dan Return on Asset (ROA)

Top PDF dan Return on Asset (ROA):

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori 2.1.1 Current Ratio (CR) - PENGARUH CURRENT RATIO (CR), NET PROFIT MARGIN (NPM) DAN RETURN ON ASSET (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERDAGANGAN BESAR BARANG PRODUKSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDO

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori 2.1.1 Current Ratio (CR) - PENGARUH CURRENT RATIO (CR), NET PROFIT MARGIN (NPM) DAN RETURN ON ASSET (ROA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SUB SEKTOR PERDAGANGAN BESAR BARANG PRODUKSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDO

4. Analisa Return On Asset (ROA) juga dapat digunakan untuk mengukur profitabilitas dari masing-masing produk yang dihasilkan perusahaan dengan menggunakan product cost system yang baik, modal dan biaya dapat dialokasikan kepada berbagai produk yang dihasilkan oleh perusahaan yang bersangkutan, sehingga dengan demikian akan dapat dihitung profitabilitas dari masing-masing produk. Dengan demikian manajemen akan dapat mengetahui produk mana yang mempunyai profit potential di dalam long run. 5. Return On Asset (ROA) selain berguna untuk keperluan kontrol, juga berguna
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), CURRENT RATIO (CR), DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI SINGAPORE EXCHANGE (SGX) PERIODE 2014 – 2017

PENGARUH RETURN ON ASSET (ROA), DEBT TO EQUITY RATIO (DER), CURRENT RATIO (CR), DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN SEKTOR KEUANGAN YANG TERDAFTAR DI SINGAPORE EXCHANGE (SGX) PERIODE 2014 – 2017

Secara simultan variabel Return On Asset, Debt To Equity Ratio, Current Asset, dan Ukuran Perusahaan berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap harga saham pada sektor keuangan yang terdaftar di Singapore Exchange pada periode 2014-2017. Hal tersebut dapat dilihat dari data rata-rata harga saham perusahaan sektor keuangan di Singapore Exchange (SGX), pada tahun 2014 sebesar 2,7143 juta SGD, tahun 2015 sebesar 2,2695 juta SGD, meningkat tahun 2016 menjadi sebesar 2,3004 juta SGD, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 3,0057 juta SGD. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Utami (2017) yang menyatakan bahwa ROA, DER, dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, serta penelitian oleh Wibowo (2018) yang menyatakan bahwa ROA dan CR secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

RETURN ON ASSET (ROA) PADA BANK

RETURN ON ASSET (ROA) PADA BANK

Berdasarkan rata-rata trend ROA pada Bank Pembangunan Derah dari triwulan I tahun 2010 sampai dengan Triwulan II tahun 2015 cenderung mengalami penurunan yang dibuktikan dengan rata-rata trend sebesar -1,35 persen. maka pihak manajemen bank harus mengetahui faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kejadian penurunan tren ROA tersebut. Salah satu faktor atas penurunan tren ROA pada bank pembangunan daerah yaitu faktor atas risiko usaha. Risiko usaha yang dihadapi suatu bank mencakup risiko likuiditas, risiko kredit, risiko pasar, risiko operasional. Hal inilah yang menjadi dasar penelitian tentang Pengaruh Risiko Usaha Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Pembangunan Daerah.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Pengaruh Return On Capital Employed (ROCE), Return On Asset (ROA), Dan Return On Equity (ROE) Terhadap Earnings Per Share (EPS) Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Pengaruh Return On Capital Employed (ROCE), Return On Asset (ROA), Dan Return On Equity (ROE) Terhadap Earnings Per Share (EPS) Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Puji dan syukur Penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat dan anugerah-Nya, sehingga Penulis mampu menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ” Pengaruh Retun On Capital Employed (ROCE), Return On Asset (ROA), dan Return On Equity (ROE) Terhadap Earnings Per Share (EPS) pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia” dengan baik dan tepat waktu

11 Baca lebih lajut

DENGAN RETURN ON ASSET SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS PADA BANK UMUM SYARIAH) ARTIKEL ILMIAH

DENGAN RETURN ON ASSET SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI KASUS PADA BANK UMUM SYARIAH) ARTIKEL ILMIAH

mengukur kemampuan dan efisiensi aktiva dalam menghasilkan laba. Sebagai variabel moderasi, return on asset merupakan salah satu rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan memanfaatkan total aset yang dimiliki. Se- makin besar nilai return on asset maka semakin besar kinerja perusahaan, karena return yang diperoleh perusahaan semakin besar. Apabila tingkat bagi hasil bank syariah terlalu rendah maka tingkat ke- puasan nasabah akan menurun dan ke- mungkinan besar akan memindahkan dananya ke bank lain, sehingga return on asset akan meningkat jika pendapatan bank juga meningkat, dengan adanya pe- ningkatan pendapatan bank maka tingkat bagi hasil yamg diterima oleh nasabah juga meningkat. Demikian dapat di- simpulkan bahwa semakin tinggi retun on asset maka semakin tinggi bagi hasil yang diterima (Andryani dan Kunti, 2012). Perhitungan ROA dengan rumus:
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Return On Asset dan Economic Va

Pengaruh Return On Asset dan Economic Va

Return saham ditentukan oleh kinerja keuangan perusahaan. Kinerja perusahaan dapat diukur Return On Asset (ROA). ROA merupakan bagian dari rasio profitabilitas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Cara lain untuk mengukur sebuah kinerja perusahaan adalah dengan mengunakan Economic Value Added (EVA). EVA adalah ukuran nilai tambah ekonomis yang dihasilkan perusahaan sebagai akibat dari aktivitas atau strategi manajemen.

1 Baca lebih lajut

PENGARUH RETURN ON ASSET ROA RETURN ON E

PENGARUH RETURN ON ASSET ROA RETURN ON E

Return on Assets (ROA) adalah perbandingan antara laba bersih setelah pajak dengan aktiva untuk mengukur tingkat pengambilan investasi total. Semakin tinggi Return on Asset suatu perusahaan, semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai oleh perusahaan. Return on Asset perlu dipertimbangkan oleh investor dalam berinvestasi saham, karena Return on Asset berperan sebagai indikator efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset untuk memperoleh laba. Menurut Kasmir (2014), rasio ini dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aktiva yaitu sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Pengaruh Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA) dan Earning Per Share (EPS) terhadap Return saham Pada perusahaan Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Pengaruh Return on Equity (ROE), Return on Asset (ROA) dan Earning Per Share (EPS) terhadap Return saham Pada perusahaan Otomotif dan Komponen yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

Rasio keuangan yang berasal dari laporan keuangan perusahaan merupakan informasi yang penting bagi investor dalam mempertimbangkan investasinya di pasar modal. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS). Rasio tersebut sering digunakan oleh investor atau analis untuk memprediksi harga saham dan return saham.

11 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Return On Asset Biaya

Analisis Pengaruh Return On Asset Biaya

1. Return On Asset merupakan alat pengukur kinerja keuangan yang paling sering digunakan, karena dari rasio tersebut para pemegang kepentingan dapat mengukur keadaan perusahaan dan melihat sebaik apa perusahaan tersebut dapat menghasilkan laba dalam mengelola asetnya. Karena dapat berdampak pada kepercayaan investor dan para pemilik deposito pada perbankan tersebut. Oleh karena itu, disarankan bagi perbankan syariah agar selalu memanfaatkan aset yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan semaksimal mungkin sehingga dapat memberikan bagi hasil yang lebih baik untuk nasabahnya.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perhitungan Return On Asset (ROE)

Perhitungan Return On Asset (ROE)

Ultra Jaya Milk Tbk ULTJ Perhitungan Return On Asset ROE Lampiran 2 : Perhitungan Return On Asset ROE Tahun 2009 PERHITUNGAN ROE TAHUN 2009 No Nama Perusahaan Laba Setelah Pajak T[r]

126 Baca lebih lajut

RETURN ON ASSET (ROA) PADA

RETURN ON ASSET (ROA) PADA

Risiko pasar adalah risiko kerugian baik pada posisi on balance sheet maupun off balance sheet yang timbul dari pergerakan harga pasar (Badan Sertifikasi Manajemen Risiko, 2008: 13). Risiko ini dapat diukur dengan interest rate risk (IRR) dan Posisi Devisa Netto (PDN). IRR merupakan rasio yang memperlihatkan risiko mengukur kemungkinan bunga atau interest yang diterima oleh bank lebih kecil dibandingkan dengan bunga yang dibayarkan oleh bank (Martono, 2007 : 86). Jika tingkat suku bunga tinggi dan posisi IRSA (interest rate sensitivity asset) lebih besar dari IRSL (interest rate sensitivity liability) maka pengaruh antara IRR dengan ROA akan searah (positif) dan bila IRSA lebih rendah dari pada IRSL maka pengaruh IRR dengan ROA akan berbalik arah (negatif). Sedangkan pada saat tingkat suku bunga rendah dan posisi IRSA lebih tinggi dari IRSL maka pengaruh antara IRR dengan ROA akan berbalik arah (negatif) dan bila posisi
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Return on Asset (ROA)

Return on Asset (ROA)

Abstract: The performance of Bank Muamalat Indonesia (BMI) in 2011 increases its value continually for the stakeholders and contributes in national syariah banking development. Therefore, it is very important to analyze the financial performance in order to get the real description of the company. General financial analysis can be conducted by analyzing the financial ratio and Economic Value Added (EVA) approach. The result of the research shows that the best performance of BMI was in 2010 based on CAR and NPM values. According to ROA, ROE, and BOPO indicators, the best performance was in 2011. The EVA analysis shows that EVA value in the period of 2009-2011 was less than zero, which means that the best performance was not in the year. After getting the result of the financial ratio and EVA analysis, there is comparison between the interpretations of those financial performance results. The result of the comparison is significant. By using financial ratio approach, it shows that the bank has good remunerativeness. However, based on EVA analysis, the EVA value is less than zero, which means that BMI performance is not good. It can be concluded that the good performance based on financial ratio may become not good performance if we analyze it using EVA analysis.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - ANALISIS PENGARUH FDR, BOPO, NPF DAN DPK TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH (Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011-2013) - Perbanas Institutional Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - ANALISIS PENGARUH FDR, BOPO, NPF DAN DPK TERHADAP PROFITABILITAS BANK UMUM SYARIAH (Pada Bank Umum Syariah di Indonesia Tahun 2011-2013) - Perbanas Institutional Repository

cadangan kas, maka bank tidak akan memakai seluruh loanable funds yang ada karena sebagian dikembalikan lagi dalam bentuk cadangan tunai (cash reserve), ini berarti usaha pencapaian profitabilitas akan berkurang. Sebaliknya jika bank ingin mempertinggi profitabilitas, maka dengan cash reserve untuk likuiditas terpakai oleh bisnis bank, sehingga posisi likuiditas akan turun (Sinungan, 2000: 98). Jika rasio ini meningkat dalam batas tertentu maka akan semakin banyak dana yang disalurkan dalam bentuk pembiayaan, sehingga akan meningkatkan laba bank, dengan asumsi bank menyalurkan dananya untuk pembiayaan yang efektif. Dengan meningkatnya laba, maka Return On Asset (ROA) juga akan meningkat, karena laba merupakan komponen yang membentuk Return On Asset
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Di Bursa Efek Indonesia terdapat 16 perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar, namun hanya 11 perusahaan yang dijadikan objek penelitian dengan alasan telah menyampaikan laporan tahunan secara rutin selama lima tahun terakhir sesuai dengan periode data penelitian yang diperlukan dari tahun 2008 sampai dengan 2012 dengan informasi fluktuasi harga saham yang aktif. Dari 11 perusahaan tersebut kemudian dijadikan sebagai objek penelitian tentang faktor fundamental yang dapat mempengaruhi fluktuasi harga saham di perusahaan tersebut yaitu rasio profitabilitas yang meliputi Gross Profit Margin (GPM), Return On Asset (ROA), Return On Investment (ROI), Return On Equity (ROE), dan Earning Per Share (EPS).
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI

Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio likuiditas dan rasio profitabilitas terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Loan to Deposit Ratio (LDR), Loan to Asset Ratio (LAR), Return on Asset (ROA), dan Return on Equity (ROE) sementara Capital Adequacy Ratio (CAR) sebagai variabel dependen.

2 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham Pada Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Return Saham Pada Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi diperoleh nilai adjusted R Square adalah 0.187 hal ini berarti bahwa besarnya pengaruh variabel current ratio(CR), return on asset (ROA), return on equity (ROE), earning per share (EPS), debt to asset ratio (DAR), debt to equity ratio (DER), net profit margin (NPM), price to book value (PBV), price earning ratio (PER), growth profit (GP) terhadap perubahan harga saham adalah sebesar 18,7%. Sedangkan sisanya sebesar 81,3% adalah dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil uji simultan diperoleh kesimpulan bahwa variabel current ratio(CR), return on asset (ROA), return on equity (ROE), earning per share (EPS), debt to asset ratio (DAR), debt to equity ratio (DER), net profit margin (NPM), price to book value (PBV), price earning ratio (PER), growth profit (GP) berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini sesuai dengan teori dimana kinerja keuangan seharusnya mempengaruhi return saham perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi karena kemampuan perusahaan dalam bertahan hidup, menghasilkan laba, bersaing, dan berkembang dapat dilihat dari kinerja keuangannya.
Baca lebih lanjut

96 Baca lebih lajut

Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI

Pengaruh Rasio Likuiditas dan Rasio Profitabilitas terhadap Capital Adequacy Ratio (CAR) pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di BEI

Return On Asset (ROA) merupakan perbandingan laba bersih dengan total asset yang dimiliki bank. Menurut Dendawijaya (2005 :120) “Rasio ROA digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam memperoleh keuntungan (laba) secara keseluruhan, semakin besar ROA semakin besar pula tingkat keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank dari segi penggunaan aktiva”. ROA memberikan gambaran tentang kemampuan bank dalam memanfaatkan aset yang dimilikinya untuk menghasilkan laba bagi bank yang bersangkutan. Semakin besar ROA suatu bank berarti semakin besar keuntungan yang diperoleh bank dan semakin baik pengelolaan aset perbankan.
Baca lebih lanjut

113 Baca lebih lajut

S MBS 1100877 Table of content

S MBS 1100877 Table of content

DAFTAR TABEL NO JUDUL TABEL HAL 1.1 Perkembangan Return On Asset Perusahaan PerbankanDi Indonesia Dalam Persen………....……… 2 1.2 Perkembangan Return On Asset ROA Pt.. 73 4.3 Perk[r]

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Faktor Fundamental Terhadap Harga Saham Industri Perbankan di Indonesia

Pengaruh Faktor Fundamental Terhadap Harga Saham Industri Perbankan di Indonesia

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, capital edequacy ratio, return on asset, return on equity, net interest margin, loan to deposit ratio, not performing asset to earning asset dan earning per share mempunyai pengaruh terhadap harga saham. Secara partial variable bebas hampir semua berpengaruh signifikan terhadap harga saham kecuali ROA, LDR dan NPATEA.

3 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...