Disposisi matematis siswa

Top PDF Disposisi matematis siswa:

PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

PENGARUH PENGGUNAAN STRATEGI RECIPROCAL TEACHING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

Timbul pertanyaan, mengapa kemampuan berpikir kritis siswa rendah? apakah karena siswa tersebut kurang suka terhadap matematika, atau kemampuan dasar matematika yang rendah. Bagaimana dengan disposisi matematis siswa? Menurut penelitian Erlita (2006), masih banyak siswa yang mengerjakan soal latihan matematika dengan mencontoh hasil kerja temannya, tanpa memiliki keingintahuan yang tinggi terhadap matemaika. Ini berarti disposisi matematis siswa rendah. Senada dengan pernyataan tersebut, Hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh Kusumawati (2010) pada siswa SMP peringkat tinggi, sedang dan rendah sebanyak 297 orang di kota Palembang. Hasil studi menunjukkan persentase skor rerata disposisi matematis siswa, baru mencapai 58 persen yang diklasisifikasikan rendah.
Baca lebih lanjut

54 Baca lebih lajut

PEMBELAJARAN PENEMUAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENALARAN, KONEKSI, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

PEMBELAJARAN PENEMUAN UNTUK MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PENALARAN, KONEKSI, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP.

Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen dengan desain eksperimen pretes- postes dan perbandingan kelompok statik. Kelompok eksperimen diberi perlakuan berupa pembelajaran penemuan, sedangkan kelompok kontrol dengan pembelajaran ekspositori. Penelitian ini melibatkan 67 siswa kelas VIII disalah satu SMPN di Cimahi. Analisis data dalam pengujian hipotesis digunakan uji-t, uji Mann-Whitney U, dan ANOVA Dua Jalur dengan Interaksi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa: (1) Tidak terdapat perbedaan pencapaian dan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapat pembelajaran penemuan dengan siswa yang mendapat pembelajaran ekpositori, baik ditinjau secara keseluruhan maupun KAM (tinggi, sedang, dan rendah); (2) Secara keseluruhan, pencapaian dan peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa yang mendapat pembelajaran penemuan lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran ekpositori. Berdasarkan kategori KAM sedang dan rendah, pencapaian koneksi matematis siswa yang mendapat pembelajaran penemuan lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran ekspositori, sedangkan pada kategori KAM tinggi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antar siswa mendapat pembelajaran penemuan dan pembelajaran ekspositori; (3) Peningkatan kemampuan koneksi matematis siswa ditiap kategori KAM yang mendapat pembelajaran penemuan lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran ekspositori; (4) Secara keseluruhan dan berdasarkan kategori KAM rendah, pencapaian disposisi matematis siswa yang mendapat pembelajaran penemuan lebih baik daripada siswa yang mendapat pembelajaran ekspositori. Namun berdasarkan kategori KAM tinggi dan sedang tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara siswa yang mendapat pembelajaran penemuan dan pembelajaran ekspositori; (5) Tidak terdapat interaksi yang signifikan antara pembelajaran dan KAM terhadap pencapaian kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa; (6) Terdapat interaksi antara pembelajaran dan KAM terhadap pencapaian kemampuan koneksi matematis. Disamping itu, ditemukan juga bahwa terdapat asosiasi antara kemampuan penalaran dan koneksi matematis. Sedangkan antara kemampuan koneksi dan disposisi matematis serta penalaran dan disposisi matematis, tidak terdapat asosiasi.
Baca lebih lanjut

66 Baca lebih lajut

PENERAPAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK Asep Suryana NPM. 158060047 UNPAS (email: asurazwer@gmail.com) H. Bana. G. Kartasasmita, P

PENERAPAN MODEL PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SERTA HUBUNGANNYA TERHADAP DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK Asep Suryana NPM. 158060047 UNPAS (email: asurazwer@gmail.com) H. Bana. G. Kartasasmita, P

Penerapan model penemuan terbimbing untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis, pemecahan masalah matematis serta hubungannya terhadap disposisi siswa SMK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan komponen-komponen pembelajaran agar dapat meningkatkan kemampuan komunikasi dan pemecahan masalah matematis serta hubungannya terhadap disposisi matematis siswa SMK. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Mixed Method (Metode Campuran) tipe The Embedded Design dengan populasi seluruh siswa kelas XI SMKN 2 Bandung. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan komunikasi, pemecahan masalah matematis dan disposisi matematis siswa yang mendapat pembelajaran penemuan terbimbing lebih baik dari pada siswa yang mendapat pembelajaran ekspositori. Terdapat korelasi antara kemampuan komunikasi, pemecahan masalah matematis dan disposisi matematis pada pembelajaran penemuan terbimbing.
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DISCOVERY.

PENINGKATAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN DISCOVERY.

siswa hal ini disebabkan kurangnya disposisi matematis siswa sehingga sebagian besar siswa ingin menghindari pelajaran yang berhubungan dengan matematika. Menurut Mulyana (2009:32) kegagalan siswa dalam mengembangkan disposisi matematikanya terjadi di sekolah menengah atas, karena mereka memiliki peluang untuk menghindari mata pelajaran matematika. Menghindari mata pelajaran matematika dengan memilih program Bahasa atau Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sebenarnya menutup peluang mereka untuk berkarir sebagai akhli sains, teknologi, dokter dan akhli lainnya yang memerlukan kecakapan matematika dengan level tinggi . Hal yang sama juga dikemukakan oleh Begle (dalam Mulyana:31) bahwa yang hampir mendekati sekolah menengah mempunyai sikap terhadap matematika dilihat dari sikap yang secara perlahan menurun. Rendahnya disposisi matematis siswa dapat dilihat dari minat dan rasa percaya diri siswa yang kurang dalam belajar matematika dan cenderung untuk menghindarinya. Dari uraian di atas, menunjukkan bahwa baik kemampuan logis, pemahaman, komunikasi matematika dan disposisi matematika siswa merupakan faktor yang sangat penting bagi perkembangan kognitif siswa dan dapat mempengaruhi hasil belajar matematika siswa itu sendiri.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa melalui Pendekatan Kontekstual.

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa melalui Pendekatan Kontekstual.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemahaman, komunikasi, dan disposisi matematis siswa. Namun yang terjadi di lapangan kemampuan pemahaman, komunikasi, dan disposisi masih rendah. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kemampuan pemahaman, komunikasi, dan disposisi matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan bentuk desain Non-equivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII pada salah satu SMP di kota Lembang. Sampel penelitian ditentukan menggunakan purposive sampling. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, dan kelas kontrol yang mendapatkan pembelajaran ekspositori yang disesuaikan dengan buku panduan Guru Kurikulum 2013. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan pemahaman dan komunikasi serta skala sikap disposisi siswa. Temuan penelitian ini adalah: (1) Pencapaian dan peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan kontekstual lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa baik secara keseluruhan maupun secara KAM. (2) Pencapaian dan peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan kontekstual lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran biasa baik secara keseluruhan maupun secara KAM. (3) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dan KAM (tinggi, sedang, rendah) terhadap pencapaian kemampuan pemahaman matematis siswa. (4) Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran dan KAM (tinggi, sedang, rendah) terhadap pencapaian kemampuan komunikasi matematis siswa. (5) Tidak terdapat perbedaan disposisi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran dengan pendekatan kontekstual dan pembelajaran biasa.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS, BERPIKIR ALJABAR, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS, BERPIKIR ALJABAR, DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK.

5. Disposisi matematis adalah keinginan, kesadaran, dan dedikasi yang kuat pada diri siswa untuk belajar matematika dan melaksanakan berbagai kegiatan matematika. Pengukuran disposisi matematis siswa dilakukan melalui pengisian angket skala disposisi matematis pada aspek: (1) percayaan diri dalam menyelesaikan masalah matematika, (2) gigih dan tekun dalam melakukan penyelesaian tugas-tugas matematika; (3) fleksibel dan terbuka dalam melakukan eksplorasi ide-ide matematis dan mencoba berbagai metode untuk memecahkan masalah matematika; (4) memiliki minat dan rasa ingin tahu dalam mengerjakan tugas-tugas matematika; (5) melakukan monitoring dan refleksi terhdap proses berpikir dan hasil kerja matematika; (6) menghargai kegunaan matematika, baik peranan matematika dalam bidang ilmu lain maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Baca lebih lanjut

97 Baca lebih lajut

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN IMPROVE.

MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA MELALUI METODE PEMBELAJARAN IMPROVE.

mengenalkansiswapadakonsepyang baru,memberikanpertanyaanmetakognitif dalam aktivitas belajar siswa, memberikankesempatankepadasiswauntuk berlatih memecahkan suatu masalah,siswa diberi kesempatan untuk memverifikasitentangkebenaranpemahamanmerekaserta mampu melakukan evaluasi terhadap materi apa yang telahmerekapelajarisehinggadapatmenambah atau memperkayapengetahuanmereka. Pembelajaran dengan karakteristik tersebut sangat mendukung disposisi matematis siswa. Pertanyaan metakognitif kepada siswa memberikan kesempatan pada siswa untuk menyadari apa yang terjadi pada kognitifnya. Kesadaran ini membawa dampak pada rasa percaya diri, perasaan minat pada matematika dan berpikir terbuka untuk mengeksplorasi berbagai alternatif strategi penyelesaian masalah. Berawal dari kesadaran terhadap kognitifnya siswa mampu menumbukan disposisi matematis dalam dirinya. Disposisi juga berkaitan dengan kecenderungan siswa untuk merefleksi pemikiran mereka sendiri. Hal ini tentu sangat sejalan dengan prinsip metode pembelajaran IMPROVE dan disposisi matematis itu sendiri.
Baca lebih lanjut

30 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN METAPHORICAL THINKING.

Tujuan penelitian ini mengkaji masalah peningkatan kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa melalui pembelajaran dengan pendekatan metaphorical thinking. Desain yang digunakan dalam penelitian ini merupakan bentuk desain quasi eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMP kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Jakarta Timur, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, sampelnya sebanyak 27 siswa kelas VIII- 3 sebagai kelompok kontrol dan 31 siswa kelas VIII-5 sebagai kelompok eksperimen. Instrumen terdiri dari tes untuk kemampuan penalaran matematis serta skala disposisi yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Uji ANOVA dua jalur serta uji lanjutannya, sedangkan analisis kualitatif dilakukan secara deskriptif. Hasil analisis secara kualitatif diketahui siswa kelas VIII dapat memetaforakan suatu konsep matematika serta dapat mengaitkan antara satu konsep dengan konsep lainnya. Selanjutnya hasil analisis secara kuantitatif menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang mendapatkan pembelajaran melalui pendekatan metaphorical thinking lebih baik daripada siswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional, sedangkan peningkatan disposisi matematis siswa antara kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan metaphorical thinking dan kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan cara konvensional tidak terdapat perbedaan. Tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dengan kemampuan awal matematis terhadap kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa.
Baca lebih lanjut

59 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI DIMENSI CONNECTEDNESS DARI PRODUCTIVE PEDAGOGIES FRAMEWORK DALAM MODEL BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP ( Implementation of Connectedness dimention of Productive Pedagogies Framew

IMPLEMENTASI DIMENSI CONNECTEDNESS DARI PRODUCTIVE PEDAGOGIES FRAMEWORK DALAM MODEL BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP ( Implementation of Connectedness dimention of Productive Pedagogies Framew

Kemampuan koneksi dan disposisi matematis siswa saat ini belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan koneksi dan disposisi matematis siswa melalui implementasi connectedness dari Productive Pedagogies Framework dalam model Based Learning.. Penelitian Tindakan Kelas ini menggunakan metode kombinasi (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Populasinya adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Bandung dengan jumlah sampel 63 orang siswa yang terbagi ke dalam kelas VIII – 1 dan kelas VIII-3. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes kemampuan koneksi matematis, angket disposisi matematis siswa, lembar observasi kegiatan pembelajaran dan wawancara.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji Statistik.Mann Whitney, Rank Spearman. Uji Independent Sample T – Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) Implementasi connectedness pada PBL dapat meningkatkan kemampuan koneksi matematis, (2) ) Implementasi connectedness pada PBL dapat meningkatkan disposisi matematis, (3)Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan koneksi matematis antara siswa yang mendapat pembelajaran PBL-Connectedness dengan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, (4) Tidak terdapat hubungan antara kemampuan koneksi matematis dengan disposisi matematis siswa yang mendapat pembelajaran PBL-Connectedness.(5) Terdapat hubungan antara kemampuan koneksi dengan disposisi matematis siswa yang mendapat pembelajaran konvensional, (6) Tidak terdapat perbedaan disposisi matematis
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa melalui Pendekatan Kontekstual - repository UPI T MTK 1207120 title

Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa melalui Pendekatan Kontekstual - repository UPI T MTK 1207120 title

Tesis yang berjudul “Meningkatkan Kemampuan Pemahaman, Komunikasi dan Disposisi Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Kontekstual” merupakan tugas akhir untuk memenuhi sebagian syarat memperoleh gelar Magister Pendidikan Matematika di Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah membantu terselesaikannya tesis ini.

7 Baca lebih lajut

PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA DI LANGSA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH.

PERBEDAAN KEMAMPUAN PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMA DI LANGSA DENGAN MENGGUNAKAN PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH.

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui : (1) perbedaan kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dan siswa yang diberi model pembelajaran langsung, (2) interaksi antara model pembelajaran dengan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa, (3) proses penyelesaian jawaban yang dibuat siswa dalam menyelesaikan masalah pada model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran langsung. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan populasi siswa kelas XI SMAN di kota Langsa. Secara acak, dipilih dua sekolah sebagai subjek penelitian yaitu SMAN 1 dan SMAN 3 Langsa. Kemudian secara acak dipilih dua kelas dari tujuh kelas. Instrumen yang digunakan terdiri dari : (1) tes kemampuan penalaran, dan (2) skala disposisi matematis. Analisis data dilakukan dengan analisis kovarians (ANACOVA) dan analisis varians (ANAVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) terdapat perbedaan kemampuan penalaran dan disposisi matematis antara siswa yang diberi model pembelajaran berbasis masalah dengan siswa yang diberi model pembelajaran langsung, (2) tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan kemampuan awal matematika siswa terhadap kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa, (3) proses penyelesaian jawaban siswa yang pembelajarannya dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran langsung. Peneliti menyarankan: (1) agar model pembelajaran berbasis masalah menjadi alternatif bagi guru untuk mengetahui perbedaan kemampuan penalaran dan disposisi matematis siswa (2) perangkat pembelajaran dipersiapkan secara matang serta disesuaikan dengan indikator kemampuan dan alokasi waktu yang harus dicapai (3) agar selektif dalam memilih materi yang diajarkan dengan pembelajaran berbasis masalah karena tidak semua materi cocok diterapkan dengan pembelajaran berbasis masalah.
Baca lebih lanjut

46 Baca lebih lajut

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016)

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING DITINJAU DARI KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas X Semester Genap MAN 1 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2015/2016)

Berdasarkan beberapa definisi di atas disposisi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kecenderungan siswa dalam memandang dan bersikap terhadap matematika, serta bertindak ketika belajar matematika. Untuk mengukur disposisi matematis siswa diperlukan beberapa indikator. Berdasarkan indikator-indikator disposisi matematis yang dikemukakan di atas, indikator yang menunjukkan disposisi matematis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) kepercayaan diri yaitu percaya diri terhadap kemampuan, (2) keingintahuan yang meliputi: aktif seperti; sering mengajukan pertanyaan, antusias atau semangat dalam belajar, dan banyak membaca serta mencari pada sumber lain, (3) ketekunan yaitu gigih, tekun, perhatian, kesungguhan, (4) fleksibilitas, yang meliputi: berusaha mancari solusi/strategi lain, (5) reflektif, yaitu kecenderungan untuk memonitor hasil pekerjaan, (6) aplikasi, yaitu menilai kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari, (7) apresiasi, yaitu penghargaan peran matematika dalam budaya dan nilainya.
Baca lebih lanjut

68 Baca lebih lajut

KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VII PADA MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER MATERI SEGIEMPAT

KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA KELAS VII PADA MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER MATERI SEGIEMPAT

Kesulitan siswa dalam mengkomunikasikan solusi permasalahan matematika dan minat dalam mempelajari matematika menjadi permasalahan di SMP Negeri 4 Ungaran, dari hasil wawancara dengan guru matematika, diperoleh keterangan bahwa pada dasarnya sebagian besar siswa tidak memahami konsep serta kemampuan siswa akan komunikasi matematika masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat dari (1) siswa ketika diberikan kesempatan bertanya siswa tidak bertanya, namun ketika diberikan soal latihan siswa kebingungan dalam menentukan solusi; (2) Siswa belum bisa mengkomunikasikan solusi permasalahan matematika secara tertulis dengan benar; (3) siswa tidak mampu melakukan komunikasi antar siswa saat mengerjakan tugas kelompok, siswa cenderung mengerjakan sendiri kemudian teman yang lain mengikuti saja. Dari beberapa fakta tersebut terlihat bawa kemampuan komunikasi dan disposisi matematis siswa dalam pembelajaran matematika masih tergolong kurang.
Baca lebih lanjut

80 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA - repository UPI T MTK 1201459 Title

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA - repository UPI T MTK 1201459 Title

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Studi Quasi Experiment pada Sisw[r]

3 Baca lebih lajut

PENGEMBANGAN INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH

PENGEMBANGAN INSTRUMEN UNTUK MENGUKUR DISPOSISI MATEMATIS SISWA SEKOLAH MENENGAH

Hal ini ditentukan oleh nilai koefisien eigenvalue lebih besar dari 1,00 ada 12 faktor yaitu 8,206, 3,319, 2,364, 2,064, 1,862, 1,699, 1,541, 1,433, 1,325, 1,222, 1,112, 1,056, dilihat dari tabel total variance explained menggunakan program SPSS. Setelah disesuaikan dengan faktor yang dikembangkan secara teoritis, ternyata terdapat kesesuaian dengan analisis faktor yaitu memiliki 12 faktor. Dari tabel total variance explained menggunakan program SPSS, total 12 faktor yang eigenvaluance >1 yang akan mampu menjelaskan variabel sebesar 64,771. Artinya 12 indikator tersebut dapat mengukur variabel yang harus diukur yaitu variabel instrumen disposisi matematis secara kumulatif sebesar 64,771%. Untuk mengetahui kesesuaian pengelompokan butir pernyataan pada indikator yang dikembangkan secara teorits dengan pengelompokan butir pernyataan yang diperoleh melalui analsis faktor diperoleh 12 komponen. Hal ini menunjukan 12 tepat instrumen disposisi matematis siswa terdapat 12 indikator.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Pengaruh Pembelajaran Penemuan Terbimbing Terhadap Peningkatan Kemampuan Penalaran, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa.

Pengaruh Pembelajaran Penemuan Terbimbing Terhadap Peningkatan Kemampuan Penalaran, Komunikasi, dan Disposisi Matematis Siswa.

Instrumen untuk mengukur disposisi matematis siswa dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan skala disposisi matematis siswa. Siswa diminta untuk memberikan jawaban dengan memberi tanda “√” pada hanya satu pilihan jawaban yang telah tersedia. Terdapat empat opsi pilihan yang berpedoman pada skala Likert yang telah dimodifikasi, yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Empat pilihan ini dipilih untuk menghindari pilihan ragu-ragu siswa terhadap pernyataan yang diberikan. Pernyataan-pernyataan yang diberikan bersifat tertutup, mengenai pendapat siswa yang terdiri dari pernyataan-pernyataan positif dan negatif. 3. Lembar Observasi
Baca lebih lanjut

33 Baca lebih lajut

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN GENERATIF.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN, PENALARAN DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMK MELALUI PENERAPAN PEMBELAJARAN GENERATIF.

6. Peningkatan disposisi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran generatif tidak lebih baik dibandingkan dengan peningkatan disposisi matematis siswa yang menggunakan pembelajaran langsung. Secara lebih rinci ditinjau dari KAM, siswa dengan KAM rendah yang menggunakan pembelajaran generatif mengalami peningkatan disposisi matematis lebih baik dibandingkan dengan peningkatan disposisi matematis siswa dengan KAM rendah yang menggunakan pembelajaran langsung;

10 Baca lebih lajut

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP | Karya Tulis Ilmiah

PENGARUH PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PESISIR TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP | Karya Tulis Ilmiah

Potensi pesisir sangat potensial untuk dikembangkan melalui pembelajaran matematika, dengan menciptakan generasi muda yang semangat dan berpola pikir matematis. Walaupun hal itu demikian, akan tetapi pemerintah belum mencurahkan perhatian lebih untuk mengembangkan potensi pesisir dalam pembelajaran. Sebagaimana dijelaskan Kadir (2009: 2) bahwa banyak daerah menjadikan mata pelajaran bahasa daerah sebagai mata pelajaran muatan lokal untuk melestarikan bahasa daerah yang digunakan masyarakat setempat. Inisiatif ini bukan sesuatu yang salah, tetapi sayangnya banyak potensi daerah pesisir yang juga mesti mendapat perhatian karena lebih dibutuhkan tetapi belum mendapatkan perhatian dari setiap lembaga pendidikan. oleh karena itu, dibutuhkan kesadaran bersama untuk lebih memperhatikan potensi pesisir yang ada. Melalui proses pembelajaran dalam kelas yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa di wilayah pesisir, akan menyadarkan mereka bahwa matematika begitu penting untuk dipelajari dalam mengembangkan potensi yang ada. Pendekatan yang tepat dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa. Selain itu, Nurhadi dan Senduk (2003: 4) mengemukakan bahwa ada 5 (lima) alasan mengapa pembelajaran kontekstual dikembangkan sekarang ini yaitu sebagai berikut:
Baca lebih lanjut

11 Baca lebih lajut

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA.

PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENERAPAN STRATEGI THE FIRING LINE DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA.

Kemampuan komunikasi matematis perlu terimplementasi dalam ide, gagasan dan konsep matematis sehingga akan berakibat pada pembentukan pemahaman dan komunikasi matematis. Baroody (Ansary, 2003) menyatakan bahwa paling tidak ada dua alasan penting mengapa komunikasi dalam pembelajaran matematika perlu ditumbuhkembangkan. Pertama, matematika tidak hanya sekedar alat bantu berpikir, alat untuk menemukan pola, menyelesaikan masalah atau mengambil kesimpulan, akan tetapi matematika juga merupakan suatu alat yang tidak ternilai untuk mengkomunikasikan berbagai ide dengan jelas, tepat, dan ringkas. Kedua, pembelajaran matematika merupakan aktivitas sosial dan juga sebagai wahana interaksi antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Sejalan dengan apa yang dinyatakan Baroody, NCTM (2000) juga menyatakan pentingnya kemampuan mengkomunikasikan ide mengenal matematika dan menggunakan matematika sebagai alat komunikasi yang merupakan salah satu dari daya matematik.
Baca lebih lanjut

49 Baca lebih lajut

DISPOSISI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING

DISPOSISI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI KEMAMPUAN PROBLEM SOLVING

Disposisi matematis (mathematical disposition) menurut Kilpatrick, Swafford, dan Findell (dalam Sumarmo, 2010) adalah sikap produktif atau sikap positif serta kebiasaan untuk melihat matematika sebagai sesuatu yang logis, berguna, dan berfaedah. Dalam konteks matematika, disposisi matematis (mathematical disposition) berkaitan dengan bagaimana siswa memandang dan menyelesaikan masalah; apakah percaya diri, tekun, berminat, dan berpikir fleksibel untuk mengeksplorasi berbagai alternatif strategi penyelesaian masalah. Disposisi juga berkaitan dengan kecenderungan siswa untuk merefleksi pemikiran mereka sendiri (NCTM, 2000). Belajar matematika tidak hanya mempelajari konsep, prosedur, dan aplikasi, namun juga termasuk mengembangkan disposisi terhadap matematika dan mengapresiasi matematika sebagai alat bantu yang ampuh untuk memahami situasi.
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...