dewan pengawas syariah

Top PDF dewan pengawas syariah:

Peranan Dewan Pengawas Syariah terhadap Praktik Kepatuhan Syariah dalam Perbankan Syariah di Indonesia

Peranan Dewan Pengawas Syariah terhadap Praktik Kepatuhan Syariah dalam Perbankan Syariah di Indonesia

Penelitian ini mengkaji tentang peranan Dewan Pengawas Syariah (DPS) terhadap praktik kepatuhan syariah yang berperspektif perlindungan konsumen dalam perbankan syariah di Indonesia. Penelitian ini mengadopsi metode analisis berdasarkan konten doktrinal, dengan menerapkan empat jenis pendekatan hukum, yaitu: (i) sejarah / historis; (ii) Fikih / filsafat; (iii) perbandingan; dan (iv) analitis dan kritis. Selain itu, pendekatan diselaraskan juga diperlukan untuk penyelarasan legislatif dengan filsafat Islam dan filsafat perlindungan konsumen. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelanggaran kepatuhan syariah yang dibiarkan oleh DPS akan merusak citra dan kredibilitas perbankan syariah di mata publik, sehingga dapat mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap perbankan syariah tersebut. Untuk alasan ini peran DPS pada perbankan syariah benar-benar perlu dioptimalkan, di antaranya kualifikasi pengangkatan DPS harus diperketat, dan dukungan atas peranannya harus diwujudkan dalam perbankan syariah. DSN MUI sebagai lembaga yang mengeluarkan fatwa dapat berkoordinasi dan menyamakan persepsi dengan DPS yang ditempatkan di bank-bank syariah di Indonesia dalam mengawasi operasional perbankan syariah agar mereka benar-benar berperan dan siap menjalankan tugas sebagai DPS.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

REVITALISASI DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) PADA LEMBAGA EKONOMI SYARIAH

REVITALISASI DEWAN PENGAWAS SYARIAH (DPS) PADA LEMBAGA EKONOMI SYARIAH

Dalam sejarah Islam, lembaga pengawas syariah ini, sebagaimana disampaikan oleh Muhammad Salam Madzkur (1964: 21-22), di- sebut dengan Wilayat al-Hisbah, yakni lembaga penegakan dan pe- ngawasan hukum dan hak-hak sipil (publik) serta penertiban umum (huquq Allah). Artinya lembaga ini berperan sebagai lembaga penegak kebaikan dan pencegah kemungkar- an, serta menjaga agar hak-hak publik (huquq Allah) tetap berada di atas hak-hak individu (huquq ‘ibad). Contoh dalam bidang ekonomi ada- lah pengawasan terhadap keuangan negara agar jangan terjadi pencurian, pengawasan terhadap produk ba- rang agar jangan terjadi pemalsuan, timbangan atau takaran yang tidak akurat, terjadinya sumpah palsu, ter- jadinya akad yang terlarang, mono- poli, permainan harga barang, uang
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Pengaruh Profitabilitas, Umur Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, dan Ukuran Dewan Pengawas Syariah terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting.

Pengaruh Profitabilitas, Umur Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, dan Ukuran Dewan Pengawas Syariah terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting.

Ukuran Dewan Pengawas Syariah terhadap Pengungkapan Islamic Social Reporting pada Bank Umum Syariah Tahun 2011- 2015”. Pembuatan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret.

18 Baca lebih lajut

Peran Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah

Peran Good Corporate Governance Terhadap Profitabilitas Perbankan Syariah

AKTSAR, Vol. 1 No. 1, Juni 2018 133 Penerapan GCG pada bank syariah tentunya berbeda dengan bank konvensional. Hal yang mendasari perbedaan tersebut adalah penerapan shariah compliance. Salah satu turunan penerapan shariah compliance, yaitu adanya Dewan Pengawas Syariah (Takarini, 2014). Hadirnya Dewan Pengawas Syariah (DPS) pada perbankan syariah adalah untuk memastikan bahwa gerak langkah, semua transaksi dan produk yang dikeluarkan oleh perbankan syariah sesuai dengan prisip syariah. Selain itu, diharapkan fungsi pengawasan perbankan syariah dapat berjalan secara efektif sesuai kaedah good governance (Darsono et al, 2016: 365). Oleh karena itu, peneliti akan memfokuskan frekuensi atau jumlah rapat Dewan Pengawas Syariah (DPS) sebagai indikator Good Corporate Governace (GCG). Adapun indikator GCG menggunakan indikator frekuensi atau jumlah rapat dikarenakan pedoman umum GCG tahun 2004 oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) menyebutkan bahwa rapat DPS merupakan salah satu indikator atau bagian dalam penerapan GCG pada perbankan syariah. Selain itu, dalam Pasal 49 ayat 1 PBI No.11/33/PBI/2009 tentang Pelaksanaan GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah disebutkan bahwa rapat DPS wajib diselenggarakan paling kurang satu kali dalam satu bulan atau 12 kali dalam satu tahun untuk menunjang kinerja DPS.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PERAN PENTING DEWAN PENGAWAS SYARIAH DAL

PERAN PENTING DEWAN PENGAWAS SYARIAH DAL

DPS sebagai pengawas memiliki kesamaan dengan fungsi komisaris. Bedanya, kepentingan komisaris dalam melakukan fungsinya adalah memastikan bank agar bank tersebut selalu menghasilkan keuntungan. Namun kepentingan DPS adalah menjaga kemurnian syariah (ajaran Islam) dalam kegiatan operasional perbankan. Oleh karena itu, kedudukan komisaris dan DPS mempunyai potensi untuk melahirkan konflik, sebab DPS harus berpihak pada kemurnian syariah D. Tugas dan tanggung jawab DPS dalam pemenuhan prinsip syariah dalam pelaksanaan GCG Perbankan Syariah

40 Baca lebih lajut

Efektifitas pengawasan Dewan Pengawasan Syariah (DPS) pada Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah

Efektifitas pengawasan Dewan Pengawasan Syariah (DPS) pada Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah

Dewan Pengawas Syariah (DPS) adalah suatu badan yang diberi wewenang untuk melakukan supervisi / pengawasan dan melihat secara dekat aktivitas lembaga keuangan syariah agar lembaga tersebut senantiasa mengikuti aturan dan prinsip-prinsip syariah. 1 Dewan Pengawas Syariah (DPS) berkewajiban secara langsung melihat pelaksanaan tugas suatu lemabaga keuangan syariah agar tidak menyimpang dari ketentuan yang telah difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelsi Ulama Indonesia (MUI), hal itu untuk menciptakan Good Corporate Governance (GCG) dalam perbankan syariah yang sebagaimana dijelaskan pada PBI NO.11/33/PBI/2009. Bertujuan untuk memberikan keyakinan kepada stakeholders bahwa produk dan kegiatan operasional usahanya telah dilaksanakan secara transparan dan dapat                                                             
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial pada Perbankan Syariah di Indonesia.

Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial pada Perbankan Syariah di Indonesia.

Penelitian ini bertujuan untuk menyediakan bukti secara empiris dalam faktor- faktor yang mempengaruhi Corporate Social Responsibility (CSR) pada perbankan syariah di Indonesia. Faktor-faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah IG- score, kualifikasi doctoral Dewan Pengawas Syariah (DPS), cross-directionship DPS, jumlah Dewan Komisaris, proporsi Dewan Komisaris independen, & Investment Account Holder (IAH).

2 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Syari’ah Compliance Terhadap Market Share Bank syari’ah (Studi Kasus Perbankan Syari’ah Di Surakarta).

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Syari’ah Compliance Terhadap Market Share Bank syari’ah (Studi Kasus Perbankan Syari’ah Di Surakarta).

Widiawati, Septi dan Raharja, Surya. 2012. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Islamic Social Reporting Perusahaan - Perusahaan yang terdapat pada Daftar Efek Syariah tahun 2009-2011, Diponegoro Journal of Accounting. Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012, hlm. 1-15.

Baca lebih lajut

Implementasi Nilai-nilai Islam dalam Manajemen Laba Efisien Perbankan Syariah di Indonesia Muhammad Wahyuddin Abdullah dan Nurul Ainun Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tosir_wahyuyahoo.com; nurulainun234yahoo.com Abstract - View of Impleme

Implementasi Nilai-nilai Islam dalam Manajemen Laba Efisien Perbankan Syariah di Indonesia Muhammad Wahyuddin Abdullah dan Nurul Ainun Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tosir_wahyuyahoo.com; nurulainun234yahoo.com Abstract - View of Impleme

BNI Syariah melakukan kegiatan operasionalnya sesuai dengan nilai-nilai Islam, yaitu kejujuran, kemaslahatan, dan keadilan. Nilai kejujuran yang dimaksud yaitu BNI Syariah mengungkapkan segala kegiatan di internal perusahaan, termasuk dana non halal. Nilai kemaslahatannya, BNI Syariah melakukan kegiatan kepedulian kepada sesama seperti memperingati Hari Bumi dengan membagikan tanaman kepada masyarakat untuk menjaga keberlangsungan hidup sesama. Nilai keadilan untuk setiap bank syariah adalah sama yaitu menerapkan sistem bagi hasil profit and loss sharing. BRI Syariah melakukan kegiatan pemberian beasiswa kepada pihak internal maupun eksternal bank. Hal tersebut sesuai dengan nilai kemaslahatan. Nilai kejujuran yang dilakukan oleh BRI Syariah yaitu mencanangkan strategi pengembangan bank hingga tahun 2014 dengan menetapkan indikator pencapaian total aset, pembiayaan, DPK, dan laba yang dicapai melalui tiga pilar yang ditopang efektivitas dan produktivitas. Bank Syariah Mandiri melakukan tiga kegiatan, yaitu pengadaan air bersih, pembuatan tong sampah permanen, dan angkutan sampah, kemudian mengungkapkan penyimpangan yang dilakukan oleh pengurus, pegawai tetap dan tidak tetap (honorer dan outsourcing).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

PENGUNGKAPAN SYARIAH PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENGUNGKAPAN SYARIAH PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

pengantar (tujuan yang jelas keterlibatan), lingkup paragraf yang menggambarkan sifat pekerjaan yang dilakukan, sebuah pernyataan yang jelas bahwa manajemen bertanggung jawab untuk mematuhi aturan yang tepat dengan syariah dan prinsip-prinsip, konfirmasi bahwa dewan pengawas syariah telah melakukan tes yang sesuai, prosedur dan review – umum,transaksi dan kesepakatan, ketepatan dasar syariah alokasi rekening investasi, laba (halal / dilarang), kepatuhan zakat, pendapat syariah akan mencakup hal-hal yang berkaitan dengan : Kontrak, transaksi dan kesepakatan, alokasi adil dari keuntungan & kerugian, laba (halal / dilarang), zakat, Laporan pelanggaran kepatuhan syariah (jika ada), Laporan dewan pengawas syariah harus ditandatangani oleh seluruh anggota Dewan, Tanggal laporan. Untuk bank yang dalam laporan tahunannya terdapat indikator-indikator tersebut maka diberi skor “1”. Sedangkan yang tidak terdapat indikator-indikator tersebut diberi skor “0”. Lalu jumlah total pemenuhan indikator untuk setiap bank dibagi total jumlah keseluruhan indikator tersebut. Hasil pembagian itu sebagai angka dalam pengungkapan laporan dewan pengawas syariah.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Annual Report 2008 Bank Mega Syariah

Annual Report 2008 Bank Mega Syariah

namun masih memiliki kelemahan-kelemahan yang masih dalam batas pengendalian dan dapat diatasi oleh manajemen dengan tindakan-tindakan rutin. Tentu peringkat ini perlu diberi catatan, jika tidak terjadi gejolak- gejolak yang dapat secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kinerja Bank Mega Syariah. Catatan khusus ini perlu diberikan karena perekonomian global sedang mengalami krisis yang terparah setelah berakhirnya Perang Dunia Kedua. Krisis ekonomi dan keuangan global tentunya dan perbankan yang tentunya mempunyai pengaruh bagi Indonesia, termasuk sektor keuangan dan perbankan. Menghadapi keadaan yang penuh ketidakpastian dan risiko, maka manajemen untuk Tahun 2009 dan ke depan seharusnya akan semakin memperketat pemantauan risiko bisnis yang dihadapi. Pemantauan ini harus dilakukan secara berkelanjutan dan karena itu Bank Mega Syariah menyuguhkan tema sentral “Steering Toward Sustainable Growth“. Dengan demikian manajemen dalam pengelolaan perusahaan tidak hanya berfikir dan bertindak hanya untuk jangka pendek. Mengantisipasi lingkungan bisnis yang demikian itu maka strategi Bank Mega Syariah mengarah pada prinsip konsolidasi tetapi tumbuh.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS IMPLEMENTASI FATWA DSN MUI NO.86/DSN-MUI/XII/2012 TENTANG PEMBERIAN BONUS DALAM AKAD TABUNGAN WADIAH (Studi Di BPRS Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

ANALISIS IMPLEMENTASI FATWA DSN MUI NO.86/DSN-MUI/XII/2012 TENTANG PEMBERIAN BONUS DALAM AKAD TABUNGAN WADIAH (Studi Di BPRS Bandar Lampung) - Raden Intan Repository

Menghimpun dana adalah salah satu produk yang terdapat dalam perbankan dan non perbankan. Kegiatan perbankan syariah terkadang secara sistematis sesuai dengan aturan yang yang ada, tetapi ada teori dan praktek yang ada dilapangan berbeda. Sehingga dalam hal ini penulis melakukan penelitian tantang akad tabungan wadiah yang ada di BPRS Bandar Lampung dan menyesuaikannya dengan peraturan yang ada dalam pemberian bonus. Pihak perbankan sering kali sedikit menyampingkan peraturan yang ada serta kegiatan yang tidak sesuai dengan aturan yang ada. Mekanisme pemberian bonus yang dilakukan oleh BPRS Bandar Lampung diberikan sesuai dengan mekanisme kebijakan yang diambil oleh BPRS Bandar Lampung itu sendiri sehingga tidak adanya pihak yang dirugikan.
Baca lebih lanjut

126 Baca lebih lajut

PENGARUH IMPLEMENTASI PERAN DAN FUNGSI DEWAN PENGAWAS SYARIAHTERHADAP KEPATUHAN PADA ATURAN SYARIAH DI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH PROVINSI JAWA BARAT.

PENGARUH IMPLEMENTASI PERAN DAN FUNGSI DEWAN PENGAWAS SYARIAHTERHADAP KEPATUHAN PADA ATURAN SYARIAH DI BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH PROVINSI JAWA BARAT.

Maka agar menjaga kualitas lembaga keuangan syariah diperlukan adanya DPS yang merupakan pengawas lembaga berbasis syariah untuk mereviewkesyariahan lembaga tersebut seperti yang dikatakan oleh Jaih Mubarok, Anggota Badan Pengurus Harian DSN bahwa DPS hanya mengawasi apakah ada persoalan syariah yang dilanggar.Sehingga, jika ada persoalan hukum yang tidak berkaitan dengan persoalan syariah, DPS tidak boleh dilibatkan (republika .com). Dan dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas (UU PT) Nomor 40 tahun 2007 DPS memiliki fungsi sebagai pihak yang memonitoring dan memberi nasehat. Sehingga, diutarakannya aspek di luar syariah bukan tanggung jawab DPS (M Hidayat, anggota DSN MUI.(Republika.com).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Serupa Namun Berbeda antara Bank Syariah

Serupa Namun Berbeda antara Bank Syariah

Selanjutnya, mengenai perbedaannya, antara lain meliputi aspek akad dan legalitas, struktur organisasi, usaha yang dibiayai dan lingkungan kerja. Yang pertama tentang akad dan legalitas, yangmerupakan kunci utama yang membedakan antara bank syariah dan bank konvensional. “innamal a’malu bin niat”, sesungguhnya setiap amalan itu bergantung dari niatnya. Dan dalam hal ini bergantung dari aqadnya. Perbedaannya untuk aqad-aqad yang berlangsung pada bank syariah ini hanya aqad yang halal, seperti bagi hasil, jual beli atau sewa – menyewa. Tidak ada unsur riba’ dalam bank syariah ini, justru menerapkan sistem bagi hasil dari keuntungan jasa atas transaksi riil.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Syariah sebagai Otoritas Pengawas Kepatuhan Syariah bagi Bank Syariah | Ilhami | Mimbar Hukum 16274 30822 1 PB

Pertanggungjawaban Dewan Pengurus Syariah sebagai Otoritas Pengawas Kepatuhan Syariah bagi Bank Syariah | Ilhami | Mimbar Hukum 16274 30822 1 PB

Pengawasan terhadap produk dilakukan terhadap 2 (dua) tahap kegiatan, yaitu tahap sebelum penawaran produk (ex­ante) dan tahap setelah produk ditawarkan dan diguna- kan oleh masyarakat (ex­post). Pengawasan dalam tahap sebelum penawaran produk merupakan pengawasan pada saat bank sya- riah mempersiapkan suatu bentuk produk baru untuk ditawarkan pada masyarakat dan terhadap produk tersebut harus dapat dipas- tikan bahwa prinsip pengelolaannya serta se- gala bentuk bagi hasil maupun persyaratan dalam akad antara bank dengan pengguna produk tidak bertentangan dengan asas-asas syariah yang telah ditentukan oleh hukum. Setelah kemudian produk tersebut dipasti- kan tidak bertentangan, maka produk dapat ditawarkan pada masyarakat.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

laporan pelaksanaan gcg tahun2014

laporan pelaksanaan gcg tahun2014

Menerapkan mekanisme pengaduan nasabah baik secara langsung di kantor Bank maupun melalui Call Center Bank Panin Syariah, sedangkan terkait dengan penerapan strategi Anti Fraud telah diimplementasikan kebijakan whistle blowing melalui pelaporan email ke fungsi penanganan Anti Fraud dan pengembangan sistem Loss Event Database System (LEDS). Hal-hal lain yang dapat disampaikan terkait dengan transparansi kondisi Bank adalah sebagai berikut :

Baca lebih lajut

Pedoman GCG Perbankan

Pedoman GCG Perbankan

B. Krisis perbankan di Indonesia yang dimulai akhir tahun 1997 bukan semata- mata diakibatkan oleh krisis ekonomi, tetapi juga diakibatkan oleh belum dilaksanakannya good corporate governance dan etika yang melandasinya. Oleh karena itu, usaha mengembalikan kepercayaan kepada dunia perbankan Indonesia melalui restrukturisasi dan rekapitalisasi hanya dapat mempunyai dampak jangka panjang dan mendasar apabila disertai tiga tindakan penting lain yaitu : (i) Ketaatan terhadap prinsip kehati-hatian; (ii) Pelaksanaan good corporate governance; dan (iii) Pengawasan yang efektif dari Otoritas Pengawas Bank.
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

perbandingan asuransi dan konvensional denga

perbandingan asuransi dan konvensional denga

Para pemegang polis dalam hal ini berkedudukan sebagai pemilik modal (shohibul mal) dan Asuransi Syariah berfungsi sebagai pemegang amanah (mudharib). Setiap premi yang dibayar oleh pemegang polis akan dimasukkan dalam rekening Tabarru perusahaan, yaitu kumpulan dana yang telah diniatkan oleh peserta sebagai iuran dan kebajikan untuk tujuan saling tolong menolong dan saling membantu. Kumpulan dana pemegang polis sebelum dikelola lebih lanjut terlebih dulu dipisahkan menjadi dua golongan, yaitu Dana Pemegang Saham (Shareholder Fund) dan Dana Peserta Asuransi (Participant Fund / Premium), dan masing-masing dana mempunyai akuntansi terpisah. Hasil pengembangan dana setelah dikurangi dengan beban asuransi (klaim dan premi reasuransi) akan dibagi antara pemegang polis dan perusahaan menurut prinsip al-mudharabah dalam suatu perbandingan tetap yang besarnya telah ditentukan pada awal penutupan polis asuransi. Misal: 70% untuk perusahaan dan 30% untuk seluruh peserta. Ilustrasi mekanisme pengelolaan dana dapat dilihat pada diagram alur berikut ini :
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Sejarah Bank Syariah Peran dan Fungsi De

Sejarah Bank Syariah Peran dan Fungsi De

• Dengan proses kelahiran seperti itu, dapatlah disimpulkan bahwa pendirian perbankan syariah berasal dari bawah ke atas (down to top) dan bukan dari atas ke bawah ( Top Down) seperti yang terjadi di negara Malaysia dan di negara-negara Islam yang lain.

Baca lebih lajut

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensiona1

Perbedaan Bank Syariah dan Konvensiona1

Selain itu ada beberapa perbedaan dasar seperti ; Dalam bank syariah, bisnis dan usaha yang dibiayai tidak terlepas dari saringan syariah agama, yakni usaha yang di dalamm menajalankan usahanya sesuai dengan syariah agama dan perbedaan lainnya secara organisasi, bank syariah dan bank konvensional secara umum itu sama. Perbedaannya hanya satu, bank syariah memiliki Dewan Pengawas Syariah, sedangkan bank konvensional tidak.

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...