DPRD Provinsi Gorontalo

Top PDF DPRD Provinsi Gorontalo:

8d0pIdzv39 analisis kinerja kelembagaan dprd provinsi gorontalo ung

8d0pIdzv39 analisis kinerja kelembagaan dprd provinsi gorontalo ung

================Laporan Penelitian : “Analisis Kinerja Kelembagaan DPRD Provinsi Gorontalo” Kerjasama Dewan Perwakilan Daerah RI dengan Universitas Negeri Gorontalo=============== 9 Sejalan dengan pendapat Mc. Gregor, Koesoemahatmadja (1979) mengemukakan bahwa desentralisasi dalam arti ketatanegaraan merupakan pelimpahan kekuasaan pemerintahan dari pusat kepada daerah-daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Desentralisasi adalah sistem untuk mewujudkan asas demokrasi, yang memberikan kesempatan kepada rakyat untuk ikut serta dalam proses penyelenggaraan kekuasaan negara, yang dapat dibagi dalam 2 (dua) macam bentuk. Pertama, dekonsentrasi yakni pelimpahan kekuasaan dari alat perlengkapan negara tingkat lebih atas kepada bawahannya guna melancarkan pelaksanaan tugas pemerintahan. Kedua, Desentralisasi ketatanegaraan atau desentralisasi politik yaitu pelimpahan kekuasaan perundangan dan pemerintahan kepada daerah-daerah otonom di lingkungannya. Dalam konteks ini, rakyat dengan mempergunakan saluran-saluran tertentu (perwakilan) ikut serta dalam pemerintahan. Desentralisasi ketatanegaraan dibagi lagi menjadi 2 (dua) macam, yakni desentralisasi fungsional serta desentralisasi teritorial yang terdiri dari otonomi dan tugas pembantuan.
Baca lebih lanjut

75 Baca lebih lajut

Bahas Tata Ruang, Pemerintah dan DPRD Provinsi Gorontalo Kunjungi Bappenas

Bahas Tata Ruang, Pemerintah dan DPRD Provinsi Gorontalo Kunjungi Bappenas

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Gorontalo Pemerintah Provinsi Gorontalo beserta sejumlah anggota komisi III DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja ke kantor Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas pada Rabu (22/10). Bertempat di Ruang SS 4 Gedung Bappenas, Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Bappenas, Dr. Ir. Oswar M. Mungkasa menerima kunjungan tersebut.

2 Baca lebih lajut

PEMBENTUKAN KABUPATEN GORONTALO UTARA DI PROVINSI GORONTALO

PEMBENTUKAN KABUPATEN GORONTALO UTARA DI PROVINSI GORONTALO

Berdasarkan hal tersebut di atas dan memperhatikan aspirasi yang berkembang dalam masyarakat, yang selanjutnya dituangkan secara formal dalam SK Persetujuan DPRD Kabupaten Gorontalo Nomor 4 Tahun 2004 tanggal 3 Pebruari 2004 tentang Rekomendasi Sikap Mendukung Pembentukan Kabupaten Gorontalo Utara, Surat Usulan Bupati Gorontalo Nomor 125/01/376/2004 tanggal 24 Pebruari 2004 perihal Usulan Pembentukan Kabupaten Gorontalo Utara, SK Persetujuan DPRD Provinsi Gorontalo Nomor 01 Tahun 2004 tanggal 25 Pebruari 2004 tentang Persetujuan Pembentukan Kabupaten Gorontalo Utara, Surat Usulan Gubernur Gorontalo kepada Menteri Dalam Negeri Nomor 135/Pem/389/2004 tanggal 25 Pebruari 2004 perihal Usulan Pembentukan Kabupaten Gorontalo Utara, SK. DPRD
Baca lebih lanjut

23 Baca lebih lajut

LPSE Provinsi Gorontalo Pengumuman

LPSE Provinsi Gorontalo Pengumuman

3. Khusus 4 (empat) paket lelang tersebut diatas, informasi lanjutan tentang tahapan lelang secara offline akan diinformasikan kepada masing-masing peserta melalui email peserta. Dan kepada peserta diharapkan untuk lebih proaktif dalam memperoleh informasi terkait proses tahapan lelang di ULP Kota Gorontalo.

1 Baca lebih lajut

BAB 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH - DOCRPIJM 82ddc466ff BAB IIBAB 2

BAB 2 GAMBARAN UMUM WILAYAH - DOCRPIJM 82ddc466ff BAB IIBAB 2

Obyek wisata alam yang terdapat di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara ini adalah obyek wisata Pulau Saronde, Pulau Lampu dan Pulau Huha yang berada di Kecamatan Ponelo Kepulauan. Pada obyek wisata ini kegiatan yang ditawarkan adalah berupa keindahan pantai dari pulau tersebut yang dapat dinikmati sebagai tempat pemandian pantai dan keindahan taman laut. Pantai Minanga di Kecamatan Atinggola, Pantai Monano dan Pantai Tolitehuyu di Kecamatan Monano. Beberapa obyek wisata alam lainnya yang ada di sub koridor ini adalah berupa keindahan pantainya seperti pantai Atinggola di Kecamatan Atinggola. Di wilayah Kabupaten Gorontalo Utara tepatnya di Kecamatan Atinggola terdapat sebuah batuan bentukan alam berupa stalagnit dan stalagtit, tempat ini menjadi sebuah obyek wisata yang menarik karena
Baca lebih lanjut

26 Baca lebih lajut

TINJAUAN PUSTAKA  PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PEKANBARU.

TINJAUAN PUSTAKA PENGAWASAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PEKANBARU.

Pemerintah daerah harus mempertanggungjawabkan keuangannya kepada lembaga atau orang yang berkepentingan yang sah, lembaga, atau orang itu termasuk pemerintah pusat, DPRD, Kepala Daerah dan masyarakat umum. Adapun unsur-unsur penting dalam tanggung jawab adalah mencakup keabsahan yaitu setiap transaksi keuangan harus berpangkal pada wewenang hukum tertentu dan pengawasan yaitu tata cara yang efektif untuk menjaga kekayaan uang dan barang serta mencegah terjadinya penghamburan dan penyelewengan dan memastikan semua pendapatan yang sah benar-benar terpungut jelas sumbernya dan tepat penggunaannya.
Baca lebih lanjut

22 Baca lebih lajut

DPRD AWASI KETAT PROYEK APBD

DPRD AWASI KETAT PROYEK APBD

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, M Fatani Sohilauw menandaskan, DPRD Provinsi Maluku akan mengawasi secara ketat segala program maupun kegiatan pembangunan yang didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) i Provinsi Maluku maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ii Tahun 2012. Kepada wartawan di Baileo Rakyat Karang Panjang Ambon, Rabu (20/3), M Fatani Sohilauw mengungkapkan, saat ini DPRD Maluku melalui Komisi-Komisi sedang melakukan pengawasan di daerah-daerah yang dimulai sejak Bulan Februari hingga April 2013.
Baca lebih lanjut

2 Baca lebih lajut

PERAN DPRD DALAM FUNGSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH (Studi pada DPRD Provinsi Sumatera Utara Priode 2010 – 2011) Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara

PERAN DPRD DALAM FUNGSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH (Studi pada DPRD Provinsi Sumatera Utara Priode 2010 – 2011) Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara

Kepentingan dan aspirasi masyarakat harus dapat ditangkap oleh pemerintah daerah maupun Dewan Perwakilanm Rakyat Daerah. Sebagai reppresentasi perwakilan rakyat dalam struktur kelembagaan pemerintahan daerah yang menjalankan fungsi pemerintahan yang bertujuan sebagaimana yang disebutkan diatas. Pemerintah Daerah menjalankan fungsi pemerintahan dan DPRD

10 Baca lebih lajut

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GORONTALO UTARA PROVINSI GORONTALO UTARA

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN GORONTALO UTARA PROVINSI GORONTALO UTARA

Pembangunan Kabupaten Gorontalo Utara secara makro telah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Hal ini ditunjukan oleh beberapa indikator antara lain adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi, investasi daerah, pendapatan perkapita masyarakat, dan sarana prasarana. Keberhasilan pemerintah daerah dalam memacu pembangunan diterapkan melalui program-program yang terarah dan menyentuh langsung ke lapisan masyarakat bawah. Namun pembangunan yang merata ke seluruh wilayah tidak serta merta dapat dilakukan mengingat keterbatasan yang dimiliki pemerintah daerah. Pembangunan Ekonomi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan merupakan serangkaian dan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas lapangan kerja, pemerataan pembagian pendapatan masyarakat maka dibentuklah BP4K Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2009, dan pada Tanggal 10 Juli 2009, diterbitkan peraturan daerah Kabupaten Gorontalo Utara, No 3 Tahun 2009 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

Keterkaitan Antara Modal Sosial Dan Kemiskinan Menurut Tahapan Perkembangan Desa Di Provinsi Gorontalo

Keterkaitan Antara Modal Sosial Dan Kemiskinan Menurut Tahapan Perkembangan Desa Di Provinsi Gorontalo

Dimensi jaringan secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap penurunan kemiskinan rumah tangga perdesaan di Provinsi Gorontalo. Jaringan sosial merupakan bentuk dari modal sosial. Jaringan sosial merupakan sekelompok orang yang dihubungkan oleh perasaan simpati dan kewajiban serta norma pertukaran dan civic engagement. Jaringan bisa terbentuk karena berasal dari daerah yang sama, kesamaan kepercayaan, hubungan kekeluargaan, dan sebagainya. Dalam konteks tindakan ekonomi, jaringan adalah sekelompok agen individual yang berbagi nilai-nilai dan norma untuk transaksi pasar. Interaksi sosial yang kuat dalam masyarakat Gorontalo menyebabkan hubungan yang sangat dekat antara masyarakat sehingga sangat membantu masyarakat miskin Gorontalo saat terjadi goncangan ekonomi. Tetangga dan komunitas dimana masyarakat miskin tinggal sangat membantu dalam keadaan krisis bagi masyarakat rentan miskin di Provinsi Gorontalo. Hal ini sejalan dengan temuan dari Nasution et al. (2014) menunjukkan bahwa partisipasi dalam organisasi sosial kemasyarakatan akan meningkatkan pendapatan rumah tangga sehingga mengurangi kemiskinan. Adanya partisipasi dalam kelompok diharapkan dapat memecahkan masalah bersama sehingga berhubungan positif dengan manfaat yang diterima oleh rumah tangga (Haan dan Birungi 2011).
Baca lebih lanjut

153 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang - EFEKTIFITAS PASAL 6 PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 10 TAHUN 2003 TENTANG PENCEGAHAN MAKSIAT (Suatu Penelitian di Kota Gorontalo) - Tugas Akhir

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang - EFEKTIFITAS PASAL 6 PERATURAN DAERAH PROVINSI GORONTALO NOMOR 10 TAHUN 2003 TENTANG PENCEGAHAN MAKSIAT (Suatu Penelitian di Kota Gorontalo) - Tugas Akhir

Menurut sejarah, Jazirah Gorontalo terbentuk kurang lebih 400 tahun lalu dan merupakan salah satu Kota tua di Sulawesi selain Kota Makassar, Pare-pare dan Manado. Gorontalo pada saat itu menjadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia Timur yaitu dari Ternate, Gorontalo, Bone. Seiring dengan penyebaran agama tersebut Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan masyarakat di wilayah sekitar seperti Bolaang Mongondow (Sulut), Buol Toli- Toli, Luwuk Banggai, Donggala (Sulteng) bahkan sampai ke Sulawesi Tenggara. Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan perdagangan karena letaknya yang
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

a. paling sedikit 10 (sepuluh) orang anggota DPRD provinsi dan lebih dari 1 (satu) fraksi untuk DPRD provinsi yang beranggotakan 35 (tiga puluh lima) orang sampai dengan 75 (tujuh puluh lima) orang; b. paling sedikit 15 (lima belas) orang anggota DPRD

21 Baca lebih lajut

 Dokumen - Website Resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo Kawasan Strategis

Dokumen - Website Resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo Kawasan Strategis

- Hasil kajian Tim Teknik Review RTRW Provinsi Gorontalo Sebagai Peta Dasar adalah Peta Rupa Bumi Indonesia Skala 1 : 50.000 Edisi I - Tahun 1991 yang diterbitkan oleh Bakosurtanal, yang dikompilasikan dengan Peta Administrasi Provinsi Gorontalo (Bappeda Prov. Gorontalo) skala 1 : 250.000 Tahun 2006 Provinsi Gorontalo disiapkan oleh Tim Teknis Review RTRWP dengan mendapat masukan dari berbagai stakeholder

1 Baca lebih lajut

Kelas Reguler Angkatan 2014 - 2015

Kelas Reguler Angkatan 2014 - 2015

Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yaitu nelayan Desa Weru Komplek di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur dan nelayan di Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Sumberdaya perikanan di Lamongan sebagian besar adalah jenis pelagis kecil dan demersal, sedangkan di Pelabuhanratu sebagian besar sumberdayanya pelagis besar. Pemilihan lokasi juga berdasarkan kriteria sosial ekonomi dari dua lokasi tersebut. Lamongan dengan jumlah produksi lebih 70 ribu ton (18% dari total produksi di Provinsi Jawa Timur), dan lebih dari 28.000 nelayan yang sebagian besar adalah nelayan kecil. Jumlah produksi di Pelabuhanratu sekitar 8 ribu ton (4,4% dari total produksi di Provinsi Jawa Barat). Lebih dari 5.000 nelayan yang bekerja dengan berbagai armada perikanan. Selain alasan ekonomi, nelayan di Lamongan memiliki lembaga sosial yang dikenal dengan nama "Blandongan" yang berfungsi sebagai "penyangga" dalam menghadapi ketidakpastian. Blandongan merupakan organisasi nelayan yang menyuarakan kepentingan nelayan dan membangun "aturan main" untuk memfasilitasi kepentingan nelayan. Sedangkan di Pelabuhanratu, meskipun tidak ada organisasi tertentu seperti "Blandongan" di Lamongan, namun memiliki kelembagaan formal dan informal seperti kelompok nelayan dan kelompok perantara yang dapat memfasilitasi kebutuhan nelayan. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis efisiensi alokasi sumber daya dan analisis perubahan faktor produktifitas total; melakukan analisis indeks ketidakstabilan perikanan tangkap; melakukan analisis value added perikanan tangkap skala kecil; dan melakukan analisis untuk mengetahui kecenderungan nelayan skala kecil dalam memenuhi modal untuk biaya operasional. Data yang digunakan adalah data skunder dan data primer yang diperoleh dari pelaku usaha perikanan. Total jumlah responden sebanyak 157 orang terdiri 83 orang di Lamongan dan 74 orang di Pelabuhanratu. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan Data Envelopement Analysis (DEA) dan analisis indeks Malmquist (MI) untuk mengetahui kapasitas sumber daya perikanan dan tingkat perubahan total produktifitas total perikanan. Analisis Indeks Ketidakstabilan (Coppoct Instability Indexs/CII) untuk mengetahui tingkat ketidakstabilan. Analisis regresi multinomial logistik digunakan untuk mengetahui kecenderungan nelayan dalam menggunakan sumber permodalan. Model yang direkomendasikan merupakan sintesa dari analisis-analisis yang telah dilakukan, yang merupakan saran kebijakan untuk pengembangan perikanan skala kecil.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

slhd 2012 buku1 slhd 2012 buku1

slhd 2012 buku1 slhd 2012 buku1

Gorontalo kaya dengan pesona alam sehingga memiliki banyak tempat wisata. Saat ini kawasan wisata yang sudah dikembangakan dan dikelola mencapai 25 buah. Beberapa diantaranya merupakan wisata bahari seperti Pantai Boalemo Indah, Pantai Kaidundu, dan Tangga 2000. Kawasan wisata laut untuk penyelaman yang dijadikan primadona adalah Pantai Olele. Di pantai Olele ini terdapat kekayaan alam berupa terumbu karang yang indah dan mempesona. Semantara itu terdapat beberapa air terjun yang penting yaitu Air Terjun Ayuhulalo, Air Terjun Lombongo, dan Air Terjun Siaga Permai. Wisata danau meliputi Danau Limboto, Danau Teratai, Danau Agrowisata dan Danau Perintis. Wisata sejarah dan budaya yang ramai dikunjungi adalah Rumah Adat Bandoyo Poboide dan Monumen Pendaratan Soekarno di Pinggir Danau Limboto. Sementara itu terdapat kolam pemandian berupa pemandian air panas seperti Air Panas Lembongo dan Pentadio Resort.
Baca lebih lanjut

93 Baca lebih lajut

Policy of Integrated and Sustainable Management of Limboto Lake

Policy of Integrated and Sustainable Management of Limboto Lake

Sinkronisasi kebijakan adalah atribut sensitif berikutnya terhadap dimensi kelembagaan. Berdasarkan observasi lapangan memberikan informasi singkronisasi kebijakan sangat lemah. Hal tersebut ditunjukkan oleh respon pemerintah daerah terhadap PERDA pengelolaan Danau Limboto yang diterbitkan oleh provinsi adalah lemah. Gambaran tersebut memberikan penguatan terhadap pandangan pesimistik bahwa pengelolaan sumberdaya alam dalam regim desentralisasi gagal memberikan perlindungannya terhadap sumberdaya alamnya. Kegagalan tersebut antara lain dipicu oleh agenda pembangunan sangat politis sesuai dengan kepentingan elit politiknya. Sisi lain mutasi SDM di kabupaten/kota sangat dinamis dan politis tanpa mempertimbagkan aspek kompotensi pada bidang pekerjaannya. Hal tersebut sejalan dengan penyampaian Suporaharjo dan Setyowati (2008) bahwa desentralisasi di Indonesia tidak muncul dari kebijakan yang terintegrasi dan terorganisasi dalam rencana pemerintah pusat. Sebaliknya terkesan terburu-buru seiring kompleksitas permasalahan politik ekonomi yang mendera pemerintah pusat. Secara detail ada tiga faktor penyebab belum optimalnya regim otonomi daerah dalam pengelolaan sumberdaya alam yaitu; (1) kepentingan elit politik, (2) koordinasi yang lemah dan (3) kapasitas SDM dan lembaga.
Baca lebih lanjut

199 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...