan tes di akhir siklus I.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

ppm mengenal model quantum learning

ppm mengenal model quantum learning

Belajar adalah pengaitan pengetahuan baru pada struktur kognitif yang sudah dimiliki peserta belajar. Struktur kognitif dimaknai oleh Ausubel sebagai fakta-fakta, konsep-konsep, dan generalisasi-generalisasi yang telah dipelajari dan diingat oleh peserta belajar. Pada dimensi kedua ini, “belajar bermakna” terjadi jika peserta belajar dapat menghubungkan atau mengkaitkan informasi itu pada pengetahuan (berupa konsep- konsep dan lain-lain) yang telah dimilikinya. Namun demikian, jika peserta belajar hanya mencoba-coba menghapalkan informasi baru itu tanpa mengkaitkannya dengan konsep- konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya, maka dalam hal ini yang terjadi hanyalah “belajar hapalan”.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN METODE BELAJAR QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN ENERGI ALTERNATIF DAN ENERGI BUNYI DI SDN TORJUN III SAMPANG

PENGARUH PENERAPAN METODE BELAJAR QUANTUM LEARNING TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN ENERGI ALTERNATIF DAN ENERGI BUNYI DI SDN TORJUN III SAMPANG

then discourse becomes main choice of learning strategy, but the studies still have not joined everyday life. By the achievement of cognitive domain, observator to achievement of affectif domain from question and answer (braveness, activeness), discussion (relationship) and psychomotoric domain that is achieve from the student activities in doing the experiment, assessment, chosing a substance, creativeness) in learning prosses is still lack. Therefore application learning method in Quantum Learning with the REACT strategy (Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transfering) which is expected to overcome that
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

this PDF file PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTU MEDIA POHON PINTAR TERHADAP KEAKTIFAN DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN | Yuniarti | Tata Arta 1 PB

this PDF file PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUANTUM BERBANTU MEDIA POHON PINTAR TERHADAP KEAKTIFAN DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATA PELAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN | Yuniarti | Tata Arta 1 PB

taan lingkungan belajar. Penataan ling- kungan belajar yang baik seperti keadaan lingkungan kelas yang bersih dan penggunaan instrumen musik klasik dapat membuat siswa menjadi nyaman dalam belajar. Konsep lain yang mendukung adalah konsep mem- bebaskan gaya belajar siswa. Konsep belajar dengan model pembelajaran kuantum adalah dengan memberikan kebebasan belajar pada siswa, siswa dapat secara leluasa mengeksplor ke- mampuannya dengan caranya sendiri melalui kegiatan diskusi. Pelaksanaan model pembelajaran kuantum ini dilengkapi dengan media pohon pintar untuk mengetahui seberapa jauh ke- mampuan dan seberapa paham siswa telah mengerti konsep-konsep yang di- pelajari. Siswa yang memiliki pema- haman tentang konsep materi yang di- ajarkan akan mampu menjawab per- tanyaan-pertanyaan yang telah dise- diakan dalam pohon pintar. Hal ini ber- beda dengan pelaksanaan pendekatan saintifik yang dalam pelaksanaannya tidak maksimal. Pendekatan saintifik tanpa penjelasan dari guru kurang mampu menciptakan interaksi edukatif antara guru dan siswa, sehingga pen- alaran siswa serta-merta menyimpang dari alur berpikir logis. Keadaan ini me-
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING AND LEARNING DENGAN TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI GEOMETRI SISWA KELAS VII DI MTs AL-MA’ARIF TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING AND LEARNING DENGAN TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI GEOMETRI SISWA KELAS VII DI MTs AL-MA’ARIF TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2015 2016 - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

Kata Quantum ini berarti interaksi yang mengubah energi cahaya. Dalam sejarahnya terdapat dua metode Quantum yakni quantum teaching dan quantum leraning. Adapun tokoh besar yang berada di balik Quantum Teaching ini dalah Bobby dePorter. Pada walnya Bobbi DePorter merintis quantum learning terlebih dahulu. Karena besarnya apresiasi terhadap pembelajaran kuantum merupakan sebuah indikasi bahwa pembelajaran model ini memiliki potensi besar untuk menggali potensi dan memberdayakan para pesertanya. Pandangan-pandangan umum dan prinsi- prinsip dasar yang termuat dalam buku Quantum learning selanjutnya diterapkan, dipraktikkan, dan atau diimplementasikan dalam lingkungan bisnis dan sekolah. Penerapan, pemraktikan dan pengimplementasian
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

254600076.doc 243.93KB 2015-10-12 00:17:38

254600076.doc 243.93KB 2015-10-12 00:17:38

Hasil observasi di kelas XI MIPA 1 SMAN 1 Sukorejo menunjukkan adanya masalah mengenai motivasi belajar dan hasil belajar. Masalah tersebut dapat dilihat dari hasil penyebaran angket kepada siswa yang menunjukkan bahwa 25 dari 26 siswa kurang aktif dalam pembelajaran, 18 dari 26 siswa malas mengulang pelajaran yang ia peroleh di sekolah, 14 dari 26 siswa kurang antusias dalam mengikuti pelajaran dan 25 dari 26 siswa mengalami kesulitan dalam belajar. Selain dari penyebaran angket masalah tersebut juga ditunjukkan dari hasil wawancara dengan guru yang menyatakan bahwa siswa kurang berpartisipasi aktif selama pembelajaran. Masalah tersebut bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kurangnya motivasi belajar siswa. Sedangkan hasil belajar ditunjukkan dengan hasil UTS (Ujian Tengah Semester) yang menunjukkan lebih dari 50% siswa memiliki nilai dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), di mana KKM di sekolah tersebut untuk pelajaran kimia adalah 76.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kaitan Quantum Learning dengan Evaluasi Belajar

Kaitan Quantum Learning dengan Evaluasi Belajar

Implikasi Landasan dalam Pembelajaran dengan Penerapan Model Penilaian Konteks Input Proses dan Produk. Tuntutan terhadap dunia pendidikan yang diakibatkan oleh adanya perkembangan yang luar biasa dalam bidang teknologi, ilmu pengetahuan, psikologi, dan transformasi nilai(nilai budaya yang pada gilirannya berdampak antara lain pada perubahan cara pandang manusia terhadap manusia, cara pandang terhadap pendidikan dan belajar, perubahan peran pendidik, serta perubahan pola hubungan pendidik (dosen, guru)(subjek didik (mahasiswa, siswa). Menurut Degeng (2003), dalam kenyataannya, masih banyak pendidik yang kurang atau belum siap menghadapi perubahan tersebut. Walaupun ada yang berpacu dengan perubahan tetapi ada juga yang memutuskan menjadi penonton saja dengan resiko ditinggalkan oleh perubahan itu.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN PENERA

PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNING DAN PENERA

Pelaksanaan PAIKEM harus memperhatikan bakat, minat dan modalitas belajar peserta didik, dan bukan semata potensi akademiknya. Dalam pendekatan pembelajaran Quantum (Quantum Learning) ada tiga macam modalitas peserta didik, yaitu modalitas visual, auditorial dan kinestetik. Dengan modalitas visual dimaksudkan bahwa kekuatan belajar peserta didik terletak pada indera „mata‟ (membaca teks, grafik atau dengan melihat suatu peristiwa), kekuatan auditorial terletak pada indera „pendengaran‟ (mendengar dan menyimak penjelasan atau cerita), dan kekuatan kinestetik terletak pada „perabaan‟ (seperti menunjuk, menyentuh atau melakukan). Jadi, dengan memahami kecenderungan potensi modalitas peserta didik tersebut, maka seorang pendidik harus mampu merancang media, metoda/atau materi pembelajaran kontekstual yang relevan dengan kecenderungan potensi atau modalitas belajar peserta didik. Secara garis besar, PAIKEM dapat dideskripsikan sebagai berikut: Peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan pada belajar melalui berbuat. Pendidik menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara dalam membangkitkan semangat, termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik. Pendidik mengatur kelas dengan memajang buku-buku dan bahan belajar yang lebih menarik dan menyediakan „pojok baca‟ . Pendidik menerapkan cara mengajar yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok. Pendidik mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkam peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Proses Pembelajaran Quantum Learning Dalam Materi Desain Batik di Kelas IX Tunarungu SMPLB-B Negeri Batang JURNAL

Proses Pembelajaran Quantum Learning Dalam Materi Desain Batik di Kelas IX Tunarungu SMPLB-B Negeri Batang JURNAL

Pendidikan merupakan hak bagi setiap manusia. Pendidikan menjadi hal yang harus dimiliki manusia agar manusia dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Pendidikan seperti yang diungkapkan Saroni (2011:10) adalah merupakan proses yang berlangsung dalam kehidupan sebagai usaha untuk menyeimbangkan kondisi dalam maupun kondisi luar diri seseorang. Pendidikan juga dipaparkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2009) diartikan sebagai proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau sekelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pendidikan merupakan suatu bentuk usaha pengajaran, pelatihan, dan pengubahan bagi manusia dengan tujuan menjadi lebih baik.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MATERI OPERASI HITUNG PEMBAGIAN BILANGAN BULAT DI SEKOLAH DASAR: Penelitian Eksperimen di Kelas III SD Negeri Cigabus Kecamatan Taktakan.

PENGARUH PENDEKATAN QUANTUM LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM MATERI OPERASI HITUNG PEMBAGIAN BILANGAN BULAT DI SEKOLAH DASAR: Penelitian Eksperimen di Kelas III SD Negeri Cigabus Kecamatan Taktakan.

Berbagai macam metode, pendekatan dan alat peraga diharapkan bisa untuk mengatasi masalah yang terjadi. Metode – metode yang biasa digunakan dalam pembelajaran matematika antara lain Metode Realistic Mathematic Education, Contextual Teaching and Learning, Kontruktivisme, Quantum Teaching, Quantum Learning dan lain sebagainya. Namun penulis akan menggunakan pendekatan Quantum Learning. Pendekatan ini memang belum terlalu banyak yang menggunakan, namun saya melihat bahwa pendekatan Quantuum Learning ini cocok untuk mengatasi permasalahan yang telah dipaparkan diatas. Karena inti dari Quantum Learning adalah bagaimana seorang pendidik memahami bagaimana siswanya belajar dengan menyenangkan. Seorang pendidik akan memikirkan bagaimana menciptakan situasai pembelajaran yang cocok untuk siswa. Salah satu cara yang bisa digunakan dalam hal ini adalah dengan cara mengaitkan materi yang akan diajarkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di lingkungan alam sekitar siswa. Dengan demikian siswa akan lebih memahami materi yang disampaikan.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI QUANTUM LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING WORKSHEET UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

IMPLEMENTASI QUANTUM LEARNING BERBANTUAN MIND MAPPING WORKSHEET UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

kepada peserta didik dan memperkenalkan pembelajaran IPA terpadu sehingga peserta didik tidak merasa bingung untuk mengikuti proses pembelajaran selanjutnya. Hal tersebut perlu dilakukan karena proses pembelajaran IPA yang diterapkan pada MTs Negeri Gembong belum terpadu. Selanjutnya melaksanakan proses pembelajaran dengan metode tanya jawab tentang macam-macam komponen biotik dan abiotik. Langkah selanjutnya yaitu melakukan diskusi sederhana secara berkelompok. Peserta didik mengerjakan soal latihan yang terdapat dalam mind mapping worksheet, kemudian setiap kelompok dipersilahkan presentasi ke depan kelas untuk membahas hasil diskusi, sedangkan pada kelompok yang tidak sedang presentasi diharuskan untuk bertanya pada kelompok yang presentasi untuk melatih kemampuan komunikasi dalam kelas dan kepercayaan diri peserta didik untuk mengungkapkan gagasan dan ide peserta didik. Pada akhir pembelajaran peserta didik diajak untuk bersama-sama menyimpulkan dan mengulangi materi yang telah didapat dengan membuat sebuah peta pikiran sambil mendengarkan musik agar daya imajinasi peserta didik terpacu dan dengan kreatif membuat mind map.
Baca lebih lanjut

197 Baca lebih lajut

PENGARUH PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP NEGERI 38 PALEMBANG

PENGARUH PENERAPAN MODEL QUANTUM LEARNING TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS VIII SMP NEGERI 38 PALEMBANG

Seorang misalnya dapat belajar paling baik dengan cahaya yang terang sedangkan dengan yang lain pencahayaan yang suram. Ada yang belajar paling baik dalam keadaan berkelompok, tetapi ada juga yang merasa lebih baik dengan belajar mandiri, yang lain lagi memilih adanya figure otoriter seperti orang tua atau guru. Dari sinilah akhirnya disepaki oleh para peneliti dalam “Quantum Learning” adanya dua kategori utama tentang bagaimana seseorang belajar. Pertama, bagaimana kita menyerap informasi dengan mudah (modalitas) dan kedua, cara seseorang mengatur dan mengolah informasi tersebut (domisi otak) (De Porter, 1999 : 110).
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

Makalah Quantum Learning -  Makalah

Makalah Quantum Learning - Makalah

Makalah ini menghuraikan prinsip quantum learning dalam pelajaran- pembelajaran bahasa dan kesesatan, iaitu satu kaedah yang dikembangkan melalui penyegerakkan (synchronizing) proses tersebut dengan suasana orkestra (diiringi oleh muzik). Data untuk membina prinsip ini dikutip daripada penyelidikan berterusan dan intensif di tujuh buah SMP (Sekolah Menengah) di Provinsi Surakarta, Indonesia, sejak tahun-tahun 1990-an. Penyelidikan ini mendapati kejemuan dalam kelas dalam kalangan pelajar, terutamanya semasa sesi mata pelajaran bahasa dan kesusasteraan, boleh dikurangkan dengan mencipta suasana orkestra kerana dapat membangkitkan tumpuan, minat dan motivasi pelajar. Kepraktikalan dan kebergunaan kaedah ini dalam proses pelajaran-pembelajaran, terutamanya mata pelajaran yang kering dan menjemukan, dapat dibuktikan apabila hasil penyelidikan ini telah diterbitkan sebagai buku teks dengan dibiayai oleh pihak berkepentingan (terutamanya pihak berkuasa) di Provinsi Surakarta dan terima oleh pihak berkuasa untuk dijadikan buku teks di SMP dalam provinsi tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNINGTERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK KELAS X MA NURUL ISLAM GUNUNG SARI ULUBELU TANGGAMUS

EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN QUANTUM LEARNINGTERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK KELAS X MA NURUL ISLAM GUNUNG SARI ULUBELU TANGGAMUS

Pada kelas eksperimen, setiap pertemuannya masing-masing peserta didik diberikan lembar kerja siswa yang didalamnya memuat beberapa masalah yang harus diselesaikan oleh peserta didik sebelum akhirnya mereka mengerjakan beberapa permasalahan secara berkelompok. Setiap peserta didik dituntut untuk bisa membuat kesimpulan dari apa yang dipelajari. Pertemuan pertama digunakan untuk mengerjakan soal pretest.Ketika pertemuan kedua melakukan pembelajaran dengan quantum learning sebagian besar peserta didik masih belum terbiasa dengan pembelajaran yang diterapkan. Ketika mengerjakan lembar kerja siswa, sebagian besar peserta didik tampak bingung dengan masalah-masalah yang dihadapi. Mereka terlihat kesulitan dalam mengerjakan soal-soal kemampuan berpikir tingkat tinggi. Ketika bergabung dengan kelompok pun beberapa dari mereka terlihat tidak mau bekerja sama untuk menyelesaikan masalah yang ada pada lembar kerja siswa.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Makalah Quantum Learning -  Makalah

Makalah Quantum Learning - Makalah

Otak manusia mempuyai tiga bagian dasar yang seluruhnya dikenal sebagai otak Triune (three in one). Tiga bagian dasar itu adalah batang otak atau reptile. Bagian ini adalah komponen kecerdasan terendah dari spesies manusia. Bagian ini bertanggung jawab atas fungsi motor sensor (pengetahuan tentang realitas fisik yang berasal dari panca indera). Juga berkaitan dengan insting mempertahankan hidup, perhatiannya adalah pada makanan, tempat tinggal, reproduksi dan perlindungan wilayah. Ketika merasa tidak aman, otak ini secara pontan bangkit dan bersiaga atau melarikan diri. Inilah yang disebut dengan reaksi hadapi atau lari. (DePorter,Hernacki, 2002: 26-27)
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...