diagram kontrol

Top PDF diagram kontrol:

Diagram kontrol pada mesin bor

Diagram kontrol pada mesin bor

Sepertiga dari catatan tersebut berisi tentang sebuah diagram yang sangat simpel, yang saat ini dikenal dengan nama diagram kontrol." [3] Shewhart menekankan pentingnya memiliki proses [r]

3 Baca lebih lajut

PENGONTROLAN PROSES PENGOLAHAN AIR PADA COOLING WATER DI PT.XYZ MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL MEWMA DAN MEWMV

PENGONTROLAN PROSES PENGOLAHAN AIR PADA COOLING WATER DI PT.XYZ MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL MEWMA DAN MEWMV

PT. XYZ dihadapkan pada masalah air yang sering terjadi yaitu korosi, kerak, dan pengendapan yang terjadi pada cooling water. PT. XYZ ingin mengetahui apakah ada pergeseran proses air di cooling water tersebut karena air tersebut digunakan untuk pendinginan sistem. Apabila kualitas air tidak baik, maka akan berpengaruh terhadap kinerja mesin produksi. Diagram kontrol multivariate exponentially weighted moving average (MEWMA) dan multivariate exponentially weighted moving variance (MEWMV) merupakan alternatif yang baik untuk mengetahui adanya pergeseran yang sangat kecil pada proses pendinginan air di cooling water. Diagram kontrol ini lebih baik daripada diagram kontrol Shewhart karena pada diagram kontrol Shewhart hanya menggunakan informasi tentang proses yang terkandung dalam pegamatan terakhir, data yang lalu dan data yang baru diberi bobot yang sama, sehingga menyebabkan tidak dapat mendeteksi pergeseran yang sangat kecil (Montgomery, 2009).
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Pengontrolan Kualitas Diameter Pipa Baja pada Proses Tube Mill dengan Menerapkan Diagram Kontrol Kombinasi MEWMA

Pengontrolan Kualitas Diameter Pipa Baja pada Proses Tube Mill dengan Menerapkan Diagram Kontrol Kombinasi MEWMA

Beberapa peneliti yang menggunakan metode diagram kontrol MEWMA dan diagram kombinasi MEWMA diantaranya [2] untuk pengendalian proses produksi boiler di PT. ALSTOM yang menunjukkan bahwa diagram kontrol MEWMA mampu mengontrol proses produksi boiler dan [3] untuk pengontrolan uji stabilitas jenis tablet antibiotik pada masa kadaluarsa dimana mampu memberikan hasil pengontrolan yang baik. Penelitian [4] menggunakan diagram kombinasi MEWMA untuk mengontrol proses produksi pipa PVC dengan hasil produksi yang terkontrol dengan baik, serta [5] memberikan hasil penelitian mengenai kualitas produksi minyak pelumas telah terkontrol dengan menggunakan diagram kontrol kombinasi MEWMA. Berdasarkan keempat penelitian tersebut maka diagram kontrol kombinasi Multivariate Exponentially Weighted Moving Average (MEWMA) dapat digunakan pada pengontrolan kualitas diameter pipa.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

APLIKASI PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK PADA PERCETAKAN PT. MASSCOM GRAPHY SEMARANG MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL PROPORSI

APLIKASI PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK PADA PERCETAKAN PT. MASSCOM GRAPHY SEMARANG MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL PROPORSI

Perancangan DFD level 1 ini berfungsi untuk menjelaskan mengenai aliran data yang dijalankan oleh seorang user, yaitu seorang user menginputkan data produksi yang berupa tanggal, jumlah produksi, dan jumlah kerusakan (misdruk) produksi. Kemudian data yang telah diinputkan akan tersimpan pada data Storage dan dilakukan proses analisis pengendalian kualitas statistik menggunakan diagram kontrol proporsi untuk menghasilkan output berupa grafik diagram kontrol proporsi. Dari hasil output analisis data, seorang user dapat mencetak laporan hasil analis data. Untuk alur DFD level 1 pada sistem aplikasi pengendalian kualitas statistik ini dapat dilihat pada Gambar 3.2.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Kualitas Tetes PG Kremboong Sidoarjo Menggunakan Diagram Kontrol MEWMA dan MEWMV

Analisis Pengendalian Kualitas Tetes PG Kremboong Sidoarjo Menggunakan Diagram Kontrol MEWMA dan MEWMV

maksimal dapat menyebabkan ketidaksesuaian proses dengan batas spesifikasi yang ditetapkan oleh perusahaan. Demikian juga dengan penentuan batas spesifikasi sangat bergantung pada hasil proses produksi apakah terkendali atau tidak sehingga dibutuhkan ketelitian dalam menentuan batas spesifikasi tetes. Sedangkan saran untuk penelitian selanjutnya, berkaitan dengan penerapan diagram kontrol MEWMA dan MEWMV adalah perlu memperhatikan pengaruh autokorelasi pada setiap karakteristik kualitas sehingga dapat didekati dengan pemodelan residual time series.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Diagram Kontrol Mewma Dan Pendekatan Lean Six Sigma Di PT. Sinar Galuh Pratama

Pengendalian Kualitas Dengan Menggunakan Diagram Kontrol Mewma Dan Pendekatan Lean Six Sigma Di PT. Sinar Galuh Pratama

PT Sinar Galuh Pratama merupakan perusahaan manufaktur yang cenderung untuk mengutamakan kualitas produk dan ketepatan waktu penyerahan produk ke konsumen di mana hal ini menjadi keunggulan yang paling utama dibandingkan dengan perusahaan yang sejenis. Produk yang paling banyak diproduksi adalah produk Sprocket Gear Metric 160-2,56 in (65,02 mm) Pitch, Simplex. PT Sinar Galuh Pratama pada bulan Maret 2013 memproduksi sebanyak 3.050 unit produk sprocket gear dengan jumlah persentase kecacatan yang terjadi sebanyak 14%- 15%. Perusahaan harus memperbaiki kinerjanya agar tetap unggul dalam menghadapi persaingan. Perbaikan yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah mengurangi pemborosan yang terjadi selama proses produksi. Pemborosan yang terdapat pada perusahaan pada saat ini yaitu beberapa kegiatan yang non value added activities dan kecacatan produk yang terjadi selama proses produksi berlangsung yang tidak sesuai dengan spesifikasi produk. Melalui metode Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control (DMAIC) dalam pendekatan Lean Six Sigma, maka perusahaan dapat mengidentifikasi waste yang terjadi di sepanjang value stream yaitu kegiatan-kegiatan tidak bernilai tambah seperti kegiatan pemindahan dan menunggu, serta jumlah kecacatan produksi yang terjadi, sehingga akan meningkatkan kecepatan proses dan kualitas produksi pada perusahaan. Data waktu siklus produksi dan data karakteristik kualitas atribut dan variabel yang akan menjadi input dari metode Lean Six Sigma dan Diagram Kontrol MEWMA tersebut. Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan dengan metode stopwatch time study untuk mengurangi waktu siklus yang panjang perusahaan harus dapat mengurangi rework terhadap produk cacat yang memeiliki waktu yang paling lama dalam siklus produksi yang diperoleh dari perhitungan WTT yaitu 203.148,730 menit. Karakteristik kualitas dengan diagram kontrol MEWMA diperoleh bahwa data kecactan variabel berada pada batas kontrol d engan UCL = 12,78 dengan λ = 0,1 . Tingkat sigma perusahaan diperoleh setelah melalui penelitian dan pengolahan terhadap data yang telah dikumpulkan 3,00 sigma, angka ini menunjukkan bahwa perusahaan masih berada di bawah rata-rata tingkat sigma perusahaan internasional yaitu 4,00 sigma.
Baca lebih lanjut

248 Baca lebih lajut

Penerapan Diagram Kontrol Mewma dan Mewmv Pada Pengendalian Kualitas Air Produksi Di Ipam Ngagel I

Penerapan Diagram Kontrol Mewma dan Mewmv Pada Pengendalian Kualitas Air Produksi Di Ipam Ngagel I

Hasil diagram kontrol MEWMV dengan menggunakan λ = 0,1 ω = 0,3 dan L = 3,6484 pada fase II diketahui menghasilkan perhitungan BKA = 5,770 dan BKB = -0,656 pola plot tr(Vt) yang didapatkan dengan cara perhitungan seperti pada persamaan 1. Dari hasil perhitungan diketahui tidak ada titik pengamatan keluar dari batas kendali (in control) maka, dapat disimpulkan bahwa variabilitas proses telah seragam dan terkontrol secara statistik.

6 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Kualitas Produk BKS/LKS di CV. Mediatama Surakarta Dengan Diagram Kontrol-P.

Analisis Pengendalian Kualitas Produk BKS/LKS di CV. Mediatama Surakarta Dengan Diagram Kontrol-P.

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Laporan Tugas Akhir dengan Judul ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK BKS DI CV. MEDIATAMA SURAKARTA DENGAN DIAGRAM KONTROL-P ini dapat diselesaikan dengan baik.

13 Baca lebih lajut

PENGONTROLAN KUALITAS PRODUKSI AIGUA DI UD. TIRTA TANGGA MAKMUR MENGGUNAKAN METODE DIAGRAM KONTROL MULTIVARIAT np (Mnp).

PENGONTROLAN KUALITAS PRODUKSI AIGUA DI UD. TIRTA TANGGA MAKMUR MENGGUNAKAN METODE DIAGRAM KONTROL MULTIVARIAT np (Mnp).

Penelitian sebelumnya juga dilakukan oleh Saputro dkk (2013), klasifikasi jenis cacat dikelompokkan menjadi tiga kelas cacat, antara lain: kritis, major dan minor. Untuk mengontrol proses produksi digunakan diagram kontrol Multivariat p. Data yang digunakan adalah data sekunder tentang pengendalian biaya kualitas

16 Baca lebih lajut

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS AMPAS TEBU DI PABRIK GULA PESANTREN BARU KEDIRI MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL MEWMV DAN MEWMA

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS AMPAS TEBU DI PABRIK GULA PESANTREN BARU KEDIRI MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL MEWMV DAN MEWMA

Hasil diagram kontrol MEWMV dengan menggunakan ω=0,4 dan λ=0,4 pada fase II ditunjukkan oleh Gambar 4.5 diketahui menghasilkan batas kendali atas (BKA) maksimum sebesar 3.735 dan nilai trace(vt) maksimum sebesar 780,4492. Diketahui bahwa menggunakan ω=0,4 dan λ=0,4 dari 672 data yang digunakan masih ada 13 titik plot pengamatan yang keluar dari batas kendali bawah sehingga dapat dikatakan bahwa variabilitas masih belum baik atau variabilitas proses beum terkontrol secara statistik. Namun, dari 13 nilai yang keluar batas kendali atau out of control ini merupakan pengamatan yang termasuk dalam awal periode produksi. Observasi yang out of control pada awal periode produksi ini terjadi karena belum stabil keadaan produksi karena harus ada pengecekan atau setting ulang semua mesin atau perangkat yang digunakan.
Baca lebih lanjut

88 Baca lebih lajut

KENDALI MUTU PADA PROSES PRODUKSI VENEER KERING DI PT. KAYU LAPIS INDONESIA MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL PROPORSI (P)

KENDALI MUTU PADA PROSES PRODUKSI VENEER KERING DI PT. KAYU LAPIS INDONESIA MENGGUNAKAN DIAGRAM KONTROL PROPORSI (P)

Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis membatasi masalah sebagai berikut. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data ketidaksesuaian ketebalan F/B 0,65 mm dan core 2,4 mm pada proses produksi veneer kering oleh PT. Kayu Lapis Indonesia. Dengan adanya data tersebut, maka penulis akan menganalisis apakah proses produksi veneer kering itu dibatas kendali, menggunakan diagram kontrol proporsi (p).

63 Baca lebih lajut

PENERAPAN DIAGRAM KONTROL T2 HOTELLING PADA PROSES PRODUKSI KACA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

PENERAPAN DIAGRAM KONTROL T2 HOTELLING PADA PROSES PRODUKSI KACA - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

C (Statistical Process Control) adalah suatu metode yang digunakan untuk memonitor sebuah proses dalam mengidentifikasi penyebab variasi dan memperbaiki proses. Pengendalian kualitas dalam SPC berdasar variabel karakteristik kualitas dibedakan menjadi dua macam yaitu diagram kontrol univariat dan diagram kontrol multivariat. Diagram kontrol T 2 Hotelling

15 Baca lebih lajut

STUDI TENTANG DIAGRAM KONTROL FUZZY C DAN PENERAPANNYA PADA PROSES PRODUKSI BOTOL RC COLA 200ML - ITS Repository

STUDI TENTANG DIAGRAM KONTROL FUZZY C DAN PENERAPANNYA PADA PROSES PRODUKSI BOTOL RC COLA 200ML - ITS Repository

2. Perbandingan hasil penerapan metode pengontrolan kualitas pada penelitian ini dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama menunjukkan bahwa diagram kontrol c klasik mampu mendapatkan titik pengamatan yang berada diluar batas kontrol lebih banyak dari diagram kontrol fuzzy c median transformation dan fuzzy c mode transformation. Pada tahap kedua menunjukkan bahwa diagram kontrol c klasik dan diagram kontrol fuzzy c median transformation sudah dalam keadaan terkendali secara statistik sedangkan hasil penerapan menggunakan diagram kontrol fuzzy c mode transformation menghasilkan keputusan yang lebih ketat, yaitu keputusan rather-out-control. Jadi hal ini dapat diartikan bahwa diagram kontrol fuzzy c mode transformation cenderung lebih senstif daripada diagram kontrol c klasik dan fuzzy c median transformation. Keputusan ini akan sangat bermanfaat untuk menentukan keketatan kriteria produk yang akan di reject karena berada diantara keputusan in-control dan out-of-control.
Baca lebih lanjut

73 Baca lebih lajut

PENERAPAN DIAGRAM KONTROL MULTIVARIAT PADA PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI AIR DI PDAM SURABAYA

PENERAPAN DIAGRAM KONTROL MULTIVARIAT PADA PENGENDALIAN KUALITAS PROSES PRODUKSI AIR DI PDAM SURABAYA

Sebelum mengendalikan mean proses, terlebih dahulu dilakukan pengendalian terhadap variabilitas proses. Varians proses ditulis dalam matriks kovarian  berukuran p x p, dimana elemen diagonal utama dari matriks ini merupakan varians dari variabel proses secara individu dan elemen lainnya merupakan kovarian (Montgomery, 2013). Pada pengendalian kualitas air, digunakan diagram kontrol untuk pengamatan individu karena ukuran subgrup n = 1, oleh karena itu digunakan diagram kontrol Improved Generalized Variance (GV) Individu. Apabila x 1 , x 2 , …,
Baca lebih lanjut

83 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Kualitas Tetes Produksi PG Pesantren Baru Kediri Menggunakan Diagram Kontrol Multivariate Berbasis Model Time Series

Analisis Pengendalian Kualitas Tetes Produksi PG Pesantren Baru Kediri Menggunakan Diagram Kontrol Multivariate Berbasis Model Time Series

yang dihasilkan pada proses produksi gula. Dalam setiap kali proses produksi gula di PG Pesantren Baru, tetes tebu yang dihasilkan terindikasi memiliki hubungan yang erat dengan persentase kehilangan gula sehingga tetes tebu harus selalu dimonitoring kualitasnya. Proses monitoring kualitas tebu dilakukan menggunakan diagram kontrol multivariate berbasis model Time Series sehingga proses monitoring pada diagram kontrol didekati dengan residual dari model terbaik. Hal ini disebabkan oleh proses produksi di PG Pesantren Baru yang berlangsung selama 24 jam setiap harinya mengindikasikan data inspeksi tetes yang dihasilkan memiliki autokorelasi pada setiap karakteristik kualitasnya sehingga apabila dilakukan monitoring kualitas menggunakan diagram kontrol konvensional akan menyebabkan batas kontrol yang dihasilkan menjadi lebih ketat. Karakteristik kualitas yang akan dimonitoring adalah kadar gula yang masih tersisa dalam tetes (Pol) dan harkat kemurnian (HK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan Juni – Agustus tahun 2014 proses produksi tetes belum terkendali dalam variabilitas dan rata – rata. Apabila ditinjau dari kapabilitas proses setelah data pengamatan yang tidak terkendali dikeluarkan maka proses produksi tetes pada bulan Juli dan Agustus telah kapabel dengan indeks kapabilitas proses untuk bulan Juli sebesar 6,81554 dan bulan Agustus sebesar 6,49593.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN DIAGRAM KONTROL MEWMA BERBASIS MODEL UNTUK PENGAMATAN TAK RANDOM - ITS Repository

PENGEMBANGAN DIAGRAM KONTROL MEWMA BERBASIS MODEL UNTUK PENGAMATAN TAK RANDOM - ITS Repository

Diagram kontrol merupakan alat yang bermanfaat dalam pendeteksian assignable cause dan pereduksian variabilitas pada suatu proses produksi. Proses produksi umumnya melibatkan lebih dari satu karakteristik kualitas yang saling berkorelasi. Sebagai contoh riil, dalam monitoring di bidang industri bahan penyekat resistensi listrik, pengukuran viskositas, ukuran diameter roda pesawat, dan komposisi tabung diode ( Philips case ) yang diberikan oleh Wieringa (1999). Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa asumsi independensi tidak lagi dipenuhi karena adanya hubungan kebergantungan baik antar pengamatan itu sendiri (berautokorelasi) maupun antar variabel (berkorelasi atau berkorelasi silang) yang merupakan efek dari sifat-sifat pola data tak random atau pola sistematik. Oleh karena itu, pertimbangan terhadap pemilihan diagram kontrol terkait skema pengontrolan dan sistim monitoring (baik pada kasus univariat atau multivariat) yang efektif dan efisien diperlukan guna meningkatkan kualitas suatu proses produksi baik barang atau jasa.
Baca lebih lanjut

135 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Labelstock Menggunakan Diagram Kontrol Kernel di PT. ”X”

Analisis Pengendalian Kualitas Produk Labelstock Menggunakan Diagram Kontrol Kernel di PT. ”X”

2. Berdasarkan diagram kontrol nonparametrik menggunakan fungsi Kernel pada ketebalan lem produk labelstock untuk jenis kertas PVC Soft di tiap selisih pengamatan antara sisi kiri, tengah, dan kanan, menunjukkan bahwa stabilitas proses produksi labelstock belum tercapai. Penyebab utama dari pengamatan yang tidak terkontrol adalah karena adanya pergantian roll dan adanya pergantian shift yang menyebabkan settingnya kembali berubah dan menyebabkan berat lem atau tebal lem berlebih.

6 Baca lebih lajut

Analisis Pengendalian Kualitas Produk BKS di CV. Mediatama Surakarta dengan Diagram Kontrol-P Halaman Awal

Analisis Pengendalian Kualitas Produk BKS di CV. Mediatama Surakarta dengan Diagram Kontrol-P Halaman Awal

Hasil pembahasan dengan dua metode analisis tersebut didapatkan hasil bahwa pada peta pengendali p-chart, proses pengendalian kualitas selama delapan kali inspeksi pada bulan Maret adalah masih dalam batas kontrol. Sedangkan pada diagram sebab-akibat, telah diuraikan empat pokok lokasi yang mungkin menjadi penyebab masalah mutu, yaitu man, material, method dan machine. Hal yang paling sering terjadi kesalahan ada pada faktor man seperti kesalahan penyetingan plat cetak dan kesalahan materi untuk material berupa kualitas tinta cetak dan kertas CD Roll yang kurang.

14 Baca lebih lajut

Penerapan Diagram Fuzzy U pada Pengontrolan Kualitas Produksi Kaca Automotive Tipe Laminated

Penerapan Diagram Fuzzy U pada Pengontrolan Kualitas Produksi Kaca Automotive Tipe Laminated

untuk menjalankan proses produksi secara baik agar menghasilkan produk yang sesuai dengan harapan konsumen. Penentuan status kaca apakah diterima atau reject dilakukan oleh Departemen Quality Control dengan melihat secara visual produk kaca yang dihasilkan. Sehingga, terdapat suatu kesamaran dalam pengukuran suatu produk kaca apakah produk tersebut layak diterima atau tidak. Diagram kontrol fuzzy sangat sesuai digunakan untuk observasi yang menghasilkan data (informasi) yang samar, kurang jelas dan berdasarkan subjektivitas (persepsi) seseorang.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Multivariate Statistical Process Control dalam Produksi Pulp pada PT. Toba Pulp Lestari Sumatera Utara

Multivariate Statistical Process Control dalam Produksi Pulp pada PT. Toba Pulp Lestari Sumatera Utara

Statistical Process Control (SPC) merupakan teknik penyelesaian masalah yang digunakan sebagai pemonitor, pengendali, penganalisis, pengelola, dan memperbaiki proses menggunakan metode – metode statistik. Salah satu alat yang digunakan dalam SPC adalah dengan Control Chart (diagram kontrol) atau disebut juga grafik pengendali. Penelitian ini menggunakan grafik pengendali T 2 Hotelling. Data yang digunakan merupakan data sekunder diperoleh dari PT. Toba Pulp Lestari. Data meliputi data karakteristik kualitas pulp selama satu bulan yaitu pada bulan Desember Tahun 2015. Dari sampel data produksi yang diambil, dengan asumsi bahwa hasil proses produksi yang berlangsung tidak berubah dan dapat mewakili populasi hasil produksi hari-hari lainnya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 10 karakteristik dari kualitas pulp. Hasil dari penelitian ini menyebutkan pada proses produksi pulp menggunakan diagram kontrol T 2 Hotelling menunjukkan bahwa proses produksi tidak terkontrol. Hal ini ditunjukkan adanya titik yang keluar dari batas kontrol pada pengamatan ke-1, 3, 5, 10, 12, 17, 26, 27, 28, 33, 37, 43, 48, 87 dan 88. Batas kontrol yang didapat adalah 21,7 pada batas kontrol atas dan 0 pada batas kontrol bawah. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata proses produksi pulp belum mendapatkan perbaikan dari perusahaan, sehingga perusahaan harus melakukan perbaikan agar produk dihasilkan bisa berkualitas dan bisa bersaing dengan perusahaan lain.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...