Dudek and Smith (CDS)

Top PDF Dudek and Smith (CDS):

USULAN PENJADWALAN JOB DENGAN METODE CAMPBELL, DUDEK AND SMITH (CDS) DAN METODE NAWAZ, ENSCORE AND HAM (NEH) UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN PROSES STAMPING PART ISUZU DI LINE B PT XYZ

USULAN PENJADWALAN JOB DENGAN METODE CAMPBELL, DUDEK AND SMITH (CDS) DAN METODE NAWAZ, ENSCORE AND HAM (NEH) UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN PROSES STAMPING PART ISUZU DI LINE B PT XYZ

Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) dikembangkan oleh H.G Campbell, R.A. Dudek, dan M.L. Smith yang didasarkan atas algoritma Johnson [2]. Metode ini pada dasarnya memecahkan persoalan dua mesin flow shop dengan membagi m mesin ke dalam dua grup, kemudian pengurutan job pada kedua mesin tadi menggunakan algoritma Johnson. Setelah diperoleh sebanyak m-1 alternatif, kemudian dipilih urutan dengan makespan terkecil.

9 Baca lebih lajut

Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan dan Lateness pada CV. Duamatek.

Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan dan Lateness pada CV. Duamatek.

Based on above case, scheduling process implementation is needed to get more effectiveness in the production process activity while still maintaining and setting priority to the quality of the product. This observation is based on Campbell Dudek and Smith (CDS) Method because the production process used by the company has more than two series machines.

20 Baca lebih lajut

PENINGKATAN PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH - Bina Darma e-Journal

PENINGKATAN PERENCANAAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH - Bina Darma e-Journal

Abstrak : PT Karya Makmur Armada adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang konstruksi logam. Penjadwalan produksi yang diterapkan perusahaan menggunakan sistem produksi First Come First Serve (FCFS). Metode FCFS melakukan pengurutan berdasarkan job yang datang lebih dulu. Hal ini menyebabakan waktu penyelesaian seluruh produksi (makespan) menjadi lebih panjang. Berdasarkan hal tersebut maka dalam penelitian ini akan digunakan alternatif metode penjadwalan produksi melalui penerapan metode Campbell Dudek and Smith (CDS) untuk meminimumkan makespan. Metode CDS merupakan pengembangan dari algoritma Jhonson yang melakukan penjadwalan produksi berdasarkan atas waktu proses terkecil pada n job dan m mesin. penjadwalan dengan metode CDS pada penelitian ini menghasilkan 7 iterasi dengan urutan yang dihasilkan adalah 2 – 3 – 1. Nilai makespan yang diperoeh adalah 6960 menit. Setelah dilakukan perbandingan, kesimpulannya adalah penjadwalan produksi menggunakan metode CDS lebih baik daripada metode FCFS.
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Peranan Penjadwalan Produksi untuk Meminimumkan Keterlambatan pada Perusahaan "X".

Peranan Penjadwalan Produksi untuk Meminimumkan Keterlambatan pada Perusahaan "X".

Many garment companies are competing to provide the best results for the customer satisfaction. This led the company must be able to maintain the quality and timeliness of product completion. To be able to finish the product on time, a company needs to pay attention to the problem of production scheduling. So the company need a good production scheduling. With the effective production scheduling, is expected to reduce delays in order completion. In this study, production scheduling method to be used is Campbell, Dudek and Smith (CDS) method, because the production process uses more than three series machines.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Mesin dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan (Studi pada PT. "X").

Analisis Penjadwalan Mesin dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek and Smith (CDS) untuk Meminimumkan Makespan (Studi pada PT. "X").

2. Urutan yang paling efektif menurut metode CDS ialah urutan dengan menggunakan persamaan K= 5, yaitu R- B- A- O- L- S- F- P- D- M- N- K- C- Q- J- E- H- G- I dengan makespan selama 13221,99 menit dengan idle time total selama 40702,29 menit, walapun jumlah order yang terlambat lebih banyak jika dibandingkan dengan metode yang digunakan oleh perusahaan.

20 Baca lebih lajut

USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG).

USULAN PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH (STUDI KASUS PADA PT PAN PANEL PALEMBANG).

Metode yang dikemukakan Campbell, Dudek and Smith (CDS) adalah pengembangan dari aturan yang telah dikemukakan oleh Jhonson, yang setiap pekerjaan atau tugas yang akan diselesaikan harus melewati proses pada masing-masing mesin [3]. Penjadwalan yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan harga makespan yang terkecil yang merupakan urutan pengerjaan tugas yang paling baik. Jhonson’s rule adalah suatu aturan meminimumkan makespan 2 mesin yang disusun pararel dan saat ini menjadi dasar teori penjadwalan. Permasalahan Jhonson diformulasikan dengan job j yang diproses pada 2 mesin dengan t j1 adalah waktu proses pada mesin 1 dan t j2 waktu proses pada mesin 2. Secara sistematis
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

Penerapan Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek and Smith untuk Mengurangi Waktu Produksi (Studi Kasus pada PT. "X").

Penerapan Penjadwalan Produksi dengan Menggunakan Metode Campbell Dudek and Smith untuk Mengurangi Waktu Produksi (Studi Kasus pada PT. "X").

Campbell, Dudek and Smith (CDS) method is the development from Johnson Rules. CDS’s Scheduling intended for scheduling on multiple machines (more than 2) and aims to get the smallest makespan which is the best tasks sequence. From the analysis, scheduling using CDS method produces 8 equations. The most effective production by using the CDS is the equation K = 8 with sequence AC 25502- AC 25502- TO 2203- OP 7502- OP 7502- OP 7502- OP 7502- OP 7501- OP 7501- TO 2202- TO 2203- OP 7501- OP 7501- TO 2202- OP 7501- TO 2202- TO 2202- TO 2203 production scheduling. From the order, the makespan values obtained 5.446.150 minutes and idle time 17.124.565 minutes. By using the CDS, the company can reduce the delay in the production process 1.032.320 minutes.
Baca lebih lanjut

18 Baca lebih lajut

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH UNTUK MEMINIMASI WAKTU PRODUKSI (Studi Kasus di UD. Arjasa, Batu Malang)

PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CAMPBELL DUDEK AND SMITH UNTUK MEMINIMASI WAKTU PRODUKSI (Studi Kasus di UD. Arjasa, Batu Malang)

pengerjaan job ( produk ) di perusahaan, penghematan yang terjadi adalah rata-rata sebesar 15 % tiap bulannya. Sedangkan untuk perbandingan biaya produksi ( biaya tenaga kerja dan biaya penggunaan daya listrik ) berdasarkan makespan antara penjadwalan CDS dengan penjadwalan perusahaan diperoleh penghematan biaya dengan prosentase 16,5 % tiap bulannya

2 Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Produksi untuk Meminimumkan Waktu Penyelesaian Produksi pada CV. Megah Jaya Abadi.

Analisis Penjadwalan Produksi untuk Meminimumkan Waktu Penyelesaian Produksi pada CV. Megah Jaya Abadi.

CV. Megah Jaya Abadi is a garment company which production schedulings are now arranged by the method of First Come First Serve (FCFS) which means that the order was set in accordance with the sequence of orders are coming. So as the problems arising in the company are often the case that a long completion time of production. In this research will be discussed about the scheduling of serial machine with Campbell Dudek and Smith method to minimize the makespan at CV. Megah Jaya Abadi.

Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Produksi Untuk Meminimalkan Makespan pada Perusahaan The Denim Club.

Analisis Penjadwalan Produksi Untuk Meminimalkan Makespan pada Perusahaan The Denim Club.

Dalam ketatnya persaingan industri saat ini menuntut setiap perusahaan untuk lebih kompetitif dalam memberikan pelayanan kepada konsumen. Dalam hal memuaskan kebutuhan konsumen, perusahaan sangatlah memperhatikan pelayanan yang akan diberikan pada konsumen. Penjadwalan produksi pada perusahaan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang dapat menjadi salah satu cara perusahaan dalam menghadapi para pesaing. Pada umumnya penjadwalan produksi merupakan hal yang penting khususnya pada perusahaan manufaktur. Waktu produksi yang dimiliki setiap perusahaan menjadi salah satu acuan konsumen dalam memilih pelayanan yang terbaik. Oleh karena itu, penyusunan penjadwalan produksi perusahaan harus dibuat sebaik mungkin guna mencapai efisiensi produksi. Salah satu perusahaan yang memerlukan penjadwalan produksi adalah The Denim Club yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan produk konveksi & garment yang berdiri pada tahun 2014 di kota Balikpapan. Spesialisasi perusahaan ini adalah pengadaan produk jeans, produk pakaian/ konveksi dan merchandising perusahaan. Beberapa produk konveksi & garment yang perusahaan hasilkan adalah celana jeans, jaket jeans, seragam kantor/ kerja, seragam event/ komunitas, t-shirt brand/ distro, t-shirt komunitas, polo shirt, wearpack, coverall, pakaian olahraga, rompi, merchandise perusahaan. The Denim Club merupakan perusahaan yang menerapkan sistem job order dimana produk akan dibuat apabila jenis dan jumlah pesanan telah diterima dari konsumen. Dalam hal ini penerapan metode Campbell, Dudek, dan Smith (Algoritma CDS) merupakan metode yang sesuai dengan sistem produksi yang selama ini diterapkan oleh The Denim Club. Algoritma CDS merupakan penjadwalan yang digunakan pada penggunaan lebih dari dua mesin seri. Dengan menggunakan algoritma CDS didapat makespan 10106 menit, sehingga bisa menghemat waktu selama 1496 menit bila dibandingkan dengan kebijakan perusahaan selama ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

IMPLEMENTASI ALGORITMATABU- SEARCH DAN ALGORITMA CAMPBELL, DUDEK, SMITH DALAM PENJADWALAN FLOWSHOP

IMPLEMENTASI ALGORITMATABU- SEARCH DAN ALGORITMA CAMPBELL, DUDEK, SMITH DALAM PENJADWALAN FLOWSHOP

Kinerja suatu perusahaan akan maksimal jika perusahaan tersebut tidak hanya memaksimalkan penggunaan sumber daya yang ada dengan memperhatikan faktor- faktor lain. Perusahaan juga perlu membuat perencanaan kerja yang matang sehinnga perlu dilakukan penjadwalan produksi yang baik. Salah satu permasalahan penjadwalan yang umum ditemui adalah pejadwalan flowshop. Dalam pengaplikasian ilmu Matematika terdapat beberapa metode yang dapat digunakan dalam menyelesaikan penjadwalan produksi flowshop, diantaranya adalah Algoritma Campbell, Dudek, Smith (CDS) dan Tabu-Search (TS). Oleh karena itu penulis akan meneliti dan membandingkan algoritma Tabu-Search (TS) dengan algoritma Campbell, Dudek, and Smith (CDS) agar dapat memberi pembuktian secara fisik dalam menyelesaikan permasalahan penjadwalan flowshop. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah melakukan penjadwalan flowshop menggunakan algoritma TS dan algoritma CDS untuk mendapatkan nilai makespan minimum selanjutnya membandingkan kedua algoritma tersebut agar diperoleh algoritma yang lebih sesuai dalam menyelesaikan masalah penjadwalan.
Baca lebih lanjut

87 Baca lebih lajut

ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH, PALMER DAN DANNENBRING UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN DI PT. MADJU WARNA STEEL SURABAYA.

ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH, PALMER DAN DANNENBRING UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN DI PT. MADJU WARNA STEEL SURABAYA.

PT. Madju Color Steel is a manufacturing company engaged in the metal casting industry. One of the products that are produced in mining rock breaker with type Jaw Plate, Body Swing Jaw, Tougle Block, Tougle Plate, Seat Belt. The company's production activities by reservation (job order), the scheduling system FCFS (First Come First Served) the job is first come first served. In meeting the demand of consumers is less efficient because there are still some jobs that can not be completed within the customer wants. It is caused due to a less effective production activities, thereby reducing customer satisfaction and confidence.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH, PALMER DAN DANNENBRING UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN DI PT. MADJU WARNA STEEL SURABAYA

ANALISIS PENJADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH, PALMER DAN DANNENBRING UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN DI PT. MADJU WARNA STEEL SURABAYA

Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dengan judul “ANALISIS PENJ ADWALAN PRODUKSI DENGAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH, PALMER DAN DANNENBRING UNTUK MEMINIMUMKAN MAKESPAN DI PT. MADJ U WARNA STEEL SURABAYA”. Penelitian ini merupakan tugas wajib dan sebagai syarat untuk menyelesaikan program sarjana strata satu (S-1) di Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment. - Ubharajaya Repository

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment. - Ubharajaya Repository

Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis ingin megajukan judul penelitian “ Analisis Perbandingan Urutan Job Untuk Minimasi Makespan Dengan Metode Campbell Dudek Smith (CDS) Di Bagian Produksi PT Komatsu Patria Attachment ”.

9 Baca lebih lajut

PENENTUAN PENJADWALAN PRODUKSI GEAR DENGAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH, PALMER DAN DANENNBRING UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DI PT. TJOKRO PUTRA PERKASA SURABAYA

PENENTUAN PENJADWALAN PRODUKSI GEAR DENGAN METODE CAMPBELL DUDECK SMITH, PALMER DAN DANENNBRING UNTUK MEMINIMASI MAKESPAN DI PT. TJOKRO PUTRA PERKASA SURABAYA

The method of calculation turns out the actual company produces makespan scheduling for 317707 seconds. Several methods of production scheduling is proposed CDS method (Campbell Dudeck Smith) produces makespan 312213 seconds, Palmer method produces makespan 315437 seconds and Dannenbring method produces makespan 315437 seconds. By applying the proposed method, selected (Dudeck Campbell Smith), the production turnaround time is quicker with time savings of 5494 seconds ≈ 1.5 hours (or about 1.73%).

Baca lebih lajut

Analisis Penjadwalan Mesin Seri pada CV "X" dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek, and Smith, guna Mengurangi Total Makespan pada Penyelesaian Produksi.

Analisis Penjadwalan Mesin Seri pada CV "X" dengan Menggunakan Metode Campbell, Dudek, and Smith, guna Mengurangi Total Makespan pada Penyelesaian Produksi.

Persaingan dalam industri manufaktur saat ini sudah semakin berkembang, dikarenakan sudah banyaknya perusahaan yang bergerak di bidang ini, untuk itu setiap perusahaan harus mampu menghadapi persaingan dengan menampilkan dan memberikan performa mereka yang terbaik bagi konsumennya baik dengan pelayanannya, produk maupun keduanya. Penenlitian ini membahas tentang sistem penjadwalan pada mesin seri dengan menggunakan metode Campbell, Dudek, and Smith dengan maksud untuk meminimumkan waktu penyelesaian produk. Dengan menggunakan metode penjadwalan CDS ini diharapakan perusahaan dapat meminimalkan keterlambatan penyelesaian suatu pesanan dan mendapatkan waktu yang lebih efesian dalam penyelesaian pesanan (makespan). CV X adalah perusahaan yang menerapkan sistem make to order dengan pesanan yang datang terlebih dahulu (first-come first-serve). Penjadwalan yang dilakukan sesuai pesanan dengan urutan 1-2-3-4-5-6 didapatkan makespan sebesar 324,25 jam dan idle time sebesar 575,1 jam, sedangkan dengan menggunakan metode Campbell, Dudek, and Smith menghasilkan alternatif terbaik yaitu K=1 dan K=4 dengan makespan 272,75 jam dan idle time 422,55 jam.
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

Penjadwalan Mesin Dengan Metode CDS  (Campbell, Dudek & Smith) Dan Metode Palmer  Pada Bagian Casting Shop Di PT. Indonesia Asahan  Aluminium (Inalum)

Penjadwalan Mesin Dengan Metode CDS (Campbell, Dudek & Smith) Dan Metode Palmer Pada Bagian Casting Shop Di PT. Indonesia Asahan Aluminium (Inalum)

unit-unit produksi (resources) yang berkaitan langsung pada proses produksi, seperti yang dikemukakan berikut ini : “…….each activity requires certain amounts of specified resources for a specified time called the process time. Resources also have elementary parts called machine, cells, transport, delay and so on” 12 , yang artinya setiap aktivitas yang diminta pada jenis sumber daya untuk sebuah waktu yang disebut waktu proses. Sumber daya juga memiliki bagian- bagian yang disebut mesin, sel, transportasi, penundaan dan sebagainya. hal ini menunjukkan bahwa penjadwalan tidak hanya terbatas pada mesin saja tetapi setiap elemen kerja yang membutuhkan waktu.
Baca lebih lanjut

233 Baca lebih lajut

Penjadwalan Mesin dengan Metode CDS (Campbell, Dudek & Smith) untuk Mengurangi Keterlambatan pada Tea Collection.

Penjadwalan Mesin dengan Metode CDS (Campbell, Dudek & Smith) untuk Mengurangi Keterlambatan pada Tea Collection.

Many industries with same product are compete to give the best services for customer needs and satisfaction. Regarding this the company should be hold out the quality and right timing for every product. In order the product can be finished with the right time, the company needs to apply scheduling method which can support good production process. Based on above case, scheduling process is needed for implementation of production process activity, beside that the quality of product must be attended and has priority. In this observation will be used the method of Campbell Dudek Smith (CDS) method.The result of this observation shows that using CDS method gives makespan 1398.27 hours and among 8 jobs, there is 1 job that can be finished earlier.
Baca lebih lanjut

15 Baca lebih lajut

Evaluasi Penjadwalan Produksi pada Bengkel Bubut Cahaya Teknik dengan Metode CDS (Campbell, Dudek, Smith).

Evaluasi Penjadwalan Produksi pada Bengkel Bubut Cahaya Teknik dengan Metode CDS (Campbell, Dudek, Smith).

In this case Bengkel Bubut Cahaya Teknik manufactures four products namely large gear, small gear, as, and roll. The problems that arise are still the engine idle during poduksi process progresses, to prevent scheduling method Campbell, Dudek, and Smith used to search for alternative of scheduling.

18 Baca lebih lajut

Perbaikan Penjadwalan Produksi Dengan Menggunakan Metode Algoritma CDS (Campbell, Dudek And Smith)  Pada PT. Jakarana Tama

Perbaikan Penjadwalan Produksi Dengan Menggunakan Metode Algoritma CDS (Campbell, Dudek And Smith) Pada PT. Jakarana Tama

Penelitian dilakukan terhadap unit-unit produksi yang uraian proses produksinya terdiri dari pembuatan larutan konsui, pengadukan tepung, pengepresan, penyisiran, pengukusan, pemotongan, penggorengan, pengeringan dan pendinginan serta packing. Metode pengolahan data yang dilakukan adalah metode CDS (Campbell, Dudek and Smith) yaitu menangani n job yang diproses pada m mesin secara berurutan. Pemecahan masalah dengan menggunakan metode alogaritma CDS (Campbell, Dudek and Smith) Parsial di dapat nilai makespan yang minimum yaitu 32.8 dengan urutan 5-4.
Baca lebih lanjut

168 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...