diabetes melitus tipe 2

Top PDF diabetes melitus tipe 2:

DAFTAR PUSTAKA    Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner.

DAFTAR PUSTAKA Perbedaan Rerata Kolesterol Total Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Jantung Koroner Dan Tanpa Penyakit Jantung Koroner.

Faktor-faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.. Heart Disease in Patients with Diabetes.[r]

6 Baca lebih lajut

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan - Perbedaan indeks massa tubuh dan profil lipid antara penderita diabetes melitus tipe 2 dan bukan penderita diabetes melitus - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan - Perbedaan indeks massa tubuh dan profil lipid antara penderita diabetes melitus tipe 2 dan bukan penderita diabetes melitus - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

5. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna kadar kolesterol HDL antara penderita diabetes melitus tipe 2 dan bukan penderita diabetes melitus meskipun nilai rata-rata kadar kolesterol HDL pada penderita diabetes melitus tipe 2 lebih rendah dibandingkan bukan penderita diabetes melitus yaitu 42,4±16,5 mg/dL dan 43,4±12,3 mg/dL.

9 Baca lebih lajut

Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Usia Lanjut.

Penanganan Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Usia Lanjut.

Menurut Prof. Raven dan Defronzo ternyata memang ada resistensi insulin perifer yang menandai diabetes melitus tipe 2 (DMTTI) pada kelompok usia lanjut. Menurunnya toleransi glukosa pada usia lanjut ini berhubungan dengan berkurangnya sensitivitas sel perifer terhadap efek insulin (resistensi insulin). Ada juga faktor sekunder yaitu perubahan pola hidup dan timbulnya penyakit lain. Keduanya memang sama-sama ditandai dengan hiperglikemi, namun dampak komplikasinya berbeda (Djokomoelijanto R, 1999).

10 Baca lebih lajut

HANDGRIP PADA GERIATRI DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2

HANDGRIP PADA GERIATRI DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2

kelompok usia ≥56 tahun (WHO 2007). Pada usia lanjut, patofisiologi Diabetes Melitus tipe 2 didominasi dengan adanya defek sekresi insulin dari pada adanya suatu resistensi insulin (Ortlepp et al. 2003; Chau & Edelman 2001; Halter 2003; Meneilly 2005). Kondisi adanya suatu defisiensi vitamin D sering mempengaruhi mekanisme ini misalnya resistensi insulin dan defek sekresi insulin pada sel beta pankreas walaupun mekanisme selanjutnya hal ini seringkali muncul (Norman 1998; Kadowaki & Norman 1994). Fakta mengenai pengaruh vitamin D pada sensitivitas dan sekresi insulin telah menimbulkan hipotesis mengenai peranan vitamin D pada terapi DM tipe 2, namun masih diperlukan penelitian jangka panjang yang lain (Chiu, Chu & Go 2004; Gedik & Akalin 1986; Baynes et al.1997; Boucher et al. 1995; Borissova et al. 2003; Nyomba et al. 1996; Pittas et al. 2006; Scragg & Sowers 2004; Scrag et al. 1995; Inzucchi et al. 1998; Isaia, Giorgino & Adani 2001).
Baca lebih lanjut

139 Baca lebih lajut

GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS YANG BERISIKO TINGGI DIABETES MELITUS TIPE-2.

GAMBARAN KADAR GLUKOSA DARAH SEWAKTU MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS YANG BERISIKO TINGGI DIABETES MELITUS TIPE-2.

Diabetes Melitus tipe-2 (DM tipe-2) merupakan suatu kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya (American Diabetes Association-ADA dalam Revisi Final Konsensus DM Tipe-2 Indonesia, 2011). Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) (2002) mendefinisikan DM sebagai kumpulan gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan oleh karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurunan sekresi insulin yang dapat dilatarbelakangi oleh kerusakan sel beta pankreas dan resistensi insulin. Keadaan tersebut dapat menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis jika dilihat saat pemeriksaan dengan mikroskop elektron (Mansjoer dkk, 2000).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

TAP.COM -   DIABETES MELITUS TIPE 2 - (JUKE) UNILA 615 1212 1 SM

TAP.COM - DIABETES MELITUS TIPE 2 - (JUKE) UNILA 615 1212 1 SM

Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2) adalah penyakit gangguan metabolik yang di tandai oleh kenaikan gula darah akibat penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas dan atau ganguan fungsi insulin yang terjadi melalui 3 cara yaitu rusaknya sel-sel B pankreas karena pengaruh dari luar (virus,zat kimia,dll), penurunan reseptor glukosa pada kelenjar pankreas, atau kerusakan reseptor insulin di jaringan perifer. Penderita diabetes melitus biasanya mengeluhkan gejala khas seperti poliphagia (banyak makan), polidipsia (banyak minum), poliuria (banyak kencing/sering kencing di malam hari) nafsu makan bertambah namun berat badan turun dengan cepat (5-10 kg dalam waktu 2-4 minggu) mudah lelah, dan kesemutan. Kejadian DM Tipe 2 lebih banyak terjadi pada wanita sebab wanita memiliki peluang peningkatan indeks masa tubuh yang lebih besar. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2008 prevalensi DM di Indonesia membesar hingga 57%. Peningkatan Kejadian Diabetes Melitus tipe 2 di timbulkan oleh faktor faktor seperti riwayat diabetes melitus dalam keluarga, umur, Obesitas, tekanan darah tinggi, dyslipidemia, toleransi glukosa terganggu, kurang aktivitas, riwayat DM pada kehamilan. Untuk menegakkan diagnosis
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

HUBUNGAN LAMANYA MENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF  Hubungan Lamanya Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penurunan Fungsi Kognitif.

HUBUNGAN LAMANYA MENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN PENURUNAN FUNGSI KOGNITIF Hubungan Lamanya Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Penurunan Fungsi Kognitif.

Latar belakang : Diabetes melitus (DM) adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronik yang prevalensinya tinggi di Indonesia. Laporan WHO tahun 2004 menyebutkan bahwa Indonesia berada di posisi keempat dunia. Secara patofisiologis, DM dapat memperparah gangguan pembuluh darah, terutama di otak sehingga dalam jangka waktu tertentu dapat meningkatkan risiko tejadinya penurunan fungsi kognitif.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Sindrom Depresif pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP Haji Adam Malik Medan

Sindrom Depresif pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUP Haji Adam Malik Medan

Apabila keadaan diatas tidak ditangani dengan baik, pada perkembangan selanjutnya akan terjadi kerusakan sel-sel beta pankreas. Kerusakan sel-sel beta pankreas yang terjadi secara progresif seringkali akan mengakibatkan defisiensi insulin, sehingga akhirnya penderita memerlukan insulin eksogen. Pada penderita diabetes melitus tipe 2 memang umunya ditemukan kedua faktor tersebut, yaitu resistensi insulin dan defisiensi insulin (Fitriyani, 2012).

12 Baca lebih lajut

Prevalensi Terjadinya Manifestasi Oral  Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2  Dengan Risiko Sedang  Di Rs. Haji Medan

Prevalensi Terjadinya Manifestasi Oral Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Risiko Sedang Di Rs. Haji Medan

Diabetes melitus merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau keduanya. Secara epidemiologik diabetes seringkali tidak terdeteksi dan dikatakan onset atau mulai terjadinya diabetes sejak 7 tahun sebelum diagnosis ditegakkan, sehingga morbiditas dan mortalitas terjadi pada kasus yang tidak terdeteksi dini. 3 Klasifikasi diabetes melitus berdasarkan etiologi mempuyai empat bentuk klinis yaitu diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes melitus tipe lain dan diabetes melitus gestational. 4 Di Indonesia prevalensi diabetes melitus tipe 2 cenderung meningkat setiap tahun. 5 Diabetes melitus tipe 2 umumnya terjadi pada masyarakat yang berada pada usia produktif, yaitu sekitar 45 sampai 65 tahun. Terjadinya diabetes melitus tipe 2 dapat dipengaruhi oleh pertambahan usia dan sekresi insulin. 6
Baca lebih lanjut

58 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Keluarga Ny.R Dengan Masalah Utama Gangguan Sistem Endokrin : Diabetes Melitus Tipe-2 Di Desa Gatak, Sukoharjo.

PENDAHULUAN Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Keluarga Ny.R Dengan Masalah Utama Gangguan Sistem Endokrin : Diabetes Melitus Tipe-2 Di Desa Gatak, Sukoharjo.

Dari latar belakang itulah penulis tertarik untuk mengangkat kasus Diabets Melitus karena keluarga Ny.R belum mengetahui tentang penyakit tersebut, maka penulis membuat karya tulis Ilmiah dengan judul “Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Keluarga Ny.R dengan Masalah Utama Diabetes Melitus Tipe-2 Pada Ny.R di desa Gatak, Blimbing, Gatak,

6 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN TANPA DIABETES  Perbedaan Kadar Asam Urat pada Penderita Hipertensi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 dan tanpa Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sayi

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN TANPA DIABETES Perbedaan Kadar Asam Urat pada Penderita Hipertensi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 dan tanpa Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sayi

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “Perbedaan Kadar Asam Urat pada Penderita Hipertensi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 dan tanpa Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sayidiman Magetan”.

13 Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARALAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEXPADA PENDERITA  Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Melitus Dengan Nilai Ankle Brachial Index Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta.

HUBUNGAN ANTARALAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DENGAN NILAI ANKLE BRACHIAL INDEXPADA PENDERITA Hubungan Antara Lama Menderita Diabetes Melitus Dengan Nilai Ankle Brachial Index Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rsud Dr. Moewardi Surakarta.

Lama menderita diabetes melitus tipe 2 menyebabakan penumpukan glukosa dalam darah yang mengakibatkan kerusakan pada pembuluh darah, sehingga menimbulkan risiko terjadinya komlikasi yang biasanya akan muncul pada 5-10 tahun. Pemeriksaan lanjutan yang diperlukan adalah dengan pengukuran Ankle brachial index (ABI) yang merupakan rasio tekanan darah pada ankle dan lengan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara lama menderita diabetes melitus dengan nilai ankle brachial index pada penderita diabetes melitus tipe2 di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan pada penelitian ini yaitu 30 pasien DM tipe 2 yang rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mencatat data karakteristik menggunakan checklist, sphygmomanometer dan stetoskop. Hasil bivariat didapatkan bahwa responden yang memiliki nilai ABI normal dengan lama menderita DM <5 tahun sebesar 50% responden, hasil yang sama juga didapatkan nilai ABI normal dengan lama menderit a DM ≥5 tahun. Sedangkan responden dengan nilai ABI abnormal dengan lama menderita DM <5 tahun sebesar 33,3% dan nilai ABI abnormal dengan lama menderita DM ≥5 tahun sebesar 66,7%, dimana nilai p= 0,814 (p>0,05) yang diartikan bahwa Ho diterima. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama menderita diabetes melitus dengan nilai ABI pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang berarti bahwa lamanya menderita diabetes melitus tidak mempengaruhi keabnormalan nilai ABI .
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PROFIL PENGGUNAAN INSULIN LONG ACTING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

PROFIL PENGGUNAAN INSULIN LONG ACTING PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD KABUPATEN SIDOARJO

Penulis panjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat rahmat dan karunia-Nya, sehingga skripsi dengan judul Profil Penggunaan Insulin Long Acting pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Kabupaten Sidoarjo dapat terselesaikan. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

14 Baca lebih lajut

HUBUNGAN STRATEGI PEMBERDAYAAN DENGAN  Hubungan Strategi Pemberdayaan Dengan Empowerment Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela Kota Surakarta.

HUBUNGAN STRATEGI PEMBERDAYAAN DENGAN Hubungan Strategi Pemberdayaan Dengan Empowerment Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Sibela Kota Surakarta.

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan yang berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik yaitu dengan cara melaksanakan strategi pemberdayaan. Strategi pemberdayaan yang dibutuhkan untuk meningkatkan empowerment pasien DM yang akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan strategi pemberdayaan dengan empowerment pada penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Sibela Kota Surakarta. Penelitian ini adalah penelitian korelatif dengan pendekatan cross sectional . Populasi penelitian adalah seluruh penderita diabetes mellitus tipe II di wilayah kerja Puskesmas Sibela Surakarta yang berjumlah 218 penderita. Sample penelitian sebanyak 141 responden yang diperoleh dengan teknik proporsional stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman . Hasil uji korelasi Rank Spearman diperoleh nilai r s sebesar 0,370 ( p-value =
Baca lebih lanjut

17 Baca lebih lajut

Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pengendalian Diabetes Melitus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2016.

Gambaran Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pengendalian Diabetes Melitus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Selatan Tahun 2016.

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit kronik yang dapat menimbulkan komplikasi akut dan komplikasi kronik (makrovaskular maupun mikrovaskular). Dalam studi United Kingdom Prospective Diabetes Study (UKPDS) pada pasien DM tipe 2 tampak bahwa dalam 9 tahun, 9% pasien DM mengalami komplikasi mikrovaskular dan 20% mengalami komplikasi makrovaskular dimana komplikasi makrovaskular berupa aterosklerotik merupakan 75% penyebab kematian pada DM tipe 2. Selain itu, dilaporkan bahwa DM merupakan penyebab utama kebutaan dan gagal ginjal (Wallace, 1999 dalam Kurniawan, 2010). Sedangkan penelitian yang dilakukan Soewondo dkk (2010) pada pasien DM tipe 2 di Indonesia diketahui bahwa Neuropati merupakan komplikasi yang paling umum terjadi (67,2%).
Baca lebih lanjut

32 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Kadar Glukosa Darah Terhadap Fungsi Kognitif Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Grha Diabetika Surakarta.

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Kadar Glukosa Darah Terhadap Fungsi Kognitif Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Di Grha Diabetika Surakarta.

Korelasi Lama Memderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Gangguan Fungsi Kognitif.. Universitas Gajah Mada..[r]

6 Baca lebih lajut

Hubungan  Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Pengetahuan Perawatan Kaki Diabetes di Klinik Endokrin RSUP Haji Adam Malik Medan

Hubungan Menderita Diabetes Melitus Tipe 2 dengan Pengetahuan Perawatan Kaki Diabetes di Klinik Endokrin RSUP Haji Adam Malik Medan

Penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian potong lintang (cross sectional) dimana data diambil hanya sekali bagi tiap subjek dengan menggunakan angket pertanyaan yang bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama menderita diabetes melitus tipe 2 dengan pengetahuan dan praktek perawatan kaki diabetes di Poliklinik Endokrin RSUP H. Adam Malik Medan. Sampel penelitian terdiri dari 93 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square.
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

Hubungan Diabetes Self Care Management dengan Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas I Ubud.

Hubungan Diabetes Self Care Management dengan Kontrol Glikemik pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas I Ubud.

Angka kejadian DM dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal tersebut berdampak pada peningkatan angka komplikasi. Pencapaian kontrol glikemik yang baik merupakan upaya untuk mencegah komplikasi tersebut, namun masih banyak penderita DM yang kontrol glikemiknya buruk. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan self care management yang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan diabetes self care management (DSCM) dengan kontrol glikemik pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas I Ubud. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 55 orang dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Kontrol glikemik diukur dengan menggunakan kadar glukosa darah puasa dan DSCM diukur dengan menggunakan kuesioner diabetes self management scale (DSMS). Uji rank spearman digunakan untuk mengetahui adanya hubungan antara DSCM dengan kontrol glikemik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 54,5% responden berjenis kelamin laki-laki; 43,6% responden berada pada rentang usia 56-65 tahun; 61,8% responden dengan tingkat pendidikan dasar (SD, SMP); 34,5% responden bekerja sebagai wiraswasta; rata-rata durasi DM adalah 2,25; 65,5% responden memiliki kontrol glikemik yang buruk; dan 36,4% responden dengan DSCM yang rendah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara DSCM dengan kontrol glikemik (p= 0,000).Melalui penelitian ini diharapkan kepada penderita DM dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pelaksanaan DSCM guna mencapai kontrol glikemik yang baik.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN TANPA DIABETES  Perbedaan Kadar Asam Urat pada Penderita Hipertensi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 dan tanpa Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sayi

PERBEDAAN KADAR ASAM URAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN TANPA DIABETES Perbedaan Kadar Asam Urat pada Penderita Hipertensi dengan Diabetes Melitus Tipe 2 dan tanpa Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sayi

Methods: Researchers conducted an observational analytic research with cross sectional study design. Subjects were hypertensive patients with type 2 diabetes mellitus and without tipe 2 diabetes mellitus in Dr. Sayidiman Hospitals. The sampling technique performed in consecutive sampling. Data were obtained from medical records of patients from January 2012 to June 2015. Statistical analysis used independent T test.

14 Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Pengaruh Jalan Kaki dan Senam Kaki terhadap Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

DAFTAR PUSTAKA Pengaruh Jalan Kaki dan Senam Kaki terhadap Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2.

Grant, J., Hicks, N., Taylor, A., Chittleborough, C., Phillips, P., & The North West Adelaide Health Study Team. 2009. Gender-specific epidemiology of diabetes: a representative cross-sectional study. International Journal for Equity in Health. 8. 6: 11 Maret 2009: 1 – 12.

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...