desain pencahayaan

Top PDF desain pencahayaan:

PERENCANAAN DESAIN PENCAHAYAAN DI STADIO

PERENCANAAN DESAIN PENCAHAYAAN DI STADIO

PROPOSAL TUGAS AKHIR PERENCANAAN DESAIN PENCAHAYAAN DI STADION DEBES TABANAN Oleh : I GUSTI NGURAH MEIDY ANADYA YASENA NIM.[r]

1 Baca lebih lajut

PENDEKATAN DESAIN PENCAHAYAAN FASADE BANGUNAN BERSEJARAH

PENDEKATAN DESAIN PENCAHAYAAN FASADE BANGUNAN BERSEJARAH

Pencahayaan secara flat atau datar dengan menggunakan lampu sorot intensitas tinggi dapat menampilkan fasade bangunan secara keseluruhan, namun detail, ornamen serta teksturnya tidak akan terlihat dengan jelas. Pencahayaan dengan pendekatan pada masing-masing elemen akan mampu memberikan penekanan yang lebih jelas dan spesifik. Elemen garis yang dibentuk oleh kolo dan balok dapat ditekankan dengan menggunakan lampu sorot dengan sudut yang kecil sehingga mampu membentuk garis yang sesuai dengan dimensi kolom dan balok tersebut. Hal yang vital bahwa desain pencahayaan, baik pencahayaan alami maupun buatan, berhubungan dan menginformasikan kesatuan dan kejelasan, (Derek, 1997). Lebih lanjut Derek mengatakan bahwa, Dalam sebuah contoh persepsi kita terhadap struktur diperoleh dari cahaya yang jatuh pada permukaan dan sisinya. Kita dapat merasakan kekuatan desain struktur dengan bantuan cahaya. Tanpa adanya cahaya yang memadai, kekuatan desain bangunan bersejarah hanya akan tenggelam di dalam kegelapan.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

OPTIMASI DESAIN PENCAHAYAAN RUANG KELAS SMA SANTA MARIA SURABAYA

OPTIMASI DESAIN PENCAHAYAAN RUANG KELAS SMA SANTA MARIA SURABAYA

Optimasi adalah proses, cara, perbuatan meng- optimalkan (menjadikan paling baik, paling tinggi dan sebagainya) (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2008: 985). Optimasi desain pencahayaan pada penelitian ini dilakukan dengan membuat permodelan ruang, beserta variabel elemen interior dalam ruang tersebut pada DIALux v.4.7. yang diusahakan semirip mungkin dengan kondisi lapangan. Tujuan permo- delan awal ini adalah untuk digunakan sebagai objek eksperimen desain pencahayaan. Perubahan yang dilakukan mengacu pada peraturan sekolah untuk
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Pengaruh Desain Pencahayaan Terhadap Kenyamanan Dan Pembentukkan Suasana Pada Koridor Dan Ruang Tunggu Rumah Sakit Gallery.

Pengaruh Desain Pencahayaan Terhadap Kenyamanan Dan Pembentukkan Suasana Pada Koridor Dan Ruang Tunggu Rumah Sakit Gallery.

Jika melihat pada masa sebelumnya, koridor rumah sakit merupakan suatu tempat ataupun ruang yang berkesan menyeramkan. Dengan suasana yang gelap, kotor, dan sempit, membuat koridor dianggap ruang yang angker pada bagian rumah sakit. Melinda Hospital membuat konsep yang berbeda dengan rumah sakit sebelumnya, dengan memasukkan fungsi mix-use dengan gaya modern, sehingga membuat masyarakat dapat merubah pola pikirnya mengenai koridor rumah sakit. Dengan teknik pencahayaan buatannya yang memasang lampu hanya pada bagian pinggir tembok, Melinda Hospital memberikan kesan yang berbeda pada koridor dan ruang tunggunya. Tetapi jika diteliti, terdapat beberapa kekurangan dari penyeimbangan fungsi mix-use yang dipakainya. Karena itu penulis melakukan penelitian mengenai pengaruh desain pencahayaan terhadap kenyamanan dan pembentukkan suasana pada koridor dan ruang tunggu rumah sakit gallery dengan objek studi Melinda Hospital.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Desain Pencahayaan Buatan pada Interior Lobby Bank Danamon di Bandung

Desain Pencahayaan Buatan pada Interior Lobby Bank Danamon di Bandung

Pencahayaan merupakan salah satu variabel lingkungan fisik penentu suasana ruang dan menciptakan karakter pada ruang.Pencahayaan yang tepat di dalam Lobby Bank sangat berpengaruh terhadap aktifitas yang berjalan di dalamnya dan menjadi penentu kenyamanan bagi manusia di dalamnya baik itu adalah nasabah maupun para staff bank tersebut.Sebuah ruang Lobby Bank membutuhkan suatu desain pencahayaan yang bukan hanya indah dipandang atau memperindah ruang namun juga harus bisa berfungsi untuk memfasilitasi beragam aktifitas,terutama aktifitas bertransaksi.Aktifitas tersebut memerlukan sistem pencahayaan yang harus memenuhi standar ketentuannya.Pada umumnya sebuah Bank memiliki standarisasi desain , salah satunya standar desain pencahayaan . Hal ini dapat ditemukan di Lobby Bank Danamon, di Jalan Ir.H.Juanda dan di Lobby Bank Danamon di Jalan Surapati yang telah menerapkan standarisasi tersebut.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  MODIFIKASI ELEMEN ATAP SEBAGAI SKYLIGHT PADA DESAIN PENCAHAYAAN ALAMI RUANG MULTIFUNGSI STUDI KASUS: DESAIN BANGUNAN STUDENT CENTER UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

PENDAHULUAN MODIFIKASI ELEMEN ATAP SEBAGAI SKYLIGHT PADA DESAIN PENCAHAYAAN ALAMI RUANG MULTIFUNGSI STUDI KASUS: DESAIN BANGUNAN STUDENT CENTER UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

Penggunaan skylight pada bangunan di iklim tropis menimbulkan permasalahan termal, di mana matahari bersinar sepanjang tahun dan membawa gelombang radiasi panas. Maka dari itu perlu dipikirkan bagaimana solusi agar skylight dapat digunakan untuk memasukkan cahaya alami ke dalam ruang tetapi tidak membawa panas radiasi matahari ke dalam ruang. Selain itu, pilihan jenis, posisi, dan peletakan skylight yang efektif untuk digunakan pada ruang dengan bentang yang luas pada bangunan publik dan memiliki beberapa fungsi seperti student center juga berpengaruh pada optimalnya desain pencahayaan alami yang nyaman bagi pengguna.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Perpustakaan Umum di Yogyakarta dengan Pendan Desain Pencahayaan | Saputra | eDimensi Arsitektur Petra 331 558 1 SM

Perpustakaan Umum di Yogyakarta dengan Pendan Desain Pencahayaan | Saputra | eDimensi Arsitektur Petra 331 558 1 SM

Top lighting adalah strategi memasukkan cahaya matahari ke dalam bangunan melalui bagian atas. Dalam desain perpustakaan ini, top lighting yang digunakan adalah berupa skylight. Cara kerja dari skylight ini adalah memasukkan cahaya dari bagian atas bangunan melalui lubang kaca. Cahaya yang masuk melalui lubang kaca kemudian dbagi menjadi 2, yaitu bagian cahaya yang lurus dari atas diteruskan hingga ke lantai terbawah, sedangkan bagian cahaya yang mengenai samping dipantulkan oleh reflector yang berupa kisi-kisi. Cahaya yang dipantulkan oleh kisi-kisi dipantulkan kembali oleh plafond sehingga dapat memasuki ruang dalam jangkauan yang cukup dalam (Skema masuknya cahaya bisa dilihat pada Gambar 13).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

MODIFIKASI ELEMEN ATAP SEBAGAI SKYLIGHTPADA DESAIN PENCAHAYAAN ALAMI   MODIFIKASI ELEMEN ATAP SEBAGAI SKYLIGHT PADA DESAIN PENCAHAYAAN ALAMI RUANG MULTIFUNGSI STUDI KASUS: DESAIN BANGUNAN STUDENT CENTER UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

MODIFIKASI ELEMEN ATAP SEBAGAI SKYLIGHTPADA DESAIN PENCAHAYAAN ALAMI MODIFIKASI ELEMEN ATAP SEBAGAI SKYLIGHT PADA DESAIN PENCAHAYAAN ALAMI RUANG MULTIFUNGSI STUDI KASUS: DESAIN BANGUNAN STUDENT CENTER UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA.

SURAT PERNYATAAN Yang bertanda-tangan di bawah ini, saya: Nama : Melania Rahadiyanti NPM : 135402036 Dengan sesungguh-sungguhnya dan atas kesadaran sendiri, menyatakan bahwa: Hasi[r]

15 Baca lebih lajut

Desain Pencahayaan ruangan di parkantoran

Desain Pencahayaan ruangan di parkantoran

Perhitungan intesitas pencahayaan umum suatu ruangan adalah dengan cara menjumlahkan hasil pengukuran di setiap titik kemudian dibagi banyaknya jumlah titik yang diukur. Analisis pada praktikum pencahayaan alami ini dilakukan dengan menginterpretasikan hasil pengolahan data. Hasil pengolahan data dibandingkan dengan teori yang ada. Dengan demikian, diketahui bagaimana intesitas pencahayaan suatu ruangan.

4 Baca lebih lajut

Evaluasi Desain Pencahayaan Interior Pada Ruang Pertemuan Publik Berdasarkan Nilai Intensitas Pencahayaan

Evaluasi Desain Pencahayaan Interior Pada Ruang Pertemuan Publik Berdasarkan Nilai Intensitas Pencahayaan

Diharapkan, melalui penelitian ini akan dihasilkan produk referensi bahwa Gedung C-UMN tidak hanya dirancang sebagai bangunan hemat energi saja, namun juga memiliki nilai kinerja sebagai bangunan yang secara nyaman dapat menunjang kegiatan secara efektif. Hal ini tentu diacu pada hasil kajian evaluasi, apakah desain tata penerangan interior telah memenuhi standar ideal yang berlaku atau tidak, terutama untuk parameter iluminansi, keseragaman iluminansi (uniformity) dan indeks kesilauan (unified glare rating). Hasil kajian ini pun turut dimodelkan melalui simulasi secara digital melalui piranti lunak DIALux Evo jika diperlukan rekomendasi perbaikan sistem desain, baik pencahayaan pada area panggung maupun area pendengar. Sejalan dengan dokumentasi elemen radiometri yang telah dilakukan oleh pihak konsultan konstruksi Gedung C-UMN, hasil kajian fotometri akan melengkapi informasi empiris bahwa gedung tersebut selain sebagai gedung hemat energi atau gedung hijau, juga memiliki fungsi sesuai standar bangunan yang berlaku.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Tinjauan Pencahayaan dan Penggunaan Material pada Desain Interior Café Hummingbird Eatery Jalan Progo Bandung

Tinjauan Pencahayaan dan Penggunaan Material pada Desain Interior Café Hummingbird Eatery Jalan Progo Bandung

Desain interior café Hummingbird Eatery menampilkan unsur tema yang relatif tidak umum dan menjadi nilai tambah serta daya tarik bagi konsumen. Daya tarik tersebut bersumber dari nama café itu sendiri yaitu humming bird atau burung kolibri, yaitu sejenis burung yang memiliki tubuh terkecil didunia dengan berat 2-20 gram. Karakteristik hummingbird diolah ke dalam berbagai bentuk yang secara keseluruhan berhasil menciptakan suasana café yang sangat bernuansa dunia burung. Di bagian dalam café , karakteristik sangkar burung yang biasanya digantung dipresentasikan dalam bentuk setengah sangkar yang tersusun sejajar dan rapi sehingga terkesan menyatu dengan salah satu sisi dindingnya. Dengan desain pencahayaan yang baik, suasana café terasa nyaman dan memberikan kesan seakan berada di luar ruangan . Sementara di bagian luar café , area didesain dengan bentuk sangkar burung dalam ukuran besar sebagaimana dapat ditemui di kebun binatang atau taman. Secara keseluruhan nuansa interior Café Hummingbird Eatery memiliki daya tarik sendiri karena berbeda dengan kecenderungan umum desain interior café yang ada di Kota Bandung. Layout
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DESAIN INTERIOR nannys garden DENGAN SIKAP PENGUNJUNG TERHADAP NANNYS PAVILLON BANDUNG.

HUBUNGAN ANTARA DESAIN INTERIOR nannys garden DENGAN SIKAP PENGUNJUNG TERHADAP NANNYS PAVILLON BANDUNG.

Simpulan dari penelitian ini adalah desain ruang, desain warna dan desain pencahayaan bila dihubungkan dengan aspek kognitif, afektif dan konatif pelanggan terhadap perusahaan memberikan hasil yang signifikan atau bisa dikatakan memiliki korelasional. Penataan desain interior nanny’s garden dapat dikatakan sebagai daya tarik fisik yang membuat pengunjung menikmati suasana santai di Nanny’s Pavillon.

1 Baca lebih lajut

TAP.COM -   PENERAPAN PENCAHAYAAN INTERIOR PADA RESTORAN BRUSSELS SPRINGS ... 373 649 1 PB

TAP.COM - PENERAPAN PENCAHAYAAN INTERIOR PADA RESTORAN BRUSSELS SPRINGS ... 373 649 1 PB

Pencahayaan merupakan salah satu unsur terpenting dalam desain interior yang dapat menentukan citra sebuah fasilitas umum, misalnya sebuah restoran. Dengan pencahayaan yang baik, maka suasana yang nyaman dapat tercipta dan menjadi pertimbangan konsumen untuk menikmati makanan dan minuman di restoran tersebut. Pada tulisan ini peneliti membahas hasil kajiannya terhadap penerapan pencahayaan di Brussels Springs Cafe & Resto Jalan Sumatera No 30 Bandung dengan fokus pada pengkajian kesesuaian penerapan pencahayaan dengan fungsi dan estetika. Pencahayaan pada interior restoran Brussels Springs di Bandung sangat berpengaruh terhadap aktifitas didalamnya, mulai dari pengelola sampai pengunjung. Pencahayaan yang diterapkan di dalam interior restoran ini memberikan ciri khas tersendiri sesuai dengan tema dan gaya yang diterapkan sehingga menjadi satu kesatuan hasil karya interior yang baik. Secara umum dapat disimpulkan bahwa Brussels Springs Resto & Café sudah memenuhi standar khusus sistem dan juga desain pencahayaan restoran yang baik dan benar, baik dari segi estetika, sistem dan fungsinya.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

KUNANDIO NUGRAHANDANA  (21020110130099) BAB V

KUNANDIO NUGRAHANDANA (21020110130099) BAB V

Pencahayaan buatan digunakan pada malam hari, pada ruang-ruang yang pencahayaannya tidak dapat dipenuhi dengan pencahayaan, pada saat matahari tidak stabil (kondisi cuaca) dan pada ruang-ruang yang membutuhkan pencahayaan khusus dikarenakan Rest Area pada SPBU ini melayani 24 jam yang tidak memungkinkan untuk mengandalkan pencahayaan alami.

8 Baca lebih lajut

Hubungan Intensitas Pencahayaan dengan Keluhan Kelelahan Mata Karyawan Pengguna Komputer di Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016

Hubungan Intensitas Pencahayaan dengan Keluhan Kelelahan Mata Karyawan Pengguna Komputer di Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi Sumatera Utara Tahun 2016

bayangan. Pada sistem ini 90% hingga 100% cahaya dipancarkan ke langit- langit ruangan sehingga yang dimanfaatkan pada bidang kerja adalah cahaya pantulan. Pancaran cahaya pada penerangan tidak langsung dapat pula dipantulkan pada dinding sehingga cahaya yang sampai pada permukaan bidang kerja adalah pantulan dari cahaya dinding. Sistem ini menjadi tidak efektif jika cahaya yang sampai ke langit-langit merupakan cahaya pantulan dari bidang lain. Pencahayaan tipe ini diperlukan pada ruang gambar, perkantoran, rumah sakit dan perhotelan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

Tata Cahaya pada Selasar Sunaryo Art Space - Bandung

Tata Cahaya pada Selasar Sunaryo Art Space - Bandung

Pencahayaan pada interior sangatlah penting. Sumber-sumber cahaya dapat berasal dari pencahayaan alami dan buatan. Demikian halnya dengan galeri, fungsi pencahayaan pada galeri seni adalah untuk mendukung aktivitas yang berada di dalam sebuah galeri, karena pada umumnya sebuah galeri seni adalah sebuah wadah hasil karya para seniman untuk menyimpan dan memamerkan karya-karya seni seperti lukisan, patung, dan berbagai benda seni lainnya. Spesifikasi teknis pencahayaan untuk sebuah galeri melingkupi jenis pencahayaan, teknik pencahayaan, dan tata letak lampu terhadap benda seni dan display-display yang terdapat didalamnya termasuk luminasi dan flux yang dibutuhkan untuk mengetahui besar rambatan cahaya yang sesuai dengan jumlah yang dianjurkan pada sebuah galeri, faktor-faktor yang mempengaruhi pencahayaan galeri adalah existing bangunan, benda koleksi, dan bentuk display. Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) adalah salah satu galeri seni yang memiliki fasilitas lengkap yang terdapat di Kota Bandung. SSAS didirikan oleh Drs. Sunaryo yaitu seorang seniman Indonesia ternama yang telah menghasilkan banyak karya lukis dan patung serta memperoleh banyak penghargaan di bidang seni. SSAS didirikan tahun 1998, tempat ini selain mengkhususkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan seni kontemporer, galeri ini juga sebagai tempat dipamerkannya karya-karya Sunaryo sendiri dan juga tempat pameran temporer bagi seniman-seniman lain yang ingin melakukan pameran. Penelitian ini dilakukan pada galeri seni Selasar Sunaryo karena galeri ini memiliki keunikan. Selain menggunakan pencahayaan buatan, pencahayaan alami pada galeri ini terlihat cukup dominan, dimana banyak sekali penggunakan bukaan dari kaca pada dinding-dinding ruang pamerannya, dan karena SSAS digunakan juga untuk pameran lain sehingga fleksibilitas pencahayaannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengembangan Komplek Stasiun Alastua Sebagai Depo Penyimpanan Dan Perawatan Kereta Api - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Pengembangan Komplek Stasiun Alastua Sebagai Depo Penyimpanan Dan Perawatan Kereta Api - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Menggunakan system pencahayaan alami dan buatan. Penggunaan pada siang hari menggunakan pencahayaan secara alami dengan maksimal. Untuk ruang tertentu yang memerlukan intensitas cahaya yang cukup dapat menggunakan pencahayaan buatan dengan lampu. Pada malam hari seluruh pencahayaan menggunakan pencahayaan buatan berupa lampu.

12 Baca lebih lajut

DAFTAR ISI, gbr, tabel

DAFTAR ISI, gbr, tabel

Atap polycarbonate dengan bukaan sebagai pencahayaan alami dan pencahayaan buatan berupa lampu .... Stuktur organisasi ...[r]

6 Baca lebih lajut

128 BAB IV PROGRAM ARSITEKTUR 4.1 Konsep program 4.1.1 Aspek citra

128 BAB IV PROGRAM ARSITEKTUR 4.1 Konsep program 4.1.1 Aspek citra

Sebuah bangunan yang di desain oleh seorang amatir tanpa pelatihan khusus. Dimana dalam proses desain sang perancang mendesain berdasar apa yang ada di daerah tersebut dan diolah secara estetis agar menjadi lebih indah. Serta menggunakan bahan local bukan dengan bahan yang diimpor

18 Baca lebih lajut

Konsep Perencanaan dan Perancangan PUSAT PERAWATAN KULIT DAN SPA TRADISIONAL UNTUK WANITA DI YOGYAKARTA BERDASARKAN ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA.

Konsep Perencanaan dan Perancangan PUSAT PERAWATAN KULIT DAN SPA TRADISIONAL UNTUK WANITA DI YOGYAKARTA BERDASARKAN ARSITEKTUR TRADISIONAL JAWA.

Pintu masuk tapak Pencahayaan merata dengan lampu LT Lobi Pencahayaan merata dengan lampu LT Ruang informasi Pencahayaan merata dengan lampu LT Ruang tunggu Pencahayaan merata dengan lampu LT Gudang alat perawatan Pencahayaan merata dengan lampu LT Gudang obat Pencahayaan merata dengan lampu LT Ruang konsultasi Pencahayaan merata dengan lampu LT Ruang pengelola Pencahayaan merata dengan lampu LT Ruang laundry Pencahayaan merata dengan lampu LT Ruang perawatan kulit Pencahayaan merata dengan lampu LT Ruang spa Pencahayaan merata dengan lampu LT Restoran dan kafe Pencahayaan downlight dengan lampu LT Dapur Pencahayaan merata dengan lampu LT Service Pencahayaan merata dengan lampu LT Sumber : konsep penulis
Baca lebih lanjut

44 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...