daun Lawsonia inermis Linn

Top PDF daun Lawsonia inermis Linn:

Fraksinasi senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn. yang berpotensi sebagai inhibitor xantin oksidase dengan metode kromatografi kolom - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Fraksinasi senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn. yang berpotensi sebagai inhibitor xantin oksidase dengan metode kromatografi kolom - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Kadar asam urat yang berlebih di dalam darah disebut hiperurisemia. Hiperurisemia dapat menyebabkan pengendapan kristal Mono Sodium Urat (MSU) pada jaringan atau disebut dengan gout. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan pengujian terhadap aktivitas inhibisi enzim xantin oksidase dari ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn., yang diketahui mengandung senyawa flavonid untuk mengobati asam urat (Haryanto, 2015). Pada penelitian ini dilakukan pengujian untuk mengetahui apakah fraksi ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn. yang diperoleh dengan metode kromatografi kolom dapat menghambat aktivitas xantin oxidase. Ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn. dibuat menggunakan metode perkolasi, kemudian difraksinasi menggunakan kromatografi kolom dengan fase diam silika gel dan fase gerak n-heksan, etil asetat dan etanol. Fraksi dengan kandungan flavonoid yang diperoleh diuji daya hambatnya terhadap enzim xantin oksidase secara in vitro dengan spektrofotometer pada (λ) 290 nm, suhu 25 ℃ dan pH 7,5 lalu ditentukan nilai IC 50 nya. Fraksi n-heksan
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Fraksinasi senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn. yang berpotensi sebagai inhibitor xantin oksidase dengan metode kromatografi kolom - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang - Fraksinasi senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn. yang berpotensi sebagai inhibitor xantin oksidase dengan metode kromatografi kolom - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pada pengujian yang dilakukan secara in vivo mengenai efektivitas dari tanaman pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) sebagai obat luka alternatif yang diujikan pada 24 ekor tikus jantan dan dilakukan pengamatan selama 12 hari. Hasil yang diperoleh yaitu penyembuhan luka paling cepat didapat dari ekstrak air daun pacar kuku dengan konsentrasi 15% (Elya, Ibrahim dan Khadijah, 2007).

8 Baca lebih lajut

Fraksinasi senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn. yang berpotensi sebagai inhibitor xantin oksidase dengan metode kromatografi kolom - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Fraksinasi senyawa flavonoid dari ekstrak etanol daun Lawsonia inermis Linn. yang berpotensi sebagai inhibitor xantin oksidase dengan metode kromatografi kolom - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Integrated Taxonomy Information System, 2016, Lawsonia inermis Linn., Diakses pada 14 Oktober 2016, http://www.itis.gov/ servlet/ SingleRpt/ SingleRpt? search_topic= TSN &search_vlue=503345. J.M.Garg, 2009, Lawsonia inermis Linn., Diakses pada 10 Oktober 2016,

9 Baca lebih lajut

Uji daya inhibisi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap aktivitas enzim xantin oksidase - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji daya inhibisi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap aktivitas enzim xantin oksidase - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Penggunaan allopurinol dalam jangka waktu yang panjang menimbulkan efek samping seperti diare, rasa mual dan kemerahan pada kulit yang disertai rasa gatal. Berdasarkan efek samping tersebut perlu adanya obat alternatif dalam pengobatan asam urat. Telah dilakukan penelitian tentang daya inhibisi enzim xantin oksidase oleh ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) yang telah terbukti memiliki potensi sebagai anti hiperurisemia. Simplisia dan ekstrak yang digunakan telah terstandarisasi. Adapun metode ekstraksi yang digunakan adalah metode perkolasi. Penentuan daya inhibisi terhadap aktivitas enzim xantin oksidase dilakukan dengan mengukur penurunan absorbansi secara kinetik pada panjang gelombang 290 nm. Aktivitas dengan penambahan ekstrak sebagai inhibitor kemudian dibandingkan dengan aktivitas enzim tanpa inhibitor. Xantin digunakan sebagai substrat dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC 50 ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Uji daya inhibisi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap aktivitas enzim xantin oksidase - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji daya inhibisi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap aktivitas enzim xantin oksidase - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

yang digunakan dari tanaman ini adalah daun. Daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) yang digunakan dikeringkan dan selanjutnya dilakukan proses perkolasi untuk mendapatkan ekstrak. Etanol digunakan sebagai pelarut ekstraksi karena etanol dapat melarutkan hampir semua metabolit sekunder yang memiliki bobot molekul rendah, termasuk flavonoid. Ekstrak yang diperoleh kemudian dilakukan uji standarisasi untuk mengetahui kelayakan ekstrak pada saat akan digunakan. Pengujian daya inhibisi ekstrak terhadap aktivitas enzim xantin oksidase dilakukan dengan metode pengujian in vitro dimana kemampuan ekstrak dalam menghambat aktivitas enzim xantin oksidase dalam mengubah substrat xantin menjadi produk berupa asam urat diamati menggunakan alat spektrofotometri Multiskan GO pada panjang gelombang 290 nm, suhu 25ºC dan pH 7,5.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Uji aktivitas inhibisi xantin oksidase terhadap hasil fraksinasi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Uji aktivitas inhibisi xantin oksidase terhadap hasil fraksinasi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

7 menarik flavonoid yaitu apigen dan luteolin, steroid, kumarin (Markham, 1988), sedangkan pelarut polar yaitu etanol dapat menarik flavonoid yang terikat dengan gula, lawson, kumarin dan steroid (Anju et al., 2012). Pengujian daya inhibisi fraksi ekstrak etanol daun pacar kuku terhadap aktivitas enzim xantin oksidase dilakukan dengan metode in vitro. Kemampuan setiap fraksi dalam menghambat aktivitas enzim xantin oksidase dalam mengubah substrat xantin menjadi produk berupa asam urat diamati menggunakan alat spektrofotometri Multiskan GO pada panjang gelombang 290 nm, suhu 25ºC dan pH 7,5.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji aktivitas inhibisi xantin oksidase terhadap hasil fraksinasi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji aktivitas inhibisi xantin oksidase terhadap hasil fraksinasi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

penelitian ini untuk mengetahui fraksi manakah dari ekstrak etanol daun pacar kuku dan golongan flavonoid apa yang berpotensi dalam menghambat aktivitas xantin oksidase. Metode fraksinasi yang digunakan adalah fraksinasi cair-cair dengan menggunakan tiga macam pelarut yaitu n- heksana, etil asetat dan etanol. Penentuan daya inhibisi terhadap aktivitas xantin oksidase dilakukan dengan mengukur penurunan absorbansi asam urat secara kinetik pada panjang gelombang 290 nm. Ketiga fraksi diujikan pada rentang konsentrasi 6,25-100 μg/ml, sedangkan konsentrasi alopurinol sebagai pembanding pada rentang 0,2-3,2 μg/ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi teraktif adalah fraksi etanol dengan nilai IC 50
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

Uji daya inhibisi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap aktivitas enzim xantin oksidase - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji daya inhibisi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) terhadap aktivitas enzim xantin oksidase - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Saputra, K. A. 2012. ‘Uji Penghambatan Aktivitas Xantin Oksidase Secara In Vitro pada Teh Celup Kombinasi Daun Gandarusa (Justicia gandarussa Burm.) dan Kaliks Rosela (Hibiscus sadariffa Linn.)’. Skripsi, Sarjana Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia.

8 Baca lebih lajut

Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis Linn) serta Penentuan Kadar Fenolat Total dan Uji Aktivitas Antioksidan

Karakterisasi Simplisia dan Ekstrak Daun Pacar Kuku (Lawsonia inermis Linn) serta Penentuan Kadar Fenolat Total dan Uji Aktivitas Antioksidan

Ekstrak etanol sebanyak 100 mg/10 ml diuji dengan metode FRAP dan diukur pada panjang gelombang 510 nm memiliki aktivitas antioksidan sebesar 2,82 mmol Fe(II)/100 g. Prinsip dari metode FRAP adalah berdasarkan kemampuan senyawa antioksidan berupa fenolat mereduksi ion Fe (III) menjadi Fe (II) membentuk kompleks dengan ortho-fenantrolin berwarna jingga- merah. Berdasarkan penelitian Susantika et. al. [20] diketahui aktivitas asam galat sebagai pembanding uji aktivitas antioksidan hasilnya yaitu 9,34 mmol Fe(II)/100 g. Dari hasil yang didapat, setelah dibandingkan dengan aktivitas antioksidan asam galat maka hasil aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun pacar kuku lebih rendah dibandingkan aktivitas antioksidan asam galat.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Uji aktivitas inhibisi xantin oksidase terhadap hasil fraksinasi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji aktivitas inhibisi xantin oksidase terhadap hasil fraksinasi ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1. Di antara fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi etanol dari ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) yang paling berpotensi dalam menghambat aktivitas enzim xantin oksidase adalah fraksi etanol dengan nilai IC 50 sebesar 3,18 ± 1,86 μg/ mL.

10 Baca lebih lajut

IDENTIFIKASIDAN UJIAKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI TERAKTIF DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermisLinn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli.

IDENTIFIKASIDAN UJIAKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI TERAKTIF DAUN PACAR KUKU (Lawsonia inermisLinn.) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli.

The test of antibacterial activity indicated crude extract of ethanol and pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) leaf’s fractions have antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Ethyl acetate fraction was the most active fraction for all bacterial tested. The potensial of anti bacterial of ethyl acetate fraction was 3.58x10 -3 % for Staphylococcus aureus and 7.82x10 -3 % for Escherichia coli, compared with tetracycline HCl. The potensial of antibacterial of ethyl acetate fraction pacar kuku leave was less than pacar kuku bark, but more than ethyl acetate fraction radish root (Raphanus sativus) and johar leave (Cassia siamea) from its zone of inhibition.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian yang Relevan (Sebelumnya) - Uji daya hambat ekstrak daun inai (lawsonia inermis l.) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Penelitian yang Relevan (Sebelumnya) - Uji daya hambat ekstrak daun inai (lawsonia inermis l.) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus - Digital Library IAIN Palangka Raya

Lawsonia inermis L. adalah suatu tumbuhan berbunga, spesies tunggal dari genus Lawsonia dari famili Lythraceae. Merupakan tumbuhan asli daerah tropis dan subtropis. Di Indonesia Lawsonia inermis L. mempunyai nama yang berbeda-beda, yaitu, pacar kuku atau pacar petok (Jawa), Inaiparasi (Sumatera), gaca ineng (Aceh), daun laka (Ambon), kacar (Gayo), ine (Batak), inae batang (Minangkabau), bunga laka (Timor), daun laka (Ambon), kayu laka (Menado), pacar kuku (Jawa Tengah dan Sunda), pacar (Madura), pacar (Dayak), tilangga tutu (Gorontalo), kolondigi (Buol), karuntigi (Ujung pandang), pacel (Bugis), bunga jari (Halmahera), laka bobudo (Ternate), dan laka kahori (Tidore). 13
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Pengaruh Konsentrasi Pigmen Warna dari Daun Pacar Kuku (Lawsonia Inermis L.) Terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pengaruh Konsentrasi Pigmen Warna dari Daun Pacar Kuku (Lawsonia Inermis L.) Terhadap Efisiensi Dye Sensitized Solar Cell (DSSC) - Repositori UIN Alauddin Makassar

Pacar Kuku (Lat: Lawsonia inermis L.) adalah tanaman yang berasal dari Afrika Timur Laut dan Asia Barat Daya. Termasuk suku Lythaceae (bahasa latin). Ciri-cirinya yaitu batangnya perdu, tegak, cabang-cabangnya sering berujung runcing. Daun berhadapan, berbentuk jorong atau jorong-lanset, panjang 1,5-5,0 cm. Perbungaan berupa malai, tumbuh di ujung cabang dan di ketiak daun, panjang 4 – 20 cm; bunga kuning muda, merah jambu, atau merah; sangat harum. Sementara buahnya berupa buah kotak, berbentuk bulat, atau bulat pipih, dan memiliki garis tengah ±0,5 cm.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

Pengaruh pemberian ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) terhadap penurunan berat badan tikus putih jantan - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh pemberian ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) terhadap penurunan berat badan tikus putih jantan - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh pemberian ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) terhadap penurunan berat badan tikus putih jantan. Tikus yang digunakan dalam penelitian ini adalah tikus putih jantan sehat dengan berat 200-300 gram sebanyak 25 ekor yang dibagi dalam lima kelompok. Masing-masing terdiri dari lima ekor tikus. Kelompok pertama sebagai kontrol negatif hanya diberikan PGA 3% secara oral dengan volume 1,0 ml/100gBB ,ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.) diberikan pada kelompok perlakuan dengan dosis 0,5; 1,0; dan 1,5g/kgBB masing-masing dengan volume 1,0 ml/100gBB. Kelompok kontrol positif diberikan sibutramin 0,9mg/100gBB dengan volume pemberian 1ml/100gBB. Pengujian pengaruh penurunan berat badan tikus putih ini dilakukan dengan cara menimbang jumlah makanan dan berat badan tikus setiap hari setelah diberi ekstrak daun pacar kuku selama 7 hari. Dari perhitungan statistik dengan menggunakan Anava Rancangan Rambang Lugas ( = 0,05) yang dilanjutkan dengan uji HSD 5% dan 1% dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pacar kuku dengan dosis 0,5; 1,0; dan 1,5g/kgBB dapat menurunkan nafsu makan dan berat badan tikus. Perhitungan koefisien korelasi menunjukan bahwa tidak ada korelasi antara peningkatan dosis dengan penurunan berat badan tikus putih jantan.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Uji daya hambat ekstrak daun inai (lawsonia inermis l.) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Uji daya hambat ekstrak daun inai (lawsonia inermis l.) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus - Digital Library IAIN Palangka Raya

Salah satu tumbuhan yang berkhasiat untuk pengobatan paronikia (cantengan) adalah Lawsonia inermisL. Tumbuhan Lawsonia inermisL.yang dikenal pula dengan nama Inaimerupakan suatu tumbuhan berbunga, spesies tunggal dari genus Lawsonia dari famili Lythraceae. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan asli daerah tropis dan subtropis seperti Afrika Selatan, Afrika Timur dan Utara, Asia dan Australia Utara yang secara alamiah tumbuh juga di daerah-daerah tropis di Amerika, Mesir, India dan sebagian daerah Timur Tengah. Lawsonia inermis L. merupakan tumbuhan semak belukar dengan ukuran tinggi 2 sampai 6 m, bercabang banyak dengan cabang-cabang kecil berduri. Daun lonjong, saling berhadapan, bertangkai pendek dan berurat pada permukaan belakangnya. 8
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data - Uji daya hambat ekstrak daun inai (lawsonia inermis l.) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data - Uji daya hambat ekstrak daun inai (lawsonia inermis l.) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus - Digital Library IAIN Palangka Raya

Lawsonia inermis L. adalah suatu tumbuhan berbunga, spesies tunggal dari genus Lawsonia dari famili Lythraceaetumbuhan asli daerah tropis dan subtropis. Tumbuhan ini selain digunakan untuk mewarnai kuku dan rambut ternyata memiliki khasiat sebagai antibakteri, anti-iritan, antioksidan, anti-karsinogenik, anti-inflamasi, analgetik dan antipiretik. Di dalam jaringan daun Lawsonia inermis L. terdapat senyawa 2-hydroxy-1:4- napthoquinone (lawsone), asam p-coumaric, 2-methoxy-3-methyl-1,4- naphthoquinone,apiin, apigenin, luteolin dan cosmosiin. Selain itu daun Lawsonia inermis L.juga mengandung golongan senyawa aktif seperti
Baca lebih lanjut

31 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - Uji daya hambat ekstrak daun inai (lawsonia inermis l.) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus - Digital Library IAIN Palangka Raya

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian - Uji daya hambat ekstrak daun inai (lawsonia inermis l.) terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus - Digital Library IAIN Palangka Raya

a) Menyiapkan 10 ml ekstrak daun Inai dengan konsentrasi 90%, yaitu dengan cara mencampurkan 9 ml stok induk ekstrak daun Inai dengan 1 ml aquades steril, yang bagian daun Inai adalah 9 ml dalam 10 ml volume atau 90 %, dimana perhitungan konsentrasi setiap perlakuan digunakan rumus M 1 V 1 =M 2 V 2.

23 Baca lebih lajut

AMENTOFLAVON DARI DAUN NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum Linn.).

AMENTOFLAVON DARI DAUN NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum Linn.).

Satu senyawa biflavonoid yaitu amentoflavon (1) berhasil diisolasi dari daun tumbuhan nyamplung ( Calophyllum inophyllum Linn). Ekstraksi menggunakan metode maserasi dan pemurnian dengan kromatografi kolom dengan fasa diam Si-gel dan sephadex LH-20. Elusidasi struktur menggunakan metode spektroskopi UV, IR, 1 H dan 13 C NMR beserta HMQC dan HMBC. Hasil yang diperoleh dianalisis dan dibandingkan dengan data referensi.

8 Baca lebih lajut

Performa Produksi Dan Karakteristik Organ Dalam Ayam Kampung Umur 12-16 Minggu Yang Diinfeksi Cacing Ascaridia galli Dan Disuplementasi Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn)

Performa Produksi Dan Karakteristik Organ Dalam Ayam Kampung Umur 12-16 Minggu Yang Diinfeksi Cacing Ascaridia galli Dan Disuplementasi Ekstrak Daun Jarak Pagar (Jatropha curcas Linn)

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biokimia Fisiologi Mikrobiologi Nutrisi Fakultas Peternakan, PAU-IPB, Laboratorium Helmintologi Fakultas Kedokteran Hewan dan Laboratorium Nutrisi Unggas Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian menggunakan 80 ekor ayam kampung. Pada saat ayam berumur 12 minggu, ayam diinfeksi terlebih dahulu oleh telur infektif cacing A. galli. Setelah satu minggu, ayam diberi perlakuan dengan menggunakan ekstrak daun jarak pagar dan albendazole. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari : R1 = Ransum basal (kontrol), R2 = Ransum basal + 5% EDJ dalam 1 ml air, R3 = Ransum basal + 10% EDJ dalam 1 ml air, dan R4 = Ransum basal + 1% albendazole dalam 1 ml air. Peubah yang diamati antara lain : pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, konversi ransum, persentase bobot organ dalam (hati, limpa, jantung, ginjal, usus halus, dan rempela), dan panjang relatif usus (cm/100 gram Bobot badan). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam (analysis of variance /ANOVA). Perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji dengan uji Jarak Duncan (Steel dan Torrie, 1993).
Baca lebih lanjut

112 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects