dan sektor pemerintah

Top PDF dan sektor pemerintah:

MANAJEMEN STRATEGIS SEKTOR PEMERINTAH daerah

MANAJEMEN STRATEGIS SEKTOR PEMERINTAH daerah

Abstrak – Manajemen startegis tidak hanya digunakan pada sektor privat atau swasta tetapi juga telah diterapkan pada sektor publik atau pemerintah. Penerapan manajemen strategis pada kedua jenis institusi tersebut tidalah jauh berbeda. Jika di sektor swastabertujuan mencari laba, maka pada sektor pemerintah manajemen strategis lebih pada memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kata Kunci: manajemen strategis, strategi, renstra, visi, misi

5 Baca lebih lajut

PERUMUSAN STRATEGI MEKANISASI AGRIKULTUR KONSEP METODOLOGI dan PERAN SEKTOR SWASTA dan PEMERINTAH

PERUMUSAN STRATEGI MEKANISASI AGRIKULTUR KONSEP METODOLOGI dan PERAN SEKTOR SWASTA dan PEMERINTAH

produksi agrikultur.Yang ke tiga perumusan suatu strategi, adalah penting untuk menggambarkan suatu situasi masa depan. Hasilkan strategi akan menjadi definisi tindakan yang diperlukan untuk pindah;gerakkan dari situasi yang ada kepada situasi yang masa depan. Ini akan biasanya jadilah dibagi menjadi melukiskan peran yang masing-masing pribadi dan sektor pemerintah. Ini adalah dihadapkan dengan secara lebih detil di dalam yang kedua bagian dari catatan kertas ini.Akhirnya, strategi dokumen perlu dengan jelas menggambarkan tindakan kelanjutan dan aktivitas untuk membantu pembuat kebijaksanaan dan perencana untuk
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PEMERINTAH 201

MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PEMERINTAH 201

Set elah st rat egi di at as dicapai, pelayanan di bidang kepabeanan dan cukai yang efektif dan efisien akan dapat dicapai dengan dukungan pegaw ai berkom pet ensi yang cukup, sert a m [r]

11 Baca lebih lajut

PERUMUSAN STRATEGI MEKANISASI AGRIKULTUR KONSEP, METODOLOGI dan PERAN SEKTOR SWASTA dan PEMERINTAH | Karya Tulis Ilmiah

PERUMUSAN STRATEGI MEKANISASI AGRIKULTUR KONSEP, METODOLOGI dan PERAN SEKTOR SWASTA dan PEMERINTAH | Karya Tulis Ilmiah

Yang kedua, yang isu kebijakan berdampak pada pada mekanisasi kebun dikenali dan suatu analisa lingkup masalah dan batasan dibuat. Pekerjaan ini biasanya dilaksanakan menutup kerjasama dengan pejabat dari Kementerian Pertanian .Dengan begitu suatu kesadaran dapat diciptakan implikasi ukuran politis pada mekanisasi agrikultur dan lebih lanjut pada produksi agrikultur. Yang ke tiga perumusan suatu strategi, adalah penting untuk menggambarkan suatu situasi masa depan. Hasilkan strategi akan menjadi definisi tindakan yang diperlukan untuk pindah;gerakkan dari situasi yang ada kepada situasi yang masa depan. Ini akan biasanya jadilah dibagi menjadi melukiskan peran yang masing-masing pribadi dan sektor pemerintah. Ini adalah dihadapkan dengan secara lebih detil di dalam yang kedua bagian dari catatan kertas ini.
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

analisis potensi penghematan di provinsi di yogyakarta

analisis potensi penghematan di provinsi di yogyakarta

Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis peluang potensi penghematan pada keenam sektor, yaitu sektor rumah tangga, sektor sosial, sektor bisnis, sektor pemerintah, sektor industri dan sek[r]

30 Baca lebih lajut

KERJASAMA PEMERINTAH DAN SEKTOR SWASTA D

KERJASAMA PEMERINTAH DAN SEKTOR SWASTA D

dapat kita bagi menjadi dua bagian atau sektor yaitu sektor pemerintah dan sektor swasta. Keduanya dapat bertindak sendiri- sendiri maupun terjadi antara keduanya dalam praktek korupsi. Contoh yang dapat kita lihat adalah para politisi yang menerima suap atau gratifikasi dari sektor swasta dalam rangja modal utama melakukan kampanye dan sebagai gantinya pihak swasta pemberi suap atau gratifikasi akan menerima janji-janji yang telah disepakati sebelumnya yang biasanya untuk "memuluskan" usaha dengan jalan pintas. KERJASAMA PEMERINTAH DAN SEKTOR SWASTA DALAM MEMBERANTAS KORUPSI
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Meneropong Problem Pendidikan Di Indonesia Refleksi Hari Pendidikan Nasional.

Meneropong Problem Pendidikan Di Indonesia Refleksi Hari Pendidikan Nasional.

Pendidikan di Indonesia telah diamanatkan dalam UUD ’45 (hasil amandemen) pasal 31. Dengan amanat tersebut pemerintah atau negara berkewajiban untuk memberikan dan menyelenggarakan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan terjangkau oleh seluruh rakyat Indonesia. Pendidikan ini diselenggarakan dalam rangka mendidik dan mencerdaskan rakyat agar dengan pendidikan yang telah ditempuhnya bisa digunakan untuk mencari dan mewujudkan taraf kehidupan yang layak, makmur dan sejahtera.

5 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN SEKTOR KESEHATAN TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI LAMPUNG

ANALISIS PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN SEKTOR KESEHATAN TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI LAMPUNG

Banyak pertimbangan yang mendasari pengambilan keputusan pemerintah dalam mengatur pengeluarannya. Pemerintah tidak cukup hanya meraih tujuan akhir dari setiap kebijaksanaan pengeluarannya, tetapi juga harus memperhitungkan sasaran antara yang akan menikmati kebijaksanaan tersebut. Memperbesar pengeluaran dengan tujuan semata-mata untuk meningkatkan pendapatan nasional atau memperluas kesempatan kerja adalah tidak memadai, melainkan harus diperhitungkan siapa yang akan terpekerjakan atau meningkat pendapatannya. Pemerintah pun perlu menghindari agar peningkatan perannya dalam perekonomian tidak melemahkan kegiatan pihak swasta (Dumairy, 1997). Teori mengenai pengeluaran pemerintah juga dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian yaitu teori makro dan teori mikro (Mangkoesoebroto, 1994).
Baca lebih lanjut

85 Baca lebih lajut

Pengaruh Ketimpangan Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Barat

Pengaruh Ketimpangan Pendidikan dan Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketimpangan Pendapatan di Provinsi Jawa Barat

Permasalahan heteroskedastisitas dan autokorelasi akan mempengaruhi perkiraan nilai parameter. Untuk mengatasi masalah heteroskedastisitas, model fixed effect diberi perlakuan cross section weights pada GLS weights-nya seperti pada Lampiran 7 dan untuk mengatasi masalah autokorelasi, model diberi perlakuan cross section SUR (PCSE) pada metode coefficient covariance method- nya pada Lampiran 8, sehingga didapatkan model terbaik adalah pendekatan Estimated Generalized Least Square (Lampiran 9). Hasil estimasi model ini secara ringkas disajikan pada Tabel 10 dimana nilai koefisien determinan (R 2 ) diperoleh sebesar 0.814427 atau 81.44 %. Hal ini menunjukkan bahwa 81.44 % ketimpangan pendapatan dipengaruhi oleh variabel gini pendidikan, PDRB, anggaran pendidikan, share sektor pertanian dan share sektor industri pengolahan. Sedangkan sisanya sebesar 18.56% dijelaskan oleh variabel lain.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Analisis Potensi Sektor Pariwisata untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja dan Pendapatan Masyarakat Provinsi Bali

Analisis Potensi Sektor Pariwisata untuk Meningkatkan Kesempatan Kerja dan Pendapatan Masyarakat Provinsi Bali

Perubahan stok adalah nilai stok barang pada akhir periode penghitungan dikurangi dengan nilai stok pada awal periode. Perubahan stok dapat digolongkan menjadi: (i) perubahan stok barang jadi dan barang setengah jadi yang disimpan oleh produsen, termasuk perubahan jumlah ternak dan unggas dan barang-barang strategis yang merupakan cadangan nasional, (ii) perubahan stok bahan mentah dan bahan baku yang belum digunakan oleh produsen, (iii) perubahan stok di sektor perdagangan, yang terdiri dari barang-barang dagangan yang belum terjual. Dalam tabel I-O, perubahan stok diperlakukan sebagai bagian dari alokasi output sektor yang menghasilkan, bukan diletakkan di sektor yang menguasai stok tersebut.
Baca lebih lanjut

105 Baca lebih lajut

PENUTUP PENGARUH PENDAPATAN DARI SEKTOR PARIWISATA TERHADAP ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA DI KABUPATEN BANTUL.

PENUTUP PENGARUH PENDAPATAN DARI SEKTOR PARIWISATA TERHADAP ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DESA DI KABUPATEN BANTUL.

2. Pembagian hasil pendapatan dari sektor pariwisata antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa belum ada ketentuan sebagai hasil perjanjian antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Desa, Pembagian hasil Pendapatan ditentukan sepihak oleh kabupaten yang berupa kebijaksanaan dari Pemerintah Kabupaten Bantul. Untuk daerah Kabupaten Bantul yang ada pembagian pendapatannya dari sektor pariwisata hanya di Gua Cerme dimana 60 % ke Pemerintah Daerah dan 40% ke Pemerintah Desa.

27 Baca lebih lajut

t mpp 039493 chapter5

t mpp 039493 chapter5

pelacuran, tanpa ada langkah tepat untuk segera mengentaskannya. Hal ini bisa disebabkan karena perhatian pemerintah hanya tercurah pada sektor industri modern dan jasa komersial sebagai penunjang pembangunan sektor ekonomi, tetapi tidak begitu memperhatikan aspek lain yang dibutuhkan sebagai modal dasar sumberdaya insaninya yakni pendidikan yang akan memberikan pengetahuan, keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan didalam bekerja. Dengan minimnya keahlian yang dimiliki membuat kurangnya kemampuan dalam bersaing untuk memperoleh kerja, ditambah lagi dengan kecilnya daya serap pada setiap sektor kerja membuat banyak orang tidak dapat bekerja.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Sektor Transportasi Terhadap Pertumbuhan Sektor Transportasi Di Kota Medan

Analisis Pengaruh Pengeluaran Pemerintah Pada Sektor Transportasi Terhadap Pertumbuhan Sektor Transportasi Di Kota Medan

banyak dan kualitas yang lebih baik. Selain itu, pada tahap ini perkembangan ekonomi menyebabkan terjadinya hubungan antar sektor yang semakin rumit (complicated). Misalnya pertumbuhan ekonomi yang ditimbulkan oleh perkembangan sektor industri, menimbulkan semakin tingginya tingkat pencemaran udara dan air, dan pemerintah harus turun tangan untuk mengatur dan mengurangi akibat negatif dari polusi itu terhadap masyarakat. Pemerintah juga harus melindungi buruh yang berada dalam posisi yang lemah agar dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

111 Baca lebih lajut

Audit Sektor Publik PERTEMUAN XIII Dr Rilla Gantino, SE., AK., MM Akt-FEB

Audit Sektor Publik PERTEMUAN XIII Dr Rilla Gantino, SE., AK., MM Akt-FEB

menghasilkan trust atau kepercayaan dari masyarakat. Tanpa itu semua, menurutnya upaya menghapuskan prilaku-prilaku koruptif akan sulit untuk dilakukan. Untuk itu, semua pihak baik pemerintah, pelaku bisnis, masyarakat yang di dalamnya ada mahasiswa harus ikut menciptakan lingkungan yang

25 Baca lebih lajut

Evaluasi Kebijakan Pemerintah di Sektor

Evaluasi Kebijakan Pemerintah di Sektor

Lemahnya institusi industri kreatif, terutama disebabkan oleh belum adanya payung hukum yang mengatur tata kelola masing-masing subsektor industri kreatif. Sektor industri kreatif ini masih merupakan isu baru yang disinggung oleh pemerintah, sehingga payung hukum yang melindungi pelaku industri kreatif masih sangat minim. Dasar penentuan nomenklatur hanya berlandaskan pada Keputusan Presiden, sedangkan saat ini landasan berdirinya Badan ekonomi Kreatif hanya berupa Peraturan Pemerintah. Diperlukan payung hukum yang kuat seperti undang-undang agar industri kreatif dapat berkembang. Masalah klasik yang terjadi saat ini seperti tidak terjeratnya konsumen produk bajakan dan pelaku pembajakan juga hanya mendapatkan hukuman yang ringan, sehingga pembajakan karya industri kreatif sangat marak terjadi. Minimnya akses pembiayaan pelaku sektor ekonomi kreatif terjadi karena instrumen perbankan saat ini belum mengakomodir jenis usaha ekonomi kreatif yang produknya banyak berwujud intangible . Produk-produk berupa software, seni pertunjukan dan desain komukasi visual tersebut tidak memiliki wujud nyata, sehingga pihak kreditur akan berpikir dua kali untuk memberikan pinjaman modal pada pelaku ekonomi kreatif.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Laporan Keuangan dan Perhitungan Pajak Penghasilan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah : Studi Kasus pada Defi Kue

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Laporan Keuangan dan Perhitungan Pajak Penghasilan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah : Studi Kasus pada Defi Kue

Tujuan dari penelitian ini adalah menyusun laporan keuangan bagi sektor UMKM dan menghitung besarnya pajak penghasilan yang harus dibayarkan oleh sektor UMKM kepada pemerintah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan jenis data primer, yang berupa hasil wawancara dengan pemilik Defi kue, dan jenis data sekunder berupa nota penjualan dan pembelian barang serta bukti transaksi lainnya. Penyusunan laporan keuangan dilakukan terlebih dahulu dengan menyusun neraca lajur dan kemudian dilanjutkan dengan membuat laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan neraca untuk periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2012. Perbandingan dari perhitungan pajak antara PPh Pasal 21 Orang Pribadi, PPh Pasal 21 Badan, dan PP No. 46 Tahun 2013 ditemukan bahwa hasil dari PP No. 46 lebih kecil dibandingkan dengan PPh Pasal 21 Orang Pribadi dan PPh Pasal 21 Badan. Tetapi besarnya pajak yang sudah dibayarkan kepada fiskus, jumlahnya masih lebih kecil dibanding dengan PP No. 46. Tarif yang diatur dalam PP No.46 Tahun 2013 masih memberatkan pelaku UMKM dalam membayar pajak. Hal ini didapatkan dari wawancara dengan pemilik usaha Defi Kue. Sehingga pemerintah harus mempertimbangkan kembali pemungutan pajak dan tarif pajak pada PP No. 46 Tahun 2013.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Keberpihakan Pemerintah Terhadap Pembiayaan untuk UMKM Sektor Pertanian.

Keberpihakan Pemerintah Terhadap Pembiayaan untuk UMKM Sektor Pertanian.

Berdasarkan Susenas 2006 juga terungkap bahwa permasalahan keterbatasan modal menunjukkan porsi terbesar yaitu mencapai 35,7%, yang disebabkan antara lain karena ketidak mapuan UMKM mengakses modal dari lembaga keuangan formal, terutama untuk memenuhi persyaratan untuk mendapatkan kredit yang biasanya diukur dengan 5Cs ( character, capacity, capital, collateral dan condition). Capital dan collateral adalah dua faktor yang paling sulit dipenuhi. Selain masalah 5C ‟s di atas, UMKM mengalami berbagai masalah dalam memperoleh kredit bank, seperti bunga tinggi, jangkauan pelayanan bank yang masih terbatas. Hal ini disadari oleh pemerintah dan telah berupaya sedemikian rupa melakukan penyaluran skim-skim kredit untuk memenuhi kebutuhan UMKM seperti KUT, KIK, KMKP, KKP, KPE-N dan KUR. Namun demikian kredit program ini nampaknya hanya diminati oleh bank pemerintah untuk menyalurkannya. Artinya bahwa fungsi intermediasi lembaga keuangan (dalam hal ini „bank‟) dipengaruhi oleh kepemilikan bank.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN SEKTOR KESEHATAN TERHADAP IPM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA

PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN DAN SEKTOR KESEHATAN TERHADAP IPM DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA

Uji t terhadap parameter Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan (X2) menunjukan t hitung > t tabel (2,16 > 1,895). Artinya secara parsial variabel Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan mampu memberikan pengaruh terhadap IPM. Jadi dapat di simpulkan bahwa Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan dapat memberikan pengaruh yang signifikan terhadap IPM yang ada di Provinsi Sulawesi Utara pada taraf signifikansi a = 0,05. Nilai koefisien X2 sebesar -1,235458 ini berarti apabila Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan naik 1% maka IPM makan menurun 1,23%. Persamaan regresi menunjukan angka negatif untuk koefisien X2, hal ini tidak sesuai dengan harapan teoritik yang seharusnya Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan dapat memberikan pengaruh positif terhadap IPM.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PERANAN PEMERINTAH KABUPATEN BIREUEN DALAM MENINGKATKAN SEKTOR PERINDUSTRIAN

PERANAN PEMERINTAH KABUPATEN BIREUEN DALAM MENINGKATKAN SEKTOR PERINDUSTRIAN

Permodalan merupakan masalah klasik yang dihadapi oleh setiap unit usaha. Selama ini pemerintah kabupaten bireuen tidak mengalokasikan modal kepada industri yang sudah dibangun, sehingga tidak industri tersebut tidak bisa berproduksi. Modal sangat berpengaruh untuk terjadinya aktifitas faktor-faktor produksi yang berguna untuk meningkatkan kegiatan perekonomian di Kabupaten Bireuen. Modal merupakan faktor utama untuk menggerakkan berbagai aktifitas lainnya, sehingga apabila tidak tersedianya modal yang cukup maka kegiatan Industri di Kabupaten Bireuen tidak bisa terlaksana. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Prathama, S (2001 : 66- 67) yang menjelaskan bahwa “Modal adalah alat atau barang yang dihasilkan dan dapat digunakan untuk menghasilkan barang selanjutnya. Modal tidak harus berupa uang tetapi dapat berupa barang yang produksi. Fungsi modal dalam ekonomi untuk menghasilkan dan meningkatkan atau memperluas produksi. Semakin banyaknya modal digunakan dalam produksi semakin banyak pula barang yang dapat dihasilkan”.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects