dan Supervisi

Top PDF dan Supervisi:

BAB II KAJIAN TEORITIS Di dalam bagian ini tentang Kajian Teoritis dipetakan kedalam sub-sub bab yakni: 1)Pengelolaan manajemen, 2) Supervisi pendidikan, 3) Supervisi kunjungan kelas, 4) pengelolaan supervisi kunjungan kelas, 5) penelitian yang relevan, 6

BAB II KAJIAN TEORITIS Di dalam bagian ini tentang Kajian Teoritis dipetakan kedalam sub-sub bab yakni: 1)Pengelolaan manajemen, 2) Supervisi pendidikan, 3) Supervisi kunjungan kelas, 4) pengelolaan supervisi kunjungan kelas, 5) penelitian yang relevan, 6

Menurut Purwanto, N (2006: 89) jenis supervisi dibedakan menjadi: (a) supervisi umum dan supervisi pengajaran,yaitu supervisi yang dilakukan terhadap kegiatan-kegiatan atau pekerjaan yang secara tidak langsung berhubungan dengan usaha perbaikan pengajaran sedangkan supervisi pengajaran ialah kegiatan-kegiatan kepengawasan yang dtujukan untuk memperbaiiki kondisi baik personel maupun material demi terciptanya tujuan pendidikan; (b) supervisi klinis,termasuk bagian dari supervisi pengjaran yang pelaksanaannya lebih ditekankan mencari sebab-sebab atau kelemahan dalam proses belajar mengajar dan cara memperbaikinya; dan (3) pengawasan melekat dan pengawasan fungsional, yaitu suatu kegiatan administrai dan manajemen yang dilakukan oelh Pimpinan satuan kerja.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Kepala Sekolah 25    Evaluasi Program Supervisi Pendidikan

Kepala Sekolah 25 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan

Evaluasi program supervisi pendidikan adalah pemberian estimasi terhadap pelaksanaan supervisi pendidikan untuk menentukan keefektifan dan kemajuan dalam rangka mencapai tujuan supervisi pendidikan yang telah ditetapkan. Dalam evaluasi program superrvisi pendidikan untuk perbaikan pengajaran melibatkan penentuan perubahan yang terjadi pada periode tertentu, perubahan yang diharapkan dari semua personel dalam supervisi dan dalam perbaikan program melibatkan kepala sekolah (supervisor), guru, dan murid. Supervisor dan guru bekerjasama untuk membawa perubahan- perubahan dalam diri anak didik. Lebih dari pada itu semua yang harus dipertimbangkan sebagai ruang lingkup supervisi pendidikan adalah meliputi rencana perbaikan, organisasi perencanaan, tujuan yang akan dicapai, teknik-teknik pencapaian tujuan, dan perubahan- perubahan yang dilakukan di bidang kurikulurn dan bimbingan.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN TEORI A. Teori yang Relevan 1. Perencanaan Pembelajaran - PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN GURU TERHADAP MUTU RPP DI SD N 1 KALIMANAH WETAN KABUPATEN PURBALINGGA - repository perpustakaan

BAB II KAJIAN TEORI A. Teori yang Relevan 1. Perencanaan Pembelajaran - PENGARUH SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN GURU TERHADAP MUTU RPP DI SD N 1 KALIMANAH WETAN KABUPATEN PURBALINGGA - repository perpustakaan

Tipe ini tidak jauh berbeda dengan tipe inspeksi. Sifatnya memaksakan kehendaknya. Apa yang diperkirakannya sebagai sesuatu yang baik, meskipun tidak cocok dengan kondisi atau kemampuan pihak yang disupervisi tetap saja dipaksakan berlakunya. Guru sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bertanya mengapa harus demikian. Supervisi ini mungkin masih bisa diterapkan secara tepat untuk hal-hal yang bersifat awal. Contoh supervisi yang dilakukan kepada guru yang baru mulai mengajar. Dalam keadaan demikian, apabila supervisor tidak bertindak tegas, yang disupervisi mungkin menjadi ragu-ragu dan bahkan kehilangan arah yang pasti. (c) Tipe Training dan Guidance
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI MAN BEUREUNUEN

PELAKSANAAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DI MAN BEUREUNUEN

Tidak kalah penting dari penjelasan di atas, istilah pembimbingan dalam pelaksanaan program supervisi klinis mengacu juga pada usaha yang bersifat manusiawi, demokratis dan tidak otoriter. Cogan dkk (Karwati dan Priansa, 2013) menyatakan bahwa “ ada dua asumsi yang mendasari program supervisi klinis yaitu pengajaran merupakan aktivitas yang sangat kompleks yang memerlukan pengamatan dan analisis secara hati-hati dan guru-guru yang ingin mengembangkan profesionalismenya lebih menghendaki cara yang kolegikal daripada autotarian”.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Supervisi Akademik 1. Supervisi Manajeri

Supervisi Akademik 1. Supervisi Manajeri

Koopratif Dalam melaksanakan supervisi hendaknya dapat mengembangkan usaha bersama untuk menciptakan situasi belajar mengajar yang lebih baik.. Konstruktif dan Kreatif Dalam melaksanak[r]

2 Baca lebih lajut

KOORDINASI PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN PADA SD NEGERI LAMPEUNEURUT KABUPATEN ACEH BESAR | Niswanto | Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah 8360 18844 1 SM

KOORDINASI PENGAWAS DAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN PADA SD NEGERI LAMPEUNEURUT KABUPATEN ACEH BESAR | Niswanto | Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah 8360 18844 1 SM

Dalam melaksanakan supervisi pendidikan, pengawas perlu kerja sama dengan kepala sekolah untuk memberi pembinaan dan bimbingan terhadap guru di kelas sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan uraian di atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Bagaimana koordinasi pengawas dengan kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pendidikan pada SD Negeri Lampeuneurut Kabupaten Aceh Besar.

5 Baca lebih lajut

Pengaruh Pelatihan Supervisi Kepala Ruangan terhadap Perubahan Iklim Organisasi Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (IPI) Medan

Pengaruh Pelatihan Supervisi Kepala Ruangan terhadap Perubahan Iklim Organisasi Perawat Pelaksana di Rumah Sakit Umum Imelda Pekerja Indonesia (IPI) Medan

Hawkins dan Shohet (2006) menyatakan supervisor yang baik meliputi: 1) Fleksibilitas: dapat bergerak antara konsep-konsep teoritis dan penggunaan berbagai intervensi dan metode, 2) Pandangan multi-perspektifal: mampu melihat situasi yang sama dari berbagai sudut, 3) Peta kerja disiplin di mana mereka melakukan supervisi, 4) Kemampuan bekerja secara transkultural, 5) Kapasitas untuk mengelola dan mengatasi kecemasan mereka sendiri dari yang disupervisi, 6) Keterbukaan untuk belajar dari yang disupervisi dan situasi baru yang muncul, 7) Kepekaan terhadap isu-isu kontekstual yang lebih luas berdampak pada terapi dan proses pengawasan, 8) Menangani persaingan secara tepat dan tidak menindas, dan 9) Humoris, kerendahan hati dan kesabaran.
Baca lebih lanjut

39 Baca lebih lajut

PELAKSANAAN SUPERVISI PAUD OLEH PENGAWAS UPPD KECAMATAN TEGAL BARAT DI TAMAN KANAK KANAK LITTLE STAR TEGAL

PELAKSANAAN SUPERVISI PAUD OLEH PENGAWAS UPPD KECAMATAN TEGAL BARAT DI TAMAN KANAK KANAK LITTLE STAR TEGAL

4. Jurnal of Science teacher Education on December1993, Volume 4, Issue 1 pp18-23 yang ditulis oleh Dr. Ann M, L Cavallo, Craig J Tice dengan judul “A Problem solving model for use in science student teacher supervision. Penelitian ini dilakukan pada murid sekolah dasar yang bertujuan untuk mengetahui gambaran teknik supervisi yang digunakan oleh guru dari murid untuk mengatasi masalah pada proses pembelajaran IPA dengan pelaksanaan supervisi oleh diri mereka sendiri. Sehingga diharapkan murid-murid itu mampu mengevaluasi saat proses pembelajaran, mengevaluasi metode yang mereka gunakan saat mengajar sekaligus pemecahan masalah serta dapat lebih tanggung jawab saat latihan mengajar tanpa lepas dari bimbingan dan pengarahan dari guru.
Baca lebih lanjut

138 Baca lebih lajut

25 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan

25 Evaluasi Program Supervisi Pendidikan

Supervisi pendidikan (supervisi akademik) adalah bantuan atau pelayanan kepada guru-guru agar pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lebih baik dan berkualitas. Fungsi dasar supervisi meningkatkan atau memperbaiki situasi belajar bagi murid, demikian pendapat tokoh dibidang supervisi pendidikan Kimbal Wiles, (1967) sementara itu H.P Adams dan Frank G. Dicky dalam bukunya yang berjudul “ Basic principles of Supervision” menjelaskan secara eksplisit bahwa “ Supervisi merupakan program berencana untuk memperbaiki pengajaran”. Jelaslah sekarang bahwa supervisi merupakan aktivitas yang terprogram, berencana, dan berlangsung kontinyu. Oleh sebab itu akvitas supervisi pendidikan harus dievaluasi, sebab supervisi pendidikan beraktivitas secara terprogram, evaluasi program supervisi pendidikan tersebut harus dilaksanakan secara kontinyu terprogram dan mengunakan prinsip komperhensip, obyektif, operatif dan kontinyu.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

ARTIKEL PUBLIKASI  ILMIAH   Pengelolaan Supervisi Klinis (Studi Kasus Di Sdn Tempel Banjarsari Surakarta).

ARTIKEL PUBLIKASI ILMIAH Pengelolaan Supervisi Klinis (Studi Kasus Di Sdn Tempel Banjarsari Surakarta).

Sekolah sebagai organisasi dipandang mengandung arti optimalisasi sumber-sumber daya atau pengelolaan dan pengendalian. Optimalisasi sumber- sumber daya berkenaan dengan pemberdayaan sekolah yang merupakan alternatif yang paling tepat untuk mewujudkan suatu sekolah yang mandiri dan memiliki keunggulan. Pemberdayaan yang dimaksudkan disini adalah memberikan otonomi yang luas dalam memecahkan masalah kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dimana hal itu memerlukan suatu perubahan kebijakan di bidang manajemen sekolah dengan prinsip memberikan kewenangan dalam pengelolaan dan pengambilan keputusan sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan setiap sekolah dan untuk pelaksanaannya membutuhkan supervisi (pengawasan)(Ngalim Purwanto, 2008: 16).
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Konsep supervisi akademik atau supervisi

Konsep supervisi akademik atau supervisi

Konsep supervisi akademik atau supervisi pendidikan dalam literatur mutakhir pada dasarnya masih sejalan dengan konsep-konsep yang telah dibicarakan dalam literatur- literatur yang mendahuluinya. Supervisi pendidikan dipandang sebagai kegiatan yang ditunjukkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Dalam konteks profesi pendidikan, khususunya profesi mengajaran, mutu pembelajaran merupakan refleksi dari kemamuan profesional guru. Oleh karena itu, supervisi pendidikan berkepentingan dengan upaya peningkatan kemampuan professional guru, yang pada gilirannya akan berdampak terhadap peningkatan mutu proses dan hasil pembelajaran.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Model Program Supervisi Kepsek Edit GP

Model Program Supervisi Kepsek Edit GP

Perumusan program supervisi merupakan komponen wajib pendukung tindak kepemimpinan pembelajaran oleh kepala sekolah sesuai dengan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil yang dijabarkan dalam Peraturan Kepala BKN Nomor 1 Tahun 2013 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil. Perumusan dokumen ini sesuai Permendiknas Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah dan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 Tentang Sandar Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

39 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Kompetensi supervisi kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MIN 2 Tanggamus Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus - Raden Intan Repository

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah - Kompetensi supervisi kepala Madrasah dalam meningkatkan kinerja guru di MIN 2 Tanggamus Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus - Raden Intan Repository

Kepala sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. Sebagai kepala sekolah yang ditugaskan untuk memimpin dan membawahi para pegawainya sangat dituntut kepiawaiannya dalam mengelola dan mengorganisir lembaga pendidikan yang dijalankannya, sehingga apa yang menjadi tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal. Karena itulah kepala sekolah berkewajiban untuk memberikan bimbingan dan pembinaan terhadap bawahannya khususnya guru dalam rangka terus memacu dan memperbaiki kinerja guru. Disinilah diperlukan adanya kemampuan dalam melakukan pengawasan atau supervisi terhadap para guru.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PENGELOLAAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMP KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN PENGELOLAAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMP KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN.

PENGELOLAAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMP KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN PENGELOLAAN SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMP KECAMATAN KEDAWUNG KABUPATEN SRAGEN.

Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu suatu penelitian yang menggunakan data deskriftif yang berupa kutipan data, gambar kata-kata tertulis atau lisan dari seseorang atau peristiwa yang diamati. Desain penelitian ini adalah etnografi karena penelitian ini berhubungan dengan suatu grup atau kelompok masyarakat yang hidup bersama. Lokasi penelitian SMP di Kecamaatan Kedawung kabupaten Sragen. Waktu penelitian 4 bulan, yaitu mulai bulan Desember 2014 sampai dengan Maret 2015. Sumber Data Penelitian meliputi Informan, dokumen, dan tempat atau peristiwa. Informan yaitu guru dalam pelaksanaan supervisi pendidikan di kecamatan Kedawung kabupaten Sragen, foto atau gambar pembelajaran, kata-kata tertulis atau lisan dari hasil wawancara kepada Kepala Sekolah, guru mengenai pengelolaan supervisi pendidikan di SMP. Teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan situs tunggal dengan analisis kualitatif metode alir. Keabsahan data menggunakan triangulasi metode, pengecekan dengan anggota, penyusunan data base, dan penyusunan mata rantai semua bukti penelitian.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Nn

Nn

Peningkatan mutu pendidikan ditentukan oleh kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pendidikan. Guru merupakan salah satu faktor penentu tinggi rendahnya mutu hasil pendidikan, sehingga upaya peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dipisahkan dari peningkatan guru baik dalam segi jumlah maupun mutunya. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan motivasi dan kinerja guru adalah melalui program sertifikasi dan supervisi kepala sekolah.

49 Baca lebih lajut

SUPERVISI KLINIS Mochamad Nurcholiq Choliq7791gmail.com Abstraksi

SUPERVISI KLINIS Mochamad Nurcholiq Choliq7791gmail.com Abstraksi

Dari beberapa pendapat di atas kiranya dapat penulis analisis bahwa supervisi klinis adalah salah satu jenis pendekatan supervisi 14 akademik yang di dalamnya terdapat pertemuan langsung antara supervisor dan guru. Dan supervisi ini menjahui tindak inspeksi. Pendekatan ini difokuskan pada peningkatan mengajar dengan melalui siklus yang sistematik, dalam perencanaan, pengamatan serta analisis yang intensif dan cermat tentang penampilan mengajar yang nyata. Seluruh aktivitas ini bertujuan mengadakan perubahan dengan cara yang rasional atau suatu proses memahami, mencegah dan memulihkan keadaan guru ke ambang normal.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

SUPERVISI PEMBELAJARAN KEPALA MADRASAH DAN MOTIVASI MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA GURU MI DI KECAMATAN KOTA KUDUS | Mohtarom | QUALITY 2177 7431 1 SM

SUPERVISI PEMBELAJARAN KEPALA MADRASAH DAN MOTIVASI MENGAJAR DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN KERJA GURU MI DI KECAMATAN KOTA KUDUS | Mohtarom | QUALITY 2177 7431 1 SM

Disiplin merupakan kunci keberhasilan lembaga pendidikan, sekuat apapun sumber daya yang dimiliki akan tetapi tidak ada kedisiplinan dalam bekerja maka akan sulit lembaga pendidikan untuk mencapai Visi dan Misinya. Tujuan pendidikan akan terwujud manakala ada disiplin yang kuat dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian di Madrasah Ibtidaiyah se-kecamatan Kota Kudus ini menunjukkan bahwa disiplin guru akan terwujud manakala adanya supervisi kepala madrasah dan motivasi mengajar guru, hasilnya ada pengaruh yang sangat signifikan bahwa kedisiplinan mengajar guru termasuk kemampuan mengajar guru sangat dipengaruhi adanya layanan dan bimbingan kepala madrasah berupa Supervisi pembelajaran kepala madrasah dan motivasi mengajar guru.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

SUPERVISI PENDIDIKAN

SUPERVISI PENDIDIKAN

Tipe ini tidak jauh berbeda dengan tipe inspeksi. Sifatnya memaksakan kehendaknya. Apa yang diperkirakannya sebagai sesuatu yang baik, meskipun tidak cocok dengan kondisi atau kemampuan pihak yang disupervisi tetap saja dipaksakan berlakunya. Guru sama sekali tidak diberi kesempatan untuk bertanya mengapa harus demikian. Supervisi ini mungkin masih bisa diterapkan secara tepat untuk hal-hal yang bersifat awal. Contoh supervisi yang dilakukan kepada guru yang baru mulai mengajar. Dalam keadaan demikian, apabila supervisor tidak bertindak tegas, yang disupervisi mungkin menjadi ragu-ragu dan bahkan kehilangan arah yang pasti.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

SUPERVISI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MAN 2 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

SUPERVISI KEPALA MADRASAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MAN 2 TULUNGAGUNG - Institutional Repository of IAIN Tulungagung

3) Menentukan model supervisi, yang biasa digunakan oleh kepala madrasah adalah model supervisi campuran, namun kepala madrasah sering menggunakan model supervisi klinis, dimana kepala madrasah memberi bantuan terhadap kesulitan yang sedang dihadapi guru, bukan memberi perintah saja. Kepala madrasah mendengar keluhan guru kemudian memberikan bantuan apabila saya mampu untuk membantu dan apabila tidak, nantinya akan dimusyawarohkan bersama guru yang lainnya pada saat rapat bersama.”

22 Baca lebih lajut

KISI (3)

KISI (3)

Melaksanakan supervisi akademik terhadap guru dengan menggunakan pendekatan dan teknik supervisi yang tepat · Melaksanakan supervisi akademik yang didasarkan pada kebutuhan · dan masala[r]

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...