diameter luka bakar

Top PDF diameter luka bakar:

Pengaruh emulgel ekstrak ikan kutuk (Channa striata) terhadap jumlah fibroblas, kepadatan kolagen dan diameter luka bakar tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Pengaruh emulgel ekstrak ikan kutuk (Channa striata) terhadap jumlah fibroblas, kepadatan kolagen dan diameter luka bakar tikus putih - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan karuniaNya, sehingga skripsi dengan judul Pengaruh Emulgel Ekstrak Ikan Kutuk (C hanna striata ) terhadap Jumlah Fibroblas, Kepadatan Kolagen, dan Diameter Luka Bakar Tikus Putih dapat terselesaikan. Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi di Fakultas Farmasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya.

19 Baca lebih lajut

PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN ANTIMIKROBA NABATI DARI FILTRAT ILALANG (Imperata cylindrica) DAN TEKI (Cyperus rotundus) TERHADAP DIAMETER LUKA BAKAR PADA KULIT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN ANTIMIKROBA NABATI DARI FILTRAT ILALANG (Imperata cylindrica) DAN TEKI (Cyperus rotundus) TERHADAP DIAMETER LUKA BAKAR PADA KULIT TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)

Menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Pengaruh Konsentrasi dan Frekuensi Pemberian Antimikroba Nabati dari Filtrat Ilalang (Imperata Cylindrica) dan Teki (Cyperus Rotundus) Terhadap Diameter Luka Bakar Pada Kulit Tikus Putih (Rattus Norvegicus)” adalah bukan skripsi orang lain baik sebagian maupun keseluruhan, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah disebutkan sumbernya.

25 Baca lebih lajut

AKTIVITAS ANTIOKSIDANT FLAVONOID TERHADAP PERUBAHAN HISTOLOGI PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR GRADE II

AKTIVITAS ANTIOKSIDANT FLAVONOID TERHADAP PERUBAHAN HISTOLOGI PROSES PENYEMBUHAN LUKA BAKAR GRADE II

Propolis dengan kandungan utama flafonoid mempunyai sifat antioksidant, antiinflamasi dan antibiotik dipercaya dapat digunakan sebagai agent dalam penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan pengaruh dari propolis terhadap proses penyembuhan luka bakar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian rancangan acak lengkap (RAL) dan dilakukan secara invivo dengan jumlah sampel 21 ekor tikus. Pemeliharaan hewan coba selama 14 hari yang dibagi dalam tiga kelompok perlakuan yaitu: (1) Pemberian Betadine; (2) Pemberian Zink Zulfadiazine; (3) Pemberian Propolis. Pengamatan penyembuhan luka diamati dari perubahan diameter luka yang dilihat pada fase proliferasi yaitu pada hari ke - 14.Selain perubahan diameter luka diamati juga lama penyembuhan luka yang dilihat dari lamanya luka mengalami pengeringan. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan signifikan dari diameter luka pada kelompok perlakuan menggunakan propolis dibanding betadine dan zink sulfa diazine, dan diameter luka bakar berbeda secara signifikan pada hari ke - 14(p=0,004) dimana diameter luka kelompok 3 lebih mengecil dibanding kelompok 1 yang diberi betadine dan kelompok 2 yang diberi obat Zink Zulfadiazine. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa pemberian propolis mempunyai pengaruh terhadap penyembuhan luka lebih baik dibanding menggunakan betadine dan zink sulfa diazine.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Efek Penyembuhan Luka Bakar Dari Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Puguh Tanoh (Curanga fel-terrae (Lour.) Merr.).

Efek Penyembuhan Luka Bakar Dari Sediaan Gel Ekstrak Etanol Daun Puguh Tanoh (Curanga fel-terrae (Lour.) Merr.).

Hasil evaluasi sediaan gel menunjukkan bahwa sediaan gel dari ekstrak etanol daun puguh tanoh tetap stabil selama 12 minggu penyimpanan dan nilai pH 5,9-6,4. Hasil penelitian menunjukkan kelompok yang diberikan gel yang mengandung ekstrak daun puguh tanoh 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% berturut-turut sembuh pada hari ke-24, 22, 21, 20, 18 dan kelompok kontrol yang diberi basis gel tanpa ekstrak sembuh pada hari ke-26. Hasil analisis statistik perubahan diameter luka bakar dan persentase kontraksi luka pada hari ke 21 menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang bermakna terhadap efek penyembuhan luka bakar sediaan gel ekstrak etanol daun puguh tanoh 4%, 6%, 8%,10% dengan sediaan gel Bioplacenton ® (p > 0,5), dan sediaan gel ekstrak etanol daun puguh tanoh 10% menunjukkan efek penyembuhan yang lebih singkat (18 hari). Dengan demikian disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun puguh tanoh dapat diformulasikan dalam sediaan gel dan mempunyai efek penyembuhan luka bakar.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Efek Gel Minyak Kelapa Murni Hasil Hidrolisis Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kelinci

Efek Gel Minyak Kelapa Murni Hasil Hidrolisis Terhadap Penyembuhan Luka Bakar Pada Kelinci

VCO yang digunakan adalah yang diproduksi oleh Noery Vico Lhokseumawe-NAD. VCO dihidrolisis dengan tingkat 70% kemudian diformulasi menjadi gel dengan berbagai konsentrasi. Komposisi gel terdiri darikarbomer, gliserin, TEA, dan nipagin. Selanjutnya gel dievaluasi meliputi, pemeriksaan stabilitas fisik (bentuk, warna, bau), homogenitas dan pH. Setelah itu diuji efeknya terhadap kelinci jantan, yang telah dilukai bagian punggungnya dengan penginduksi panas berupa lempengan logam berukuran ± 2 cm yang telah dipanaskan dalam air mendidih dengan suhu 100°C selama 10 menit dan ditempelkan pada punggung kelinci selama 10 detik. Kelinci dibagi menjadi enam kelompok yaitu kontrol negatif (tanpa perlakuan), kontrol positif (diberi gel Bioplacenton ® ), basis gel, serta tiga kelompok dengan sediaan gel VCO hasil hidrolisis dengan konsentrasi 5, 10, dan 15%. Pengamatan dilakukan setiap hari secara visual dengan mengamati proses penyembuhan melalui perubahan diameter luka bakar. Kemudiandilakukan analisis data dengan uji ANOVA menggunakan Statistical Program Service Solution (SPSS).
Baca lebih lanjut

69 Baca lebih lajut

Efek Penyembuhan Luka bakar dari Ekstrak Buah Mengkudu (morinda citrifolia l.) Dalam Sediaan Gel pada Kelinci

Efek Penyembuhan Luka bakar dari Ekstrak Buah Mengkudu (morinda citrifolia l.) Dalam Sediaan Gel pada Kelinci

Gel 15% 5,5 5,5 5,3 5,1 5,1 5,1 Hasil pengujian sediaan gel ekstrak buah mengkudu terhadap luka bakar pada hewan percobaan (kelinci) yaitu luka bakar yang dibuat adalah luka bakar derajat I ditunjukkan dengan adanya kerusakan terbatas pada bagian superfasial epidermis yang disebabkan oleh panas dengan ciri-ciri kulit kering, hiperemik, memberikan eflorosensi berupa eritema (kulit kemerahan), tidak dijumpai bula, dan nyeri karena ujung-ujung saraf sensori teriritasi. Tempat aplikasi sediaan dilakukan pada bagian punggung kelinci. Perubahan diameter luka bakar diukur sampai luka dinyatakan sembuh (diameter luka = 0) untuk masing-masing perlakuan. Dari data perubahan diameter luka bakar dengan interval waktu pengukuran 1 hari, kemudian dilakukan analisis data menggunakan Uji T untuk melihat ada tidaknya perbedaan efek penyembuhan luka bakar dari sediaan gel ekstrak buah mengkudu dengan sediaan gel yang ada di pasaran.
Baca lebih lanjut

89 Baca lebih lajut

Luka Bakar dan Trauma Akustik Dengan Tuli Sementara

Luka Bakar dan Trauma Akustik Dengan Tuli Sementara

Tn. A, 31 t ahun, bekerj a di sebuah perusahaan yang m enggunakant abung- t abung kaca unt uk proses ferm ent asi. Saat bekerj a, sepert i biasanya, Tn. A, m enyalakan lilin guna m em anaskan suat u reaksi t ert ent u, t ak diperkirakan sebelum nya, bahw a diat as m ej a kerj a it u t erdapat t abung ferm ent asi yang berisi ferm ent an dan t erbuka, t erj adilah ledakan yang begit u keras nam un t idak sam pai m enim bulkan kebakaran hebat . Karena t erkej ut nya Tn. A t ak sadarkan diri, dan m enderit a luka bakar ringan pada kedua t angan dan kedua lengan baw ahnya. Oleh t em an sekerj anya Tn. A dibaw a ke klinik perusahaan ( sudah dalam keadaan sadar) , guna m em peroleh pengobat an.
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

UJI AKTIFITAS SALEP EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI.

UJI AKTIFITAS SALEP EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA BAKAR PADA KULIT PUNGGUNG KELINCI.

Pada fase ini terjadi poses pematangan yang terdiri dari penyerapan kembali jaringan yang berlebih, pengerutan sesuai dengan gaya gravitasi, dan berakhir dengan perupaan kembali jaringan yang baru terbentuk. Fase ini berakhir bila semua tanda radang sudah hilang. Selama proses ini dihasilkan jaringan parut yang pucat, tipis dan mudah digerakan dari dasar. Udem dan sel radang diserap, sel muda menjadi matang, kapiler baru menutup dan diserap kembali, kolagen yang berlebih diserap dan sisanya mengerut. Pada akhir fase, perupaan luka kulit mampu menahan regangan 80% dari kulit normal. Hal ini tercapai kira-kira 3-6 bulan setelah penyembuhan (Syamsuhidayat dan Jong, 1997).
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO) | Karya Tulis Ilmiah

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN LUKA BAKAR (COMBUSTIO) | Karya Tulis Ilmiah

Tanda (dengan cedera luka bakar lebih dari 20% APTT): hipotensi (syok); penurunan nadi perifer distal pada ekstremitas yang cedera; vasokontriksi perifer umum dengan kehilangan nadi, kulit putih dan dingin (syok listrik); takikardia (syok/ansietas/nyeri); disritmia (syok listrik); pembentukan oedema jaringan (semua luka bakar).

21 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. E DENGAN GANGGUAN SISTEM INTEGUMEN : COMBUSTIO GRADE II DI BANGSAL MAWAR RSUD SRAGEN.

PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA AN. E DENGAN GANGGUAN SISTEM INTEGUMEN : COMBUSTIO GRADE II DI BANGSAL MAWAR RSUD SRAGEN.

Kurang lebih 2,5 juta orang mengalami luka bakar di Amerika setiap tahunnya. Dari kelompok ini, 200.000 orang memerlukan penanganan rawat jalan dan 100.000 orang dirawat dirumah sakit. Sekitar 12.000 orang meninggal setiap tahunnya akibat luka dan cidera inhalasi yang berhubungan dengan luka bakar. Lebih separuh dari kasus – kasus luka bakar yang dirawat di rumah sakit seharusnya dapat dicegah (Brunner dan Suddarth, 2002).

4 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN COMBUSTIO luka bakar

LAPORAN PENDAHULUAN COMBUSTIO luka bakar

a. Mengupayakan proses penyembuhan berlangsung lebih cepat. Dengan dibuangnya jaringan nekrosis, debris dan eskar, proses inflamasi tidak akan berlangsung lebih lama dan segera dilanjutkan proses fibroplasia. Pada daerah sekitar luka bakar umumnya terjadi edema, hal ini akan menghambat aliran darah dari arteri yang dapat mengakibatkan terjadinya iskemi pada jaringan tersebut ataupun menghambat proses penyembuhan dari luka tersebut. Dengan semakin lama waktu terlepasnya eskar, semakin lama juga waktu yang diperlukan untuk penyembuhan. b. Memutus rantai proses inflamasi yang dapat berlanjut menjadi komplikasi – komplikasi luka bakar (seperti SIRS). Hal ini didasarkan atas jaringan nekrosis yang melepaskan “burn toxic” (lipid protein complex) yang menginduksi dilepasnya mediator-mediator inflamasi. c. Semakin lama penundaan tindakan eksisi, semakin banyaknya proses angiogenesis yang terjadi dan vasodilatasi di sekitar luka. Hal ini mengakibatkan banyaknya darah keluar saat dilakukan tindakan operasi. Selain itu, penundaan eksisi akan meningkatkan resiko kolonisasi mikro – organisme patogen yang akan menghambat pemulihan graft dan juga eskar yang melembut membuat tindakan eksisi semakin sulit.
Baca lebih lanjut

62 Baca lebih lajut

LAPORAN PENDAHULUAN Luka Bakar A

LAPORAN PENDAHULUAN Luka Bakar A

serum terhadap resusitasi cairan bervariasi. Biasanya hipnatremia terjadi segera setelah terjadinya luka bakar, hiperkalemia akan dijumpai sebagai akibat destruksi sel massif. Hipokalemia dapat terhadi kemudian dengan berpeindahnya cairan dan tidak memadainya asupan cairan. Selain itu juga terjadi anemia akibat kerusakan sel darah merah mengakibatkan nilai hematokrit meninggi karena kehilangan plasma. Abnormalitas koagulasi yang mencakup trombositopenia dan masa pembekuan serta waktu protrombin memanjang juga ditemui pada kasus luka bakar. Kasus luka bakar dapat dijumpai hipoksia. Pada luka bakar berat, konsumsi oksigen oleh jaringan meningkat 2 kali lipat sebagai akibat hipermetabolisme dan respon lokal. Fungsi renal dapat berubah sebagai akibat dari berkurangnya volume darah. Destruksi sel-sel darah merah pada lokasi cidera akan menghasilkan hemoglobin bebas dalam urin. Bila aliran darah lewat tubulus renal tidak memadai, hemoglobin dan mioglobin menyumbat tubulus renal sehingga timbul nekrosis akut tubuler dan gagal ginjal.
Baca lebih lanjut

35 Baca lebih lajut

Perawatan Luka Bakar Derajat IIA

Perawatan Luka Bakar Derajat IIA

Semakin tinggi dosis daun melati akan semakin tinggi pula kandungan senyawa- senyawa saponin, tanin, dan flavonoid. Semakin banyak kandungan senyawa saponin, tanin, dan flavonoid maka akan menjadikan daya antibakteri semakin kuat, dan membantu proses penyembuhan luka semakin cepat serta peningkatan kontraksi luka yang semakin bagus. Penelitian bahan herbal lain yang mengandung senyawa saponin, tanin, dan flavonoid untuk perawatan luka yang telah dilakukan yaitu formulasi krim ekstrak etanol daun kirinyuh menggunakan dosis 2,5 %, 5 %, dan 10 %. Didapatkan luka pada sampel dengan perawatan formula krim ekstrak etanol daun kirinyuh dengan dosis 10 % sembuh total. 24
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PERBANDINGAN TINGKAT KESEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II ANTARA PEMBERIAN MADU TOPIKAL NEKTAR KOPI DENGAN HIDROGEL PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague Dawley

PERBANDINGAN TINGKAT KESEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II ANTARA PEMBERIAN MADU TOPIKAL NEKTAR KOPI DENGAN HIDROGEL PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR Sprague Dawley

Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, hidrogel efektif digunakan untuk luka bakar derajat I dan II serta pada pasien ulkus gangren. Dari 10 pasien ulkus, 8 pasien mengalami proliferasi cepat dibandingkan NaCl. Dari data tersebut didapatkan 80% hidrogel efektif. Erizal (2008) menyatakan bahwa prinsip kandungan hidrogel yang memberikan efek pendingin dan kelembaban pada luka saat fase proliferasi. Jaringan luka yang kehilangan protein akan digantikan oleh kandungan hidrogel yang akan menyuplai protein. Penggunaan hidrogel yang digunakan sebagai obat standard luka bakar hanya digunakan pada beberapa rumah sakit, namun belum sampai terjangkau luas pada masyarakat, selain itu harga hidrogel masih terbilang cukup mahal.
Baca lebih lanjut

71 Baca lebih lajut

Efek Air Perasan Daun Beluntas (Pluchea indica (L.)Less) Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Insisi Mencit Swiss Webster Jantan.

Efek Air Perasan Daun Beluntas (Pluchea indica (L.)Less) Dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Insisi Mencit Swiss Webster Jantan.

Penyembuhan luka dapat dibagi dalam tiga fase, yaitu fase inflamasi, fase proliferasi, fase maturasi (Kozier, 1995). Fase inflamasi adalah fase yang terjadi karena adanya respon pada pembuluh darah atau pada sel akibat adanya perlukaan yang terjadi pada jaringan. Pada fase proliferasi sel-sel melakukan proliferasi dengan tujuan memperbaiki dan menyembuhkan luka. Fase maturasi adalah waktu sel-sel yang telah berproliferasi menjadi sempurna untuk membentuk jaringan baru yaitu jaringan penyembuhan yang kuat (Iskandar, 2009).
Baca lebih lanjut

27 Baca lebih lajut

BIOLOGI BAB 15 Pengelolaan Alat Dan Bahan Laboratorium IPA

BIOLOGI BAB 15 Pengelolaan Alat Dan Bahan Laboratorium IPA

Luka besar Untuk luka besar seperti luka bakar atau luka yang disebabkan oleh material rusak harus diberikan pertolongan medis dengan cepat, dengan cara memberikan pertolongan dengan m[r]

24 Baca lebih lajut

Pengaruh Pemberian Topikal Low Molecular Weight Hyaluronate pada Ekspresi VEGF Luka Superfisial yang Dirawat Dengan Membran Amnion Freeze-Dried

Pengaruh Pemberian Topikal Low Molecular Weight Hyaluronate pada Ekspresi VEGF Luka Superfisial yang Dirawat Dengan Membran Amnion Freeze-Dried

Vascular endothelial growth factor (VEGF) adalah glikoprotein yang berfungsi meningkatkan proliferasi, migrasi, survival pada sel endotel serta meningkatkan permeabilitas kapiler, dimana akan mengikat 3 reseptor transmembran tirosin kinase yang berbeda. VEGFR-1 (Flt-1) dan VEGFR-2 (KDR) berlokasi pada permukaan endotel pembuluh darah. KDR adalah mediator penting utuk kemotaksis dan proliferasi sel endotel in vitro dan juga induksi diferensiasi endotel. Sedangkan Flt-1 dibutuh- kan dalam organisasi dan mungkin juga dalam mediasi permeabilitas pembuluh darah, ekspresi MMP dalam sel-sel otot polos vaskuler, juga menginduksi protein anti-apoptosis. Dalam penyembuhan luka, VEGF-A mempromosikan peristiwa awal dalam angiogenesis, terutama migrasi dan proliferasi sel endotel. Transkripsi dan sekresi VEGF-A terjadi sepanjang pening- katan VEGFR pada luka akut. Pada saat cedera trombosit akan mengeluarkan VEGF-A, sedang- kan oleh makrofag selama masa pemulihan di samping merilis TNF- α yang menginduksi ekspresi VEGF-A pada keratinosit dan fibro- blast. 25
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Tindakan Perawat tentang Pemberian Cairan Pada Pasien Luka Bakar di RSUD Dr. Pirngadi Medan

Pengetahuan dan Tindakan Perawat tentang Pemberian Cairan Pada Pasien Luka Bakar di RSUD Dr. Pirngadi Medan

1. Bagaimanakah cara menentukan pemberian cairan pada pasien luka bakar berdasarkan persenan luas luka bakar menurut rumus baxter ? a.) Dewasa : 4 ml x kgBB x LB dan anak-anak : 2 ml x kgBB x LB b.) Dewasa : 2 ml x kgBB x LB dan anak-anak : 4 ml x kgBB x LB c.) Membagi tubuh atas kelipatan 9 yang dikenal dengan rule of nine

22 Baca lebih lajut

Pengetahuan dan Tindakan Perawat tentang Pemberian Cairan Pada Pasien Luka Bakar di RSUD Dr. Pirngadi Medan

Pengetahuan dan Tindakan Perawat tentang Pemberian Cairan Pada Pasien Luka Bakar di RSUD Dr. Pirngadi Medan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap perawat tentang pemberian cairan pada pasien luka bakar berada pada kategori baik yaitu sebanyak 25 perawat (56,8%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa sikap perawat tentang pemberian cairan pada luka bakar yang meliputi pemberian cairan sesuai luas luka bakar, mengatasi defisit cairan, mempertahankan keseimbangan air, menetukan derajat luka dan pertolongan pertama pada luka bakar telah dilakukan dengan baik. Tetapi masih ada perawat yang tidak pernah menurunkan kecepatan pemberian infus pada pasien luka bakar yang mengalami haluaran urin lebih besar dari 50 ml/jam sebanyak 12 orang (26,7%). Hal ini mungkin di sebabkan karena sebagian perawat yang bekerja di Rumah Sakit Dr. Pirngadi lupa mengukur haluaran urin saat penggantian cairan.
Baca lebih lanjut

92 Baca lebih lajut

Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Bakar Ekstrak Etanol Umbi Talas Jepang (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley

Uji Aktivitas Penyembuhan Luka Bakar Ekstrak Etanol Umbi Talas Jepang (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague Dawley

Kasus luka bakar fase akut merupakan suatu bentuk kasus trauma kritis dengan angka mortalitas tinggi, belum tentu dijumpai pada kasus trauma lainnya. Oleh sebab itu, luka bakar dihadapkan pada kompleksitas permasalahan yang memerlukan perhatian secara khusus. Umbi talas jepang (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) diketahui mengandung senyawa-senyawa yang berperan dalam penyembuhan luka seperti alkaloid, steroid, flavonoid, tanin, fenol, triterpenoid, saponin dan glikosida. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemberian ekstrak umbi talas jepang terhadap penyembuhan luka bakar. Ekstrak dibuat dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan tikus putih jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol positif yang diberikan krim Lanakeloid-E ® , kelompok kontrol negatif yang diberikan basis krim dan 3 kelompok uji konsentrasi yang diberikan krim ekstrak dengan konsentrasi yang bervariasi (1%, 5% dan 25%). Metode pembuatan luka bakar derajat dua menggunakan metode Akhoondinasab. Pemberian krim ekstrak dilakukan sebanyak dua kali sehari selama 21 hari. Parameter yang diamati meliputi penurunan luas luka bakar, persentase penyembuhan luka, keberadaan sel radang dan makrofag, serta neokapilerisasi. Hasil analisis statistik uji Paired-Samples T Test menunjukkan perbedaan yang signifikan (p<0,05) terhadap luas luka awal dan luas luka akhir. Hasil analisis statistik uji One-Way ANOVA menunjukkan bahwa krim ekstrak umbi talas jepang dengan 3 konsentrasi berbeda menunjukkan efek penurunan luas luka bakar dan peningkatan persentase penyembuhan luka bakar yang tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif dan kontrol negatif. Krim ekstrak etanol umbi talas jepang dapat memicu keberadaan sel radang dan makrofag serta neokapilerisasi. Krim ekstrak etanol umbi talas jepang dapat membantu dalam proses penyembuhan luka bakar derajat dua pada fase inflamasi dan proliferasi.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

Show all 9345 documents...

Related subjects