Dukungan Tenaga Kesehatan

Top PDF Dukungan Tenaga Kesehatan:

Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu serta Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Pemberian Makanan pada Balita di Puskesmas Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai

Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu serta Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Pemberian Makanan pada Balita di Puskesmas Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap ibu serta dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian makanan pada balita di Puskesmas Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2011. Penelitian ini menggunakan jenis explanatory survey. Populasi adalah ibu yang memiliki balita dan melakukan penimbangan berat badan balitanya pada pelayanan kesehatan puskesmas/posyandu di Kecamatan Bandar Khalifah, yang berjumlah 1.421 ibu. Jumah sampel sebanyak 93 ibu, yang diperoleh dengan cara simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik ganda.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Hasil analisis diketahui bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan pada faktor dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eklsusif (p value 0,513 > 0,05). Petugas kesehatan adalah peletak dasar kecerdasan anak-anak Indonesia karena membimbing ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Sikap dan perilaku petugas kesehatan dapat menjadi contoh atau acuan bagi masyarakat tentang hidup sehat (berperilaku hidup sehat) (Notoatmodjo 2010).

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BATUANGTABAWILAYAHKERJA PUSKESMAS PAGAMBIRAN PADANG TAHUN 2015

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BATUANGTABAWILAYAHKERJA PUSKESMAS PAGAMBIRAN PADANG TAHUN 2015

Berdasarkan hasil uji statistik chi-square, diperoleh nilai ²h = 13,6 >²t = 3,841 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak, berarti ada hubungan antara dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK) pada anak balita di Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2015.

7 Baca lebih lajut

hubungan pendampingan suami pada ibu bersalin serta dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan inisisasi menyusu dini.

hubungan pendampingan suami pada ibu bersalin serta dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan inisisasi menyusu dini.

Kesehatan Ibu dan Anak, sepertinya sebuah isu yang tidak pernah lekang oleh waktu, karena kesehatan ibu dan anak tidak dapat terlepas dari Indikator Human Development Index (HDI). Tidak hanya di Indonesia, bahkan di dunia, tidak heran jika dalam kesepakatan MDG's (Millenium Development Goals), program-program tersebut menjadi Indikator keberhasilan pembangunan kesehatan di suatu negara. Berbicara tentang kesehatan ibu dan anak tentunya tidak bisa lepas dari angka kematian ibu, angka kematian bayi, yang sampai saat ini masih menjadi masalah di Negara berkembang, termasuk Indonesia (Setianingrum, 2012).
Baca lebih lanjut

6 Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP PRODUKSI ASI Ratna Dewi 1)

EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP PRODUKSI ASI Ratna Dewi 1)

Hasil penelitian disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi musik klasik (mozart) terhadap produksi ASI, tidak ada hubungan paritas dan dukungan tenaga kesehatan dengan produksi ASI, dan ada hubungan dukungan suami dan keluarga dengan pro-duksi ASI. Diharapkan Pengambil kebijakan di lingkungan Dinkes kota Bengkulu untuk menyusun rencana peningkatan pendidikan/ pelatihan bagi bidan tentang penting menciptakan kondisi yang rileks melalui terapi musik sebagai upaya meningkatkan pemberian ASI eksklusif.

7 Baca lebih lajut

Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Perlaku SADARI di Wilayah Kerja Puskesmas Manyaran Kabupaten Wonogiri.

Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Perlaku SADARI di Wilayah Kerja Puskesmas Manyaran Kabupaten Wonogiri.

Penelitian tentang dukungan sosial terhadap perilaku SADARI masih rendah maka peneliti mengambil judul “Hubungan dukungan sosial (Dukungan suami, dukungan orang tua, dukungan tenaga kesehatan (Bidan), dukungan sahabat dekat) terhadap perilaku SADARI di wilayah kerja puskesmas Manyaran kabupaten Wonogiri.

6 Baca lebih lajut

Relationship Social Support Health Cadre and The Paramedic abaout Obedience Taking Anti Filariasis Drugs in Jeruk Sari Vilage Tirto Districts Pekalongan Regency

Relationship Social Support Health Cadre and The Paramedic abaout Obedience Taking Anti Filariasis Drugs in Jeruk Sari Vilage Tirto Districts Pekalongan Regency

(Niven 2013, hh 192 -193). Banyak pasien yang tidak patuh untuk menjalankan nasihat tenaga kesehatan. Maka dari itu penting adanya dukungan sosial kader kesehatan dan dukungan tenaga kesehatan dapat menumbuhkan perilaku sehat mempengaruhi kebiasaan. Perlu dikembangkan suatu strategi yang bukan hanya untuk mengubah perilaku, tetapi juga untuk mempertahankan perubahan tersebut (Niven 2013, hh 196 -197).Dukungan sosial merupakan dukungan yang diterima oleh individu dari orang lain atau kelompok di sekitarnya yang akan menimbulkan perasaan nyaman , dicinta, dihargai serta bersifat mendukung dan siap memberikan pertolongan serta bantuan kepada anggota masyarakat jika diperlukan agar semua masyarakat patuh dalam pengobatan filariasis.Dalam menjalankan dukungan sosial peran kader merupakan aspek yang penting dalam mengembangkan masyarakat. Kader adalah tenaga sukarela yang
Baca lebih lanjut

19 Baca lebih lajut

PENGARUH PENGETAHUAN IBU DUKUNGAN SUAMI

PENGARUH PENGETAHUAN IBU DUKUNGAN SUAMI

Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat.Adapun Salah satu program untuk menurunkan AKI adalah meningkatkan pelayanan Antenatal Care (ANC). Berdasarkan data Profil Puskesmas Pasar Ujung Batu Tahun 2015 dapat diketahui bahwa cakupan K1 yang dicapai yaitu sebanyak 605 dari 773 Ibu hamil (78, 26 %), sementara itu cakupan K4 yaitu sebanyak 356 dari 773 Ibu hamil (46,06 %). Hal ini berarti Puskesmas Pasar Ujung Batu belum mencapai targer Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yaitu 95%.Jenis penelitian ini adalah explanatory research yang bertujuan untuk menjelaskan pengaruh faktor predisposing (pengetahuan) dan reinforcing (dukungan suami , dukungan tenaga kesehatan) terhadap pemanfaatan pelayanan Antenatal Care (ANC). Sampel dalam penelitian ini sebanyak 89 orang ibu hamil dengan menggunakan teknik proportional random sampling.Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji statistik multivariat yaitu uji regresi logistik.Hasil penelitian menunjukkan dari 89 orang ibu hamil yang menjadi responden penelitian, sebanyak 37 (41,6%) responden termasuk dalam kategori memanfaatkan, 52 (58,4%) responden termasuk dalam kategori tidak memanfaatkan. Hasil uji statistik regresi logistik menunjukkan variabel dukungan suami dan dukungan tenaga kesehatan mempunyai pengaruh yang sinifikan terhadap pemanfaatan pelayanan ANC dengan nilai p value dukungan suami (0,023) dan dukungan tenaga kesehatan (0,000). Variabel pengetahuan tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pemanfaatan ANC dengan nilai p value (0,998).Tenaga kesehatan perlu meningkatkan kegiatan program promosi kesehatan mengenai pemeriksaan kehamilan dan mendorong ibu untuk mau melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin.Dukungan suami juga sangat diperlukan untuk memotivasi ibu dalam pemeriksaan kehamilan.
Baca lebih lanjut

8 Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2015

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2015

Pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dapat menimbulkan permasalahan kependudukan, dan merupakan penyebab tidak langsung terhadap peningkatan AKI. Berdasarkan hasil SDKI tahun 2012, penggunaan kontrasepsi di Indonesia didominasi oleh penggunaan kontrasepsi jenis suntik (34,3%) dan pil (13,9%). Akan tetapi penggunaan kontrasepsi tersebut memiliki angka putus pakai yang cukup tinggi dibandingkan dengan alat/ cara kontrasepsi modern lainnya yaitu 40,7% pada jenis pil dan 24,7% pada kontrasepsi jenis suntik. Dalam mengantisipasi kemungkinan putus pakai alat/ cara kontrasepsi dan untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk, maka program KB Nasional di Indonesia lebih diarahkan kepada pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Kecamatan Kalideres merupakan wilayah yang memiliki penduduk kedua terbanyak dengan jumlah bayi lahir hidup tertinggi, namun proporsi peserta KB aktif pengguna MKJP berada pada posisi yang rendah yaitu 17,66%. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kalideres tahun 2015. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pengambilan sampel secara systematic random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 90 orang akseptor KB. Hasil penelitian uji statistik menggunaan uji chi square pada ∝ = 5% menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan (p = 0.007, OR = 7.759) dan keterampilan terkait kontrasepsi (p = 0.002, OR = -) dengan penggunaan MKJP. Sementara variabel pengetahuan (OR = 0.683), sikap (OR = 1.231), keterpaparan informasi kontrasepsi (OR = 0.298), dukungan suami (OR = -), dukungan teman (OR = -), dukungan tenaga kesehatan (OR = 1.286), serta dukungan pemimpin dalam komunitas (OR = 0.772) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan MKJP. Oleh karena itu, kepada Puskesmas Kecamatan Kalideres diharapkan mempertahankan dan meningkatkan keterampilan tenaga kesehatan terkait kontrasepsi, untuk akseptor KB diharapkan berperan aktif dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan kontrasepsi terutama MKJP serta kepada sektor terkait diharapkan meningkatkan pengetahuan masyarakat dan melakukan klarifikasi terhadap mitos mengenai MKJP.
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang Memengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bandaraya Banda Aceh Tahun 2014

Faktor-faktor yang Memengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bandaraya Banda Aceh Tahun 2014

Kegagalan pemberian ASI disebabkan karena kondisi bayi (BBLR, trauma persalinan, infeksi, kelainan kongenital, bayi kembar dll) dan kondisi ibu (pembengkakan, abses payudara, cemas/kurang percaya diri, anggapan yang salah tentang nilai susu botol, ingin bekerja, ibu kurang gizi, dll) Selain itu penyebab kegagalan menyusui adalah karena inisiasi yang terhambat, ibu belum berpengalaman, paritas, umur, status perkawinan, merokok, pengalaman menyusui yang gagal, tidak ada dukungan keluarga, kurang pengetahuan, sikap dan keterampilan, faktor sosial budaya dan petugas kesehatan, rendahnya pendidikan laktasi saat prenatal dan kebijakan rumah sakit yang kurang mendukung laktasi (Brown, 2002 dalam Agam, 2012).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEIKUTSERTAAN IBU DALAM DETEKSI DINI CA SERVIKS DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI KELURAHAN KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEIKUTSERTAAN IBU DALAM DETEKSI DINI CA SERVIKS DENGAN METODE INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI KELURAHAN KEDUNGMUNDU KOTA SEMARANG - Repository Universitas Muhammadiyah Semarang

Kota Semarang Kasus penyakit kanker serviks terjadi 335 kasus, tersebar di 37 puskesmas dan 25 rumah sakit yang ada di Kota Semarang. Angka kejadian ca serviks tertinggi terdapat di puskesmas Gunung Pati yaitu 13 kasus, Puskesmas Kr.Malang yaitu 10 kasus, Puskesmas Manyaran yaitu 8 kasus, Puskesmas Banget Ayu dan Kedung Mundu yaitu 6 kasus dan Puskesmas Karang Ayu dan Pegadan yaitu 5 kasus sedangkan di RSUP dr.Kariadi yaitu 141 kasus, RS Telogorejo yaitu 24 kasus, RS Tugurejo dan RS P.Medika yaitu 19 kasus. Jumlah angka kematian di Kota Semarang yaitu 45 kasus kematian dengan angka kejadian kematian tertinggi terdapat pada RSUP dr.kariadi yaitu 21 jiwa dan di Puskesmas Srondol yaitu 6 jiwa, Puskesmas Tambakaji 5 jiwa, Puskesmas KedungMundu 4 jiwa dan Puskesmas Rowosari 4 jiwa (Profil Kesehatan Kota Semarang, 2014).
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi, Jumlah Anak, Dukungan Suami, Dan Konseling Tenaga Kesehatan Dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Kabupaten Blora.

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi, Jumlah Anak, Dukungan Suami, Dan Konseling Tenaga Kesehatan Dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Kabupaten Blora.

Menurut hasil analisis BKKBN (2011), dukungan suami dalam penggunaan alat kontrasepsi terlihat cukup besar. Ada 74% dari seluruh responden mengatakan kesertaan mereka dalam ber-KB melalui persetujuan atau dukungan dari pasangannya. Pemberian konseling juga merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Dengan melakukan konseling berarti petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihannya. Di samping itu dapat membuat klien merasa lebih puas (BKKBN, 2011).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Ijin Tenaga Kesehatan - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

Ijin Tenaga Kesehatan - Kumpulan data - OPEN DATA PROVINSI JAWA TENGAH

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 544/Menkes/SK/VI/2002 tentang Registrasi dan Izin Kerja Refaksi Optision.[r]

1 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN  Keyakinan Makanan dalam Perspektif Keperawatan Transkultural pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura.

PENDAHULUAN Keyakinan Makanan dalam Perspektif Keperawatan Transkultural pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura.

Meningkatkan kesehatan ibu hamil merupakan salah satu tujuan Pembangunan Milenium atau Millenium Development Goals (MDGs) yaitu dengan cara menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia pada tahun 2015 dengan 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Namun pada tahun ini angka kematian ibu melahirkan di Indonesia masih tinggi yaitu mencapai 359 per 100 ribu kelahiran yang cukup jauh dari target yang harus dicapai pada tahun 2015. Umumnya, kematian itu disebabkan oleh berbagai hal seperti pendarahan, infeksi dan tekanan darah tinggi (eklampsia), kualitas hidup yang rendah, rata-rata pendidikan rendah, kurang zat besi, anemia, derajat kesehatan dan gizi yang rendah (Amaluddin, 2015).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

Profil Keterlaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) Pada Pengobatan TB Paru di Puskesmas Helvetia dan di RSUP H. Adam Malik Medan

Profil Keterlaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) Pada Pengobatan TB Paru di Puskesmas Helvetia dan di RSUP H. Adam Malik Medan

Variabel faktor penilaian keterlaksanaan DOTS yaitu tenaga kesehatan, peralatan, prasarana, paduan obat dan kebijakan program berkaitan dengan keterlaksanaan strategi DOTS pada pengobatan TB paru di Puskesmas Helvetia dan RSUP H. Adam Malik Medan sudah terlaksana, sedangkan variabel faktor penilaian dari dukungan pengawas dalam menelan obat untuk pasien sudah terlaksana di puskesmas Helvetia dan belum sepenuhnya terlaksana di RSUP H. Adam Malik Medan.

15 Baca lebih lajut

X. HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN - 11. HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN

X. HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN - 11. HUBUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PASIEN

Hak atas informasi ini terproses secara evolusi sejalan dengan perkembangan dari hak asasi manusia. Inti dari hak atas informasi adalah hak pasien untuk mendapatkan informasi dari dokter maupun tenaga kesehatan lainnya tentang hal-hal yang berhubungan dengan kesehatannya. Mengenai isi informasi yang harus diberikan baik oleh dokter atau tenaga kesehatan lainnya mencakup keuntungan dan kerugian dari tindakan kesehatan yang akan dilakukan baik diagnostik maupun terapeutik ( UU No. 23 tahun 1992 ). Diharapkan dalam Peraturan Pelaksanaan Undang-undang tersebut akan dirinci tentang isi minimal informasi yang harus disampaikan oleh dokter atau tenaga kesehatan kepada pasien mencakup hal-hal;
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

Evaluasi kebijakan penempatan tenaga kesehatan di puskesmas sangat terpencil di Kabupaten Buton | Herman | Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 2684 4643 1 SM

Evaluasi kebijakan penempatan tenaga kesehatan di puskesmas sangat terpencil di Kabupaten Buton | Herman | Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan 2684 4643 1 SM

Tujuan: Untuk mengetahui kebijakan penempatan tenaga kesehatan di puskesmas sangat terpencil Kabupaten Buton Metode: Merupakan penelitian deskriptif, dengan metode kualitatif untuk mengevaluasi kebijakan penempatan tenaga kesehatan di puskesmas sangat terpencil di Kabupaten Buton. Hasil : Kebijakan penempatan tenaga dokter, bidan dan perawat di puskesmas sangat terpencil didukung oleh sarana penunjang yakni rumah dinas dan kendaraan dinas. Kebijakan penempatan terkendala faktor geografis dan intervensi stakeholders didaerah. Tenaga dokter, bidan dan perawat yang ditempatkan tidak retensi tinggal dan bekerja di puskesmas sangat terpencil. Kecilnya penghasilan karena tidak tersedia insentif, pola pengembangan karir yang tidak jelas dan tidak adanya penghargaan bagi mereka yang bekerja di puskesmas sangat terpencil merupakan alasan penting untuk pindah. Perpindahan dilakukan baik antar puskesmas maupun lintas wilayah. Kebijakan penyediaan s arana penunjang belum mampu membuat tenaga retensi tinggal dan bekerja di puskesmas sangat terpencil.
Baca lebih lanjut

9 Baca lebih lajut

PENDAHULUAN Literasi Kesehatan Mental pada Tenaga Kesehatan.

PENDAHULUAN Literasi Kesehatan Mental pada Tenaga Kesehatan.

Berdasarkan pada gambar 3, ditemukan fakta bahwa jawaban informan tentang pemahaman kesehatan mental masih sangat umum dan beragam. Belum ada informan yang mendefinisikan kesehatan mental secara tepat. The World Health Organization (WHO) mendefinisikan kesehatan mental adalah sebuah kondisi sehat, bahagia dan nyaman, yang ditandai dengan menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi stres kehidupan, dapat bekerja dengan produktif, dan mampu memberi kontribusi terhadap lingkungan masyarakatnya

20 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...