derajat inflamasi

Top PDF derajat inflamasi:

PENGARUH KEPADATAN HELICOBACTER SPP DAN DERAJAT INFLAMASI TERHADAP KERUSAKAN HISTOPATOLOGIK PADA GASTRITIS KRONIK: REEVALUASI ARSIP SLIDE GASTRITIS KRONIK DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RSUP DR KARIADI TH 2011-2013

PENGARUH KEPADATAN HELICOBACTER SPP DAN DERAJAT INFLAMASI TERHADAP KERUSAKAN HISTOPATOLOGIK PADA GASTRITIS KRONIK: REEVALUASI ARSIP SLIDE GASTRITIS KRONIK DI LABORATORIUM PATOLOGI ANATOMI RSUP DR KARIADI TH 2011-2013

Infeksi Helicobacter pylorii (Hp) telah menjadi masalah kesehatan yang mendunia, sebagai penyebab utama gastritis kronik, tukak lambung dan keganasan, akan tetapi mekanismenya dalam menimbulkan gastritis kronik masih belum sepenuhnya dimengerti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepadatan kuman Helicobacter spp dan derajad inflamasi terhadap derajat kerusakan histopatologik pada penderita gastritis kronik serta prevalensinya di RSUP dr.Kariadi. Penelitian ini adalah penelitianobservasional dengan pendekatan potong lintang dengan sampel sebanyak 70 slide arsip dari laboratorium Patologi Anatomi RSUP dr.Kariadi mulai 1 Januari 2011 – 31 Desember 2013 yang telah didiagnosis sebagai gastritis kronik disertai kuman Helicobacter spp positif oleh dokter spesialis Patologi Anatomi. Data kepadatan kuman Helicobacter spp, derajat inflamasi dan derajat kerusakan histopatologik gaster dianalisa dengan uji Kruskal Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney U dan uji korelasi Spearman. Prevalensi gastritis kronik dengan kuman Helicobacter spp positif di RSUP dr.Kariadi pada tahun 2011 sebesar 58%, tahun 2012 naik menjadi 70% dan tahun 2013 menjadi 79%. Terdapat perbedaan yang tidak bermakna antara derajat kepadatan kuman Helicobacter spp dengan derajat inflamasi baik aktif maupun kronik dengan korelasi positif yang lemah dan perbedaan yang bermakna pada atrofi kelenjar yang merupakan bagian dari derajat kerusakan histopatologik gaster dengan korelasi positif yang lemah pada penderita gastritis kronik. Terdapat perbedaan yang signi fi kan antara derajat in fl amasi baik aktif maupun kronik dengan derajat perubahan histopatologik dengan korelasi positif pada penderita gastritis kronik. Derajad in fl amasi yang terjadi pada gastritis kronik akibat kuman Helicobacter spp berpengaruh pada derajat kerusakan histologik pada penderita gastritis kronik.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

PENGARUH VARIASI DOSIS STEROID TERHADAP DERAJAT INFLAMASI INTESTINAL MENCIT MODEL SEPSIS TAHAP AWAL.

PENGARUH VARIASI DOSIS STEROID TERHADAP DERAJAT INFLAMASI INTESTINAL MENCIT MODEL SEPSIS TAHAP AWAL.

Hasil Penelitian: Penelitian memperlihatkan derajat inflamasi intestinal pada K1: derajat 0 (100%). K2: derajat 2 (60%), derajat 3 (40%). K3: derajat 0 (40%), derajat 1 (60%). K4: derajat 2 (20%), derajat 3 (80%). K5: derajat 3 (40%), derajat 4 (60%). Terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok K1 dan K2 (p = 0,005), kelompok K2 dan K3 (p = 0,007), kelompok K2 dan K5 (p = 0,020), kelompok K3 dan K4 (p = 0,006), kelompok K3 dan K5 (p = 0,007), dan kelompok K4 dan K5 (p = 0,042).

11 Baca lebih lajut

PENGARUH MINYAK BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP DERAJAT INFLAMASI SALURAN NAFAS.

PENGARUH MINYAK BIJI JINTEN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP DERAJAT INFLAMASI SALURAN NAFAS.

Minyak biji jinten hitam (Nigella sativa L.) mengandung sejumlah bahan- bahan kimiawi yang mempunyai aktivitas sebagai antialergi, antiasma, antiinflamasi, antiprostaglandin dan anti histamin. Sehingga dapat digunakan sebagai obat untuk mencegah dan mengobati penyakit asma alergi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh Minyak biji jinten hitam terhadap derajat inflamasi pada bronkhus mencit model asma alergi.

2 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Propolis Terhadap Derajat Inflamasi Bronkus Tikus Putih Model Asma Alergi

Pengaruh Ekstrak Etanol Propolis Terhadap Derajat Inflamasi Bronkus Tikus Putih Model Asma Alergi

Bronkus tikus yang akan dibuat preparat diperoleh pada hari ke-28 atau pada akhir percobaan, dengan mengorbankan tikus, diambil jaringan bronkus utama di dekat percabangan (bifurcation) sepanjang 1,5 cm kemudian direndam dalam larutan formalin buffer 10% selama 10 jam, setelah itu dibuat blok parafin. Selanjutnya dibuat potongan serial terhadap blok parafin tersebut untuk dibuat slide. Setelah itu dilakukan pewarnaan Haematoxyllin-Eosin (HE) untuk melihat derajat inflamasinya. Preparat bronkus diamati dengan mikroskop cahaya perbesaran 100 kali dalam satu lapang pandang. Derajat inflamasi pada bronkus yang didapatkan dari modifikasi oleh Myou et al. (2003) dibagi menjadi 4 derajat yaitu:
Baca lebih lanjut

70 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Etanol Propolis Terhadap Derajat Inflamasi Intestinal Tikus Putih Sepsis Induksi Cecal Inoculum

Pengaruh Ekstrak Etanol Propolis Terhadap Derajat Inflamasi Intestinal Tikus Putih Sepsis Induksi Cecal Inoculum

Pemberian material cecal inoculum pada kelompok K2 menyebabkan meningkatnya derajat inflamasi intestinal tikus secara bermakna (Tabel 4.2). Sebanyak lima preparat menunjukkan gambaran histologis intestinal dengan grade 4 (Tabel 4.1). Hal ini sesuai dengan protokol pembuatan model sepsis oleh Chopra dan Sharma (2007). Injeksi cecal inoculum menggambarkan keadaan klinis peritonitis yang disebabkan infeksi polimikroba, adanya infeksi kuman patogen tersebut pada subjek penelitian merupakan patofisiologi kompleks dari sepsis. Pada hewan coba juga terdapat piloereksi. Menurut Alscher et al. (2001) dan Jurgen et al. (2006) bahwa proses patologik yang utama pada sepsis adalah apoptosis dari saluran pencernaan, termasuk intestinal. Proses ini menyebabkan hipoperfusi intestinal berupa gangguan mikrosirkulasi mukosa intestinal, disfungsi barrier intestinal dengan peningkatan permeabilitas usus, invasi bakteri patogen dan translokasi toksinnya ke dalam sirkulasi darah serta pelepasan sitokin inflamasi yang berlebihan seperi TNF- α, IFN - γ, IL - 1β dan IL -6 yang merupakan tanda reaksi inflamasi.
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Echinacea dan Minyak Ikan terhadap Perubahan Gambaran Histopatologi Hepar Mencit balb/c yang Diinfeksi Listeria monocytogenes.

Pengaruh Pemberian Echinacea dan Minyak Ikan terhadap Perubahan Gambaran Histopatologi Hepar Mencit balb/c yang Diinfeksi Listeria monocytogenes.

1. Apakah Echinacea dapat mempengaruhi derajat inflamasi dan jumlah mikroabses ginjal mencit Balb/c yang diinfeksi Listeria monocytogenes? 2. Apakah minyak ikan dapat mempengaruhi derajat inflamasi dan jumlah mikroabses ginjal mencit Balb/c yang diinfeksi Listeria monocytogenes? 3. Apakah Echinacea dan minyak ikan dapat mempengaruhi derajat inflamasi dan jumlah mikroabses ginjal mencit Balb/c yang diinfeksi Listeria monocytogenes?

5 Baca lebih lajut

Efektivitas Ekstrak Kunyit (Curcoma longa) Terhadap Bakteri Porphyromonas gingivalis Secara In Vitro

Efektivitas Ekstrak Kunyit (Curcoma longa) Terhadap Bakteri Porphyromonas gingivalis Secara In Vitro

Habiboallah dkk., melakukan penelitian terhadap kunyit (Curcoma longa) dan asam hiluronik terhadap penyembuhan luka pasca bedah gingiva pada anjing beagle . Hasil penelitian tersebut menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada derajat inflamasi dan parameter penyembuhan lainnya pada kasus yang dirawat dengan kunyit (Curcoma longa) serta efek positif kunyit (Curcoma longa) dalam penyembuhan pasca bedah periodontal. 26,28

9 Baca lebih lajut

Peranan Leukosit Sebagai Anti Inflamasi Alergik Dalam Tubuh

Peranan Leukosit Sebagai Anti Inflamasi Alergik Dalam Tubuh

Sel- sel darah yang berperan dalam kej adian inflam asi alergik ini adalah sel darah put ih at au leukosit dengan t urunanya; neut rofil, basofil, aosinofil, lim fosit , m ast osit m akr[r]

8 Baca lebih lajut

Korelasi Kadar Status Besi Dengan Derajat Kelas Fungsional Pasien Gagal Jantung Kronis yang Dirawat Inap di Rsup Haji Adam Malik Medan Chapter III V

Korelasi Kadar Status Besi Dengan Derajat Kelas Fungsional Pasien Gagal Jantung Kronis yang Dirawat Inap di Rsup Haji Adam Malik Medan Chapter III V

peranan dalam meningkatkan sitokin proinflamasi, seperti IL-6 dan TNF- α , sedangkan hipertensi berperan dalam pelepasan C-reactive protein (CRP) dan stress oksidatif. Namun bukti kondisi inflamasi kronis dan akut tidak diperkuat dengan adanya pemeriksaan petanda inflamasi seperti CRP maupun IL-6 sebagaimana studi sebelumnya

10 Baca lebih lajut

Pengaruh Pravastatin Terhadap KadarPro-CT dan Lama Pencapaian Perbaikan Klinis Pada Penderita Pneumonia.

Pengaruh Pravastatin Terhadap KadarPro-CT dan Lama Pencapaian Perbaikan Klinis Pada Penderita Pneumonia.

melawan invasi mikroba/ mengeliminasi mikroba. Inflamasi akan berhenti dan penyakit infeksi tidak terjadi bila mikroba berhasil dieliminasi, namun reaksi inflamasi akan menetap dan semakin bertambah bila mikroba gagal dieliminasi akan mengakibatkan terjadinya infeksi dan kerusakan jaringan. 4,5 Produksi sitokin proinflamasi meningkat saat terjadi infeksi mikroba dan menginduksi peningkatan kadar Pro-CT. 6 Penelitian El-Azeem et al tahun 2013 membuktikan bahwa kadar Pro- CT meningkat pada penderita pneumonia bakterial dan menurun setelah terapi antimikroba. 7 Pro-CT dapat digunakan sebagai alat penunjang untuk menyingkirkan diagnosis infeksi nonbakteri, dan kadar Pro-CT meningkat cepat setelah terjadi infeksi bakteri dan memiliki waktu paruh yang panjang. 8
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

Hubungan Helicobacter pylori dengan sitokin TNF-α, IL-6, dan IL-8

Hubungan Helicobacter pylori dengan sitokin TNF-α, IL-6, dan IL-8

Kadar IL-6 serum dilaporkan lebih tinggi pada pasien Ca gaster dibandingkan dengan lesi gaster jinak akibat infeksi H.pylori. Kadar IL-6 mukosa juga lebih tinggi pada Ca gaster tahap awal dengan infeksi H.pylori aktif daripada non infeksi H.pylori. Kadar IL-6 ini turun secara dramatis setelah eradikasi infeksi. Penelitian pada binatang menunjukkan adanya hubungan antara IL-6 dengan H.pylori dan juga berkorelasi dengan tingkat inflamasi gaster (Harris P, et al, 2000; Yamaoka Y, et al, 2001).

20 Baca lebih lajut

Penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid pada anak

Penggunaan obat anti-inflamasi nonsteroid pada anak

Sebagaimana diketahui bahwa obat-obat golongan anti-inflamasi nonsteroid (AINS) memiliki efek analgetik, antipiretik dan anti-inflamasi. Obat dari golongan ini sangat ampuh untuk mengurangi nyeri secara simtomatis, paling luas peresepannya dan menjadi pilihan pertama dalam pengobatan nyeri inflamasi. Terdapat beragam jenis AINS yang dikenal, seperti aspirin, parasetamol, ibufrofen, asam mefenamat, indometasin, diklofenak, piroksikam dan nimesulide. Dari berbagai macam obat AINS, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan yang terlihat pada efek terapi dan efek samping yang ditimbulkan. Efek terapi dan efek samping AINS berhubungan dengan mekanisme kerja sediaan ini. Penggunaan AINS pada anak sangat perlu menjadi perhatian. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi rekan sejawat dalam hal pemilihan obat-obat AINS pada anak.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

18F-FDG PET Pada Proses Infeksi Dan Inflamasi.

18F-FDG PET Pada Proses Infeksi Dan Inflamasi.

Pemanfaatan pemeriksaan PET menggunakan 18 F-FDG telah digunakan secara luas dalam bidang onkologi, namun demikian 18 F-FDG bukan agen yang spesifik untuk kanker, karena bahan tersebut juga diketahui terakumulasi pada inflamasi akut, penyakit ghranulomatus, dan penyakit autoimmune.

12 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PNEUMONIA PADA .docx

ASUHAN KEPERAWATAN PNEUMONIA PADA .docx

diikuti infitrasi makrofag. Cairan eksudatif di alveoli menyebabkan konsolidasi lobaris yang khas pada foto toraks. Virus, mikoplasma, dan klamidia menyebabkan inflamasi dengan dominasi infiltrat mononuklear pada struktur submukosa dan interstisial. Hal ini menyebabkan lepasnya sel-sel epitel ke dalam saluran napas, seperti yang terjadi pada bronkiolitis.

30 Baca lebih lajut

BAB I PEMBAHASAN 1. Konsep Dasar Infeksi

BAB I PEMBAHASAN 1. Konsep Dasar Infeksi

Inflamasi merupakan reaksi protektif vaskular dengan menghantarkan cairan, produk darah dan nutrien ke jaringan interstisial ke daerah cidera. Proses ini menetralisasi dan mengeliminasi patogen atau jaringan mati (nekrotik) dan memulai cara-cara perbaikan jaringan tubuh. Tanda inflamasi termasuk bengkak, kemerahan, panas, nyeri/nyeri tekan, dan hilangnya fungsi bagian tubuh yang terinflamasi. Bila inflamasi menjadi sistemik akan muncul tanda dan gejala demam, leukositas, malaise, anoreksia, mual, muntah dan pembesaran kelenjar limfe.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

Pengaruh Ekstrak Ginseng Terhadap Kadar IL-8 Plasma, SKor CAT dan Lama Rawat Inap Penderita PPOK Eksaserbasi.

Pengaruh Ekstrak Ginseng Terhadap Kadar IL-8 Plasma, SKor CAT dan Lama Rawat Inap Penderita PPOK Eksaserbasi.

Penyakit paru obstruktif kronik ditandai dengan inflamasi kronik dan merupakan penyakit yang dapat dicegah dan diobati, mempunyai karakteristik progresif dan ditandai hambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Eksaserbasi PPOK adalah keadaan dimana inflamasi kronis yang terjadi menjadi lebih berat dibandingkan kondisi pada saat stabil. 5 Kondisi Eksaserbasi akan mengakibatkan perburukan gejala klinis, peningkatan risiko rawat inap, peningkatan angka kematian dan komplikasi sehingga akan terjadi penurunan fungsi paru dan kualitas hidup. 5,6
Baca lebih lanjut

3 Baca lebih lajut

KORELASI POSITIF GAMBARAN NEUTROFIL TOKSIK DENGAN SINDROM RESPONS INFLAMASI SISTEMIK PADA ANAK.

KORELASI POSITIF GAMBARAN NEUTROFIL TOKSIK DENGAN SINDROM RESPONS INFLAMASI SISTEMIK PADA ANAK.

Sindrom respons inflamasi sistemik atau yang lebih dikenal dengan istilah systemic inflammatory response syndrome (SIRS) merupakan suatu respons inflamasi tubuh yang bersifat kompleks dan nonspesifik terhadap suatu keadaan yang berbahaya bagi tubuh (Plevkova, 2011; Balk, 2014). Keadaan yang dapat mencetuskan SIRS dibagi menjadi dua kelompok besar yakni SIRS yang disebabkan oleh infeksi dan SIRS yang disebabkan oleh nonifeksi (Plevkova, 2011). Infeksi bakteri, infeksi pada luka (luka bakar, luka bekas operasi, diabetic foot), kolesistitis, kolangitis, infeksi saluran cerna, pneumonia, infeksi saluran kencing, serta meningitis merupakan beberapa penyakit infeksi yang dapat menimbulkan SIRS. Sindrom respons inflamasi sistemik tidak hanya disebabkan oleh infeksi. Beberapa keadaan noninfeksi juga dapat menyebabkan SIRS antara lain trauma, luka bakar, infark myokard, perdarahan, sirosis, penyakit autoimun, serta reaksi hipersensitivitas baik terhadap obat maupun alergen yang lain (Plevkova, 2011).
Baca lebih lanjut

57 Baca lebih lajut

Gambaran Kualitas Hidup Penderita Kelainan Pigmentasi Wajah pada Pengunjung Posyandu di Kecamatan Medan Labuhan

Gambaran Kualitas Hidup Penderita Kelainan Pigmentasi Wajah pada Pengunjung Posyandu di Kecamatan Medan Labuhan

Warna kulit tergantung pada 3 (tiga) komponen menurut derajat yang bervariasi. Jaringan memiliki warna inheren kekuningan akibat kandungan karoten. Adanya Hemoglobin beroksigen dalam dasar kapiler dari dermis memberinya warna kemerahan. Dan warna kecoklatan sampai kehitaman adalah akibat jumlah pigmen melanin yang bervariasi. Dari ketiga substansi berwarna ini hanya melanin yang dihasilkan di kulit. Melanin adalah produk dari melanosit (Junquiera, 2003).

14 Baca lebih lajut

Korelasi Kadar Serum Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF α) dan Matriks Metalloproteinase-9 (MMP-9) pada Pasien Gastritis H.Pylori dan Non H.Pylori

Korelasi Kadar Serum Tumor Necrosis Factor Alpha (TNF α) dan Matriks Metalloproteinase-9 (MMP-9) pada Pasien Gastritis H.Pylori dan Non H.Pylori

lama, gastritis atrofi dikaitkan dengan hasil negatif palsu. Konsumsi obat anti-inflamasi non-steroid juga dilaporkan mempengaruhi akurasi ELISA. Titer antibodi turun secara perlahan pasca-keberhasilan eradikasi sehingga serologi tidak dapat digunakan untuk menentukan eradikasi H.pylori ataupun untuk menentukan tingkat reinfeksi. Meskipun titer antibodi IgM terhadap H.pylori menurun seiring bertambahnya usia, tidak ada assay yang menunjukkan akuisisi baru. Karena infeksi ini biasanya asimtomatik, sulit untuk mengidentifikasi dan menegakkan jalur transmisi. Keuntungan metode serologi adalah perkembangan uji finger prick yang menggunakan assay fase solid terfiksir untuk mendeteksi adanya imunoglobulin H.pylori. Near patient test (NPT) dapat dilakukan di pusat kesehatan primer dan lebih sederhana dibanding C-urea breath test yang merupakan satu-satunya NPT yang digunakan saat ini. Namun akurasi NPT serologis lebih rendah dibanding yang dilaporkan untuk pemeriksaan ELISA standar menggunakan preparat antigen yang sama. Pemeriksaan ini sering digunakan untuk menenangkan pasien, namun saat ini belum ada studi yang membandingkan akurasi, efektivitas biaya, dan nilai jaminan dari C-urea breath test dengan NPT serologis di pusat kesehatan primer. ,27,41
Baca lebih lanjut

36 Baca lebih lajut

Perbandingan Kadar Serum Tnf Α (Tumor Necrosis Factor Α) Dengan Cytotoxin - Associated Gene A (Caga) Positif Dan Negatif Pada Penderita Gastritis Helicobacter Pylori

Perbandingan Kadar Serum Tnf Α (Tumor Necrosis Factor Α) Dengan Cytotoxin - Associated Gene A (Caga) Positif Dan Negatif Pada Penderita Gastritis Helicobacter Pylori

Mukosa lambung terdiri dari sel-sel yang memproduksi asam dan enzim. Asam dan enzim ini akan berperan dalam pencernaan makanan, sedangkan mukus berperan dalam melindungi mukosa lambung dari asam. Ketika mukosa mengalami inflamasi, maka produksi asam, enzim dan mukus akan terganggu. Sampai saat ini masih belum jelas hubungan antara gambaran mikroskopi (histopatologi) dengan keluhan pada lambung. Hubungan antara gambaran mikroskopi dengan endoskopi juga tidak konsisten. Pada kebanyakan pasien dengan gambaran gastritis pada pemeriksaan PA sering tidak meunjukkan kelainan saat endoskopi. 17
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Show all 6423 documents...