daun dandang gendis

Top PDF daun dandang gendis:

Uji Efek Terapeutik Dari Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Sebagai Diuretik  Pada Tikus Putih Jantan

Uji Efek Terapeutik Dari Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Sebagai Diuretik Pada Tikus Putih Jantan

Ekstrak etanol 80% daun dandang gendis dengan dosis 150 mg/kg BB memberikan efek diuretika, dan pada dosis 300, 450 mg/kg BB memberikan hasil anti diuretika dibandingkan terhadap kontrol (suspensi CMC 5 mg) dan Furosemid (3,6 mg/kg BB) yang diberikan secara oral selama 6 jam. Hasil pengukuran volume urin dengan AAS setelah pemberian EDG dosis 150 mg/kg BB 8,7 ml, dosis 300 mg/kg BB 4,1 ml, dosis 450 mg/kg BB 1,8 ml dengan pembanding furosemid dosis 3,6 mg/kg BB 6,73 ml secara oral selama 6 jam. Kadar natrium dosis 150 mg/kg BB 46,905 mcg, dosis 300 mg/kg BB 17,965 mcg, dan dosis 450 mg/kg BB 10,376 mcg dibandingkan dengan furosemid 35,92 mcg. Kadar kalium dosis 150 mg/kg BB 104,23 mcg, dosis 300 mg/kg BB 72,461 mcg, dosis 450 mg/kg BB 23,206 mcg dengan pembanding furosemid 146,24 mcg memiliki efek yang sama pada ekstrak etanol pada dosis 150 mg/kg BB sedangkan pada dosis 300 dan 450 mg/kg BB volume urinnya menurun dibandingkan dengan furosemid.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Perbandingan Efek Antiinflamasi Fraksi Etilasetat Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Bentuk Suspensi Dan Yang Diperangkapkan Dalam Matriks Nata De Coco

Perbandingan Efek Antiinflamasi Fraksi Etilasetat Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Bentuk Suspensi Dan Yang Diperangkapkan Dalam Matriks Nata De Coco

Ekstraksi serbuk daun dandang gendis dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 80%, lalu difraksinasi dengan pelarut n-heksan dan etilasetat. Fraksi etilasetat yang diperoleh diuapkan dengan rotary evaporator dan dikeringkan dengan freeze dryer pada suhu -40 o C. Terhadap ekstrak etanol yang diperoleh dilakukan karakterisasi dan diperangkapkan ke dalam matriks nata de coco dengan cara merendam matriks nata de coco ke dalam fraksi etilasetat selama 24 jam, kemudian dikeringkan dalam freeze dryer. Pengujian efek antiinflamasi tikus putih yang digunakan dibagi menjadi 10 kelompok, kontrol (CMC 0,5% dan nata de coco), pembanding indometasin (suspensi dan yang diperangkapkan dalam matriks nata de coco) dosis 10 mg/KgBB, fraksi etilasetat daun dandang gendis (bentuk suspensi maupun yang diperangkapkan dalam matriks nata de coco) dosis 30, 45 dan 60 mg/KgBB, sebagai penginduksi radang yaitu karagenan 1% secara intraplantar pada kaki tikus. Pengukuran volume kaki tikus diukur dengan plestimometer digital UGO Basile.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Pada Mencit

Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Pada Mencit

Serbuk simplisia daun dandang gendis dimaserasi dengan pelarut etanol 80% selama 5 (lima) hari sambil sering diaduk, diserkai, diperas, dicuci ampas dengan etanol 80%. Maserat diuapkan hingga kental dan di freeze dryer. Ekstrak yang diperoleh diuji toksisitas terhadap mencit dengan fixed dose method. Mencit yang digunakan sebanyak 25 ekor dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok kontrol (K) diberi Na-CMC 0,5%, kelompok perlakuan (P) diberi ekstrak etanol daun dandang gendis dosis 5, 50, 300 dan 2000 mg/kg bb yang diberikan dalam dosis tunggal satu kali pada hari pertama. Selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap gejala toksik yang meliputi berat badan, berat organ relatif, konsumsi makanan dan minuman selama 14 hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA yang dilanjutkan dengan post hoc Tukey.
Baca lebih lanjut

72 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Matriks Nata De Coco Terhadap Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f) Lindau)

Pemanfaatan Matriks Nata De Coco Terhadap Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f) Lindau)

Penelitian ini meliputi karakterisasi terhadap simplisia dan ekstrak. Ekstraksi serbuk simplisia secara maserasi menggunakan pelarut etanol 80%. Pembuatan nata de coco secara fermentasi air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylinum dengan penambahan gula, urea dan asam cuka. Kemudian ekstrak diformulasikan menjadi bentuk sediaan kapsul dengan merendam serbuk nata de coco ke dalam larutan ekstrak etanol daun dandang gendis selama 24 jam dan dikeringkan menggunakan freeze dryer. Selanjutnya dilakukan uji preformulasi, uji pelepasan dengan metode dayung dalam medium air pada suhu 37± 0,5 0 C dengan kecepatan putaran 50 rpm dan evaluasi kapsul.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm f.) Lindau) Menggunakan Matriks Nata De Coco Dan Gel Dalam Penyembuhan Luka Sayat

Pemanfaatan Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm f.) Lindau) Menggunakan Matriks Nata De Coco Dan Gel Dalam Penyembuhan Luka Sayat

Serbuk daun dandang gendis diekstraksi dengan pelarut etanol selama 5 hari, serkai, ampasnya dicuci dengan etanol, filtrat didiamkan selama 2 hari kemudian dienaptuangkan. Maserat yang diperoleh di uapkan dengan bantuan rotary evaporator. Ekstrak yang diperoleh diperangkapkan pada matriks nata de coco dengan cara merendam selama 24 jam kemudian di freeze dryer. Selain itu ekstrak etanol juga diformulasi menjadi sediaan gel menggunakan HPMC (Hydroxypropylmethylcellulose) sebagai dasar gel. Masing-masing ekstrak daun srikaya dalam bentuk matriks nata de coco dan sediaan gel di uji terhadap kelinci yang telah dibuat luka sayat sepanjang 2 cm dengan variasi konsentrasi 0,25%, 0,5% dan 0,75%. Untuk ekstrak yang diperangkapkan pada matriks nata de coco diberikan satu kali sehari, sebagai kontrol diberi matriks tanpa ekstrak sedangkan untuk sediaan gel diberi tiga kali sehari, sebagai kontrol diberi dasar gel, masing-masing kelompok dilakukan terhadap enam ekor kelinci dengan berat 1,5-2,0 kg.
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

PENGARUH EKSTRAK DAUN DANDANG GENDIS (CLINACANTHUS NUTANS LINDAU) TERHADAP PENGELUARAN AIR SENI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

PENGARUH EKSTRAK DAUN DANDANG GENDIS (CLINACANTHUS NUTANS LINDAU) TERHADAP PENGELUARAN AIR SENI PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR

Gambar 2.1. Tanaman dandang gendis...................................................... 2.2. Anatomi ginjal....................................................................... 2.3. Proses diuresis....................................................................... 2.4. Struktur senyawa furosemid.................................................. 3.1. Alat penampung urin tikus.................................................... 3.2. Hewan coba (tikus jantan galur wistar rattus norvegicus).... 3.3. Pemberian ekstrak daun dandang gendis secara oral........ 4.1. Makroskopis daun dandang gendis.................................... 4.2. Penampang melintang daun dandang gendis dalam media air dengan pembesaran 15x10............................................... 4.3. Penampang melintang daun dandang gendis dalam media kloralhidrat dengan pembesaran 15x10................................ 4.4. Irisan epidermis bawah daun dandang gendis dalam air dengan pembesaran 10x15.................................................... 4.5. Hasil pengamatan senyawa luteolin secara kromatografi lapis tipis dengan fase diam plat silica gel GF 254 dan fase
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Uji Toksisitas Ekstrak Etil Asetat Teraktif Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans) Menggunakan Uji Letalitas Larva Udang

Uji Toksisitas Ekstrak Etil Asetat Teraktif Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans) Menggunakan Uji Letalitas Larva Udang

Gambar 1 Daun dandang gendis. Berbagai penelitian yang telah dilakukan menunjukkan khasiat ekstrak daun dandang gendis. Ekstrak etanol dapat dijadikan sebagai antimalaria dan antimikrob karena mengandung senyawa trans-3-metilsulfonil-2- propenol dan trans-3-metilsul fi nil-2-propenol (Tuntiwachwuttikul et al. 2003). Ekstrak daun dandang gendis berpotensi sebagai antikanker (Sofyan 2008), larvasida Aedes aegypti (Andriani 2008), antivirus Herpes simplex (Yoosook et al. 1999; Thongchai et al. 2008), dan antioksidan (Pannangpetch et al. 2007; Akbar 2010; Agustina 2011). Ekstrak air dari daun dandang gendis juga berpotensi sebagai antidiabetes, dibuktikan setelah pemberian glukosa 2 g/kg (b/b) terjadi penurunan kadar glukosa darah pada mencit (Nurulita 2005).
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Uji potensi antibakteri ektrak etanol daun dandang gendis [Clinacanthus nutans [Burm. f.] Lindau] terhadap escherichia coli.

Uji potensi antibakteri ektrak etanol daun dandang gendis [Clinacanthus nutans [Burm. f.] Lindau] terhadap escherichia coli.

Fase diam yang digunakan adalah silika gel GF 254. Fase gerak yang digunakan adalah kloroform, metanol (95 : 5) yaitu fase gerak yang digunakan untuk mengidentifikasi saponin. Ekstrak etanol daun dandang gendis dan pembanding yaitu ekstrak buah lerak ditotolkan pada lempeng KLT menggunakan pipa kapiler berukuran 5µl dengan konsentrasi 10 %. Langkah selanjutnya adalah pengelusian lempeng dengan jarak rambat 10 cm. Setelah elusi selesai, bercak dideteksi dengan pereaksi anisaldehid - asam sulfat dan diamati secara visibel. Bercak berwarna violet - biru setelah disemprot anisaldehid - asam sulfat menujukkan adanya senyawa saponin. Harga Rf bercak pembanding juga dibandingkan dengan Rf pembanding, apabila memiliki harga yang hampir serupa maka bahan uji mengandung senyawa saponin.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Uji potensi antibakteri ektrak etanol daun dandang gendis [Clinacanthus nutans [Burm. f.] Lindau] terhadap escherichia coli - USD Repository

Uji potensi antibakteri ektrak etanol daun dandang gendis [Clinacanthus nutans [Burm. f.] Lindau] terhadap escherichia coli - USD Repository

Daun dandang gendis diambil dari tanaman dandang gendis diperoleh dari kebun tanaman obat Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta yang berumur sekitar 2 tahun. Pada saat panen diambil daun yang telah tua dan dipilih daun yang telah membuka sempurna dan terletak dibagian cabang atau batang yang menerima sinar matahari sempurna hal ini dimaksudkan agar kandungan senyawa aktif dari daun dandang gendis dalam jumlah yang terbesar. Daun dandang gendis yang telah dikumpulkan dicuci bersih. Pencucian dilakukan dengan air mengalir untuk menghilangkan pengotor yang melekat pada daun dandang gendis. Setelah bersih, daun diletakkan pada nampan dan diangin- anginkan kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 45 ο C karena dengan oven
Baca lebih lanjut

74 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGGUNAAN ENKAPSULAT GUMARAB TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SERBUK EKSTRAK ETANOL DAUN DANDANG GENDIS(Clinacanthus nutans)DENGAN MENGGUNAKAN METODE FREEZE DRYING THE EFFECT OF GUM ARABIC AS ENCAPSULATION AGENT ON THE PHYSICOCHEMICAL CHARACTE

PENGARUH PENGGUNAAN ENKAPSULAT GUMARAB TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA SERBUK EKSTRAK ETANOL DAUN DANDANG GENDIS(Clinacanthus nutans)DENGAN MENGGUNAKAN METODE FREEZE DRYING THE EFFECT OF GUM ARABIC AS ENCAPSULATION AGENT ON THE PHYSICOCHEMICAL CHARACTE

ENKAPSULASISERBUK EKSTRAK ETANOL DAUN DANDANG GENDIS (Clinacantuhus nutans) SEBAGAI ANTIOKSIDAN, ANTIDIABETES MELLITUS DAN ANTIHIPERLIPIDEMIA yang telah mendanai penelitian ini. 6. Katharina Ardanareswari, STP, M.Sc. sebagai selaku koordinator skripsi yang

14 Baca lebih lajut

Ruru Awana

Ruru Awana

Ekstrak etanol daun dandang gendis diambil sebanyak 1 mL ditambahkan 1 mL larutan besi (III) klorida, bila membentuk warna hijau, merah, ungu, biru, atau hitam maka positif mengandung senyawa fenolik. Hal yang sama dilakukan juga pada fraksi etil asetat daun dandang gendis (Robinson, 1995 : 209).

20 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK EKSTRAK DAUN DANDANG GENDIS (Clinacantus nutans Lindau) -

UJI AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIK EKSTRAK DAUN DANDANG GENDIS (Clinacantus nutans Lindau) -

Diabetes mellitus is a disease characterized by high blood glucose levels (hyperglycemia) as a result of the inability of insulin to function properly. People use dandang gendis leaves (Clinacanthus nutans Lindau) to treat diabetes mellitus.The objective of the study was to know the activity of blood glucose levels and compounds of dandang gendis leaves. Extraction that is used in the study using the method of maceration using ethanol and ethyl acetate. Compounds identification using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Ultraviolet Spectrometer-Visibel (Uv-Vis). The Results of the extraction showed that the ethanol extract containing flavonoids, tannins, saponins and steroids while the ethyl acetate extract containing flavonoids. FTIR analysis showed functional groups O-H, C = O, C = C aromatic, C-O and C-H aliphatic. Uv-Vis spectrometer analyze result obtained absorption at a wavelength of 204 nm band I and band II 277 nm which showed flavonoid flavonol group. Measurement of blood glucose levels using glucose tolerance by administering glucose by 20 mg / KgBW and the addition of ethanol and ethyl acetate extracts with varying concentrations. The addition of ethanol extract of 40 mg/KgBW had a reduction in blood glucose levels by 61.35%.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Isolasi senyawa golongan flavonoid sebagai antioksidan dari daun dandang gendis (Clinacanthus nutans)

Isolasi senyawa golongan flavonoid sebagai antioksidan dari daun dandang gendis (Clinacanthus nutans)

Tahap pertama dalam isolasi senyawa golongan flavonoid adalah maserasi sampel dengan pelarut etanol 70%. Etanol 70% digunakan karena flavonoid bersifat polar, dengan sejumlah gugus hidroksil, baik yang terikat ataupun yang tidak terikat gula (Markham 1988). Selain itu, berdasarkan Macari et al. (2006), aktivitas antioksidan tanaman obat dalam etanol 70% lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa pelarut lainnya. Maserasi dilakukan berulang kali sampai filtrat tidak berwarna hijau lagi, sehingga dapat dianggap semua senyawa yang berbobot molekul rendah telah terekstraksi (Harborne 1987). Filtrat yang diperoleh dipekatkan dengan penguap putar sehingga diperoleh ekstrak kasar etanol. Rendemen yang dihasilkan dari 200.04 g serbuk daun dandang gendis yang dimaserasi adalah 31.24 % (Lampiran 3).
Baca lebih lanjut

50 Baca lebih lajut

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tumbuhan Dandang Gendis 2.1.1 Sistematika tumbuhan - Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Pada Mencit

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Uraian Tumbuhan Dandang Gendis 2.1.1 Sistematika tumbuhan - Uji Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm.f.) Lindau) Pada Mencit

Tumbuhan Clinacanthus nutans (Burm.f) Lindau memiliki batang berkayu, tegak lurus slindris, beruas dan berwarna hijau. Akar tunggang berwarna putih dan kotor. Daun tunggal berhadapan, bentuk lanset, ujung runcing, pangkal membulat, tepi beringgit, panjang 8-12 mm, lebar 4-6 cm, pertulangan menyirip berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk malai, panjang ± 1 cm, mahkota bunga berbentuk tabung, memanjang melebar, panjang ± 3,5 cm, berwarna merah muda. Benang sari coklat, putih berbentuk tabung, bakal buah pipih, tiap ruas berisi 2 biji berwarna merah. Buah kotak, bulat memanjang berwrna coklat. Biji kecil berwarna hitam (Anonim, 2005 b ).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Uji Potensi Larvasida Fraksi Ekstrak Daun Dandang Gendis Terhadap Larva Instar III Nyamuk Aedes aegypti

Uji Potensi Larvasida Fraksi Ekstrak Daun Dandang Gendis Terhadap Larva Instar III Nyamuk Aedes aegypti

Upaya mengurangi penggunaan insektisida kimia sintetik, sangatlah bijak bila mengoptimalkan penggunaan tumbuhan yang mempunyai kemampuan sebagai insektisida nabati terutama bagi nyamuk Ae. aegypti. Hal itu karena Indonesia terkenal kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk jenis tumbuhan yang mengandung bahan aktif insektisida. Namun, pemanfaatan tumbuhan sebagai obat-obatan dan insektisida hanya sekitar 10% dari 20000-30000 jenis tumbuhan yang ada (Heyne 1987). Dandang gendis (Clinacanthus nutans L.) merupakan salah satu tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai larvasida. Dandang gendis mengandung alkaloid, saponin, terpenoid, flavonoid, dan minyak atsiri. Senyawa- senyawa tersebut diduga dapat berfungsi sebagai insektisida (Aminah 1995). Selain itu menurut Teshima et al. (1997), dandang gendis juga mengandung 5 senyawa organosulfur, yaitu Klinakosida A, Klinakosida B, Klinakosida C, Sikloklinakosida A1, dan Sikloklinakosida A2. Senyawa organosulfur juga diduga dapat berpotensi sebagai insektisida (Yaman 2002). Selain itu, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Prayitno (2007) juga diperoleh bahwa fraksi ekstrak etanol daun dandang gendis memilki toksisitas yang tinggi terhadap larva udang dengan nilai LC 50 sebesar 67.32
Baca lebih lanjut

45 Baca lebih lajut

T1 692008701 BAB III

T1 692008701 BAB III

Sebelum melakukan perancangan untuk Gendis Arumanis, disebarkan kuisioner tentang seberapa perlunya sebuah kemasan makanan oleh-oleh khas suatu daerah dijadikan alat komunikatif untuk memperkenalkan sebuah kota/daerah. Dari perhitungan hasil kuisioner 1 didapatkan hasil bahwa 32 responden atau 80% dari responden kurang mengetahui mengenai arumanis sebagai oleh-oleh khas Salatiga dan juga setuju bahwa kemasan oleh-oleh dapat dijadikan sumber informasi mengenai kota Salatiga. Kuisioner ini disebarkan di toko oleh-oleh Luwes kota Salatiga.

Baca lebih lajut

Membangunkan Dandang Tiub Air Menggunakan Bahan Bakar Pepejal Buangan.

Membangunkan Dandang Tiub Air Menggunakan Bahan Bakar Pepejal Buangan.

2 Dalam kajian ini, proses rekabentuk saliran atau tiub dijalankan sebagai salah satu usaha pengubahsuaian terhadap dandang tersebut. Rekabentuk saliran ini berdasarkan analisa masalah terhadap kekurangan saliran yang lama. Stim yang dihasilkan dandang ini akan dianalisa suhu dan tekanan supaya dapat membuktikan teori berkaitan dengan termodinamik. Kajian ini dapat menentukan samada rekabentuk tiub yang baru dapat menghasilkan stim yang lebih baik atau tidak.

Baca lebih lajut

PENGARUH METODE PEMASAKAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI DAN KAPANG PADA NASI SELAMA PENYIMPANAN THE EFFECT OF COOKING METHODS AND STORAGE TEMPERATURES ON BACTERIA AND MOLDS GROWTH ON COOKED RICE DURING STORAGE SKRIPSI

PENGARUH METODE PEMASAKAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI DAN KAPANG PADA NASI SELAMA PENYIMPANAN THE EFFECT OF COOKING METHODS AND STORAGE TEMPERATURES ON BACTERIA AND MOLDS GROWTH ON COOKED RICE DURING STORAGE SKRIPSI

Nasi merupakan makanan pokok yang dikonsumsi oleh sebagian besar penduduk Indonesia sebagai sumber karbohidrat utama. Para penderita Diabetes Mellitus (DM) tidak dianjurkan mengkonsumsi nasi dalam porsi besar karena tingginya kandungan karbohidrat pada nasi. Di Pulau Jawa, sisa nasi yang tidak habis dalam sekali masak dikenal dengan istilah "nasi wadang". Masyarakat lokal di Batang, Pekalongan, dan sekitarnya berpandangan bahwa “nasi wadang" berdampak positif untuk dikonsumsi penderita DM dibandingkan dengan nasi yang baru saja ditanak. Pada umumnya masyarakat kurang memperhatikan aspek keamanan dan kerusakan nasi akibat cemaran mikroorganisme jika nasi disimpan dalam jangka waktu lama. Sampel nasi diperoleh dari pemasakan beras varietas IR64 dengan menggunakan dua metode, yaitu metode tradisional (menggunakan dandang) dan metode modern (menggunakan magic com). Nasi yang dimasak menggunakan dandang kemudian disimpan pada suhu ruang dan refrigerator, sedangkan yang dimasak menggunakan magic com disimpan didalamnya dan magic com dalam kondisi “on”. Metode pengujian meliputi uji Total Plate Count (TPC), identifikasi bakteri (pewarnaan gram dan morphologi sel), serta isolasi dan identifikasi kapang. Pengamatan dilakukan selama penyimpanan nasi hari ke-0, hari ke- 1, hari ke-2, dan hari ke-3. Hasil Total Plate Count bakteri menunjukkan bahwa nasi yang dimasak dengan metode dandang dan disimpan pada suhu ruang sudah tidak layak konsumsi setelah lama penyimpanan lebih dari hari ke-1. Sedangkan nasi yang disimpan pada suhu refrigerator dan nasi yang dimasak serta disimpan dalam magic com masih layak konsumsi hingga lama penyimpanan hari ke-2. Bakteri yang dominan terdapat pada masing-masing perlakuan sampel nasi yaitu bakteri gram positif dan berbentuk batang. Genus kapang Aspergillus dan Cladosporia hanya ditemukan pada sampel nasi yang dimasak dengan metode dandang dan disimpan pada suhu ruang setelah lama penyimpanan hari ke-2.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pupuk Kandang Terhadap Produksi Sayur Fungsional Dandang Gendis (Clinacanthus Nutans) Yang Dapat Dipasarkan

Pengaruh Pupuk Kandang Terhadap Produksi Sayur Fungsional Dandang Gendis (Clinacanthus Nutans) Yang Dapat Dipasarkan

Menurut Salisbury dan Ross (1995) bobot basah tanaman yaitu kemampuan tanaman dalam mengikat energi dari cahaya matahari melalui proses fotosintesis, serta interaksinya dengan faktor-faktor lingkungan lainnya, bobot basah berkaitan dengan transportasi fotosintat ke daerah pemanfaatan seperti daun dan batang, jumlah daun mempengaruhi jumlah fotosintat yang dihasilkan, kebanyakan tumbuhan mencurah sebagian besar biomassa pada tajuk oleh karena itu penyerapan garam dan mineral sebagian besar oleh tajuk, sedangkan daun berpengaruh sebagai tempat fotosintesis. Curah hujan tertinggi yakni 374 mm bulan -1 pada 10 MST dengan ditunjang pemberian pemupukan sebanyak satu dosis pada minggu yang sama ternyata dapat terbaik bobot basah batang, bobot basah daun, dan bobot basah total layak jual pada 12 MST dibandingkan dengan minggu pengamatan 4, 8, dan 16.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perbanyakan dengan Stek dan Produksi Tanaman Dandang Gendis ( Clinachantus nutans ) dengan Penggunaan Pupuk Organik.

Perbanyakan dengan Stek dan Produksi Tanaman Dandang Gendis ( Clinachantus nutans ) dengan Penggunaan Pupuk Organik.

Pemeliharaan tanaman Dandang gendis diantaranya, membutuhkan cukup air dengan penyiraman atau menjaga kelembaban tanah dan pemupukan terutama pupuk dasar. Tanaman ini tumbuh di tempat yang cukup matahari, cara perbanyakan yang paling baik salah satunya menggunakan stek batang, keuntungan menggunakan perbanyakan vegetatif dengan stek batang diantaranya lebih cepat tumbuh, sifat turunan sesuai dengan induk, dapat digabung sifat-sifat yang diinginkan, sedangkan kelemahannya, perakaran kurang baik, lebih sulit di kerjakan karena membutuhkan keahlian tertentu, dan jangka waktu berubah menjadi pendek (Sitompul 1987).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...