Deskrpsi Data Hasil Penelitian Lari Sprint

Top PDF Deskrpsi Data Hasil Penelitian Lari Sprint:

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT

Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Bulangan haji 1pada semester II tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 19 siswa terdiri atas 14 siswa putra dan 5 siswa putri. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini adalah lembar pengamatan, dan tes unjuk kerja siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang meliputi ranah afektif, kognitif, dan psikomotor. Data penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran lari sprint melalui penerapan permainan hitam hijau dapat menciptakan pembelajaran lebih aktif, siswa antusias mengikuti pembelajaran dan senang dalam melakukan tugas gerak yang diberikan guru sehingga keterampilan gerak siswa dan penguasaan materi lari sprint meningkat sehingga nilai hasil belajar lari sprint yang diperoleh siswa juga meningkat dari kondisi awal persentase siswa yang nilainya mencapai KKM 75 sebesar 40% atau 19 anak dari jumlah keseluruhan siswa, pada tindakan siklus pertama persentase siswa yang nilainya mencapai KKM mencapai 70% atau sebanyak 12 siswa kemudian pada siklus kedua persentase ketuntasan belajar mencapai 86% atau sebanyak 19 siswa.
Show more

12 Read more

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT

BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasa yang telah diuraikan didepan dan dipadukan dengan perumusan masalah, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajararan dengan metode bermain sentuh kejar dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint 40 meter dan peningkatan sikap pada siswa kelas V SD Negeri 1 Pagentan Kecamatan Pagentan Kabupaten Banjarnegara Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini terbukti dari ketuntasan belajar yang selalu meningkat secara signifikan dari siklus pertama pembelajaran satu sampai pembelajaran tiga dan siklus dua pembelajaran empat sampai pembelajaran enam.
Show more

178 Read more

Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint Melalui Permainan Hitam Hijau Pada Siswa

Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint Melalui Permainan Hitam Hijau Pada Siswa

Pembelajaran lari sprint siswa kelas V SD Negeri Padamenak banyak mengalami permasalahan yang timbul dalam pembelajaran dengan hasil pembelajaran siswa yang kurang dari nilai rata-rata dibawah nilai KKM 75 yang telah ditentukan guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar lari sprint melalui permainan hitam hijau pada siswa kelas V SD Negeri Padamenak Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (Class Action Research), tindakan dalam penelitian ini dibagi dalam dua siklus, dalam tiap siklus menunjukan perkembangan proses pembelajaran jasmani pada materi lari sprint. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Padamenak pada semester II tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 50 siswa terdiri atas 22 siswa putra dan 28 siswa putri. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data pada penelitian ini adalah lembar pengamatan, dan tes unjuk kerja siswa. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif. Data penelitian ini berupa hasil belajar siswa yang meliputi ranah afektif, kognitif, dan psikomotor. Data penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran lari sprint melalui penerapan permainan hitam hijau dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint dari kondisi awal persentase siswa yang nilainya mencapai KKM 75 sebesar 40% atau 20 anak dari jumlah keseluruhan siswa, pada tindakan siklus pertama persentase siswa yang nilainya mencapai KKM mencapai 70% atau sebanyak 35 siswa kemudian pada siklus kedua persentase ketuntasan belajar mencapai 86% atau sebanyak 43 siswa. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan permainan hitam hijau pada materi pembelajaran lari sprint dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada siswa kelas V SD Negeri Padamenak Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. Penulis memberi saran bagi guru hendaknya terus berusaha untuk meningkatkan kemampuannya dalam mengembangkan materi, menyampaikan materi, sehingga kualitas pembelajaran yang dilakukan dapat meningkat sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai.
Show more

10 Read more

Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint 60 Meter Melalui Pendekatan Bermain Dengan Alat

Meningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint 60 Meter Melalui Pendekatan Bermain Dengan Alat

Running Learning 60 meter sprint of class V students of SD Negeri Jagara, Darma Subdistrict, Kuningan Regency, experienced problems that arise in learning with student learning outcomes that are less than the average value below the KKM value of 75. This study aims to improve the learning outcomes of class V running material 60 meter sprint through the play approach. This study uses a classroom action research method consisting of two cycles. The subjects of this study were the fifth grade students of Jagara Elementary School in the second semester o f the 2014/2015 school year, totaling 50 students consisting of 29 male students and 21 female students. The instruments used for data collection in this study are observation sheets, and student performance tests. The data analysis used in this study is descriptive analysis. The research data shows that the implementation of 60 meter sprint learning through the application of a play approach with tools can improve student learning outcomes. The initial condition of the percentage of students whose grades reach KKM 75 is 40% or 20 children of the total number of students, in the first cycle the percentage of students reaching KKM reaches 70% or 35 students then in the second cycle the percentage of learning completeness reaches 86% or 43 students.
Show more

12 Read more

Model Latihan Teknik Dasar Lari Sprint MAPHTRAS pada Atlet Lari Pemula

Model Latihan Teknik Dasar Lari Sprint MAPHTRAS pada Atlet Lari Pemula

PEMBAHASAN Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar dalam aspek kemenarikan diperoleh hasil yang menunjukan bahwa sebagian besar peserta latihan merasa menarik dengan 7 model latihan koordinasi pada lari sprint melewati lawan ini. Aspek kemenarikan merupakan gambaran dari perasaan siswa yang merasa senang dalam memperagakan model latihan yang dikembangkan oleh peneliti. Dalam kamus besar bahasa indonesia KBBI (1991) menarik didefinisikan sebagai perasaan senang. Menurut Sobur (2009) menjelaskan bahwa “mempelajari sesuatu hal yang menarik perhatian akan lebih mudah diterima”. Bagi anak menaruh minat pada suatu bidang akan lebih mudah mempelajari hal tersebut. Ketertarikan aspek erat hubungannya dengan kondisi psikis, seperti senang, tidak senang, tegang, bergairah, dan seterusnya. Penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa yaitu dengan cara mengenalkan pembelajaran-pembelajaran yang baru bagi siswa atau peserta latihan. Hal-hal baru tersebut akan menjadikan materi untuk proses belajar atau latihan bagi siswa maupun peserta latihan. Ahmadi (1991) dijelaskan bahwa “anak-anak SMP memasuki karakteristik usia remaja, pada usia ini anak SMP (remaja) banyak menyukai olahraga”. Berdasarkan data yang diperoleh dari uji coba kelompok besar yang diambil oleh peneliti dalam usaha mengembangkan model latihan lari sprint, dapat disimpulkan bahwa model latihan lari sprint yang diberikan menarik untuk dilakukan, dengan melihat dari setiap latihan lari sprint lebih dari 50% peserta latihan yang menyatakan menarik.
Show more

7 Read more

Model Latihan Teknik Dasar Lari Sprint MAPHTRAS pada Atlet Lari Pemula

Model Latihan Teknik Dasar Lari Sprint MAPHTRAS pada Atlet Lari Pemula

Berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil dan kelompok besar dalam aspek kemenarikan diperoleh hasil yang menunjukan bahwa sebagian besar peserta latihan merasa menarik dengan 7 model latihan koordinasi pada lari sprint melewati lawan ini. Aspek kemenarikan merupakan gambaran dari perasaan siswa yang merasa senang dalam memperagakan model latihan yang dikembangkan oleh peneliti. Dalam kamus besar bahasa indonesia KBBI (1991) menarik didefinisikan sebagai perasaan senang. Menurut Sobur (2009) menjelaskan bahwa “mempelajari sesuatu hal yang menarik perhatian akan lebih mudah diterima”. Bagi anak menaruh minat pada suatu bidang akan lebih mudah mempelajari hal tersebut. Ketertarikan aspek erat hubungannya dengan kondisi psikis, seperti senang, tidak senang, tegang, bergairah, dan seterusnya. Penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi siswa yaitu dengan cara mengenalkan pembelajaran-pembelajaran yang baru bagi siswa atau peserta latihan. Hal-hal baru tersebut akan menjadikan materi untuk proses belajar atau latihan bagi siswa maupun peserta latihan. Ahmadi (1991) dijelaskan bahwa “anak-anak SMP memasuki karakteristik usia remaja, pada usia ini anak SMP (remaja) banyak menyukai olahraga”. Berdasarkan data yang diperoleh dari uji coba kelompok besar yang diambil oleh peneliti dalam usaha mengembangkan model latihan lari sprint, dapat disimpulkan bahwa model latihan lari sprint yang diberikan menarik untuk dilakukan, dengan melihat dari setiap latihan lari sprint lebih dari 50% peserta latihan yang menyatakan menarik.
Show more

7 Read more

BAB I PENDAHULUAN. lari terdiri dari enam macam yang salah satunya adalah Lari cepat (Sprint) yang

BAB I PENDAHULUAN. lari terdiri dari enam macam yang salah satunya adalah Lari cepat (Sprint) yang

Selain berpegangan dengan sistem energi yang sama yang dipakai antara latihan dan yang diperlukan oleh seorang pelari, penelitian ini juga berpacu pada beberapa penelitian sebelumnya. Ada pun beberapa penelitian yang telah dilakukan adalah “Pengaruh Pendekatan Lari Interval Teratur dalam Meningkatkan Kecepatan Lari 100 Meter dan 200 Meter pada Siswa SMP” hasil penelitian ini menunjukan bahwa latihan interval memberikan perubahan kecepatan lari dengan waktu 12-13 detik yang sebelumnya dapat dicapai 13-14 detik. Kemudian penelitian yang membandingkan latihan lari cepat akselerasi dengan latihan lari repetisi, dengan hasil penelitian bahwa Latihan lari cepat akselerasi lebih meningkatkan kecepatan lari 100 meter dibandingkan dengan latihan lari repetisi (Ambara, 2011)
Show more

7 Read more

PENGARUH PELATIHAN LARI SPRINT 60 METER DAN HEXAGONALOBSTACLE SPRINT TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI

PENGARUH PELATIHAN LARI SPRINT 60 METER DAN HEXAGONALOBSTACLE SPRINT TERHADAP DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI

Pelatihan kondisi fisik akan sangat bermanfaat diberikan pada masa-masa adolesensi ini karena pada masa ini pencapaian kemampuan fisik bisa secara optimal. Pembinaan kondisi fisik di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Manggis belum sepenuhmya diterapkan. Hal ini terlihat dari data hasil prestasi atlet-atlet SMA N 1 Manggis pada Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (PORSENIJAR) tingkat SMA dalam tiga tahun terahir khusus kategori putri. Dari tiga tahun hanya pada tahun 2013 para atlet putri SMA N 1 Manggis bisa meraih juara 1 lompat jauh, juara 1 lari 400 meter, juara 1 tolak peluru, juara 1 lempar cakram, juara 1 lempar lembing dan semua itu hanya baru ditingkat
Show more

9 Read more

PENGARUH PENDEKATAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR LARI SPRINT PADA PESERTA DIDIK KELAS X

PENGARUH PENDEKATAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR LARI SPRINT PADA PESERTA DIDIK KELAS X

Berdasarkan penelitian dan hasil analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa proses pembelajaran menggunakan pendekatan permainan tradisional terbukti efektif terdapat pengaruh pendekatan permainan tradisional terhadap hasil belajar lari sprint peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Pontianak. Sehingga guru dapat terus meningkatkan kualitas ,pembelajaran pendidikan jasmani dengan memberikan berbagai pendekatan permainan tradisional, tentunya agar peserta didik merasa tertarik pada olahraga yang sedang diajarkan oleh guru. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata - rata hasil belajar lari sprint pada peserta didik kelas X SMAN 5 Pontianak, yaitu pada kelompok kontrol terdapat rata-rata tes awal 11,10 dan rata-rata tes akhir 16,90 (meningkat sebesar 5,8). Sedangkan pada kelompok eksperimen terdapat rata-rata tes awal 11,90 dan rata-rata tes akhir 16,95 (meningkat sebesar 5,05). Berdasarkan analisis uji pengaruh penarikan hipotesis nilai signifikan dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebesar 0,403. Karena nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (sig > 0,05), artinya hipotesis diterima, berarti terdapat pengaruh pendekatan permainan tradisional terhadap kemampuan hasil belajar lari sprint pada peserta didik kelas X SMAN 5 Pontianak
Show more

10 Read more

PENGARUH PENDEKATAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR LARI SPRINT PADA PESERTA DIDIK KELAS X

PENGARUH PENDEKATAN PERMAINAN TRADISIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR LARI SPRINT PADA PESERTA DIDIK KELAS X

Berdasarkan penelitian dan hasil analisis yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa proses pembelajaran menggunakan pendekatan permainan tradisional terbukti efektif terdapat pengaruh pendekatan permainan tradisional terhadap hasil belajar lari sprint peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Pontianak. Sehingga guru dapat terus meningkatkan kualitas ,pembelajaran pendidikan jasmani dengan memberikan berbagai pendekatan permainan tradisional, tentunya agar peserta didik merasa tertarik pada olahraga yang sedang diajarkan oleh guru. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata - rata hasil belajar lari sprint pada peserta didik kelas X SMAN 5 Pontianak, yaitu pada kelompok kontrol terdapat rata-rata tes awal 11,10 dan rata-rata tes akhir 16,90 (meningkat sebesar 5,8). Sedangkan pada kelompok eksperimen terdapat rata-rata tes awal 11,90 dan rata-rata tes akhir 16,95 (meningkat sebesar 5,05). Berdasarkan analisis uji pengaruh penarikan hipotesis nilai signifikan dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen sebesar 0,403. Karena nilai signifikan lebih besar dari 0,05 (sig > 0,05), artinya hipotesis diterima, berarti terdapat pengaruh pendekatan permainan tradisional terhadap kemampuan hasil belajar lari sprint pada peserta didik kelas X SMAN 5 Pontianak
Show more

10 Read more

HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL LARI SPRINT 100 METER

HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI DAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI DENGAN HASIL LARI SPRINT 100 METER

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa panjang tungkai merupakan salah satu komponen guna meningkatkan kecepatan lari sprint 100 meter. Lari jarak pendek (sprint) adalah suatu cara lari dimana si atlet harus menempuh jarak dengan kecepatan yang semaksimal mungkin (Syarifudin dan Muhadi, 1992). Kecepatan berlari ditentukan oleh dua aspek, yaitu panjang langkah dan frekuensi langkah. Tungkai pada tiap individu mempunyai ukuran yang berbeda sehingga berpengaruh terhadap perbedaan kecepatan lari tiap individu. Sehingga semakin panjang tungkainya akan dapat diikuti dengan jangkauan langkah yang semakin panjang sehingga waktu yang diperlukan untuk menempuh suatu jarak dalam lari akan semakin pendek, dengan kata lain waktu tempuhnya menjadi lebih cepat dan energi yang dikeluarkan akan semakin sedikit, hal ini tentu akan memberikan keuntungan bagi pelari sprint 100 meter. Hasil r = -0,05 menunjukkan hubungan yang sangat lemah atau tidak signifikan antara panjang tungkai dengan lari sprint 100 meter.
Show more

6 Read more

Kata kunci : Media Sederhana, Gerak Dasar, Lari Sprint

Kata kunci : Media Sederhana, Gerak Dasar, Lari Sprint

Dari hasil pelaksanaan pembelajaran dalam tiga siklus menunjukkan bahwa pembelajaran gerak dasar lari sprint melalui media sederhana dapat meningkatkan jauh siswa pada kelas V SDN Wargaluyu Kecamatan Ganeas Kabupaten Sumedang. Hal ini dapat dilihat dari persentase yang meningkat pada setiap siklus hasil belajar pembelajaran gerak dasar lari sprint melalui media sederhana. Dari data awal di lapangan. Selama pelaksanaan tindakan siklus I, siklus II, dan siklus III terdapat temuan-temuan yang diperoleh dari hasil belajar. Temuan tersebut diantaranya siswa masih kesulitan dalam melakukan tolakan baik itu dalam ketepatan gerakan, kecondongan badan, dan pandangan mata ke depan masih banyak siswa yang salah. Pada ketepatan gerakan masih banyak yang melakukan kesalahan, pada kecondongan badan juga masih banyak yang salah. Dan pada sikap badan siswa masih banyak yang melakukan kesalahan pada posisi badan yang kurang ke depan. Padahal seharusnya untuk melakukanlari sprint, kecondongan badan dan ketepatan gerakan harus dilakukan dengan benar dan untuk memperkuat tungkai kaki. Maka pada setiap siklusnya semua aspek tersebut ditingkatkan dan akhirnya mengalami perubahan kearah yang lebih baik atau mencapai target.
Show more

10 Read more

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT MELALUI PEMBELAJARAN PENDEKATAN BERMAIN TAHUN AJARAN 2014/2015.

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI SPRINT MELALUI PEMBELAJARAN PENDEKATAN BERMAIN TAHUN AJARAN 2014/2015.

5. Seluruh Staf Akademik dan Perpustakaan FIK danAdministrasi FIK UNIMED yang telah memberikan kemudahan dalam hal administrasi selama perkuliahan. 6. Ibu Hj. Masraya, S.Pd Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Medan, Bapak Drs, Suzianto dan Bapak Budi Setiarto selaku Guru Pendidikan Jasmani, yang telah memberi izin kepada penulis untuk dapat melaksanakan penelitian.

19 Read more

Hasil Belajar Lari Sprint 60 Meter Melalui Metode Part Whole Part Di Sdn 19 Dandi

Hasil Belajar Lari Sprint 60 Meter Melalui Metode Part Whole Part Di Sdn 19 Dandi

methods Part Whole Part ( section partially ) on the students of class V SDN 19 Dandi Sekadau . Forms of research is classroom action research . Subjects in this study were students of class V SDN 19 Dandi Sekadau totaling 27 students consisting of 12 sons and daughters of 15. In the first cycle students are students who complete results amounted to 12 students or 44.4 % , while the students and who have not completed totaled 15 students or 55.6 % amounting to proceed to the second cycle gained tremendous increase in the category completed all the graduate students numbered 27 students and unfinished amounted to 0 or does not exist. This data shows an increase learning outcomes sprint 60 meters through the whole spare parts method.
Show more

12 Read more

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI CEPAT (SPRINT)  MELALUI MODIFIKASI BAN BEKAS PADA SISWA KELAS IV

UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR LARI CEPAT (SPRINT) MELALUI MODIFIKASI BAN BEKAS PADA SISWA KELAS IV

BAB III METODE PENELITIAN A. METODE Metode penelitian yang digunaka dalam penelitian ini adalah penelitian tindaakan kelas. Dengan penelitian timdakan kelas peneliti dapat mencermati suatu objek dalam hal ini siswa, menggunakan pendekatan atau model pembelajaran tertentu untuk meningkatkan tingkat kesegaran jasmani siswa. Melalui tindakan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu dalam bentuk rangkaian siklus kegiatan. Dengan demikian perkembangam dalam setiap kegiatan dapat terpantau.

20 Read more

HASIL BELAJAR LARI SPRINT 60 METER MELALUI METODE PART WHOLE PART DI SDN 19 DANDI

HASIL BELAJAR LARI SPRINT 60 METER MELALUI METODE PART WHOLE PART DI SDN 19 DANDI

Abstract: This study aims to improve learning outcomes sprint 60 meters through methods Part Whole Part ( section partially ) on the students of class V SDN 19 Dandi Sekadau . Forms of research is classroom action research . Subjects in this study were students of class V SDN 19 Dandi Sekadau totaling 27 students consisting of 12 sons and daughters of 15. In the first cycle students are students who complete results amounted to 12 students or 44.4 % , while the students and who have not completed totaled 15 students or 55.6 % amounting to proceed to the second cycle gained tremendous increase in the category completed all the graduate students numbered 27 students and unfinished amounted to 0 or does not exist. This data shows an increase learning outcomes sprint 60 meters through the whole spare parts method.
Show more

12 Read more

PENGARUH PELATIHAN HOLLOW SPRINT DAN ACCELERATION SPRINT TERHADAP LARI CEPAT 100 METER DI SMP NEGERI 1 BONGOMEME

PENGARUH PELATIHAN HOLLOW SPRINT DAN ACCELERATION SPRINT TERHADAP LARI CEPAT 100 METER DI SMP NEGERI 1 BONGOMEME

Abstrak : Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Latihan hollow sprint dan acceleration sprint terhadap lari cepat 100 meter pada siswa SMP Negeri 1 Bongomeme. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan pretest postest designs. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bongomeme tahun pelajaran 2013/2014, yang berjumlah 20 orang diambil dari 15% dari 7 kelas yang berjumlah keseluruhan 133 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan Sampling Kuota. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes lari 100 meter. Teknik analisis data dengan uji t-test dengan taraf signifikansi 5%. Penelitian ini menghasilkan simpulan sebagai berikut: (1) Ada pengaruh latihan acceleration sprint dan hollow sprint terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bongomeme dengan thitung yang diperoleh = 4,929 > ttabel = 2,861. (2) Latihan acceleration sprit lebih baik pengaruhnya daripada latihan hollow sprint terhadap kecepatan lari 100 meter pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Bongomeme dengan thitung acceleration sprint > thitung hollow sprint yaitu thitung acceleration sprint = 18,52 > t hitung hollow sprint = 10,85 dengan taraf nyata α = 0,05 atau dengan taraf kepercayaan 95%. Maka kepada para pembina dan pelatih atletik khususnya di SMP Negeri 1 Bongomeme Kabupaten Gorontalo, disarankan Latihan acceleration sprint maupun latihan hollow sprint dapat digunakan sebagai variasi latihan untuk meningkatkan kecepatan lari 100 meter.
Show more

12 Read more

PENGARUH PENAMBAHAN DYNAMIC STRETCHING PADA LOWER EXTREMITY MUSCLES SEBELUM SPRINT TRAINING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER

PENGARUH PENAMBAHAN DYNAMIC STRETCHING PADA LOWER EXTREMITY MUSCLES SEBELUM SPRINT TRAINING TERHADAP KECEPATAN LARI SPRINT 100 METER

Hasil penelitian itu didukung dengan teori bahwa kelenturan (flexibility) menjadi salah satu efek yang didapatkan dari dynamic stretching. Fleksibilitas adalah kemampuan untuk menggerakkan suatu sendi sampai batas ROM tanpa merasakan nyeri (Kisner, 2007). Fleksibilitas otot akan mendukung kerja otot yang optimal dalam menjalankan fungsinya sebagai penggerak. Dengan kerja otot yang optimal akan menghasilkan pergerakan sendi yang maksimal. Sehingga dengan kerja otot yang optimal dan pergerakan sendi yang maksimal akan mendapatkan gerakan yang sempurna terutama gerakan saat berlari. Selanjutnya gerakan saat berlari yang dipengaruhi oleh fleksibilitas otot akan berpengaruh pada komponen dalam kecepatan berlari. Terdapat tiga komponen yang mempengaruhi kecepatan maksimal yaitu frekuensi langkah, panjang langkah dan daya tahan aerobik (Laningham, 2004). Pendapat lain mengatakan ketika mencoba untuk meningkatan kecepatan lari, dua komponen yang paling besar berpengaruh dalam meningkatkan kecepatan maksimal adalah frekuensi langkah dan panjang langkah (Faccioni, 2004).
Show more

15 Read more

Pelatihan Hollow Sprint Berbeban 0,5 kg di Pinggang Terhadap Kecepatan Lari

Pelatihan Hollow Sprint Berbeban 0,5 kg di Pinggang Terhadap Kecepatan Lari

Hal ini sering terlupakan oleh peneliti, maka dari itu peneliti wajib memberikan sampel cadangan dengan tujuan agar sampel murni yang kita miliki tetap utuh sampai akhir penelitian. Penelitian cadangan diberikan 20% dari jumlah sampel yang dihasilkan oleh rumus pocock, sehingga jumlahnya menjadi (20% x 15 = 3). Maka jumlah total sampel per kelompok menjadi (12 + 3 = 15 orang). Ingat tugas sampel cadangan hanya menjaga keutuhan jumlah sampel murni, sampel cadangan tidak masuk hitungan dalam analisis data.

7 Read more

Peningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint 60 Meter dengan Metode Part Whole Part Siswa Kelas VIII

Peningkatkan Hasil Belajar Lari Sprint 60 Meter dengan Metode Part Whole Part Siswa Kelas VIII

Abstrak: Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah pembelajaran dengan metode part whole part (bagian perbagian) dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint 60 meter pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 01 Jawai Kabupaten Sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah metode part whole part (bagian perbagian) dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint 60 meter. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Dari hasil tes lari sprint 60 meter, diketahui rata-rata nilai Pre Implementasi sebesar 57,1 sedangkan nilai rata-rata pada siklus I sebesar 76 dan pada siklus ke II yaitu sebesar 88,6 Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode part whole part (bagian perbagian) dapat meningkatkan hasil belajar lari sprint 60 meter pada siswa kelas VIIIA SMP Negeri 01 Jawai Kabupaten Sambas.
Show more

10 Read more

Show all 10000 documents...