Dukungan Tenaga Kesehatan

Top PDF Dukungan Tenaga Kesehatan:

Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu serta Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Pemberian Makanan pada Balita di Puskesmas Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai

Pengaruh Pengetahuan dan Sikap Ibu serta Dukungan Tenaga Kesehatan terhadap Pemberian Makanan pada Balita di Puskesmas Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap ibu serta dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian makanan pada balita di Puskesmas Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2011. Penelitian ini menggunakan jenis explanatory survey. Populasi adalah ibu yang memiliki balita dan melakukan penimbangan berat badan balitanya pada pelayanan kesehatan puskesmas/posyandu di Kecamatan Bandar Khalifah, yang berjumlah 1.421 ibu. Jumah sampel sebanyak 93 ibu, yang diperoleh dengan cara simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi logistik ganda.
Baca lebih lanjut

107 Baca lebih lajut

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF

Hasil analisis diketahui bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan pada faktor dukungan tenaga kesehatan terhadap pemberian ASI eklsusif (p value 0,513 > 0,05). Petugas kesehatan adalah peletak dasar kecerdasan anak-anak Indonesia karena membimbing ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Sikap dan perilaku petugas kesehatan dapat menjadi contoh atau acuan bagi masyarakat tentang hidup sehat (berperilaku hidup sehat) (Notoatmodjo 2010).

8 Baca lebih lajut

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BATUANGTABAWILAYAHKERJA PUSKESMAS PAGAMBIRAN PADANG TAHUN 2015

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DENGAN PELAKSANAAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) PADA ANAK BALITA DI KELURAHAN BATUANGTABAWILAYAHKERJA PUSKESMAS PAGAMBIRAN PADANG TAHUN 2015

Deteksi Dini Tumbuh Kembang adalah kegiatan/ pemeriksaan untuk mengetahui tumbuh kembang anak normal atau ada penyimpangan.Cakupan DDTK diPuskesmas Pagambiran Padang tahun 2014 yaitu 35.5 % dari target pemerintah 90%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dan dukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan DDTKpada anak balita di Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2015. nJenis penelitian ini adalah analitik dengan desain penelitian cross sectional study. Penelitiandilakukan di Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang pada Agustus tahun 2015.Populasiberjumlah 250 orang. Sampel diambil secara Systematic Random Sampling yang berjumlah 71 orang. Data dikumpulkan melalui data primer dan data sekunder, diolah secara editing, coding, processing, tabulating dan cleaning, dan dianalisis dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Sebagian kecil responden (29, 58%) tidak melaksanakan DDTKpada anak balita, sebagian kecil responden (32,39%) berpengetahuan rendah, sebagian kecil responden (40,85%) menyatakan ada dukungan tenaga kesehatan, didapatkan ²h= 15 untuk hubungan tingkat pengetahuan ibudengan pelaksanaanDDTK dan  ²h = 13,6 untuk hubungandukungan tenaga kesehatan denganpelaksanaanDDTK pada anak balitadi Kelurahan Batuang Taba Wilayah Kerja Puskesmas Pagambiran Padang tahun 2015. Ada hubungan tingkat pengetahuan dandukungan tenaga kesehatan dengan pelaksanaan DDTK pada anak balita. Disarankan pada tenaga kesehatan Puskesmas Pagambiran untuk dapat memberikan informasi atau penyuluhan kesehatan tentang pelaksanaan dan manfaat DDTKpada anak balita.
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

hubungan pendampingan suami pada ibu bersalin serta dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan inisisasi menyusu dini.

hubungan pendampingan suami pada ibu bersalin serta dukungan tenaga kesehatan dengan keberhasilan inisisasi menyusu dini.

Hasil Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012, Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar 359 per 100.000 kelahiran hidup atau mengembalikan pada kondisi tahun 1997 (Saputra, 2013). Adapun angka kematian bayi pada tahun 2012 sebesar 32 per 1.000 kelahiran hidup (BKKBN, 2013). Hasil SDKI tahun 2012 menunjukkan bahwa Angka Kematian Bayi di DIY mempunyai angka yang relatif tinggi, yaitu sebesar 25 per 1.000 kelahiran hidup (taget MDG’s sebesar 23 per 1.000 kelahiran hidup

6 Baca lebih lajut

Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Perlaku SADARI di Wilayah Kerja Puskesmas Manyaran Kabupaten Wonogiri.

Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Perlaku SADARI di Wilayah Kerja Puskesmas Manyaran Kabupaten Wonogiri.

Penelitian tentang dukungan sosial terhadap perilaku SADARI masih rendah maka peneliti mengambil judul “Hubungan dukungan sosial (Dukungan suami, dukungan orang tua, dukungan tenaga kesehatan (Bidan), dukungan sahabat dekat) terhadap perilaku SADARI di wilayah kerja puskesmas Manyaran kabupaten Wonogiri.

6 Baca lebih lajut

Faktor-faktor yang Memengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bandaraya Banda Aceh Tahun 2014

Faktor-faktor yang Memengaruhi Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Bandaraya Banda Aceh Tahun 2014

ASI eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada Bayi sejak dilahirkan selama 6 (enam) bulan, tanpa menambahkan dan/atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (PP Nomor 33 tahun 2012). Sejalan dengan hal ini, pemerintah Indonesia menetapkan kebijakan pemberian ASI eksklusif sampai bayi berusia enam bulan pertama kehidupannya dan dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun pada PP Nomor 33 tahun 2012. Isi keputusan tersebut tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif yang ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Peraturan ini melaksanakan ketentuan pasal 129 ayat (2) UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan. Dalam rangka melindungi, mendukung, dan mempromosikan pemberian ASI eksklusif perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan dukungan dari pemerintah, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan dan tenaga kesehatan, masyarakat serta keluarga agar ibu dapat memberikan ASI eksklusif pada bayi (PP, 2012)
Baca lebih lanjut

10 Baca lebih lajut

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh jumlah hari pemberian obat antihipertensi dengan resep terhadap kepatuhan dan biaya - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh jumlah hari pemberian obat antihipertensi dengan resep terhadap kepatuhan dan biaya - Widya Mandala Catholic University Surabaya Repository

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang memerlukan biaya pengobatan yang tinggi dikarenakan alasan seringnya angka kunjungan kedokter, perawatan di rumah sakit, dan penggunaan obat jangka panjang. Beberapa alasan bahwa pasien tidak menggunakan obat antihipertensi yaitu dikarenakan biaya pengobatan yang relatif tinggi (Yudanari, 2015) hal ini dapat dikarenakan semakin banyaknya penyakit kronik dan degeneratif serta adanya inflasi (Andayani, 2013). Peningkatan biaya tersebut dapat mengancam akses dan mutu pelayanan kesehatan sehingga harga obat menjadi salah satu faktor penting dalam pengambilan keputusan untuk mempertimbangkan penggunaan obat bagi pasien.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Pengaruh Pridisposisi, Pendukung dan Penguat terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Kuis Tahun 2013

Pengaruh Pridisposisi, Pendukung dan Penguat terhadap Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Kuis Tahun 2013

Jenis penelitian explanatory research dengan pendekatan crosssectional yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, sikap, sarana prasarana, perilaku tenaga kesehatan, dukungan PKK dan dukungan keluarga terhadap pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Batang Kuis tahun 2013. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan uji statistik menggunakan analisis data univariat, analisis bivariat dengan uji chi-square dan analisis multivariate dengan uji regresi logistic ganda.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP PRODUKSI ASI Ratna Dewi 1)

EFEKTIFITAS PEMBERIAN TERAPI MUSIK KLASIK (MOZART) TERHADAP PRODUKSI ASI Ratna Dewi 1)

ini tidak sejalan dengan penelitian Ludvigsson (2003) yang melapor-kan bahwa ibu yang telah menerima infor-masi tentang menyusui dari petugas kese-hatan sebelum persalinan di kamar bersalin akan segera menyusui dan tidak member- kan makanan pendamping. De Lathouwer et al. (2004), menyatakan bahwa bahwa pem-berian dukungan merupakan bagian dari pekerjaan tenaga kesehatan untuk menyakinkan ibu-ibu untuk menyusui bayinya pada saat di ruang bersalin. Pemberian dukungan ini harus konsisten dan komprehensif yang bisa dilakukan oleh bidan, konsultan laktasi, dan peer konselor yang terlatih. Peran bidan dalam program ini berkaitan langsung dengan inisiasi dini dan mendukung dalam mempertahankan durasi menyusui terutama ibu dengan faktor risiko kemampuan menyusui dengan eksklusif rendah (Miligan et al., 2000).
Baca lebih lanjut

7 Baca lebih lajut

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan - 15.C2.0034 Tyan Ferdiana Hikmah BAB IV

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan - 15.C2.0034 Tyan Ferdiana Hikmah BAB IV

g) Peningkatan monitoring dan evaluasi dari Dinas Kesehatan terkait dengan pelaksanaan skrining HIV/AIDS bagi ibu hamil, karena saat ini masih berpacu pada peningkatan cakupan yang ada belum memperhatikan untuk aspek perlindungan hak asasi manusia yang ada di dalam pelayanan skrining HIV/AIDS.

Baca lebih lajut

Profil Keterlaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) Pada Pengobatan TB Paru di Puskesmas Helvetia dan di RSUP H. Adam Malik Medan

Profil Keterlaksanaan Strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS) Pada Pengobatan TB Paru di Puskesmas Helvetia dan di RSUP H. Adam Malik Medan

Variabel faktor penilaian keterlaksanaan DOTS yaitu tenaga kesehatan, peralatan, prasarana, paduan obat dan kebijakan program berkaitan dengan keterlaksanaan strategi DOTS pada pengobatan TB paru di Puskesmas Helvetia dan RSUP H. Adam Malik Medan sudah terlaksana, sedangkan variabel faktor penilaian dari dukungan pengawas dalam menelan obat untuk pasien sudah terlaksana di puskesmas Helvetia dan belum sepenuhnya terlaksana di RSUP H. Adam Malik Medan.

15 Baca lebih lajut

Pengaruh Akses dan Motivasi Terhadap Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2012

Pengaruh Akses dan Motivasi Terhadap Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Kunjungan Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Tahun 2012

Berdasarkan teori “S-O-R” tersebut, maka perilaku manusia dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1) Perilaku tertutup (covert behavior), perilaku ini terjadi bila respons terhadap stimulus masih belum dapat diamati orang lain secara jelas. Respons seseorang masih terbatas dalam bentuk perhatian, perasaan, persepsi, pengetahuan dan sikap terhadap stimulus yang ada. Contoh: ibu hamil tahu pentingnya periksa hamil untuk kesehatan bayi dan dirinya (pengetahuan), kemudian mencari informasi di mana tempat periksa hamil yang dekat (sikap). 2) Perilaku terbuka (overt behavior), perilaku ini terjadi bila respons terhadap stimulus sudah berupa tindakan atau praktik yang dapat diamati orang lain dari luar. Contoh: ibu hamil memeriksakan kehamilannya.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Perda No. 08 Tahun 20141

Perda No. 08 Tahun 20141

Menimbang : a. bahwa   untuk   memenuhi   hak   asasi   manusia dalam  memperoleh layanan kesehatan bagi setiap individu   dan   masyarakat   di   Sulawesi   Tengah, serta tercapainya tujuan pembangunan kesehatan diperlukan tenaga kesehatan yang memadai baik dari   segi   jumlah,   jenis   maupun   mutu   melalui pengembangan   dan   pemberdayaan   tenaga kesehatan

Baca lebih lajut

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi, Jumlah Anak, Dukungan Suami, Dan Konseling Tenaga Kesehatan Dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Kabupaten Blora.

Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Kontrasepsi, Jumlah Anak, Dukungan Suami, Dan Konseling Tenaga Kesehatan Dengan Pemakaian Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Di Kabupaten Blora.

Menurut hasil analisis BKKBN (2011), dukungan suami dalam penggunaan alat kontrasepsi terlihat cukup besar. Ada 74% dari seluruh responden mengatakan kesertaan mereka dalam ber-KB melalui persetujuan atau dukungan dari pasangannya. Pemberian konseling juga merupakan aspek yang sangat penting dalam pelayanan keluarga berencana dan kesehatan reproduksi. Dengan melakukan konseling berarti petugas membantu klien dalam memilih dan memutuskan jenis kontrasepsi yang akan digunakan sesuai dengan pilihannya. Di samping itu dapat membuat klien merasa lebih puas (BKKBN, 2011).
Baca lebih lanjut

5 Baca lebih lajut

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Studi Perilaku Pengobatan dan Pengelolaan Diabetes Mellitus di Kelurahan Purwodadi dan Desa Truwolu Jawa Tengah T1 462008091 BAB II

Institutional Repository | Satya Wacana Christian University: Studi Perilaku Pengobatan dan Pengelolaan Diabetes Mellitus di Kelurahan Purwodadi dan Desa Truwolu Jawa Tengah T1 462008091 BAB II

Tingkat pendidikan biasanya berhubungan erat dengan pekerjaan dan pendapatan rumah tangga, serta mempengaruhi sikap dan kecenderungan dalam memilih barang-barang konsumsi termasuk jasa pelayanan kesehatan untuk pengobatan diabetes mellitus (Wawan dan dewi, 2010). Menurut Notoatmodjo (2003), faktor pendidikan seseorang sangat menentukan dalam pola pengambilan keputusan dan penerimaan informasi. Pendidikan yang rendah menyebabkan daya intelektualnya masih terbatas sehingga perilakunya masih dipengaruhi oleh keadaan sekitarnya. Sedangkan seseorang dengan tingkat pendidikan lebih tinggi memiliki pandangan lebih luas tentang suatu hal dan lebih mudah untuk menerima ide atau cara kehidupan baru (Notoatmodjo, 2003).
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Kajian Kebutuhan Perawatan Dirumah Bagi Klien Dengan Stroke Di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

Kajian Kebutuhan Perawatan Dirumah Bagi Klien Dengan Stroke Di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

Seperti orang lain, pasien stroke perlu buang air besar secara teratur paling tidak sekali setiap 2-3 hari. Sembelit umumnya didefinisikan sebagai buang air besar yang jarang (kurang dari tiga kali seminggu) atau kesulitan mengeluarkan tinja. Sembelit adalah masalah yang umum dijumpai pada orang berusia lanjut dan pada orang yang mengalami stroke. Beberapa obat (misalnya, opioid) juga dapat menyebabkan sembelit Konsekuensi sembelit adalah rasa tidak nyaman, berkurangnya kualitas hidup, dan, pada kasus yang parah, gangguan kesehatan, termasuk perforasi usus (usus berlubang) dan komplikasi kardiovaskular yang menyebabkan pasien perlu dirawat inap. Cara terbaik untuk mengatur buang air besar adalah makanan yang memadai dan seimbang serta banyak cairan (paling tidak dua liter sehari) dan serat (buah dan sayuran), serta aktivitas fisik yang cukup. Pelunak tinja (laksatif, pencahar), supositoria, dan enema dapat digunakan untuk sembelit yang terjadi sekali-sekali. Namun jika masalahnya menetap, pasien atau orang yang merawatnya perlu meminta nasihat dari dokter atau perawat yang biasa menangani hal ini.
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES KERJA PADA TENAGA KESEHATAN NON KEPERAWATAN DI RS. ORTOPEDI  Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja Pada Tenaga Kesehatan Non Keperawatan Di RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN STRES KERJA PADA TENAGA KESEHATAN NON KEPERAWATAN DI RS. ORTOPEDI Hubungan Antara Dukungan Sosial Dengan Stres Kerja Pada Tenaga Kesehatan Non Keperawatan Di RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.

7 stres kerja. Hal ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Smet (1994), yang menyatakankan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi stres kerja adalah faktor sosial yaitu dukungan sosial. Dukungan sosial memberikan kontribusi atau pengaruh bagi seseorang dalam menghadapi stres. Seseorang yang memiliki dukungan sosial yang tinggi akan merasa dihormati, dihargai, diperhatikan, dan dicintai oleh lingkungan sekitar, hal tersebut akan memicu sikap optimis pada individu sehingga individu tersebut mampu mengatasi permasalahannya dengan baik, memiliki tingkat kecemasan yang lebih rendah, dan mampu membina hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Begitu pula sebaliknya, seseorang yang memiliki dukungan sosial yang rendah akan merasa tidak dihormati dan dihargai, diabaikan atau diacuhkan oleh lingkungan sekitar, hal tersebut akan memicu rasa pesimis atau tidak percaya diri pada individu sehingga individu tersebut mudah putus asa, memiliki emosi yang negatif, dan kurang mampu membina hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Dukungan sosial dapat
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

DAFTAR PUSTAKA  Dukungan Sosial Pada Caregiver Pasangan Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

DAFTAR PUSTAKA Dukungan Sosial Pada Caregiver Pasangan Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2.

Setyaningrum, P. (2014). Hubungan Antara Dukungan Sosial dengan Stres Kerja Pada Tenaga Kesehatan Non Keperawatan di Rs. Ortopedi Prof. Dr.R Soeharso Surakarta (Skripsi tidak dipublikasikan). Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Baca lebih lajut

Hubungan Faktor Internal dan Faktor Eksternal Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Pekan Bahorok Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Tahun 2014

Hubungan Faktor Internal dan Faktor Eksternal Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif di Kelurahan Pekan Bahorok Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat Tahun 2014

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hartatik (2010) yaitu mengenai faktor-faktor yang memengaruhi tenaga kesehatan wanita dalam pemberian ASI eksklusif dari 30 responden yang diteliti hanya 6 responden (20%) yang memberikan ASI eksklusif dengan alasan terbanyak dikarenakan ASI terlambat keluar sehingga ibu memberikan susu formula kepada bayi. Hal ini membuktikan bahwa tenaga kesehatan yang sudah mengerti tentang manfaat dari ASI eksklusif juga belum dapat memberikan ASI secara eksklusif. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan contoh yang baik kepada masyarakat lain tetapi tetap saja ada faktor lain seperti ibu yang bekerja sehingga ASI eksklusif tidak tercapai. 5.2 Hubungan Faktor Internal dan Faktor Eksternal Ibu dengan Pemberian
Baca lebih lanjut

Baca lebih lajut

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2015

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kalideres Tahun 2015

Sebuah peningkatan dalam pengetahuan tidak selalu menyebabkan perubahan perilaku. Beberapa macam pengetahuan kesehatan mungkin dibutuhkan sebelum terjadinya suatu perilaku kesehatan pribadi. Akan tetapi, perilaku sehat mungkin tidak terjadi kecuali jika seseorang menerima isyarat yang cukup kuat untuk memotivasi dirinya untuk bertindak sesuai dengan pengetahuannya (Green, 1980). Pengetahuan merupakan sebuah kebutuhan tetapi biasanya pengetahuan bukan merupakan faktor yang cukup untuk merubah perilaku individu maupun kelompok. Perilaku tidak secara tiba-tiba berubah sebagai respon terhadap pengetahuan baru, akan tetapi efek kumulatif dari peningkatan kesadaran akan meningkatkan pemahaman yang lebih baik dari meresapnya fakta ke dalam sistem kepercayaan, nilai, sikap, kepercayaan diri, serta akhirnya ke dalam perilaku (Green, 1991). b. Kepercayaan, Nilai, dan Sikap
Baca lebih lanjut

158 Baca lebih lajut

Show all 10000 documents...