dewan pengawas syariah

Top PDF dewan pengawas syariah:

PERAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) DALAM MELAKUKAN REVIEW BERKALA TERHADAP MEKANISME PENGHIMPUNAN DANA DAN PENYALURAN DANA SERTA PELAYANAN JASA DI KSPPS BMT ANDA SALATIGA SKRIPSI

PERAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) DALAM MELAKUKAN REVIEW BERKALA TERHADAP MEKANISME PENGHIMPUNAN DANA DAN PENYALURAN DANA SERTA PELAYANAN JASA DI KSPPS BMT ANDA SALATIGA SKRIPSI

Dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 12/13/Dpbs/2010 tentang pelaksanaan Good Corporate Governance bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah, lembaga keuangan syariah menugaskan paling kurang satu orang pegawai untuk mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah. Berdasarkan hasil analisis, dalam melakukan review berkala terhadap mekanisme penghimpunan dana dan penyaluran dana serta pelayanan jasa, KSPPS BMT ANDA Salatiga tidak menugaskan seorang pegawai untuk membantu kinerja Dewan Pengawas Syariah, bahkan Dewan Pengawas Syariah dalam menjalankan tugasnya tanpa dibantu oleh Dewan Pengawas Syariah yang lain. Dewan Pengawas Syariah yang berperan aktif hanya Dewan Pengawas Syariah yang telah memiliki sertifikat DSN MUI. Melihat banyaknya tugas dan peran penting yang diembanya, kerjasama antar Dewan Pengawas Syariah perlu dibangun dikarenakan akan berdampak pada hasil kerja Dewan Pengawas Syariah yang kurang maksimal.
Baca lebih lanjut

118 Baca lebih lajut

Peranan Dewan Pengawas Syariah terhadap Praktik Kepatuhan Syariah dalam Perbankan Syariah di Indonesia

Peranan Dewan Pengawas Syariah terhadap Praktik Kepatuhan Syariah dalam Perbankan Syariah di Indonesia

Berdasarkan hasil penelitian oleh peneliti ditemukan kelemahan Dewan Pengawas Syariah yaitu: 1. Hingga kini tidak ada hukum khusus yang dipakai sebagai referensi bagi pengawasan khusus perbankan syariah; 2. DPS hanya digunakan sebagai objek pelengkap dalam sebuah lembaga perbankan syariah yang ada, struktur dapat diisi tanpa kriteria yang khusus berbasis keahlian; 3. Anggota DPS ditunjuk sebagai tokoh yang memiliki karisma dan popularitas di kalangan masyarakat, bukan karena keahlian pengetahuan mereka dalam bidang ekonomi dan perbankan syariah; 4. Anggota DPS dilantik dan diberikan gaji oleh bank syariah yang diawasinya, menjadikannya kurang bebas dan tidak objektif dalam pengawasan; 5. Anggota DPS adalah orang-orang yang sibuk dengan profesi utamanya, jadi ia tidak memiliki waktu yang cukup untuk menjalankan pengawasan. Pengawasan terhadap perbankan syariah hanya dilakukan sebagai pekerjaan sambilan; 6. DPS tidak ada kebebasan untuk bertindak tegas terhadap hasil pengawasannya. DPS hanya dapat memberikan peringatan tetapi tidak boleh menutup usaha perbankan yang bermasalah, maka pengawasan oleh DPS cenderung diabaikan; 7. Perbankan syariah adalah sangat rentan terhadap kesalahan yang dibagikan; 8. Kelemahan taraf sah bagi penilaian kepatuhan syariah oleh DPS karena ketidakefektifan dan ketidakefisienan mekanisme pengawasan syariah dalam perbankan syariah; 9. Terbatasnya kemahiran DPS dalam hal audit, akuntansi, ekonomi, dan hukum bisnis; 10. Tidak adanya mekanisme dan struktur kerja efektif DPS dalam menjalankan fungsi kontrol internal syariah di bank syariah; 11. Masih terdapat banyak kasus pelanggaran
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Analisis Pengaruh Dewan Pengawas Syariah dan Ukuran Perusahaan Terhadap Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Perbankan Syariah di Indonesia

Analisis Pengaruh Dewan Pengawas Syariah dan Ukuran Perusahaan Terhadap Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Perbankan Syariah di Indonesia

Penelitian ini merupakan replikasi dari peneliti sebelumnya. Khoiruddin (2013) meneliti ” Pengaruh Elemen Good Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting terhadap perbankan syariah di Indonesia” faktor-faktor yang diuji adalah pengungkapan ISR sebagai variabel dependen, Ukuran Dewan Komisaris dan Ukuran Dewan Pengawas Syariah sebagai variabel independennya. Hasilnya Ukuran dewan komisaris memiliki pengaruh positif terhadap Islamic Social Reporting, sedangkan ukuran dewan pengawas syariah tidak berpengaruh terhadap pengungkapan terhadap Islamic Social Reporting berdasarkan indeks ISR secara keseluruhan. Sedangkan Raditya (2012) dengan judul penelitian “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR) pada Perusahaan yang Masuk Daftar Efek Syariah”. Hasil analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan ukuran perusahaan, dan profitabilitas berpengaruh secara signifikan terhadap perusahaan untuk pengungkapan ISR sedangkan penerbitan sukuk, jenis industri, umur perusahaan memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap pengungkapan Islamic Social Reporting (ISR).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

EKSISTENSI DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) PADA BANK SYARIAH (TINJAUAN YURIDIS)

EKSISTENSI DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) PADA BANK SYARIAH (TINJAUAN YURIDIS)

Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1) Dasar hukum tentang pengawasan bank adalah diatur pada Peraturan Bank Indonesia (PBI) No. 6/17/PBI/2004 tanggal 1 Juli 2004 tentang Perkreditan Rakyat berdasarkan Prinsip Syariah. Peraturan Bank Indonesia No.6/24/PBI/2004 tanggal 14 Oktober tentang Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha yang berdasarkan Prinsip Syariah yang lalu di ubah dengan Peraturan Bank Indonesia No.7/35/PBI/2005 tanggal 29 September 2005 tentang Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha yang berdasarkan Prinsip Syariah. 2) Bentuk Pengawasan DPS Pada Bank Syariah: 1) Pengawasan Berdasarkan Kepatuhan (Compliance Based Supervisio, 2) Pengawasan Berdasarkan Risiko (Risk Based Supervision). Kemudian Terkait parameter tingkat kesehatan bank, terdapat 3 bentuk status pengawasan bank, yaitu: 1) Status Dalam Pengawasan Normal, 2) Status Pengawasan Intensif, 3) Status Pengawasan Khusus. 3) Bank syariah secara yuridis normatif dan yuridis empiris diakui keberadaannya di Negara Indonesia. Dewan Pengawas Syariah (DPS) di lembaga perbankan menduduki posisi yang kuat, karena keberadaannya sangat penting dan strategis. Perbankan diperluas menjadi kegiatan apapun dari bank berdasarkan prinsip syariah yang ditetapkan oleh bank Indonesia.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

PERAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH PADA BMT SYAMIL - Test Repository

PERAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH PADA BMT SYAMIL - Test Repository

sehingga model struktur organisasi inilah yang membuat LKS mempunyai ciri khas atau sebagai pembeda dari lembaga keuangan konvensional. Dewan Pengawas Syariah bertugas memastikan semua produk dan kegiatan lembaga keuangan syariah telah memenuhi prinsip syariah.DPS dipercaya untuk memastikan agar Lembaga Keuangan Syariah patuh pada aturan dan prinsip Islam. Diantara cara menjamin bahwa Lembaga Bisnis Syariah (LBS)/Lembaga Keuangan Syariah (LKS) tidak menyimpang dari tuntunan syariah adalah: 1) mengangkat manajer atau pimpinan LBS/LKS yang menguasai/memahami fikih muamalah; dan 2) membentuk DPS untuk mengawasi operasional LBS/LKS dari sudut syariah. DPS adalah suatu dewan yang segaja dibentuk untuk mengawasi jalannya perusahaan sehingga senantiasa berjalan sesuai dengan syariah.Dengan demikian DPS adalah ujung tombak Lembaga Keuangan Syariah dalam menjaga aktivitas dan operasionalnya agar tetap sesuai syariah Nurhasanah(2011).
Baca lebih lanjut

94 Baca lebih lajut

MEKANISME PENGAWASAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH DAN BANK INDONESIA TERHADAP BANK JATENG SYARIAH DI SURAKARTA

MEKANISME PENGAWASAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH DAN BANK INDONESIA TERHADAP BANK JATENG SYARIAH DI SURAKARTA

Dalam seluruh operasinya bank Islam diawasi secara ketat. Para pengelola bank Islam harus menaruhkan jiwa dan raganya untuk dunia akherat. Bank syariah membawa misi keadilan, maka untuk dapat menjalani usaha yang halal harus diawasi oleh dewan pengawas syariah, sebab disitu membawa label syariah. Dengan demikian, dalam pengelolaan bank syariah adalah lebih rawan dibandingkan dengan perbankan konvensional. Ada dua hal penting yang harus diperhatikan dalam hal ini. Pertama, adalah harus ditumbuhkan tekad yang kuat dari para pengelolanya dalam mengemban dan menjadikan berhasilnya pelaksanaan misi. Kedua, dalam pengelolaan bank syariah perlu dicarikan orang-orang atau sumber daya yang memang betul- betul profesional. Artinya, adalah sumber daya yang memahami konsep keagamaan (syariah) secara baik dan memiliki ketrampilan operasional perbankan syariah. Jika kedua hal ini dapat dimiliki oleh pengelola bank Islam, maka insya Allah pencapaian misi dan target operasional dapat terwujud.
Baca lebih lanjut

134 Baca lebih lajut

Pengaruh Profitabilitas, Umur Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, dan Ukuran Dewan Pengawas Syariah terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting.

Pengaruh Profitabilitas, Umur Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, dan Ukuran Dewan Pengawas Syariah terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting.

Ukuran Dewan Pengawas Syariah terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Bank Umum Syariah Tahun 2011- 2015”. Pembuatan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

18 Baca lebih lajut

1 ANALISIS PERANAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) DALAM USAHA MENJAMIN KEPATUHAN SYARIAH PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (STUDI KASUS DI BMT HASANAH JABUNG PONOROGO) SKRIPSI

1 ANALISIS PERANAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) DALAM USAHA MENJAMIN KEPATUHAN SYARIAH PADA LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH (STUDI KASUS DI BMT HASANAH JABUNG PONOROGO) SKRIPSI

Penelitian ini membahas tentang peranan Dewan Pengawas Syariah dalam menjalankan kinerja pengawasan oleh Dewan Pengawas Syariah dalam hal mencapai pemenuhan prinsip syariah di BMT Hasanah Jabung Ponorogo. Penelitian ini memfokuskan pelaksanaan kinerja Dewan Pengawas Syariah di BMT Hasanah Jabung Ponorogo agar tercapainya prinsip kepatuhan syariah di BMT Hasanah Jabung Ponorogo. Tujuan adanya peranan Dewan Pengawas Syariah adalah agar kualitas BMT Hasanah dalam melayani nasabah lebih terpercaya dan tetap dalam koridor hukum Islam yang sudah berlaku dan lebih mengutamakan prinsip-prinsip islamiyah. Peranan Dewan Pengawas Syariah lainnya adalah bertujuan untuk menjaga nilai-nilai syariah yang tercantum dalam sebuah Lembaga Keuangan Syariah khususnya BMT yang notabene adalah sebuah lembaga keuangan penggerak ekonomi masyarakat Islam menengah yang mayoritas dimiliki oleh warga Negara Indonesia. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1)Bagaimana efektifitas kinerja pengawasan Dewan Pengawas Syariah dalam usaha menjamin
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGAWASAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS), AUDITOR INTERNAL DAN KEPATUHAN SYARIAH TERHADAP PENINGKATAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI PT. BANK PEMBIAYAAN RAKSYAT SYARIAH (BPRS) BHAKTI SUMEKAR SUMENEP.

PENGARUH PENGAWASAN DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS), AUDITOR INTERNAL DAN KEPATUHAN SYARIAH TERHADAP PENINGKATAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE DI PT. BANK PEMBIAYAAN RAKSYAT SYARIAH (BPRS) BHAKTI SUMEKAR SUMENEP.

Di perbankan syariah selain Dewan Pengawas Syariah (DPS) peran penting juga di pegang oleh auditor internal. Dimana auditor internal memiliki misi terpenuhinya secara baik kepentingan bank dan masyarakat penyimpan dana, sehingga terwujud bank yang sehat berkembang secara wajar dan dapat menunjang perekonomian nasional. Auditor internal memegang peranan penting dalam menguji, menilai efektivitas dan kecukupan dalam sistem pengendalian intern yang terdapat dalam perbankan syariah. Selain itu, auditor internal juga memiliki peranan penting dalam semua yang berkaitan dengan pengelolaan perusahaan dan resiko-resiko dalam menjalankan usaha. 2
Baca lebih lanjut

67 Baca lebih lajut

PENGARUH DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH INDONESIA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)

PENGARUH DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK UMUM SYARIAH INDONESIA SKRIPSI Diajukan untuk Memenuhi Tugas dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi (SE)

Namun jika perusahaan juga terlalu banyak melakukan rapat maka dapat mengangu agensi diperusahaan tersebut. Penelitian terdahulu yang mengkaji jumlah rapat dewan pengawas syariah pengaruhnya dengan pengungkapan risiko finansial masih belom banyak dilakukan. Menurut hasil penelitian Bank Indonesia kerjasama dengan Ernst dan Young yang dibahas dalam seminar akhir tahun 2008 di Bank Indonesia, salah satu masalah utama dalam implementasi manajemen resiko di perbankan syariah adalah peranan DPS yang belum optimal. pernyataan itu disimpulkan para peneliti sebagai kesenjangan utama manajemen risiko yang harus diperbaiki di masa depan. Dewan Pengawas Syariah wajib menyampaikan laporan hasil Pengawasannya secara semesteran yang disampaikan kepada Bank Indonesia paling lambat dua bulan setelah periode semesteran dimaksud berakhir. Anggota Dewan Pengawas Syariah telah menyediakan waktu yang cukup untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal (UUS 2014).
Baca lebih lanjut

115 Baca lebih lajut

PERAN PENTING DEWAN PENGAWAS SYARIAH DAL

PERAN PENTING DEWAN PENGAWAS SYARIAH DAL

DPS dalam strukrur organisasi bank syariah diletakkan pada posisis setingkat dengan Dewan Komisaris pada setiap bank syariah. Posisi yang demikian ditujukan agar DPS lebih berwibawa dan mempunyai kebebasan opini dalam memberikan bimbingan dan pengarahan kepada semua direksi di bank tersebut dalam hal-hal yang berhubungan dengan pengaplikasian produk perbankan syariah. Oleh sebab itu, penetapan DPS dilakukan melalui RUPS setelah nama-nama anggota DPS tersebut mendapat pengesahan dari DSN.

40 Baca lebih lajut

REVITALISASI DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) PADA LEMBAGA EKONOMI SYARIAH

REVITALISASI DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) PADA LEMBAGA EKONOMI SYARIAH

Dalam undang-undang terse- but terlihat sebuah keharusan bagi setiap usaha yang menjalankan prin- sip syariah untuk memiliki lembaga pengawas syariah yakni DPS, se- hingga akan dapat terjaganya ke- murnian, kesesuaian dan kelayakan usaha tersebut berdasarkan syariat Islam. Akan tetapi dibalik itu, UU tersebut tidak mengariskan lebih jauh bahwa lembaga pengawasan tersebut menjadi domainnya Peme- rintah, sehingga yang mengangkat dan memberhentikan serta memberi- kan kesejahteraan kepada personil lembaga tersebut adalah Perusahaan itu sendiri. Berbeda halnya dengan sistem lembaga pengawasan yang ada pada awal Islam.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Sosialisasi Dewan Pengawas Syariah

Sosialisasi Dewan Pengawas Syariah

JUMLAH ANGGOTA DPS DAN PERANGKAPAN KEANGGOTAAN DPS DPS dapat melakukan perangkapan jabatan dalam rangka penerapan prinsip Good Corporate Governance dan sesuai dengan ketentuan yang ber[r]

22 Baca lebih lajut

PENGARUH PRINSIP KEPATUHAN SYARIAH, KOMITMEN AGAMA DAN KEPERCAYAAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK BRI SYARIAH DI SURABAYA - Perbanas Institutional Repository

PENGARUH PRINSIP KEPATUHAN SYARIAH, KOMITMEN AGAMA DAN KEPERCAYAAN TERHADAP LOYALITAS NASABAH BANK BRI SYARIAH DI SURABAYA - Perbanas Institutional Repository

Kemunduran ekonomi kapitalis yang menerapkan asas pasar bebas dan ekonomi sosialis dengan kontrol negara dalam perekonomian secara terpusat, merupakan titik pijak bagi perekonomian syariah. Asas yang dikedepankan dalam ekonomi syariah adalah keadilan atau kesetaraan Dewan Pengawas Syariah dalam Sistem Hukum Perbankan: Studi Tentang Pengawasan Bank Berlandaskan Pada Prinsip-Prinsip Islamhak dan kewajiban, peniadaan segala bentuk penindasan atau penggerogotan terhadap pihak lain, serta memiliki dimensi sosiologis.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGUNGKAPAN CSR (CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY) PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

Dewan pengawas syariah (DPS) adalah beberapa orang yang mengawasi bila terjadi perbedaan prinsip syariah antara investor dengan manajemen dalam perbankan syariah (Farook, dkk, 2011). Sedangkan menurut Bakar (2002) dewan pengawas syariah adalah lembaga yang menginvestigasi apakah perbankan telah tunduk dan patuh terhadap peraturan dan prinsip syariah dalam setiap aktivitasnya. Senada dengan itu Karim (1995) menjelaskan bahwa dewan pengawa syariah adalah sebuah kebutuhan yang dirasakan untuk mengawasi inovasi dalam perbankan terhadap prinsip yang berlaku di dalam Islam. Berdasarkan berbagai pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa dewan pengawas syariah adalah lembaga independen yang terdapat dalam perbankan syariah yang bertugas untuk mengawasi dan menjaga aktivitas perbankan agar sesuai dengan prinsip syariat Islam.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensiona1

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensiona1

Selain itu ada beberapa perbedaan dasar seperti ; Dalam bank syariah, bisnis dan usaha yang dibiayai tidak terlepas dari saringan syariah agama, yakni usaha yang di dalamm menajalankan usahanya sesuai dengan syariah agama dan perbedaan lainnya secara organisasi, bank syariah dan bank konvensional secara umum itu sama. Perbedaannya hanya satu, bank syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah, sedangkan bank konvensional tidak.

2 Baca lebih lajut

Pedoman GCG Perbankan

Pedoman GCG Perbankan

Khusus bagi bank yang melakukan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah, harus memiliki Dewan Pengawas Syariah, yaitu badan independen yang bertugas melakukan pengarahan (directing), pemberian konsultasi (consulting), melakukan efaluasi (evaluating), dan pengawasan (supervising) kegiatan bank syariah dalam rangka memastikan bahwa kegiatan usaha bank syariah tersebut mematuhi (compliance) terhadap prinsip syariah sebagaimana telah ditentukan oleh fatwa dan syariah islam. Bagi DPS berlaku hal-hal sebagai berikut :
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

ANALISIS IMPLEMENTASI FATWA DSN MUI NO.86/DSN-MUI/XII/2012 TENTANG PEMBERIAN BONUS DALAM AKAD TABUNGAN WADIAH (Studi Di BPRS Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

ANALISIS IMPLEMENTASI FATWA DSN MUI NO.86/DSN-MUI/XII/2012 TENTANG PEMBERIAN BONUS DALAM AKAD TABUNGAN WADIAH (Studi Di BPRS Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

Hal ini akad penyimpanan dana adalah akad wadiah, maka hadiah diberikan oleh LKS sebelum terjadinya akad wadiah. LKS berhak menetapkan syarat-syarat kepada penerima hadiah selama syarat-syarat tersebut tidak menjurus kepada praktek riba. Dalam hal penerimaan hadiah ingkar terhadap syarat-syarat yang telah ditentukan oleh LKS, penerima hadiah harus mengembalikan hadiah yang telah diterimanya. Kebijakan pemberian hadiah promosi dana pihak ketiga oleh LKS dalam peraturan internal LKS setelah memperhatikan pertimbangan Dewan Pengawas Syariah. Pihak Otoritas harus melakukan pengawasan terhadap kebijakan Lembaga Keuangan Syariah terkait pemberian hadiah promosi dan hadiah atas dana pihak ketiga kepada nasabah, berikut operasionalnnya.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial pada Perbankan Syariah di Indonesia.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial pada Perbankan Syariah di Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan bukti secara empiris dalam faktor- faktor yang mempengaruhi Corporate Social Responsibility (CSR) pada perbankan syariah di Indonesia. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah IG- score, kualifikasi doctoral Dewan Pengawas Syariah (DPS), cross-directionship DPS, jumlah Dewan Komisaris, proporsi Dewan Komisaris independen, & Investment Account Holder (IAH).

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...