Diskriminasi Perempuan

Top PDF Diskriminasi Perempuan:

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Salah satu permasalahan yang sedang gencar dibicarakan saat ini adalah ketidakadilan gender yang sangat merugikan kaum perempuan. Salah satu faktor penyebabnya adalah budaya patriarki. Dari kondisi inilah muncul dominasi kaum laki-laki terhadap kaum perempuan, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun masyarakat. Efek negatif pemilahan peran sosial (gender) dari budaya patriarki akan memunculkan ketidakadilan gender sehingga akan membentuk diskriminasi perempuan. Diskriminasi perempuan adalah bentuk ketidakadilan gender yang lebih mengutamakan laki-laki. Diskriminasi terhadap perempuan sudah terbentuk sejak dalam lingkungan keluarga terutama bagi keluarga yang secara ekonomi tidak mampu. Diskriminasi dianggap sebagai bagian dari proses terjadinya tindak kekerasan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari)

Salah satu permasalahan yang sedang gencar dibicarakan saat ini adalah ketidakadilan gender yang sangat merugikan kaum perempuan. Salah satu faktor penyebabnya adalah budaya patriarki. Dari kondisi inilah muncul dominasi kaum laki-laki terhadap kaum perempuan, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun masyarakat. Efek negatif pemilahan peran sosial (gender) dari budaya patriarki akan memunculkan ketidakadilan gender sehingga akan membentuk diskriminasi perempuan. Diskriminasi perempuan adalah bentuk ketidakadilan gender yang lebih mengutamakan laki-laki. Diskriminasi terhadap perempuan sudah terbentuk sejak dalam lingkungan keluarga terutama bagi keluarga yang secara ekonomi tidak mampu. Diskriminasi dianggap sebagai bagian dari proses terjadinya tindak kekerasan.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

DISKRIMINASI PEREMPUAN MUSLIM DALAM IMPLEMENTASI CIVIL RIGHT ACT 1964 DI AMERIKA SERIKAT

DISKRIMINASI PEREMPUAN MUSLIM DALAM IMPLEMENTASI CIVIL RIGHT ACT 1964 DI AMERIKA SERIKAT

menyatakan dengan sesungguhnya bahwa karya ilmiah yang berjudul “Diskriminasi Perempuan Muslim dalam Implementasi Civil Right Act 1964 di Amerika Serikat” adalah benar-benar hasil karya sendiri, kecuali kutipan yang sudah saya sebutkan sumbernya, belum pernah diajukan pada institusi manapun, dan bukan karya jibplakan. saya bertanggungjawab atas keabsahan dan kebenaran isinya sesuai dengan sikap ilmah yang harus dijunjung tinggi.

14 Baca lebih lajut

Diskriminasi Perempuan Muslim dalam Implementasi Civil Right Act 1964 di Amerika Serikat

Diskriminasi Perempuan Muslim dalam Implementasi Civil Right Act 1964 di Amerika Serikat

Diskriminasi yang paling signifikan terhadap muslim di Amerika Serikat tersebut dialami oleh perempuan muslim. Sebuah penelitian (Ghumman, 2013) menunjukan bahwa perempuan muslim yang memakai hijab dalam bekerja atau akan melamar pekerjaan mendapatkan diskriminasi di mana mereka pada umumnya ditolak karena menggunakan jilbab. Perempuan muslim di Amerika serikat yang memilih memakai hijab akan mendapatkan diskriminasi dari berbagai kalangan dan di berbagai sektor. Perusahaan tidak akan memberikan gaji yang sama dengan perempuan lain kepada mereka yang menggunakan hijab tidak peduli meskipun perempuan tersebut memiliki prestasi atau skill yang baik atau bahkan sangat bagus. Hal ini seperti salah satu contoh kasus diskriminasi yang terjadi pada Hani Khan seorang penduduk muslim Amerika Serikat di California yang bekerja di Abercrombie & Fitch and Company yang mendapatkan diskriminasi dalam bekerja karena dilarang memakai jilbabnya (Elawawadh, 2013). Ketika Hani Khan menolak untuk melepas jilbabnya beberapa hari kemudian ia dipecat. Contoh kasus lain adalah kasus Boudlal dimana dia juga mendapatkan perlakuan diskriminasi ditempatnya bekerja (Greenwald, 2012). Diskriminasi perempuan muslim di Amerika Serikat sangat tinggi sehingga sedikit sekali muslim perempuan yang dapat bekerja karena ditolak memakai hijab (Gosh, 2010).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Leksia di atas digolongkan dalam kode pembacaan proaretik. Karena terdapat tindakan yang membuahkan dampak. Pada kalimat Tentara itu tak merasa salah ketika tangannya menggamit pantat Srintil. Tak diduganya Srintil membalas dengan tatapan mata amarah. Yang berarti walaupun para tentara dapat menyentuh tubuh Srintil membalas dengan tatapan amarah pada para tentara yang menggodanya dengan sesuka hati karena seorang ronggeng sudah pasti banyak disuka oleh para laki-laki. Pada leksia di atas maka menunjukkan adanya diskriminasi dalam bentuk pelecehan terhadap tokoh perempuan yaitu srintil, dengan mudahnya para laki-laki tentara tersebut menyentuh bagian tubuh srintil dengan sesuka hati didepan umum, seakan tak dihargai srintil sebenarnya tidak menyukainya dan tidak dapat melawan.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

REPRESENTASI DISKRIMINASI PEREMPUAN DALAM NOVEL “RONGGENG DUKUH PARUK” (Studi Semiologi Tentang Representasi Diskriminasi Perempuan Dalam Novel “Ronggeng Dukuh Paruk” Karya Ahmad Tohari).

Perkembangan (kapitalisasi) sosial mengantarkan seni hiburan rakyat ini ‘dipaksakan hidup’ dengan imbalan. Upah pertunjukan dan tradisi saweran dalam pentas ronggeng telah menggeser makna dirinya yang bersifat ‘sakral’ menjadi ‘profan’. Masyarakat yang semula menggunakan ronggeng untuk upacara tasyakuran dan menambah kerukunan antarwarga mulai kehilangan keseimbangan kosmosnya. Ronggeng seolah menjadi lahan baru tempat sejumlah orang bisa mengais rezeki. Tak heran kalau banyak perempuan muda di desa mulai melirik belajar menari dan menyanyi untuk segera pentas ronggeng. Bahkan ketika grup-grup ronggeng mulai berdesakan dan kondisi ekonomi di pedesaan terasa kandas, banyak grup ronggeng yang melakukan migrasi ke kota untuk menjajakan kebolehannya dengan berkeliling.
Baca lebih lanjut

121 Baca lebih lajut

TEOLOGI PEMBEBASAN PEREMPUAN DALAM ISLAM

TEOLOGI PEMBEBASAN PEREMPUAN DALAM ISLAM

Hukum-hukum yang dibuat oleh manusia, hanya dapat dibenarkan sesuai dengan hukum Tuhan, sehingga masalah diskriminasi perempuan yang lambat laun masih saja terjadi, maka Islam sebagai agama tauhid perlu ditegakkan kembali guna memfungsikan Islam sebagai agama yang membebaskan manusia. Disamping membebaskan manusia dari belenggu taghut dan kezaliman, tauhid juga menghapuskan semua sekat diskriminasi dan subordinasi. Keyakinan bahwa hanya Allah yang patut dipertuhankan dan tidak ada siapapun dan apapun yang setara dengan Allah meniscayakan kesamaan dan kesetaraan semua manusia di hadapan Allah SWT, baik laki-laki dan perempuan (BadriyahFayumi, dkk: 27). Hal ini karena agama hadir memberi rasa aman, damai, rahmat, dan menegakkan keadilan. Dengan demikian, sudah saatnya penafsiran teks
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM KOMUNITAS ABOGE (Studi Kasus di Kabupaten Blitar)  Institutional Repository of IAIN Tulungagung

EKSISTENSI PEREMPUAN DALAM KOMUNITAS ABOGE (Studi Kasus di Kabupaten Blitar) Institutional Repository of IAIN Tulungagung

87 BAB III Ketidakadilan Gender Terhadap Perempuan dalam Komunitas Aboge A.. Diskriminasi Perempuan Aboge ...[r]

2 Baca lebih lajut

Kesetaraan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Perspektif Hukum Internasional

Kesetaraan Gender Dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Perspektif Hukum Internasional

Diskriminasi yang ditentukan dalam CEDAW tidak terbatas pada pembedaan perlakuan yang didasarkan hanya pada jenis kelamin tetapi juga diskriminasi yang bersumber dari asumsi-asumsi sosial budaya negatif yang dilekatkan pada keadaan karena dia adalah 'perempuan' atau yang disebut "ideologi gender." Konstruksi ideologis peran dan kemampuan perempuan mempengaruhi akses perempuan dalam memperoleh berbagai kesempatan di berbagai tingkatan: individu, kelembagaan, dan sistem. Sebagai contoh, kenyataan bahwa pekerjaan yang dilakukan perempuan sebagian besar adalah pekerjaan-pekerjaan tertentu saja dan di sisi lain tidak adanya perempuan dalam jenis-jenis pekerjaan lainnya merupakan akibat dari asumsi-asumsi ideologi bahwa perempuan hanya cocok untuk pekerjaan tertentu saja. Bahwa perempuan lebih banyak mengerjakan pekerjaan pengasuhan, pelayanan dan pekerjaan-pekerjaan subordinat lainnya didasarkan pada pilihan dan kesempatan yang diberikan kepada perempuan pada lingkup pekerjaan tersebut, dan bukan karena perempuan tidak mampu atau tidak berminat untuk pekerjaan lain. Asumsi gender seperti ini telah membatasi kesetaraan kesempatan bagi perempuan di tempat kerja.
Baca lebih lanjut

25 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN BERPERSPEKTIF GENDER DALAM ISLAM UNTUK ANAK USIA DINI

PEMBELAJARAN BERPERSPEKTIF GENDER DALAM ISLAM UNTUK ANAK USIA DINI

Kemandirian itu juga mencakup bidang ekonomi, seperti pemandangan yang disaksikan oleh Nabi Musa di Madyan, yaitu ada perempuan yang me- ngelola peternakan (QS. Al-Qashash/ 28: 23) dan sosok Ratu Balqis yang mempunyai ’arsyun ’azhîm (QS. An- Naml/27: 23), di samping kemandirian dalam menentukan pilihan-pilihan individual yang diyakini kebenarannya, sekalipun harus berhadapan dengan suami bagi perempuan yang sudah menikah (QS. At-Tahrîm/66: 11) atau menentang pendapat orang banyak (public opinion) bagi perempuan yang belum menikah (QS. At-Tahrîm/66: 12). Islam juga mengijinkan perempuan untuk melakukan gerakan “oposisi” terhadap berbagai kebobrokan dan menyampai- kan kebenaran (QS. At-Tawbah/9: 71), bahkan menyerukan “perang” terhadap suatu negeri yang menindas kaum perempuan (QS. Al-Nisâ’/4: 75).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN PEREMPUAN PADA ANGGOTA MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA (NU) CABANG KENCONG KABUPATEN JEMBER - Digilib IAIN Jember

PEMBERDAYAAN PENDIDIKAN PEREMPUAN PADA ANGGOTA MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA (NU) CABANG KENCONG KABUPATEN JEMBER - Digilib IAIN Jember

Kesamaan itu juga diimplementasikan dalam hal pendidikan, dalam kacamata Islam tidak ada diskriminasi antara laki-laki dan perempuan, mereka semua mendapat kewajiban dan hak yang sama dalam menuntut ilmu, bahkan kaum hawa d alam hal ini mendapatkan prioritas tersendiri dari syari‟at, karena merekalah tempat pendidikan pertama sebelum pendidikan yang lain diperoleh oleh seorang anak,

10 Baca lebih lajut

Editorial | Jaya | Jurnal POETIKA 13317 27395 1 SM

Editorial | Jaya | Jurnal POETIKA 13317 27395 1 SM

P ada edisi kali ini, Vol. IV No.1, Juli 2016, Jurnal Poetika secara spesiik mengangkat tema Gender sebagai bahan pembahasannya. Aspek penting dalam studi Gender tidak lepas sejarah pemikiran feminis abad ke-19 senantiasa berkutat pada relasi oposisi, yakni siapa yang berkuasa dan siapa yang mengalami opresi kekuasaan, juga pada relasi posisi—siapa subjek dan siapa objek. Perkembangan kehidupan sosial manusia memberikan pengaruh tersendiri pada perkembangan ideologi terkait gerakan feminisme itu sendiri. Feminisme radikal, liberal, sosial, agama, dll., menggambarkan adanya perbedaan dalam menanggapi kompleksitas perkembangan kehidupan. Perbedaan tersebut seakan mengembalikan satu keadaan dimana gerakan perempuan dipertanyakan ulang atas suara- suara perempuan yang diperjuangkan. Namun di sisi lain, hal tersebut juga menambah khazanah pengetahuan yang memunculkan gambaran-gambaran ketimpangan yang dialami oleh perempuan di berbagai aspek kehidupan.
Baca lebih lanjut

1 Baca lebih lajut

Evaluasi Anggaran Responsif Gender Studi Alokasi Anggaran Responsif Gender Dalam Anggaran Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2008 2010

Evaluasi Anggaran Responsif Gender Studi Alokasi Anggaran Responsif Gender Dalam Anggaran Kesehatan Kota Surakarta Tahun 2008 2010

Gender budgeting is a relatively new approach used to ensure mainstream financial and budgetary policy and processes promote gender equality. Gender budgeting is mainly about the general or mainstream budget. Nevertheless, a separate presentation and high-lighting of expenditure directly affecting women in comparison to men may be a tool for awarenessraising and in the longer term restructuring of the budget to better reflect the needs and interests of both women and men.( Anggaran responsive gender merupakan pendekatan baru digunakan untuk menjamin anggaran mainstream dan kebijakan anggaran dan proses meningkatkan kesetaraan gender. Anggaran responsive gender sebagian besar tentang anggaran umum yang mainstream. Meskipun demikian, pemisahan masing-masing belanja pokok secara langsung berdampak pada perempuan dan laki-laki bisa menjadi alat untuk kesadaran dan merestrukturisasi budaya dari anggaran mewakili kebutuhan dan kepentingan keduanya baik perempuan dan laki-laki) (http://ec.europa.eu). Meskipun implementasi anggaran responsif gender masih dalam tahap pertumbuhan, namun dalam perkembangannya dapat dicatat beberapa kemajuan yang cukup berarti. Salah satunya adalah Keputusan Menteri Dalam Negeri No 132 Tahun 2003 menetapkan bahwa seluruh pembiayaan yang diperlukan untuk pelaksanaan pengarusutamaan gender didaerah dibebankan pada dana APBN dan APBD untuk masing-masing provinsi, kabupaten dan kota sekurang-kurangnya 5% dari APBD provinsi, kabupaten dan kota yang kemudian diperbaharui dengan Peraturan Mentri Dalam Negeri nomor 15 Tahun 2008.
Baca lebih lanjut

255 Baca lebih lajut

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PEMBENTUKAN PERUNDANG-UNDANGAN 9401584824. 9401584824

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK DALAM PEMBENTUKAN PERUNDANG-UNDANGAN 9401584824. 9401584824

Contoh diskriminasi tidak langsung terjadi sebagai dampak dari suatu tindakan atau posisi tidak bertindak yang mengasumsikan bahwa antara laki-laki dan perempuan itu tidak setara, dengan standar yang melemahkan dan menghilangkan hak-hak perempuan atau akses untuk memperoleh kesempatan yang sama dengan laki-laki.

60 Baca lebih lajut

index.php view=article&catid=35 glossary&id=57 segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan&format=&option=com content&Itemid=102.

index.php view=article&catid=35 glossary&id=57 segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan&format=&option=com content&Itemid=102.

Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan Segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan adalah segala bentuk diskriminasi , yang meliputi dimensi wilayah daerah bencana, daerah konf[r]

1 Baca lebih lajut

08_JURNAL VOL 14-No.2_Sept-2009-OK

08_JURNAL VOL 14-No.2_Sept-2009-OK

Croll (2000, dalam White, 2002: 517), misalnya, menggunakan pendekatan demograis – kuantitatif – dan etnograis – kualitatif – untuk memahami mening­ katnya fenomena kematian perempuan (female mortality) di Asia, terutama Cina dan India. Croll menyimpulkan bahwa ke­ cenderungan pandangan masyarakat untuk lebih menyukai anak laki (son preference) telah menyebabkan diskriminasi terhadap anak perempuan (daughter discrimina- tion) sehingga dalam berbagai hal (akses, fasilitas, dan kesempatan), anak laki­laki lebih sering diprioritaskan. Anak laki­laki dianggap sebagai penerus keluarga, simbol keluarga, dan dapat membantu meningkat­ kan taraf hidup keluarga karena merekalah yang bekerja, yang secara isik lebih kuat. Beberapa keluarga bahkan memilih untuk membunuh hidup­hidup anak perempuan mereka karena dianggap hanya akan mem­ bebani keluarga (hal. 518).
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

AKIBAT HUKUM PENSYARATAAN (RESERVATION) TERHADAP KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG PENGHAPUSAN SEGALA BENTUK DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN.

AKIBAT HUKUM PENSYARATAAN (RESERVATION) TERHADAP KONVENSI INTERNASIONAL TENTANG PENGHAPUSAN SEGALA BENTUK DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN.

Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, ALLAH SWT karena atas berkat rahmatNyalah, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “ Akibat Hukum Pensyaratan (Reservation) Terhadap Konvensi International Tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi Terhadap Perempuan ”.

14 Baca lebih lajut

PENDIDIKAN ISLAM DAN KESETARAAN GENDER (Konsepsi Sosial tentang Keadilan Berpendidikan dalam Keluarga) Evi Fatimatur Rusydiyah (UIN Sunan Ampel Surabaya) Abstrak: Dalam pendidikan gender, orang tua memiliki peran yang sangat penting

PENDIDIKAN ISLAM DAN KESETARAAN GENDER (Konsepsi Sosial tentang Keadilan Berpendidikan dalam Keluarga) Evi Fatimatur Rusydiyah (UIN Sunan Ampel Surabaya) Abstrak: Dalam pendidikan gender, orang tua memiliki peran yang sangat penting

Kesetaraan gender bermula untuk menghadapi berbagai aspek, termasuk demokrasi, sosial kemasyarakatan, sekaligus membentuk kesetaraan di antara laki-laki dan perempuan. Kesetaraan bermula dari keluarga, mungkin pendapat ini baru kita dengar, akan tetapi bisa untuk penganalisaan lebih cermat bahwa segala sesuatunya dimulai dari keluarga. Keluarga yang membentuk beberapa aspek sebagai awal dari kepribadian. Kewajiban mendidik anak bagi orang tua adalah suatu hal yang wajib untuk dilaksanakan. Karena anak adalah tanggung jawab yang diamanahkan oleh Allah untuk diberi pendidikan dan pengajaran. Orang tua harus bisa menjadi contoh serta panutan bagi putra-putrinya dalam hal ini menurut mereka peran ayah serta ibu untuk menjadi teladan bagi anak- anaknya sangatlah besar, karena ayah dan ibu adalah sosok model yang akan selalu ditiru dan dijadikan rujukan bagi putra-putrinya dalam menghadapi kehidupannya. Berbuat adil dan bijaksana terhadap semua anak adalah suatu hal yang seharusnya. Adil adalah sikap proposional yang tidak memprioritaskan yang satu dengan yang lain. Orang tua tidak boleh membeda-bedakan sikap terhadap anaknya. Orang tua tidak boleh mengabaikan anak yang lebih lemah (fisik/kemampuan) dan memprioritaskan yang lebih kuat (fisik ataupun prestasi), serta tidak boleh memberi perhatian yang lebih terhadap yang satu dibanding yang lain. Demikian pula dalam bidang pendidikan, setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang sama dalam sebuah keluarga, maka keadilan orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anaknya adalah suatu hal harus dilakukan.
Baca lebih lanjut

24 Baca lebih lajut

PENUTUP  DISKRIMINASI TERHADAP PEMENUHAN PESERTA DIDIK PEREMPUAN HAMIL ATAS HAK PENDIDIKAN.

PENUTUP DISKRIMINASI TERHADAP PEMENUHAN PESERTA DIDIK PEREMPUAN HAMIL ATAS HAK PENDIDIKAN.

Notosusanto, Smita dan E. Kristi Poerwandari, 1997, Perempuan dan Pemberdayaan: Kumpulan Karangan untuk Menghormati Ulang Tahun ke-70 Ibu Saparinah Sadli , Jakarta, Program Studi Kajian Wanita Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia Bekerja Sama dengan Harian KOMPAS dan OBOR.

6 Baca lebih lajut

Review Artikel Politik Hukum HAM Tentang

Review Artikel Politik Hukum HAM Tentang

Dalam menjalani suatu kehidupan sosial tentunya terdapat kaum pria dan wanita. Kaum pria dan wanita sering kali menjadi perbincangan atau permasalahan karena kesetaraan antara kedua gender tersebut. Terdapat suatu opini bahwa pria lebih dominan daripada wanita, sehingga keberadaan wanita berada di bawah pria. Hal inilah yang memacu adanya perselisihan atau kesalahan persepsi mengenai kesertaan gender yang pada ujung-ujungnya dapat menyebabkan deskriminasi terhadap kaum wanita. Selain adanya kebanyakan mendiskreditkan wanita, terutama negara-negara yang sudah dianggap 'terkontaminasi' dengan doktrin agama, khususnya Islam meliputi negara-negara di Timur Tengah bahkan sampai Asia seperti Indonesia dan Malaysia. Adanya diskriminasi terhadap wanita karena dari imbas tersebuh memposisikan keberadaan wanita di bawah kedudukan laki-laki.
Baca lebih lanjut

4 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...