Daun mindi

Top PDF Daun mindi:

Pengaruh Perasan Daun Mindi (Melia azedarach) terhadap Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata).

Pengaruh Perasan Daun Mindi (Melia azedarach) terhadap Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata).

Salah satu hama utama bagi tanaman padi adalah keong mas (Pomacea Canaliculata). Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan apakah perasan daun mindi bersifat toksik terhadap hama keong mas dan mengetahui pada konsentrasi berapa perasan daun daun mindi bersifat toksik terhadap hama keong mas.

1 Baca lebih lajut

ISOLASI, IDENTIFIKASI, DAN UJI SITOTOKSIK SENYAWA ALKALOID DARI DAUN MINDI (Melia azedarach L.) | Fitriyani | Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia 8789 19119 1 PB

ISOLASI, IDENTIFIKASI, DAN UJI SITOTOKSIK SENYAWA ALKALOID DARI DAUN MINDI (Melia azedarach L.) | Fitriyani | Jurnal Kimia dan Pendidikan Kimia 8789 19119 1 PB

Tanaman mindi (Melia azedarach L.) adalah salah satu tanaman berfamili Meliaceae, yang merupakan tanaman asli dari Mexico dan Argentina. Tanaman ini dapat tumbuh di Indonesia yang beriklim tropis [7]. Dalam kehidupan sehari-hari, tanaman mindi digunakan secara tradisional untuk obat malaria, diabetes, batuk, penyakit kulit, dan lain-lain [3]. Penelitian lain menyatakan bahwa ekstrak daun mindi memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antioksidan, analgesik [2], antidiabetes, antihipertensi, antireumatik [7], insektisida, rodentisida, dan fungisida [6].
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Uji efek antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mindi (melia azedarach l.) pada tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Uji efek antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mindi (melia azedarach l.) pada tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Telah dilakukan penelitian mengenai efek antiinflamasi fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mindi (Melia azedarach L.) pada tikus putih. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek antiinflamasi fraksi tersebut dengan menggunakan karagenan sebagai iritan sehingga terjadi peradangan pada kaki tikus putih dan untuk pengukuran inflamasinya menggunakan plethysmometer. Dalam penelitian ini dibuat fraksi etil asetat ekstrak etanol dengan pemberian dosis berdasarkan perhitungan randemen fraksinasi. Hewan yang digunakan adalah tikus putih jantan galur Wistar dengan berat antara 200-250 g sebanyak 25 ekor. Tiap hewan coba diinduksi dengan karagenan 1% b/v sebanyak 0,10 ml secara subkutan di telapak kaki kiri tikus putih. Kedua puluh lima tikus tersebut dibagi dalam 5 kelompok. Satu kelompok sebagai kontrol negatif diberi PGA 3% tanpa bahan aktif secara oral, tiga kelompok diberi fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mindi dengan dosis 25, 50 dan 75 mg/kg BB secara oral, dan kelompok terakhir sebagai kontrol positif diberi Fenilbutazon dengan dosis 18 mg/kgBB. Setiap hewan coba diukur kenaikan volume kakinya tiap jam sampai jam ke-5 yang kemudian data tersebut diolah untuk dihitung persen inhibisinya. Perhitungan statistik dilakukan dengan uji anava. Hasil yang didapat, disimpulkan bahwa fraksi etil asetat ekstrak etanol daun mindi (Melia Azedarach L.) dosis 25, 50 dan 75 mg/kg BB memiliki efek antiinflamasi serta efek yang paling besar pada dosis 75 mg/kg BB yang setara dengan efek antiinflamasi fenilbutazon yang memberikan persen inhibisi radang sebesar 88,24%. Dan tidak ada hubungan linear antara peningkatan dosis dengan peningkatan efek antiinflamasinya.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI, CAMPURAN EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarach L.)  DAN KULIT BUAH JENGKOL  Pembuatan Pestisida Alami, Campuran Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dan Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa) Untuk Pengendalian Ulat Biji (

PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI, CAMPURAN EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarach L.) DAN KULIT BUAH JENGKOL Pembuatan Pestisida Alami, Campuran Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dan Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa) Untuk Pengendalian Ulat Biji (

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pembuatan Pestisida Alami, Campuran Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dan Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa) Untuk Pengendalian Ulat Biji (Tenebrio molitor)”. Skripsi ini disusun untuk melengkapi syarat guna memperoleh gelar Sarjana Pendidikan S-1 Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

16 Baca lebih lajut

Sifat Antirayap Zat Ekstraktif Daun Mindi (Melia azedarach Linn.) terhadap Rayap Tanah Coptotermes curvignathus Holmgren

Sifat Antirayap Zat Ekstraktif Daun Mindi (Melia azedarach Linn.) terhadap Rayap Tanah Coptotermes curvignathus Holmgren

Mindi, M. azedarach, merupakan salah satu anggota famili Meliaceae yang diketahui memiliki sifat insektisida. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar zat ekstraktif daun mindi dan menguji aktivitas antirayap ekstrak terhadap rayap tanah C. curvignathus Holmgren, serta menganalisis senyawa kimia ekstrak secara kuantitatif dengan Pyr-GC-MS. Ekstraksi daun mindi menggunakan metode fraksinasi bertingkat dan didapat empat jenis fraksi yaitu fraksi n-heksan, fraksi etil eter, fraksi etil asetat, dan residu. Setiap fraksi dibuat pada konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8%, dan 10% untuk uji rayap. Hasil penelitian menunjukkan kadar ekstraktif daun mindi sebesar 10.53%. Fraksi etil eter memiliki aktivitas antirayap tertinggi berdasarkan mortalitas dan kehilangan berat. Pada konsentrasi 8% dan 10% fraksi etil eter menghasilkan mortalitas hingga 100% dengan kehilangan berat sebesar 5.37% dan 0.63%. Berdasarkan analisis pirolisis GC-MS, ekstrak daun terlarut etil eter mengandung lima senyawa dengan konsentrasi relatif tertinggi yaitu asam sinamat, asam benzoat, asam benzen propanoat, asam palmitat dan phytol.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Pemanfaatan Zat Ekstraktif Daun Mindi         (Melia azedarach Linn.) Pada Pengendalian Fungi Schizophyllum commune

Pemanfaatan Zat Ekstraktif Daun Mindi (Melia azedarach Linn.) Pada Pengendalian Fungi Schizophyllum commune

Penelitian ini bertujuan untuk menguji zat ekstraktif daun mindi (Melia azedarach Linn.) terhadap pertumbuhan fungi Schizophyllum commune. Sebanyak 1500 gram serbuk daun mindi masing-masing 50 gram diekstrak dengan pelarut aseton, metanol dan aquades. Hasil ekstrak tersebut dijadikan sebagai bahan pengawet alami dengan berbagai taraf konsentrasi dan selanjutnya diujikan pada fungi S. commune. Hasil penelitian menunjukkan kandungan ekstrak daun mindi pada tiga pelarut dari aseton, metanol dan aquades adalah 24,8%; 20,2% dan 18,6%. Sedangkan rata-rata persentase penekanan pertumbuhan fungi pada semua pelarut relatif sama yaitu memberikan tekanan ringan terhadap pertumbuhan fungi S. commune. Perbedaan jenis pelarut, tingkat konsentrasi dan interaksi keduanya tidak memberikan pengaruh nyata terhadap penekanan pertumbuhan fungi S. commune.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksana dan Etilasetat Daun Mindi (Melia azedarach L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksana dan Etilasetat Daun Mindi (Melia azedarach L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Penelitian yang dilakukan meliputi pembuatan serbuk simplisia, skrining fitokimia, karakterisasi simplisia antara lain: pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, penetapan kadar air, penetapan kadar sari larut dalam air, penetapan kadar sari larut dalam etanol, penetapan kadar abu total dan penetapan kadar abu tidak larut dalam asam. Pembuatan ekstrak daun mindi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 80% kemudian ekstrak etanol difraksinasi menggunakan pelarut n-heksana dan etilasetat. Uji aktivitas antibakteri secara in vitro dengan metode difusi agar menggunakan cakram kertas terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan mengukur diameter zona hambat pertumbuhan bakteri.
Baca lebih lanjut

82 Baca lebih lajut

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI n-HEKSANA DAN ETILASETAT DAUN MINDI

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL, FRAKSI n-HEKSANA DAN ETILASETAT DAUN MINDI

Hasil pemeriksaan karakterisasi serbuk simplisia daun mindi diperoleh kadar air 5,94%, kadar sari yang larut dalam air 17,78%, kadar sari yang larut dalam etanol 11,32%, kadar abu total 7,11%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,43%. Hasil pemeriksaan skrining fitokimia terdapat kandungan senyawa kimia golongan alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin, tanin dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol memberikan aktivitas antibakteri yang efektif pada konsentrasi 100 mg/mL terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter 14,16 mm dan pada konsentrasi 200 mg/mL terhadap Escherichia coli dengan diameter 14,33 mm. Fraksi etilasetat memiliki efektivitas terbesar sebagai antibakteri yaitu pada konsentrasi 100 mg/mL terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter 14,83 mm dan pada konsentrasi 200 mg/mL terhadap Escherichia coli dengan diameter 14,50 mm. Fraksi n-heksana menunjukkan aktivitas antibakteri yang terlemah yaitu pada konsentrasi 300 mg/mL terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter 14,61 mm dan konsentrasi 300 mg/mL efektif terhadap Escherichia coli dengan diameter 14,10 mm.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

BAB 1 PENDAHULUAN Efek Analgetika Ekstrak Etanol Daun Mindi(Melia azedarach L.) Hasil Soxhletasi Pada Mencit Putih Jantan.

BAB 1 PENDAHULUAN Efek Analgetika Ekstrak Etanol Daun Mindi(Melia azedarach L.) Hasil Soxhletasi Pada Mencit Putih Jantan.

Sebagai bahan obat alam yang dimiliki Indonesia salah satunya adalah tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai obat, diantaranya adalah daun mindi (Melia azedarach L.), karena hampir semua bagian tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Secara empirik daun mindi berkhasiat sebagai obat nyeri perut, obat kencing manis dan menambah nafsu makan (Syamsuhidayat dan Hutapea, 1991). Khasiat lain antara lain untuk obat diuretik, peluruh cacing, serta daun segarnya bisa menghilangkan sakit kepala (Dalimartha, 2001). Dari manfaat daun mindi tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menguji efek analgetik ekstrak etanol daun mindi hasil soxhletasi pada mencit putih jantan, karena penelitian tentang daun mindi sebagai obat analgetika sampai saat ini belum banyak dilakukan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksana dan Etilasetat Daun Mindi (Melia azedarach L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksana dan Etilasetat Daun Mindi (Melia azedarach L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Tumbuhan mindi ( Melia azedarach L.) merupakan salah satu tumbuhan yang dipercaya dapat digunakan untuk pengobatan luka dan diare sebagai obat tradisional. Berdasarkan berbagai literatur juga mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah bahwa tumbuhan ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit seperti cacingan, skabies, kudis, darah tinggi dan untuk pengobatan tumor dan kanker (Agoes, 2010). Berbagai Penelitian diantaranya Mehmood, 2013 membuktikan bahwa dengan pembuatan ekstrak etanol dari daun mindi menjadi nanopartikel perak yang diuji ke dalam aktivitas antibakteri; anthelmintik (Cala, et al., 2011) dan antioksidan (Ahmed, et al., 2013).
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

JI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarch L) DAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata Prain) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP WERENG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal)

JI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarch L) DAN LIDAH MERTUA (Sansevieria trifasciata Prain) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI TERHADAP WERENG COKLAT (Nilaparvata lugens Stal)

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Biting Tegalo Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2011. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sebelas perlakuan atas ekstrak daun mindi dan lidah mertua, dan satu kontrol tanpa perlakuan, kemudian diulang tiga kali. Parameter pengamatan meliputi populasi hama wereng coklat (Nilaparvata lugens Stal), intensitas kerusakan tanaman, populasi musuh alami dan hasil produksi padi.

15 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksana dan Etilasetat Daun Mindi (Melia azedarach L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol, Fraksi n-Heksana dan Etilasetat Daun Mindi (Melia azedarach L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

Hasil pemeriksaan karakterisasi serbuk simplisia daun mindi diperoleh kadar air 5,94%, kadar sari yang larut dalam air 17,78%, kadar sari yang larut dalam etanol 11,32%, kadar abu total 7,11%, kadar abu yang tidak larut dalam asam 0,43%. Hasil pemeriksaan skrining fitokimia terdapat kandungan senyawa kimia golongan alkaloid, glikosida, flavonoid, saponin, tanin dan steroid/triterpenoid. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak etanol memberikan aktivitas antibakteri yang efektif pada konsentrasi 100 mg/mL terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter 14,16 mm dan pada konsentrasi 200 mg/mL terhadap Escherichia coli dengan diameter 14,33 mm. Fraksi etilasetat memiliki efektivitas terbesar sebagai antibakteri yaitu pada konsentrasi 100 mg/mL terhadap Staphylococcus aureus dengan diameter 14,83 mm dan pada konsentrasi 200 mg/mL terhadap Escherichia coli dengan diameter 14,50 mm. Fraksi n -heksana menunjukkan aktivitas antibakteri yang terlemah yaitu pada konsentrasi 300 mg/mL terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter 14,61 mm dan konsentrasi 300 mg/mL efektif terhadap Escherichia coli dengan diameter 14,10 mm .
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Kajian Daya Insektisida Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) dan Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L. ) terhadap Perkembangan Serangga Hama Gudang Sitophilus zeamais Motsch.

Kajian Daya Insektisida Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss) dan Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L. ) terhadap Perkembangan Serangga Hama Gudang Sitophilus zeamais Motsch.

Tanaman mindi termasuk dalam famili Meliaceae, berbentuk pohon yang dapat mencapai ketinggian 30 m. Batang tanaman ini berkayu dan berbentuk bulat. Daun mindi tersusun sebagai daun majemuk, anak daun berbentuk elips, panjang 3-9 cm, lebar 15-30 mm, tepi daun bergerigi, ujung dan pangkal daunnya runcing serta berwarna hijau (Gambar 3). Bunga tanaman ini adalah bunga majemuk berbentuk malai yang terdapat di ketiak daun, berambut panjang ± 20 cm, benang sari bergigi sepuluh, kepala sari merunduk, mahkotanya berjumlah lima, panjang ± 1 cm dan berwarna coklat kekuningan. Biji mindi berbentuk bulat telur, beralur dan berrwarna putih. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah renceh, gringging, mindi dan cakra-cikri (Heyne, 1987). Perbanyakan tanaman ini dilakukan melalui biji. Mindi dapat tumbuh pada ketinggian 1-1.100 m dpl . Tanaman mindi sering dipertukarkan dengan mimba karena pohon mindi mirip dengan pohon mimba. Selain itu tanaman mindi juga tersebar di daerah yang sama dengan tanaman mimba. Akan tetapi dengan melihat bentuk daunnya, mindi dapat dibedakan dari mimba. Mindi mempunyai percabangan pada daunnya, sedangkan mimba tidak. Selain itu, daun mimba lebih langsing dibandingkan daun mindi (Kardinan, 2002).
Baca lebih lanjut

78 Baca lebih lajut

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Persemaian Tanaman Tembakau Deli (Nicotiana tobaccum L.) dengan Pemanfaatan Zat Ekstraktif Daun Mindi (Melia azedarach Linn.)

Pengendalian Hama dan Penyakit pada Persemaian Tanaman Tembakau Deli (Nicotiana tobaccum L.) dengan Pemanfaatan Zat Ekstraktif Daun Mindi (Melia azedarach Linn.)

Indonesia merupakan salah satu penghasil tembakau dengan mutu yang terbaik. Salah satu tembakau yang terkenal di pasar global adalah tembakau deli. Rendahnya produktivitas tembakau deli disebabkan oleh serangan hama dan penyakit pada persemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan kimia daun mindi dan menguji zat ekstraktif daun mindi terhadap hama S. litura (ulat grayak) dan penyakit rebah semai yang disebabkan oleh Phytium sp pada persemaian tembakau deli. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktorial yaitu faktor pelarut (aseton, metanol dan akuades) dan konsentrasi (0%,1%, 2%, 3% dan 4%).
Baca lebih lanjut

77 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Pembuatan Pestisida Alami, Campuran Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dan Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa) Untuk Pengendalian Ulat Biji (Tenebrio molitor).

PENDAHULUAN Pembuatan Pestisida Alami, Campuran Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dan Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa) Untuk Pengendalian Ulat Biji (Tenebrio molitor).

Dalam penelitian lain dengan judul “ Kajian Daya Insektisida ekstrak daun Mimba (Azadirachta indica a. Juss) dan Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach l. ) Terhadap Perkembangan Serangga hama Gudang Sitophilus zeamais motsch” yang dilakukan oleh Desy Sonyaratri dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 2006, dengan kesimpulan akhir yaitu diperoleh hasil bahwa penambahan ekstrak daun mindi pada konsentrasi 1.0% secara nyata mampu menurunkan jumlah populasi serangga, memperkecil nilai dari indeks perkembangan, laju perkembangan intrinsik serta kapasitas mulitiplikasi mingguan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Efektivitas Emulsifiable Concentrate (EC) Berbasis Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dalam Mengurangi Kerusakan Beras Akibat Serangan Sitophilus zeamais Motsch Selama Penyimpanan

Efektivitas Emulsifiable Concentrate (EC) Berbasis Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dalam Mengurangi Kerusakan Beras Akibat Serangan Sitophilus zeamais Motsch Selama Penyimpanan

Beras merupakan bahan makanan pokok sebagian besar penduduk di Indonesia dan menempati posisi penting dalam penyediaan pangan. Peningkatan konsumsi beras perlu diimbangi dengan penanganan pasca panen yang baik. Pada tahap ini seringkali terjadi perubahan kualitas dan kuantitas bahan simpan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti fasilitas penyimpanan dan hama gudang. Diantara hama gudang yang paling banyak menyebabkan kerusakan adalah serangga. Sitophilus zeamais Motsch. merupakan salah satu serangga hama pasca panen yang penting. Usaha pengendalian serangga yang banyak dilakukan selama ini masih mengandalkan pengendalian secara kimia yaitu dengan menggunakan insektisida sintetik. Namun, banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh insektisida sintetik ini. Oleh karena itu, untuk mencari teknologi alternatif pengganti insektisida sintetik yaitu insektisida yang berasal dari tumbuhan. Insektisida golongan ini umumnya bersifat selektif dan tidak persisten karena senyawa aktifnya berasal dari bahan alami yang memiliki cara kerja spesifik dan mudah terurai di lingkungan. Salah satu tanaman yang kaya akan zat metabolit sekunder adalah mindi (Melia azedarach L.). Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan suatu insektisida dari bahan nabati dalam bentuk yang mudah diaplikasikan yaitu emulsifiable concentrate (EC). Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) (1) mendapatkan konsentrasi dari ekstrak daun Mindi (Melia azedarach L.) yang optimum yang dapat menghambat serangan hama gudang Sitophilus zeamais Motsch dalam penyimpanan beras, (2) mengetahui retensi (dalam hitungan hari) insektisida nabati yang efektif dalam menghambat serangan serangga setelah penyemprotan, serta (3) mempelajari tingkat kerusakan akibat serangan serangga Sitophilus zeamais Motsch yang terjadi pada beras yang telah dilindungi insektisida nabati pada berbagai konsentrasi selama penyimpanan..
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI, CAMPURAN EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarach L.)  DAN KULIT BUAH JENGKOL  Pembuatan Pestisida Alami, Campuran Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dan Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa) Untuk Pengendalian Ulat Biji (

PEMBUATAN PESTISIDA ALAMI, CAMPURAN EKSTRAK DAUN MINDI (Melia azedarach L.) DAN KULIT BUAH JENGKOL Pembuatan Pestisida Alami, Campuran Ekstrak Daun Mindi (Melia azedarach L.) Dan Kulit Buah Jengkol (Pithecellobium jiringa) Untuk Pengendalian Ulat Biji (

Pengendalian produk hasil pertanian berupa biji-bijian di Indonesia sebagian besar menggunakan cara mekanik atau pestisida kimia. Hama yang menyerang produk biji-bijian salah satunya ulat biji Tenebrio molitor. Penggunaan pestisida sintesis berdampak besar pada lingkungan, misalnya membunuh hama nontarget dan memutus rantai makanan. Salah satu solusi untuk mengendalikan hama biji-bijian adalah menggunakan pestisida alami dari tumbuhan mindi dan jengkol. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengetahui efektifitas ekstrak daun mindi dan kulit buah jengkol terhadap mortalitas dan LD50 ulat biji, 2) mengetahui konsentrasi yang optimal dan efisien, 3) nilai mortalitas dari masing-masing konsentrasi pestisida alami. Penelitian dilakukan dalam 3 perlakuan (konsentrasi 70; 80; 90%) dan 1 kontrol (air), dengan 4 kali ulangan. Setiap ulangan menggunakan 10 ekor ulat dengan perlaukan satu kali penyemprotan. Pengamatan dilakuakan per 3 menit selama 15 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pestisida alami dari daun mindi dan kulit buah jengkol efektif terhadap mortalitas ulat biji, dengan tingkat mortalitas lebih dari 50%, konsentrasi yang optimal dan efisien adalah 70%, dan nilai mortalitas masing-masing konsentrasi 70; 80; 90% adalah 75; 85; 82,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pestisida alami campuran daun mindi dan kulit buah jengkol efektif mengendalikan ulat biji Tenebrio molitor.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Isolasi dan Identifikasi Flavonoid dari Daun Mindi (Melia azedarach L.).

PENDAHULUAN Isolasi dan Identifikasi Flavonoid dari Daun Mindi (Melia azedarach L.).

Salah satu tumbuhan yang dapat digunakan sebagai obat adalah tanaman mindi (Melia azedarach L.) yang oleh masyarakat dipergunakan sebagai obat deuretik (peluruh kencing), peluruh cacing, pencahar, dan lain sebagainya. Kandungan kimia yang terdapat dalam daun mindi adalah akaloid parasina, flavonoid rutin, zat pahit, saponin, tanin, steroida, dan kaemferol (Dalimatha, 2003).

28 Baca lebih lajut

EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MINDI (Melia azedarach L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS ANALGESIC EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF MINDI LEAVES (Melia azedarach L.) ON MALE WHITE MICE STRAIN SWISS PENDAHULUAN

EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL DAUN MINDI (Melia azedarach L.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN GALUR SWISS ANALGESIC EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF MINDI LEAVES (Melia azedarach L.) ON MALE WHITE MICE STRAIN SWISS PENDAHULUAN

Daun mindi (Melia azedarach L.) telah dikenal sebagai obat tradisional yang salah satu khasiatnya adalah sebagai analgetik. Analgetik adalah obat yang mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri tanpa menekan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek analgetik ekstrak etanol daun mindi pada mencit putih jantan galur Swiss.Pengujian efek analgetik dilakukan dengan metode rangsang kimia. Rangsang nyeri yang digunakan adalah larutan asam asetat 0,5% (v/v) dosis 131,25 mg/kgBB. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola searah dengan subjek uji mencit putih jantan galur Swiss, berumur 2-3 bulan, berat badan 20-30 g. Tiga puluh lima ekor mencit dibagi menjadi 7 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberi perlakuan suspensi CMC Na 1%, kelompok II sebagai kontrol positif diberi suspensi parasetamol dosis 65 mg/kgBB, kelompok III-VII diberi perlakuan ekstrak etanol daun mindi dengan dosis berturut- turut 0,81; 1,61; 3,22; 6,44; dan 12,89 mg/kgBB. Setelah 15 menit perlakuan, kemudian masing- masing mencit diinduksi nyeri dengan larutan asam asetat 0,5% secara intraperitoneal. Jumlah geliat yang timbul akibat induksi nyeri dihitung tiap 5 menit selama 60 menit. Data tersebut kemudian dihitung persentase proteksinya dengan uji statistik Analisis varian satu jalan dan dilanjutkan uji LSD dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun mindi dosis 0,81; 1,61; dan 3,22 mg/kgBB memberikan efek analgetik yang hampir sama dengan parasetamol (P>0,05). Sedangkan dosis 6,44 dan 12,89 mg/kgBB mempunyai efek analgetik yang lebih kuat dibandingkan parasetamol (P<0,05).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

ISOLASI DAN IDENTIFIKASIFLAVONOID DARI DAUN MINDI ( Isolasi dan Identifikasi Flavonoid dari Daun Mindi (Melia azedarach L.).

ISOLASI DAN IDENTIFIKASIFLAVONOID DARI DAUN MINDI ( Isolasi dan Identifikasi Flavonoid dari Daun Mindi (Melia azedarach L.).

Mindi (Melia azedarach L.) merupakan salah satu tumbuhan obat asli Indonesia yang sering digunakan masyarakat sebagai obat peluruh kencing (diuretik), peluruh cacing, pencahar (laksatif), perangsang muntah, dan sebagainya sehingga perlu dilakukan penelitian tentang kandungan senyawa aktif terutama kandungan flavonoidnya. Flavonoid merupakan salah satu golongan fenol alam yang terbesar. Flavonoid terdapat dalam semua tumbuhan hijau. Flavonoid banyak digunakan dalam pengobatan sebagai antioksida, antikangker, antivirus, diuretik, osmotik. Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi flavonoid dari daun mindi (Melia azedarach L.)
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...

Related subjects