Dudek and Smith (CDS)

Top PDF Dudek and Smith (CDS):

Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan dan Lateness pada CV. Duamatek.

Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan dan Lateness pada CV. Duamatek.

Dengan adanya masalah tersebut maka penulis akan menuangkan hasil penelitian ini dalam suatu karya tulis ilmiah dengan judul “Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan dan Lateness pada CV. Duamatex ” .

20 Baca lebih lajut

Penerapan Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek and Smith untuk Mengurangi Waktu Produksi (Studi Kasus pada PT. "X").

Penerapan Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek and Smith untuk Mengurangi Waktu Produksi (Studi Kasus pada PT. "X").

Metode yang dikemukakan Campbell, Dudek and Smith (CDS) adalah pengembangan dari kaidah Johnson. Penjadwalan CDS ditujukan untuk penjadwalan pada beberapa mesin (lebih dari 2) dan bertujuan untuk mendapatkan makespan terkecil yang merupakan urutan pengerjaan tugas yang paling baik. Dari hasil analisis, penjadwalan menggunakan metode CDS menghasilkan 8 persamaan. Pengerjaan produksi yang paling efektif dengan menggunakan metode CDS adalah persamaan K=8 dengan urutan penjadwalan produksi AC 25502- AC 25502- TO 2203- OP 7502- OP 7502- OP 7502- OP 7502- OP 7501- OP 7501- TO 2202- TO 2203- OP 7501- OP 7501- TO 2202- OP 7501- TO 2202- TO 2202- TO 2203. Dari urutan tersebut maka diperoleh nilai makespan sebesar 5.446,150 menit dan idle time selama 17.124,565 menit. Dengan menggunakan metode CDS maka perusahaan dapat mengurangi keterlambatan proses produksi selama 1.032,320 menit.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Perbaikan Penjadwalan Produksi Dengan Menggunakan Metode Algoritma CDS (Campbell, Dudek And Smith)  Pada PT. Jakarana Tama

Perbaikan Penjadwalan Produksi Dengan Menggunakan Metode Algoritma CDS (Campbell, Dudek And Smith) Pada PT. Jakarana Tama

Penelitian dilakukan terhadap unit-unit produksi yang uraian proses produksinya terdiri dari pembuatan larutan konsui, pengadukan tepung, pengepresan, penyisiran, pengukusan, pemotongan, penggorengan, pengeringan dan pendinginan serta packing. Metode pengolahan data yang dilakukan adalah metode CDS (Campbell, Dudek and Smith) yaitu menangani n job yang diproses pada m mesin secara berurutan. Pemecahan masalah dengan menggunakan metode alogaritma CDS (Campbell, Dudek and Smith) Parsial di dapat nilai makespan yang minimum yaitu 32.8 dengan urutan 5-4.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

Penjadwalan Produksi untuk Meminimalisasi Waktu Proses Produksi dengan Metode Campbell Dudek and Smith / CDS (Studi Kasus pada CV. Tri Sapta Jaya, Bandung).

Penjadwalan Produksi untuk Meminimalisasi Waktu Proses Produksi dengan Metode Campbell Dudek and Smith / CDS (Studi Kasus pada CV. Tri Sapta Jaya, Bandung).

Berdasarkan hal-hal yang telah diungkapkan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian sebagai bahan penulisan dan penyusunan skripsi dengan judul: “Penjadwalan Produksi Untuk Meminimalisasi Waktu Proses Produksi Dengan Metode Campbell Dudek and Smith/CDS (Studi Kasus Pada CV Tri Sapta Jaya, Bandung)”

18 Baca lebih lajut

USULAN PENJADWALAN JOB DENGAN METODE CAMPBELL, DUDEK AND SMITH (CDS) DAN METODE NAWAZ, ENSCORE AND HAM (NEH) UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN PROSES STAMPING PART ISUZU DI LINE B PT XYZ

USULAN PENJADWALAN JOB DENGAN METODE CAMPBELL, DUDEK AND SMITH (CDS) DAN METODE NAWAZ, ENSCORE AND HAM (NEH) UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN PROSES STAMPING PART ISUZU DI LINE B PT XYZ

1) Dari hasil analisis berdasarkan waktu penyelesaiaan akhir (makespan) didapatkan hasil penjadwalan dengan menggunakan metode Nawaz, Enscore and Ham (NEH) memiliki makespan yang lebih cepat dibandingkan dengan metode Campbell, Dudek and Smith (CDS), sehingga metode Nawaz, Enscore and Ham (NEH) dapat dijadikan sebagai metode usulan penjadwalan produksi di PT XYZ.

9 Baca lebih lajut

Penjadwalan Mesin Dengan Metode CDS  (Campbell, Dudek & Smith) Dan Metode Palmer  Pada Bagian Casting Shop Di PT. Indonesia Asahan  Aluminium (Inalum)

Penjadwalan Mesin Dengan Metode CDS (Campbell, Dudek & Smith) Dan Metode Palmer Pada Bagian Casting Shop Di PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)

“Situasi flowshop secara umum, dimana semua pekerjaan harus melewati semua mesin pada pemesanan yang sama, metode algoritma heuristik selalu menyelesaikan prioritas pekerjaan berdasarkan total waktu proses yang tinggi dibandingkan total waktu proses yang rendah (waktu penyelesaian yang kecil). Metode yang dikemukakan Campbell, Dudek, and Smith (CDS) adalah pengembangan dari aturan yang telah dikemukakan oleh Jhonson, dimana setiap pekerjaan atau tugas yang akan diselesaikan harus melewati proses masing- masing mesin yang diusahakan untuk mendapatkan harga makespan yang terkecil merupakan urutan pengerjaan tugas yang paling baik.” 25 .
Baca lebih lanjut

233 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Mesin Seri pada CV "X" dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek, and Smith, guna Mengurangi Total Makespan pada Penyelesaian Produksi.

Analisis Penjadwalan Mesin Seri pada CV "X" dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek, and Smith, guna Mengurangi Total Makespan pada Penyelesaian Produksi.

Today Competition in manufacturing industry is getting bigger, it is because so many company engaged in this industry, from that fact every company should be able to deal with every competition by displaying and giving the best performance for consumers either with the service, product or both. In this study we will discussed about scheduling system on a series machine using Campbell, Dudek, and Smith method for minimizing the completion time of product. With this CDS method, the company is expected to be minimizing lateness and get the best time that more efficient to finish the order that the company get from the consumers. CV X is a company who implementing make to order system with the order who come first (first-come first serve). The scheduling is done according to the order with sequence 1-2-3-4-5-6 obtained makespan 324,25 hour and idle time 575,1 hour, by using Campbell, Dudek, and Smith method there best alternate is K=1 and K=4 obtained makespan 272,75 hour and idle time 422,55 hour.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Mesin dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan (Studi pada PT. "X").

Analisis Penjadwalan Mesin dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan (Studi pada PT. "X").

PT. X is a company engaged in manufacturing, especially in the sewing business. Production scheduling is implemented using the company's production system First Come First Serve (FCFS). FCFS perform sorting method based on jobs that come first to be done first. This causes the entire production completion time (makespan) has a longer trend. The aim of this research is to elaborate an alternative method of production scheduling through the application of Campbell Dudek and Smith (CDS) methods to minimize makespan and expected to minimize lateness.
Baca lebih lanjut

20 Baca lebih lajut

USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG).

USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG).

Oleh karena itu, perlu dilakukan penjadwalan produksi untuk menanggulangi masalah tersebut sehingga tersedia waktu yang lebih panjang untuk memproses produk non rutin lainnya. Peneliti melihat bahwa makespan di PT Pan Panel Palembang dapat diperkecil, sehingga menjadi lebih efisien dengan melakukan penjadwalan produksi. Salah satu metode penjadwalan produksi yang dapat meminimasi makespan dan menghasilkan solusi yang mendekati optimal adalah metode Campbell Dudek and Smith (CDS). Metode yang sama pernah digunakan untuk melakukan analisa penjadwalan produksi di PT Loka Refraktoris Surabaya [6].
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan dalam Meminimalkan Total Waktu Proses Produksi Menggunakan Metode CDS (Cambell, Dudek, and Smith) pada Perusahaan Tamanara Bandung.

Analisis Penjadwalan dalam Meminimalkan Total Waktu Proses Produksi Menggunakan Metode CDS (Cambell, Dudek, and Smith) pada Perusahaan Tamanara Bandung.

Perusahaan seperti ini sangat memerlukan penjadwalan produksi yang memadai agar dapat diketahui kapan produksi harus dimulai, dan kapan harus selesai, sehingga produk dapat diserahkan tepat waktu pada konsumen. Oleh karena itu sudah selayaknya apabila dilakukan penelitan guna membantu menyusun penjadwalan bagi perusahaan Tamanara yang selanjutnya hasil penelitian yang ada dilaporkan dalam bentuk tulisan karya ilmiah atau skripsi dengan judul "Analisis Penjadwalan dalam Meminimalkan Total Waktu Proses Produksi Menggunakan Metode CDS (Cambell, Dudek, and Smith) pada Perusahaan Tamanara Bandung".
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Analisa Penjadwalan Produksi untuk Meminimalkan Waktu Produksi dengan Menggunakan Algoritma Campbell, Dudek dan Smith (Studi Kasus pada PT. Toko Online).

Analisa Penjadwalan Produksi untuk Meminimalkan Waktu Produksi dengan Menggunakan Algoritma Campbell, Dudek dan Smith (Studi Kasus pada PT. Toko Online).

Industrial growth is rapidly increasing, it requires every company to be more competitive in providing services to the consumers. Production scheduling in the company is one form of services which can be one way for the company to face the competitors. In general, production scheduling is an important thing, especially in the manufacturing companies. Production time in a company can be one of the references for the consumers in choosing the best service. Therefore, the preparation of the company's production schedule must be made as good as possible to increase the efficiency of the production. One of the companies that require production scheduling is PT.Toko Online which engaged in the convection, especially in the producion of shirts, jackets, jeans and chino. PT.Toko Online is companies that implemented the job order system in which the product will be made when the type and number of orders have been received from the consumers. In this case, the application of the Campbell, Dudek and Smith Method is an appropriate method with the production system which used by PT.Toko Online. CDS is a scheduling algorithm which is used for more than two machine series. The makespan of CDS is 4378 minutes, it’s more efficient 62 minutes than the company method.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH - Bina Darma e-Journal

PENINGKATAN PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH - Bina Darma e-Journal

Abstrak : PT Karya Makmur Armada adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang konstruksi logam. Penjadwalan produksi yang diterapkan perusahaan menggunakan sistem produksi First Come First Serve (FCFS). Metode FCFS melakukan pengurutan berdasarkan job yang datang lebih dulu. Hal ini menyebabakan waktu penyelesaian seluruh produksi (makespan) menjadi lebih panjang. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini akan digunakan alternatif metode penjadwalan produksi melalui penerapan metode Campbell Dudek and Smith (CDS) untuk meminimumkan makespan. Metode CDS merupakan pengembangan dari algoritma Jhonson yang melakukan penjadwalan produksi berdasarkan atas waktu proses terkecil pada n job dan m mesin. penjadwalan dengan metode CDS pada penelitian ini menghasilkan 7 iterasi dengan urutan yang dihasilkan adalah 2 – 3 – 1. Nilai makespan yang diperoeh adalah 6960 menit. Setelah dilakukan perbandingan, kesimpulannya adalah penjadwalan produksi menggunakan metode CDS lebih baik daripada metode FCFS.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI ALGORITMATABU- SEARCH DAN ALGORITMA CAMPBELL, DUDEK, SMITH DALAM PENJADWALAN FLOWSHOP

IMPLEMENTASI ALGORITMATABU- SEARCH DAN ALGORITMA CAMPBELL, DUDEK, SMITH DALAM PENJADWALAN FLOWSHOP

Kinerja suatu perusahaan akan maksimal jika perusahaan tersebut tidak hanya memaksimalkan penggunaan sumber daya yang ada dengan memperhatikan faktor- faktor lain. Perusahaan juga perlu membuat perencanaan kerja yang matang sehinnga perlu dilakukan penjadwalan produksi yang baik. Salah satu permasalahan penjadwalan yang umum ditemui adalah pejadwalan flowshop. Dalam pengaplikasian ilmu Matematika terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam menyelesaikan penjadwalan produksi flowshop, diantaranya adalah Algoritma Campbell, Dudek, Smith (CDS) dan Tabu-Search (TS). Oleh karena itu penulis akan meneliti dan membandingkan algoritma Tabu-Search (TS) dengan algoritma Campbell, Dudek, and Smith (CDS) agar dapat memberi pembuktian secara fisik dalam menyelesaikan permasalahan penjadwalan flowshop. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah melakukan penjadwalan flowshop menggunakan algoritma TS dan algoritma CDS untuk mendapatkan nilai makespan minimum selanjutnya membandingkan kedua algoritma tersebut agar diperoleh algoritma yang lebih sesuai dalam menyelesaikan masalah penjadwalan.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

Penjadwalan Mesin dengan Metode CDS (Campbell, Dudek & Smith) untuk Mengurangi Keterlambatan pada Tea Collection.

Penjadwalan Mesin dengan Metode CDS (Campbell, Dudek & Smith) untuk Mengurangi Keterlambatan pada Tea Collection.

Banyak industri yang sejenis saling berlomba-lomba untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi kepuasan dan kebutuhan konsumen. Hal ini menyebabkan perusahaan harus dapat mempertahankan kualitas dan ketepatan waktu pada setiap produk yang dihasilkannya. Agar produk dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, maka perlu dilakukan metode penjadwalan yang dapat mendukung proses produksi dengan baik. Berdasarkan hal di atas, diperlukan adanya penjadwalan produksi serta proses pengerjaan job yang lebih efektif dalam pelaksanaan aktivitas proses produksinya, namun tetap memperhatikan dan mengutamakan kualitas produk. Dalam penelitian ini metode penjadwalan yang akan digunakan adalah metode Campbell Dudek Smith ( CDS ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penjadwalan dengan menggunakan metode CDS menghasilkan makespan 1398.27 jam dengan 8 job, dimana terdapat 1 job yang tidak terlambat.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH UNTUK MEMINIMASI WAKTU PRODUKSI (Studi Kasus di UD. Arjasa, Batu Malang)

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH UNTUK MEMINIMASI WAKTU PRODUKSI (Studi Kasus di UD. Arjasa, Batu Malang)

menurunkan makespan ( total waktu proses yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kumpulan job ) sehingga perusahaan dapat melakukan penghematan baik itu dari segi waktu maupun dari segi biaya produksi dengan menggunakan metode Campbell Dudek And Smith Dari penerapan metode Campbell Dudek And Smith secara analisis diperoleh penjadwalan job yang lebih baik dari penjadwalan yang ada pada perusahaan. Pada perhitungan makespan metode Campbell Dudek And Smith diperoleh urutan pengerjaan job yang berbeda dengan urutan

2 Baca lebih lajut

ANALISIS PERBANDINGAN URUTAN JOB UNTUK MINIMASI MAKESPAN DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK SMITH (CDS) DI BAGIAN PRODUKSI PT KOMATSU PATRIA ATTACHMENT

ANALISIS PERBANDINGAN URUTAN JOB UNTUK MINIMASI MAKESPAN DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK SMITH (CDS) DI BAGIAN PRODUKSI PT KOMATSU PATRIA ATTACHMENT

Penjadwalan dilakukan untuk membuat susunan urutan pekerjaan yang optimal. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan nilai makespan dan biaya tenaga kerja antara metode CDS dengan metode FCFS, dan mengetahui metode penjadwalan yang optimal untuk diterapkan di perusahaan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode algoritma Campbell Dudek Smith (CDS) dan dengan metode penjadwalan yang diterapkan perusahaan saat ini, yaitu metode FCFS (First Come First Serve). Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu, penjadwalan dengan metode CDS menghasilkan nilai makespan sebesar 315 jam, atau lebih cepat 10 jam dari penjadwalan dengan metode FCFS yang menghasilkan nilai makespan sebesar 325 jam. Sedangkan biaya tenaga kerja yang dihasilkan dengan metode CDS sebesar Rp. 500.524.920.00, atau dapat menghemat biaya tenaga kerja sebesar Rp.15.889.680,00 jika dibandingkan dengan penjadwalan menggunakan metode FCFS yang menghasilkan biaya tenaga kerja sebesar Rp. 516.414.600,00. Maka penjadwalan dengan metode CDS lebih optimal dari penjadwalan dengan metode FCFS.
Baca lebih lanjut

16 Baca lebih lajut

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK PENGURUTAN PRODUKSI PESANAN TABLET DENGAN MEMBANDINGKAN KINERJA ALGORITMA CAMPBELL DUDEK AND SMITH DAN ALGORITMA PALMER DI PT. METISKA FARMA - Binus e-Thesis

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI UNTUK PENGURUTAN PRODUKSI PESANAN TABLET DENGAN MEMBANDINGKAN KINERJA ALGORITMA CAMPBELL DUDEK AND SMITH DAN ALGORITMA PALMER DI PT. METISKA FARMA - Binus e-Thesis

PT.Metiska Farma merupakan perusahaan manufaktur yang melayani pesanan yang datang dari customer yang telah melakukan kontrak kerja sama tertentu. Pesanan yang berasal dari customer tersebut dikhususkan untuk pesanan produk obat tablet saja. Pesanan diterima Divisi Marketing masih dalam satuan box dan disimpan sebagai data pesanan obat tablet periode tertentu. Data pesanan Divisi Marketing diolah oleh Divisi PPIC dengan mempertimbangkan faktor stock dan WIP. Divisi PPIC bertanggung jawab mengolah data pesanan Divisi Marketing tersebut sehingga menjadi batch processing, yakni jumlah batch yang harus diproduksi oleh Divisi Produksi yang disebut juga data pesanan Divisi PPIC. Data pesanan Divisi PPIC menjadi input bagi Divisi Produksi. Divisi Produksi bertanggung jawab dalam menentukan urutan produksi yang paling tepat. Masalah yang dihadapi oleh PT.Metiska Farma dan Divisi Produksi pada khususnya adalah mengenai penentuan urutan produksi pesanan yang tepat. Selama ini Divisi Produksi PT. Metiska Farma tidak menggunakan algoritma prioritas apapun untuk menunjang penentuan urutan produksi pesanan obat tablet. Oleh sebab latar belakang tersebut, maka sistem informasi mencoba untuk memenuhi kebutuhan dari PT.Metiska Farma untuk dapat menentukan urutan produksi yang tepat. Penentuan urutan produksi yang tepat dipengaruhi oleh faktor pesanan, waktu proses obat tablet satu batch, waktu setting mesin, dan algoritma prioritas yang digunakan yakni Algoritma Campbell Dudek and Smith dan Algoritma Palmer. Untuk membuat sistem tersebut digunakan bahasa pemograman Visual Basic 6.0 dan database SQL Server serta bahasa permodelan UML yang berdasarkan pada analisa berorientasi objek (OOA&D).
Baca lebih lanjut

12 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment. - Ubharajaya Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment. - Ubharajaya Repository

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis ingin megajukan judul penelitian “ Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment ”.

9 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan pada Mesin Seri Guna Meminimalkan Waktu Penyelesaian Produksi Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith Studi pada Usaha L Collection.

Analisis Penjadwalan pada Mesin Seri Guna Meminimalkan Waktu Penyelesaian Produksi Menggunakan Metode Campbell Dudek Smith Studi pada Usaha L Collection.

“L collection” adalah perusahaan konveksi yang menerapkan sistem make to order dan pelayanan produksinya sesuai dengan pesanan (order) yang lebih dahulu datang (First Come First Serve). Sebagai perusahaan yang melakukan produksi berdasarkan pesanan, masalah yang kerap kali muncul adalah waktu selesai dari tiap pesanan akan berbeda – beda sesuai dengan jumlah pesanan dan jenis produk. Dalam proses produksi perusahaan terdapat sejumlah pekerjaan (job) yang diproses dalam seri tahapan operasi. Keseluruhan pekerjaan diproses dalam beberapa mesin seri aliran proses satu arah, mulai seri tahap awal sampai dengan seri tahap akhir. Terdapat dua metode yang dapat digunakan yaitu kaidah Johnson dan metode Campbell Dudek and Smith. Salah satu penjadwalan yang dapat dilakukan penulis ialah dengan menggunakan metode Campbell Dudek and Smith, dimana produksinya dilakukan sesuai dari pesanan yang diterima dan merupakan salah satu solusi untuk meminimalkan waktu penyelesaian produksi guna menghindari adanya pekerjaan yang terlambat untuk diselesaikan. Alasan penulis menggunakan penjadwalan mesin seri dengan metode Campbell Dudek and Smith dibandingkan dengan menggunakan kaidah Johnson karena metode ini merupakan pengembangan dari kaidah Johnson. Dengan metode ini dapat mengetahui alternatif rancangan produksi terbaik, dibanding kaidah Johnson yang hanya dengan satu alternatif saja. Dengan metode ini dapat diketahui waktu yang dihabiskan pekerjaan dalam produksi (flowtime) dan meminimalkan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan produksi (makespan), diharapkan dapat mengurangi waktu penyelesaian pesanan dan menghindari keterlambatan (lateness).
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

Evaluasi Penjadwalan Produksi pada Bengkel Bubut Cahaya Teknik dengan Metode CDS (Campbell, Dudek, Smith).

Evaluasi Penjadwalan Produksi pada Bengkel Bubut Cahaya Teknik dengan Metode CDS (Campbell, Dudek, Smith).

In this case Bengkel Bubut Cahaya Teknik manufactures four products namely large gear, small gear, as, and roll. The problems that arise are still the engine idle during poduksi process progresses, to prevent scheduling method Campbell, Dudek, and Smith used to search for alternative of scheduling.

18 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...