DFD Level 1 Sistem Informasi Pembelian Bahan-bahan

Top PDF DFD Level 1 Sistem Informasi Pembelian Bahan-bahan:

Sistem Informasi Pembelian Dan penjualan Bahan-Bahan Bangunan Pada TB. Pancar Logam Garut

Sistem Informasi Pembelian Dan penjualan Bahan-Bahan Bangunan Pada TB. Pancar Logam Garut

2.5.4 Client server Menurut Budhi Irawan: ”Istilah client, server dan client/server dapat digunakan untuk merunjuk kepada konsep yang sangat umum atau hal spesifik dari perangkat keras atau perangkat lunak ” . Pada level yang sangat umum, sebuah client adalah setiap komponen dari sebuah sistem yang meminta layanan atau sumber daya (resources) dari komponen sistem lainnya. Sedangkan sebuah server adalah setiap komponen sistem yang menyediakan layanan atau sumber daya ke komponen sistem lainnya. Server adalah komputer yang menyediakan fasilitas bagi komputerkomputer lain didalam jaringan dan client adalah komputer-komputer yang menerima atau menggunakan fasilitas yang disediakan oleh server. Server dijaringan tipe client- server disebut dengan Dedicated Server karena murni berperan sebagai server yang menyediakan fasilitas kepada workstation dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation. Sistem client-server biasanya berjalan pada setidaknya dua sistem yang berbeda. Satu komputer bertindak sebagai client dan lainnya sebagai server, tetapi client dan server juga bisa berada pada satu sistem komputer. Biasanya sebuah server melayani beberapa komputer client walaupun mungkin juga hanya melayani satu client. Fungsi client/ server biasanya dilakukan oleh file server, kecuali apabila dibutuhkan kinerja yang maksimal maka digunakanlah server yang khusus.
Baca lebih lanjut

143 Baca lebih lajut

Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku dan Pengendalian Intern Pembelian Bahan Baku terhadap Efektivitas Persediaan Bahan Baku pada Pt.ipha Laboratories

Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku dan Pengendalian Intern Pembelian Bahan Baku terhadap Efektivitas Persediaan Bahan Baku pada Pt.ipha Laboratories

Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku dan Pengendalian Intern Pembelian Bahan Baku menjadi bagian penting dalam suatu industri manufaktur agar tercapai efektivitas persediaan bahan baku yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku dan pengendalian intern pembelian bahan baku secara parsial terhadap efektivitas persediaan bahan baku. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan jumlah responden 30 karyawan. Data penelitian merupakan data primer yang diambil melalui kuesioner berskala likert, dimana tingkat validitas dan reliabilitiasnya telah diuji terlebih dahulu. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode verifikatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem infomasi pembelian berpengaruh sebesar 34,6 % dan Pengendalian Intern berpengaruh sebesar 46,8% terhadap efetivitas persediaan bahan baku dan sisanya berasal dari faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
Baca lebih lanjut

14 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku untuk Proyek

Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku untuk Proyek

Seiring dengan perkembangan teknologi, setiap bidang usaha termasuk juga perusahaan yang mengerjakan suatu proyek pembangunan membutuhkan sistem informasi yang dapat menunjang perusahaan dalam setiap kegiatan operasionalnya. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis, mengidentifikasi kebutuhan informasi, memperbaiki dan merancang sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku konstruksi yang dibutuhkan oleh pihak manajemen untuk membantu dalam pengambilan keputusan serta mengatasi masalah dalam sistem yang berjalan pada perusahaan kontraktor. Penelitian dilakukan dengan metode pengumpulan data dan informasi, analisis atas sistem yang berjalan, analisis terhadap temuan penelitian, identifikasi kebutuhan informasi, dan identifikasi persyaratan sistem, serta perancangan terstruktur meliputi pembuatan object oriented analysis and design (OOAD) dan unified modelling language (UML). Hasil yang dicapai berupa perbaikan sistem yang berjalan dalam bentuk perancangan aplikasi yang menginformasikan penomoran dokumen, pengarsipan dokumen, dan laporan yang dihasilkan. Sistem informasi akuntansi pembelian bahan baku pada perusahaan konstruksi ini dapat menghasilkan laporan yang dibutuhkan perusahaan secara cepat, lengkap dan akurat yang dapat digunakan pihak manajemen dalam proses pengambilan keputusan.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Bahan-Bahan Bangunan Di TB.Tani Jaya Patokbeusi Kabupaten Subang

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Bahan-Bahan Bangunan Di TB.Tani Jaya Patokbeusi Kabupaten Subang

............Metode yang di gunakan dalam pengembangan sistem adalah metode waterfall. Metode ini merupakan metode yang sering digunakan oleh penganalisa sistem pada umumnya. Inti dari metode waterfall adalah pengerjaan dari suatu sistem dilakukan secara berurutan atau secara linear. Jadi jika langkah satu belum dikerjakan maka tidak akan bisa melakukan pengerjaan langkah 2, 3 dan seterusnya. Secara otomatis tahapan ke-3 akan bisa dilakukan jika tahap ke-1 dan ke-2 sudah dilakukan. Sistem pengolahan data pembelian dan penjualan Bahan-bahan Bangunan yang telah dibuat dapat mempercepat proses penyimpanan data, baik data pembelian Bahan bangunan maupun data penjualan Bahan bangunan ketika diperlukan. Karena sistem pengorganisasian data sudah terintegrasi yang disimpan dalam database. Dalam pembuatan laporan dapat lebih mengefisienkan waktu, sehingga tidak ada lagi kesalahan,terjadi keterlambatan dan kesulitan dalam pembuatan laporan seperti pembuatan Laporan Penjualan , Laporan Pembelian dan pembuatan nota penjualan.
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan Bahan-Bahan Bangunan di TB. Bintang Jaya Banjaran, Kabupaten Bandung

Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan Bahan-Bahan Bangunan di TB. Bintang Jaya Banjaran, Kabupaten Bandung

Observasi adalah suatu teknik pengumpulan data dengan cara mengamati langsung obyek yang diteliti, mengenai kondisi dan hal-hal yang dilakukan oleh instansi secara terencana dan sistematis. Dimana obyek yang berhasil penulis lakukan pada TB. Bintang Jaya antara lain tempat penjualan bahan-bahan bangunannya yang cukup untuk melakukan penjulan bahan- bahan bangunan dan tempat penyimpanan bahan-bahan bangunan yang cukup luas dan peralatan-peralatan bangunan yang cukup komplit dimana TB. Bintang Jaya ini hanya di bantu dengan 9 (sembilan) orang karyawan yang sudah mempunyai keahlian dalam bidang ini. Sehingga Perusahaan TB. Bintang Jaya ini berjalan dengan baik.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan Bahan Bangunan Pada PD. Mandiri Cikande

Sistem Informasi Pembelian dan Penjualan Bahan Bangunan Pada PD. Mandiri Cikande

Semakin berkembangnya kemampuan komputer dalam mengolah data berdampak semakin banyaknya alternatif pemecahan masalah yang salah satunya dalam sistem informasi. Pada masa lampau apabila seseorang melakukan suatu kegiatan harus mengeluarkan banyak tenaga dan waktu sedangkan hasil kerja tidak selamanya sesuai dengan yang diharapkan, namun dengan berkembangnya teknologi sekarang ini, seseorang tidak harus banyak membuang tenaga dan waktu serta hasilnya sangat memuaskan. Dengan adanya komputer dan program aplikasi yang dapat mendukung proses pengolahan data, banyak mengubah keadaan sehingga dapat dilakukan penginputan data yang membuat pengaturan data lebih mudah, baik itu penyimpanan data, pembuatan laporan maupun pencarian data.
Baca lebih lanjut

60 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Bahan Bangunan Pada CV. Mitra Sadaya

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Bahan Bangunan Pada CV. Mitra Sadaya

Hal ini dilihat dan ditandai dengan padatnya aktivitas kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang sekian hari bertambah banyak. Berbagai macam barang diperdagangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat akan suatu barang, maka suatu perusahaan akan menjalankan usaha untuk memperdagangkan barang-barang tersebut, salah satunya bidang peretail bahan bangunan. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya pembangunan, perusahaan yang didirikan ada dua macam, yaitu di bidang jasa dan manufaktur. Tentu saja kelangsungan usaha ini dapat terwujud jika barang atau jasa yang ditawarkan dapat diterima di pasaran, dan dapat menarik pangsa pasar. Oleh karena itu, penting untuk perusahaan mempelajari sistem penjualan, karena penjualan merupakan sumber penghasilan bagi perusahaan. Penjualan yang sukses adalah penjualan yang dapat menguasai pangsa pasar. Dengan peningkatan penjualan maka laba yang akan diperoleh perusahaan akan meningkat serta perusahaan akan dapat melanjutkan kelangsungan hidupnya.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Bahan Baku Pakaian Dalam PD. Hudayana

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Bahan Baku Pakaian Dalam PD. Hudayana

PD.Hudayana adalah salah satu perusahaan yang bergelut di bidang bisnis konveksi pakaian dalam anak-anak. Pada PD.Hudayana ini memiliki 3 cabang home industry yang bertempat di Cicaheum, Cicadas, kiaracondong (Gg.soma) Bandung dan memiliki satu kantor yang bertempat di Jl.Babakan tangsi no.19 kiaracondong yang dimana kantor tersebut di pergunakan sebagai penyimpanan barang jadi (Gudang). PD.Hudayana ini memperkerjakan kurang lebih 15 karyawan dalam satu cabangnya. Sistem pembayaran yang digunakan pada prusahaan ini adalah pembayaran secara tunai. Dalam kegiatan sehari-hari perusahaan ini juga menggunakan pengolahan data yang bersifat manual, mulai dari pemebelian bahan baku, transaksi penjualan dengan konsumen yang masih mengunakan invoice atau nota manual, pencatatan pembelian bahan, hingga laporan penjualan yang hanya dituliskan didalam buku, Terlihat pada proses transaksi pembayaran dimana pegawai kesulitan menghitung harga total barang terutama jika konsumen memesan barang lebih dari satu item dengan jumlah banyak yang tentu saja rawan terjadi kesalahan perhitungan yang disebabkan oleh kesalahan manusia. Dokumen mudah hilang dan rusak oleh faktor-faktor dari luar. Kesalahan-kesalahan tersebut akan berakibat pada pembuatan laporan yang menjadi kurang bisa dipercaya kebenarannya dan pada akhirnya dapat merugikan perusahaan. Pembuatan laporan perhari atau perbulan terjadi kesulitan karena sekertaris harus mengumpulkan dan menuliskan satu persatu dokumen penjualan dan pembelian kedalam buku.
Baca lebih lanjut

29 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penjualan Pembelian dan Produksi Bahan Baku pada Momis Bakery.

Sistem Informasi Penjualan Pembelian dan Produksi Bahan Baku pada Momis Bakery.

Momis Bakery terletak di kota Bandung. Momis Bakery menjual berbagai macam roti. Keseluruhan transaksi penjualan pembelian, inventori, perhitungan laporan masih bersifat manual. Hal ini tentu akan memakan waktu yang cukup lama dan rentan akan hilangnya nota transaksi. Untuk mengatasi masalah penjualan pembelian, inventory dan penghitungan laporan maka aplikasi ini dibuat, selain untuk memanage penjualan dan pembelian yang terjadi di Momis Bakery, ini juga membantu pihak Momis Bakery, untuk menghitung laporan lebih optimal dan cepat. Aplikasi dibuat menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Structured Querry Language Server Express 2008 R2 sebagai dasar untuk membuat aplikasi. Penelitian ini telah menghasilkan aplikasi yang dapat memenuhi pembelian, penjualan, inventori, dan masalah laporan keuangan dan lain-lain.
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA VOLCANO BLOCK.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA VOLCANO BLOCK.

2. Sistem Otorisasi dan Prosedur Pecatatan. Daftar hasil penghitungan fisik pesediaan ditandatangani oleh ketua panitia penghitungan fisik persediaan. Daftar hasil penghitungan fisik berisi informasi hasil penghitungan fisik persediaan. Daftar ini merupakan dokumen sumber sebagai dasar untuk meng- adjust kartu persediaan, dan kartu gudang, serta merupakan dokumen pendukung bukti memorial yang dicatat dalam jurnal umum. Dengan demikian daftar hasil penghitungan fisik merupakan dokumen penting untuk meng- up date catatan akuntansi.

38 Baca lebih lajut

BAB IV PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU

BAB IV PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN BAKU

A. Pembelian bahan baku yang diperlukan perusahaan dipusatkan melalui staff pembelian. Pada dasarnya setiap pembalian bahan baku dengan nilai lebih dari Rp 1.000.000 harus didasarkan kepada permintaan pembelian dari bagian yang memerlukan barang dengan diketahui oleh manajer bagian yang bersangkutan dan mendapat persetujuan dari Manajer SDM-Logistik atau dalam hal Manajer SDM-Logistik berhalangan dapat diwakili oleh pejabat yang ditunjuk.

94 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI PENJUALAN BAHAN BANGUNA (1)

SISTEM INFORMASI PENJUALAN BAHAN BANGUNA (1)

Demi kesempurnaan penelitian, maka penulis perlu melakukan perbandingan untuk mengetahui gambaran dari penelitian terdahulu. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Noor Fauziyah (2012) dengan judu l “ Penggunaan Algoritma Apriori Untuk Analisa Market Basket Pada Apotek (Studi Kasus Pada Kimia Farma Apotek) ’’ Penelitian tersebut memberikan kesimpulan bahwa aplikasi data mining mampu mengolah data transaksi yang disediakan oleh user untuk menemukan frequent itemset dan association rule yang memenuhi syarat minimum support berdasarkan item yang ada dalam bentuk grafik dan teks. Aplikasi ini memberitahukan asosiasi barang apa yang sering dibeli bersamaan oleh konsumen di Apotek yang nantinya informasi ini dapat memberikan pertimbangan dalam pengambilan keputusan guna pembelian barang dan pengaturan pada rak Apotek.
Baca lebih lanjut

13 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI STOCK BAHAN DAN PERAMALAN JUMLAH PEMBELIAN BAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE(SINGLE MOVING AVERAGE) UD.TADEO.

SISTEM INFORMASI STOCK BAHAN DAN PERAMALAN JUMLAH PEMBELIAN BAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE(SINGLE MOVING AVERAGE) UD.TADEO.

3.2.6.1 Model Konseptual (Conceptual Data Model) Model data konseptual adalah rancangan dalam bentuk diagram sebelum pembuatan database secara detail. Model data konseptual ini dibuat tanpa harus mempertimbangkan semua Database Management System (DBMS) apa yang nantinya dipakai, karena bentuk ini hanya sebuah konsep rancangan yang nantinya bisa digunakan oleh DBMS. Model data konseptual pada aplikasi sistem ini merepresentasikan rancangan basis data konseptual yang nantinya akan digunakan oleh sistem ini. Pada konsep rancangan ini dibuat dengan menggunakan Power Designer 9. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 3.9 pada desain CDM terdapat sebelas tabel antara lain tabel bagian produksi,data user,data barang,datakeluar barangdata pembelian barangjenis barang supliyer,transaksi kluar barang,transaksi kluar barang.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI STOCK BAHAN DAN PERAMALAN JUMLAH PEMBELIAN BAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE(SINGLE MOVING AVERAGE) UD.TADEO

SISTEM INFORMASI STOCK BAHAN DAN PERAMALAN JUMLAH PEMBELIAN BAHAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE(SINGLE MOVING AVERAGE) UD.TADEO

ii KATA PENGANTAR Syukur Alhamdulillaahi rabbil ‘alamin terucap ke hadirat Allah SWT atas segala limpahan Kekuatan-Nya sehingga dengan segala keterbatasan waktu, tenaga, pikiran dan keberuntungan yang dimiliki penyusun, akhirnya penyusun dapat menyelesaikan Skripsi yang berjudul “ Sistem Informasi Stock Bahan dan Peramalan Jumlah Pembelian Bahan Degan Menggunakan Metode(Single Moving Average)UD.Tadeo ” tepat waktu.

16 Baca lebih lajut

BAB IV PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN. 4.1 Sistem Informasi Akuntansi yang Diusulkan

BAB IV PERANCANGAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN BAHAN. 4.1 Sistem Informasi Akuntansi yang Diusulkan

148 4.3.3 Perancangan Struktur Menu Supplier Struktur menu program Supplier dapat diakses hanya untuk mengikuti persyaratan tender. Hak akses penuh akan diberikan dari PT Maicih Inti Sinergi Bandung apabila memenuhi kriteria penilaian tender dan sudah diberikan surat kerja sama yang berguna untuk mempermudah transaksi pembelian. Hak akses Supplier yaitu ada index utama program terdapat 4 bagian terdiri dari home, input, proses, output. Pada input terdapat penilaian tender supplier, input surat penawaran harga, dokumen yang dihasilkan surat penawaran harga, bukti faktur penjualan supplier. Transaksi dapat diakses untuk input faktur penjualan supplier menghasilkan bukti faktur penjualan supplier. Berikut ini gambar struktur menu Supplier:
Baca lebih lanjut

116 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Pembelian Dan Penjualan Bahan Baku Keramik Pada CV. Amanah Cirebon

Sistem Informasi Pembelian Dan Penjualan Bahan Baku Keramik Pada CV. Amanah Cirebon

2 I. PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Dalam rangka pencapaian program kerja dan peningkatan kinerja perusahaan, hampir semua perusahaan berupaya untuk melakukan perubahan terhadap sistem kerja yang sudah ada karena sistem yang diterapkan hampir sudah tidak layak digunakan untuk kegiatan operasioal perusahaan terutama di dalam melakukan pengolahan data yang membutuhkan ketepatan dan ketelitian dalam proses transaksi penjualan dan pembelian barang. Adapun penulis memilih CV. Amanah yang bergerak dalam bidang pembelian dan penjualan bahan baku keramik dilaksanakannya penelitian untuk menyusun skripsi ini, dikarenakan CV. Amanah ini sebagai salah satu perusahaan yang membutuhkan fasilitas Teknologi Sistem Informasi yang bertujuan untuk membantu pengolahan data pembelian dan penjualan.
Baca lebih lanjut

63 Baca lebih lajut

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Pada Toko Besi Dan Bahan Bangunan Nugraha Barokah

Sistem Informasi Penjualan Dan Pembelian Pada Toko Besi Dan Bahan Bangunan Nugraha Barokah

mudah dan praktis. Sehingga pemilik toko atau staf toko tidak harus melakukan transaksi atau perincian persediaan secara manual. Dalam proses transaksi jual beli, penggunaan sistem informasi akan membuat transaksi lebih terperinci. Jumlah barang yang keluar dan masuk pun akan lebih terpantau sehingga bisa terlihat dengan jelas proses transaksi yang terjadi. Sedangkan dalam persediaan, penggunaan sistem informasi dapat memudahkan pengguna dalam mengetahui jumlah stok barang yang ada. Karena data barang persediaan awal sampai data persediaan akhir telah tercatat dalam bentuk data di komputer. Dan data tersebut sudah di proses sedemikian rupa sehingga tercatat lebih jelas dan tersusun secara rinci. Semua proses yang terjadi pada perusahaan tersebut akan termonitor secara keseluruhan dan akurat sehingga meminimalisir terjadinya kesalahan.
Baca lebih lanjut

155 Baca lebih lajut

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN BAHAN BAKU PADA RESTORAN DJAGO SAMBAL JAKARTA

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBELIAN BAHAN BAKU PADA RESTORAN DJAGO SAMBAL JAKARTA

Perkembangan teknologi pada saat ini sangat pesat sekali terutama teknlogi di bidang informasi dan komunikasi, baik dari sisi kecepatan maupun kemudahan masyarakat dalam mengakses informasi yang dibutuhkan juga semakin berkembang. Teknologi informasi dan teknologi ini sangat penting sekali bagi sector bisnis. Teknologi diciptakan dengan tujuan untuk memudahkan segala aktifitas manusia dalam berbagai hal memenuhi kebutuhannya. Restoran Djago Sambal Jakarta sangat mernbutuhkan sekali adanya suatu sistem inforrnasi yang dapat menunjang dalam memberikan pelayanan yang memuaskan bagi para pelanggannya. Untuk itulah penulis mencoba menyusun mengenai Sistem pembelian bahan baku secara tunai pada Restoran Djago Sambal Jakarta yang sampai saat ini belum terkomputerisasi sepenuhnya. Proses pembelian bahan baku yang ada saat ini sebagaian masih dilakukan secara manual sehingga seluruh data belum tersimpan terpusat dalam sebuah pusat data yang berpengaruh terhadap efesiensi waktu dan akurasi data. Teknologi informasi merupakan solusi yang terbaik untuk memecahkan permasalahan-permasalahan yang ada pada sistem pembelian bahan baku pada restoran ini, serta dengan sistem yang terkomputerisasi dapat tercapai suatu kegiatan yang efektif dan efisien dalam menunjang aktifitas perusahaan. Tujuan dari penulisan ini agar dengan sistem yang terkomputerisasi akan lebih baik dari sistem yang manual, proses pengolahan data dapat berjalan lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan sistem yang manual. Metode penelitian yang dilakukan adalah bersumber dari hasil observasi, wawancara dan studi pustaka untuk mendapatkan data-data yang berhubungan dengan penulisan ini.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

SISTEM INFORMASI PEMBELIAN DAN PENJUALAN BAHAN BANGUNAN PADA EZY GRIYA DI KARANGWUNI - UNWIDHA Repository

SISTEM INFORMASI PEMBELIAN DAN PENJUALAN BAHAN BANGUNAN PADA EZY GRIYA DI KARANGWUNI - UNWIDHA Repository

EZY GRIYA solusi rumah yang beralamatkan Jl. Raya Jogja-solo ini adalah sebuah perusahaan dagang yang bergerak dalam bidang penjualan dan pembelian bahan bangunan.Perusahaan ini berdiri pada tanggal 11 Juli tahun 2011. EZY GRIYA merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang penjualan bahan-bahan bangunan dan peralatan bangunan. Kurang lebih 50 jenis barang berupa semen gresik, paku beton, cat dinding, besi, peralon, kuas cat, kloset, kawat strimin, tampungan air, ember kecil, sendok tukang, batako, plafon banyak lagi jenis barang lainnya. Di EZY GRAHA kurang lebih 30 pelanggan setiap minggu membeli perlengkapan bahan-bahan dan peralatan bangunan.Meskipun perusahaan ini belum lama berdiri namun dalam proses bisnisnya pada semua bagian dilakukan secara manual atau belum terkomputerisasi. Pencatatan data transaksi penjualan bahan bangunan pada perusahaan ini masih dicatat dan diarsipkan dalam bentuk berkas. Karena proses pencatatan masih dilakukan secara manual yang mengakibatkan sering terjadinya kesalahan dalam pencatatan data transaksipenjualan, sehingga kinerja pada EZY GRIYA belum efektif dan efisien. Selain itu juga ada masalah - masalah lain yang sering muncul dalam transaksi pembelian maupun penjualan tersebut.
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku Pada PT. Hilon Sumatera Medan

Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku Pada PT. Hilon Sumatera Medan

dapat menyebabkan kerugian pada perusahaan, dimana perusahaan menerima bahan baku yang tidak sesuai dengan yang dipesan. Pengecekan faktur dari pemasok justru dilakukan oleh bagian akuntansi setelah bahan baku yang dibeli diterima oleh staf penerimaan, yaitu dengan cara mencocokkan surat order pembelian dengan faktur dari pemasok. Dalam hal ini, seandainya bagian akuntansi menemukan adanya ketidakcocokan antara surat order pembelian dengan faktur dari pemasok, maka perusahaan akan kesulitan untuk menolak atau mengembalikan bahan baku kepada pemasok, karena proses serah terima bahan baku yang dibeli sudah selesai. Disamping itu, kalaupun pemasok menerima pengembalian bahan baku, maka proses pengembalian tersebut membutuhkan biaya dan waktu. Biaya yang harus ditanggung dapat berupa biaya bongkar muat dan biaya pengangkutan bahan baku ke perusahaan pemasok.
Baca lebih lanjut

76 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...