Daya pembeda

Top PDF Daya pembeda:

PENGUKURAN DAYA PEMBEDA TARAF KESUKARAN

PENGUKURAN DAYA PEMBEDA TARAF KESUKARAN

Bagi suatu soal yang dapat dijawab benar oleh siswa pandai mau- pun siswa bodoh, maka soal itu tidak baik karena tidak mempunyai daya pembeda. Demikian juga jika semua siswa baik pandai maupun bodoh tidak bisa menjawab benar, soal tersebut juga tidak baik karena tidak mempunyai daya pembeda. Tes yang baik adalah tes yang dapat dijawab dengan benar oleh siswa-siswa yang pandai saja.

12 Baca lebih lajut

Pengaruh strategi belajar peta konsep\DAFTAR LAMPIRAN\Lampiran 4 daya pembeda

Pengaruh strategi belajar peta konsep\DAFTAR LAMPIRAN\Lampiran 4 daya pembeda

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa tidak terdapat koefisien daya.[r]

2 Baca lebih lajut

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN ( DISCOVERY LEARNING) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI SIFAT-SIFATCAHAYA.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN ( DISCOVERY LEARNING) TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA MATERI SIFAT-SIFATCAHAYA.

Untuk menghitung daya pembeda soal tes pada soal objektif dapat dilakukan dengan menggunakan rumus: DP = WH −WL n Keterangan : DP = daya pembeda WH = jumlah testi dari kelompok unggu[r]

53 Baca lebih lajut

S KIM 1008943 chapter3

S KIM 1008943 chapter3

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dan siswa yang berkemampuan rendah (Arikunto, 2009). Semakin besar koefisien daya pembeda suatu butir soal, maka semakin besar pula kemampuan butir soal tersebut dalam membedakan antara siswa yang telah menguasai kompetensi dengan siswa yang belum menguasai kompetensi (Arifin, 2009). Daya pembeda butir soal dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

12 Baca lebih lajut

s fis 0808527 chapter3

s fis 0808527 chapter3

berkategori rendah sebesar 37,50%, berkategori cukup sebesar 41,67%, tidak ada yang berkategori tinggi . Daya pembeda, dari 24 soal yang diujicobakan yang berkategori buruk sebesar 37,50%, berkategori sedang sebesar 45,83%, berkategori baik sebesar 16,67%. Dan untuk tingkat kesukaran, dari 24 soal yang diujicobakan yang termasuk kategori mudah sebesar 37,50%, berkategori sedang sebesar 37,50%, dan berkategori sukar sebesar 25,00%. Nilai reliabilitas untuk instrumen ini adalah sebesar 0,69 dengan kategori tinggi. Rekapitulasi distribusi soal untuk setiap aspek literasi sains yang akan diukur ditunjukkan pada tabel 3.7 di bawah ini.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

t mtk 0907945 chapter3

t mtk 0907945 chapter3

Untuk memperoleh soal tes yang baik maka soal tes tersebut harus dinilai validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Untuk mendapatkan validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda maka soal tersebut terlebih dahulu dikonsultasikan pada penilai yang dianggap ahli (expert), yaitu 2 orang dosen pembimbing dan 2 orang mahasiswa S2 Program Studi Pendidikan Matematika, dan diuji cobakan pada siswa kelas VIII SMP dengan pertimbangan bahwa mereka sudah pernah menerima materi. Uji coba dilakukan pada siswa kelas VIIIC SMP Negeri 249 Jakarta yang berjumlah 40 siswa. Pengukuran validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda soal tes tersebut diuraikan berikut ini.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

t mat 0806130 chapter3

t mat 0806130 chapter3

Analisis daya pembeda dilakukan untuk mengetahui perbedaan kemampuan siswa yang pandai (kelompok atas) dan lemah (kelompok bawah) melalui butir-butir soal yang diberikan. Daya pembeda menunjukkan kemampuan soal tersebut membedakan antara siswa yang pandai (termasuk dalam kelompok unggul) dengan siswa yang kurang pandai (termasuk kelompok asor). Suatu perangkat alat tes yang baik harus bisa membedakan antara siswa yang pandai, rata-rata, dan yang kurang pandai karena dalam suatu kelas biasanya terdiri dari tiga kelompok tersebut. Sehingga hasil evaluasinya tidak baik semua atau sebaliknya buruk semua, tetapi haruslah berdistribusi normal, maksudnya siswa yang mendapat nilai baik dan siswa yang mendapat nilai buruk ada (terwakili) meskipun sedikit, bagian terbesar berada pada hasil cukup.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

T MTK 1004641 Chapter3

T MTK 1004641 Chapter3

Sebelum tes dipergunakan dalam penelitian terlebih dahulu dibuat kisi-kisi soal yang dilanjutkan dengan menyusun soal beserta alternatif kunci jawaban dan aturan pemberian skor untuk tiap butir soal. Selanjutnya soal diujicobakan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda tiap butir soal tes yang akan digunakan dalam penelitian. Sebelum soal-soal tes diujicobakan, terlebih dahulu peneliti melakukan konsultasi dengan dosen pembimbing, teman-teman peneliti di SPS Pendidikan Matematika UPI dan guru bidang studi matematika di sekolah tempat penelitian.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN - Bab III Metoda Penelitian.doc

BAB III METODE PENELITIAN - Bab III Metoda Penelitian.doc

Setelah diujicobakan, hasil uji coba dianalisis secara statistik untuk mengetahui validitas, reliabilitas, daya pembeda dan tingkat kesukaran setiap butir/item soal. Tujuan analisis untuk melihat apakah soal yang diujicobakan valid dan reliabel untuk menjadi intrumen dalam penelititan ini. Daftar skor

28 Baca lebih lajut

t mtk 1007348 chapter3

t mtk 1007348 chapter3

Daya pembeda dihitung dengan membagi testee ke dalam dua kelompok yaitu kelompok atas (the higher group) sebesar 27% yaitu kelompok testee yang tergolong pandai dan kelompok bawah (the lower group) 27% yaitu kelompok testee yang tergolong rendah.

19 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Rasionalisasi Penggunaan Generic Term sebagai Merek

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Rasionalisasi Penggunaan Generic Term sebagai Merek

Penelitian ini adalah yang penulis lakukan untuk memenuhi syarat untuk mencapai gelar sarjana hukum. dalam penelitian ini penulis mengkaji hak atas kekayaan intelektual yang merupakan hak yang harus dihormati dan dihargai khusunya bagi intelektualitas karya manusia. Untuk itu dalam penelitian ini penulis mencoba mengupas mengenai penggunaan generic term sebagai merek. Terkait dengan penggunaannya yang tumpang tindih sehingga menimbulkan perdebatan antara generic term yang tidak dapat digunakan sebagai merek dan generic term yang dapat digunakan sebagai merek. Terkait dengan Pasal 5 Undang-undang No.15 Tahun 2001 yang isinya merupakan syarat mutlak pendaftaran merek yaitu salah satunya ialah daya pembeda.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

S BIO 1002365 Chapter3

S BIO 1002365 Chapter3

Pada tahap persiapan penelitian, instrumen penelitian yang telah dibuat diperiksa kelayakannya oleh para dosen ahli dari segi materi dan kaidah-kaidah evaluasi melalui proses judging. Instrumen bisa digunakan dalam pengambilan data penelitian apabila telah melewati proses perbaikan dari hasil koreksi pada tahapan judging serta telah melalui tahapan uji coba instrumen. Akan tetapi tidak semua instrumen melalui tahapan uji coba, hanya instrument pretest dan posttest saja yang dilakukan uji coba. Adapun tujuan dari uji instrumen peneltian ini adalah untuk mengetahui validitas, realibilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

T PD 1308112 Chapter3

T PD 1308112 Chapter3

Tabel di atas menunjukkan bahwa daya pembeda dengan klasifiaksi jelek sebanyak satu yaitu soal nomor enam dengan daya pembeda 0,01. Untuk mengatasi hal yang demikian ini peneliti mengkonsultasikan soal nomor enam tersebut kepada guru kelas, sehingga didapatkan solusi dengan melakukan perbaikan konteks/keterbacaan pada soal tersebut agar lebih dimengerti oleh siswa. Dari sepuluh soal terdapat daya pembeda dengan klasifikasi cukup sebanyak empat butir soal dengan masing-masing besarnya daya pembeda sebagai berikut soal nomor dua besarnya daya pembeda yaitu 0,31, soal nomor lima dan nomor delapan memilki daya pembeda yang sama yaitu 0,27, soal nomor sembilan dengan daya pembeda sebesar 0,25.
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

S KOM 0706884 Table Of Content

S KOM 0706884 Table Of Content

Analisis Daya Pembeda Soal Instrumen .... Analisis Tinhgkat Kesukaran Soal Instrumen ...[r]

8 Baca lebih lajut

T PD 1201444 Chapter3

T PD 1201444 Chapter3

Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, digunakan soal tes kemampuan pemahaman tes. Instrumen ini dikembangkan melalui beberapa tahap yaitu tahap pembuatan instrumen, tahap penyaringan dan tahap uji coba intrumen. Uji coba instrumen dilakukan untuk melihat validitas butir tes, reabilitas tes, daya pembeda butir tes, dan tingkat kesukaran butir tes. Selanjutnya data hasil uji coba instrumen kemudian dianalisis. Uji coba instrumen dilakukan di Sekolah Dasar Negeri Sindangwasa terhadap siswa kelas V. Adapun alasan dilakukan di Sekolah Dasar tersebut adalah karena ada karakteristik siswa yang sama ditinjau dai segi usia dan level sekolah.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

Analisis Data Buatlah sebuah paper tentang

Analisis Data Buatlah sebuah paper tentang

Menghitung daya pembeda digunakan rumus berikut: DP=X´ A− ´XB SMI Keterangan: DP = Daya pembeda ´ XA = Nilai rata-rata siswa pada kelompok atas ´ XB = Nilai rata-rata siswa pada k[r]

8 Baca lebih lajut

t pd 1007271 table of content

t pd 1007271 table of content

3.5KategoriDayaPembeda ……… 3.6 Rekapitulasi Daya Pembeda, Tingkat Kesukaran, danValiditasSoalScientific Literacy ………...……….. 3.7 Kisi-kisiScientific Literacy ………..[r]

6 Baca lebih lajut

t ptk 0705199 table of content(1)

t ptk 0705199 table of content(1)

Tabel 3. 4 Klasifikasi Nilai Korelasi r .................. Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 5 Klasifikasi Indeks Kesukaran .............. Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 6 Klasifikasi Indeks Daya Pembeda ....... Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 7 Daftar Anava ....................................... Error! Bookmark not defined. Tabel 3. 8 Hasil Uji Coba Instrumen untuk Variabel XError! Bookmark not

6 Baca lebih lajut

BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian - Pembelajaran dengan model inquiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dasar dan hasil belajar materi fotosintesis siswa Kelas VIII MTs Muslimat NU Palangka Raya tahun 2015/2016 - Digital

BAB III METODE PENELITIAN A. Waktu Dan Tempat Penelitian - Pembelajaran dengan model inquiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains dasar dan hasil belajar materi fotosintesis siswa Kelas VIII MTs Muslimat NU Palangka Raya tahun 2015/2016 - Digital

Sebelum melakukan penggambilan data, terlebih dahulu instrumen yang akan digunakan diuji pada kelompok siswa yang dianggap sudah mengikuti pokok bahasan yang akan disampaikan. Setelah itu instrumen diukur tingkat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda sehingga dapat dipertimbangkan apakah instrumen tersebut dapat digunakan atau tidak.

16 Baca lebih lajut

S KOM 0905925 Table of content

S KOM 0905925 Table of content

46 3.3 Klasifikasi Interpretasi Tingkat Kesukaran Butir Soal .... 46 3.4 Klasifikasi Interpretasi Daya Pembeda ....[r]

6 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...