Depth First Search

Top PDF Depth First Search:

Implementasi algoritma Depth First Search (DFS) pada rute bus AKAP AKDP berbasis android.

Implementasi algoritma Depth First Search (DFS) pada rute bus AKAP AKDP berbasis android.

Variabel yang akan diperhitungkan adalah biaya. Dalam bertransportasi, jarak tentu akan sangat berpengaruh pada biaya yang perlu dikeluarkan. Alasan pemilihan variabel biaya karena variabel biaya adalah variabel yang penting dalam bertransportasi. Pengaturan jalur bus dari pemerintah tentu mempertimbangkan keramaian jalanan. Semakin ramai jalan tersebut tentu harapannya semakin banyak penumpang yang didapatkan oleh angkutan umum tersebut. Sehingga variabel seperti tingginya traffic jalan(kemacetan), bisa diabaikan karena dalam angkutan umum semakin ramai suatu tempat harapannya semakin banyak penumpang bus yang didapat. Algoritma Depth First Search(DFS) merupakan salah satu algoritma yang dapat digunakan untuk memilih rute terpendek dari suatu jalur yang ada. Kelebihan algoritma ini dapat menampilkan berbagai alternatif jalur yang ada, saat tersedia banyak kemungkinan.
Baca lebih lanjut

198 Baca lebih lajut

Aplikasi Diagnosa Kerusakan Televisi LED Dengan Metode Depth First Search

Aplikasi Diagnosa Kerusakan Televisi LED Dengan Metode Depth First Search

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah forward chaining untuk inferensinya dan dalam proses pencarian menggunakan metode Depth First Search. Berdasarkan hasil uji pretest dan posttest hasil keakurasian adalah sebesar 100%. Dan hasil dari User Acceptence, diperoleh nilai Alpha Cronbach sebesar 0,899 dengan jumlah pertanyaan sebanyak 5 item. Alpha cronbach = 0,899 terletak diantara lebih dari 0,80 hingga 1,00 sehingga tingkat reliabilitasnya sangat reliabelitas. Sehingga dapat diartikan bahwa berdasarkan hasil survei terhadap 20 responden, sistem yang dibuat dapat membantu teknisi pemula dalam mendiagnosa kerusakan televisi LED.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENERAPAN ALGORITMA BREADTH FIRST SEARCH DAN DEPTH FIRST SEARCH PADA PERMAINAN SLIDE PUZZLE - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) BAB I dan II

PENERAPAN ALGORITMA BREADTH FIRST SEARCH DAN DEPTH FIRST SEARCH PADA PERMAINAN SLIDE PUZZLE - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) BAB I dan II

Depth First Search, seperti halnya Breadth First Search, juga memiliki kelebihan di antaranya adalah cepat mencapai kedalaman ruang pencarian. Jika diketahui bahwa lintasan solusi permasalahan akan panjang maka Depth First Search tidak akan memboroskan waktu untuk melakukan sejumlah besar keadaan dangkal dalam permasalahan graf. Depth First Search jauh lebih efisien untuk ruang

23 Baca lebih lajut

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Depth First Search (DFS)

Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Depth First Search (DFS)

Setelah pengujian dilakukan dan diperoleh validitas pada pengujian tersebut melalui tabel yang disajikan di atas, maka selanjutnya dapat digambarkan grafik perbandingan pretest dan posttest pada penggunaan sistem pakar diagnosa penyakit kucing dengan pendekatan metode Depth First Search, yaitu sebagai berikut:

10 Baca lebih lajut

Aplikasi Berbasis Mobile untuk Pencarian Rute Angkutan Umum Kota Makassar Menggunakan Algoritma Depth First Search Mobile-Based Public Transportation Search Application for Makassar City Using Depth First Search Algorithm

Aplikasi Berbasis Mobile untuk Pencarian Rute Angkutan Umum Kota Makassar Menggunakan Algoritma Depth First Search Mobile-Based Public Transportation Search Application for Makassar City Using Depth First Search Algorithm

Abstrak – Kawasan kota Makassar merupakan tempat kegiatan penduduk dengan segala aktivitasnya. Sarana dan prasarana diperlukan untuk mendukung aktivitas kota. Ditinjau dari aspek pergerakan penduduk, kecenderungan bertambahnya penduduk perkotaan yang tinggi menyebabkan makin banyak jumlah pergerakan baik dari dalam maupun luar kota dan pemberian fasilitas pencarian kode angkutan umum menuju ke suatu tempat yang di inginkan oleh para penumpang angkutan umum. Nantinya akan ditampilkan kode angkutan umum, informasi jalur yang dilalui angkutan umum dan memperlihatkan jalur rute angkutan melalui Google Maps. Adapun metode yang akan digunakan untuk menentukan jarak terdekat dari posisi pengguna aplikasi dengan beberapa pilihan rute adalah algoritma depth first search. Depth first search (DFS) adalah algoritma untuk melintasi, struktur pohon atau grafik yang dimulai pada akar (memilih beberapa node sebagai root dalam kasus grafik) dan mengeksplorasi sejauh mungkin sepanjang masing-masing cabang sebelum mundur. Diharapkan dengan adanya aplikasi tersebut dapat membantu para calon penumpang untuk memilih rute angkutan umum yang ingin ditumpanginya, pencarian kode rute-rute angkutan umum yang di hasilkan dari aplikasi menggunakan algoritma depth first search.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Perancangan Permainan Word Ladder Menggunakan Algoritma Depth First Search Pada Android

Perancangan Permainan Word Ladder Menggunakan Algoritma Depth First Search Pada Android

Permainan word ladder merupakan permainan membentuk rantai kata dengan cara mencari sebuah kata baru yang hanya berbeda satu huruf dari kata sebelumnya. Algoritma pencarian depth first search dapat diterapkan pada aplikasi agar dapat melakukan pencarian kata. Algoritma depth first search merupakan metode pencarian pada struktur pohon dengan menelusuri suatu cabang pohon secara mendalam hingga ditemukannya solusi. Aplikasi yang dibangun bertujuan untuk membantu pemain dalam mencari kata yang tepat untuk membentuk sebuah rantai kata dalam permainan word ladder. Hasil yang diperoleh dari aplikasi yang dibangun menunjukkan bahwa algoritma depth first search mampu memberikan penyelesaian permainan word ladder dengan baik.
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

Evaluasi dan Usaha Optimalisasi Algoritma Depth First Search dan Breadth First Search dengan Penerapan pada Aplikasi Rat Race dan Web Peta.

Evaluasi dan Usaha Optimalisasi Algoritma Depth First Search dan Breadth First Search dengan Penerapan pada Aplikasi Rat Race dan Web Peta.

Rat Race is a maze game. There is a rat with a main task to search an exit in the maze. The rat is provide with two blind search algorithm, that is Depth First Search and Breadth First Search. The main goal is to find an exit with minimum steps. In this application, Depth First Search has fewer steps to reach an exit than Breadth First Search algorithm. That is because Breadth First Search algorithm had so many backward steps. The blind search algortihm also can be use in another application. Web Peta is an application that use Depth First Search algorithm. The main purpose of this application are to search a route from one place to another place in map. The application also must provide alternative route and the shortest route.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Evaluasi dan Usaha Optimalisasi Algoritma Depth First Search dan Breadth First Search dengan Penerapan pada Aplikasi Rat Race dan Web Peta.

Evaluasi dan Usaha Optimalisasi Algoritma Depth First Search dan Breadth First Search dengan Penerapan pada Aplikasi Rat Race dan Web Peta.

Optimalisasi algoritma Depth First Search dan Breadth First Search pada aplikasi ini akan memperbaiki algoritma yang sudah ada sebelumnya untuk mencapai hasil yang optimal. Selain itu juga akan dilakukan perhitungan- perhitungan mengenai pemakaian resources dari aplikasi ini untuk kemudian ditentukan kriteria dan batasan-batasan optimal dari aplikasi ini. Optimalisasi dari kedua algoritma diharapkan akan menghasilkan algoritma yang lebih baik dilihat dari jumlah langkah yang dibutuhkan, penggunaan memori, dan perhitungan secara teoritis menggunakan Big Oh (analisis algoritma untuk mengetahui kompleksitas asimptotik).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Rancang Bangun Edugame Matching Picture 3D dengan Algoritma Depth First Search untuk Melatih Daya Ingat Anak

Rancang Bangun Edugame Matching Picture 3D dengan Algoritma Depth First Search untuk Melatih Daya Ingat Anak

Algoritma Depth First Search pertama ditemukan oleh matematikawan prancis pada abad ke-19 bernama Charles Phierre Tremaux sebagai strategi untuk memecahkan labirin. Algoritma Depth First Search merupakan algoritma yang cukup mangkus untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Pencarian hanya mengarah pada solusi yang dipertimbangkan saja. Dan pencarian solusipada algoritma ini dilakukan secara mendalam. Oleh karena algoritma ini cukup efektif, maka DFS banyak diterapkan dalam berbagai program permainan[3].

13 Baca lebih lajut

Metode Depth First Search Untuk Pencarian Rute Jadwal Penerbangan

Metode Depth First Search Untuk Pencarian Rute Jadwal Penerbangan

Menurut Suyanto (2007), Kelebihan DFS adalah pemakaian memori yang lebih sedikit. DFS hanya menyimpan sekitar bd simpul, di mana b adalah faktor percabangan dan d adalah kedalaman solusi. Jika b = 10 dan d = 3, maka jumlah simpul yang disimpan di memori adalah 1 + 10 + 10 + 10 = 31. Hal ini berbeda jauh dengan Breadth First Search yang harus menyimpan semua simpul yang pernah dibangkitkan. Pada kasus tersebut, Breadth First Search harus menyimpan 1 + 10 + 100 + 1000 = 1111 simpul. Kelebihan lainnya adalah jika solusi yang dicari berada pada level yang dalam dan paling kiri, maka DFS akan menemukannya dengan cepat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Penerapan Algoritma Breadth First Search and Depth First Search Pada Permainan Slide Puzzle - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Penerapan Algoritma Breadth First Search and Depth First Search Pada Permainan Slide Puzzle - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Slide puzzle merupakan permainan menyusun potongan gambar sesuai posisinya. Sebuah potongan hanya dapat dipindahkan dengan menggesernya ke ruang kosong. Hal inilah yang menjadi faktor kerumitan tersendiri dalam menyelesaikan permainan. Permainan slide puzzle memerlukan suatu algoritma pencarian yang digunakan untuk memecahkan solusi permainan. Dalam tugas akhir ini dijelaskan penerapan algoritma Breadth First Search dan Depth First Search dalam menyelesaikan permainan slide puzzle dengan menggunakan Microsoft Visual Basic 6.0. Setelah itu dilakukan pengujian untuk menyelesaikan permainan secara manual (menggunakan orang sebagai pemain) dan menyelesaikan permainan dengan menggunakan algoritma Breadth First Search dan Depth First Search (dalam hal ini komputer). Dari hasil uji terlihat bahwa pencarian dengan algoritma dapat digunakan untuk mengoptimalkan waktu dan panjang path solusi dalam menyelesaikan permainan slide puzzle yang umumnya tidak dapat dilakukan jika menyelesaikan permainan secara manual.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Penggunaan Metode Depth First Search DFS

Penggunaan Metode Depth First Search DFS

Secara pengetahuan umum mengenai strategi menekankan pada pengetahuan yang melebar (breadth) pada pengembangan produk kelompok, sedangkan secara khusus fokus untuk pengetahuan yang dalam (depth) [5]. Sehingga dapat dianalogikan bahwa metode Breadth First Search pada dasarnya memiliki fungsi sebagai pengatur strategi pengembangan pengetahuan kelompok yang baik, sedangkan pada DFS digunakan secara khusus seperti dalam hal tertentu.

Baca lebih lajut

Automation of Independent Path Searching using Depth First Search

Automation of Independent Path Searching using Depth First Search

Based on table one, it can be concluded DFS was able to reveal the independent path on average about 68%, 100% for the best, and 20% for the worst. This results might be the first discovery of the automation of independent path which based on pseudocode. There was no other research which using pseudocode have found previously. So it cannot be comparing using other methods since the previous researches using the code to generate independent path. Based on the results, there were good results and bad results. Both of it will be discussed in the following section.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Aplikasi Penyelesaian Game Puzzle Hashiwokakero Dengan Metode Solving Hashi Dan Breath First Search (BFS) Atau Depth First Search (DFS)

Aplikasi Penyelesaian Game Puzzle Hashiwokakero Dengan Metode Solving Hashi Dan Breath First Search (BFS) Atau Depth First Search (DFS)

Based on the results of research conducted in the field found the facts that the search techniques using Hashi solving techniques have many drawbacks such as very bound by the rules that exist in these techniques so that the algorithm BFS and DFS are added to correct these vulnerabilities. BFS and DFS algorithms taken because the matter Hashi has no objective value which is the value that should be owned in other algorithms. This research method using a literature study in data collection, based on the books and some resources available online. Development tools used in making this application is Visual Basic 6 and Microsoft Access as the data base.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Breadth First Search Depth First Search

Breadth First Search Depth First Search

• Bila kasus ini diimplementasikan ke dalam sisten komputer, maka akan membutuhkan memori yang sangat besar, dan waktu pencarian yang sangat lama. Dengan kata lain metode exhaustive search ini tidak efisien dan tidak efektif, sehingga tidak praktis untuk diimplementasikan.

Baca lebih lajut

Penerapan Algoritma Column by Column dan Depth-First Search dalam Permainan Babylon Tower

Penerapan Algoritma Column by Column dan Depth-First Search dalam Permainan Babylon Tower

Breadth-first search akan selalu menemukan solusi apabila pencarian dilakukan pada pohon pencarian yang memuat solusi pada salah satu node pada tingkat kedalaman d yang terbatas serta memiliki branching factor b yang terbatas. Ketika node yang memuat solusi di-generate untuk pertama kalinya, maka dapat dipastikan bahwa node tersebut merupakan solusi yang paling singkat. Hal ini dikarenakan semua node pada tingkat kedalaman yang lebih dangkal telah di-generate terlebih dahulu dan tidak menemui solusi yang diinginkan. Solusi yang ditemukan merupakan solusi yang optimal apabila biaya (cost) yang dibutuhkan tidak berkurang untuk melalui node pada kedalaman yang lebih dalam (Russell & Norvig, 2010). Contoh breadth-first search yang diterapkan pada permainan Babylon Tower dapat dilihat pada gambar 2.3.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

1 Maze Generator Dengan Menggunakan Algoritma Depth-First-Search

1 Maze Generator Dengan Menggunakan Algoritma Depth-First-Search

Labirin atau maze merupakan tempat yg penuh dengan jalan dan lorong yg berliku-liku dan simpang siur dan dipisahkan oleh tembok. Labirin seringkali dijadikan tantangan dalam permainan seperti puzzle, dimana terdapat objek dalam posisi awal harus menemukan jalan keluar pada posisi yang ditentukan. Dalam ilmu komputer, terdapat beberapa algoritma yang dapat digunakan untuk membuat sebuah labirin misalnya Recursive Backtracker, Kruskal’s Algorithm, Prim’s Algorithm, dan Depth-First-Search [1]. Depth- First-Search atau DFS merupakah salah satu cara paling mudah dalam membuat sebuah labirin yang tidak terlalu kompleks.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Penerapan Algoritma Column by Column dan   Depth-First Search dalam Permainan Babylon Tower

Penerapan Algoritma Column by Column dan Depth-First Search dalam Permainan Babylon Tower

Breadth-first search akan selalu menemukan solusi apabila pencarian dilakukan pada pohon pencarian yang memuat solusi pada salah satu node pada tingkat kedalaman d yang terbatas serta memiliki branching factor b yang terbatas. Ketika node yang memuat solusi di-generate untuk pertama kalinya, maka dapat dipastikan bahwa node tersebut merupakan solusi yang paling singkat. Hal ini dikarenakan semua node pada tingkat kedalaman yang lebih dangkal telah di- generate terlebih dahulu dan tidak menemui solusi yang diinginkan. Solusi yang ditemukan merupakan solusi yang optimal apabila biaya ( cost ) yang dibutuhkan tidak berkurang untuk melalui node pada kedalaman yang lebih dalam (Russell & Norvig, 2010). Contoh breadth-first search yang diterapkan pada permainan Babylon Tower dapat dilihat pada gambar 2.3.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

Penerapan Algoritma Column by Column dan Depth-First Search dalam Permainan Babylon Tower

Penerapan Algoritma Column by Column dan Depth-First Search dalam Permainan Babylon Tower

Stefani, D., Aribowo, A., Saputra, K.V.I., & Lukas, S. 2012. Solving Pixel Puzzle Using Rule-Based Techniques and Best First Search. International Conference on Engineering and Technology Development , Universitas Bandar Lampung, Lampung, pp. 118-124.

Baca lebih lajut

Penerapan Algoritma Column by Column dan Depth-First Search dalam Permainan Babylon Tower

Penerapan Algoritma Column by Column dan Depth-First Search dalam Permainan Babylon Tower

Pada tahap ini dilakukan perancangan terhadap game mechanic yang digunakan dalam permaian Babylon Tower serta dilakukan implementasi algoritma column by column dan depth-first search dalam mengatasi masalah dalam permainan Babylon Tower .

5 Baca lebih lajut

Show all 8466 documents...